Update Bencana Sumatera 2025: Komdigi Pastikan 413 Titik Internet Publik Berhasil dipulihkan di 3 Provinsi

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan 413 dari 602 titik internet publik di Sumatra yang terdampak bencana berhasil dipulihkan per 6 Desember 2025, mempercepat koordinasi dan akses informasi darurat. Jakarta – 1miliarsantri.net: Pemulihan akses komunikasi jadi prioritas saat darurat, menjadi perhatian serius Kementerian Komunikasi dan Digital. Komdigi mengumumkan bahwa sebanyak 413 titik internet publik telah berhasil dipulihkan dari total 602 titik layanan yang terdampak bencana beberapa waktu terakhir. Akses internet publik tersebut meliputi area pengungsian, fasilitas kesehatan, posko logistik, kantor pemerintahan daerah, serta ruang publik yang menjadi pusat koordinasi tim penyelamat. Langkah cepat pemulihan konektivitas ini dinilai penting untuk memperkuat proses evakuasi, pendataan, serta distribusi bantuan. Mendukung Koordinasi Lapangan dan Akses Informasi Kritis Dalam situasi darurat, komunikasi digital menjadi tulang punggung untuk menghubungkan warga yang terdampak dengan layanan bantuan dan keluarga mereka di luar daerah. Dengan pemulihan ratusan titik internet publik ini, akses komunikasi menjadi jauh lebih stabil, baik untuk pemerintah daerah maupun tim respons bencana. Komdigi menyatakan bahwa proses pemulihan terus dilakukan siang dan malam, bekerja sama dengan operator telekomunikasi nasional dan relawan teknis. Upaya percepatan memperhatikan dua prioritas utama: Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah mengaktifkan 17 titik internet darurat berbasis satelit untuk layanan cadangan di lokasi yang infrastruktur telekomunikasinya belum pulih. Semoga kondisi di wilayah terdampak segera membaik, dan bantuan dapat menjangkau saudara-saudari kita yang masih terisolasi. Kita terus berdoa agar proses pemulihan berjalan lancar dan seluruh warga dapat kembali beraktivitas dengan aman.*** Sumber : instagram komdigi Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Update Bencana Sumatera: Tim Rumah Zakat Alami Kendala Menuju Titik Ke-2 Tanah Liek

Agam, Sumatera Barat – 1miliarsantri.net: Tim Rumah Zakat kembali melaksanakan giat penyaluran bantuan untuk terdampak bencana banjir dan longsor Sumatera. Saat ini Tim menuju Titik Penyaluran Ke-2 Tanah Liyek, Kec. Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sebelumnya Tim Rumah Zakat telah menyalurkan bantuan ke wilayah Koto Alam, Kec. Palembayan, Kabupaten Agam. Tim RZ mengalami hambatan di Silungkang karena kondisi jalan penuh lumpur akibat longsor dan banjir. Kendaraan yang membawa relawan dan paket bantuan terjebak di jalan yang rusak parah dan penuh lumpur akibat banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Tim Rumah Zakat Menuju Tanah Liek Tim RZ yang terlibat dalam giat penyaluran bantuan menuju titik ke-2 berasal dari RZ Bekasi, Bandung, Jambi, Lampung dan Padang. Dengan rincian: Update Bencana Sumatera akan terus disajikan oleh redaksi 1miliarsantri.net dari berbagai sumber dan liputan lapangan kontributor @Thorr_17 (relawan Rumah Zakat Bekasi). Semoga kerja kemanusiaan yang melibatkan semua unsur untuk menangani dampak Bencana Banjir dan Longsor Sumatera di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara berjalan lancar, dan semua relawan senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan serta keselamatan dari Allah Subhanahuwata’ala.*** Sumber : Liputan Lapangan Muhammad Thoriq Fitrahtullah Humris Foto istimewa dokumentasi @Thorr_17 Editor : Thamrin Humris

Read More

Presiden Prabowo Kunjungi Tenda Pengungsi dan Perintahkan Percepatan Perbaikan Infrastruktur di Aceh

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke tenda pengungsian di Kabupaten Bireuen, Aceh, dan memerintahkan percepatan perbaikan infrastruktur serta penyaluran pangan — langkah konkret Pemerintah memastikan pemulihan pasca-bencana berjalan cepat. Aceh – 1miliarsantri.net: Ditemani Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), Presiden Prabowo Subianto mengunjungi wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Di Kabupaten Bireuen, ia mendatangi tenda pengungsian, menemui korban, sekaligus meninjau langsung pengerjaan perbaikan infrastruktur vital. Presiden Prabowo dalam kunjungan tersebut menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat pemulihan akses dan kebutuhan dasar masyarakat. Kunjungan ke Tenda Pengungsian: Empati dan Pastikan Logistik Tersalur Sesampainya di lokasi, Prabowo disambut ratusan warga yang sudah menunggu sejak pagi. Tenda utama menampung sekitar 532 pengungsi dari Dusun Kayee Jato, lengkap dengan posko kesehatan, akses air bersih, dan dapur umum. Dalam suasana penuh haru, Presiden berjalan menyapa satu per satu warga, mendengarkan keluhan dan cerita warga yang kehilangan rumah akibat bencana. Beberapa warga bahkan menangis saat bertemu Kepala Negara. Menanggapi itu, Prabowo memberikan semangat, menepuk bahu para pengungsi sambil berujar “sabar ya, sabar.” Tak hanya bertemu warga — ia juga meninjau dapur umum dan logistik bantuan. Presiden bahkan mencicipi menu makan siang berupa nasi dan ikan tongkol, guna memastikan ketersediaan dan kecukupan pangan bagi pengungsi. Fokus Percepatan Pemulihan Infrastruktur: Jembatan & Akses Vital Setelah dari tenda pengungsian, Presiden Prabowo meninjau pengerjaan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas penting penghubung Bireuen–Takengon di Kabupaten Bireuen. Jembatan sementara sepanjang 30 meter ini menjadi “urat nadi” untuk memulihkan kembali akses darat yang terputus pasca-bencana. Di lokasi konstruksi, Presiden menyaksikan langsung operasi alat berat — ekskavator, loader — yang memperkuat pondasi dan membuat timbunan batu sebagai oprit jembatan. Pengerjaan berjalan intensif tanpa henti. Prabowo menyatakan optimisme bahwa jembatan sementara ini bisa dibuka dalam waktu satu minggu. Setelah itu, pemerintah akan langsung melanjutkan perbaikan terhadap tiga jembatan lainnya yang menuju ke Bener Meriah dan Takengon. Selain jembatan, laporan kerusakan terhadap bendungan dan area persawahan warga juga disampaikan — Pemerintah melalui instansi terkait akan segera memulihkan semuanya. Komitmen Pangan & Pemulihan: Upaya Terkoordinasi dari Negara Usai meninjau jembatan, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan di wilayah terdampak. Suplai bahan pangan telah diantisipasi dan akan dikirim dari daerah lain, dengan cadangan cukup memadai. Bagi petani terdampak, pemerintah bahkan menyampaikan bahwa utang-utang KUR akan dihapus — menyikapi kondisi sebagai “force majeure”, bukan kelalaian. Dalam percepatan pemulihan infrastruktur, Kepala Staf Angkatan Darat — Maruli Simanjuntak — ditunjuk sebagai komandan percepatan perbaikan untuk mendukung tim teknis dari instansi sipil. Hal ini menunjukkan kesigapan pemerintah memobilisasi seluruh sumber daya untuk menangani krisis. Kehadiran Presiden Buktikan Kehadiran Negara di Tengah Krisis Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke tenda pengungsian sekaligus ke lokasi pemulihan infrastruktur di Aceh menjadi simbol bahwa negara hadir dan bergerak cepat saat bencana melanda. Dengan mendengarkan langsung pengungsi, memastikan logistik pangan, serta meninjau dan memerintahkan percepatan perbaikan akses vital — pemerintah menunjukkan komitmen nyata untuk membawa stabilitas dan harapan kembali pada masyarakat terdampak. Langkah ini penting tidak semata sebagai respons darurat, tetapi sebagai fondasi pemulihan jangka panjang, agar warga Aceh bisa kembali hidup normal secepat mungkin.*** Sumber : presiden.go.id Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

BREAKING NEWS: Dua Tahun Agresi Israel Meluas dari Gaza hingga Teluk Persia

Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Dalam dua tahun terakhir sejak 7 Oktober 2023, eskalasi konflik di Timur Tengah terus meningkat tajam akibat agresi zionis Israel. Serangkaian serangan militer Israel kini telah melewati batas geografis Gaza dan menyebar ke berbagai negara di kawasan, termasuk Lebanon, Suriah, Iran, Yaman, dan Qatar. Kondisi ini memperbesar risiko konfrontasi regional yang dapat berubah menjadi perang terbuka berskala luas. GazaSerangan besar dimulai pada 7 Oktober 2023 dan berlanjut hingga hari ini. Lebih dari 67.000 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara sekitar 92% infrastruktur dan hunian hancur total. LebanonSerangan lintas perbatasan Israel dan pertempuran dengan Hizbullah terus berlangsung, mengakibatkan lebih dari 4.000 korban jiwa serta pendudukan titik-titik strategis di Lebanon selatan. SuriahIsrael memperluas zona buffer di Golan Heights dan terus melancarkan serangan udara ke dalam wilayah Suriah. IranPada 13–24 Juni 2025, Israel melancarkan operasi ofensif besar menargetkan pusat penelitian militer dan fasilitas nuklir Iran. Lebih dari 600 orang tewas. YamanIsrael melakukan serangan udara terhadap posisi Houthi di Yaman. QatarSerangan udara Israel dilaporkan menargetkan delegasi negosiasi Hamas di Doha pada 9 September. Infografis terbaru menunjukkan jalur serangan yang meluas dari Mediterania hingga Teluk Persia, membentuk busur konflik yang menekan stabilitas kawasan. Para analis memperingatkan bahwa eskalasi ini berpotensi memicu konfrontasi regional yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar di Timur Tengah. Peta ini menunjukkan konflik yang semakin meningkat, yang telah mengubah wajah keamanan Timur Tengah dan mendorong kawasan ini ke ambang konfrontasi menyeluruh. Pantau terus berita terkini – perkembangan konflik dapat berubah setiap saat, melalui breaking news dan artikel berita luar negeri 1miliarsantri.net.*** Sumber : PalestinaPost Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Instruksi Presiden Penambahan Kuota Petugas Haji dari Unsur TNI dan Polri, Begini Respon Kementerian Haji dan Umrah

Pemerintah Perkuat Layanan Haji 2026 Sesuai Instruksi Presiden Prabowo Untuk Menambah Kuota Petugas Haji dari Unsur TNI dan Polri, Pada Musim Haji 2026. Jakarta – 1miliarsantri.net: Pemerintah, melalui Kementerian Haji dan Umrah, menyatakan akan menambah kuota petugas haji yang berasal dari unsur TNI dan Polri pada pelaksanaan haji 2026 (1447 H). Keputusan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, berdasarkan arahan dan isntruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Meskipun langkah ini mendapat dukungan pemerintah, beberapa pihak juga menyuarakan catatan penting yang layak mendapat perhatian: Ada usulan bahwa proporsi petugas haji dari TNI-Polri sebaiknya besar — bahkan ada wacana “minimal 50%” personel petugas haji berasal dari aparat negara, untuk meminimalisir politisasi dan intervensi administratif oleh pemerintah daerah. Menurut Dahnil, keberadaan petugas dari TNI–Polri selama ini telah menjadi bagian dari pengamanan jamaah (linjam). Namun dengan kebutuhan yang semakin kompleks — seperti jumlah jamaah yang besar, fokus keamanan, dan layanan logistik di Tanah Suci — pihaknya memutuskan kuota petugas tersebut perlu ditambah. Meski demikian, jumlah pasti penambahan personel belum ditetapkan. Dahnil menyatakan bahwa persentase dan distribusi penambahan akan dibahas lebih lanjut secara internal. Mengapa TNI-Polri? Argumen Utama di Balik Kebijakan Redaksi 1miliarsantri mencoba merangkum dari berbagai sumber, beberapa alasan utama yang dikemukakan pemerintah dalam mendukung penambahan petugas haji dari TNI-Polri antara lain: Adaptasi Tantangan Baru Penyelenggaraan Haji Penambahan petugas dari TNI-Polri bukan sekadar perkara jumlah, melainkan bentuk adaptasi kebijakan terhadap tantangan terbaru dalam penyelenggaraan haji massal. Beberapa konteks yang mendasari antara lain: Sorotan & Potensi Tantangan Kebijakan Meskipun langkah ini mendapat dukungan pemerintah, beberapa pihak juga menyuarakan catatan penting yang layak mendapat perhatian: Apa Artinya bagi Jamaah & Penyelenggara: Harapan & Persiapan Bagi calon jamaah dan penyelenggara haji (travel, lembaga keagamaan, keluarga jamaah), kebijakan ini membawa beberapa implikasi konkret: Penegasan Komitmen Pemerintah terhadap Kualitas dan Keamanan Haji 2026 Langkah ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin keamanan dan kualitas pelayanan ibadah haji Indonesia 2026. Langkah menambah kuota petugas haji dari unsur TNI dan Polri menunjukkan komitmen serius pemerintah melalui Kemenhaj untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji — baik dari aspek keamanan, layanan, maupun manajemen operasional. Di tengah tantangan penyelenggaraan haji modern — melibatkan ribuan jamaah, mobilitas tinggi, kompleksitas logistik, dan kebutuhan pelayanan — kebijakan ini bisa menjadi fondasi penting untuk memastikan jamaah beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Meski masih ada tantangan — seperti penentuan kuota pasti, pelatihan personel agar peka terhadap kebutuhan jamaah sipil, serta transparansi rekrutmen — niat pemerintah untuk memperkuat perlindungan dan layanan haji patut diapresiasi. Jika dijalankan dengan serius dan bertanggung jawab, kebijakan ini bisa membawa transformasi positif dalam pengalaman ibadah haji warga Indonesia.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : Berbagai Sumber Gambar ilustrasi copilot

Read More

Edukasi & Penguatan Keluarga Disabilitas Mental: Poltekesos Bandung Hadirkan Ruang Belajar dan Dukungan di Desa Karangmuncang

Kegiatan edukasi dan penguatan keluarga penyandang disabilitas mental digelar Poltekesos Bandung di Desa Karangmuncang untuk memperkuat kapasitas dan dukungan keluarga. Kuningan – 1miliarsantri.net: Mahasiswa Program Studi Rehabilitasi Sosial Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung menyelenggarakan kegiatan Edukasi dan Penguatan Keluarga Disabilitas Mental bertema “Menguatkan Keluarga, Menenangkan Jiwa” pada Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di GOR Balai Desa Karangmuncang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh enam keluarga/wali penyandang disabilitas mental serta seorang penyintas disabilitas mental yang kini telah bekerja di sebuah pabrik roti. Acara tersebut menjadi wadah bagi keluarga untuk belajar bersama, saling berbagi pengalaman, dan memperoleh penguatan dari para narasumber. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Jihan Luthfiyah Ariani menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang edukasi sekaligus dukungan bagi keluarga penyandang disabilitas mental. “Kami merancang kegiatan ini sebagai ruang belajar bersama untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam memberikan pendampingan, dukungan emosional, serta penanganan dasar bagi anggota keluarga dengan disabilitas mental,” ujarnya. Ia menambahkan, “Semoga kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menghadirkan ketenangan, kekuatan, dan rasa saling mendukung antar sesama keluarga.” Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Karangmuncang, Dede Masdeni, yang menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Keluarga penyandang disabilitas mental perlu mendapatkan perhatian khusus, dan kegiatan seperti ini membantu mereka merasa lebih diperhatikan dan tidak sendirian,” ungkapnya. Ia menegaskan, “Pemerintah Desa Karangmuncang akan selalu mendukung upaya yang membawa manfaat bagi masyarakat, termasuk kegiatan pemberdayaan keluarga seperti ini.” Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Desa Karangmuncang, Mahpud, turut menekankan pentingnya kegiatan tersebut bagi masyarakat desa. “Kegiatan ini bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga membuka ruang bagi keluarga untuk saling menguatkan dan memahami kondisi yang mereka hadapi,” ujarnya. Ia berharap agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut, mengingat dampak positifnya sangat dirasakan oleh masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama. Lukman Mulyadi, Ketua LKS Rumah Antara Graha Berdaya, menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses pemulihan. “Keluarga adalah garda terdepan. Ketika keluarga kuat, proses pemulihan akan jauh lebih stabil,” tuturnya. Narasumber kedua, Ence Hadiat Rohanda, A.Ks., M.Si., selaku Kepala Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, memberikan penjelasan mengenai berbagai layanan sosial yang dapat diakses oleh keluarga. “Ada banyak dukungan dan program pemerintah yang bisa dimanfaatkan. Yang penting keluarga mengetahui jalurnya dan tidak segan untuk mengaksesnya,” jelasnya. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session dan diskusi terbuka. Para keluarga tampak antusias berbagi pengalaman tentang dinamika merawat anggota keluarga dengan disabilitas mental. Salah satu wali peserta menyampaikan rasa lega dan syukurnya. “Biasanya kami bingung sendiri. Di sini kami jadi tahu cara menghadapi, dan ternyata banyak keluarga lain yang mengalami hal yang sama,” ujarnya. Sebagai bentuk dukungan tambahan, panitia turut menyerahkan bantuan sosial kepada para keluarga peserta. Acara ini juga dihadiri perangkat desa, Tenaga Kesejahteraan Sosial yang menangani isu disabilitas, serta mahasiswa KKN Poltekesos Bandung Kelompok 4. Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat menghadirkan kekuatan baru bagi keluarga serta menumbuhkan rasa kebersamaan antar peserta—selaras dengan tema kegiatan, “Menguatkan Keluarga, Menenangkan Jiwa.” Penulis : Erhan Herdiyanto dan Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Foto istimewa

Read More

Pengungsi Palestina Syahid: Israel Langgar Gencatan Senjata Serang Tenda Pengungsi di Gaza

Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Militer Israel kembali berulah dan melanggar kesepakatan gencatan senjata, menggunakan drone mereka menyerang tanda-tanda pengungsi Palestina di Jalur Gaza, Kamis 4/11/2025. Middle East melaporkan, pemboman Israel yang menargetkan tenda-tenda pengungsi di Khan Younis, Jalur Gaza selatan dan sejumlah pengungsi Palestina dikabarkan syahid dalam insiden tersebut. Serangan militer zionis ini merupakan pelanggaran yang berulang kali dilakukan setelah kesepakatan gencatan senjata yang dipelopori Amerika Serikat, Mesir, Turki dan sejumlah negara di Timur Tengah beberapa waktu lalu. Sumber : Palestina Press Agency (SAFA) dan Middle East Foto : SAFA Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris

Read More

Implikasi Prinsip Polluter Pays dan Valuasi Kerugian Ekologis dalam Penegakan Hukum Lingkungan: Respons terhadap Praktik Korupsi Sumber Daya Alam di Indonesia

Penulis : Tubagus Saef Nurullah (Alumni Bootcamp Antikorupsi Nasional Sintesis KPK RI 2025 ) Indonesia dikaruniai alam yang luar biasa seperti hutan tropis, lautan kaya biota, sumber daya alam tak terbarukan atau sumber daya alam mineral, dan tanah yang subur bahkan kita sering disebut tanah surga. Namun, kekayaan ini kerap berubah menjadi bencana ketika alam diperlakukan sebagai komoditas politik dan ekonomi yang tidak bertanggungjawab. Korupsi dalam sektor sumber daya alam menggerogoti bumi perlahan, mulai dari proses perizinan hingga eksploitasi dan reklamasi yang diabaikan. Sementara, lemahnya pengawasan dan tumpang tindih perizinan memperburuk situasi. Masyarakat kehilangan lahan, petani kehilangan sumber penghidupan, dan ekosistem kehilangan daya pulih. Hukum lingkungan  harus ditegakkan sehingga pelaku kerusakan tidak hanya dihukum, tetapi juga wajib memulihkan lingkungan yang telah mereka rusak. Potret Kelam Korupsi Sumber Daya Alam Kasus korupsi tata niaga timah di Bangka Belitung, korupsi izin tambang nikel bahkan Gubernur Sulawesi Tenggara membabat 3 hektar lahan mangrove hanya untuk rumah pribadi, penyalahgunaan izin perkebunan di Riau dan pembalakan hutan di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dan beberapa wilayah yang tidak bisa disebutkan satu persatu menunjukkan bagaimana kepentingan pribadi mengorbankan lingkungan dan masyarakat. Kerusakan hutan, pencemaran sungai, tanah tandus, serta hilangnya keanekaragaman hayati menjadi dampak berlapis yang jarang dihitung sebagai kerugian negara. Tantangan dalam Penghitungan Kerugian Lingkungan Ironisnya, kerugian lingkungan tidak dipertimbangkan dalam proses hukum. Melalui Putusan Nomor 25/PUU/XIV/2016, Mahkamah Konstitusi hanya mengakui kerugian yang sebenarnya, bukan yang potensial. Oleh karena itu, biaya pemulihan lingkungan tidak dimasukkan ke dalam kerugian negara. Namun, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014 menyatakan bahwa kerugian ekologis harus dinilai secara ekonomi melalui valuasi lingkungan, yang mencakup nilai guna langsung, fungsi ekologis, dan nilai intrinsik alam. Urgensi Penerapan Prinsip Polluter Pays Jika prinsip-prinsip ini diterapkan secara konsisten, penegakan hukum  menjadi lebih adil bagi alam dan manusia. Mereka yang melakukan pelanggaran yang menyebabkan kerusakan lingkungan tidak hanya dihukum penjara, tetapi juga harus membayar biaya pemulihan ekosistem. Sangat penting Prinsip “polluter pays” sebuah prinsip yang mengharuskan pihak yang menimbulkan pencemaran  menanggung biaya perbaikan dan pencegahan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas mereka. Prinsip ini memastikan bahwa pelaku pencemaran bertanggung jawab atas biaya pemulihan, Selain itu, undang-undang perampasan aset juga dapat digunakan untuk menyita aset yang dihasilkan dari korupsi SDA dan mengembalikannya ke masyarakat melalui program rehabilitasi hutan, restorasi sungai, dan pemberdayaan masyarakat. Masalah ini berkaitan dengan masa depan negara, bukan hanya masalah hukum. Kita kehilangan paru-paru dunia ketika hutan dibakar atau dibabat untuk keuntungan segelintir orang. Ketika limbah tambang merusak sungai, masyarakat kehilangan sumber kehidupan mereka. Selain itu, ketika tambang ilegal merusak tanah, petani kehilangan harapan mereka. Semua ini merupakan konsekuensi yang mahal dari praktik korupsi, yang tidak hanya mengurangi ekonomi tetapi juga menghilangkan hak generasi mendatang untuk hidup dalam lingkungan yang aman. Keberanian Politik dan Ketegasan Hukum Di tengah kondisi tersebut, rangkaian musibah yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi pengingat keras bagi bangsa ini terbukti dengan banjir yang membawa banyaknya bongkahan sisa kayu dari pembabatan hutan yang mengatasnamakan deforestasi. Bencana bukan hanya fenomena alam, tetapi cermin kondisi moral dan ekologis. Sudah saatnya dilakukan taubat ekologi sebuah pertobatan kolektif yang berangkat dari relasi hati yang jujur antara manusia dan alam. Taubat ekologi mengajak kita mengakui kesalahan, menghentikan kerakusan, dan memulihkan hubungan spiritual dengan bumi sebagai amanah Tuhan. Jika hati kembali jernih, kebijakan menjadi bersih, dan eksploitasi digantikan dengan tanggung jawab, maka keberlanjutan negeri dapat dijaga. Indonesia membutuhkan penegakan hukum yang kuat sekaligus kesadaran batin bahwa bumi bukan objek untuk dieksploitasi, melainkan kehidupan yang harus dirawat dengan adil demi generasi mendatang. Ekologi tidak boleh dikorupsi, karena ketika bumi rusak, tidak ada kekayaan atau kekuasaan yang mampu mengembalikan kehidupan yang hilang akhirnya kita sebagai generasi muda tidak memiliki masa depan yang cerah bahkan jauh dari tagline Indonesia maju 2045.** Editor : Thamrin Humris

Read More

Bencana Sumatra – Update BNPB: 174 meninggal dan 79 hilang, Evakuasi Terhambat Akses Terputus

Silangit, Tapanuli Utara – 1miliarsantri.net: BNPB melaporkan 174 meninggal dan 79 hilang akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat. Pemerintah pusat mengerahkan bantuan logistik, alutsista, dan pemulihan akses infrastruktur. Sumber : BNPB Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami keluarga besar 1MiliarSantri.net menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah bencana hidrometeorologi yang menimpa masyarakat di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.***

Read More

Hijabers Wajib Tahu! Berikut 6 Tips Mengatasi Rambut Lepek pada Wanita Berhijab

Bekasi – 1miliarsantri.net: Al Qur’an merupakan kitab suci agama Islam, yang mana didalamnya terdapat banyak aturan Allah, salah satunya aturan mengenai etika berpakaian wanita muslimah. Bahkan, Allah SWT menganggap tinggi kedudukan wanita dalam Islam, hal ini dibuktikan dengan perintah Allah mengenai jilbab yang selalu diawali dengan kata-kata wanita yang beriman. Oleh sebab itu, sebagai muslimah yang taat, alangkah baiknya untuk memusatkan perhatian terlebih dahulu mengenai perintah dasar dalam berpakaian dan berhijab. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah (9):124-125), yang artinya “Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini? Adapun orang-orang beriman, maka surah ini menambah imannya, sedang-kan mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surah ini bertambahlah kekafiran mereka, disamping kekafirannya )yang telah ada.” Maka jelas bahwa menggunakan hijab adalah kewajiban bagi setiap muslimah sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah SWT. Tidak hanya itu, menggunakan hijab juga dapat melindungi wanita muslimah dari berbagai fitnah dan keburukan. Namun, penggunaan hijab tentu memiliki beberapa tantangan terutama bagi wanita yang menganggap rambut adalah mahkota.  Tidak jarang, wanita berhijab menganggap masalah rambut  menjadi tantangan tersendiri terutama saat cuaca panas sehingga membuat rambut lebih mudah lepek dan kehilangan volume. Namun, jangan khawatir, ada beberapa tips dan solusi yang dapat membantu mengatasi masalah ini. Sebelum membahas mengenai tips dan solusi mengatasi rambut lepek pada wanita berhijab, ada baiknya kita mengetahui faktor penyebab ramput lepek pada wanita berhijab, berikut penjelasannya : Setelah mengetahui 3 faktor penyebab rambut lepek pada wanita berhijab, berikut 6 tips mengatasi rambut lepek pada wanita berhijab : Gunakan sampo yang dirancang khusus untuk rambut berminyak atau lepek. Cari produk yang mengandung bahan seperti tea tree oil atau ekstrak mint, yang membantu mengontrol produksi minyak pada kulit kepala. 2. Rutin Cuci Rambut Cuci rambut secara teratur, tetapi jangan terlalu sering. Pilihlah hari-hari yang cocok untuk mencuci rambut dan jangan biarkan minyak menumpuk terlalu lama di kulit kepala. 3. Gunakan Kondisioner Ringan Pilih kondisioner yang tidak terlalu berat dan hanya diaplikasikan di ujung rambut. Hindari mengoleskan kondisioner di kulit kepala karena dapat meningkatkan produksi minyak. 4. Hindari Pengering Rambut Panas Pengering rambut panas dapat merangsang produksi minyak berlebih. Biarkan rambut kering secara alami atau gunakan pengering rambut dengan suhu rendah. 5. Gunakan Serbuk Bedak Transparan Serbuk bedak transparan dapat membantu menyerap minyak berlebih di kulit kepala dan menjaga rambut tetap segar di bawah hijab. 6. Perhatikan Nutrisi danAsupan makanan yang seimbang Asupan makanan juga berpengaruh pada kesehatan rambut. Jadi, Konsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral, seperti sayuran dan buah-buahan dapat membantu mengatasi permasalahan rambut lepek pada wanita berhijab. Mengatasi rambut lepek pada wanita berhijab memerlukan perawatan yang tepat dan konsisten. Jika perlu, konsultasikan dengan ahli kecantikan atau dermatolog untuk saran lebih lanjut. Semoga bermanfaat *** Sumber: Berbagai sumber Penulis: Gita Rianti D Pratiwi Sumber foto: https://mashmoshem.co.id/cara-merawat-rambut-untuk-wanita-berhijab/ dan gemini AI Editor : Iffah Faridatul Hasanah & Toto Budiman

Read More