Masjid Al-Utsmani, Masjid Tua di Jombang Yang Didirikan Ratusan Tahun Lalu

Masjid Al-Utsmani, Masjid Tua di Jombang Yang Didirikan Ratusan Tahun Lalu

Jombang — 1miliarsantri.net : Jombang Kota Santri, tampaknya memang layak disematkan pada kabupaten Jombang. Selain terdapat beberapa Pondok Pesantren (Ponpes) kuno, Kabupaten Jombang juga memiliki sejumlah bangunan tua yang menjadi bukti perjuangan kaum santri dalam syi’ar Islam. Salah satunya adalah Masjid Al-Utsmani yang beralamat di Tambakberas Timur, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Masjid ini terlihat masih sangat kental mempertahankan model klasiknya. KH Fatkhullah Malik, Pimpinan sekaligus Masjid Al-Utsmani mengatakan, masjid ini diperkirakan dibangun sekitar 1830-an Masehi oleh KH Usman. Namun, dirinya tidak mengetahui persis tahun berdirinya masjid tersebut. Tapi dapat merujuk ke pendirinya yaitu Kiai Usman, menantu Kiai Abdus Salam atau Soihah yang mulai hidup Tambakberas di era tahun 1825 M. Sama dengan berdirinya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. “Namun, kemungkinan lainnya yaitu Masjid Al-Utsmani ini berdiri di atas tahun 1830-an. Ada versi lain yaitu 1838 M,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Minggu (10/09/2023). Pengasuh Ribath al-Utsmani ini menambahkan, Masjid Al-Utsmani juga dikenal dengan nama Masjid Gedang. Saat ini posisinya berada di Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. “Dari depan terlihat atap masjid berbentuk limas, ciri khas bangunan-bangunan lama. Terdapat dua limas pada atap yakni, limas berukuran besar yang merupakan atap bagian luar dan dalam masjid, serta limas berukuran agak kecil yang merupakan atap tempat imam,” imbuhnya. Beberapa sisi masjid juga terdapat ornamen kayu ukiran menyerupai buah nanas. Ini terdapat di atas corong masjid. Bentuk kubah masjid terbuat dari logam berbentuk unik seperti mahkota bersusun tiga. Selain itu, sebelum di renovasi Masjid Al-Utsmani juga memiliki bentuk lengkungan khusus serta unik di serambi dan di tembok dalam masjid. “Keaslian bangunan masih dijaga hingga saat ini. Beberapa bagian memang direnovasi, karena termakan usia,” lanjutnya. KH Fatkhullah mengatakan, kubah masjid berbentuk bunga melati dan disangga enam kayu jati setinggi 6 meter dengan lebar 20×30 sentimeter sebagai pilar utama di bagian tengah masjid. Di awal pembangunan, bangunan masjid terbuat dari batu bata, gamping, dan santan kelapa sebagai perekat pengganti semen. Tepi pintu dan jendela masih terbuat dari kayu serta bagian tengah berupa tralis besi yang ditata rapi. Pagar samping bagian luar pun masih nampak jelas sangat kokoh terbuat dari kayu jati. Di teras masjid terdapat beduk model lama. “Dulu masjid ini digunakan untuk mengaji tasawuf oleh KH Usman beserta santrinya. Bahkan Kiai Hasyim Asy’ari pernah ngaji di sini,” terangnya. Ia menambahkan, saat ini kegiatan masjid tetap digunakan untuk syi’ar Islam dengan kegiatan shalat lima waktu, ngaji kitab kuning dan kegiatan santri. Di bagian utara masjid ada komplek asrama santri bernama Ribath Ustmani yang diasuh oleh KH Fatkhullah beserta istri. KH Fatkhullah merupakan keturunan dari KH Soihah jika diurutkan ke atas. “Masjid ini tidak dipakai Jumatan, hanya untuk ngaji dan shalat lima waktu,” katanya. Dikatakan, masa kecil hingga remaja pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Muhammad Hasyim Asy’ari hidup di sekitar Masjid Al-Utsmani. Dikarenakan secara nasab, Kiai Hasyim bersambung ke Kiai Usman. Garis nasab tersebut terpampang di makam Kiai Usman yang berada di sisi timur Masjid Al-Utsmani. “Makam Kiai Usman ada di timur Masjid Al-Utsmani. Leluhur Kiai Hasyim. Bangun makan di oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Setiap hari ada peziarah,” pungkasnya. (tin) Baca juga :

Read More

The Wonderful Mosque of Indonesia E-Catalogue Diharapkan Bisa Memacu Wisata Religi di Indonesia

Padang — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan The Wonderful Mosque of Indonesia E-Catalogue. Peluncuran ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada wisatawan baik lokal maupun mancanegara mengenai masjid-masjid yang menjadi destinasi wisata religi di Indonesia. Dalam kegiatan ini Sandiaga Uno juga didampingi Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf/Baparekraf, Masruroh. Turut hadir pula Wakil Gubernur Sumatra Barat, Audy Joinaldy, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Luhur Budianda; dan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumatra Barat, Sari Lenggogeni. “Salah satu destinasi favorit di Indonesia adalah masjid-masjid yang indah. Selama ini kita belum bisa mengangkat masjid sebagai wisata ramah muslim dan dengan peluncuran e-katalog ini kita akan mendorong masjid ini menjadi daya tarik wisata untuk mengunjungi daerah,” ujar Menparekraf Sandiaga, Jumat (08/09/2023) lalu. Sandiaga mengungkapkan dengan kehadiran e-katalog ini diharapkan dapat tercipta rute-rute destinasi wisata baru, yaitu jelajah nusantara mengunjungi masjid-masjid ikonik. “Kita harapkan ini bisa mendorong pergerakan 1,2 miliar wisatawan nusantara yang akan menambah peluang penciptaan 4,4 juta lapangan kerja di 2024,” lanjutnya E-katalog ini memuat informasi 74 masjid dari 16 Provinsi di Indonesia yang memiliki potensi daya tarik wisata berdasarkan tujuh kategori tema yaitu nilai sejarah, nilai arsitektur, nilai budaya, nilai amenitas, nilai edu-religi, nilai tujuan ziarah, nilai socialpreneur, dan nilai eco-mosque. E-katalog ini dapat diunduh melalui laman website www.indonesia.travel. (ron) Baca juga :

Read More
Ini Alasan Kenapa Gus Baha Tidak Pernah Berada di Podium Maupun Kursi

Ini Alasan Kenapa Gus Baha Tidak Pernah Berada di Podium Maupun Kursi

Rembang — 1miliarsantri.net : Kiai asal Rembang, Jawa Tengah dan sekaligus Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Bahauddin Nur Salim atau biasa disapa Gus Baha terlihat tidak pernah berada di atas podium saat mengisi pengajian. Banyak kalangan jamaah maupun pecinta dakwah Gus Baha menilai, jangankan di podium, di atas kursi pun jarang dilakukan nya. Hal ini dapat ditelusuri video-video Gus Baha yang berhasil diabadikan di hampir semua sosial media. Gus Baha mengatakan, memang tidak berkenan duduk di kursi saat mengisi pengajian, meski terdapat kondisi yang kadang ia sulit menolaknya, ‘memaksa’ harus berada di atas kursi, lebih tinggi dari jamaahnya. Dirinya mengaku hal itu memang permintaannya saat diundang orang-orang untuk mengisi majelis ilmu. “Betul ini, saya tidak sombong. Kenapa saya kalau ngaji tidak suka ada podium atau kursi?” terangnya dalam sebuah tayangan video Santri Gayeng yang dikutip Minggu (10/09/2023). Gus Baha menjelaskan bahwa dirinya ingin sejajar dengan jamaah atau pendengar yang hendak menggali ilmu Allah darinya. Pasalnya, mereka adalah umat Nabi Muhammad, satu status yang sama dengannya. “Saya sampaikan kepada pengeran, paling tidak Allah tahu hati saya jika saya ingin sejajar dengan umat Nabi Muhammad,” jelasnya. Gus Baha tidak melarang kiai atau ulama duduk lebih tinggi dari jamaahnya. Bahkan menurutnya hal itu adalah salah satu ciri khas ulama. Pernyataan ini kerap disampaikan Gus Baha kepada orang-orang yang bertanya terkait pilihannya yang tidak berkenan duduk di atas kursi dan di podium saat diundang menyampaikan ilmu. “Ya saya senang ketika ada kiai yang di atas, karena itu adalah ciri khas ulama yang ada di atas kursi. Tapi (untuk) saya sendiri “pengeran, yang mengaji ke saya itu umatnya Nabi Muhammad. Satu kelas saja. Mereka sanadnya sampai ke Nabi, saya juga, itu kan satu kelas”,” sambungnya. Sikap ini selalu ditanamkan Gus Baha sebagai pengingat pribadinya. Ia tidak harus berada di posisi lebih tinggi dengan memilih duduk di kursi saat berada di hadapan umat Nabi Muhammad yang sudah berusaha menimba ilmu. “Sebagai pengingat bahwa kami ini sederajat, maka saya tidak perlu duduk lebih tinggi dari mereka,” lanjutnya. Dengan alasan tersebut, pihak yang mengundang Gus Baha akhirnya memahami saat dirinya meminta tak perlu memakai kursi atau podium di lokasi pengajian. “Itu rata-rata kiai yang mengundang saya kalau dinasihati patuh, nanti tidak usah pakai podium. Ya gus, yang penting njenengan hadir,” pungkasnya. (kim) Baca juga :

