Pertumbuhan Bioskop di Saudi Hingga Memberikan Pendapatan Sebesar Rp 2,1 triliun

Jeddah — 1miliarsabtri.net : Komisi Umum Media Audiovisual (GCAM) Pemerintah Arab Saudi mengumumkan, pendapatan Arab Saudi dari bioskop hingga saat ini telah melampaui 535 juta riyal Saudi atau setara Rp 2,1 triliun. Ini terhitung sejak dimulainya kembali aktivitas bioskop di wilayah Arab Saudi. Badan pemerintah Arab Saudi itu juga menyampaikan, sejauh ini, lebih dari 10 juta tiket telah terjual. Sektor sinema Saudi adalah pendapatan yang terbesar di Arab Saudi saat ini, sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Ahad (03/09/2023). Hal itu karena sektor tersebut bergerak dengan akselerasi tinggi dalam mencapai tujuan Visi Saudi 2030. Jumlah kursi di 69 bioskop di Saudi telah melampaui 64 ribu dan masih banyak lagi dari tujuh operator, di lebih dari 20 kota di Saudi. Adapun bioskop yang paling menonjol di antaranya adalah Vox Cinemas dan Muvi Cinemas. Bioskop-bioskop Saudi telah membuktikan kehadirannya yang kuat dan efektif, dengan jumlah film yang diputar mencapai lebih dari 33. GCAM mengungkapkan, film terlaris di box office adalah film drama aksi Amerika “Top Gun: Maverick,”. Tiket film ini telah terjual lebih dari 1,2 juta dan menyumbang pendapatan mencapai 84 juta riyal Saudi atau setara Rp 339 miliar. Sektor sinema Saudi mencatat pertumbuhan sebesar 28 persen selama kuartal kedua tahun 2023. Menurut buletin sektor bisnis Kementerian Perdagangan baru-baru ini, terdapat lonjakan catatan komersial dari sektor-sektor yang menjanjikan di Kerajaan, seperti bioskop, hiburan dan seni. Buletin tersebut menyatakan bahwa catatan komersial sektor produksi film mencapai lebih dari 1.700 catatan komersial, dibandingkan dengan lebih dari 1.300 catatan komersial pada akhir kuartal kedua tahun 2022. Mei 2023 lalu, pemerintah Arab Saudi merilis perkiraan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kerajaan kuartal pertama 2023. Perekonomian Arab Saudi tumbuh 3,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dalam laporan Otoritas Umum Statistik Arab Saudi yang dirilis Ahad (07/05/2023) aktivitas nonminyak tumbuh 5,8 persen pada kuartal pertama dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara aktivitas minyak tumbuh 1,3 persen. IMF mengatakan, ekonomi Arab Saudi tahun lalu tumbuh 8,7 persen. Tapi proyeksi pertumbuhan PDB Arab Saudi tahun ini akan mencapai lebih dari 3,1 persen. Bulan lalu Riyadh mengatakan, mulai bulan Mei ini Arab Saudi akan memangkas produksi minyaknya menjadi 500 ribu barel per hari. Kelanjutan dari pemangkasan yang dilakukan negara-negara minyak, OPEC+ sebesar 1,16 juta barel per hari. (dul) Baca juga :

Read More

Ungkapan Jomblo fi Sabilillah Bagi Kalangan Remaja

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kelihatannya seperti bercanda, tapi itu benar adanya. Jomblo fi Sabilillah awalnya hanya ‘plesetan’ di kalangan anak muda dari frasa Jihad Fi Sabilillah. Namun, jika dikaji lebih dalam, buat anak muda menjomlo adalah jihad tersendiri. Tentu tidak mudah memutuskan menjadi jomlo di kala remaja atau teman seusia berpacaran, nobar ke bioskop dengan pasangan, menguji adrenalin ke taman bermain bersama kekasih, atau berjalan berduaan. Belum lagi, muncul berbagai meme atau ungkapan yang memojokkan kaum ‘jombloer’. “Sandal aja punya pasangan, masak kamu enggak!” Itu baru dari segi tekanan sosial atau stimulasi dari luar. Dari dalam diri juga, setiap manusia yang sudah baligh mempunyai keinginan untuk mempunyai pasangan. Allah SWT berfirman, dalam surah ar-Rum: 30, “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” Maka itu, memilih menjomlo dalam arti tidak berpacaran sebelum menikah adalah jihad yang tidak mudah bagi remaja dan pemuda Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Abdullah Ibnu Mas’ud RA berkata: ‘Rasulullah saw bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barang siapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu (mengekang hawa nafsu seksual)’.” (Muttafaq ‘Alaih). Hadis ini secara implisit menunjukkan, mempunyai pasangan adalah kebutuhan karena itu dianjurkan untuk segera menikah. Dan jika tidak mampu dianjurkan puasa. Dengan kata lain tanpa puasa, tetap bersabar tanpa ada pasangan adalah tantangan yang tidak mudah. Pacaran? Tentu sangat tidak dianjurkan karena justru akan menstimulasi kecenderungan yang ada. Menjadi jomblo fi sabilillah adalah berbeda dengan menjomblo karena keadaan. Jomblo karena nasib terjadi karena memang tidak bisa mempunyai pacar, nembak ditolak, suka sosok tertentu tidak berani mendekat. Akan tetapi, jomblo fi sabilillah adalah pemuda yang punya kemampuan untuk punya pacar, punya modal berpacaran, tapi menolak melakukannya karena takut berdosa dan memilih langsung menikah pada waktunya. Mereka yang memilih tetap menjomblo, mendekati diri pada kriteria tujuh golongan yang dilindungi Allah. “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh’. Dan (6) seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” Ternyata banyak tanggapan dari kalangan remaja yang cukup menunjukkan spirit bagaimana memahami konsep jomblo ini, seperti : “Aku memilih jomblo fii sabilillah daripada jatuh ke pelukan yang salah.” “Lebih baik jomblo lalu menuju pelaminan daripada pacaran tanpa kepastian.” “Menjomblo adalah ibadah jika diniatkan menghindari dosa.” “Perjuangkan kejombloanmu demi jodoh terbaikmu.” “Jagalah iman, tuk dapat jodoh idaman. Bukan lewat pacaran.” “Gak jantan kalo cuma pacaran, ayo halalkan!” Dari beberapa slogan tersebut terlihat, buat sebagian besar lelaki, menjomblo adalah cara menjauhkan dari perzinaan dan dosa. Bagi perempuan, mereka lebih memilih kepastian. Jadi, daripada pacaran lebih baik langsung ke pelaminan. Sambil menanti bersiap, ber-jomblo fi sabilillah dahulu. (yus) Baca juga :

Read More

UNHAS Pelopori Program Zakat Goes to Campus

Makassar — 1miliarsantri.net : Wakil Dekan akademik dan kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Sulawesi Selatan, Maskun, berharap mahasiswa dan akademisi memanfaatkan zakat dan pengelolaannya sebagai karya ilmiah. “Produk karya ilmiah ini nantinya dapat digunakan sebagai literasi bagi masyarakat dalam memahami hukum islam,” ungkapnya. Gagasan ini juga turut diamini oleh Guru Besar Fakultas Hukum UNHAS, Prof. Dr. H. M. Arfin Hamid, S.H., M.H, ia menyebut akademisi perlu mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan regulasi dan aturan yang berlaku pada pengelola zakat dan zakat itu sendiri. Hal ini disampaikannya pada agenda Zakat goes to Campus, ‘Optimalisasi Gerakan Zakat di Sulawesi Selatan, Mahasiswa Bisa Apa?’, di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, kegiatan kolaborasi antar Forum Zakat dan BEM Fakultas Hukum, Kamis (31/08/2023) lalu. Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Umum Forum Zakat Nasional, Irvan Nugraha mengatakan mahasiswa diharapkan terlibat dalam memperluas sosialisasi dari zakat ke Masyarakat. “Secara nasional indeks literasi zakat itu ada diangka 72,5. Dan akan terus didorong untuk sosialisasi yang merata ke berbagai daerah serta kaum GenZ,” kata dia. Lebih lanjut Irvan mengatakan, mahasiswa UNHAS juga dapat mencontoh semangat berjuang Sultan Hasanuddin Pahlawan yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur. “Kita tau Sultan Hasanuddin dikenal sebagai sosok yang tegas, berani, dan pantang menyerah, serta berjuang dengan penuh kebanggaan. Maka dengan bangga kita melakukan kolaborasi antara FOZ dan BEM UNHAS untuk memajukan Gerakan Zakat dan mensejahterakan masyarakat Sulawesi Selatan,” jelasnya. Saat ini, FOZ memiliki program yang bersentuhan dengan mahasiswa mulai dari pemagangan yaitu Program Kampus Zakat dan Kompartemen Beasiswa. Sementara, ketua DPRD Prov. Sulawesi selatan Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si mengatakan mahasiswa harus menjadi subjek dalam gerakan zakat. “Melalui gerakan zakat, mahasiswa dapat turut serta dalam pembangunan masyarakat sosial di wilayah sulawesi selatan,” terangnya. Perwakilan Kemenag M. Bakri menyebut saat ini penghimpunan zakat masih rendah. Dia berharap, dengan adanya program ini, mahasiswa bisa menjadi garda terdepan dalam literasi zakar. “Diharapkan mahasiswa menjadi garda terdepan dalam literasi zakat,” tandasnya. Hal ini turut diamini Ketua Forum Zakat Wilayah Sulawesi Selatan, Amir, ST ia menyebut mahasiswa dapat menjadi bagian dari edukasi zakat. Sementara, Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel Drs. H.Nur Syamsu Sultan, MAP, berharap media massa dapat membantu menguatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. “Kami berharap dengan perannya mahasiswa dalam menggunakan media informasi bisa menekankan fakta dibandingkan opini pribadi,” tegasnya. Presiden BEM FH UNHAS, Yasser Fauzan, mengungkapkan ucapan terimakasih atas kolaborasi FOZ dan BEM FH UNHAS. “Terimakasih sudah membuka ruang untuk ikut berpartisipasi bagi mahasiswa, insyaAllah kesempatan ini akan dipergunakan sebaik-baiknya,” tuturnya. Kegiatan ZGTC diadakan selama dua hari yang diawali dengan Zakat Expo dan pembukaan seleksi bantuan biaya pendidikan, pemagangan dan lomba video & opini. Sejumlah Organisasi Pengelola Zakat di Sulsel turut terlibat yaitu, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, YBM PLN, BMH, Yatim Mandiri, Al Azhar, LazisMu dan WIZ. (hen)

Read More

Beredar Video Tiga Orang Wanita Memberikan Miras ke Seekor Kucing

Padang — 1miliarsantri.net : Jagad media sosial kembali dihebohkan dengan beredar nya sebuah video tiga orang wanita di sebuah kamar sedang memberikan minuman keras ke dalam mulut seekor kucing. Video ini disebarkan akun Instagram @matarakyat_sumbar yang menyebutkan peristiwa pencekokan miras ke kucing itu di Kota Padang, Sumatra Barat (ralat di berita sebelumnya ditulis Kota Bukittinggi). Video yang berdurasi 23 detik ini memperlihatkan tiga orang wanita mengangkat lalu mengayun-ayunkan kucing ras tersebut di dalam kamar. Ketiga wanita itu lalu tertawa. Selanjutnya, mereka memberikan cairan dari botol diduga merupakan minuman keras. Mereka memaksa kucing ini untuk meminumnya. “Ibunya (kucing) berdua ini tidak sanggup sama saya. Cepatlah,” kata perekam video. Seusai mencekoki kucing dengan minum keras, ketiga wanita ini kembali tertawa terbahak-bahak. Kucing tersebut terlihat berjalan dan sempat terdiam di atas keset kaki. Aksi tiga orang wanita mencekoki kucing dengan minuman keras ini mendapatkan kecamanan dari Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru. Doni menduga minuman keras yang dicekoki ke kucing berupa Soju. “Kami duga kuat adalah miras jenis Soju. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti dan identitas pelaku yang berdomisili di Bukittinggi dan terdiri dari beberapa pelaku dengan beberapa peran,” kata Doni, Ahad (03/09/2023). Doni mengaku pihaknya sedang menyusun rencana pelaporan kepada pihak berwajib atas kejadian ini. “Kami sedang menyusun rencana pelaporan bersama kuasa hukum. Para pelaku ini tampaknya tidak paham bahwa ada hukum terkait hal ini, dan kami punya yurisprudensi akan kasus serupa, kucing yang dicekoki ciu di Tulungagung,” ucap Doni. Doni berharap masyarakat tidak mencari kesenangan dan menjadikan candaaan seperti tindakan yang dilakukan pelaku. Ia menyebut tidak ada hewan diperbolehkan menenggak minuman beralkohol. “Bahwa hewan tidak boleh mengkonsumsi alkohol karena dapat berimbas buruk pada jantung dan kesehatannya. Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk mencari gelak tawa, dibanding membuat bahaya bagi satwa,” pungkasnya. (mik) Baca juga :

Read More

Habib Lutfi : Ini Sebenarnya yang dimaksud Tasawuf

Pekalongan — 1miliarsantri.net : Ketua Forum Ulama Sufi Dunia, Habib Luthfi bin Yahya meluruskan pandangan orang terhadap dunia tasawuf. Hal ini disampaikan Habib Luthfi dalam acara penutupan Muktamar Sufi Internasional di Sahid Convention Center Pekalongan pada Kamis (31/08/2023) lalu. Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) ini menjelaskan, jika masih ada yang beranggapan bahwa orang yang menggeluti dunia tasawuf hanya berkutat pada urusan akhirat dan takut pada dunia, maka perlu diluruskan. Karena, menurut dia, pemahaman seperti itu tidak tepat. “Kemungkinan masih banyak memahami dalam dunia tasawuf kalau orang tasawuf itu pandainya duduk, pandainya memutar tasbih, kurang peduli, sehingga jarang orang yang mau masuk tasawuf karena orang kalau sudah masuk tasawuf takut kepada dunia,” urai Habib Luthfi dikutip dari laman resmi Jatman, Sabtu (02/09/2023). Dia menjelaskan, tasawuf itu tazkiyatul qulub, yakni untuk membersihkan hati. Jika hati kita ini bersih, maka hal-hal yang selalu menghalangi-halangi hubungan kita kepada Allah itu akan sirna dengan sendirinya. “Kita setiap hari tidak lepas dari membersihkan fisik. Dari mulai mandi sampai wudhu sampai cuci muka. Tapi kapan kita akan membersihkan hati? Dengan apa cara membersihkan hati? Jelas peranan tarekat di sini sangat diperlukan sekali. Yang tidak terlepas dalam dunia tarekat ada tazkiyatil qulub, untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit yang luar biasa,” sambungnya. Menurut dia, tasawuf membersihkan hati dari penyakit hati seperti hasud, takabbur, dengki, dan penyakit senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. “Mungkin senang kalau melihat negara ini pecah belah, rakyat tidak akur, ramai, dan gembira sekali. Ini penyakit-penyakit hati yang sangat mengerikan,” imbuhnya. Dia pun mengingatkan bahwa ulama tasawuf juga mampu ikut serta dalam pembangunan berbagai sektor mulai ekonomi, pertanian, sampai dengan ketahanan dan pertahanan nasional. “Pasti ulama-ulama di manapun negara ini, dengan cintanya kepada tanah airnya, pasti akan menjadi contoh yang luar biasa,” jelas Habib Luthfi. Dengan begitu, tambah dia, maka kemandirian akan terwujud di berbagai aspek kehidupan dengan menumbuhkan berbagai langkah yang memberikan maslahat kepada umat. “Mampu tangan di atas, bukan tangan di bawah,” pungkas Habib Luthfi. (zen) Baca juga :

Read More

Kisah Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah SAW

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Diantara sekian banyak sahabat Rasulullah SAW terdapat satu nama yang cukup dikenang oleh para sahabat lain. Namanya Hudzaifah bin Hasal bin Jabir Al-Absi, berjuluk Abu Abdullah, sedang Al-Yaman adalah gelarnya Hasal. Beliau adalah Sahabat yang termasuk pemimpin penakluk negeri dan pemegang rahasia Rasulullah SAW tentang nama-nama orang-orang munafik. Tidak satupun yang mengetahui kecuali ia. Ketika Umar radhiyallahu anhu memegang jabatan khilafah, ia berkata, “Apakah bawahanku ada orang munafik?” Hudzaifah radhiyallahu anhu menjawab, “Ya, satu.” Umar bertanya, “Siapakah ia?” Hudzaifah radhiyallahu anhu menjawab, “Aku tidak bersedia mengatakannya.” Sesudah itu Hudzaifah radhiyallahu anhu menyampaikan pembicaraan tersebut setelah beberapa lama, ia berkata, “Orang tersebut telah dicopot oleh ‘Umar radhiyallahuanhu, seolah-olah ada yang menunjukkan kepada ‘Umar”. Dan apabila ada orang yang meninggal dunia, ‘Umar bertanya apakah Hudzaifah menshalatkannya? Jika ia menshalatkannya, maka ‘Umar radhiyallahu anhu menshalatkannya. Namun jika tidak, maka ia tidak menshalatkannya. Umar radhiyallahu anhu mengangkatnya menjadi gubernur Madain. Kebiasaan ‘Umar radhiyallahu anhu ketika mengangkat seseorang adalah menulis di dalam perjanjiannya, “Aku telah mengangkat fulan dan memerintahkannya begini.” Tetapi ketika mengangkat Hudzaifah radhiyallahuanhu, ia menulis di dalam perjanjiannya, “Dengarkan ia, taatilah, dan berikanlah kepadanya yang ia minta.” Ketika ia tiba di Madain, para pemuka daerah menyambutnya dan membaca perjanjiannya. Mereka berkata, “Mintalah kepada kami apa yang engkau inginkan.” Hudzaifah radhiyallahu anhu hanya meminta bahan makanan secukupnya. Hudzaifah tinggal bersama mereka dan membangun negeri mereka. Kemudian Hudzaifah radhiyallahu anhu wafat di Madain pada tahun 36 H, bertepatan dengan 656 M. dan Hudzaifah radhiyallahu anhu telah meriwayatkan hadits Rasulullah SAW sebanyak 225 hadits. (yus)

Read More

KH Makruf Amin : Pesantren Harus Siapkan Santri Melek Iptek

Surabaya — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin meminta pondok pesantren menyiapkan santri-santri yang unggul dan menguasai iptek. Hal ini untuk mengantisipasi persoalan yang dihadapi umat Islam yang kian kompleks. “Ini luar biasa. Allah meyediakan sumber daya alam nya banyak. Allah juga [menyediakan] adanya kegiatan ekonomi. Tapi kita juga harus menyiapkan sumber daya manusianya yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas Kiai Makruf saat meresmikan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Ponpes Al Anwar, Baton, Kec. Modung, Kab. Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (31/08/2023). Kiai Makruf meminta pondok pesantren (ponpes) sigap dalam mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi. Hal ini penting, karena dua hal tersebut merupakan prasyarat untuk menciptakan SDM berkualitas yang menjadi kunci bagi kemajuan dan kemakmuran bumi. “Jadi tambah ilmu pengetahuan, sebab nanti itu ada semacam punya nilai tambah. Oleh karena itu saya kira ini tepat sekali ini adanya Sekolah Ttinggi Ekonomi dan Bisnis Islam ini akan memberikan ilmu pengetahuan yang dalam untuk bisa mengelola secara lebih professional dan inovatif,” ujarnya. Lebih jauh Kiai Makruf menekankan, santri harus menjadi almuttafaqihina fiddin, santri yang menguasai agama dan melakukan tajdid-tajdid (pembaruan), yakni melahirkan ahli fiqih yang tidak hanya pandai membaca kitab tetapi juga mampu berijtihad dalam memberikan hukum terkait isu-isu yang terjadi saat ini. Menurutnya, banyak masalah-masalah baru yang dulu tidak ada, dan masalah-masalah lama yang kini bertransformasi menjadi masalah baru yang perlu diijtihadkan apakah sesuai dengan syariat Islam atau tidak. “Kebanyakan syariah itu lahirnya dari ijtihad,” tandasnya mengutip Imam Haramian al-Juwaini. Ia pun mencontohkan isu-isu ekonomi syariah yang memang berkembang sangat pesat, dan tidak dijelaskan secara gamblang dalam nash Al-Qur’an, seperti pembayaran digital, jual beli online dimana penjual pembeli tidak bertemu secara langsung, dan isu-isu terkini lainnya. Sebagai pusat dakwah, Wapres mengharapkan pesantren mencetak da’i-da’i yang santun dan menyebarkan kedamaian, menciptakan perbaikan, bukan yang menyebarkan kebencian, karena hal ini bertentangan dengan syariah. “Syariah itu bangunannya, asasnya itu dibangun di atas hikmah-hikmah dan kemaslahatan hambanya. Syariat itu seluruhnya adil semuanya rahmat, semuanya maslahat, semuanya hikmah,” ungkapnya Kiai Makruf menambahkan, apa saja sesuatu yang keluar dari keadilan pada ketidakadilan kepada penyimpangan, dan dari rahmat kepada selain rahmat, dari kasih sayang kepada kebencian dan permusuhan, dari maslahat kepada mafsada, kerusakan, dan dari hikmah kepada main-main itu bukan dari syariah. Kalau yang seperti itu bukan syariah. Selain itu, Wapres berharap pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat, baik di sektor keuangan maupun di sektor rill yang sesuai dengan prinsip-prinsip pesantren, atau syariah. “Muamalah yang tidak syariah itu sama dengan tidak ada. Kalau syariah bilang tidak ada, seperti juga tidak ada secara fisik, walaupun fisiknya ada, dianggap tidak ada,” imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Makruf menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Pemerintah Provinsi dan masyarakat Jatim, atas kinerja mereka mengembangkan praktek-praktek ekonomi yang dikembangkan di pesantren ini dan juga untuk Jatim. (yat) Baca juga :

Read More

Bagaimana Hukum Wudlu didalam Toilet

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Mubaligh muda Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan penjelasan mengenai dasar hukum berwudhu di dalam toilet. Menurutnya, idealnya memang tempat wudhu berpisah dengan toilet. Hal itu karena saat seseorang wudhu dia menyertakan berbagai macam kalimat-kalimat toyyibah (doa), baik sebelum maupun setelah wudhu. Sebelum seseorang mengambil wudhu, seseorang mengucapkan kalimat basmalah sebagai awal mula dalam mengerjakan segala hal kebaikan. “(Kalimat basmalah) juga sebagai ekspresi ungkapan gambaran atas niat yang kita tujukan utuh untuk mendapatkan ridho Allah SWT,” terang UAH saat menjawab pertanyaan dalam kajian daring, Sabtu (02/09/2023). Setelah mengambil wudhu, seseorang juga diajarkan untuk berdoa dengan mengucapkan syahadat. Itu sebagai bentuk permintaan agar dapat masuk dalam golongan orang yang bertaubat dan menyucikan diri, serta menjadi bagian orang-orang saleh. “Nah kalimat-kalimat toyyibah di atas kan merupakan permohonan doa dalam kebaikan yang juga menyebut asma-asma mulia yang tidak diutarakan saat kita berada di dalam toilet,” ungkap UAH Toilet merupakan tempat untuk menyalurkan atau membuang hadas kecil maupun besar. Sementara, wudhu ditujukan agar seseorang menyucikan dirinya dari hadas kecil dan besar. “Karena itu saat masuk toilet kita akan berdoa memohon lindungan kepada Allah dari godaan godaan setan yang berkumpul di tempat-tempat yang buruk. Kemudian ketika keluar kita akan beristighfar memohon ampunan,” lanjutnya. Oleh karena itu, UAH menjelaskan lebih baik jika tempat wudhu terpisah dengan toilet. Hal ini bertujuan agar seseorang dapat menjalankan hal-hal yang mengiringi (doa) bisa dilakukan dengan suci. Lalu, bagaimana jika lahan rumah terbatas sehingga sulit membuat tempat wudhu terpisah dari toilet? “Bila pun memang keadaannya tidak memungkinkan dan hanya ada itu, maka tidak ada masalah. Karena ada kaidah yang juga mengatakan dalam kondisi yang mendesak atau kondisi yang tidak biasa itu membolehkan bahkan yang terlarang pun,” tutur UAH. UAH menerangkan, dalam Islam sendiri, tidak ada larangan tertentu untuk wudhu di dalam toilet. Hal demikian, sifatnya tidak terlarang namun juga punya sifat tidak disukai atau makruh. “Jadi berdoa sebelum dan setelah wudhu bisa dilafalkan di luar toilet,” imbuhnya. Dia lalu menyampaikan sebuah hadis yang tercantum di Sunan Abu Dawud nomor 1367. Diriwayatkan dari hadist Ibnu Abbas bahwa, beliau menyampaikan sebuah kisah Nabi SAW saat berada di kediaman sayyidah Maimunah. Malamnya Rasulullah SAW bangun bangkit dari tidurnya, duduk dulu menghilangkan bekas ngantuk, kemudian beliau pergi ke tempat tertutup. Menurut penjelasan UAH, tidak disebutkan tempat tertutup yang seperti apa. Akan tetapi, yang pasti saat Rasulullah SAW keluar dari tempat tersebut, beliau sudah dalam keadaan berwudhu. “Keterangan-keterangan tentang seputar wudhu Nabi dan bangkit di malam hari itu disertakan dengan janabat. Artinya di kondisi tertentu kan mandi dalam mandi itu ada proses wudhu. Ini menunjukkan kesan bahwa tidak ada hukum spesifik haram mengerjakan wudhu di dalamnya. Tapi lebih disukai kalau hanya wudhu bisa dikerjakan di tempat terpisah,” pungkasnya. (yan)

Read More

Penceramah Ulung itu Bernama Ibnu Sam’un

Surabaya — 1miliarsantri.net : Seantero kota Baghdad ketika nasa Kekhalifahan Abbasiyah selalu menunggu kata demi kata bijak yang disampaikan tokoh kharismatik Abu al-Husayn bin Sam’un atau yang dikenal dengan sapaan Ibnu Sam’un (912-997). Rangkaian kata yang diucapkan seakan bermantera. Dalam sekejap, kerumunan massa terbentuk dan larut dalam untaian kata yang disampaikan sang tokoh. Para sejarawan menyanjungnya sebagai ulama besar pertama yang sangat menguasai seni berceramah. George Makdisi melalui uraiannya dalam Cita Humanisme Islam, mengungkapkan, besarnya pengaruh Ibnu Sam’un membuat ceramah-ceramah yang ia lakukan menarik minat para ulama dan tokoh di Baghdad pada masa itu. Sebagian besar ceramah yang ia sampaikan dikumpulkan. Sangat disayangkan, telah banyak kumpulan tersebut yang hilang. Hanya tersisa beberapa fragmen atau penggalan-penggalan naskah. Berkat Ibnu Sam’un, ujar Makdisi, seni berceremah mendapat pijakan kuat sebagai sebuah bidang khusus yang dikaji cendekiawan dan ulama Muslim. Seni berceramah juga menjadi mata pelajaran khusus yang diajarkan halaqah atau kelompok belajar di masjid maupun di perguruan tinggi. “Garis pengaruh seni berceramah di kalangan pengikut Ibnu Hanbal dimulai oleh Ibnu Sam’un,” jelas Makdisi. Proses pewarisan keahlian berceramah ini terus berlanjut hingga masa Ibnu al-Jawzi pada abad ke-12. Cendekiawan Muslim, al-Khatib menjuluki Ibnu Sam’un dengan panggilan syekh, imam besar, dan orator ulung. Selain karena ceramah-ceramahnya yang terkenal, Ibnu Sam’un pun menguasai bidang tasawuf dan kalam. Al-Khatib menyatakan, Ibnu Sam’un memberikan banyak panduan dan menjadi acuan yang sangat tepat soal etika serta berbagian ilmu lainnya. Di samping itu, kata-kata bijak dan pembangkit moral Ibnu Sam’un sangat ditunggu-tunggu khalayak. Hal ini disampaikan sejawatnya, bernama Abu Muhammad al-Sunni. Abu Muhammad mengisahkan pula momen-momen penting pada saat Ibnu Sam’un masih remaja. Menurut dia, Ibnu Sam’un sejak semula memang berkeinginan menjadi seorang ahli agama. Cita-citanya itu juga disampaikan kepada ibunya. Suatu hari, Ibnu Sam’un berkata kepada ibunya bahwa ia akan menunaikan haji. Ibunya bertanya, “Apakah engkau memiliki cukup uang untuk biaya bepergian ke Tanah Suci?” Kemudian, sang ibu tertidur. Tak lama kemudian, dia terbangun dan berkata pada Ibnu Sam’un. “Oh anakku, pergilah engkau ke Tanah Suci, karena sesungguhnya aku telah bertemu Rasulullah dalam mimpiku dan ia meminta membiarkanmu pergi.” Jadilah Ibnu Sam’un berangkat ke Tanah Suci setelah menjual koleksi bukunya. Di sisi lain, Ibnu Sam’un memiliki sejumlah guru ternama. Al-Khatib mengatakan, Ibnu Sam’un memiliki guru hadis bernama Ibnu Abi Dawud. Menurut Ibnu Asakir, guru paling penting dalam catatan intelektualitas dan spiritual Ibnu Sam’un adalah Abu al-Hasan al-Asyari. Ibnu Sam’un tak hanya dikenal dengan kemampuannya dalam seni berceramah. Namun, ia memiliki keteguhan hati dan memiliki keinginan kuat tetap menyampaikan kebenaran. Meski ia harus berurusan dengan penguasa. Pada suatu masa, Khalifah Adud al-Dawlah melontarkan gagasan. Khalifah berniat menghentikan ceramah dan khutbah di masjid dan jalan-jalan di Kota Baghdad. Langkah ini bermula dari ketegangan antara Suni dan Syiah. Ia menilai, ceramah yang disampaikan penceramah dari kedua kelompok itu telah mematik ketegangan di tengah masyarakat. Ibnu Sam’un menentang niatan itu. Ia pun terus menggemakan ceramahnya yang menarik perhatian banyak orang. Akibatnya, ia dipanggil ke istana. Ia tak gentar dan memenuhi panggilan tersebut dan malah meluluhkan hati sang khalifah dengan nasihat-nasihat yang menyentuh hatinya. Menurut Ibnu Sam’un pesan-pesan agama harus tetap disampaikan kepada masyarakat meski harus berhadapan dengan kekuasaan. Dalam buku Kisah Orang-orang Zalim, Muhammad Abduh mengatakan bahwa Ibnu Sam’un adalah seorang laki-laki yang tidak dapat diam untuk terus mengatakan kebenaran. Termasuk ketika dia dibawa ke istana karena dianggap melanggar perintah Khalifah Adud al-Dawlah. Khalifah mengutus Syukur al-Adhudi untuk mencari dan membawa Ibnu Sam’un. Saat bertemu ulama tersebut, Syukur mendapati bahwa Ibnu Sam’un sangatlah berwibawa dan saleh. Syukur merasakan kesucian Ibnu Sam’un. Sesampai di hadapan Ibnu Sam’un, Syukur menyampaikan instruksi khalifah dan disanggupi oleh Ibnu Sam’un. Tokoh ini, dipertemukan dengan khalifah di dalam ruang pribadinya. Khalifah sedang duduk seorang diri. Dan tanpa sungkan, Ibnu Sam’un segera membacakan Alquran yaitu surat Hud ayat 102 dan Yunus ayat 14. Lalu, mengalirlah serangkaian nasihat Ibnu Sam’un kepada khalifah. “Nasihatnya sangat menyentuh, sehingga air mata khalifah jatuh bercucuran,” papar Abduh dalam bukunya. Tak lama setelah Ibnu Sam’un keluar, khalifah pun memerintahkan Syukur untuk memberikan hadiah kepada Ibnu Sam’un. Ibnu Sam’un mendapatkan hadiah berupa uang sebesar 3.000 dirham dan sepuluh helai pakaian baru. Khalifah dikisahkan pula sempat menawarkan salah seorang budak perempuannya kepada Ibnu Sam’un untuk dijadikan istri. Semua kalangan juga menaruh hormat pada Ibnu Sam’un. Dalam ceramahnya, Ibnu Sam’un selalu mendorong umat untuk terus mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW. Ada sejumlah penekanan yang sering ia tekankan saat berceramah, yaitu menghindari perselisihan antarumat Islam, berlaku adil, menghindari kesalahan, dan tidak mencela orang lain yang melakukan kesalahan. Ibnu Sam’un berpandangan agar setiap orang untuk selalu memperbaiki kesalahan yang pernah dibuatnya, menurunkan ego pribadi, mempererat ukhuwah, dan menjauhi permusuhan. (had)

Read More

KH Kafabih : Indonesia itu Negara Yang Sangat Luar Biasa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri, KH Abdullah Kafabihi Mahrus atau yang akrab disapa Kiai Kafabih menegaskan, Indonesia adalah negara yang aman di tengah keyakinan bangsanya yang tidak tunggal. Demikian juga dengan warna kulit dan budayanya yang cukup kaya. Menurutnya, tak sedikit negara luar yang akhirnya datang ke Indonesia untuk menggali lebih jauh terkait upaya Indonesia menjaga persatuan di antara bangsanya. “Kita hidup di Indonesia itu merupakan anugerah. Indonesia adalah negara yang aman sehingga banyak sekali orang (luar) yang datang ke Indonesia,” terangnya kepada 1miliarsantri.net Jumat (01/09/2023). Kiai Kafabih mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk mensyukuri anugerah Allah swt yang telah menjadikan Indonesia sebagai negara aman dan dijaga dari perpecahan-perpecahan. Persatuan dan kesatuan hendaknya terus menjadi karakter bangsa dalam membangun Indonesia ke depan. “Maka negara aman inilah yang harus kita syukuri,” jelasnya. Banyak cara yang bisa dilakukan warga Indonesia sebagai wujud syukur atas anugerah tersebut. Kiai Kafabih menyampaikan, salah satunya adalah dengan terus menghormati perjuangan para pahlawan yang telah berjibaku mengusir para penjajah di zamannya. Menaruh hormat kepada mereka dapat diwujudkan dengan sebuah tanggung jawab terhadap keberlangsungan Indonesia yang maju. “Arti syukur di sini bagaimana kita mengisi kemerdekaan kita supaya mendatangkan hal-hal yang positif, yang bermanfaat bagi negara dan bangsa. Sebab diharapkan ke depan Indonesia merupakan negara yang maju, sejahtera, (lebih) damai, dan (lebih) aman,” ungkapnya. Dalam mewujudkan hal itu, ia menegaskan bahwa warga Indonesia sudah memiliki bekal utama, yakni akhlak mulia yang sudah menjadi karakter yang kuat. Perangai ini menurutnya satu hal yang bisa manciptakan sikap saling menghargai perbedaan di tengah masyarakat Indonesia. Dan pada waktu yang sama, persatuan akan semakin kuat. “Orang Indonesia yang terkenal dengan akhlaknya, dengan sopan santunnya, yang ini sesuai dengan visi-misi Rasulullah diutus oleh Allah. Beliau mengatakan; innama bu’itstu liutammima makarimal akhlak”, (saya diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak),” sambungnya. Bahkan dalam Islam, imbuhnya, akhlak itu tidak hanya berlaku kepada sesama manusia, tapi kepada hewan pun juga ada aturan-aturan yang harus dipatuhi. “Sekalipun pada hewan kita harus baik, kita harus kasih sayang. Apalagi dengan manusia yang mana Islam mengedepankan kasih sayang,” tuturnya. Demikian itu, juga telah menjadi pegangan para leluhur atau nenek moyang bangsa Indonesia. Kiai kafabih mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak mereka. Perkembangan media sosial yang memberikan kebebasan bersuara dan berinteraksi itu menurutnya jangan sampai menggeser sikap terpuji yang sudah ditanamkan oleh para leluhur. “Orang-orang dahulu mengajarkan kepada kita semua sopan santun berakhlak mulia. Namun di era sekarang, ini kadang-kadang karena medsos kadang kata kasar keluar, misuh-misuh keluar. Dengan hal ini kita harus hati hati, sebab yang kita ikuti Rasulullah saw,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More