Bayt Al Qur’an Kembangkan Mushaf Digital di Museum Istiqlal

Dengarkan Artikel Ini

“Ketika itu penulisan teks ayatnya diawali oleh Presiden Soeharto,” imbuhnya.

Mushaf Istiqlal terdiri atas 970 halaman, lebih banyak dari mushaf-mushaf pada umumnya. Di setiap tepi halaman dihiasi iluminasi dengan nuansa khas Nusantara. Pada tiap 22 halaman, iluminasi diganti dari satu wilayah budaya ke wilayah budaya lainnya. Sistem penulisannya menganut kaidah /golden section/, yaitu, tata letak yang serasi, indah dipandang, dan tidak membuat penat mata pembacanya.

Seorang pemandu di BQMI, Ibnu Athoillah, menjelaskan bagi pengunjung yang ingin menggunakan layanan digital ini, mereka harus memperhatikan jarak telapak tangan dengan sensor. Jaraknya harus proporsional, sekitar 20 cm di atas sensor, tidak boleh terlalu dekat atau terlalu jauh.

“Kalau terlalu dekat, sensor tidak merespon, begitu juga kalau terlalu jauh. Jadi jaraknya harus pas, sekitar 20 sentimeter, lah, dari sensor,” jelas pemandu yang akrab dipanggil Atok ini sambil memeragakan tangannya di atas mushaf Istiqlal digital. (Iin)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca