Konsep Ekonomi Berbagi dan Solusi Masa Depan Kepemilikan di Perkotaan

Surabaya – 1miliarsantri.net : Di kota-kota besar, ruang semakin sempit dan biaya hidup kian tinggi. Harga rumah terus melambung, kendaraan pribadi memicu kemacetan, sementara kepemilikan barang-barang tertentu sering kali tidak lagi sebanding dengan beban biaya yang harus ditanggung. Dalam situasi ini, lahirlah sebuah konsep yang perlahan mengubah cara pandang dan jadi solusi masa depan masyarakat terhadap kepemilikan: ekonomi berbagi. Konsep ini awalnya mudah dikenali melalui layanan transportasi daring atau penyewaan sepeda dan skuter listrik. Namun cakupannya jauh lebih luas: berbagi ruang kerja bersama, berbagi hunian sementara, hingga berbagi barang rumah tangga sederhana. Semua ini tumbuh sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan hidup urban yang menuntut efisiensi. Dari Kepemilikan ke Akses: Gaya Hidup Baru Kaum Urban Ambil contoh Fulan, seorang pekerja di Jakarta. Tinggal di apartemen mungil tak jauh dari kantornya, ia dulu merasa harus memiliki motor pribadi demi mobilitas lancar. Namun setelah menghitung cicilan, bensin, parkir, dan biaya perawatan, ia sadar biaya itu lebih tinggi dibanding ongkos transportasi daring. Perlahan, ia memilih “akses” ketimbang “kepemilikan penuh”. Fenomena serupa terlihat pada hunian. Fulanah, seorang desainer grafis, memutuskan tinggal di co-living, ruang tinggal bersama dengan kamar privat kecil, tetapi dilengkapi fasilitas dapur dan ruang kerja komunal. Biayanya lebih terjangkau dan fasilitasnya lebih lengkap daripada jika ia harus menanggung semua sendirian. Dari sini terlihat, rumah bukan lagi sekadar aset pribadi, melainkan ruang hidup yang bisa dibagi sesuai kebutuhan. Pergeseran pola ini mencerminkan nilai baru di kota besar. Generasi muda semakin terbiasa dengan konsep berbagi karena lebih realistis secara finansial. Akses terhadap barang atau jasa kini lebih dihargai daripada kepemilikan itu sendiri. Dimensi Sosial dan Tantangan Ekonomi Berbagi Di balik efisiensi, ekonomi berbagi juga menumbuhkan lapisan sosial baru. Ruang kerja bersama menciptakan interaksi dan pertukaran ide antar pengguna, penghuni co-living sering kali saling menolong, bahkan penyewa sepeda listrik merasa menjadi bagian dari komunitas tertentu. Dengan cara ini, ekonomi berbagi bukan hanya soal menghemat biaya, tetapi juga membangun kebersamaan di tengah kota yang cenderung individualis. Namun, praktiknya tidak selalu seindah yang dibayangkan. Banyak tantangan yang muncul, mulai dari regulasi hingga keamanan. Misalnya, rumah-rumah yang dialihfungsikan menjadi homestay daring dalam jumlah besar dapat mendorong kenaikan harga sewa lokal. Di sisi lain, pekerja transportasi daring kerap terjebak dalam tarik ulur status: apakah mereka pekerja bebas atau karyawan tetap dengan hak penuh? Konsekuensinya, ekonomi berbagi kadang justru memperlihatkan sisi eksploitatif. Layanan yang awalnya dimaksudkan untuk inklusi berisiko menciptakan kesenjangan baru. Mereka yang memiliki akses digital akan lebih mudah memanfaatkan peluang, sementara kelompok yang tertinggal secara teknologi justru makin terpinggirkan. Kesenjangan ini bukan sekadar kaya dan miskin, tetapi antara mereka yang bisa masuk ke ekosistem digital dengan mereka yang tidak. Masa Depan Kepemilikan di Kota: Regulasi Jadi Penentu Arah perubahan tampak jelas: di kota dengan populasi padat, kepemilikan bukan lagi standar utama kesejahteraan. Yang lebih dihargai adalah akses. Bagi generasi muda, kepemilikan penuh atas rumah besar atau kendaraan pribadi tidak lagi menjadi prioritas. Mereka lebih rela membayar layanan sewa mobil sesekali daripada membeli, atau memilih co-living fleksibel daripada memaksakan kredit rumah besar. Mungkin inilah wajah baru perkotaan: masa depan di mana kata “akses” lebih akrab dibanding “milik”. Namun, pergeseran besar ini membutuhkan regulasi yang bijak. Pemerintah kota dan negara perlu hadir, bukan untuk menghambat inovasi, tetapi memastikan perlindungan konsumen dan pekerja, serta mencegah monopoli oleh segelintir perusahaan teknologi. Tanpa regulasi adil, ekonomi berbagi bisa menjadi bumerang: merugikan masyarakat, menekan pekerja, dan memperlebar kesenjangan sosial. Sebaliknya, dengan kebijakan tepat, ekonomi berbagi dapat menjadi jalan keluar atas mahalnya biaya hidup di kota besar. Pada akhirnya, ekonomi berbagi bukan sekadar tren sesaat, melainkan refleksi perubahan mendasar dalam cara hidup di perkotaan. Mungkin suatu hari, generasi berikutnya akan lebih akrab dengan berbagi akses ketimbang kepemilikan penuh. Dan di situlah wajah baru kota akan terbentuk, kota yang bertahan bukan karena siapa memiliki paling banyak, tetapi siapa yang paling cerdas memanfaatkan akses bersama. (**) Penulis: Faruq Ansori Editor: Toto Budiman dan Glancy Verona Ilustrasi by AI

Read More

Sound Horeg Pernah Dipakai Sebagai Senjata Korea Selatan Goyang Korea Utara, Begini Ceritanya!

Sound Horeg Senjata Suara Raksasa Unik Korea Selatan Diperbatasan Korea Utara Bekasi – 1miliarsantri.net: Perang tidak hanya monopoli senjata berpeluru, meriam dengan bola api dahsyat atau pesawat tempur canggih serta kapal perang berpeluru kendali, ini dibuktikan oleh Korea Selatan ketika berhadapan dengan Korea Utara menggunakan “Sound Horeg” atau “Pengeras Suara Raksasa”, sebagai senjata dan alat propaganda. Kalau kamu kira perang cuma soal senjata dan peluru, maka perkiraanmu salah besar! Karena ada sejarah dunia yang unik, di mana Korea Selatan ternyata punya senjata unik yang dikenal sebagai sound horeg, pengeras suara raksasa yang bukan untuk konser, tapi untuk mengusik tetangganya, Korea Utara. Bukan sekadar alat, sound horeg ini punya sejarah panjang dalam perang propaganda di Semenanjung Korea. Menariknya, bukan hanya Korsel yang memainkannya, tapi juga Pyongyang ikut membalas dengan versi mereka sendiri. Awal Mula Sound Horeg di Perbatasan Cerita ini dimulai pada 1962 ketika Korut memulai siaran propaganda lewat pengeras suara di perbatasan. Isinya adalah seruan agar warga Korea Selatan membelot ke negara tanpa pajak, istilah manis mereka untuk memikat orang ke Pyongyang. Tak mau kalah, setahun kemudian, pada 1963, Korsel meluncurkan sound horeg pertamanya. Isinya lebih ceria dibanding propaganda keras Korut. Mereka memutar musik K-pop era jadul, lagu-lagu hits Seoul, dan program budaya yang dirancang supaya warga Utara penasaran dengan kehidupan di Selatan. Bukan Cuma Hiburan, Tapi Strategi Psikologis Kalau kamu pikir ini cuma hiburan gratis buat warga perbatasan, ternyata enggak. Sound horeg ini punya misi penting: mempengaruhi psikologi tentara dan warga yang berada di area perbatasan. Bayangin, kamu tentara Korut, bertugas di pos terdepan, tapi setiap hari dengerin lagu-lagu catchy dari Selatan, iklan produk, atau berita soal kemajuan ekonomi Korea Selatan. Lama-lama rasa penasaran bisa muncul, dan di situlah misi propaganda mulai bekerja. Masa Damai Sementara dengan Propaganda Off pada 2004 Menariknya, di tahun 2004, kedua negara sempat sepakat untuk menghentikan siaran ini. Masa itu disebut period of detente, yaitu periode ketika Korsel dan Korut berusaha mengurangi ketegangan. Namun, seperti hubungan yang penuh drama, kedamaian ini nggak bertahan lama. Pada 2015, setelah dua tentara Korsel terluka akibat ranjau darat yang diduga ditanam militer Korut, sound horeg kembali menggelegar di perbatasan. On-Off Sesuai Kondisi Politik Hubungan Korsel-Korut memang seperti lampu yang kadang menyala, kadang mati. Begitu ada gesekan politik, sound horeg biasanya langsung dihidupkan lagi. Begitu situasi agak tenang, speaker pun dimatikan. Terbaru, pada Juni 2024, sound horeg Korsel kembali aktif. Alasannya? Korea Utara mengirim balon berisi sampah ke wilayah Selatan sebagai bentuk protes terhadap selebaran anti-Korut yang dikirim aktivis Korsel. Balasan Seoul? Ya, suara nyaring dari perbatasan yang bisa didengar hingga kilometer jauhnya. Akhir Era Sound Horeg di 2025 Pada Agustus 2025, sebuah babak baru dimulai. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, memutuskan untuk membongkar semua sound horeg yang ada di perbatasan. Alasannya jelas, yakni ingin menciptakan hubungan yang lebih damai dengan Korea Utara. Sejak awal kampanye, Lee sudah menegaskan bahwa diplomasi dan kerja sama lebih penting daripada perang psikologis. Dengan dicabutnya pengeras suara ini, ia berharap kedua negara bisa fokus membangun hubungan yang lebih sehat tanpa saling mengusik lewat suara. Perlukah Sound Horeg di Masa Depan? Kalau mau jujur, sound horeg ini punya dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia efektif untuk menunjukkan kekuatan lunak (soft power) Korea Selatan, mempamerkan budaya, musik, dan cara hidup yang bebas. Tapi di sisi lain, ia juga memicu ketegangan baru yang bisa merugikan kedua pihak. Selain itu, dunia sudah cukup bising dengan berbagai konflik. Daripada mengadu suara di perbatasan, akan lebih bermanfaat kalau kedua negara fokus membangun jembatan komunikasi yang sehat. Bayangkan kalau energi dan teknologi yang dipakai untuk sound horeg justru digunakan untuk proyek kolaborasi lintas batas, misalnya, pertukaran budaya atau pembangunan infrastruktur bersama. Memang, sejarah panjang konflik Korea tidak mudah dihapus hanya dengan mematikan speaker. Tapi setidaknya, langkah Presiden Lee Jae Myung bisa jadi awal untuk mengubah narasi. Dari yang tadinya siapa lebih nyaring menjadi siapa lebih bijak. Sound horeg bukan cuma soal speaker raksasa di perbatasan Korea. Ia adalah simbol dari persaingan panjang, adu ideologi, dan strategi perang psikologis antara Selatan dan Utara. Sekarang, setelah era sound horeg resmi berakhir pada 2025, tantangan baru muncul: bisakah kedua negara menjaga perdamaian tanpa saling mengusik? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, kalau suara bisa memecah belah, suara juga bisa menyatukan. Tinggal bagaimana kedua pihak memilih nada yang tepat. Kalau kalian menyikapi sound horeg ini gimana? Mengingat di Indonesia penuh pro dan kontra?*** Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Foto ilustrasi GPT

Read More

Peluncuran Perdana ‘Dapur Makan Bergizi Gratis di Ceger-Cipayung 001’ Wujud Kepedulian untuk Generasi Sehat

Dapur Makan Bergizi Gratis Kolaborasi Untuk Peningkatan Kualitas Gizi Anak-Anak Sekolah. Jakarta Timur – 1miliarsantri.net: Suasana peringatan HUT RI ke-80 tahun 2025 masih hangat terasa di relung jiwa bangsa Indonesia. Masih dalam suasana peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, lahir sebuah momentum bersejarah bagi masyarakat Cipayung, khususnya para siswa-siswi dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), hadirnya program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Ceger – Cipayung 001 resmi diluncurkan untuk pertama kalinya. Program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan gizi anak-anak sekolah di wilayah Cipayung, sekaligus wujud nyata dari kepedulian bersama terhadap pentingnya makanan sehat dalam mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa. Acara launching perdana berlangsung sederhana namun sarat makna, pada Senin 25 Agustus 2025. Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), perwakilan Yayasan Mustika Cakrawala Nusantara sebagai mitra dapur MBG, serta para relawan yang selama ini bekerja di balik layar menyiapkan kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi antara lembaga, masyarakat, dan para pegiat sosial yang berkomitmen menghadirkan solusi untuk peningkatan kualitas gizi anak-anak sekolah. Dalam sambutannya, Kepala SPPG, Ibu Wahyu Armadhea Putri, menekankan bahwa program ini bukan sekadar memberi makan gratis. Lebih dari itu, dapur bergizi gratis menjadi sarana untuk menanamkan nilai gotong royong, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat sejak dini. “Kami berharap program ini berkelanjutan, konsisten, dan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk segera melakukan hal serupa. Kesehatan anak-anak adalah investasi masa depan bangsa,” tegasnya. Sejak pagi hari, tim relawan sudah menyiapkan hidangan bergizi untuk kemudian didistribusikan ke sekolah-sekolah yang sebelumnya telah terdata sebagai penerima manfaat. Kepala sekolah bersama para guru tampak antusias menyambut program ini. Mereka menilai hadirnya dapur bergizi gratis sangat membantu, terutama bagi siswa-siswi yang membutuhkan asupan makanan sehat untuk mendukung proses belajar mengajar. Menu yang disajikan pun tidak sembarangan. Seluruh hidangan dipilih dengan memperhatikan kandungan nutrisi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, serat, hingga vitamin. Dengan begitu, makanan yang diberikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mendukung perkembangan fisik dan daya konsentrasi anak. Momen haru turut dirasakan oleh Ketua Yayasan Mustika Cakrawala Nusantara, Ibu Gesty Probowati W., S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, ia tak kuasa menahan tangis bahagia atas terwujudnya program ini. Menurutnya, peluncuran dapur bergizi gratis merupakan buah kerja keras berbagai pihak yang telah berkolaborasi demi kepentingan bersama. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, yang telah memberikan dukungan penuh hingga program ini berhasil diwujudkan. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, tanpa kebersamaan ini mustahil program bisa berjalan. Semoga keberkahan selalu menyertai langkah kita,” ungkapnya penuh rasa syukur. Hadirnya Dapur Makan Bergizi Gratis Ceger – Cipayung 001 diharapkan dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan. Harapan besar disampaikan oleh pihak sekolah dan masyarakat agar kebutuhan dasar gizi siswa-siswi terpenuhi dengan baik. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, cerdas, serta mampu berprestasi, sehingga cita-cita besar mencetak generasi unggul bagi bangsa Indonesia dapat tercapai. Program ini juga menjadi simbol bahwa kolaborasi lintas sektor—antara lembaga, yayasan, masyarakat, dan pemerintah—dapat melahirkan gerakan nyata untuk kesejahteraan bersama. Launching perdana ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan langkah awal dari perjalanan panjang menuju masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.** Penulis : Ki Ageng Sambung Bhadra Nusantara Editor : Thamrin Humris Foto Istimewa

Read More

Robot Jaguar Dipakai Militer Israel Gantikan Tentara Tempur Dalam Perang Gaza

‘Jaguar’: Robot Terbaru dan Tercanggih IDF Hadapi Pejuang Palestina Yerusalem – 1miiliarsantri.net: Robot Jaguar merupakan sistem robotik semi-otonom yang dirancang untuk menggantikan peran prajurit di perbatasan, khususnya pada zona perbatasan Gaza. Robot ini dikembangkan bersama oleh IDF dan Israel Aerospace Industries (IAI). Militer Israel mengandalkan Jaguar untuk menggantikan tentara tempurnya menghadapi pejuang Palestina di jalur Gaza, yang hingga saat ini belum mampu dikuasai Israel, juga belum bisa melunpuhkan kekuatan Hamas. Fungsi Utama Jaguar Energi dan Daya Tahan Perangkat militer IDF ini diperkuat beberapa baterai lithium-ion 6T COMBATT yang diproduksi oleh perusahaan Epsilor. Setiap unit Jaguar dilengkapi baterai yang menyimpan lebih dari 16 kWh energi—memberikan daya tahan cukup untuk berbagai fungsi, termasuk propulsi, persenjataan, sensor, dan sistem komunikasi. Manfaat Strategis Dalam Perang Kelemahan Jaguar Jaguar memang menawarkan keunggulan besar dalam mengurangi risiko bagi prajurit dan menjaga perbatasan secara 24/7. Namun, ia masih terbatas pada ketahanan energi, potensi kerentanan elektronik, biaya tinggi, serta isu etika dan hukum perang. Penggunaan Jaguar dalam era perang modern bukan solusi tunggal, penggunaan robot tempur bagian dari kombinasi pertahanan dengan kemampuan prajurit manusia.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : EurAsianTimes dan IDF.IL

Read More

Kuburan Anak-anak: Gaza dalam Surat Emine Erdoğan kepada Melania Trump

Gaza – 1miliarsantri.net : Enam tahun setelah pertemuan mereka di Gedung Putih, sebuah surat dari Ankara kembali menghubungkan Emine Erdoğan, Ibu Negara Turki, dengan Melania Trump, mantan Ibu Negara Amerika Serikat. Namun kali ini, surat itu bukan sekadar menyapa seorang teman lama, melainkan sebuah jeritan nurani tentang krisis kemanusiaan di Gaza. Dalam surat bertanggal 22 Agustus 2025, Emine Erdoğan membuka dengan kenangan personal: makan malam bersama, percakapan hangat, dan berjalan di taman Gedung Putih. Ia menekankan bahwa pertemuan itu meninggalkan kesan mendalam, terutama karena ia melihat dalam diri Melania seorang perempuan dengan hati nurani yang peka terhadap isu kemanusiaan. “Saya merasakan Anda memiliki hati yang penuh kepedulian terhadap masalah-masalah kemanusiaan,” tulis Emine. Kenangan itu menjadi jembatan menuju pesan utama: seruan agar Melania menggunakan kepeduliannya bukan hanya untuk anak-anak Ukraina, tetapi juga bagi anak-anak Palestina yang kini menghadapi kehancuran di Gaza. Dari Ukraina Menuju Gaza Emine Erdoğan memuji langkah Melania yang sebelumnya menulis surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai penderitaan anak-anak Ukraina. Baginya, kata-kata itu mencerminkan rasa kemanusiaan universal. “Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan penuh kasih dan aman,” tulisnya, mengutip kembali pernyataan Melania. Namun, Emine mengingatkan bahwa hak tersebut tidak boleh terbatas pada wilayah atau bangsa tertentu. Anak-anak Palestina di Gaza pun memiliki hak yang sama untuk tertawa, bersekolah, dan bermimpi. “Saya percaya, dengan semangat yang sama, Anda juga akan bersuara lebih kuat untuk anak-anak Gaza, di mana dalam dua tahun terakhir sebanyak 18 ribu anak dan 62 ribu warga sipil tak berdosa telah dibunuh dengan kejam,” ungkapnya. Gaza: Neraka Bagi Anak-anak Bagian paling mengguncang dari surat itu adalah deskripsi Emine Erdoğan mengenai kondisi Gaza. Mengutip UNICEF, ia menulis bahwa setiap 45 menit satu anak terbunuh di Gaza. Ia menggambarkan tanah Gaza sebagai “neraka bagi anak-anak” dan bahkan sebagai “kuburan anak-anak.” Lebih memilukan lagi, ia menyinggung istilah “tentara tak dikenal” yang biasa digunakan dalam perang, kini berubah menjadi “bayi tak dikenal.” Ribuan anak Palestina tewas dengan kondisi tubuh hancur sehingga tidak dapat lagi diidentifikasi. Mereka dikafani tanpa nama, meninggalkan luka yang dalam di hati nurani dunia. “Anak-anak yang tersisa, dengan luka jiwa yang berat, menangis di hadapan kamera, mengatakan mereka ingin mati,” tulis Emine. Kehilangan orang tua, rumah, dan rasa aman membuat mereka kehilangan alasan untuk berharap. Tawa yang Hilang Surat itu menegaskan bahwa tragedi ini bukan hanya soal politik atau militer, melainkan tentang hilangnya sesuatu yang paling sederhana sekaligus paling berharga: tawa anak-anak. “Tawa yang hilang bukan hanya milik anak-anak Ukraina. Anak-anak Palestina juga berhak atas tawa, kebebasan, dan masa depan yang bermartabat,” tulis Emine. Ia menyerukan agar Melania menggunakan suaranya untuk mendesak penghentian krisis kemanusiaan di Gaza, bahkan jika itu berarti menyampaikan pesan langsung kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Menurutnya, dunia sedang berada di titik balik. Semakin banyak negara yang mengakui Palestina, dan seruan Melania untuk Gaza bisa menjadi bagian penting dari momentum sejarah ini. Bukan Hanya Genosida, Tetapi Sistem yang Rusak Lebih jauh, Emine Erdoğan menekankan bahwa tragedi di Palestina adalah cermin dari ketidakadilan global. Bukan hanya soal ribuan korban jiwa, tetapi juga bagaimana kepentingan segelintir orang dapat menginjak-injak nilai kemanusiaan. “Sistem internasional yang penuh ketidakadilan ini dipaksakan kepada dunia,” tulisnya. Bagi Emine, dunia harus bersatu mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan, menentang ketidakadilan, dan membela hukum internasional yang sering diabaikan. Hanya dengan begitu, katanya, dunia dapat melawan keputusasaan dan menyalakan kembali harapan bagi generasi mendatang. “Hanya dengan begitu, ‘tawa yang dibungkam dari anak-anak’ bisa kita pulihkan, dan dunia bisa menemukan peluang bagi perdamaian yang berkelanjutan,” lanjutnya. Potret Anak-anak yang Hilang Surat Emine juga menyebut nama-nama yang kini menjadi simbol penderitaan Gaza. Hind Receb, bocah enam tahun, tewas ditembak dengan 35 peluru. Rim, anak perempuan tiga tahun, mengucap selamat tinggal terakhir kepada kakeknya sebelum keduanya terbunuh. Mereka hanyalah dua dari 18.885 bayi dan anak Gaza yang telah meregang nyawa. Bagi Emine, angka itu bukan sekadar statistik, melainkan wajah-wajah kecil yang lenyap bersama tawa dan mimpi mereka. Namun, ia menolak menyerah pada kesedihan. “Lebih dari satu juta anak Gaza masih hidup. Mereka adalah harapan terakhir kita,” tulisnya. Harapan yang Masih Ada Di akhir suratnya, Emine Erdoğan menulis dengan nada tegas dan penuh urgensi: “Sudah saatnya kita bertindak.” Ia mengingatkan Melania—dan dunia—bahwa tragedi Gaza bukan hanya masalah politik, melainkan ujian nurani. Di tengah kehancuran, anak-anak yang masih hidup adalah simbol keteguhan. Mereka adalah suara masa depan yang menolak dibungkam, meski dunia sering memilih diam. “Saya berharap Anda juga mau menanamkan harapan yang sama bagi anak-anak Gaza yang rindu pada kedamaian,” tulisnya. Sebuah Panggilan Universal Surat itu ditutup dengan kalimat yang menusuk: “Kita sudah kehilangan banyak anak Gaza. Namun, lebih dari satu juta anak masih hidup. Mereka adalah satu-satunya kesempatan yang kita punya.” Bagi Emine Erdoğan, surat ini memang ditujukan kepada Melania Trump. Namun, isinya jelas melampaui sekadar hubungan pribadi. Ia adalah panggilan universal untuk seluruh dunia: apakah kita masih punya hati untuk peduli pada anak-anak yang sedang direnggut dari hidupnya? Pesan itu kini bergema jauh melampaui dinding istana atau meja diplomasi. Ia mengetuk hati siapa saja yang membacanya: para pemimpin, masyarakat internasional, dan kita semua. Karena pada akhirnya, tawa anak-anak adalah bahasa kemanusiaan yang paling universal—dan sejarah akan mencatat apakah dunia memilih untuk melindunginya, atau membiarkannya hilang selamanya. Penulis : Abdullah al-Mustofa Foto Ilustrasi Ai Editor : Toto Budiman Sumber: Anadolu Agency https://www.aa.com.tr/en/americas/letter-from-emine-erdogan-to-melania-trump-on-humanitarian-crisis-in-gaza-indeed-it-is-time/3667142

Read More

Lowongan Kerja ‘Rekrutmen Tenaga Pendamping Agribisnis 2025’ Link Daftar dan Persyaratan Cek Disini

Program Pengembangan Korporasi Pertanian Berbasis Koperasi Jakarta – 1miliarsantri.net: REKRUTMEN TENAGA PENDAMPING AGRIBISNIS (TPA), Pengembangan Korporasi Pertanian Berbasis Koperasi bertujuan untuk mendukung pengelolaan kawasan dan rantai nilai komoditas pertanian yang berkelanjutan dan inklusif. Peluang lowongan kerja yang disediakan oleh ICCI dalam Program Rekrutmen Tenaga Pendamping (TPA) terbuka bagi anda semua yang ingin menjadi Tenaga Pendamping Agribisnis (TPA). TPA bekerja secara on site di wilayah program. Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) berdiri sejak tahun 2018. Dengan Misi utama mendorong dan mengerjakan inovasi perkoperasian di Indonesia. Inovasi yang dikerjakan meliputi: kebijakan dan regulasi, bisnis dan kelembagaan, teknologi dan dimensi lainnya. Kami meyakini dengan inovasi wajah koperasi Indonesia akan kembali segar. LOWONGAN KERJA / REKRUTMEN TPA 2025 Info lowongan kerja terbaru yang disajikan 1miliarsantri.net berasal dari ICCI. Pendaftaran Tenaga Pendamping Agribisnis 2025, Program Pengembangan Korporasi Pertanian Berbasis Koperasi membuka kesempatan bagi Bapak/ Ibu menjadi Tenaga Pendamping Agribisnis (TPA). TPA bekerja secara on site di wilayah program dilaksanakan. A. Kualifikasi: B. Persyaratan:  C. Benefit dan Masa Kontrak:  Informasi lebih lanjut dapat menghubungi email theicci.id@gmail.com  LINK DAFTAR dan Ketentuan, Untuk mengetahui ketentuan dan pendaftaran dapat disimak melalui link resmi di: https://bit.ly/TPAICCI. Tata Cara Pendaftaran Baca dan isi semua formulir dengan teliti dan seksama: Ketentuan Lain Jika sahabat 1miliarsantri.net berminat bergabung dalam program tersebut, siapkan semua persyaratan administrasinya, semoga berhasil mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan ICCI dalam Program Tenaga Pendamping Agribisnis “TPA” 2025. Ikuti terus INFO LOKER dari portal 1MILIARSANTRI.NET, jangan sampai terlewatkan update info loker terbaru dari sumber terpercaya, jangan lupa mendukung kami dengan like-komen dan subscribe, serta Ikuti Saluran WhatsApp 1 MILIAR SANTRI.NET.***

Read More

PT Epson Batam Buka Lowongan Kerja Terbaru 5 Posisi Menarik untuk Lulusan SMA/SMK dan Sarjana

Batam – 1miliarsantri.net: PT EPSON BATAM (PEB) adalah perusahaan yang bergerak dibidang elektronik manufaktur yang sudah berdiri di Batam sejak tahun 1991. Induk perusahaan PEB berada di Jepang dengan total 81 perusahaan afiliasi yang tersebar di seluruh dunia, termasuk PT Epson Batam. Bisnis utama Epson adalah memproduksi tinta cetak/ cartridge, mikro device dan scanner. Visi perusahaan adalah melampaui ekpektasi pelanggan, menjadi perusahaan yang dipercaya dan mutlak dibutuhkan. Seiko Epson Corporation, Perusahaan ini berdiri pertama kali pada Mei 1942 di Suwa, Nagano, Jepang, dengan nama Daiwa Kogyo Ltd. sebagai pabrik komponen jam tangan, didirikan oleh Hisao Yamazaki dengan dukungan investasi dari keluarga Hattori, pendiri Seiko Group. Lowongan Kerja PT Epson Batam Saat ini PT Epson Batam membuka lowongan kerja terbaru untuk 5 posisi menarik untuk lulusan SMA/SMK dan Sarjana. Jika berminat silahkan pelajari informasi loker berikut ini: Informasi ini dikutip dan diupdate disnakerja.com pada 23 Agustus 2025. Penempatan di Kepulauan Riau, dengan tipe pekerjaan Full Time, Pengalaman 0-2 tahun dengan kategori: D3, Ekonomi dan Bisnis, Fresh Graduate, Full Time, Manufaktur, Matematika & IPA (MIPA), S1, SMA/SMK, SWASTA, Teknik. Pendidikan minimal : SMA/SMK, D3, D4/S1. Untuk informasi detail Job Desk dan Persyaratan silahkan klik link berikut ini: DISNAKERJA-LOWONGAN KERJA dan Link Daftar silahkan klik: https://www.erecruitment.co.id/Vacancy. Jika tertarik dengan posisi yang ditawarkan PT Epson Batam dalam Lowongan Kerja ini, silahkan siapkan persyaratan administrasinya dan penuhi kualifikasi yang tertera dalam informasi pendaftaran dan segera daftar atau lamar melalui link resmi PT PEB.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : DISNAKERJA dan https://www.erecruitment.co.id/

Read More

Cari Kerja? PASKER ID Kementerian Tenaga Kerja Tersedia Banyak Informasi Ketenagakerjaan

Pusat Pasar Kerja dibentuk sebagai jawaban dari permasalahan Link and Match dan ekosistem digital ketenagakerjaan yang merupakan keharusan dalam menghadapi era revolusi digital 4.0 Jakarta – 1miliarsantri.net: PASKER ID merupakan wahana yang tepat bagi pencari kerja dan pemberi kerja, dimana Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia memfasilitasi secara digital, sementara bentuk layanan fisik ada di gedung empat lantai yang terletak di Jl. Gatot Subroto Kav. 44, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 12710. Pusat Pasar Kerja menjadi hub sekaligus etalase terdepan Kementerian Ketenagakerjaan dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di indonesia. Pasker ID merupakan unit baru di Kementerian Ketenagakerjaan yang terus berupaya mengoptimalkan Peran guna mewujudkan Sistem Informasi Pasar Kerja Nasional atau Labour Market Information System (LMIS). Layanan dan Fungsi Utama Pasker ID Pusat Pasar Kerja Indonesia (Pasker ID), Merupakan unit kerja yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja secara digital, terintegrasi, dan inklusif, dengan layanan dan fungsi utama sebagai berikut: Kebutuhan Tenaga Kerja Berikut 1miliarsantri.net melalui rubrik INFO LOKER menyajikan data kebutuhan tenaga kerja yang dikutip dari Pasker ID. Top 10 Lowongan Kerja Berdasarkan Sektor Usaha dan Jabatan Ikuti terus dan update informasi lowongan kerja melalui rubrik INFO LOKER dari portal 1MILIARSANTRI.NET dari sumber terpercaya, jangan lupa like share dan subscribe media sosial kami. Kami juga menghasilkan produk-produk Digital Informasi yang bermanfaat bagi semua kalangan.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : KEMENAKER.GO.ID dan PASKER ID

Read More

Poisoning Babies: Aktivis Surabaya Demo Gambar Bayi Terbungkus Plastik

Surabaya – 1miliarsantri.net : Puluhan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Ecoton Foundation menggelar aksi protes di depan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, mendesak penghentian ekspor limbah plastik ke Indonesia. Mengangkat tema “poisoning babies” atau meracuni bayi, aksi ini menyoroti temuan mikroplastik di plasenta, urine, bahkan darah manusia, yang dianggap membahayakan kesehatan generasi mendatang. Para demonstran menggunakan boneka bayi dan manekin terbungkus plastik sebagai simbol visual ancaman polusi plastik terhadap anak-anak. Spanduk dengan pesan tegas seperti “Australia’s plastic waste is poisoning our babies” dan “Your plastic lifestyle destroys our future” terpampang jelas, menambah tekanan moral pada Australia agar menghentikan pengiriman sampah plastik ke Indonesia. Ancaman Limbah Plastik dari Australia ke Indonesia Menurut data Ecoton, sejak 2020 hingga 2024 Australia telah mengekspor lebih dari 2,7 miliar kilogram sampah kertas ke Indonesia. Sebagian besar dari limbah ini terkontaminasi plastik fleksibel, kemasan multilayer, dan material sekali pakai yang sulit didaur ulang. Setiap bulan, sekitar 4.000 ton sampah kertas masuk ke Indonesia, setara dengan 50.000–60.000 ton per bulan,  jumlah yang melebihi kapasitas pengolahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo di Surabaya. Selain kertas terkontaminasi, data Ecoton mencatat bahwa pengiriman sampah plastik murni (HS Code 3915) dari Australia ke Indonesia pada periode 2023–2024 mencapai 22.333 ton, naik 27,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik bahwa Indonesia menjadi tempat pembuangan limbah plastik negara maju. Aktivis menegaskan bahwa perdagangan limbah global yang awalnya dianggap solusi sirkularitas justru memperparah ketimpangan lingkungan antarnegara. Mikroplastik: Ancaman Nyata bagi Bayi dan Kesehatan Publik Penelitian Ecoton bersama tim internasional menemukan mikroplastik di tubuh manusia, mulai dari darah, urine, hingga cairan ketuban. Hasil temuan mencengangkan: Menurut Prigi Arisandi, Direktur Eksekutif Ecoton, bayi berpotensi menelan hingga 660.000 partikel mikroplastik per tahun, yang dapat menyebabkan stres oksidatif, kerusakan DNA, gangguan hormonal, dan risiko penyakit kronis di masa depan. Aksi protes di Surabaya ini juga bertepatan dengan kegiatan Plastic-Free July 2025 di Taman Apsari, di mana aktivis menyerukan larangan penggunaan plastik sekali pakai, terutama kemasan sachet, mencontoh kebijakan anti-plastik satuan yang sudah diterapkan di Bali. Desakan Kebijakan dan Peran Indonesia di Diplomasi Global Selain menekan Australia, Ecoton mendesak pemerintah Indonesia untuk memperketat pengawasan impor plastik dan menegakkan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) agar produsen bertanggung jawab penuh pada daur hidup produknya. Meski Indonesia memiliki standar limbah impor, pelaksanaannya sering dinilai tidak konsisten. Tiza Mafira dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik menegaskan, “Regulasi ada, tapi pelaksanaannya lemah. Pemerintah pusat dan daerah harus satu suara.” Di tingkat global, aksi ini mendukung Perjanjian Global Plastik (Global Plastic Treaty) yang sedang dirundingkan di Jenewa. Jika perjanjian tersebut mengikat secara hukum, Indonesia dapat memainkan peran strategis sebagai negara berkembang yang menjadi korban perdagangan limbah plastik, sekaligus menjadi penggerak diplomasi lingkungan internasional. Aktivis menilai Surabaya bisa menjadi titik balik perjuangan melawan ketimpangan ekologis, dengan menggabungkan kekuatan masyarakat sipil, akademisi, dan pemerintah dalam satu visi: menghentikan aliran limbah plastik berbahaya dari luar negeri. Simbolisasi Visual yang Menggugah Kesadaran Publik Aksi ini menegaskan pentingnya pendekatan visual dalam menyampaikan pesan lingkungan. Simbol bayi terbungkus plastik tidak hanya menggugah emosi, tetapi juga menjadi metafora kuat bahwa polusi plastik adalah krisis yang menyentuh kehidupan paling mendasar. Dengan pesan seperti “poisoning babies” terpampang di ruang publik, demonstrasi ini tidak hanya mengkritik sistem perdagangan limbah global, tetapi juga mengajak warga kota untuk merenungkan peran pribadi dalam rantai konsumsi plastik. Pesan yang dibawa para aktivis di Surabaya adalah jelas mengenai isu limbah plastik bukan hanya masalah lingkungan, melainkan masalah kesehatan publik, keadilan sosial, dan kedaulatan negara. Penulis: Faruq Ansori Editor: Glancy Verona Foto by AI

Read More

Benarkah Anak Muda Harus Hijrah Digital? Ini Bukan Sekedar Tren Tapi Kewajiban!

