Sejarah Fatimah binti Maimun Yang Konon Makam nya Pernah Hilang Selama 400 Tahun
Kaligrafi itu oleh JP Moquette dibaca berbunyi
Bismillahirrahmanirrahim, kullu man alaiha fanin wa yabqa wajhu rabbika dzul jalali wal ikram. Hadza qabru syahidah Fatimah binti Maimun bin Hibatallah tuwuffiyat fi yaumi al-Jumah… min Rajab wa fi sanati khamsatin wa tis’ina wa arba’ati min ‘atin ila rahmatallah… shadaqallah al-azhim wa rasulihi al-karim.
Kalimat wa tis’ina (artinya sembilan) sulit dibaca karena kabur. Paul Ravaisse membacanya wa sab’ina (artinya tujuh). Arti tulisan Arab itu adalah
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tiap makhluk di bumi itu fana yang kekal hanya wajah Tuhanmu yang perkasa dan mulia (Surat ar Rahman: 26-27) Inilah kubur syahidah Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat di hari Jumat … dari bulan Rajab di tahun 495 H menuju rahmat Allah… Maha Benar Allah Yang Agung dan rasulnya yang mulia..”
Ada perbedaan membaca angka tahun karena hurufnya tak jelas. Moquette berkesimpulan tahun 495 H atau 1102 M. Tapi Paul Ravaisse membacanya tahun 475 H atau 1082 M. Selisih satu abad. Rupanya kesimpulan Ravaisse ini yang banyak dianut sejarawan Indonesia karena menunjukkan waktu lebih tua. (fir)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


