Indonesia Negara Yang Dibangun oleh Para Cendikiawan Muslim

Dengarkan Artikel Ini

“Dalam hal ini, Al-Qur’an dan sunnah Rasul, yang jangan sampai dikesampingkan. Sebab, jika demikian terjadi, akan kehilangan daya kekuatan yang begitu besar dalam upaya membangun negara. Semangat agama (Islam) itu inheren, atau menyatu dengan berbagai aktivitas pergerakan,” tuturnya.

Tiar lalu mengajak para intelegensi muda untuk mengambil uswah kepada pendahulu atau pada sejarah. Pada mereka yang merancang republik Indonesia. Para pendiri bangsa telah melakukan dengan penuh ketulusan, ikhlas, pengabdian kepada Allah SWT sebagai ibadah.

Kaum intelegensia ini merupakan benteng terakhir, karena mereka merupakan yang dekat dengan ilmu pengetahuan. Artinya, para pendiri bangsa harus menjadi teladan bagi generasi muda saat ini. Apalagi, Indonesia sudah memasuki usia ke-78 tahun kemerdekaan.

“Jika kaum intelegensia tidak bisa menjadi uswah, tidak bisa menjadi teladan peradaban, bagaimana hidup dalam keikhlasan, dalam pengabdian, dalam upaya memberi kebermanfaatan yang lebih luas, maka saya kira, sulit untuk mencari benteng mana lagi yang akan membantu keberlangsungan bangsa ini,” jelas Tiar.

Tiar menukil Firman Allah dalam surat Al-Isra ayat 16, yang artinya; “Bilamana Kami berkehendak menghancurkan sebuah kota (peradaban), Kami suruh (jadikan) orang-orang yang bergelimang dalam kemewahan (al-mutrafun) dan melampaui batas, tetapi mereka durhaka, maka pantaslah mereka menerima adzab kemudian Kami menghancurkan mereka sehancur-hancurnya.”

“Inilah peringatan Allah SWT yang cukup keras untuk kita semua,” ungkap Tiar. (fat)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca