Angklung Sebagai Warisan Budaya Indonesia Yang Mendunia Hingga Dibuat Tampilan Google Doodle
Karena itu, saban tahun pengrajin terbaik di masing-masing desa menggunakan bambu hitam khusus untuk membuat angklung guna menghasilkan nada lembut dan indah. Di musim panen, angklung tersebut dimainkan dengan harapan dewa akan memberkati mereka dengan hasil panen yang subur.
Sebagai warisan budaya, angklung sering digunakan di berbagai acara. Baik di Jawa Barat atau sebagai pertunjukan ketika ada tamu kehormatan di Istana Kepresidenan.
Seperti dinukil dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata “angklung” berasal dari Bahasa Sunda “angkleung-angkleungan”. Artinya gerakan pemain angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya.
Secara etimologis, angklung berasal dari kata angka yang berarti nada, dan lung yang punya arti pecah. Sehingga angklung bisa diartikan nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap.
Seperti dijelaskan sebelumnya, angklung sudah ada sejak 400 tahun lalu sejak zaman Kerajaan Sunda. Bahkan angklung disebut sudah dimainkan sejak abad ke-7.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


