Suhu Makkah mencapai 44 Derajat Celcius, Jamaah Haji diminta Jaga Kesehatan

Makkah – 1miliarsantri.net : Sebanyak 489 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diberangkatkan ke tanah suci, Sabtu pagi pukul 10.00 WIB (20/05/2023) yang sebelumnya diadakan acara pelepasan petugas di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Hadir dalam acara pelepasan, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Sadzily, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz dan Wibowo Prasetyo. Hadir pula jajaran Eselon II Ditjen PHU Kemenag Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Cecep Khairul Anwar. Sebanyak 498 PPIH itu terdiri dari 100 petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara, 248 petugas haji Daker Madinah, 12 petugas di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, serta 129 tenaga kesehatan. Saat ini para petugas sudah berada di Makkah dan mengabarkan kondisi serta cuaca kota Makkah terpantau panas dengan rentang suhu udara 35-44 derajat Celsius dari pagi hingga sore hari. Seperti di seputaran Hotel Manarat Almina Hotel, yang lokasinya berada tak jauh dari Kantor Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di kawasan Syisyah, Kota Makkah. Lokasi ini berjarak 3 Km dari Masjidil Haram. Cuaca di kawasan ini cenderung terik dan berangin. Sinar matahari terik menyengat kulit. Mata pun terasa perih dan silau jika tidak menggunakan kacamata. Dengan kondisi ini, para petugas menyarankan jamaah untuk nantinya menggunakan alat pelindung diri seperti topi, kacamata, payung, dan jangan lupa alas kaki. Jamaah agar selalu membawa tempat minum dan madu. Tujuannya adalah agar jamaah bisa menghindari dehidrasi dengan banyak minum. Petugas haji juga menyarankan banyak mengonsumsi vitamin ketika masih berada di tanah air, dianjurkan lebih menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan semua aktifitas dan kegiatan haji mulai dari awal hingga akhir. (rid)

Read More

Pemerintah RI Menyiapkan Tambahan Kuota 15% Jamaah Per Provinsi

Jakarta – 1miliarsantri.net : Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Hilman Latief menyebut jamaah haji reguler cadangan memiliki kesempatan untuk melaksanakan haji tahun 2023 ini. Hal tersebut bisa terjadi jika jamaah calon haji sudah melakukan pelunasan Bipih dan kuota jamaah haji reguler belum terpenuhi. “Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menambah jumlah jamaah cadangan dari awalnya diberlakukan secara merata sebesar 15 persen dari kuota masing-masing provinsi, menjadi dihitung secara proporsional,” terangnya dalam keterangan pers kepada media, Senin (22/5/2023). Berdasarkan ketentuan baru ini, bagi provinsi dengan sisa kuota masih cukup banyak maka jumlah cadangan yang diberi kesempatan melunasi mencapai 40 persen. Sementara, jika di provinsi yang lain sisa kuotanya tinggal sedikit, maka jumlah cadangan ditambah menjadi 20 persen. “Kuota cadangan setiap provinsi pada tahap perpanjangan ini kita hitung secara proporsional, dengan besaran prosentase dari 20% sampai 40%,” lanjutnya. Ada sembilan provinsi dengan kuota cadangan 20 persen. Mereka adalah Jambi, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. “Sebanyak 12 provinsi memiliki kuota cadangan 25 persen, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Maluku Utara, serta Sulawesi Barat,” imbuhnya. Provinsi dengan kuota cadangan 30 persen adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Papua, Kepulauan Riau, Papua Barat dan Kalimantan Utara. Untuk Jawa Timur dan Maluku kuota cadangannya sebesar 35 persen dan DKI Jakarta mencapai 40 persen. “Jamaah yang melunasi biaya haji dengan status cadangan disebut akan diberangkatkan, jika sampai dengan penutupan seluruh tahapan pelunasan masih ada sisa kuota pada masing-masing provinsi. Jika mereka tidak bisa berangkat tahun ini, akan menjadi prioritas untuk keberangkatan tahun depan,” urai Hilman. Adapun jamaah cadangan yang berhak melunasi adalah mereka yang berada pada urutan nomor porsi berikutnya berdasarkan data SISKOHAT. Beberapa ketentuan yang harus dipenuhi adalah berstatus cicil aktif, belum pernah menunaikan Ibadah Haji atau sudah pernah menunaikan Ibadah Haji paling singkat 10 (sepuluh) tahun, serta berusia paling rendah 18 tahun pada tanggal 24 Mei 2023 atau sudah menikah. Bagi jamaah yang tidak memenuhi kriteria ini, maka disebut belum berhak melakukan pelunasan haji 1444 H. Ia pun meminta agar jamaah tidak tergiur jika ada pihak-pihak yang menjanjikan keberangkatan. Pembayaran setoran lunas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dilakukan pada BPS Bipih yang sama dengan setoran awal atau BPS Bipih pengganti. Untuk jadwal pelunasan Bipih reguler sendiri telah dibuka mulai 11 April dan berakhir Jumat (19/5/2023) lalu. “Apalagi yang meminta biaya pelunasan, dengan dalih mereka yang akan membayarkan ke bank. Hanya yang memenuhi kriteria yang berhak dan akan diterima proses pelunasannya saja yang siap diberangkatkan,” pungkasnya.

Read More

Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi : Santri Harus Bisa Jadi Profesional

Solo – 1miliarsantri.net : Seorang santri yang sudah lulus dari pondok pesantren tak harus jadi kyai, jadi juru dakwah tapi santri harus bisa meniti karir di bidang profesional seperti dokter atau doktor dalam suatu bidang keilmuan. Hal tersebut merupakan keinginan Pendakwah asal Solo, Jawa Tengah, Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi. Menurut nya, para santri mempunyai peluang untuk meniti karir di bidang profesional, seperti menjadi dokter ataupun doktor. Profesionalisme di suatu bidang membuat dakwah lebih mudah diterima di tengah masyarakat luas. “Dengan begitu, seorang santri setelah lulus dari pesantren, bisa menjadi orang yang bermanfaat di tengah masyarakat. Menjadi orang yang bermanfaat itu ditandai dengan mempunyai ilmu untuk menyelamatkan diri, untuk menyelamatkan keluarga, dan selanjutnya untuk menyelamatkan orang lain,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/05/2023). Habib Muhammad memberikan alasan mengapa seorang santri harus memiliki kriteria atau kapasitas tersebut. Terkadang, masyarakat lebih mau mendengarkan ucapan dari seorang dokter dibandingkan apa yang disampaikan oleh ustadz dan habib. “Santri tidak harus jadi kyai, bisa juga menjadi dokter. Mohon maaf, dokter kalau memberikan ceramah itu bahkan lebih didengarkan ucapannya dibandingkan apa yang disampaikan ustadz ataupun habib. Kalau dokter, ada pasiennya sakit, kemudian dikasih tahu ‘shalat ya, nanti kamu bakalan sembuh’. Beda kalau datang ke selain dokter, pasti bakalan dibantah,” tukas Habib Muhammad. Oleh karena itu, Habib Muhammad mengingatkan kepada para santri agar giat dalam mengaji dan memperdalam keilmuan nya ketika masih berada di pesantren, karena santri memiliki amanat untuk menyebarkan ilmu yang telah didapatnya. “Maka dari itu, kalian para santri-santri itu punya amanat. Kalian harus ngaji yang giat, kemudian harus mengajarkan ilmu yang telah didapat,” tutur Habib Muhammad. Habib Muhammad menekankan kepada para santri tentang pentingnya mengaji. Dia mengaku selalu menekankan hal tersebut setiap kali mengisi ceramah. Dia ingin para santri gemar menuntut ilmu dengan cara mengaji kepada para ulama ataupun kiai. “Saya kalau ceramah, terutama pas di desa-desa sering menyampaikan ‘Bapak-ibu, pengajian akbar itu bagus, namun jangan sampai lupa untuk tetap mengaji’. Kenapa? karena beribadah itu harus dengan ilmu, tidak bisa jika tanpa ilmu,” ujar Habib Muhammad. Dia menegaskan, semua pekara dalam kehidupan manusia membutuhkan ilmu. Bahkan bukan hanya perkara akhirat, tapi perkara dunia pun membutuhkan ilmu. Maka itu, setiap muslim diwajibkan untuk terus belajar. “Jangankan ibadah, nyetir pun ada ilmunya, makanya ada kurus setir mobil. Masak juga ada ilmu, makanya ada sekolah tata boga. Itu semuanya pakai ilmu,” pungkas Habib Muhammad. (zen)

Read More

Gagal Sholat Jumat Karena Tidak Adanya Khatib

Bekasi -1miliarsantri.net : Jumat pekan lalu heboh di sosial media sebuah masjid di wilayah Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi gagal melaksanakan sholat Jumat dikarenakan tidak adanya khatib. Wal hasil para jamaah yang sudah hadir mengganti sholat Jumat dengan sholat Dzuhur berjamaah, pasal nya dari sekian jamaah juga tidak ada yang bersedia menjadi khatib. Sehari setelah terjadi gagalnya sholat Jum’at, Ketua DMI Kota Bekasi, Wakil Ketua DMI Kota Bekasi yang dihadiri Camat Pondok Gede, Bimbingan Massal Polri (Bimaspol), Bintara Pembina Desa (Babinsa), mendatangi lokasi dan bertemu Ketua DKM At Thoha didampingi Ketua RW dan RT setempat. Ketua DKM At Thoha, Ustadz Samsudin menyampaikan permohonan maaf atas gagalnya sholat Jum’at tersebut karena khotib utama yang dijadwalkan mendadak tidak bisa hadir atau berhalangan karena ada rapat di sekolah dan baru menghubungi Ustadz Haji Niin Abdul Ghani pada jam 11.45 sebagai Sekretaris DKM At Thoha. Kemudian, khotib cadangan Ustadz Ishak Ismail ada tugas mengiringi anak sekolah ke Yogyakarta, cadangan kedua, yaitu bendahara DKM sedang tugas sebagai security dan tidak bisa meninggalkan tempat tugas, sehingga terjadilah kekosongan imam dan khotib. Kejadian ini sudah kehendak Allah SWT, akan tetapi menyikapi permasalahan seperti tersebut perlu adanya sosialisasi dan edukasi tentang rukun khutbah Jum’at oleh DKM dan para tokoh agama atau memang sudah krisisnya tokoh agama di sekitar masjid tersebut. (aam)

Read More

Sultan Baabullah Menguasai dan melakukan Syiar Dakwah nya di 72 Pulau Wilayah Kekuasaan

Ternate – 1miliarsantri.net : Salah satu tokoh sejarah Indonesia yang memiliki peran cukup penting dalam mengusir penjajah Portugis di tanah Maluku dan juga dijuluki penguasa 72 pulau ini dikenal sebagai pejuang yang gigih dan berani, memiliki semangat yang tinggi serta tak gentar melawan penjajah. Dia adalah Sultan Baabullah Datu Syah. Sultan Baabullah pernah memimpin Kesultanan Ternate pada periode 1570-1583 M. Masa itu disebut sebagai zaman keemasan dalam sejarah Kesultanan Ternate. Sebab, Sultan Baabullah berhasil menaklukkan Portugis. Semasa kepemimpinan nya, Kesultanan Ternate menguasai 72 jazirah yang membentang dari Mindanao di utara sampai kepulauan Nusa Tenggara di selatan, dari pantai timur dan utara Sulawesi sampai ke tenggaranya hingga ke bagian dekat dengan Seram yang berbagi wilayah dengan Tidore. Kesultanan Ternate juga dikenal dengan nama Kerajaan Gapi saat dipimpin oleh Sultan Baabullah pada abad ke-16. Selain sebagai penguasa setempat, Sultan Baabullah juga menjadi pendukung dan penyebar syiar Islam, menjadikan kesultanan ini sebagai salah satu mercusuar peradaban Islam di Nusantara. Selama masa pemerintahannya, Sultan Baabullah berjuang melawan kesewenangan Portugis di Maluku dan berhasil menaklukkan mereka, sehingga dianggap sebagai zaman keemasan dalam sejarah Kesultanan Ternate. Pada usia muda, pria kelahiran 10 Februari 1528 itu telah digembleng oleh para mubaligh dan panglima serta menduduki beberapa posisi strategis, termasuk jabatan kapita samudera. Sultan Baabullah menggagas perlawanan terhadap Portugis setelah ayahnya, Sultan Khairun Jamil, dibunuh dengan cara laknat di benteng Sao Paulo. Di situ dia mengaumkan sumpah soya-soya sumpah jihad habis-habisan untuk mengusir orang-orang yang telah berlaku laknat di Negeri Ternate dengan membunuh Khairun Jamil dengan pengkhianatan yang sangat memalukan. Setelah ayahnya dibunuh, Sultan Baabullah Datu Syah mengerahkan kira-kira 2.000 armada kora-kora dan 120.000 pasukan untuk menghantam seluruh benteng-benteng Portugis di nusantara timur. Ia memimpin armada-armada perangnya untuk menghancurkan seluruh benteng Portugis kecuali benteng tempat ayahnya dibunuh, yang dikepung selama 5 tahun. Tidak ada lagi monopoli yang dilakukan oleh orang Portugis sehingga Sir Prancis Drake Laksamana Agung Inggris sempat berkunjung ke Ternate pada 1579 dan bertemu dengan Babullah yang dia gambarkan suaranya lirih dan anggun tapi kalau sudah mengaung bagaikan singa. Dalam dakwahnya, Sultan Baabullah Datu Syah juga dikenal sebagai seorang yang sangat gigih dan berani. Ia tidak hanya memimpin perlawanan melawan penjajah Portugis, tapi juga mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat setempat..Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan nasional kepada Sultan Baabullah pada 10 November 2020. Dia pun menjadi tokoh kedua dari Provinsi Maluku Utara yang menjadi pahlawan nasional, yakni setelah Sultan Nuku pada 1995. (nur)

Read More

Gus Baha : Kekuatan Politik dan Ekonomi Harus Dimiliki Orang Islam

Jakarta – 1miliarsantri.net : Ulama ahli tafsir Qur’an dan beberapa Kitab asal Rembang, Jawa Tengah, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menegaskan, umat Islam harus kuat secara ekonomi dan politik. Agar bisa menjalankan ajaran agama dengan aman dan nyaman, maka dua sektor tersebut perlu dikuatkan. Suami Ning Winda asal Pesantren Sidogiri, Pasuruan tersebut menyarankan kepada seluruh pemuda-pemuda Islam agar tidak bermalas-malasan. Umat Islam sebagai pemikul beban tanggung jawab generasi umat Islam di masa depan harus kuat secara ekonomi dan politik. “Karena ada hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kalah, harus lewat kemenangan. Ketika menang secara ekonomi, maka bisa membuat aturan,” terang Gus Baha. Gus Baha mencontohkan, jika umat Islam menerima keadaan miskin dan kalah secara politik sebagai bentuk tawadhu dan qanaah tidak bisa diterapkan secara global. Itu karena ketika ada umat Islam sakit, butuh biaya beli obat dan rumah sakit, maka tdak akan bisa selesai dengan bersabar saja. “Terkadang sikap tawadhu dan miskin tidak menyelesaikan masalah kok. Semisal orang tua kita atau ada keluarga sakit, maka butuh biaya pengobatan. Masak bisa selesai dengan ucapan terima kasih atau Bismillah saja,” lanjut Gus Baha. Tawadhu dan miskin jangan dinikmati berlebihan sehingga rasa nyaman tersebut tidak menjadikan orang yang menang secara ekonomi dan politik. Umat Islam harus berada di posisi menang yakni kaya dan memiliki kekuasaan. “Menang itu baik, hanya saja jangan maksa dengan jadi teroris. Yang belum ditakdirkan menang secara ekonomi dan politik, jangan maksa. Tiru Wali Songo, caranya halus, tapi tepat sasaran,” tutur Gus Baha. Sikap tawadhu dan qanaah memang baik. Hanya saja sikap tersebut harus ditempatkan pada posisi yang tepat. Itu agar tidak merugikan umat Islam dan agama Islam khususnya. “Di Indonesia orang shalat nyaman, ngaji nyaman, tidak ada yang melarang. Sebab di antara ciri ridha Allah, agama dijadikan kuat. Posisi menang punya sisi penyebab datangnya ampunan Allah, karena membuat agama Allah bisa dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya. (lim)

Read More

Kyai Azizi Hasbullah meninggal dunia

Jakarta – 1miliarsantri.net : Keluarga Besar Nahdlatul Ulama tengah berkabung karena kehilangan salah satu tokoh nya. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Azizi Hasbullah wafat Minggu pagi (21/5/2023) karena sebelum nya mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 142 pada Sabtu (20/5/2023) dan sempat mendapat perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung. Sedianya, Kiai asal Blitar Jawa Timur dan Ahli Fiqih ini hendak menghadiri Halaqah Fiqih Peradaban dan Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 Purwakarta bersama Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek KH Zahro Wardi. Semasa hidup, almarhum dikenal oleh banyak kerabat, sahabat dan segenap keluarga besar Nahdlatul Ulama sebagai sosok yang dikagumi banyak kalangan karena kealimannya dalam beberapa aspek. Seperti ilmu fiqih, ushul fiqih, aqidah, dan tasawuf. Pengasuh Pondok Pesantren Barran Selopuro Blitar, Jawa Timur ini merupakan ahli fiqih Nusantara yang inspiratif di kalangan para tokoh kiai yang lain. Sehingga tak ayal, kepergian almarhum meninggalkan kenangan yang sangat luar biasa. Kebanyakan para sahabat almarhum mengakui, kedalaman penguasaannya atas ilmu-ilmu syariat mendapatkan apresiasi luas dari kiai-kiai lain, termasuk di kalangan para masyayikh di Pondok Pesantren Lirboyo. Almarhum lebih banyak memberikan kajian kitab Tausyih ‘ala Ibnul Qasim karya Syekh Muhammad Nawawi Banten di Rumah Tua Lirboyo, hingga banyaj para sahabat dan kerabat nya yang mendapat inspirasi dan keteladanan secara terus-menerus mengaji, mengkaji, dan meng-upgrade study keilmuan Islam. Almarhum Kiai Azizi adalah sosok faqih yang terbuka, tegas dan luas dalam berdiskusi adu argumentasi dalam forum-forum bahtsul masail pesantren dan NU, seperti di Lirboyo, Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa Madura, Bahtsul Masail Syuriyah PWNU Jawa Timur, dan forum-forum bahtsul masail PBNU.. Saat satu majelis seminar dan bedah buku seperti di Oku Timur Sumatera Selatan, Sampang dan Pamekasan Madura, dan yang terakhir di Mlangi Yogyakarta, kepiawaian santri kinasih KH Ahmad Idris Marzuki Lirboyo ini dalam menyajikan materi-materi berat dengan bahasa dan gaya bebas, juga membuat para audiens enggan beranjak dari majelis meski sudah menghabiskan waktu berjam-jam. (dris)

Read More

Beda Pandangan Sufi NU – Muhammadiyah

Jogjakarta – 1miliarsantri.net : Sufisme sebagai praktik spiritual keagamaan biasanya sangat lekat dengan kalangan muslim tradisional daripada yang modernis. Hal ini terjadi dikarenakan kalangan tradisionalis, baik dari kaum abangan maupun santri, sama-sama merujuk pada khazanah mistik klasik yang tetap dilestarikan hingga sekarang. Salah satu organisasi keagamaan yang memiliki gerakan sufisme khas nya adalah Nahdlatul Ulama (NU). NU adalah organisasi tradisional yang di dalamnya melakukan pembinaan terhadap ajaran sufisme sangat ditekankan, khususnya ajaran imam al-Ghazali. Boleh dibilang NU mampu menyelaraskan antara mistik Islam berhaluan Ghazalian dengan ajaran ilmu kalam Asy’ariyah-Maturidiyah, dan dalam hukum menganut salah satu dari keempat mazhab. Budayawan Nurcholish Madjid mengatakan, NU sangat memperhatikan masalah sufisme-tasawuf, hingga membentuk badan yang dinamakan Jam’iyyah Thariqah Mu’tabarah (Perkumpulan Tarekat Mu’tabarah). Muktamar NU di Situbondo 1984 menetapkan bahwa salah satu ketentuan tentang paham Ahlu al-Sunah wal Jama’ah adalah, dalam bidang tasawuf, mengikuti tarekat mu’tabarah dengan berpedoman kepada ajaran imam al-Ghazali, di samping kepada ajaran para tokoh kesufian Sunni yang lain”. NU di dalamnya kebanyakan beranggotakan kaum santri dan berkeyakinan bahwa unsur batin dari kehidupan keagamaan lebih penting daripada bentuk lahir. Namun, kesalehan luar merupakan ekspresi iman batin dan cara memperkukuh spiritual. Inilah yang tampaknya menjadi pegangan di kalangan santri yang begitu dekat dengan ajaran sufisme, bahkan sampai memiliki perkumpulan tarekat yang disepakati dan dilegalkan oleh NU sendiri. Bahkan, Clifford Geertz menafsirkan dimensi-dimensi ritual dan mistik kesalehan santri tradisional sebagai produk dari sintesis Islam dan agama Jawa pra-Islam. menurut pandanganya, santri tradisional hidup di dalam dunia yang menyendiri, yang sebagian besar terisolasi dari pusat-pusat “ortodoksi” Timur Tengah. Pandangan mereka mengenai Islam lebih bernuansa Jawa daripada Islam. Pandangan Geertz ini tampaknya kurang tempat dalam mengambarkan kondisi spiritual kaum santri. Memang kalangan santri tradisional sangat dekat dengan kultur Jawa, karena pesantren umumnya terpusat di Jawa. Tapi perkumpulan tarekat yang dimiliki oleh NU, yang di dalamnya santri berperan penting, bukanlah suatu hasil kompromi antara Islam dan mistik kejawen, tetapi lebih mengacu pada ajaran sufisme dari ulama-ulama Timur Tengah, seperti Syech Abdul Qadir al-Jilani dengan tarekatnya Qadiriyah. Di sini, praktik sufisme di kalangan santri memang tidak mengalami banyak perubahan, sebab ajaran sufisme di sini lebih dipahami sebagai alamilah keagamaan, bukan wacana akademis yang perlu dikembangkan secara lebih lanjut. Dengan demikian, wacana kontemporer sufisme di tubuh NU cenderung statis dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Berbeda dengan NU, Muhammadiyah justru mengalami sedikit pergeseran dalam wacana sufisme. Meski di kalangan Muhammadiyah sendiri sufisme kurang begitu populer, tapi ada saat di mana tokoh-tokoh Muhammadiyah memiliki intensitas yang tinggi terhadap perkembangan ajaran sufisme dan membuat sebuah formulasi baru terhadap ajaran sufisme yang lebih disesuaikan dengan ajaran syariat yang ketat. Salah satu tokoh Muhammadiyah yang memiliki peranan penting dalam mewacanakan sufisme kontemporer di Indonseia adalah Hamka. Melalui bukunya berjudul Tasawuf Modern, beliau telah sungguh-sungguh menjadi peletak dasar bagi wacana baru sufisme di tanah air, wacana baru sufisme ini juga bisa disebut sebagai neo-sufisme. Neo-sufisme adalah wacana kontemporer tentang sufisme yang mencoba mencari keselarasan antara syariat dan hakikat, antara dimensi lahir dan batin, di mana pelopornya adalah Fazlur Rahman. Di dalam buku itu terdapat alur pemikiran yang cukup memberi apresiasi yang wajar kepada penghayatan sufisme atau esoteris Islam, namun sekaligus disertakan peringatan bahwa esoterisme itu harus tetap dikendalikan oleh ajaran-ajaran standar syariat. Apa yang dilakukan oleh Hamka di sini bukanlah pembaharuan praktik ajaran sufi, tetapi lebih pada wacana pembaruan sufi di Indonesia, yang dengannya, diharapkan setiap orang yang mempraktikkan ajaran sufi bisa lebih memperhatikan aspek-aspek syariat agar terjadi keseimbangan dan tidak berat sebelah. Sebagai ulama yang sangat mengenal pemikiran kaum pembaharu klasik seperti Ibn Taymiyah dan Ibn Qayyim al-Jauziyah, Hamka menunjukkan konsistensi pemikirannya dengan pemikiran tokoh-tokoh itu. Maka bukanlah suatu hal yang terjadi secara kebetulan bila Fazlur Rahman, menyebut kedua tokoh klasik itu sebagai perintis apa yang dinamakan sebagai neo-sufisme. Adalah jenis kesufian yang terkait dengan syariat, atau dalam wawacan Ibn Taymiyah, jenis kesufian yang merupakan kelanjutan dari ajaran Islam itu sendiri sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an, dan tetap berada dalam pengawasan kedua sumber utama ajaran Islam tersebut, kemudian ditambah dengan ketentuan untuk tetap menjaga ketertiban dalam masyarakat secara aktif. Tapi perlu diingat bahwa wacana neo-sufisme yang dikembangkan Hamka ini bukan berarti menganggap bahwa praktik sufi yang dilakukan oleh kalangan tradisionalis seperti NU kurang menghargai syariat atau kurang Islami, sama sekali tidak demikian. Sebab, kalangan tradisional sendiri tetap menjadikan syariat sebagai hal yang paling dasar dalam Islam dan tak pernah lepas dari al-Qur’an dan Sunnah. Hanya saja, mungkin kalangan tradisionalis memiliki cara pandang yang berbeda terhadap ajaran sufisme tersebut sehingga tidak ada yang mesti disalahkan antara satu dengan yang lain. Jadi perbedaan signifikan antara sufisme di NU dan Muhammadiyah lebih pada wacana dan gerakan. Bila NU memahami sufisme lebih sebagai praktik amaliyah spiritual keagamaan – meski tidak mengesampingkan kajian secara ilmiah berbasis kitab kuning – maka Muhammadiyah lebih tertarik memahami sufisme pada tataran konseptual dan wacana akademis. Artinya, di Muhamamdiyah tidak memiliki perkumpulan tarekat sebagaimana di NU, hanya beberapa tokoh saja yang memiliki ketertarikan akademis, selebihnya mempraktikkan sufisme dalam kehidupan sehari-hari dalam sikap keagamaannya. Terlepas dari itu semua, bila ditarik secara garis besar maka wacana kontemporer sufisme di Indonesia boleh dibilang lebih cair daripada di masa-masa silam atau di belahan negara muslim lainnya. Dulu, berbagai pemberontakan terhadap kalangan sufi bisa dari latar belakang mana saja, baik para ulama fikih, kalam, filosof, dan masih banyak lagi. Sekarang ini, penolakan semacam itu sudah tidak ada lagi, paling banter penolakan itu biasanya dilakukan oleh kalangan Salafi-Wahabi yang ulama-ulamanya memang sangat getol menolak paham sufisme dan mistik Islam. Menurut mereka, sufisme tidak ada bedanya dengan kekafiran, bid’ah, dan para praktisinya adalah ahli neraka. (mad)

Read More

Cara Supaya Jamaah Haji Lansia tidak tersesat

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pelaksanaan ibadah haji tahun 2023 gelombang pertama akan dijadwalkan mulai masuk masing-masing asrama haji embarkasi pada 3 Zulkaidah 1444 H/ 23 Mei 2023. Sehari berikutnya, para jamaah akan mulai diberangkatkan secara bertahap ke Madinah Al-Munawwarah untuk menjalani arbain (shalat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi). Sedangkan untuk gelombang kedua, jamaah akan masuk asrama mulai 7 Juni 2023. Secara bertahap, mereka diberangkatkan ke Jeddah mulai 19 Zulkaidah 1444 H/ 8 Juni 2023. Pelaksanaan haji menjadi agenda rutin tahunan yang dlaksanakan, dan ternyata masih saja terdapat banyak jamaah haji yang tersesat atau terpisah dari rombongan. Setiap tahunnya ada saja laporan jamaah haji yang mengalami tersesat. Tidak hanya ketika berada di lingkungan Masjidil Haram bahkan saat perjalanan menuju hotel penginapan masing-masing. Mengangkat tema Haji Ramah Lansia, tahun ini ada sebanyak 67 ribu dari 210 ribu jamaah haji berusia lanjut atau 30 persen dari total kuota jemaah haji Indonesia. Tentunya, Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan petugas layanan jamaah haji yang siap mendampingi jamaah lansia. Kementerian Agama Republik Indonesia melalui biro Bimbingan Pelaksanaan Haji memberikan beberapa tips bagi jamaah haji yang hendak berangkat tahun ini. Agar ibadah lancar dan tidak panik jika alami tersesat di tanah suci Makkah. Bagaimana cara menghindari hal ini?.7 Tips agar Tidak Tersesat saat Beribadah di Tanah Suci Karena baru pertama kali ke tanah suci, banyak jamaah haji yang sering tersesat karena terlalu bersemangat untuk beribadah dan kelelahan sehingga lupa di mana alamat hotelnya. Kartu ini sudah disediakan dari pihak hotel, sehingga jamaah tinggal membawanya. Di dalam kartu ini tercantum beberapa informasi seperti nama hotel, alamat, dan kontak yang bisa dihubungi sewaktu-waktu jika kita tersesat saat hendak kembali ke hotel. Pemerintah Indonesia sudah menempatkan petugas Indonesia di titik-titik vital. Mereka adalah petugas haji yang sudah terlatih dan siap membantu jamaah haji Indonesia dalam kondisi apapun dan kapanpun. Tindakan lainnya coba cari maktab atau hotel sekeliling dengan tenang dan seksama. Perhatikan mana hotel atau tempat yang ada berkibar bendera merah putih, masuk dan minta bantuan kepada petugas. Semoga jamaah haji yang tahun ini berangkat menjadi haji yang mabrur. (zsl)

