Pangeran Diponegoro Ditangkap Saat Bulan Ramadhan

Dengarkan Artikel Ini

Pesta yang diadakan untuknya adalah pesta untuk menghargai jasanya dalam pembangunan kuil Freenason itu. Tapi pesta dansa itu menjadi serba kebetulan karena pada 16 Februari 1830 Diponegoro menyatakan kesediaannya untuk berunding.

Berkaitan dengan tugasnya untuk memulihkan keamanan di Jawa, berbagai cara telah De Kock lakukan. Gagal mengalahkdn Diponegoro lewat perang, ia mengubah taktik.

Ia lakukan cara halus, yaitu mengendalikan perang saudara. Ia memilih tidak menaklukkan pangeran-pangeran Jawa, melainkan memenangkan hati mereka.

Pengikut-pengikut Diponegoro yang memiliki niat baik ia rangkul, yaitu mereka yang bersedia bekerja sama dengan Belanda. Yang memiliki niat jahat ia buru tanpa ampun.

Ia terus menjalin komunikasi di keraton Yogyakarta dan Surakarta. Itulah sebabnya, ketika di Jawa diadakan pesta ulang tahun Ratu Wilhelmina, ia membiarkannya, kendati di Batavia, Du Bus tidak mengadaksn perayaan demi penghematan.

Tapi rupanya, Van den Bosch kurang setuju dengan langkah De Kock yang kurang progresif itu. Van den Bosch memutuskan
tak perlu lagi berunding dengan Diponegoro.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca