Rasulullah SAW Menganjurkan Agar Selalu Bertobat Kepada Allah

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Setiap Muslim dianjurkan untuk senantiasa bertobat kepada Rabb nya. Terdapat sejumlah keutamaan bagi mereka yang bertobat. Di antaranya adalah hadits riwayat Abu Hurairah RA. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata, aku mendengar Nabi ﷺ bersabda: إنَّ عَبْدًا أصابَ ذَنْبًا – ورُبَّما قالَ أذْنَبَ ذَنْبًا – فقالَ: رَبِّ أذْنَبْتُ – ورُبَّما قالَ: أصَبْتُ – فاغْفِرْ لِي، فقالَ رَبُّهُ: أعَلِمَ عَبْدِي أنَّ له رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ ويَأْخُذُ بهِ؟ غَفَرْتُ لِعَبْدِي، ثُمَّ مَكَثَ ما شاءَ اللَّهُ ثُمَّ أصابَ ذَنْبًا، أوْ أذْنَبَ ذَنْبًا، فقالَ: رَبِّ أذْنَبْتُ – أوْ أصَبْتُ – آخَرَ، فاغْفِرْهُ فقالَ: أعَلِمَ عَبْدِي أنَّ له رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ ويَأْخُذُ بهِ؟ غَفَرْتُ لِعَبْدِي، ثُمَّ مَكَثَ ما شاءَ اللَّهُ، ثُمَّ أذْنَبَ ذَنْبًا، ورُبَّما قالَ: أصابَ ذَنْبًا، قالَ: قالَ: رَبِّ أصَبْتُ – أوْ قالَ أذْنَبْتُ – آخَرَ، فاغْفِرْهُ لِي، فقالَ: أعَلِمَ عَبْدِي أنَّ له رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ ويَأْخُذُ بهِ؟ غَفَرْتُ لِعَبْدِي ثَلاثًا، فَلْيَعْمَلْ ما شاءَ “Sesungguhnya seorang hamba melakukan suatu dosa –atau beliau bersabda: berbuat dosa- lalu ia berkata, ”Wahai Rabb-(ku), aku telah melakukan (dosa) maka ampunilah aku.” Rabb-nya berfirman, ”Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang (mampu) mengampuni dosa dan (mampu pula) menyiksa (karena dosa yang telah dilakukan)nya? Aku telah mengampuni (dosa) hamba-Ku.” Lalu berhentilah ia (dari melakukan dosa hingga waktu yang) dikehendaki oleh Allah SubhanahuwaTa’ala. Kemudian ia melakukan dosa, atau berbuat dosa, (lagi) lalu dia berkata, ”Wahai Rabb-(ku), aku telah berbuat atau melakukan (dosa) yang lain maka ampunilah dosa(ku).” Rabb-nya berfirman, ”Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang (mampu) mengampuni dosa dan (mampu pula) menyiksa (karena dosa yang telah dilakukan)nya? Aku telah mengampuni (dosa) hamba-Ku.” Lalu berhentilah ia (dari melakukan dosa hingga waktu yang) dikehendaki oleh Allah subhanahuwata’ala. Kemudian ia melakukan dosa, atau berbuat dosa, (lagi) lalu ia berkata, ”Wahai Rabb-(ku), aku telah berbuat atau melakukan (dosa) yang lain maka ampunilah dosaku.” Rabb-nya berfirman, ”Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang (mampu) mengampuni dosa dan (mampu pula) menyiksa (karena dosa yang telah dilakukan)nya? Aku telah mengampuni (dosa) hamba-Ku tiga kali, maka silahkan ia melakukan apa yang dikehendakinya.” (HR Bukhari Juz 6: 7068, lafaz ini miliknya dan Muslim Juz 4) (yus) Baca juga :

Read More

Makam Gatotkoco di Temukan di Wilayah Malang Raya, Jalur Antara Cangar Mojokerto dan Kota Batu

Surabaya — 1miliarsantri.net : Di wilayah Malang Raya, tepatnya di kawasan Cangar yang menjadi jalur penghubung Batu-Mojokerto tersimpan sebuah misteri yang menggemparkan. Tak jauh dari jalur yang terkenal sepi dan cukup berbahaya tersebut terdapat dua makam kuno yang berbentuk panjang. Makam yang panjangnya mencapai tiga meteran itu lokasinya tersembunyi di atas jurang. Karena berada di area hutan, di sekeliling makam yang dikeramatkan oleh warga sekitar ini banyak ditemui tanaman anggrek liar yang menambah indah pemandangan sekitar. Pemandangan semacam ini memang wajar karena kawasan tersebut memang berada di Taman Hutan Rakyat Raden Suryo yang berada di lereng Gunung Welirang. Selain itu, di dekat makam tersebut juga tumbuh sebuah pohon besar yang menjulang tinggi. Konon, menurut kepercayaan warga sekitar, dua sosok yang terkubur di bawah dua makam keramat ini dipercaya adalah Raden Gatotkaca dan istrinya. Sebagaimana diketahui, Gatotkaca adalah seorang tokoh dalam kisah Mahabharata. Ia merupakan keturunan Bima, tokoh pewayangan yang menjadi anggota Pandawa Lima. Gatotkaca digambarkan sebagai sosok pria yang memiliki kekuatan luar biasa, hingga disebut-sebut memiliki otot seperti kawat dan tulang bagaikan besi. Sulit dipercaya memang karena tak diketahui secara pasti apakah benar Gatotkaca yang dimaksud adalah tokoh pewayangan yang selama ini kita ketahui. Selain itu, menurut kisahnya, di makam kuno di kawasan Cangar ini dulunya tertancap dua pusaka sakti milik Gatotkaca. Tak ada yang mampu memegang pusaka tersebut. Entah benar atau tidak, saat ini pusaka tersebut tak bisa diketahui di mana keberadaannya. Informasi tersebut diperoleh dari sebuah video yang diunggah di kanal YouTube MEGALUH TV pada tanggal 28 Januari 2023. “Ini ada makam orang sakti. Masyarakat mengatakan ini makam Raden Gatotkaca dan istrinya,” ujar pria di dalam video tersebut. Uniknya, dua makam yang dikeramatkan ini masih sering dikunjungi para peziarah yang berasal dari masyarakat sekitar dan para ahli spiritual. Hal ini dapat dilihat dari dupa yang menancap di sebelah batu nisan makam tersebut. (tin) Baca juga :

Read More

Nasehat Imam Ghazali Terkait Pekerjaan Yang Dilakukan dengan Sungguh-sungguh

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga adalah bagian dari ibadah. Sehingga dengan cara ini seorang Muslim bisa dikata akan dapat menjaga kehormatannya dan tidak menjadi orang yang meminta-minta dan membebani orang lain. Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayat al-Hidayah bahkan menjelaskan bahwa ketika seorang Muslim tidak mampu masuk dalam kategori kelompok para menuntut ilmu yang mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain, dan tidak juga mampu masuk kategori kelompok orang ahli dzikir yang mengamalkan dzikir secara konsisten, serta tidak juga mampu masuk dalam kategori orang yang mendermakan hasil usahanya untuk kemaslahatan umat dan syiar Islam, maka paling minimal hendaknya masuk dalam kategori kelompok orang yang menyibukan hari-harinya dengan bekerja untuk memenuhi setiap kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Dengan begitu seorang Muslim akan terhindar dari meminta-minta pada orang lain dan menjadi beban orang lain. Selain itu bila tidak sanggup masuk pada kategori ahli ilmu, ahli dzikir, atau dermawan, maka hendaknya minimal memastikan keamanan dan keselamatan Muslim lainnya dari diri sendiri. Maksudnya memastikan agar jangan sampai diri kita sendiri menyakiti Muslim lainnya dengan lisan atau dengan perbuatan. Dan minimal jangan sampai melakukan maksiat-maksiat. Dengan itu semua, maka seorang hamba meski tidak masuk derajatnya golongan as sabiqun (derajatnya para kekasih Allah) paling tidak akan masuk derajatnya Ashabul Yamin, yakni golongan kanan yang selamat dunia dan akhirat) أن لا تقوى على ذلك ، واشغلت بحاجتك اكتسابا على نفسك وعلى عيالك ، وقد سلم المسلمون منك وأمنوا من لسانك ويدك ، وسلم لك دينك ، إذ لم ترتكب معصية ، فتنال بذلك درجات أصحاب اليمين ، إن لم تكن من أهل الترقي إلى مقامات السابقين ، وهذه أقل الدرجات في مقامات الدين ، Artinya: “Bila engkau tidak kuat itu semua (seperti disebutkan pada pembahasan sebelumnya yakni untuk menuntut ilmu dan mengamalkan serta mengajarkannya, berdzikir, dan mencari nafkah yang sebagian hasilnya diberikan untuk kemaslahatan umat, membantu perjuangan dakwah dan lainnya), maka sibuklah engkau dengan mewujudkan hajatmu sendiri karena usaha atas dirimu sendiri dan untuk keluargamu. (Dengan itu) sungguh telah memastikan selamat orang-orang Muslim darimu, dan aman setiap Muslim dari lisanmu dan tanganmu, dan selamat agamamu karena engkau tidak melakukan maksiat. Maka engkau akan memperoleh dengan itu semua derajatnya Ashabul Yamin (golongan kanan, yakni kaum yang baik dan selamat dunia akhirat) bila tidak masuk ahli yang menaiki ketingkatan as sabiqun. Ini (orang yang bekerja untuk hajatnya) adalah sedikit-sedikitnya derajat dalam kedudukan agama. (yan) Baca juga :

Read More

Setiap Muslim Pasti Menginginkan Meninggal Secara Husnul Khotimah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Seluruh umat muslim pasti mendambakan diakhir hidupnya akan meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah, salah satu karunia terindah yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yakni menutup kehidupan dengan kebaikan. Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi’i Jember, Ustaz Abdullah Zaen Lc,MA mengatakan tidak heran bila semua orang berharap mendapatkan karunia istimewa tersebut. “Hal yang terkadang belum disadari oleh banyak orang adalah bahwa husnul khatimah itu harus diupayakan, bukan didapatkan secara cuma-cuma, atau sekedar dengan penantian belaka,” terang Ustadz Abdullah kepada 1miliarsantri.net, Ahad (27/08/2023). Ustadz Abdullah menjelasakan beberapa bentuk ikhtiar untuk meraih husnul khatimah, di antaranya pertama merutinkan kebaikan dan mengistiqamahkannya dalam kehidupan. Sebab kita tidak tahu kapan malaikat maut datang mencabut nyawa. “Jika kita sudah terbiasa rutin melakukan amal saleh, maka potensi untuk wafat saat sedang melakukan amal saleh itu terbuka lebar,” kata dia sembari mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: «أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا، وَإِنْ قَلَّ» “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang rutin dilakukan, sekalipun itu sedikit.” (HR Bukhari (no 6464) dan Muslim (no 783) dari Aisyah radhiyallahu ‘anha). Hadits di atas bukan sedang melarang kita beramal banyak-banyak, namun sedang mengajak untuk mulai beramal dengan kadar yang kita mampu sekalipun sedikit, lalu berupaya untuk merutinkannya. “Setelah terbiasa, baru kemudian tingkatkan volumenya. Sebab orang yang baru mulai beramal, lalu dia memaksakan diri langsung banyak, biasanya akan kaget, merasa keberatan dan mungkin kapok. Akibatnya malah bakal dia tinggalkan,” lanjutnya. Maka rutinkanlah menghadiri pengajian, menunaikan sholat lima waktu, berbakti kepada orang tua, bertutur kata baik, membaca Alquran, serta amal-amal saleh lainnya. “Semoga saat diwafatkan Allah SWT, kita sedang menjalankan kebaikan itu,” ucap Ustadz Abdullah mendoakan. Imam Ibn Katsir rahimahullah (w 774 H) menjelaskan, “Barang siapa yang memiliki suatu kebiasaan; niscaya ia berpotensi untuk wafat saat menjalankan kebiasan tersebut”. Kedua, berusaha sekuat tenaga untuk menghindari keburukan, terlebih menjadikannya sebagai suatu kebiasaan. Sekecil apapun keburukan tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan: «إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ، فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ» “Jauhilah dosa-dosa yang dianggap remeh. Sungguh bila itu menumpuk, niscaya bakal membinasakan pelakunya.” (HR Ahmad (no 3818) dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dan isnadnya dinilai baik oleh al-‘Irâqiy) Sebab orang yang terus menerus melakukan maksiat, maka dia berpeluang untuk dicabut nyawanya saat tengah menjalankan maksiat tersebut. Na’ûdzu billâh min dzâlik. Baik maksiat itu dilakukan terang-terangan di depan khalayak, ataupun dilakukan secara sembunyi-sembunyi di kamar sendiri. Baik itu dosa yang dikerjakan oleh anggota tubuh kita seperti mata, telinga, mulut, tangan dan kaki. Ataupun dosa yang tersimpan di dalam hati, semisal riya, iri, sombong dan lain-lain. Ustadz Abdullah mengaku, Memang tidak ada manusia biasa yang suci dari dosa. Namun Muslim tertuntut untuk berupaya maksimal menjauhinya. Dengan cara menjauhi orang, tempat, acara dan benda yang berpotensi menyeret kita kepada maksiat. Menurut dia, jika sudah berusaha maksimal menjauhi dosa, tapi tetap saja terjerumus, maka solusinya adalah bersegera untuk menebusnya dengan taubat dan amal saleh. “Lakukan saat itu juga, tanpa ditunda-tunda. Sebab kita ‘berkejaran’ dengan malaikat maut. Bila kita bergegas untuk bertaubat dan beramal saleh, lalu saat itu nyawa kita dicabut, maka semoga itu pertanda husnul khatimah. Sebab aktivitas terakhir kita sebelum mati, ad alah tobat dan amal saleh, bukan maksiat,” pungkad Ustadz Abdullah. (har) Baca juga :

Read More

MUI Berharap Para Dai dan Kiai Dapat Menjadi Filter Agar Umat Tidak Terpecah Belah Saat Perhelatan Pemilu Mendatang

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menjelang perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) di tanah air, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ahmad Zubaidi mengingatkan peranan dai dan pengurus masjid sangat penting dalam menjaga ukhuwah di tahun politik. Hal ini mengingat masjid adalah tempat ibadah dan sebagai tempat dakwah. Dia berharap, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) harus bisa memilih dai-dai yang berwawasan wasathiyah, sehingga para dai tersebut dapat menyatukan umat. “Kalau tidak karena nikmat Allah SWT kemungkinan bangsa Indonesia sudah terpecah belah karena friksi Pilpres 2019, tetapi alhamdulillah karena nikmat Allah SWT bangsa Indonesia yang kala itu terpolarisasi dua kutub yang sangat berseberangan, dapat bersatu kembali, dan mudah-mudahan bangsa Indonesia terus menjadi dewasa sehingga gelaran politik tidak akan memecahbelah bangsa,” ujarnya. Menurutnya, tugas para dai dan DKM untuk menjadikan masjid sebagai payung besar umat Islam yang dapat menaungi semua golongan, bukan malah memecah persatuan umat yang sudah terjalin saat ini. Sementara itu Pengurus Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme MUI Pusat Irjen Pol (Pur) Hamli, mengingatkan para dai dan DKM agar tetap mewaspadai gerakan ekstremisme dan terorisme atas nama agama di tahun politik ini. Mereka kelihatan tidak ada, tetapi sebenarnya jaringannya masih ada, dan dapat meletup kapan saja. “Ektremisme atas nama agama sudah memasuki berbagai kalangan, bahkan ada juga di lingkungan kementerian dan lembaga, seperti yang tertangkap di bekasi kemarin, karena itu para dai dan DKM harus waspada. Mereka bisa saja hadir dalam bentuk provokasi maupun adu domba,” tegas Hamli. Menanggapi maraknya para kyai dan dai yang dilibatkan dalam perhelatan Pemilu mendatang, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis mengatakan, Peran dai dalam menjaga ukhuwah persatuan dari politik identitas dan pecah belah umat sangat dinantikan. Dai boleh saja berpolitik. Namun, dia mengigatkan agar para dai waspada dsn menjauhi kepentingan politik tertentu yang mendekatinya. Kiai cholil menyampaikan, sebagai manusia, semua bebas berpolitik, termasuk dai. Namun, kata dia, jangan sampai peran dai dalam berpolitik membuatnya lupa tugasnya sebagai dai untuk menjaga persatuan dan persaudaraan umat. “Dai boleh saja berpolitik, boleh saja jadi jurkam, tapi ingat dalam berkampanye harus tetap jaga ukhuwah umat. Jangan sampai memecah belah umat dengan politik identitas,” ujar Kiai Cholil dalam keterangan tertulis Minggu (27/08/2023). Dia pun juga berpesan kepada para dai agar tidak salah dalam memahami istilah politik identitas dan identitas politik. Menurutnya, politik identitas adalah salah cara yang menggunakan suatu identitas untuk memecah belah umat. Sedangkan identitas politik merupakan hak yang melekat kepada tiap seseorang. “Politik identitas itu tidak boleh, karena politik identitas ini memecah belah umat dengan narasi politik kebencian baik dari segi suku, ras maupun agama. Adapun identitas politik itu adalah hak kita semua, kita boleh punya identitas kepartaian, identitas agama atau lainnya,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Penyebab Kebakaran Ponpes Gontor 8 Masih Dalam Penyelidikan Pihak Terkait

Banda Aceh — 1miliarsantri.net : Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan tengah menyelidiki penyebab terbakarnya 10 ruangan di Pesantren Gontor 8, Kabupaten Aceh Besar yang terjadi pada Rabu (23/08/2023) dini hari lalu. Kebakaran tersebut meliputi sembilan ruang santri dan satu ruang guru yang ludes dilalap si jago merah. “Sampai sast ini kami masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran” ujar Kepala Pelaksana BPBA Ilyas melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBA di Banda Aceh, belum lama ini. Ia menjelaskan, kebakaran Pesantren Gontor di Gampong Meunasah Baroe, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar terjadi pada Rabu (23/08/2023) sekitar pukul 02.45 WIB dini hari. Akibatnya, sembilan unit ruang tempat tinggal santri sekaligus pakaian, Alquran dan kitab-kitab hangus terbakar. Begitu juga dengan satu unit ruang dewan guru berserta isinya. “Korban terdampak 100 orang santri, yang mengungsi ke mushala. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Ilyas. Menurut nya, BPBD Aceh Besar sudah mengerahkan delapan unit armada kebakaran ke lokasi kejadian meliputi tiga unit Pos Induk Sibreh, dua unit armada Pos Seulimum, dua unit Pos Jantho, dan satu unit Pos Saree. “Dengan dukungan 25 personel untuk melakukan penanganan pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan pukul 06.01 WIB,” imbuhnya. Sementara itu, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Gontor 8, Husni Kamil, mengatakan kebakaran berawal setelah terjadi pemadaman listrik pada pukul 02.50 WIB. Tak berselang lama, api berkobar dan melalap gedung Aligarh yang berfungsi sebagai asrama putra. Pemadaman api dilakukan oleh BPBD Aceh Besar, yang turut dibantu oleh TNI/Polri serta masyarakat, dewan guru dan santri. “Sempat mati lampu di asrama itu, setelah itu terjadi ledakan mengeluarkan api, karena bangunan dari kayu dan sudah agak lama, plafonnya juga dari triplek, dan di sini juga musim kemarau, akhirnya cepat menyambar, dalam dua jam sudah habis,” terang Husni Kamil. Husni mengatakan pada saat kejadian pengurus dan petugas piket malam pesantren segera mengevakuasi para santri yang menempati asrama Aligarh. Seluruh santri yang berjumlah sebanyak 100 santri dapat dievakuasi ke gedung lain dalam keadaan selamat. Namun demikian, banyak barang santri termasuk lemari, pakaian hingga buku-buku yang terbakar. Petugas pemadam kebakaran pun datang dengan 8 unit mobil pemadam kebakaran. Api baru berhasil padam sekitar pukul 03.30 WIB. “Alhamdulillah kita ada beberapa gedung lainnya yang memang kita persipkan untuk santri selanjutnya. Jadi gedung itu yang dipakai sekarang. Jadi tidak masalah. Dan lemari santri pun kita sudah ganti,” kata dia. Ketua FPAG Zulkifli Muhadli mengatakan, Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) tengah melakukan penggalangan donasi untuk membantu perbaikan asrama santri Pondok Pesantren Gontor 8. Donasi sudah dibuka sejak Kamis (24/08/2023) pagi. Donasi itu juga diperuntukkan sebagai pembelian perlengkapan- perlengkapan santri yang habis terbakar api. “Kami sedang menghimpun, membuka rekening untuk itu, dan kawan-kawan sudah mulai mengirimkan donasinya dengan kemampuan yang berbeda-beda Ini untuk anggota kita saja yang tergabung dalam pesantren alumni Gontor,” kata Zulkifli. Ia mengatakan sejak dibuka banyak pesantren alumni Gontor dari berbagai daerah langsung memberikan bantuan dari dari Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Zulkifli mengatakan penggalangan dana akan terus dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan hingga kondisi asrama putra Pesantren Gontor 8 di Gampong dapat diperbaiki seperti semula. “Mungkin nanti bantuannya berupa dana saja agar lebih gampang untuk kebutuhan di di sana,” kata Zulkifli. (zam) Baca juga :

Read More

Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga Layani Penerbangan Feeder Umrah

Purbalingga — 1miliarsantri.net : Untuk kali pertama Bandara Jenderal Besar Soedirman (Purbalingga) melayani perjalanan jamaah umrah pada Sabtu, (26/08/2023). Sebanyak 48 jamaah umrah berangkat menggunakan maskapai Citilink dari Bandara Jenderal Besar Soedirman menuju Bandara Halim Perdanakusuma lalu kemudian langsung dengan bus melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta dan terbang ke Tanah Suci. “Penerbangan feeder umrah yang dilakukan pada hari ini merupakan realisasi dari rencana yang telah dibahas sebelum-sebelumnya sebagai upaya optimalisasi Bandara Jenderal Besar Soedirman,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (26/8/2023). Awaluddin berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan, para Pimpinan Kepala Daerah di Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb), serta maskapai Citilink atas dukungan dan bantuannya. Khususnya dalam mendorong optimalisasi Bandara Jenderal Besar Soedirman. “Penerbangan feeder umrah ini dapat dilaksanakan berkat kolaborasi erat dengan seluruh stakeholder termasuk penyedia jasa perjalanan umrah setempat,” terang Awaluddin. Awaluddin mengharapkan feeder umrah tersebut dapat membantu masyarakat di Purbalingga dan sekitarnya. Khususnya untuk lebih mudah lagi dalam menjalani ibadah umrah. Sebelum adanya penerbangan feeder umrah, jamaah umrah dari Purbalingga dan sekitarnya harus menempuh perjalanan dengan bus menuju Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu tempuh mencapai lebih dari tujuh jam. Sementara, dengan adanya penerbangan feeder umrah maka waktu tempuh Bandara Jenderal Besar Soedirman ke Halim Perdanakusuma sekitar 47 menit dan perjalanan dengan bus ke Soekarno-Hatta berkisar satu hingga dua jam. “Tentu dari sisi waktu lebih efisien,” ucap Awaluddin. Sebelumnya, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan adanya paket ibadah umrah melalui Bandara Jenderal Besar Soedirman. Hal itu memberikan kepraktisan bagi jamaah. “Insya Allah perjalanan umrah akan lebih cepat. Biasanya, harus menginap terlebih dahulu. Nanti kita bisa berangkat dari Bandara Jenderal Besar Soedirman, kemudian menuju Bandara Halim Perdanakusuma, langsung naik shuttle bus ke Cengkareng dan langsung pada hari itu juga berangkat ke Tanah Suci,” ujar Dyah. Executive General Manager Bandara Jenderal Besar Soedirman Harry Glenardie menuturkan seluruh fasilitas pelayanan dan operasional bandara dipastikan selalu siap untuk melayani penerbangan. Harry mengungkapkan, fasilitas sisi udara antara lain runway, taxiway, dan apron, serta fasilitas sisi darat yakni terminal penumpang dipastikan siap melayani penerbangan feeder umrah tersebut. Harry menuturkan potensi jamaah umrah di lima kabupaten yakni Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmascakeb) cukup tinggi. “Secara nasional, jemaah umrah pada 2023 diperkirakan 1,6 juta orang. Jika di Jawa Tengah sebesar 20 persen dari jumlah nasional dan kemudian dari jumlah di Jawa Tengah itu sebesar 20 persen dari Barlingmascakeb yakni sekitar 70 ribu jamaah,” ungkap Harry. Di samping penerbangan feeder umrah, Harry menuturkan Bandara Jenderal Besar Soedirman juga siap kembali menyambut penerbangan reguler lainnya. (yut) Baca juga :

Read More

Banyaknya Permukiman Ilegal Israel Jadi Hambatan Besar Perdamaian dengan Palestina

Washington — 1miliarsantri.net : Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Tom Wennesland, mengakui permukiman ilegal Israel telah menjadi hambatan besar dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina. Hal itu disampaikan Wennesland kepada Dewan Keamanan PBB, Senin (21/8/2023) Wennesland mengungkapkan, Israel telah melakukan penghancuran dan penyitaan tanpa henti atas properti milik warga Palestina. “Otoritas pendudukan Israel menyita, menghancurkan atau mendorong pemilik untuk menghancurkan 58 fasilitas Palestina di Area C Tepi Barat dan enam fasilitas di Yerusalem Timur, membuat 28 warga Palestina kehilangan tempat tinggal, termasuk 14 anak-anak,” ucapnya. Dia pun menyoroti tindakan Israel menghancurkan sekolah dasar Palestina hanya beberapa hari menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Selain itu Wennesland turut menyuarakan keprihatinan atas berlanjutnya aksi kekerasan pasukan Israel, termasuk oleh para pemukim di desa-desa Palestina. Menurut Wennesland, sepanjang tahun ini, lebih dari 200 warga Palestina telah tewas di tangan pasukan Israel. Angka itu merupakan yang tertinggi sejak 2005. “Anggota Dewan (Keamanan) hari ini jelas bahwa kekerasan harus dihentikan. Saya mendesak para pemimpin untuk bertindak sekarang guna menenangkan situasi. Spiral kekerasan ini tidak mengarah ke mana pun selain pertumpahan darah,” tulis Wennesland di akun X (Twitter)-nya. Kendati demikian, dia pun tetap menekankan perlunya menghidupkan cakrawala politik untuk proses perdamaian Israel-Palestina. “Meskipun kita harus segera fokus pada penanganan isu-isu paling kritis dan meredakan situasi di lapangan, kita tidak bisa mengabaikan kebutuhan untuk memulihkan cakrawala politik,” ucapnya. Organisasi pemantau aktivitas permukiman Israel, Peace Now, mengungkapkan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengalokasikan dana tambahan sebesar 700 juta shekel atau setara Rp2,8 triliun untuk mencaplok wilayah Tepi Barat. Hal itu diungkap Peace Now dalam laporan terbarunya bertajuk “Funding Annexation: Additional 700 Million NIS Earmarked for Settlements in 2023-2024” yang dirilis Jumat (18/8/2023). Dalam laporannya Peace Now mengungkapkan, Pemerintah Israel menyiapkan rencana investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni sekitar 700 juta shekel, untuk proyek permukiman ilegal di Tepi Barat. “Menurut draf dokumen yang kami terima, ruang lingkup rencananya adalah 671,63 juta shekel dari anggaran 2023-2024. Namun ada klausul yang belum menentukan jumlah alokasi, sehingga jumlah total diharapkan meningkat secara signifikan,” kata Peace Now. Peace Now menyebut, sekitar 92 juta shekel ditandai sebagai hibah yang tidak ditentukan. Hal itu memungkinkan dana tersebut digunakan untuk proyek permukiman ilegal. “Alih-alih berinvestasi di masa depan Israel, Pemerintah Israel menggelontorkan uang ke permukiman, melanggengkan pendudukan, serta memicu konflik dan konfrontasi dengan Palestina,” ungkap Peace Now. Peace Now adalah organisasi berbasis di Israel yang dibentuk pada Maret 1978. Salah satu tujuan organisasi itu adalah mengadvokasi perdamaian Israel dengan Palestina dan negara Arab lainnya. Terkait isu Israel-Palestina, Peace Now telah menyatakan satu-satunya cara untuk mengakhiri perseteruan adalah dengan menerapkan solusi dua negara. Artinya negara Israel dan Palestina hidup berdampingan. Pada dekade 1990-an, Peace Now menyatakan bahwa proyek permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Tepi Barat dan Yerusalem Timur, merupakan hambatan utama bagi tercapainya solusi dua negara. Peace Now kemudian membentuk tim bernama The Settlement Watch untuk memantau dan menganalisis dampak pembangunan permukiman ilegal Israel di tanah Palestina. Saat ini diperkirakan terdapat 700 ribu pemukim Israel yang tinggal di 164 permukiman ilegal dan 116 permukiman liar di wilayah Tepi Barat. Palestina dan komunitas internasional sudah sangat sering mendesak Israel agar tak memperluas pembangunan permukiman ilegal di wilayah pendudukan Palestina. Namun seruan dan desakan itu tak pernah digubris. Israel mulai menduduki Tepi Barat dan Yerusalem pasca berakhirnya Perang Arab-Israel pada 1967. (ran/ap) Baca juga :

Read More

Kemenag Latih 1.200 Guru Madrasah Wilayah 3T

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag terus berupaya melakukan pemeratan mutu pendidikan madrasah. Salah satunya diklat para guru madrasah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Direktur GTK Madrasah M. Zain mengatakan Kementerian Agama sangat peduli dalam penguatan kapasitas GTK di wilayah 3T. Program akselerasi pelatihan untuk para Guru Madrasah di wilayah ini terus dilakukan. “Hingga 2023, dengan dukungan program REP MEQR, guru madrasah di wilayah 3T yang terjangkau pelatihan sudah mencapai 1.200 orang. Mereka tersebar di NTT, Maluku Utara, Maluku, Kalimantan Utara, NTB, Kepulauan Nias, Lampung, Pontianak, Papua Barat dan Papua,” terangnya kepada media, Sabtu (26/08/2023). Zain menambahkan, daerah-daerah tersebut harus siap menghadapi perubahan. Maka para guru madrasah di daerah khusus ini perlu mendapatkan sentuhan model pelatihan yang mudah mengadaptasikan diri dalam menghadapi perubahan. REP MEQR adalah singkatan dari Realizing Education Promise Madrasah Education Quality Reform. Program ini diselenggarakan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama bekerja sama dengan Bank Dunia. “Melalui dukungan program REP MEQR, kita tetap akan menyelenggarakan pelatihan sejenis di tahun 2024, dengan target menjangkau 3.000 guru,” ujar Zain. Pelatihan GTK Madrasah di wilayah 3T telah dilaksanakan di NTT, Kepulauan Nias, dan Lampung. Para guru mendapat penguatan tentang beberapa aspek yang dibutuhkan pada daerah 3T. Misalnya, pembelajaran kontekstual yang menekankan pada unsur lokalitas, implementasi kurikulum merdeka, pembelajaran berdiferensiasi, penguatan pemahaman pengelolaan laboratorium bagi tenaga laboran, pengelolaan perpustakaan bagi pustakawan, serta kepemimpinan pembelajaran bagi kepala madrasah. “Pembelajaran berbasis pada aspek lokalitas termasuk materi yang membutuhkan alokasi jam pelajaran yang terbesar. Kemampuan memahami aspek ini mendorong madrasah untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan “laboratorium raksasa” yang ada di sekitar madrasah. Dengan demikian, madrasah diharapkan akan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya,” lanjutnya. Wakil PMU Komponen 3 REP MEQR Anis Masykhur menambahkan, diklat GTK di wilayah 3T dilaksanakan dengan optimal untuk meriah dampak maksimal. “Kami hadirkan para narasumber yang expert di bidangnya. Dengan kehadirannya diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada para guru,” ujar Anis. Akselerasi kegiatan pelatihan 3T tahun ini telah dilaksanakan di Kupang dan Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Nias, dan Lampung. Selanjutnya, pelatihan akan dilakukan untuk guru-guru madrasah yang ada di Kalimantan Barat dan Papua. (rid) Baca juga :

Read More

Potensi Zakat Muslim Indonesia Capai 327 T, Kemenag Prioritaskan 3 Hal

Jakarta — 1miliarsantri.net : Potensi zakat di Indonesia bisa mencapai Rp 327 triliun pertahun. Angka ini hampir menyamai anggaran pemerintah untuk perlindungan sosial pada tahun 2022 yakni sebesar Rp 431,5 triliun. Menurut Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghafur, potensi zakat di Indonesia ini masih sangat mungkin ditingkatkan. Apalagi, saat ini sudah ada 512 Badan Amil Zakat, 49.132 Unit Pengumpul Zakat (UPZ), 145 Lembaga Zakat dan 10.124 amil. “Dengan sumber daya yang besar, saya optimis pengumpulan zakat di Indonesia akan terus meningkat,” urai Waryono kepada 1miliarsantri.net, Jumat (25/08/2023) lalu. Sebagaimana diketahui, Waryono dilantik Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf pada 11 Agustus 2023. Dia menggantikan Tarmizi Tohor yang memasuki masa purna bhakti. Waryono berharap pemberdayaan zakat fokus pada tiga hal. Pertama, mewujudkan mukmin yang kuat imam dan ekonomi. Kedua, penguatan intelektual. Ketiga, penguatan teknologi. “Ini merupakan pekerjaan rumah kita bersama. Jika ini dapat dilakukan, Insya Allah zakat akan menjadi bagian strategis yang tidak hanya membantu negara secara langsung tapi juga dirasakan oleh Masyarakat,” tegasnya. Saat ini, tercatat ada kurang lebih 10,7juta mustahik di Indonesia dengan potensi zakat mencapai Rp327 triliun. Menurut Waryono, perlu dilakukan Pemetaan agar penyaluran dana zakat tepat sasaran. Dia juga mengingatkan bahwa kemiskinan tidak hanya mengenai persoalan ekonomi, namun juga melibatkan sektor lain, seperti akses terhadap pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan lainnya. “Saya harap lembaga zakat dapat memetakan wilayah kerja masing-masing. Jangan sampai ada mustahik yang overlapping dalam menerima bantuan. Penyaluran zakat harus tepat sasaran. Jangan sampai satu keluarga mendapatkan bantuan yang sama,” sebutnya. Sebagai regulator, Kemenag bersama Lembaga Zakat harus dapat menjaga kepercayaan Masyarakat, terutama para muzaki. Sehingga mereka dengan kesadaran dan penuh semangat mau berzakat. Waryono menambahkan, saat ini, tercatat ada kurang lebih 10,7 juta mustahik di Indonesia sehingga perlu dilakukan Pemetaan agar penyaluran dana zakat tepat sasaran. Dia juga mengingatkan bahwa kemiskinan tidak hanya mengenai persoalan ekonomi, namun juga melibatkan sektor lain, seperti akses terhadap pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan lainnya. “Pengelolaan zakat juga harus transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan terstandar secara global. Melalui dana zakat, kita dapat melahirkan keluarga atau generasi masa depan yang thayyibah, bukan generasi yang lemah. Zakat dalam rukun Islam posisinya di tengah, sehingga dapat memengaruhi ke atas dan ke bawah,” pungkasnya. (yan) Baca juga :

Read More