Cucu Pangeran Antasari ini Sangat Tangguh Melawan Belanda
Rambutnya yang cukup panjang dan disanggul rapi telah putus dilanda peluru. Lengannya yang kiri ditembus pula oleh peluru yang lain sehingga badannya bergelimang merah darah.
Baju dan celana compang-camping, darahnya mengalir membasahi tubuh, namun air matanya tak pernah jatuh setetes pun menyesali perbuatannya itu. Wasiat almarhum ayah dan suaminya sebelum masuk perangkap Belanda tetap dipegang teguh.
Namun, pada tahun 1906, Ratu Zaleha ditangkap Belanda di salah satu rumah penduduk di Banjarmasin. Konon, pemilik rumah telah bersekongkol dengan Belanda. Zaleha akhirnya menyerahkan diri.
Saat itu, fisiknya lemah dan salah satu lengannya terkena tembakan Belanda saat bergerilya di hutan sebelum ia bersembunyi di rumah penduduk.
Setelah tertawannya Ratu Zaleha, berakhirlah Perang Banjar yang dimulai tahun 1859. Belanda dengan leluasa menjajah bumi Kalimantan ini.
Setelah Zaleha ditangkap, ia diasingkan ke Bogor dan bertemu dengan suaminya. Kurang lebih 31 tahun Zaleha dan keluarganya hidup di pengasingan.
Di masa tuanya, Ratu Zaleha kembali ke kampung halaman. Dia meninggal 23 September 1953 dan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja Banjar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (mif)
Baca juga :
- Piala Dunia FIFA 2026: Korea Selatan Imbangi Meksiko 0-0 Babak Pertama
- Thomas Tuchel: Pemain Timnas Inggris Perlihatkan Karakter Tim Sebenarnya di Babak Kedua, Inggris 4-2 Kroasia
- Tasmi Al-Qur’an Rumah Tahfidz Al-Qur’an Opung (RTO), Dalam Munaqosyah Semester Santriwan dan Santriwati
- INFO LOKER DKI Jakarta 2026: Program Padat Karya dengan Gaji Setara UMP Rp5,7 Juta per Bulan
- MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi: Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