Read More

Pengungsi Suriah dipersulit adanya Normalisasi Arab-Suriah

Berlin – 1miliarsantri.net : Sejumlah warga Suriah di pengasingan, khususnya kelompok warga yang berada di Jerman, terus berupaya agar hukum internasional suatu saat dapat menjerat Presiden Bashar al Assad sebagai penjahat perang. Secara bersamaan, saat ini Assad berada di arena KTT Liga Arab. ‘’Setiap warga Suriah yang menderita akibat rezim Assad bisa mengajukan tuntutan hukum. Meski seluruh dunia mendukung Assad, kami akan membawanya ke pengadilan,’’ujar Houaida Muhi Aldeen, (49) mantan tahanan politik yang kini tinggal di Prancis. Aldeen dan sejumlah rekan lainnya merupakan bagian dari jutaan warga Suriah yang harus meninggalkan tanah airnya akibat perang selama 12 tahun di Suriah. Mereka menyebut, diterima kembalinya Assad setelah diisolasi satu dekade lebih memang membuat frustrasi tapi tak mengejutkan. Saudi dan Qatar sendiri menjadi pendukung utama perlawanan bersenjata tersebut. Mempersenjatai kelompok perlawanan yang berperang untuk menggulingkan Presiden Assad yang mendapatkan dukungan dari Iran. Perang 12 tahun itu menewaskan sebanyak 350 ribu warga Suriah. Selain itu, lebih dari 14 juta warga Suriah meninggalkan rumah mereka. Hampir satu juta dari mereka kini menjadi pengungsi di Eropa. Normalisasi Arab-Suriah, ujar Aldeen, akan lebih menyulitkan pengungsi Suriah kembali ke kampong halamannya. ‘’Saya sampaikan dua yang kami anggap sebagai sumpah: Kami lebih baik mati daripada di bawah pemerintahan Assad. Kami tidak akan kembali ke Suriah selama Assad masih di sana,’’ tegas Aldeen. Anwar al-Bunni, pengacara yang membantu warga Suriah di Jerman menyampaikan, tujuan normalisasi ini menebarkan keputus asaan dan frustrasi bagi warga Suriah. Dia siap membantu warga Suriah di Jerman untuk mengajukan tuntutan kejahatan perang terhadap Assad. Al-Bunni menambahkan, catatan buruk demokrasi dan HAM para pemimpin Arab membuat Assad bisa kembali ke Liga Arab. Aksi massa oposisi pada 2011 di Suriah beralih rupa menjadi perlawanan bersenjata hingga melahirkan perang sipil. Maka bagi Akil Hosain (39), jurnalis Suriah di Prancis, Liga Arab merupakan simbol sebelum terjadinya Musim Semi Arab. ‘’Maka diterima kembalinya Assad bukan hal yang mengejutkan bagi kami,’’ terangnya. (dil)

Read More