Ibrahim al-Attar: Pahlawan Muslim Granada Dihormati dan Dikenang di Spanyol Melawan 65.000 Pasukan Kastilia

Ibrahim al-Attar hanya dengan 100 orang pasukan menghadapi 65.000 pasukan tentara salib Kastilia di Spanyol, mampu menahan gempuran dalam setengah hari, dan musuh mengakui ketangguhannya bahkan menamai anak-anak mereka dengan namanya serta membuat patung untuk mengenangnya dan menyimpan pedangnya di museum Loja, Spanyol — 1miliarsantri.net: Sejarah tidak selalu ditulis oleh para pemenang. Di tengah kisah jatuhnya Granada pada 1492, ada satu nama yang tetap hidup dalam ingatan masyarakat Spanyol: Ibrahim al-Attar, Komandan Muslim yang memilih bertempur hingga titik darah penghabisan daripada menyerah pada pasukan Kastilia. Pertempuran Epik di Loja Loja, Spanyol menjadi saksi sejarah sebuah perlawanan epik hingga tetes darah terakhir, tanpa kenal takut dan tak pernah menyerah meskipun dengan kekuatan hanya seratus orang pasukan. tahun 1492, ketika Granada berada di ambang kehancuran, Ibrahim al-Attar memimpin hanya 100 prajurit Muslim melawan 65.000 tentara Kastilia. Pertempuran sengit itu berlangsung meski jumlah pasukan tidak seimbang, al-Attar dan pasukannya mampu bertahan selama setengah hari penuh, membuat kagum Ratu Isabella dan para komandan Kristen. Keberanian ini menjadikannya legenda. Bukan hanya di kalangan Muslim, tetapi juga di mata lawan yang mengakui kegigihannya. Penghormatan Spanyol Atas Simbol Keberanian Keberanian dan kegighan Ibrahim al-Attar dan 100 pasukannya mendaptkan pengakuan dan penghormatan dari Ratu Isabella. Patung Ibrahim berdiri di Kota Loja sebagai simbol keberanian. Pedangnya disimpan di Museum Granada, menjadi artefak bersejarah yang menandai perjuangan terakhir Muslim di Andalusia. Nama Ibrahim bahkan dijadikan inspirasi oleh masyarakat setempat untuk menamai anak-anak mereka. Ibrahim dihormati dan dikenang karena Keberanian dan Kesetiaan Kisah Ibrahim al-Attar menunjukkan bahwa keberanian dan kehormatan bisa melampaui sekat agama maupun politik. Ia dikenang sebagai simbol perlawanan, bukan karena menang, tetapi karena memilih untuk tidak menyerah. Ibrahim al-Attar dihormati karena Keberanian luar biasa melawan pasukan raksasa, dan Kesetiaan pada tanah air meski tahu Granada akan jatuh. Berbeda dengan Boabdil (Muhammad XII) yang menikahi Morayma (Maryam binti Ibrahim al-Attar), Boabdil Sultan terakhir Granada, yang menyerahkan kota kepada Kastilia. Ia dikenal sebagai sosok yang lemah, berbeda dengan al-Attar yang memilih perlawanan.** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Foto Artikel : Ilustrasi, dan Sumber foto lainnya : Bing.Com Sumber : Dari berbagai sumber, selain catatan lokal di Loja dan Granada, kisah Ibrahim al-Attar juga tercatat dalam literatur sejarah tentang jatuhnya Granada dan Reconquista (misalnya karya Stanley Lane-Poole The Story of the Moors in Spain dan penelitian modern tentang Boabdil dan Morayma). Fakta tentang patung di Loja dan pedang di Museum Granada diperkuat oleh sumber-sumber sejarah lokal Andalusia.

Read More

Idul Fitri 1447 H: Arab Saudi dan Negara-Negara Teluk Serentak Rayakan Lebaran Hari Ini

Makkah – 1miliarsantri.net: Arab Saudi bersama Negara-Negara Teluk seperti UEA, Qatar, Kuwait, dan Bahrain merayakan Idul Fitri 1447 H hari ini, Jumat 20 Maret 2026, setelah hilal tidak terlihat dan Ramadan digenapkan 30 hari. Pemerintah Arab Saudi menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini diambil oleh Mahkamah Agung Arab Saudi berdasarkan hasil rukyatul hilal. Karena hilal tidak terlihat, bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari. Pelaksanaan Sholat Ied di Kota Makkah disiarkan secara langsung dan dapat disaksikan di berbagai belahan dunia melalui Makkah Live. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjidil Haram berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kemegahan. Sejak dini hari, jutaan umat Islam dari berbagai negara telah memadati area dalam masjid hingga ke pelataran luar. Gema takbir menggema di seluruh penjuru Mekkah, menambah suasana haru dan kebersamaan di hari kemenangan. Sholat Ied tahun 2026 diperkirakan diikuti lebih dari tiga jutaan jamaah, Mengingat Kapasitas Masjidil Haram setelah perluasan bisa mencapai hingga ±3 juta orang dalam kondisi penuh, (termasuk area dalam dan pelataran). Jumlah tersebut bisa bertambah dengan puncak musim umrah Ramadan dan hadirnya jamaah umrah dari berbagai negara. Dalam khutbah Idul Fitri, imam Masjidil Haram menyampaikan pesan penting: “Bertakwalah kepada Allah dan jagalah persatuan umat Islam.” Khutbah juga menekankan pentingnya menjaga amal setelah Ramadan serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah perbedaan, dan juga mendoakan umat Islam di Gaza Palestina.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Sumber : Berbagai Sumber Foto : Tangkapan layar Makah Live.Net

Read More

Selamat Idul Fitri 1447 H: Menyambut Hari Kemenangan dengan Penuh Syukur

Redaksi 1MiliarSantri.net dengan penuh kehangatan mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Indonesia dan dunia. Hari kemenangan ini menjadi momen yang istimewa setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kembali kepada kesucian hati, mempererat tali silaturahmi, serta saling memaafkan dengan tulus. Kami berharap semoga amal ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT, serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama Ramadan dan sunah-sunah Nabi Muhammad senantiasa dijalankan dan semoga terus terjaga. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin. Selamat merayakan hari yang fitri, semoga kedamaian dan kebahagiaan senantiasa menyertai kita semua.*** REDAKSI 1Miliarsantri.Net

Read More

Idul Fitri 1447 H: Ini Daftar Lengkap Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Bekasi

Bekasi — 1miliarsantri.net: Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman resmi Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriah. Berikut lokasi-lokasi di seputaran Kota Bekasi sebagai tempat pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, sebagaimana yang dirilis oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi (PDM Kota Bekasi) yang dikutip dari laman resmi Muhammadiyah Jawa Barat: 1. PDM Kota Bekasi 2. UNISMA/UM Indonesia & PCM Bekasi Timur II 3. DKM Al-Mu’minun PCM Bekasi Timur II 4. PCM Rawa Lumbu 5. PCM Rawa Lumbu 6. PCM Harapan Jaya 7. PCM Kaliabang Tengah 8. PCM Bekasi Selatan 9. PCM Perumnas I 10. PCM Medan Satria 11. PCM Jatiasih 12. PCM Bekasi Barat/PRM Bintara 13. PCM Bekasi Barat/PRM Kranji 14. PCM Pondok Gede 15. PRM Jatibening – Pondok Gede 16. PCM Pondok Melati 17. PCM Mustika Jaya 18. PRM Jatisampurna 19. Masjid Al-Ghufron Perum. Margahayu Jaya 20. Masjid Al-Hikmah Perum. BJI Irigasi 21. Masjid Al-Falah Bekasi Permai 22. Masjid Al-Manar Taman Wisma Asri 23. Yayasan Bani Saleh 24. Masjid Al-Ihsan Jakapermai 25. DKM Al-Ikhlas Dengan banyaknya titik lokasi Salat Idul Fitri yang disediakan Muhammadiyah di Kota Bekasi, masyarakat memiliki fleksibilitas untuk memilih tempat yang paling dekat dan nyaman. Penyebaran lokasi ini juga bertujuan untuk menghindari kepadatan jamaah serta meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Sumber : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Foto istimewa

Read More

Trumph Meradang Karena Sekutunya Tak Satu Suara Lawan Iran, Tanda Kekalahan Amerika Serikat Atas Iran?

MIDDLE EAST – 1 miliarsantri.net: Serangan balasan Iran bukan sekadar simbolis. Rudal dan drone dilaporkan menghantam berbagai instalasi militer Amerika di kawasan Teluk—menciptakan dentuman yang tak hanya merobek langit malam, tetapi juga mengguncang dominasi lama Washington di wilayah panas tersebut. Alih-alih mendapat bantuan dari negara sekutunya, Amerika justru dibiarkan pusing menghadapi gelombang serangan balasan Iran yang menghancurkan berbagai fasilitas militernya di Qatar, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab. Di tengah kekacauan itu, zionis Israel dilaporkan dalam kondisi porak-poranda setelah puluhan rudal dan drone kamikaze Iran menghantam Tel Aviv dan wilayah lainnya—menyisakan kepanikan dan puing-puing yang belum sempat dibersihkan. Tanda-tanda kekalahan Amerika mulai terasa nyata dan mengerikan. Serangan Iran tak hanya merusak pangkalan militer AS di Teluk, tetapi juga membuka fakta pahit: sekutu-sekutu utama memilih diam, menolak terlibat dalam konflik yang semakin tak terkendali. Sementara itu, Selat Hormuz—urat nadi energi dunia—mulai lumpuh, menciptakan efek domino yang mengguncang ekonomi global dan menebar ketakutan di pasar internasional. Di sisi lain, China dan Rusia berdiri di bayang-bayang konflik. Mereka tidak bergerak secara frontal, namun sikap diam yang condong kepada Iran menjadi sinyal kuat bahwa peta kekuatan dunia sedang bergeser secara perlahan namun pasti. Di media sosial, beredar luas meme yang menggambarkan kondisi Donald Trump saat ini—terlihat kebingungan di tengah tekanan yang kian menghimpit, namun tetap berusaha tegar mencari dukungan dari sekutu yang justru menjauh. Di balik layar, tekanan politik dan militer semakin menyesakkan. Sementara itu, Iran dengan tegas menyatakan tidak ada ruang untuk negosiasi gencatan senjata. Pesan itu menggema keras: konflik ini belum akan berakhir—justru bisa memasuki babak yang lebih gelap. Memasuki minggu ketiga perang yang ia pilih sendiri untuk dilancarkan, Presiden Trump kini berdiri di persimpangan berbahaya. Ia dihadapkan pada pilihan yang tak kalah mengerikan: tetap bertahan dalam pertempuran demi ambisi besar yang telah ia canangkan, atau menarik diri dari pusaran konflik yang kian meluas dan brutal—konflik yang telah menciptakan gelombang kejut militer, diplomatik, dan ekonomi yang mengguncang dunia. Di tengah dentuman rudal dan sunyinya dukungan sekutu, satu pertanyaan besar mulai menggantung di udara: apakah ini awal dari runtuhnya dominasi Amerika di Timur Tengah? Penulis dan Editor : Thamrin Humris Foto : kolase @PalestinaPost

Read More

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H pada 20 Maret 2026, Ini Daftar Lengkap Lokasi Sholat Idul Fitri di Kabupaten Bekasi

Bekasi — 1miliarsantri.net: Organisasi Islam Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman resmi Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriah. Keputusan tersebut disampaikan melalui berbagai kanal resmi media Muhammadiyah dan menjadi rujukan bagi warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H. Di Kabupaten Bekasi, pimpinan daerah Muhammadiyah telah menyiapkan sejumlah titik lokasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang tersebar di berbagai kecamatan agar memudahkan jamaah melaksanakan ibadah pada hari kemenangan tersebut. Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah di Kabupaten Bekasi Berikut daftar lengkap lokasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri Muhammadiyah di Kabupaten Bekasi. 1. PDM Kabupaten Bekasi 2. PCM Grand Wisata 3. PCM Cikarang Utara 4. PCM Tambun Utara 5. PCM Tambun Selatan 6. PCM Setu 7. PCM Cibitung 8. PCM Karang Bahagia 9. PCM Sukakarya 10. PCM Cibarusah 11. SD Muhammadiyah 01 Setu 12. SD Muhammadiyah 02 Tambun Utara 13. PDA Kabupaten Bekasi Jadwal Pelaksanaan Sholat Idul Fitri Panitia pelaksana menetapkan waktu pelaksanaan sholat sebagai berikut: Pelaksanaan Sholat Idul Fitri oleh warga Muhammadiyah di Kabupaten Bekasi tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi umat Islam serta memperkuat syiar dakwah di tengah masyarakat. Melalui berbagai titik pelaksanaan yang tersebar, diharapkan jamaah dapat dengan mudah mengikuti sholat Idul Fitri sekaligus merasakan kebersamaan dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan.*** Editor : Thamrin Humris Foto Istimewa Sumber : WAG PCM Tambun Selatan

Read More

Safari Ramadhan MUI Kota Kupang Pekan IV: Perkuat Ukhuwah dan Galang Infaq untuk Masjid dan Anak Yatim

Kupang — 1miliarsantri.net: Kegiatan Safari dan Silaturahmi Ramadhan Pekan ke-IV yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang bersama berbagai ormas, lembaga, dan paguyuban Islam se-Kota Kupang berlangsung khidmat pada Ahad sore (15/3/2026) di Masjid Al Haramain, MTs Negeri Kota Kupang, Namosain. Acara yang menjadi agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan ini dihadiri oleh para tokoh ulama, pengurus organisasi Islam, serta jamaah dari berbagai wilayah di Kota Kupang. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial umat. Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan ini, panitia juga menggalang dana infaq yang diperuntukkan bagi pembangunan masjid, musholla, lembaga pendidikan Islam, serta panti asuhan yatim piatu di Kota Kupang dan sekitarnya. Program Safari Ramadhan yang digagas oleh MUI Kota Kupang bersama ormas Islam ini telah berlangsung selama sekitar 10 tahun, menjadi tradisi dakwah sekaligus gerakan sosial umat Islam di wilayah tersebut. Para tokoh yang hadir berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin memperkuat semangat berbagi, kepedulian, serta persatuan umat Islam, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Safari Ramadhan ini juga menjadi pengingat bahwa ibadah di bulan Ramadhan tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap pembangunan sarana ibadah dan kesejahteraan anak-anak yatim. Editor: Redaksi / Thamrin Humris Sumber: APG / Laporan kegiatan MUI Kota Kupang.

Read More

Badai Pasir Dahsyat Melanda Gaza, Penderitaan Pengungsi Kian Memburuk

Gaza, Palestina — 1miliarsantri.net: Badai pasir dahsyat menyapu wilayah Jalur Gaza pada Sabtu (14/3/2026), memperparah kondisi kemanusiaan yang sudah sangat memprihatinkan di tengah konflik berkepanjangan. Angin kencang disertai debu tebal menerjang berbagai wilayah, merusak tenda-tenda pengungsi dan mempersulit kehidupan ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal. Laporan dari sejumlah sumber lokal Palestina menyebutkan bahwa badai pasir tersebut melanda hampir seluruh wilayah Gaza sejak pagi hari. Debu pekat dan angin kencang menyapu kamp-kamp pengungsi, membuat banyak tenda darurat beterbangan dan rusak. Kondisi ini memperburuk penderitaan para keluarga yang sudah hidup dalam keterbatasan di tempat-tempat penampungan sementara. Tenda Pengungsi Rusak Diterjang Angin Banyak pengungsi di kamp-kamp darurat terpaksa menghadapi badai tanpa perlindungan memadai. Tenda yang digunakan sebagian besar merupakan tempat tinggal sementara yang rapuh dan tidak dirancang untuk menghadapi cuaca ekstrem seperti badai pasir. Akibatnya, angin yang membawa debu tebal dengan mudah menerobos celah-celah tenda, menimbulkan kerusakan pada tempat tinggal darurat serta mencemari makanan dan peralatan rumah tangga warga. Beberapa saksi mata melaporkan bahwa angin kencang membuat langit Gaza berubah menjadi kelabu karena debu yang berputar di udara. Banyak keluarga harus berjuang melindungi anak-anak mereka dari terpaan angin dan pasir yang masuk ke dalam tenda. Ancaman Kesehatan Meningkat Selain merusak tempat tinggal, badai pasir juga menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi warga Gaza. Debu halus yang terbawa angin dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.Para petugas kesehatan memperingatkan bahwa kondisi ini dapat memperburuk penyakit seperti asma dan infeksi saluran pernapasan. Apalagi, fasilitas medis di Gaza saat ini berada dalam kondisi terbatas akibat konflik dan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Krisis Kemanusiaan Kian Berat Badai pasir ini datang di saat yang sangat sulit bagi masyarakat Gaza. Jutaan warga Palestina telah mengungsi akibat konflik yang terus berlangsung, dan banyak di antaranya tinggal di kamp-kamp darurat dengan fasilitas yang minim.Angin berdebu yang menerjang kamp-kamp pengungsi disebut semakin menambah penderitaan puluhan ribu keluarga yang sudah hidup dalam kondisi serba kekurangan.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Foto istimewa : Tangkapan layar YouTube QudsNPS

Read More

Doa Ampunan di Malam-Malam Ramadhan

Bekasi — 1miliarsantri.net: Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang sangat dianjurkan dibaca terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan. Doa Ampunan di Malam-Malam Ramadhan: اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني “Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ‘Anni” Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Doa ini memiliki dasar kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat, Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar RA bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More

Pahala Puasa Ramadhan: Hak Allah atau Bisa Diukur Manusia?

Bekasi — 1miliarsantri.net: Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang di dalamnya setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah seperti puasa, shalat, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan berbagai amal shalih lainnya. Namun muncul sebuah pertanyaan penting dalam kajian keislaman: apakah pahala puasa dan amal selama Ramadhan dapat “diukur” atau “ditentukan” oleh manusia, ataukah hal itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah? Para ulama sepakat bahwa manusia hanya bisa mengetahui janji pahala secara umum berdasarkan dalil, sedangkan penentuan besarnya pahala secara pasti adalah hak Allah semata. Puasa: Amal yang Pahalanya Langsung dari Allah Dalil paling kuat tentang keistimewaan puasa terdapat dalam hadits qudsi berikut. Rasulullah ﷺ bersabda: Hadits ini menunjukkan bahwa pahala puasa memiliki keistimewaan khusus. Ulama menjelaskan bahwa Allah tidak menyebutkan jumlah pahala puasa secara spesifik, berbeda dengan amal lain. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah: Allah memberikan pahala puasa tanpa batas yang diketahui manusia. Al-Qur’an Menegaskan Pahala Dilipatgandakan oleh Allah Allah berfirman: Dalam ayat lain Allah berfirman: Para mufassir menjelaskan bahwa puasa termasuk ibadah sabar, sehingga pahalanya diberikan tanpa batas perhitungan manusia. Manusia Hanya Mengetahui Janji Pahala Secara Umum Syariat memang menjelaskan keutamaan beberapa amal, seperti: Namun angka-angka tersebut bukan ukuran pasti pahala seseorang, melainkan janji keutamaan secara umum. Imam An-Nawawi menjelaskan: Pandangan Ulama 4 Mazhab 1. Mazhab Hanafi Ulama Hanafi seperti Imam Al-Kasani menjelaskan bahwa pahala ibadah tidak dapat diukur secara pasti karena: Semua itu hanya diketahui oleh Allah. 2. Mazhab Maliki Imam Al-Qurtubi, ulama besar Maliki, menjelaskan bahwa hadits qudsi tentang puasa menunjukkan: Allah sendiri yang menilai dan memberikan pahala puasa secara langsung tanpa batas. Karena puasa adalah ibadah yang sangat tersembunyi dan jauh dari riya’. 3. Mazhab Syafi’i Dalam penjelasan Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa pahala ibadah tidak dapat dihitung manusia secara detail. Manusia hanya bisa mengatakan: Namun jumlah pahala sebenarnya hanya diketahui Allah. 4. Mazhab Hanbali Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa: pahala ibadah bergantung pada rahmat Allah dan kualitas amal. Karena itu tidak ada manusia yang bisa memastikan berapa pahala yang diterima seseorang. Hikmah Mengapa Pahala Tidak Diketahui Manusia Para ulama menjelaskan beberapa hikmah besar: 1. Menjaga Keikhlasan Jika pahala bisa dihitung manusia, sebagian orang mungkin beramal hanya untuk “mengumpulkan angka pahala”. 2. Memotivasi Ibadah Lebih Banyak Karena pahala tidak diketahui batasnya, seorang mukmin akan terus berusaha memperbanyak amal. 3. Menunjukkan Luasnya Rahmat Allah Allah bisa melipatgandakan pahala: Berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadits, dan pendapat ulama empat mazhab, dapat disimpulkan: Karena itu, seorang muslim seharusnya fokus pada keikhlasan dan kesempurnaan ibadah, bukan pada menghitung pahala. Sebagaimana pesan para ulama: Beramallah dengan ikhlas, karena Allah mengetahui amal yang tersembunyi sekalipun.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More