Ibrahim al-Attar: Pahlawan Muslim Granada Dihormati dan Dikenang di Spanyol Melawan 65.000 Pasukan Kastilia
Ibrahim al-Attar hanya dengan 100 orang pasukan menghadapi 65.000 pasukan tentara salib Kastilia di Spanyol, mampu menahan gempuran dalam setengah hari, dan musuh mengakui ketangguhannya bahkan menamai anak-anak mereka dengan namanya serta membuat patung untuk mengenangnya dan menyimpan pedangnya di museum Loja, Spanyol — 1miliarsantri.net: Sejarah tidak selalu ditulis oleh para pemenang. Di tengah kisah jatuhnya Granada pada 1492, ada satu nama yang tetap hidup dalam ingatan masyarakat Spanyol: Ibrahim al-Attar, Komandan Muslim yang memilih bertempur hingga titik darah penghabisan daripada menyerah pada pasukan Kastilia. Pertempuran Epik di Loja Loja, Spanyol menjadi saksi sejarah sebuah perlawanan epik hingga tetes darah terakhir, tanpa kenal takut dan tak pernah menyerah meskipun dengan kekuatan hanya seratus orang pasukan. tahun 1492, ketika Granada berada di ambang kehancuran, Ibrahim al-Attar memimpin hanya 100 prajurit Muslim melawan 65.000 tentara Kastilia. Pertempuran sengit itu berlangsung meski jumlah pasukan tidak seimbang, al-Attar dan pasukannya mampu bertahan selama setengah hari penuh, membuat kagum Ratu Isabella dan para komandan Kristen. Keberanian ini menjadikannya legenda. Bukan hanya di kalangan Muslim, tetapi juga di mata lawan yang mengakui kegigihannya. Penghormatan Spanyol Atas Simbol Keberanian Keberanian dan kegighan Ibrahim al-Attar dan 100 pasukannya mendaptkan pengakuan dan penghormatan dari Ratu Isabella. Patung Ibrahim berdiri di Kota Loja sebagai simbol keberanian.


