Keberanian Adipati Pajang Menunda Penyerahan Hutan di Mataram Kepada Ki Ageng Pemanahan

Dengarkan Artikel Ini

Ini hanya taktik Penangsang. Ia Joko Yingkir sudah datang, akan mudah baginya unti langung menyjngkirkan Joko Tingkir dengan tangannya sendiri.

Joko Tingkir gelisah meneruma undangan itu. Atas saran Pemanahan, ia datang diiringi pasukan terdiri dari 400 orang.

Di alun-alun, Aryo Penangsang menyambutnya, sebelum Sunan Kudus menerimanya. Aryo Penangsang berbasa-basi dengan mengajukan keinginannya melihat keris Joko Tingkir.

Satu keris lalu ia serahkan kepada Aryo Penangsang, satu keris lagi ia pegang sendiri. Sunan Kudus muncul, melohat dua orang saling memegang keris lalu ia perintahkan untuk menyarungkannya.

Untungnya, Aryo Penangsang tidak memahami kode sandi gurunya itu. Kali ini, Joko Tingkir selamat lagi.

Aryo Penangsang menyarungkan keris ke sarung keris. Andaikata ia menyarungkannya ke dada atau perut Joko Tingkir, kesudahan cerita pasti menjadi lain.

Joko Tingkir membicarakan pertemuan aneh ini dengan Ki Ageng Pemanahan. Ayah kakek Sultan Agung itu menyarankan Joko Tingkir menemui kakak iparnya, Ratu Kalinyamat.

Joko Tingkir sebagai satu-satunya laki-laki yang tersisa di keluarga keraton menjadi tumpuan Ratu Kalinyamat. Meski disodori hadiah tanah Kalinyamat dan Demak, Joko Tingkir tetap menolak permintaan jntuk menyingkirkan Aryo Penangsang.

Ayah kakek Sultan Agung tahu kelemahan Joko Tungkir. Ia menyarankan Ratu Kalinyamat agar menghadiahi Joko Tingkir dengan dua janda selir suaminya. (mif)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca