Kisah Ketika Sultan Agung Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan
Sultan Agung pun meminta agar Kiai Penghulu tidak salah pengertian. Sultan Agung menjelaskan, sebagai kalifatullah panatagama dirinya memang memiliki kedudukan yang berbeda dengan rakyat kebanyakan.
Kiai penghulu mengakui kebenaran pernyataan Sultan Agung itu. Namun ia mengingatkan bahwa jasadnya sama dengan jasad rakyat kebanyakan. Rakyat memiliki syahwat, raja juga memiliki syahwat.
Raja memiliki hasrat untuk makan, tidur, bangun, rakyat juga memilikinya. Lupa, kaget, tertawa, sakit, meninggal, yang dipunyai rakyat kebanyakn, juga dipunyai oleh raja Mataram.
Menjadi kalifatullah itu , kata Kiai Penghulu, hanyalah menjadi wakil Allah di muka bumi, yang menjadi penguasa keadilan seluruh jagad. Karena itu, Kiai Penghulu menyarankan, sebaiknya Sultan Agung tetap berpuasa di bulan Ramadhan karena rakyat kebanyakan juga berpuasa.
Penjelasan Kiai penghulu yang panjang lebar itu membuat Sultan Agung tertawa. Ia pun kemudian bertanya kepada Kiai Penghulu, “Puasanya rakyat kebanyakan itu seperti apa?”
Maka, Kiai Penghulu pun menjelaskan tata cara berpuasa Ramadhan yang telah ia ajarkan. Selama bulan Ramadhan, rakyat kebanyakan akan bangun pukul tiga pagi untuk makan sahur.
Setelah itu, mereka tidak makan dan minum sepanjang hari hingga tiba waktu Maghrib ketika kelelawar keluar dari sarangnya. “Ketika kelelawar sudah beterbangan di sore hari, itulah waktunya berbuka,” kata Kiai Penghulu.
Sultan Agung pun bertanya cukup begitukah yang disebut berpuasa? Begitulah syariat berpuasa di bulan Ramadhan, kata Kiai Penghulu.
Mendengar penjelasan Kiai Penghulu itu, Sultan Agung merasa sudah cukup untuk menyudahi pengujiannya tentang ilmu puasa kepada Kiai Penghulu. Maka Sultan Agung pun lantas berpuasa Ramadhan.
Ihwal kejadian itu sebenarnya Sultan Agung sengaja melakukan hal itu untuk menguji kedalaman ilmu Kiai Penghulu. (mif)
Baca juga :
- PPDB 2027/2028 MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi Resmi Dibuka, Gratis SPP Bagi Yatim Segera Daftar!
- Sejarah TNI: Dari Perjuangan Kemerdekaan 1945 hingga HUT ke-81 Tahun 2026
- Doa dan Ikhtiar Membangun Pemahaman Agama Anak Sejak Dini, Bekal Generasi Saleh
- Resmi! DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru Gantikan Jenderal Listyo Sigit
- 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila Menggugah Kesadaran Bangsa Akan Bahaya Laten Komunis
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


