Begini Sifat Rasulullah SAW ketika Menjenguk Orang Sakit
Rasulullah SAW tidak pernah mengkhususkan waktu tertentu untuk menjenguk orang sakit, melainkan disunnahkan menjenguk di setiap kesempatan, untuk meringankan penderitaannya dan keluarganya. Bahkan bila perlu dianjurkan juga untuk bisa menjenguk kembali, tentunya dengan izin orang sakit tersebut yang menghendaki kedatangannya.
Rasulullah SAW gemar menjenguk setiap orang sakit tidak terbatas hanya di kalangan kaum muslimin saja, namun orang-orang yang tidak beliau kenal pun dijenguknya. Beliau pernah menjenguk seorang Yahudi yang sedang sakit, termasuk beliau pernah menjenguk pamannya yang seorang kafir, yaitu Abu Thalib.
Rasulullah SAW sangat mendorong kita semua untuk bisa saling menjenguk jikalau ada yang sedang sakit, beliau berkata, “Tidak ada seorang muslim yang menjenguk saudaranya yang muslim terkecuali Allah akan mengutus tujuh puluh ribu malaikat kepadanya untuk mengucapkan doa atasnya, pada waktu siang sampai datang waktu sore; kemudian pada waktu malam sampai datang waktu pagi”
Beliau berkata, “Barangsiapa yang datang menjenguk orang sakit atau menziarahi seseorang yang gugur di jalan Allah, seorang penyeru akan menyerunya untuk memberinya kebaikan, dan ia pun akan diberi kebaikan dan akan dibangunkan sebuah rumah (dengan izin tuhan) kelak di akhirat.”
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

