Pangeran Diponegoro Ditangkap Saat Bulan Ramadhan
Baginya, pilihan untuk Diponegoro hanya dua. Mati atau masuk penjara.
De Kock mau tidak mau harus mengikuti keputusan gubernur jenderal itu.Maka, ketika Diponegoro tiba di Magelsng dan menyatakan tidak ada perundingan selama bulan Ramadhan, De Kock santai saja.
Ia bahkan mrmberikan sambutan yang sangat ramah selama Ramadhan itu. Ia sering berkunjung ke Diponegoro pada saat makan sahur.
Keluarga Diponrgoro juga didatangkan di Magelang. Maka Diponegoro bisa berkumpul dengan keluarga selama Ramadhan.
Tiap hari ia sediakan lima kerbau untuk disembelih. Untuk keperluan makan berbuka dan makan sahur 800 pengikut dan 200 prajurit pengawal Diponegoro.
Ia hadiahkan juga uang dalam jumlah besar. Seekor kuda Persia yang gagah pun diberikan kepada Diponegoro.
Tapi keramahannya itu hanya tipu daya. Pada 28 Maret 1830, keramahan De Kock berubah.
Saat Diponegoto mengunjunginya –bukan untuk berunding, melainkan untuk silaturahim Lebaran– De Kock menangkapnya. Usai silaturahim, De Kock melarang Diponegoro pulang.
Bahkan secara diam-diam ia telah mengirim prajurit ke pesanggrahan untuk melucuti senjata prajurit Diponrgoro. Beberapa prajurit yang mengantarnya tanpa perlengkapan senjata juga segera diringkus.
Diponegoro kemudian dikirim ke Semarang dengan kereta kuda. Di Semarang dinaikkan kapal menuju Batavia. (mif)
Baca juga :
- Doa Agar Anak Cerdas: Ikhtiar Mendidik Anak dengan Ilmu, Akhlak dan Iman
- Imam Besar Masjid Agung Jembrana KH Fathurrahim Sharing Tentang Harmonisasi di Bali
- 5,4 Juta Pekerja Informal Jabar Ditargetkan Dapat Asuransi Gratis pada 2027, Begini Cara Mengaksesnya
- Lowongan Magang Kreatif NU Online Dibuka, Pendaftaran hingga 28 September 2026
- RUU Pengaturan Reforma Agraria Resmi Jadi UU, Pemerintah Dorong Keadilan Penguasaan Tanah
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


