Surban Hitam Sunan Kalijogo Luluhkan Amarah Sultan Agung
Solusinya, Sunan Kalijaga mengambil segumpal tanah dari pesarean nabi-nabi dan membungkusnya dengan kain. Dengan karamahnya, segumpal tanah itu kemudian dilempar ke Pulau Jawa.
”Sambil menjelaskan kepada Sultan, di mana tanah itu jatuh, di situlah pesarean boleh dibuka”. Gumpalan tanah Mekkah itu jatuh di Gunung Girilaya.
Saat Sultan Agung mendatangi lokasi, dia keduluan Sultan Cirebon yang menyatakan ingin bermakam di situ karena tanahnya keramat.
”Silakan, kata Sultan Agung, dan Sultan Cirebon mangkat seketika”. Sultan Agung sudah rela saat meninggal tidak dimakamkan di Makkah. Sunan Kalijaga kemudian kembali melemparkan segumpal tanah.
Gumpalan tanah itu jatuh di bukit Imogiri. Di tanah keramat itu, Sunan Kalijaga dengan kesaktiannya membuat mata air memancur dari batu.
Di Imogiri tersebut Sultan Agung kemudian mendirikan pesarean raja-raja Mataram Islam dan keluarganya hingga sekarang. (mif)
Baca juga :
- Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 dan Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Kuningan
- Masjid Out Of The Box: Dari Gagasan Menuju Pusat Peradaban dan Pemberdayaan Umat
- Piala Dunia FIFA 2026: Tabel Lengkap Pertandingan di Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat
- Piala Dunia FIFA 2026: 17 Jam Lagi Mexico Jadi Pusat Perhatian Dunia
- Gempa Filipina Belum Usai: Ribuan Gempa Susulan Hambat Pemulihan, 45 Tewas dan Puluhan Ribu Mengungsi
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