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net: Di era yang penuh dengan distraksi, banyak orang mungkin mengira media sosial hanya menjauhkan kita dari nilai agama. Namun, siapa sangka justru dari sinilah lahir sebuah fenomena baru bernama Hijrah Digital. Sebuah pergerakan anak muda muslim yang menemukan kembali jati dirinya lewat dunia maya. Dari TikTok, Instagram, YouTube, hingga podcast Islami, hijrah yang dulunya identik dengan perubahan gaya hidup secara offline, kini bergeser menjadi sebuah tren spiritual modern yang semakin kuat gaungnya. Lalu, mengapa Hijrah Digital begitu diminati dan apa makna sesungguhnya di balik fenomena ini? Mari kita bahas lebih terperici agar menambah pemahaman melalui penjelasan di bawah ini! Apa Itu Hijrah Digital? Sebelum masuk lebih jauh, penting bagi kamu untuk memahami arti dari Hijrah Digital. Pada dasarnya, hijrah berarti berpindah dari sesuatu yang buruk menuju sesuatu yang lebih baik. Dalam konteks digital, hijrah ini diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai jalan untuk memperdalam ilmu agama serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Generasi Z menjadi kelompok yang paling menonjol dalam fenomena ini. Mereka adalah generasi yang lahir dan tumbuh di tengah derasnya arus teknologi. Akses terhadap internet dan media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Menariknya, di tengah arus hiburan digital yang cenderung melalaikan, mereka justru menjadikannya sebagai sarana untuk memperbaiki diri. Media Sosial sebagai Ladang Dakwah Baru Tidak bisa dipungkiri, media sosial kini menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam menyebarkan pesan dakwah. Hijrah Digital membuktikan bahwa dakwah bisa bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Dan beberapa media sosial yang bisa dilakukan sebagai lading dakwah baru, seperti: 1. TikTok Platform video singkat ini menjadi pintu masuk bagi banyak anak muda. Dari motivasi hijrah, kutipan ayat Al-Qur’an, hingga nasihat islami singkat, semuanya hadir dengan format yang ringan namun membekas di hati. 2. Instagram Lewat poster digital, reels, hingga infografis islami, Instagram mampu menyebarkan pesan dakwah yang estetis dan mudah dicerna. Visual yang menarik menjadikan pesan agama terasa lebih dekat dengan keseharian kamu. 3. YouTube Bagi yang ingin mendapatkan kajian lebih mendalam, YouTube hadir dengan pilihan beragam. Dari kajian panjang, live streaming, hingga ceramah yang membahas isu-isu aktual, semua bisa diakses kapanpun. 4. Podcast Islami Format audio menjadi favorit generasi multitasking. Kamu bisa mendengarkan kajian sambil bekerja, belajar, atau bahkan berkendara. Inilah bukti nyata bahwa dakwah kini benar-benar hadir sesuai dengan kebutuhan zaman. Dampak Positif Hijrah Digital Fenomena Hijrah Digital bukan sekadar tren, tetapi membawa dampak besar bagi kehidupan anak muda. Kamu bisa mendapatkan akses ilmu agama yang lebih luas. Tidak lagi terbatas pada kajian di masjid atau majelis taklim, kini ilmu bisa digali dari berbagai platform digital. Kemudian, dengan munculnya komunitas virtual Islami yang mendukung proses hijrah. Mereka saling berbagi pengalaman, memberikan nasihat, dan mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan. Selain itu, kreativitas dalam berdakwah semakin berkembang. Mulai dari musik religi modern, ilustrasi digital, hingga storytelling islami, semua hadir dengan kemasan yang membuat pesan agama lebih mudah diterima oleh generasi muda. Tantangan dalam Hijrah Digital Meski membawa banyak manfaat, fenomena ini juga menyimpan tantangan yang tidak bisa diabaikan. Salah satunya adalah informasi yang tidak terverifikasi. Tidak semua konten dakwah yang kamu temukan di media sosial bersumber dari ulama atau dai yang kredibel. Jika tidak selektif, bisa saja pemahaman agama menjadi keliru. Tantangan berikutnya adalah risiko hijrah yang hanya menjadi tren sesaat. Ada kalanya seseorang mengikuti arus hijrah digital hanya karena popularitas, bukan karena niat yang benar-benar ikhlas. Selain itu, distraksi digital juga menjadi masalah besar. Kamu mungkin berniat membuka aplikasi untuk menonton konten islami, namun akhirnya justru terjebak dalam hiburan yang melalaikan. Strategi Agar Hijrah Digital Lebih Bermakna Agar perjalanan Hijrah Digital tidak sekadar tren, kamu perlu menerapkan beberapa strategi sederhana agar hijrah lebih berakna. Dan beberapa strategi yang bisa kamu ikuti ialah seperti: 1.  Pilih sumber ilmu yang terpercaya Pilihlah sumber ilmu dari ustaz, dai, atau lembaga dakwah yang terpercaya. 2.  Atur waktu penggunaan media sosial Gunakan media sosial secukupnya untuk menambah ilmu, bukan sekadar mengisi waktu kosong. 3.  Amalkan ilmu yang didapat Jangan hanya berhenti pada konsumsi konten, tetapi terapkan ilmu dalam kehidupan nyata. Inilah esensi hijrah yang sesungguhnya: perubahan perilaku yang lebih baik. 4.  Bangun lingkungan positif Ikutlah dalam komunitas online yang mendukung ibadah dan semangat kebaikan. Dengan begitu, semangat hijrah akan terus terjaga. Fenomena Hijrah Digital menjadi bukti bahwa dakwah Islam tetap relevan di tengah perkembangan teknologi. Anak muda, khususnya Generasi Z, berhasil memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai jalan untuk menemukan makna hidup sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, hijrah bukanlah sekadar tren yang diikuti untuk sesaat. Hijrah adalah perjalanan spiritual panjang yang membutuhkan niat, ketekunan, dan pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, kamu bisa menjadikan Hijrah Digital bukan hanya sebagai konsumsi konten semata, melainkan sebagai langkah nyata menuju perubahan diri yang lebih baik. Pada akhirnya, hijrah ini adalah tentang bagaimana kamu menjaga shalat, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan hubungan dengan Allah SWT, meski berada di era digital yang serba cepat. Penulis: Vicky Vadila Muhti Editor : Ainun Maghfiroh dan Thamrin Humris Foto ilustrasi

Read More