Satu Pesantren di Grobogan Jadi Kristen
Lama pendidikan sekolah guru Kristen itu seharusnya enam tahun, tapi ia selesaikan dalam waktu lima tahun (1932-1937). Lulus dari sekolah guru, ia melanjutkan ke sekolah teologi yang mendidik calon pendeta di Yogyakarta.
Lama pendidikannya empat tahun, tapi ia selesaikan dalam waktu tiga tahun. Sebelum mengikuti ujian di akhir tahun keempat, ia diminta membantu mengajar di HIS Purwodadi. Jadi selama setahun ia mengajar di Purwodadi.
Pada 1941 ia lulus sekolah teologi dan ditugasi menjadi vikaris di Kwitang, Jakarta. Cucu kiai pengasuh pesantren di Desa Klampok, Gubug, Grobogan, itu pada 1943 diangkat menjadi pendeta.
Setelah Indonesia merdeka, ia tak hanya aktif memimpin GKJ, tetapi juga ikut mendirikan Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan menjadi ketuanya. Ia juga dilantik menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
Pada 1950 ia juga mendirikan Yayasan Rumah Sakit Kristen yang pada 1964 diubah menjadi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (Yakkum). Ia pun ikut mndirikan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.
Sebelum Basoeki lahir, ayah Basoeki juga Muslim yang taat. Ayah Basoeki lalu ikut memeluk Kristen setelah kakek Basoeki memeluk Kristen.
Saat itu, meski kakek Basoeki sudah menjadi kiai pengasuh pesantren, ia masih rajin mengunjungi kiai-kiai sepuh. Suatu hari, kakek Basoeki mengunjungi kiai sepuh di Cirebon.
Saat beristirahat di warung kopi, ia bertemu dengan kolportir. Kolportir adalah sebutan untuk penyebar Injil pada masa itu.
Kolportir itu membacakan Injil Markus. Kakek Basoeki mendebatnya, tetapi sebelum melanjutkan debat, oleh kolportir itu ia diminta untuk terlebih dulu membaca Injil Markus.
Kolportir itu lalu memberinya Injil Markus berhahasa Jawa. Kolportir itu ternyata anak buah Reijer de Boer, penyebar Injil di Nyemoh, Salatiga.
Kerja zending De Boer sampai juga di wilayah Godong, Gubug, dan Kedungjati di wilayah Kabupaten Grobogan. Kakek Basoeki yang menjadi pengikut Diponegoro itu kemudian meninggalkan Islam, lalu memeluk Kristen.
Bagaimana dengan pesantrennya? Basoeki tidak mengungkap jumlah santri yang belajar di pesantren kakeknya. Tapi ia mengatakan bahwa seluruh santri kakeknya juga berpindah memeluk Kristen. (jeha)
Baca juga :
- Piala Dunia FIFA 2026: Korea Selatan Imbangi Meksiko 0-0 Babak Pertama
- Thomas Tuchel: Pemain Timnas Inggris Perlihatkan Karakter Tim Sebenarnya di Babak Kedua, Inggris 4-2 Kroasia
- Tasmi Al-Qur’an Rumah Tahfidz Al-Qur’an Opung (RTO), Dalam Munaqosyah Semester Santriwan dan Santriwati
- INFO LOKER DKI Jakarta 2026: Program Padat Karya dengan Gaji Setara UMP Rp5,7 Juta per Bulan
- MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi: Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


