Ilmuwan Perkirakan Kawah Tertua di Bulan Berusia 4,32 Miliar Tahun
Namun, temuan baru menunjukkan bahwa tumbukan tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama, bukan dalam ledakan yang terkonsentrasi.
Garis waktu baru ini melemahkan gagasan bahwa bulan mengalami periode tumbukan yang singkat dan intens dan sebaliknya mendukung teori proses yang lebih bertahap.
Untuk mengonfirmasi hubungan antara meteorit dan cekungan SPA, tim membandingkan temuan mereka dengan data yang dikumpulkan oleh misi Lunar Prospector NASA, yang mempelajari permukaan bulan pada akhir 1990-an.
Kesamaan kimia antara meteorit dan batuan di cekungan SPA membantu para ilmuwan menghubungkannya dan mengonfirmasi usia kuno cekungan tersebut.
Penemuan ini penting tidak hanya untuk memahami bulan tetapi juga untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah awal Bumi.
Dr. Romain Tartese dari Universitas Manchester menjelaskan bahwa Bumi kemungkinan mengalami tumbukan serupa selama periode yang sama, tetapi banyak bukti telah hilang karena proses geologis.
Mempelajari bulan dapat memberikan petunjuk tentang apa yang terjadi di Bumi miliaran tahun yang lalu.
Misi masa depan ke bulan dapat menguji informasi baru ini dengan mengumpulkan sampel batuan dari cekungan SPA, yang membantu untuk lebih mengonfirmasi usia kunonya. (jeha)
Baca juga :
- RTO/RTQ Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani: ‘Selamat Atas Diselenggarakannya SPU LPPTKA BKPRMI’
- LPPTKA BKPRMI Kabupaten Bekasi Gelar Silaturahmi Pembinaan Unit (SPU)
- Gaido Group dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara Sepakati Kolaborasi Ekonomi Syariah, Dorong Lahirnya 1 Juta Pengusaha
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


