Bukti Manuskrip Orang Suku Jawa Memiliki Nasab Hingga Ke Rasulullah SAW
Ronggo Warsito sendiri, menurut Ust Menachem Ali, memiliki nama asli Ki Bagus Burhan yang merupakan murid langsung dari Kia Khasan Basari pimpinan Ponpes Tegal Sari dan sangat tersohor si era belanda. Lalu, jika dirunut nasabnya, Ki Bagus Burhan atau Ronggo Warsito itu adalah putra dari Yosodipuro Surakarta hingga nasabnya beliau sambung kepada Joko Tingkir alias Sultan Hadiwijoyo.
Sementara siapa Sultan Hadiwijoyo? Sultan Hadiwijoyo, nasabnya sendiri berada di urutan ke 23 dari Kanjeng Nasi Muhamad SAW.
“Jadi ini jelas. Ada catatan keluarganya. Namanya memang jawa, tapi nama arabnya tidak muncul di dalam ini (manuskrip). Jadi sekali lagi, ini sangat menarik jika dirunut,” ucapnya.
Sementara jika melihat lebih jauh lagi dari sebuah catatan berjudul Serat Paramayoga yang dibuat oleh Ronggo Warsito, kata Ust Menachem Ali, muncul sebuah nama tokoh yang sempat disebutkan. Nama tokoh yang disebut adalah Aji Soko. Dimana Aji Soko merupakan keturunan dari Prabu Sarkil.
“Di dalam karya tersebut juga disebutkan Kitab Jibta Soro. Nama kitab yang dimaksud ini bukan seperti bahasa arab. Dan ini adalah PR bagi orang jawa untuk mencarinya. Tolong cari kitab Jibta Soro. Karena itu akan menjadi rujukan dari Ronggo Warsito. Bahkan, disebutkan juga Kitab Mila Duniren juga di dalamnya. Disini juga disebutkan siapa itu Prabu Sarkil? Jadi Prabu Sarkil, itu masih keturunan dari Nabi Ismail. Sementara Aji Soko, itu nasabnya nyambung dengan Prabu Sarkil. Dan Aji Soko adalah datuknya dari orang-orang jawa,” lanjutnya.
Maka masih dijelaskan oleh Ust Mechanem Ali, pada teks akhir karya tersebut turut disebutkan bahwa Aji Soko ngajawi (menjadi orang jawa). Sehingga menurut Ust Mechanem Ali, jika memori kolektif orang jawa disambungkan ke Nabi Ismail, tidak mungkin orang jawa itu tidak muslim. Karena jika mereka sudah menjadi jawa, maka mereka akan merasa menjadi keturunan dari Nabi Ismail.
“Dan disini nanti, Aji Soko itu akan bertemu dengan Kanjeng Nabi Muhamad SAW. Boleh jadi orang-orang meragukan, itu adalah sebuah mitos. Yang jelas ada memori kolektif bahwa orang jawa yang ada hubungan dengan Aji Soko bertemu dengan Nabi Muhamad SAW. Dan Nabi Muhamad SAW sendiri keturunan dari Nabi Ismail, sementara Aji Soko keturunan Nabi Ismail,” ungkapnya lebih detail.
Namun diingatkan sekali lagi oleh Ust Mechanem Ali, orang-orang jawa harus tetap mencari kitab Mila Duniren dan kitab Jibta Soro yang dijadikan acuan oleh Raden Ronggo Warsito. Kitab-kitab yang disebut pada karya Raden Ronggo Warsito, itu merupakan bagian dari sebuah clue dari semua rangkaian sejarah tersebut.
“Kitab Mila Duniren ini sepertinya berbahasa arab. Karena Mila sendiri memiliki arti kelahiran, sementara Niren berasal dari kata nuroin. Jadi kitab kelahiran dua cahaya, nah ini semua kaitannya dengan nasab. Kalau tidak dicari nanti, ini akan jadi mukotib atau terputus nasabnya. Dan ini PR bagi orang Bani Jawi,” pungkas Ust Mechanem Ali. (har)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


