Sultan Baabullah Menguasai dan melakukan Syiar Dakwah nya di 72 Pulau Wilayah Kekuasaan

Dengarkan Artikel Ini

Sultan Baabullah menggagas perlawanan terhadap Portugis setelah ayahnya, Sultan Khairun Jamil, dibunuh dengan cara laknat di benteng Sao Paulo.

Di situ dia mengaumkan sumpah soya-soya sumpah jihad habis-habisan untuk mengusir orang-orang yang telah berlaku laknat di Negeri Ternate dengan membunuh Khairun Jamil dengan pengkhianatan yang sangat memalukan.

Setelah ayahnya dibunuh, Sultan Baabullah Datu Syah mengerahkan kira-kira 2.000 armada kora-kora dan 120.000 pasukan untuk menghantam seluruh benteng-benteng Portugis di nusantara timur. Ia memimpin armada-armada perangnya untuk menghancurkan seluruh benteng Portugis kecuali benteng tempat ayahnya dibunuh, yang dikepung selama 5 tahun.

Tidak ada lagi monopoli yang dilakukan oleh orang Portugis sehingga Sir Prancis Drake Laksamana Agung Inggris sempat berkunjung ke Ternate pada 1579 dan bertemu dengan Babullah yang dia gambarkan suaranya lirih dan anggun tapi kalau sudah mengaung bagaikan singa.

Dalam dakwahnya, Sultan Baabullah Datu Syah juga dikenal sebagai seorang yang sangat gigih dan berani. Ia tidak hanya memimpin perlawanan melawan penjajah Portugis, tapi juga mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat setempat.
.
Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan nasional kepada Sultan Baabullah pada 10 November 2020. Dia pun menjadi tokoh kedua dari Provinsi Maluku Utara yang menjadi pahlawan nasional, yakni setelah Sultan Nuku pada 1995. (nur)


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca