Beberapa Tokoh Muhammadiyah Yang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional
13)Nani Wartabone
Pejuang Kemerdekaan Indonesia ini memulai perjuangan sejak tahun 1923 ketika mendirikan dan menjadi Sekretaris “Jong Gorontalo” di Surabaya. Pada bulan Juli 1931 saat memimpin rapat PNI Nani Wartabone melawan pihak kolonial yang ingin membubarkan rapat tersebut dengan mendemontrasikan lagu “Indonesia Raya”. Pada 1941 ia membentuk organisasi rahasia Komite 12 untuk menghadapi perang Pasifik.
Tahun 1943 Nani Wartabone ditangkap dengan tuduhan menyiapkan pemberontakan dan dibebaskan setelah jatuhnya PM Tojo. Pada 16 Agustus setelah Jepang menyerahkan pemerintahan kepadanya ia mengadakan upacara kenaikan kembali “Sang Saka Merah Putih”. Pada 28 Agustus 1945 ia berhasil menguasai Telekomunikasi Radio Jepang, dan membentuk Dewan Nasional. Tahun 1958 ia memimpin penumpasan terhadap pemberontak Permesta di Gorontalo. Kepala pemerintahan di Gorontalo, Kepala Daerah Sulawesi Utara, Anggota MPRS, Anggota DPRGR, Anggota Dewan Perancang Nasional, dan Anggota DPA ini tercatat bersama-sama dengan Imam A Nadjamuddin merintis pendirian Grup Muhammadiyah Suwawa. Nani Wartabone ini dikukuhkan sebagai pahlawan nasional melalui SK 085 / TK / 2003 bertanggal 6 November 2003.
14)Gatot Mangkupraja
Nama anggota laskar Hizbullah ini tidak dapat dipisahkan dengan sejarah pembentukan Tentara Sukarela Pembela Tanah air (PETA). Gatot Mangkupraja bersama Natsir, Muhammad Hatta, Ahmad Soebardjo, dan semaun juga pernah mengikuti Kongres Liga Penentang Imperialisme dan Penindasan Kolonialisme yang diselenggarakan di Brussel, Belgia.
Pada masa pergelokan Gatot Mangkupraja ditangkap dan adili oleh pemerintah Kolonial Belanda bersama Soekarno, Maskoen Soemadiredja, dan Soepriadinata yang kemudian terkenal dengan peristiwa Indonesia menggugat. Putra dari Saleh Makupraja (dokter pertama di Sumedang) yang pernah diamanati sebagai Pimpinan Muhammadiyah di Cianjur ini dikukuhkan sebagai pahlawan nasional melalui SK 089 / TK / 2004 bertanggal 5 November 2004.
15) Andi Sulthan Daeng Radja
Bagi masyarakat Bulukumba, nama ini pasti sangat akrab di dengar apalagi di masa pandemi seperti tahun tahun 2021 ini. Namun, ini tidak sekedar nama Rumah Sakit Daerah, pemilik nama ini merupakan pelaku sejarah sumpah pemuda 28 Oktober. Putra Bulukumba ini adalah salah satu peserta kongres pemuda di tahun 1928 yang membuahkan Sumpah Pemuda yang masyhur tersebut.
Menjelang proklamasi kemerdekaan RI, Sultan Daeng Radja bersama Ratulangi dan Andi Pangerang Pettarani ditunjuk sebagai wakil dari Sulawesi Selatan mengikuti rapat panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di Jakarta.
Untuk mengamankan dan membela Indonesia Sultan Daeng Radja mengusulkan pembentukan Persatuan Pergerakan Nasional Indonesia (PPNI) sebagai wadah mengumpulkan pemuda untuk mengamankan dan membela kemerdekaan Indonesia. Andi Sulthan Daeng Radja juga dikenang sebagai aktivis Muhammadiyah dan sering disebut-sebut sebagai pendiri masjid di Ponre yang pada zamannya dikenal sebagai masjid terbesar di Sulawesi Selatan.
Tokoh yang menyampaikan kabar kemerdekaan RI kepada rakyat Bulukumba dan pernah dibuang tentara NICA ke Manado hingga 8 Januri 1950 ini, dikukuhkan sebagai pahlawan nasional melalui sk No. 085/TK/Tahun 2006 tertanggal 3 November 2006.
16)Teuku H Moehammad Hasan
Bagi masyarakat Sumatra, nama ini dikenang sebagai gubernur Sumatera pertama dan satu-satunya. Ketika masa depan kedaulatan RI dalam masa kritis Moehammad Hasan ditunjuk sebagai Wakil Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan merangkap sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan serta Menteri Dalam Negeri.
Anggota PPKI ini juga dikenang sebagai motor penggerak dan pelopor pendirian cabang-cabang Muhammadiyah serta ortom-ortomnya di wilayah Aceh. Wakil Pemimpin Besar Bangsa Indonesia untuk wilayah Sumatera, ini dikukuhkan sebagai pahlawan nasional melalui SK 085 / TK / 2006, tanggal 3 November 2006.
17) Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah)
Ketua Majelis Ulama Indonesia yang pertama. Hamka juga dikenal sebagai sastrawan, aktivis politik, sekaligus Ulama yang disegani. Hamka tercatat sebagai orang Indonesia kedua (setelah Presiden Soekarno) yang menerima anugerah Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar.
Di Muhammadiyah Hamka tercatat sebagai Ketua Muhammadiyah Padang Panjang, Konsul Muhamadiyah Makassar dan penasehat PP Muhammadiyah. Nama Hamka juga diabadikan sebagai nama Perguruan Tinggi Muhamadiyah di Jakarta.
Penulis novel tenggelamnya kapal Vanderwijk ini dikukuhkan sebagai pahlawan nasional dengan SK nomor 113 / TK / Tahun 2011 bertanggal 7 November 2011.
18) Ki Bagus Hadikusumo
Ketua Umum PB Muhamamdiyah yang mengantikan Mas Masur ini merupakan tokoh kunci tercapainya kesepakatan besar penyelamatan negara. Yaitu kompromi penghapusan 7 Kata Piagam Jakarta. Perumus redaksi sila pertama pancasila ini dikukuhkan sebagai pahlawan Nasional melalui SK nomor 116 / TK / Tahun 2015 tanggal 4 November 2015.
19)Lafran Pane
Pendiri organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan santri di Pesantren Muhammadiyah Sipirok juga siswa di HIS Muhammadiyah dan MULO Muhammadiyah. Ayah Lafran Pane merupakan pendiri Muhammadiyah di Sipirok. Lafran Pane membawa HMI sebagai pendukung ideologi Pancasila yang menolak gagasan pembentukan Negara Islam yang digagas Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Dosen Akademi Tabligh Muhammadiyah Yogyakarta dan juga pejuang kemerdekaan dalam Barisan Pemuda Gerindo dan Indonesia Muda ini dikukuhkan sebagai pahlawan nasional melalui SK 115 / TK / Tahun 2017, tanggal 6 November 2017.
20) Abdurrahman Baswedan
Tokoh peranakan Arab ini tercatat sudah menjadi Muballigh Muhammadiyah sejak Mas Mansur menjadi Ketua Cabang Muhammadiyah Surabaya. AR Baswedan (demikian tokoh ini biasa disebut) sering diminta Mas Mansur untuk mengisi ceramah-ceramah di acara Muhammadiyah. AR Baswedan juga tercatat menjadi pengasuh Kolom di harian Mercusuar, Surat kabar Umum Milik Muhammadiyah.
Anggota BPUPKI ini merupakan inisiator Kongres Peranakan Arab pada tahun 1943 kemudian memimpin Partai Arab Indonesia PAI, Ia juga anggota dalam misi diplomasi RI ke negara Arab dan Mesir. Setelah Proklamasi 1945, Abdurrahman bergabung ke dalam Partai Masyumi, menjadi Menteri Muda Penerangan Kabinet Sjahrir kedua, dan juga mewakili Masyumi dalam parlemen (KNIP dan DPR) serta Badan Konstituante hasil Pemilu 1955.
Dalam album foto Muhammadiyah, ada beberapa nama dari keluarga Baswedan yang gambarnya terekam di sana. Kakek dari Anies Baswedan ini dikukuhkan sebagai pahlawan nasional dengan SK nomor 123/TK/Tahun 2018 bertanggal 6 November 2018.
21)Kasman Singodimedjo
Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat: cikal bakal DPR RI) ini merupakan pelopor pembentukan Tentara Keamanan Rakyat, cikal bakal TNI juga Pemimpin Badan Keamanan Rakyat (BKR). Pada masa perumusan dasar negara, Ketua Wakil Ketua PP Muhammadiyah ini menjadi tokoh kunci Kesepakatan perubahan Sila Pertama Pancasila menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa (YME).
Tokoh yang pernah menjadi Ketua Muhammadiyah Cabang Jakarta dikukuhkan sebagai pahlawan nasional melalui SK nomor 123/TK/Tahun 2018, tanggal 6 November 2018.
22) Abdul Kahar Muzakkir
Rektor pertama Universitas Islam Indonesia ini merupakan salah satu dari sembilan orang anggota panitia kecil yang menentukan dasar negara Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan Abdul Kahar Mudzakkir aktif untuk menggalang dukungan dunia luar untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Salah satu keberhasilan adalah pengakuan dari Mesir pada 18 November 1946. Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1942 – 1962 ini dikukuhkan sebagai pahlawan nasional melalui SK 120/TK/2019, tanggal 7 November 2019. (mif)
Baca juga :
- Selamat Hari Bhayangkara: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat
- Breaking News: Argentina Tutup Fase Grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas Yordania di AT&T Stadium
- Piala Dunia FIFA 2026: Afrika Selatan Lolos Dampingi Meksiko Menuju Fase Gugur
- Formasi Drone “Ubur-Ubur” Iran Diduga Lumpuhkan F-15 Amerika, Pengakuan Pilot Picu Kekhawatiran Baru soal Perang Drone
- Wisuda Bimba Opung ASA Kidz Station 2026: Momen Haru, Ceria, dan Penuh Kenangan dalam Pelepasan Generasi Hebat
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


