Trunojoyo Dibesarkan di Keraton Mataram, Tapi Justru Melakukan Pemberontakan
Ketika pada 1677 Trunojoyo menyerbu Mataram, Demang Angantaka ada di dalamnya. Demang Angantaka memiliki catatan buruk terhadap Pangeran Sampang. Pada 1673, ayah Angantaka dibunuh atas perintah Pangeran Sampang.
Trunojoyo pada 1670 pulang ke Madura. Trunojoyo telah menjadi menantu Raden Kajoran.
Dekat dengan Putra Mahkota, Raden Kajoran menyarankan Putra Mahkota mengirim Trunojoyo ke Madura unntuk membujuk orang-orang Madura agar tidak pergi ke Mataram, menghadap Pangeran Sampang yang sudah menjadi bupati Madura dengan gelar Cakraningrat II. Dengan cara itu, Pangeran Sampang itu akan terkucil di lingkungan keraton.
Sebagai pertapa, Raden kajoran mengetahui masa depan Trunojoyo yang akan menjadi orang besar. Ia juga melihat, masa depan Mataram akan semakin surut dan Trunojoyo akan muncul.
Di Madura, dengan cepat Trunojoyo memiliki pengaruh. Dan ketika ia harus memberontak terhadap Mataram, mertuanya, Raden Kajoran menjadi panglima perangnya.
Penyerbuan Trunojoyo membuat Amangkurat I meninggalkan keraton secara diam-diam pada malam hari diiringi kerabatnya, termasuk Putra Mahkota. (har)
Baca juga :
- RUU Pengaturan Reforma Agraria Resmi Jadi UU, Pemerintah Dorong Keadilan Penguasaan Tanah
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


