Peristiwa Ketika Sultan Agung Mataram Tidak Menunaikan Puasa Ramadhan

Dengarkan Artikel Ini

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kiai Penghulu di Keraton Mataram sedang bercengkerama dengan anak cucu di bulan Ramadhan. Dua abdi dalem (pembantu) keraton yang sedang menggunjingkan Sultan Agung mengeraskan suaranya saat melewati tempat Kiai Penghulu.

Kiai Penghulu mendengar gunjingan itu dengan jelas bahwa Raja Mataram Sultan Agung tidak menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Kiai Penghulu pun mendapatkan bahan untuk menguji Sultan Agung.

Keesokan harinya, Kiai Penghulu menghadap Sultan Agung. Saat itu Sultan Agung sudah siap menyantap makanan.

“Ah, baru tahu, ternyata ada Ratu Wali, Panatagama, di bulan Ramadhan tidak berpuasa. E-e-e-e, mana ada kalifah yang menjadi tuntunan malah tidak bisa dipatuhi. Kitab apa yang mengajarkan hal ini?“ cerocos Kiai Penghulu.

Kiai Penghulu ini adalah orang Kramatwatu di Panarukan yang dulu pernah menitip pesan untuk Imam Syafii ketika Sultan Agung hendak berangkat ke Makkah untuk shalat Jumat. Sultan Agung lalu mengangkatnya menjadi penghulu keraton atas saran Imam Syafii.

“Kakang Penghulu, aku kok kurang paham dengan perkataanmu. Maksud Kakang Penghulu bagaimana?” tanya Sultan Agung yang heran karena datang tiba-tiba Kiai Penghulu berkata menyerocos.

“Sekarang bulan Ramadhan, Gusti. Mengapa Panjenengan tidak menjalankan puasa Ramadhan?” jawab Kiai Penghulu.

Kemarin, Kiai Penghulu mendengar gunjingan dua abdi dalem keraton yang mempermasalahkan Sultan Agung karena tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Salah satu abdi dalem bercerita bahwa Sultan AGung setiap hari makan seperti biasa.

Bahkan, jumlah waktu makan di bulan Ramadhan ini melebihi jumlah waktu makan di hari-hari biasanya. “Kok malah makan sampai lima-enam kali. Apa tidak kasihan dengan para pembantu,” keluh di abdi dalem yang satu kepada temannya.

“Aku tahu ini bulan puasa, namun yang berpuasa kan bulannya. Jadi, aku tak perlu ikut berpuasa,” jawab Sultan Agung.

“Duh bagaimana ini, Gusti? Padahal semua abdi dalem, besar kecil, laki perempuan, yang sudah beragama Islam, menurut syariat Islam yang diajarkan Nabi Muhammad semua berpuasa. Saya yang mengajarkannya,” kata Kiai Penghulu.

Kiai Penghulu pun menekankan bahwa ia mengajarkan hal itu karena perintah dari Sultan Agung yang menunjuknya sebagai penghulu keraton. “Jika rakyat mendengar bahwa Panjenengan tidak berpuasa, tentu saja nanti mereka juga tidak berpuasa,” lanjut Kiai Penghulu.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca