Ketika Sultan Agung Menjatuhkan Hukuman Mati kepada Panglima Penyerbuan Batavia
Itu menjadi satu-satunya serangan yang dilakukan Mandurorejo, yaitu pada 27 November 1628. Ada 400 prajurit yang dikerahkan dalam dua gelombang serangan.
Dalam perang ini, Adipati Mandujrorejo sempat mengalami luka-luka. Banyak anggota pasukannya yang gugur dan banyak pula yang melarikan diri.
Dalam keadaan patah semangat, datang Panembahan Puruboyo yang mendapat tugas dari Raja Mataram Sultan Agung. Dengan kesaktiannya, Panembahan Puruboyo berhasil membuat tembok benteng Batavia retak, sehingga anak buah Manduroejo bisa masuk ke dalam benteng.
Setelah memberi bantuan, Panembahan Puruboyo kembali ke Mataram. Ia melaporkan kondisi Mandurorejo yang cedera.
Mendapat kabar itu, Sultan Agung meminta Mandurorejo menarik pasukannya pulang dan beristirajat di Kaliwungu. Tapi Mandurorejo diberangkatkan ke Kaliwungu sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Panglima penyerbuan Batavia Tumenggung Suro Agul-agul telah membunuhnya lewat putusan hukuman mati bersama anggota pasukan Mandurorejo. Ada yang dipancung, ditusuk keris, dan sebagainya.
“Pada 1 Desember Tumenggung Suro Agul-agul memerintahkan mengikat Mandurorejo dan Upo Sonto berikut anak buahnya dan melalui pengadilan dan atas perintah Raja Mataram dihukum mati karena Batavia tidak ditaklukkannya dan karena mereka tidak bertempur mati-matian,” tulis Dr HJ de Graaf.
Ada 744 prajurit Mataram yang mendapat hukuman mati bersama Mandurorejo dan Upo Sonto. Mayatnya dibiarkan begitu saja ketika sisa-sisa prajurit Mataram pulang.
Mereka meninggalkan Batavia pada 3 Desember 1628. Jenazah Mandurorejo dibawa ke Kaliwungu untuk dimakamkan di Kaliwungu, sesuai perintah awal Raja Mataram Sultan Agung kepada Mandurorejo.
Tapi hukuman mati yang diterima Mandurorejo tak sesuai dengan keinginan Raja Mataram Sultan Agung. (jeha)
Baca juga :
- Update Gempa Susulan Flores M7,7: Tembus 10.232 Kejadian, Pola Mulai Menurun
- Banjarnegara Diguncang Gempa Darat M2.5, Tidak Berpotensi Taunami
- Update BMKG: Gempa Bumi Susulan Paska Gempa Flores M7.7, Hingga 26-08-2026
- Relawan Kemanusiaan Gempa Flores-NTT ‘Ahmad Zaki Ali’ Wafat Saat Salurkan Bantuan
- Penyintas Gempa Flores: Jangan Saling Mencakar dalam Situasi Saat Ini
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


