Ketika Sultan Agung Memakai Kalender Jawa Islam
Untuk menemukan padanannya dengan tahun Masehi, tidak mungkin lagi ditambahkan begitu saja angka 78, tetapi kita harus melihat tabel kesesuaian.
Perayaan gerebeg dan sekaten mengikuti sistem penanggalan yang disusun Sultan Agung. Tradisi gerebeg ada tiga jenis: gerebeg pasa (puasa), gerebeg mulud, gerebeg besar.
Gerebeg puasa (pasa) diadakan pada 1 Syawal, menyambut berakhirnya bulan puasa dan datangnya hari Lebaran. Gerebeg pasa dikenal juga sebagai gerebeg syawal dan gerebeg bada.
Sekaten dan gerebeg mulud diadakan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad pada bulan Mulud. Dalam kalander Islam, bulan Mulud adalah Rabiul Awal.
Gerebeg besar diadakan pada bulan Besar. Dalam kalender Islam, bulan Besar sama dengan bulan Zulhijah.
Acara gerebeg merupakan tradisi peninggalan Hindu-Jawa. Ini merupakan tradisi mengucap syukur atas berlimpahnya hasil pertanian.
Maka dalam acara gerebeg selalu disediakan gunungan yang disusun dari berbagai hasil bumi. Gunungan itu diarak lalu diperebutkan. (mif)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


