Sebanyak 20 Kiai Muda Indonesia Selesaikan Pelatihan Ilmu Makhtutat di Mesir

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebanyak 20 kiai muda Indonesia telah menyelesaikan pelatihan Makhtutath (Kepengarangan Turats) di Mesir. Program ini diselenggarakan Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Institute of Arabic Manuscripts Mesir. Pelatihan ini berlangsung sejak 1 sampai 26 November 2024, setara 22 pertemuan dan 42 jam pelatihan. Kegiatan ini dibiayau Dana Abadi Pesantren pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren berkolaborasi dengan LPDP 2024. Prof. Dr. Abdul Sattar Al-Halluji menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia yang telah memilih Institute of Arabic Manuscripts Mesir sebagai tempat pelatihan. Dia menjelaskan bahwa meskipun Indonesia bukanlah negara yang berbahasa Arab, tapi dengan mayoritas penduduknya yang bergama Islam tentu juga bertanggung jawab dalam mengkaji makhtutoth ini. Karena peran umat Islam di mana pun akan memiliki dampak yang perlu diperhitungkan dalam menjaga peradaban ilmu keislaman. “Ilmu makhtutath ini sebuah pengetahuan tambahan yang penting. Tidak hanya dipelajari oleh orang berbahasa Arab saja tapi mereka yang serius mengkaji tentang Islam. Lihatlah Ibnu Sina sebagai pelopor ilmu medis, dan mayoritas ulama hadits seperti Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud bukanlah orang Arab. Ulama tafsir seperti Zamakhsyari, al-Razi, dan ilmuwan seperti al-Biruni, mereka-mereka inilah meskipun bukan orang Arab adalah contoh tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi peradaban Islam,” ujarnya. Prof. Abdul Sattar berharap pelatihan ini dapat memotivasi peserta untuk terus menjaga dan melestarikan bahasa Arab, bahasa yang menjadi wahyu Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya mempelajari turats (warisan ilmiah) agar bermanfaat bagi umat Islam. “Saya berharap setelah mengikuti daurah ini, kalian akan menyadari tanggung jawab besar untuk menjaga bahasa ini. Usahakan untuk terus mempelajari turats agar ilmu ini berguna bagi umat. Semoga itu menjadi amal jariyah bagi kita di akhirat nanti,” pesan Prof Abdul Sattar. Hal senada disampaikan Dr. Abdul Muta’ali selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo. Menurutnya, Ilmu Makhtutath ini merupakan ilmu yang penting untuk dipelajari. Bahkan kemajuan Eropa yaitu renaissance berawal dari ilmu makhtutath. “Sewaktu saya menulis tesis, saya membahas perbandingan pemikiran Niccolo Machiavelli dan Ibnu Khaldun. Dari perjalanan saya membaca dan mencari buku Niccolo Machiavelli sampai ke Perpustakaan di Sorbonne, saya menemukan ternyata Niccolo Machiavelli membaca buku Muqaddimah Ibnu Khaldun. Dari sini disimpulkan bahwa renaissance di Eropa sangat terpengaruh dengan ilmu makhtutath. Maka sungguh luar biasa, anda-anda ini mempelajari ilmu makhtutath. Saya berharap semoga anda-anda ini bisa membawa masa depan bagi Indonesia dan peradaban Islam,” terang Abdul Muta’ali. Dr. Ahmed Abdul Basith, selaku penanggung jawab pelatihan, menyampaikan permohonan maaf jika sering mengingatkan tentang pentingnya belajar. Menurutnya, belajar adalah kewajiban setiap muslim di setiap waktu. ‘Siapa yang tidak merasakan kehinaan dalam menuntut ilmu, ia akan merasakan kehinaan dalam kebodohan sepanjang hidupnya.’ “Saya berharap kalian akan terus belajar dan memperhatikan apa yang kami sampaikan,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat dilanjutkan dan semakin banyak peserta yang dapat mengikutinya di masa depan. (rid) Baca juga :

Read More

Bagaimana Hukum Mendoakan Non Muslim Yang Meninggal Dunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagai seorang muslim diperintahkan untuk berhubungan sosial dengan baik pada siapa pun tanpa memandang status sosial, ras, suku, bahkan agama. Berperilaku baik terhadap non-muslim sama wajibnya dengan berperilaku baik terhadap sesama muslim. Interaksi ini tentu akan menumbuhkan ikatan emosional dan membawa kesedihan saat terjadi perpisahan. Kesedihan saat ditinggal orang terdekat adalah perasaan yang manusiawi. Jika orang yang meninggal tersebut beragama islam, tentu kita akan mendoakannya agar Allah mengampuni dosanya, memberikannya nikmat kubur dan menempatkannya di surga. Namun, jika orang yang meninggal itu adalah non-muslim, apakah boleh mendoakannya? Menurut Pengajar di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah Berjan Purworejo, Ustadz Rif’an Haqiqi, pembahasan tentang hukum mendoakan non-muslim yang sudah meninggal banyak ditemukan di kitab-kitab fikih pada bab Pemulasaraan Jenazah. Dalam hal ini, mayoritas ulama berpendapat bahwa mendoakan non-muslim yang sudah meninggal hukumnya haram, sebagaimana disampaikan oleh Imam An-Nawawi (w. 676 H) dan Imam Ar-Ramli (w. 1004 H), berikut ini: وَأَمَّا الصَّلَاةُ عَلَى الْكَافِرِ وَالدُّعَاءُ لَهُ بِالْمَغْفِرَةِ فَحَرَامٌ بِنَصِّ الْقُرْآنِ وَالْإِجْمَاعِ Artinya: “Adapun menshalati orang kafir dan mendoakannya agar mendapat ampunan, hukumnya haram berdasarkan nash Al-Qur’an dan Ijma’ (konsensus ulama)” (Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ [Beirut: Darul Fikr, tt] juz V, halaman 258). وَتَحْرُمُ) الصَّلَاةُ (عَلَى الْكَافِرِ) وَلَوْ ذِمِّيًّا لِقَوْلِهِ تَعَالَى {وَلا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا} [التوبة: ٨٤] ؛ وَلِأَنَّ الْكَافِرَ لَا يَجُوزُ الدُّعَاءُ لَهُ بِالْمَغْفِرَةِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى {إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ} [النساء: ٤٨ Artinya: “Haram hukumnya menshalati non-muslim meskipun berstatus dzimmi karena firman Allah: Dan janganlah kamu sekali-kali menshalati (jenazah) seorang yang mati di antara mereka (At-taubah: 84). Dan dikarenakan tidak boleh mendoakan non-muslim untuk mendapatkan ampunan karena firman Allah: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (An-Nisa’: 48)” (Imam Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj [Beirut: Darul Fikr, 1984], juz II, halaman 493). Imam Al-Bukhari menceritakan sebuah kisah: menjelang Abu Thalib wafat, Rasulullah saw mendampinginya dan memintanya agar mengucap syahadat, namun di tempat itu hadir pula Abu Jahl, ia meyakinkan Abu Thalib agar tidak mengucap syahadat. Abu Thalib pun wafat tanpa mengucap syahadat. Rasulullah SAW bersabda: أَمَا وَاللهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ. فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى فِيهِ: ﴿مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ﴾ الْآيَةَ Artinya: “Demi Allah sungguh aku akan memintakan ampunan untukmu selagi aku tidak dilarang. Lalu Allah menurunkan ayat 113 surah At-Taubah” (Shahihul Bukhari [Beirut: Dar Thuqin Najah, 2001], juz II, halaman 95). Berikut ini ayat yang dimaksud dalam hadits tersebut: مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن يَسْتَغْفِرُوا۟ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓا۟ أُو۟لِى قُرْبَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَٰبُ ٱلْجَحِيمِ Artinya: “Tidak ada hak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun mereka ini kerabat(-nya), setelah jelas baginya bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni (neraka) Jahim.” Namun, beberapa ulama berpandangan lain. Larangan memintakan ampunan bagi non-muslim hanya berlaku pada dosa kekufuran. Artinya, kita boleh memintakan ampunan bagi non-muslim untuk dosa-dosa selain dosa kekufurannya. Syekh Ahmad Al-Qalyubi (w. 1068 H) mengatakan: وَيَجُوزُ الدُّعَاءُ لَهُ وَلَوْ بِالْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ، خِلَافًا لِمَا فِي الْأَذْكَارِ إلَّا مَغْفِرَةَ ذَنْبِ الْكُفْرِ مَعَ مَوْتِهِ عَلَى الْكُفْرِ فَلَا يَجُوزُ Artinya: “Boleh mendoakan non-muslim meskipun dengan doa memintakan ampunan dan rahmat. Pendapat ini berbeda dengan yang disampaikan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Kecuali memintakan ampunan atas dosa kekufuran bagi orang yang meninggal dalam keadaan kufur, maka tidak boleh.” (Syekh Ahmad Al-Qalyubi, Hasyiyah Qulyubi ‘alal Mahalli [Beirut: Darul Fikr, 1995], juz I, halaman 367). Senada dengan Al-Qalyubi, Syekh ‘Ali Syabromallisi (w. 1087 H) memberi anotasi atas apa yang disampaikan Ar-Ramli sebelumnya: الْآيَةَ إنَّمَا تَدُلُّ عَلَى مَعْنَى مَغْفِرَةِ الشِّرْكِ، وَرُبَّمَا تَدُلُّ عَلَى مِغْفَرِة غَيْرِهِ لِعُمُومِ قَوْله تَعَالَى: وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ [النساء: ٤٨] وَذَلِكَ يَدُلُّ عَلَى جَوَازِ الدُّعَاءِ لَهُ بِمَغْفِرَةِ غَيْرِ الشِّرْكِ Artinya: “Surat An-Nisa ayat 48 hanya menunjukkan bahwa Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan bisa saja berarti bahwa dosa selain syirik bisa diampuni karena di akhir tersebut ayat Allah berfirman: Dan mengampuni dosa selain syirik bagi siapapun yang Ia kehendaki (An-Nisa: 48). Hal tersebut menunjukkan bolehnya mendoakan non-muslim untuk mendapatkan ampunan dosa selain dosa syirik” (Syekh ‘Ali Syabromallisi, Hasyiyah Syabromallisi [Beirut: Darul Fikr, 1984], juz II, halaman 493). Pernyataan-pernyataan senada juga diungkapkan oleh Syekh Sulaiman Al-Jamal (w. 1204 H) Dalam kitab Hasyiyatul Jamal ‘alal Manhaj (Beirut: Darul Fikr, t.t/III:382), Syekh Sulaiman Al-Bujairimi (w. 1221 H) dalam kitab Hasyiyatul Bujairimi ‘alal Khathib [Beirut: Darul Fikr, 1995/III:117), dan Syekh Abdul Hamid Asy-Syarwani (w. 1301 H) dalam kitab Hasyiyah Syarwani [Beirut: Dar Ihya’it Turatsil ‘Araby, 1983/V:255). Beliau bertiga menukil keterangan yang sama, yaitu: وَبَقِيَ مَا لَوْ اغْتَابَ ذِمِّيًّا فَهَلْ يَسُوغُ الدُّعَاءُ لَهُ بِالْمَغْفِرَةِ لِيَتَخَلَّصَ هُوَ مِنْ إثْمِ الْغِيبَةِ أَوْ لَا وَيَكْتَفِي بِالنَّدَمِ لِامْتِنَاعِ الدُّعَاءِ بِالْمَغْفِرَةِ لِلْكَافِرِ كُلٌّ مُحْتَمَلٌ وَالْأَقْرَبُ أَنْ يَدْعُوَ لَهُ بِمَغْفِرَةِ غَيْرِ الشِّرْكِ أَوْ كَثْرَةِ الْمَالِ وَنَحْوِهِ مَعَ النَّدَمِ Artinya: “Jika seorang muslim menggunjing (ghibah) non-muslim dzimmi (yang tidak memusuhi umat Islam), apakah ia boleh memintakan ampunan untuk non-muslim tersebut agar ia terbebas dari dosa menggunjing? atau taubatnya cukup dengan merasa menyesal, karena terdapat larangan memintakan ampunan bagi non-muslim?. Keduanya memiliki kemungkinan benar. Yang paling mendekati benar adalah yang pertama, ia memintakan ampunan untuk dosa selain syirik atau mendoakannya berlimpah harta, disertai penyesalan atas tindakannya (ghibah) tersebut.” Berdasarkan keterangan-keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa ulama berbeda pendapat dalam masalah boleh dan tidaknya mendoakan non-muslim dengan memintakan ampunan. Mayoritas ulama berpendapat tidak boleh, namun beberapa ulama berpendapat boleh memintakan ampunan baginya untuk selain dosa kufur. (yan) Baca juga :

Read More

Ketika Gen Z Tertarik Ikuti Majelis Subuh

Surabaya — 1miliarsantri.net : Gus Ahmad Kafa dari Pesantren Lirboyo, Kediri, dan Ning Sheila Hasina Zamzami (istriny) dari Pesantren Al-Baqarah, Lirboyo, Kediri, membagikan resep “Pede” (Percaya Diri) atau anti “insecure” (tidak percaya diri) kepada ratusan Generasi Z Islami (GenZI) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS). Dalam kajian rutin Majelis Subuh GenZI (MSG) bertajuk “GenZI, Percaya Diri – Kembangkan Potensi”, Gus Ahmad Kafa dan Ning Sheila mengapresiasi kajian bulanan MSG di MAS. “Ini (MSG) acara yang luar biasa, karena jarang anak muda yang semangat ngaji pada subuh, kalau jam 08.00-09.00 WIB masih biasa,” ungkapnya. Kepada ratusan GenZI yang aktif mengikuti MSG itu, Gus Ahmad Kafa membagikan pengalaman awalnya yang dulunya merupakan sosok introvert yang jika tampil justru tidak percaya diri, termasuk ketika diperintah membacakan peraturan di pondok sendiri kepada para santri. “Dulu, saya grogi, bingung, dan blank kalau diminta bicara di depan orang banyak, saya termasuk tipe introvert, tapi saya akhirnya berani belajar pada kehidupan melalui orang tua dan guru. Saya berani bicara di depan santri karena takut dimarahi orang tua, kemudian guru juga sering melatih dan memotivasi saya,” sambungnya. Jadi, katanya, resep “Pede” adalah latihan berbicara di depan orang banyak dan memotivasi diri melalui orang tua atau senior. “Saya dilatih guru membaca peraturan sekolah di depan kelas pada setiap hari bacakan peraturan di depan kelas, hal itu setahunan lebih,” katanya. Pelatihan dari guru dan motivasi dari orang tua akhirnya membangun kepercayaan dirinya. “Saya mulai pede dengan berproses, saya yakin bahwa keluar dari zona nyaman tapi masa depan jelas itu lebih baik daripada berada di zona nyaman tapi masa depan justru tidak jelas,” katanya. Selain resep berupa berproses melalui pelatihan dan mencari motivasi diri, Gus Ahmad Kafa juga membagikan resep lain yakni berpenampilan terbaik yang tidak harus mahal, tapi akan meningkatkan kepercayaan diri. “Penampilan terbaik ini juga bukan hanya penampilan fisik, namun persiapan materi yang sempurna juga membuat siap dan pede,” lanjutnya. Dalam acara yang juga dihadiri salah satu direksi Bank Jatim Syariah, Arief Wicaksono, Ketua Bidang Imarah BPP MAS HM Ghofirin, dan Sekretaris BPP MAS H Helmy M Noer, Ning Sheila menjelaskan Allah SWT menciptakan manusia dalam bentuk terbaik (ahsanin takwim), karena itu apapun yang dianugerahkan Allah kepada siapapun harus diambil hikmah. “Jadi, resep pede adalah positive thingking kepada Allah. Misalnya, kita diberi hidung pesek (tidak mancung) agar nggak takabur. Masalahnya, perempuan itu sering insecure (tidak pede) karena ada yang lebih dari dirinya, misalnya lebih cantik. Mestinya, apa yang berbeda dari orang lain itu dijadikan motivasi atau semangat,” paparnya. Resep lainnya, memanfaatkan masa muda untuk menggali potensi, karena masa muda berpotensi paling mudah untuk menggali potensi. “Jangan santai dengan alasan masih muda karena masa muda itu masih kuat dan umur juga tidak ada yang tahu. Jadi, selagi masih fresh, gali potensi. Potensi itu passion dari dalam diri, selali dukungan orientasi atau motivasi dari guru, orang tua, dan senior,” imbuhnya. Ning Sheila menambahkan ciri orang yang tidak memiliki potensi yang baik adalah tidak bisa menerima masukan, suka meremehkan sesuatu dan suka menunda amal. “Jadi, Percaya Diri itu bisa dari motivasi diri untuk tidak orientasi sempurna, manusia itu tidak sempurna, tapi ambil potensi diri dan masa muda,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim antara Kultur Tradisional dan Moderen

Gresik — 1miliarsantri.net : Makam Sunan Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur, adalah salah satu situs penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Sunan Malik Ibrahim adalah salah satu wali songo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di daerah tersebut. Dalam konteks modernisasi, pengelolaan makam Sunan Malik Ibrahim kini telah mengalami beberapa perubahan, baik dalam aspek infrastruktur, pengelolaan sosial, maupun ritual keagamaan yang dilaksanakan di sana. Pengelolaan makam Sunan Malik Ibrahim telah memasuki era modernisasi dengan berbagai perubahan yang melibatkan teknologi dan sistem manajerial yang lebih efisien. Salah satunya adalah penggunaan sistem informasi untuk manajemen data pengunjung, serta upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan makam dengan fasilitas yang lebih baik. Di sisi lain, perkembangan infrastruktur seperti pembangunan jalan, tempat parkir, dan area publik lainnya mempermudah akses bagi peziarah. Namun, selain modernisasi fisik, pendekatan terhadap pelestarian budaya dan agama juga mengalami transformasi. Meskipun makam ini tetap menjadi tempat yang suci bagi umat Islam, pengelolaan makam juga harus mengakomodasi kepentingan pariwisata. Oleh karena itu, ada upaya untuk menyeimbangkan antara nilai-nilai spiritual dan komersialisasi dalam pengelolaan objek wisata religi ini. Modernisasi tidak hanya memengaruhi pengelolaan makam, tetapi juga memengaruhi praktik keagamaan yang berlangsung di sekitar makam. Dalam beberapa kasus, beberapa tradisi atau ritual yang dulunya dilaksanakan secara sederhana dan berbasis pada adat lokal mulai disesuaikan dengan praktik yang lebih terstruktur dan modern. Misalnya, dalam hal penyelenggaraan acara keagamaan, seperti haul atau peringatan wafatnya Sunan Malik Ibrahim, kita melihat adanya pengaruh penggunaan media digital untuk menyebarkan informasi dan memperluas jangkauan acara tersebut. Namun, modernisasi ini juga menimbulkan tantangan, yaitu bagaimana menjaga kesakralan dan keaslian tradisi agama agar tetap terjaga di tengah perubahan zaman. Sebagian masyarakat menganggap bahwa beberapa bentuk modernisasi mungkin mengurangi kedalaman spiritual dari tradisi tersebut, karena semakin banyak intervensi dari unsur-unsur komersial. Selain aspek keagamaan, modernisasi juga membawa dampak pada budaya lokal yang berkembang di sekitar makam. Tradisi lokal yang berkaitan dengan ritual keagamaan, seni, dan pertunjukan budaya yang digelar di sekitar makam mulai berkembang dengan ciri-ciri yang lebih global. Hal ini tercermin dalam penggunaan teknologi dalam seni pertunjukan, seperti pemutaran video dokumenter sejarah Wali Songo atau pertunjukan seni yang menggabungkan unsur lokal dan modern. Di sisi lain, ada juga kekhawatiran bahwa dengan masuknya budaya luar melalui proses modernisasi, budaya lokal yang telah ada berisiko tergerus. Oleh karena itu, ada upaya dari masyarakat lokal untuk tetap menjaga identitas budaya mereka sambil menyambut kemajuan teknologi dan peradaban. (kur) Baca juga :

Read More

Mantan Menhan Israel Akui Pembersihan Etnis di Gaza

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Mantan Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon menyatakan bahwa pemerintahan Israel saat ini tengah melakukan pembersihan etnis di Jalur Gaza. Hal tersebut ia simpulkan dari tindakan Israel melakukan serangan brutal dan blokade bantuan kemanusiaan di utara Gaza. “Saya menegaskan pernyataan saya tentang Israel yang melakukan operasi pembersihan etnis di Gaza. Saya berbicara atas nama individu yang bertugas di Gaza utara. Kejahatan perang sedang dilakukan di sana,” urainya dalam sebuah wawancara dengan Perusahaan Penyiaran Israel Kan. Ya’alon lebih lanjut menekankan, “Apa yang saya katakan mencerminkan seruan untuk mengurangi populasi Gaza dan dorongan untuk mengembalikan pemukiman ke wilayah tersebut,” merujuk pada pernyataan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich. Ia juga meyakini tindakan Israel di utara Gaza akan berujung pada diadilinya Israel oleh dunia. “Saya terpaksa memperingatkan tentang apa yang terjadi di sana. Kejahatan perang sedang dilakukan. Belum pernah ada negara demokratis yang diadili di Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag atas tindakan seperti itu.” Sebelumnya Ya’alon juga mengungkapkan dalam wawancara pers bahwa Israel sedang melakukan kampanye genosida di Gaza utara. Menurut siaran Israel, dia menyatakan, “Kita melakukan pembersihan etnis di Gaza utara. Tidak ada lagi Beit Lahia atau Beit Hanoun.” Militer Israel melakukan bombardir brutal dan pengepungan utara Gaza lebih dari dua bulan lalu. Mereka mengusir paksa ratusan ribu orang yang masih berupaya bertahan di wilayah itu. Sejumlah prajurit Israel menyatakan pada media Israel Haaretz bahwa militer sedang menjalankan “Rencana Jenderal”. Merujuk rencana itu, warga utara Gaza akan diusir secara paksa melalui bombardir dan kelaparan. Siapapun yang masih bertahan akan dianggap sebagai pejuang dan dihabisi. Rencana itu disebut untuk mencaplok utara Gaza dan menjadikannya zona penyangga Israel. Sejauh ini, tinggal 75 ribu warga yang bertahan di utara sementara ratusan ribu dipaksa mengungsi. Sedikitnya 2.300 warga Gaza syahid dalam pengepungan tersebut. Karena bantuan dihadang Israel dari wilayah itu, kelaparan ekstrem juga diderita warga yang bertahan. Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben Gvir kemarin mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menunjukkan “keterbukaan” atas gagasan mendorong migrasi warga Palestina dari Jalur Gaza. “Gagasan seperti pemukiman di Gaza disambut baik; satu-satunya saat kami mengalahkan musuh adalah ketika kami mengambil wilayah dari mereka,” katanya kepada Radio Angkatan Darat. “Tapi itu tidak memuaskan saya. Saya juga ingin mendorong emigrasi [warga Palestina dari Gaza].” “Saya bekerja keras untuk mendorong dorongan migrasi dari Gaza bersama perdana menteri, dan saya mulai menemukan keterbukaan mengenai masalah ini,” katanya. Ketika didesak, menteri tidak akan secara pasti mengatakan bahwa perdana menteri mendukung apa yang disebut “pemindahan” penduduk Gaza. Ben Gvir juga menyerukan agar pertempuran diintensifkan di Gaza. “Kita mempunyai peluang bersejarah untuk meruntuhkan Hamas. Kita mempunyai kesempatan bersejarah untuk memulihkan pencegahan, menduduki kembali Jalur Gaza dan mendorong emigrasi sukarela. Inilah yang akan membawa perdamaian di selatan,” katanya. Kelompok sayap kanan Israel telah mendorong perpindahan penduduk dan “migrasi sukarela” warga Palestina dari Gaza, dan pembangunan kembali pemukiman Yahudi di tempat mereka. Netanyahu telah berulang kali mengatakan bahwa tindakan seperti itu bukanlah tujuan perang, dan juga tidak ada dalam agendanya. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Ahad melaporkan bahwa lebih dari 415.000 pengungsi Palestina saat ini berlindung di gedung sekolah milik badan tersebut di Gaza. Sementara ratusan ribu lainnya berjuang untuk bertahan hidup dalam kondisi yang lebih buruk lagi di tempat penampungan sementara. Dalam sebuah postingan di X, UNRWA membagikan video yang direkam oleh salah satu pengungsi perempuan, Aisha, yang menggambarkan kesulitan dan tantangan besar yang dihadapi oleh mereka yang mengungsi di gedung sekolah tersebut, yang awalnya dimaksudkan untuk pendidikan, bukan sebagai tempat penampungan. Video tersebut menyoroti kondisi yang sangat sulit bagi perempuan dan anak perempuan di tengah konflik yang sedang berlangsung. UNRWA menyatakan, “Lebih dari 415.000 pengungsi di Gaza kini berlindung di gedung sekolah UNRWA. Ratusan ribu lainnya berusaha bertahan hidup dalam kondisi yang lebih buruk lagi di tempat penampungan sementara.” Aisha, yang muncul dalam video tersebut, berbagi pengalaman pribadinya: “Tempat ini dimaksudkan untuk pendidikan, bukan untuk tempat tinggal,” katanya, menekankan situasi yang mengerikan. “Saya meninggalkan rumah saya yang indah untuk datang ke tempat ini, yang tidak memiliki kebutuhan dasar hidup.” Dia menggambarkan kondisi yang tak tertahankan ini. “Kami, sebagai perempuan Palestina yang terlantar, sangat menderita dalam hal kesehatan dan tantangan ekonomi, dan kami tidak punya makanan atau minuman, tanpa dukungan atau bantuan.” Aisha juga mencontohkan situasi berbahaya tersebut. “Fasilitas yang kami butuhkan jauh, toilet jauh, tidak ada tempat untuk memasak atau istirahat, dan tempat kami tinggal tidak aman, rentan dibom setiap saat. Gaza secara keseluruhan tidak aman. Mereka telah merampas hak kami atas keselamatan dan perlindungan.” Dia mengajukan permohonan yang tulus. “Merupakan hak kami untuk dilindungi selama perang. Sebagai perempuan Palestina, kami menderita. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk melindungi dan membela kami. Kami ingin Anda memberikan kehidupan yang bermartabat bagi perempuan yang tidak bersalah dalam perang ini” Dia lebih lanjut menekankan dampak buruk perang terhadap perempuan di Gaza, dan mencatat betapa mustahilnya memenuhi kebutuhan kebersihan dasar, terutama saat menstruasi. “Pada bulan-bulan ini, perempuan hancur.” (mis) Baca juga :

Read More

Viral Gus Miftah Hina Penjual Es Teh

Magelang — 1miliarsantri.net : Penceramah agama Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa disapa Gus Miftah tengah menjadi sorotan publik. Lantaran saat berdakwah di Magelang, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan ini kedapatan mencaci seorang penjual es teh. Dalam video yang viral di platform X, Gus Miftah tampak tengah mengisi pengajian di Magelang, Jawa Tengah. Lewat penggalan video itu, pimpinan Ponpes Ora Aji Sleman, Yogyakarta ini tampak bertanya dan kemudian mengumpat pada penjual es teh yang tengah berada di tengah jamaah. “Es tehmu sih akeh (masih banyak) enggak? Ya sana jual gob*ok. Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah, takdir,” seru Gus Miftah yang disambut tawa oleh pria di sebelahnya. Selain mengeluarkan kata kasar, Gus Miftah juga menceritakan tentang kisah pedagang es dan penjual bakso yang berdoa tentang cuaca. “Kira-kira kalau hari itu adem (sejuk)? Berarti doa tukang es diijabah enggak? Ya diijabah dalam bentuk lain es enggak laku tapi badan sehat, pulang-pulang istri hamil,” kata dia. Menanggapi dakwah yang kebablasan tersebut, seorang netizen mengungkapkan sikap Gus Miftach sudah kelewatan dan tidak sesuai dengan gelar yang disandang nya saat ini sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. “Tiap dikritik alasannya bercanda, senda gurau.. padahal ngatain goblok itu udah hinaan. GWS yang masih jadi jamaah/enabler gaya dakwah gus-gus begini,” kata seorang netizen. Banyak netizen menilai, Peristiwa ini membuktikan bahwa Gus Miftach memang bukan ahli agama atau bisa dikatakan ilmunya sedangkal ucapannya yang secara tidak langsung bapak penjual teh lebih terhormat dan terpuji dari pada dia yang menjadi seorang penceramah sekaligus Staf Kepresidenan tapi tidak bisa menjaga ucapan nya dan bisa dikata bapak tersebut cari uang halal untuk menghidupi keluarganya tanpa memaki dan menghina orang di depan umum. Selain publik yang marah dengan Gus Miftah, beberapa tokoh juga ikut berkomentar dari video yang viral tersebut. Salah satunya kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Hasibuan. Gus Umar menyebut cara berdakwah tidak pantas terlebih mengeluarkan hinaan pada orang lain. “Rasulullah gak pernah mengajarkan kita utk menghina, membully apalg ngatain org goblok dll berdakwah. Becandamu gak lucu miftah. Keterlaluan mulutmu menghina org gak mampu. Apa pendapat kalian ges sm miftah ini?,” tulis Umar di akun X @UmarHasibuan__, dikutip Jumat (6/12/2024). Tokoh Nahdlatul Ulama Madura sekaligus Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi mendoakan agar penjual es teh yang dihina Gus Miftah dinaikkan derajatnya oleh Allah SWT. “Semoga penjual minuman yg digoblok2in penceramah agama itu ditinggikan derajatnya oleh Allah. Beban di atas kepalanya mungkin tak bernilai dibanding harga sendal si penceramah. Tapi ingat, dia sedang berjihad menafkahi keluarganya! Sungguh Allah adalah seadil-adilnya penilai,” cuit Gus Islah. (rid) Baca juga :

Read More

Dr KH Cholil Nafis Terjunkan Para Da’i Untuk Ikut Memberantas Judi Online

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia benar benar bergerak cepat merespon maraknya judi online. Gerak cepat MUI ini untuk mendukung pemberantasan judi online pemerintah. Hanya cara yang dilakukan MUI, membuat standarisasi para Da’i, agar dalam berdakwahnya memiliki komitmen yang kuat mengajak kebaikan dan memberantas kemungkaran. “Kini kemunkaran yang sedang meresahkan di Indonesia adalah judi online (judol). Banyak masyarakat yang terjangkit judi. Ada juta-an situs judi online yang sudah ditutup oleh Kementerian Komdigi RI, tapi tetap aja akan tumbuh lebih banyak manakala masyarakatnya tdk ada disadarkan,” terang Wakil Ketua MUI Dr.KH Cholil Nafis kepada media, Senin (2/12/2024). Dakwah pemberantasan judi online, katanya, merupakan upaya untuk menyampaikan pesan moral dan agama kepada masyarakat agar menjauhi praktik judi daring yang merugikan. Ditegaskan, judi online tidak hanya melanggar hukum di banyak negara, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai agama, termasuk Islam, yang melarang aktivitas perjudian. “Itulah pentingnya peran Da’i Standardisasi MUI dalam memberantas judol. Hal ini penting menjadi perhatian para da’i yang terstandar MUI karena Judol telah menggurita,” tegas Kiai Cholil Nafis. Sementara itu, Ketua Umum MUI, Kiai Anwar Iskandar menekankan agar para da’i yang membawa misi kenabian mampu menjadi penggerak kebaikan dengan untaian kata di tengah-tengah masyarakat. Da’i standardisasi MUI harus menjadi da’i yang mengajak umat pada kebajikan dan mampu mengubah yang buruk menjadi yg baik di jalan Allah dengan cara hikmah, nasihat yang bijak dan dialog yang konstrukti. Sementara itu Menteri Komdigi RI menegaskan bahwa situs-situs judi yang telah ditutup lebih dari 5,3 juta, namun itu tak cukup hanya memblokir. Karenanya perlu dakwah untuk menyadarkan masyarakat agar menjauhi judi. Dan ternyata 5 dari 6 penjudi online itu adalah kaum laki-laki. Karenanya ke depan para da’i muda atau tua harus melek digital karena kehidupan ini tak mungkin menghindar dari perangkat digital. “Mari kita isi ruang-ruang digital dengan kebaikan agar kita punya kesadaran bahwa ruang maya itu sangat penting mengubah perilaku masyarakat,” pungkas Muthia. (wink) Baca juga :

Read More

Arab Saudi Bikin Proyek Metro Terbesar di Dunia

Riyadh — 1miliarsantri.net : Arab Saudi menandai peresmian jaringan metro baru Riyadh, proyek metro terbesar di dunia yang dibangun dalam satu tahap. Pencapaian inovatif ini mencakup area seluas 800 kilometer persegi dan memiliki enam jalur yang terintegrasi penuh yang, dengan kapasitas penuh, akan mengangkut 3,6 juta penumpang setiap hari. Dari kereta yang sepenuhnya dialiri listrik dan tanpa masinis hingga fitur desain berkelanjutan seperti pengereman regeneratif, Metro Riyadh menetapkan standar baru dalam mobilitas perkotaan. Salah satu jalur pertama yang dibuka, jalur Biru, membentang sejauh 38 kilometer (23,6 mil) melalui area-area utama kota dan melintasi 25 stasiun, termasuk Stasiun Distrik Keuangan Raja Abdullah yang ikonik dengan atapnya yang bergelombang dan Stasiun Olaya yang terletak lebih dari 100 kaki di bawah tanah. Proyek ini dibangun oleh konsorsium BACS, yang meliputi Bechtel, Almabani General Contractors, Consolidated Contractors Company, dan Siemens. Konsorsium tersebut bertanggung jawab atas desain, konstruksi, pengujian, komisioning, dan integrasi Jalur Biru (jalur 1) jaringan tersebut, yang beroperasi saat ini, dan Jalur Merah (jalur 2), yang akan segera memulai operasi penumpang secara resmi. Proyek Metro Riyadh yang terdiri dari 85 stasiun dan 6 jalur diluncurkan secara bertahap. Jalur Biru merupakan salah satu jalur pertama yang dibuka sebagian dan akan membentang dari utara ke selatan melalui Pusat Kota Riyadh. Jalur tersebut akan melewati beberapa stasiun terkenal, termasuk Stasiun Distrik Keuangan Raja Abdullah yang ikonik dengan atapnya yang bergelombang, dan Stasiun STC Olaya, yang terletak lebih dari 100 kaki di bawah tanah. Konsorsium BACS juga membangun Jalur Merah yang membentang dari timur ke barat. Secara bersama-sama, jalur Biru dan Merah mencakup lintasan sepanjang 63,1 kilometer dan 40 stasiun. Keberlanjutan telah menjadi fitur utama proyek tersebut dengan energi terbarukan yang menyediakan listrik untuk beberapa stasiun. Diperkirakan bahwa Metro Riyadh akan memainkan peran penting dalam meningkatkan pangsa transportasi umum saat ini di kota tersebut dari 2% menjadi 18% pada tahun 2030. (dul) Baca juga :

Read More

Negara-negara Eropa Mulai Mengakui Kemerdekaan Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gelombang perubahan signifikan tengah terjadi di Eropa terkait pengakuan terhadap Palestina. Tahun 2024 menjadi momen bersejarah ketika beberapa negara Eropa secara resmi mengambil sikap mendukung kemerdekaan Palestina, menandai pergeseran penting dalam dinamika politik internasional. Norwegia, Irlandia, dan Spanyol menjadi sorotan utama ketika pada 22 Mei 2024 secara berturut-turut mengumumkan pengakuan mereka terhadap Palestina. Ketiga negara ini dengan tegas menyatakan dukungannya berdasarkan perbatasan pra-1967 dan mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina. Tidak berselang lama, tepatnya pada 4 Juni, Slovenia bergabung dalam barisan negara Eropa yang mengakui kedaulatan Palestina. Langkah progresif ini kemudian diikuti dengan diskusi serius di Malta dan Belgia mengenai rencana serupa untuk mengakui status negara Palestina. Sebelumnya, Swedia telah menjadi pionir di kawasan Eropa Barat ketika pada tahun 2014 memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina. Keputusan bersejarah ini membuka jalan bagi negara-negara Eropa lainnya untuk mengambil langkah serupa. Merespons gelombang pengakuan ini, Israel mengambil langkah keras dengan menarik duta besarnya dari ketiga negara Eropa tersebut. Sebagai bentuk protes tambahan, Israel juga mengancam akan memperluas pembangunan pemukiman di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Saat ini, total 146 negara anggota PBB telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Pengakuan juga datang dari Tahta Suci, yang mewakili Gereja Katolik dan Vatikan dengan status pengamat di PBB. Meski demikian, negara-negara G7 yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat masih belum memberikan pengakuan terhadap Palestina. Hal ini menunjukkan masih adanya kesenjangan politik antara kekuatan ekonomi global dengan tren pengakuan yang berkembang. Momentum pengakuan ini semakin kuat seiring dengan peringatan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina setiap 29 November. Hari yang ditetapkan PBB sejak 1977 ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan global terhadap hak-hak Palestina, termasuk penentuan nasib sendiri dan penyelesaian adil bagi pengungsi Palestina. Sejarah panjang perjuangan Palestina dimulai pada 15 November 1988, ketika Yasser Arafat, ketua PLO, memproklamirkan kemerdekaan Palestina. Sejak saat itu, dukungan internasional terus mengalir, terutama dari negara-negara Global Selatan di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan dunia Arab. Pencapaian penting lainnya terjadi pada 2012, ketika Majelis Umum PBB memberikan suara mayoritas (138 setuju, 9 menolak, 41 abstain) untuk meningkatkan status Palestina menjadi “negara pengamat non-anggota”, yang semakin memperkuat posisi Palestina di kancah internasional. (jeha) Baca juga :

Read More

AA Gym: Musibah Bisa Jadi Teguran Penuh Kasih dari Allah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mubaligh KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa AA Gym menyampaikan pesan mendalam tentang makna di balik setiap musibah yang menimpa seseorang. Dalam ceramahnya, beliau mengajak umat Islam untuk menjadikan setiap kesulitan sebagai momentum evaluasi diri. “Setiap ketidaknyamanan dalam hati, setiap musibah yang datang, maka ajaklah diri untuk segera merenung. Bisa jadi itu adalah tanda dari dosa yang tak sengaja kita lakukan.” tulis AA Gym dalam instagram pribadinya, dikutip Senin (2/12/2024). Pendakwah yang berbasis di Bandung ini menekankan pentingnya introspeksi diri ketika menghadapi cobaan. Beliau mendasari pandangannya pada Al-Quran Surat Asy-Syura ayat 30 yang berbunyi وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ” “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu.” Dalam perspektif Islam, musibah bukanlah semata-mata hukuman, melainkan bentuk kasih sayang Allah SWT untuk mengingatkan hamba-Nya. Setiap ujian yang datang membawa hikmah tersendiri dan menjadi kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. AA Gym menggarisbawahi bahwa kunci menghadapi musibah adalah dengan perbaikan diri secara berkelanjutan dan selalu berharap pada ampunan Allah SWT. Sikap optimis dan tawakal menjadi landasan penting dalam menghadapi setiap cobaan. (yan) Baca juga :

Read More