Beberapa Tokoh Muhammadiyah Yang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Dengarkan Artikel Ini

8) Jenderal Soedirman

Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Pertama ini adalah kader sejati Muhammadiyah, tergembleng lewat Kepanduan Hizbul Wathan. Panglima Perang yang sulit diajak berkompromi ini juga Guru dan Kepala Sekolah Hollandsch-Inlansche School (HIS) Muhammadiyah Cilacap. Juga tercatat sebagai Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Karesidenan Banyumas.

Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Namun, pada saat para pemimpin politik nasional berlindung di Kraton Kasultanan Yogyakarta. Sudirman beserta sekelompok kecil tentara, memilih hengkang ke luar kota, ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya. Perlawanan ini merupakan perlawanan paling bersejarah yang tercatat dalam masa perang pasca proklamasi 1945.

Kader Pandu HW ini dikukuhkan sebagai pahlawan Nasional melalui SK nomor 314 Tahun 1964 bertangga 10 November 1964.

9) Otto Iskandardinata

Pejuang Kemerdekaan Indonesia ini tercatat sebagai Anggota BPUPKI dan Sekretaris PPKI serta Menteri Negara membantu membentuk BKR. Pada tahun 1930 saat menjadi anggota Volksraad, Otto Iskandardinata mendapat julukan sebagai “Sijalak Harupat” karena keberaniannya.

Otto Iskandar tercatat sebagai anggota PPKI yang mengusulkan agar Soekarno dan Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden dalam sidang 18 Agustus 1945. Jagoan dari Bojongsoang Bandung yang juga Guru HIS Muhammadiyah Jakarta ini dikukuhkan sebagai pahlawan nasional melalui SK nomor 088 / TK / 1973 bertanggal 6 November 1973

10) Ir. Sukarno

Presiden Pertama sekaligus Proklamator Kemerdekaan Indonesia ini merupakan Ketua Bagian Pengajaran Muhammadiyah Bengkulu, sekaligus Guru Sekolah Muhammadiyah di bumi raflesia tersebut. Saat di Bengkulu Soekarno juga memberikan pembekalan kepada warga Muhammadiyah dalam menghadapi serangan udara Jepang.

Soekarno ditetapkan sebagai pahlawan nasional melalui SK tanggal; 23 Oktober 1981 bernomor 081/TK/1986.

11)Adam Malik

Wakil Presiden RI Ketiga ini mengawali karir perjuangannya sebagai anggota Kepanduan Hizbul Wathan di Pematang Siantar. Pada tanggal 13 Desember 1937, Adam Malik bersama Pandu Kartawiguna dan kawan-kawan mendirikan Lembaga Kantor Berita “Antara”.

Pada tahun 1962, nama Adam Malik mendapat sorotan karena peran menonjolnya dalam proses perundingan Indonesia-Belanda mengenai Irian Barat. Adam Malik juga pernah menjadi Ketua Sidang Umum PBB ke 26 Tahun 1971-1972. Ketika menjadi Menteri Luar Negeri, Adam Malik dikenal sebagai pembawa politik luar negeri “Bebas Aktif”.

Putra dari Pematang Siantar ini dikukuhkan sebagai pahlawan nasional melalui SK nomor 107 / TK / 1998 bertanggal 6 November 1998.

12)Fatmawati

Ibu Negara Indonesia Pertama ini merupakan aktivis Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang dikenal sebagai penjahit Bendera Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih. Bendera yang dikibarkan pada saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, tanggal 17 Agustus 1945. Konon saat menjahit bendera ini, Fatmawati sambil menyenandungkan lagu-lagu Aisyiyah. Fatmawati juga dikenang sebagai qoriah yang biasa melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an saat peringatan hari besar Islam di Istana.

Pada 1951, Fatmawati tercatat sebagai tokoh yang paling gigih memperjuangkan agar dokumen, barang dan arsip pemerintah RI yang dirampas oleh Belanda antara tahun 1945-1950 di Jakarta dan Yogyakarta dapat dikembalikan ke Indonesia. Putri Sekretaris Muhammadiyah Bengkulu, Hassan Din, ini Dikukuhkan sebagai pahlawan nasional dengan SK Nomor 118 / TK / 2000, bertanggal 4 November 2000.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca