Biografi Lengkap Sayyidina Abdullah bin Umar bin Al-Khattab Radhiyallahu ‘Anhuma

Abdullah bin Umar bin Al-Khattab
Dengarkan Artikel Ini

Abu Ja’far rahimahullah berkata:
“Tidak ada sahabat Nabi yang lebih berhati-hati dalam meriwayatkan hadits daripada Ibnu Umar.”

Ibnu Umar meriwayatkan 2.630 hadits, menjadikannya salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan sabda Nabi. Sanad yang berasal dari Malik – Nafi’ – Ibnu Umar bahkan disebut-sebut sebagai sanad paling shahih dalam ilmu hadits.

Wafatnya Abdullah bin Umar

Pada masa pemerintahan Al-Hajjaj bin Yusuf, Abdullah bin Umar pernah mengkritiknya karena menumpahkan darah di Baitullah. Akibatnya, ia ditusuk oleh salah satu prajurit hingga terluka parah. Beliau wafat pada tahun 73 H dalam usia 84 tahun. Sesuai wasiatnya, ia ingin dimakamkan di luar tanah haram, tetapi akhirnya dimakamkan di Makam Fakh, pemakaman kaum Muhajirin di Makkah.

Peninggalan Ilmu Abdullah bin Umar

Abdullah bin Umar meninggalkan warisan besar berupa ilmu, terutama dalam bidang hadits dan fikih. Banyak sahabat dan tabi’in yang meriwayatkan darinya, di antaranya:

  • Ibnu Abbas
  • Jabir bin Abdullah
  • Nafi’ (mantan budaknya)
  • Salim bin Abdullah (putranya)

Para ulama menganggap fatwanya sangat banyak dan penting. Ibnu Hazm menyebut bahwa fatwa Ibnu Umar dapat dihimpun dalam satu kitab besar.

Baca juga: Menelusuri Sejarah Perang Badar Yang Mengubah Arah Peradaban Islam

Pujian Para Ulama dan Sahabat

Banyak sahabat dan ulama memberikan pujian atas kepribadian Abdullah bin Umar.

  • Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anhu berkata:
    “Tidak ada seorang pun di antara kami yang tetap konsisten dengan ajaran Nabi, kecuali Umar dan Abdullah bin Umar.”
  • Said bin Al-Musayyab Rahimahullah berkata:
    “Seandainya aku bersaksi ada seseorang dari penghuni surga, maka aku bersaksi bahwa itu adalah Abdullah bin Umar.”
  • Thawus Rahimahullah menuturkan:
    “Aku belum pernah melihat seorang laki-laki yang lebih baik dari Abdullah bin Umar.”

Kisah hidup Sayyidina Abdullah bin Umar bin Al-Khattab Radhiyallahu ‘Anhuma adalah teladan bagi umat Islam dalam hal keteguhan beragama, kesalehan, kecintaan kepada sunnah, serta keberanian dalam membela kebenaran.

Beliau bukan hanya seorang pejuang di medan perang, tetapi juga seorang ahli ibadah, perawi hadits terpercaya, dan panutan umat Islam. Hingga kini, peninggalan ilmu dan keteladanannya masih menjadi cahaya yang menerangi jalan umat dalam memahami Islam dengan benar.

Penulis: Imam Zakaria

Editor: Ainun Maghfiroh

Sumber foto: Ilustrasi

Sumber artikel: Manhal lathif, Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliky


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca