Asal Usul Hari Tasyrik
Umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti berdzikir, berdoa, serta menyembelih hewan qurban saat hari Tasyrik, dikutip dari MUI.
Perintah berqurban terdapat pada surat al-Kautsar ayat 2:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
“Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurban lah!”
Amalan-amalan Hari Tasyrik
Berikut ini beberapa amalan yang dapat dikerjakan oleh umat muslim saat hari tasyrikm dikutip dari Kemenag NTB:
- Menyembelih Hewan Kurban
Bagi umat muslim yang mampu berkurban maka dapat melaksanakan penyembelihan kurban.
Daging hewan kurban nantinya dapat dibagikan kepada orang-orang disekitarnya.
Penyembelihan hewan kurban ini dapat dilaksanakan pada tanggal 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah.
Hewan yang akan dikurbankan juga harus memenuhi syarat, seperti hewan berkualitas baik, berisi, tidak sakit, tidak cacat, cukup umur, dll.
- Menikmati Hidangan Makan dan Minum
Pada hari tasyrik, umat Islam dilarang berpuasa dan harus menikmati makan dan minum.
Hal ini bertujuan agar semua umat Islam dapat menikmati daging dari hewan yang disembelih sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:
“Hari-hari tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman.”
Selain itu, umat Islam diharamkan untuk berpuasa selama hari Idul Adha dan hari tasyrik.
Dari riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah mengutus Abdullah bin Hudzaifah untuk mengelilingi Kota Mina dan menyampaikan:
“Janganlah kamu berpuasa pada hari ini (tasyrik) karena ia merupakan hari makan, minum, dan berdzikir pada Allah.”
- Hari Utama Berdzikir dan Bertakbir
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan takbir pada malam 10 Dzulhijjah dan hari tasyrik.
Dalil keutamaan untuk bertakbir pada hari raya hingga tiga hari tasyrik bersumber dari Al-quran dan Hadits nabi Muhammad SAW. (yus)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


