Bayt Al Qur’an Kembangkan Mushaf Digital di Museum Istiqlal
“Ketika itu penulisan teks ayatnya diawali oleh Presiden Soeharto,” imbuhnya.
Mushaf Istiqlal terdiri atas 970 halaman, lebih banyak dari mushaf-mushaf pada umumnya. Di setiap tepi halaman dihiasi iluminasi dengan nuansa khas Nusantara. Pada tiap 22 halaman, iluminasi diganti dari satu wilayah budaya ke wilayah budaya lainnya. Sistem penulisannya menganut kaidah /golden section/, yaitu, tata letak yang serasi, indah dipandang, dan tidak membuat penat mata pembacanya.
Seorang pemandu di BQMI, Ibnu Athoillah, menjelaskan bagi pengunjung yang ingin menggunakan layanan digital ini, mereka harus memperhatikan jarak telapak tangan dengan sensor. Jaraknya harus proporsional, sekitar 20 cm di atas sensor, tidak boleh terlalu dekat atau terlalu jauh.
“Kalau terlalu dekat, sensor tidak merespon, begitu juga kalau terlalu jauh. Jadi jaraknya harus pas, sekitar 20 sentimeter, lah, dari sensor,” jelas pemandu yang akrab dipanggil Atok ini sambil memeragakan tangannya di atas mushaf Istiqlal digital. (Iin)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