Read More

Pelajar Muslimah Perancis Tetap Dilarang Memakai Abaya

Paris — 1miliarsantri.net : Pengadilan tinggi Perancis menguatkan putusan pemerintah setempat soal larangan siswa di sekolah umum mengenakan abaya, jubah longgar dan panjang yang dikenakan oleh beberapa wanita Muslim. “Saat ini, hakim menganggap bahwa larangan mengenakan pakaian tersebut bukan merupakan pelanggaran serius dan jelas-jelas ilegal terhadap kebebasan fundamental,” terang pengadilan dalam siaran pers, dikutip Minggu (10/09/2023). Larangan tersebut memiliki dasar hukum dalam undang-undang yang disahkan pada tahun 2004 yang melarang penggunaan simbol-simbol agama yang “mencolok” di sekolah-sekolah Prancis. Pengadilan mengatakan pemakaian abaya adalah bagian dari proses penegasan agama, seperti yang ditunjukkan oleh komentar yang dibuat selama diskusi dengan para siswa. Action Droits Des Musulmans (ADM), kelompok hak asasi Muslim yang mengajukan banding, berpendapat bahwa larangan tersebut melanggar “hak-hak mendasar,” seperti hak atas kebebasan pribadi. Pengacara kelompok tersebut, Vincent Brengarth, mengatakan kepada wartawan sebelum sidang bahwa larangan tersebut diberlakukan secara “sewenang-wenang” karena tidak mengandung definisi hukum tentang seperti apa bentuk abaya. Menyusul putusan hari Kamis, ADM mengatakan dalam pernyataannya bahwa pengadilan belum memenuhi perannya dalam melindungi kebebasan mendasar anak-anak, menjamin akses mereka terhadap pendidikan, dan menghormati privasi mereka, tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun. ADM juga menyuarakan keprihatinannya yang mendalam tentang konsekuensi keputusan ini terhadap gadis-gadis muda, yang berisiko mengalami diskriminasi setiap hari berdasarkan penampilan etnis dan agama mereka, kekerasan dalam interogasi berpakaian dan trauma serta pelecehan yang mereka timbulkan, sehingga menghambat akses mereka terhadap pendidikan dan keberhasilan mereka di sekolah. Menteri Pendidikan Perancis Gabriel Attal setuju dengan putusan pengadilan tersebut, dan menyebutnya sebagai keputusan penting bagi sekolah-sekolah di Prancis. “Tujuan sekolah adalah menyambut semua siswa, dengan hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi atau stigmatisasi,” kata Attal. Sebelumnya, dilaporkan hampir 300 siswi menentang larangan tersebut dan menolak melepas abaya mereka pada hari pertama tahun ajaran Prancis, Senin (04/09/2023). Menteri Pendidikan Gabriel Attal mengatakan sebagian besar setuju untuk berganti pakaian, tetapi 67 orang menolak dan dipulangkan. Sementara itu, para guru dan siswa di sebuah sekolah menengah Perancis melakukan pemogokan sebagai protes terhadap larangan tersebut, Rabu (06/09/2023). “Kami ingin menjauhkan diri dari kebijakan Islamofobia pemerintah,” demikian bunyi pernyataan kelompok protes di Sekolah Menengah Maurice Utrillo di Stains, Seine-Saint-Denis, timur laut Paris. (ht/AP) Baca juga :

Read More

Haedar Nashir Berharap Wacana BNPT Mengontrol Tempat Ibadah, Harus Dibatalkan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Wacana Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Rycko Amelza, akan mengontrol tempat ibadah mendapat tanggapan serius Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. Haedar Nashir berharap wacana tersebut tidak dilaksanakan. Sebab selain bersifat mundur ke belakang, kebijakan itu dia anggap melukai sejarah kebangsaan dan justru berpotensi menciptakan konflik horizontal baru. “Bahwa agama dan umat beragama di Indonesia punya sejarah panjang, melekat dengan denyut nadi kehidupan bangsa, ikut memperjuangkan kemerdekaan dengan darah dan meletakkan pondasi Keindonesiaan bersama dengan seluruh komponen bangsa. Lebih dari itu memang juga tidak proporsional karena masjid dan tempat-tempat ibadah itu menjadi sumber api nilai berbangsa, bahkan menjadi sumber nilai etika masyarakat,” terang Haedar pasca acara di Fakultas Hukum UII, Sleman, Sabtu (09/09/2023). Haedar mendorong agar tidak melakukan generalisasi atau bahkan kriminalisasi pada agama maupun umat agama tertentu. Haedar menekankan bahwa posisi agama dan umat beragama di Indonesia adalah poros kultural ketahanan NKRI. “(dengan kebijakan itu) nanti dampak luasnya bahwa sosial order itu kehilangan daya kulturalnya di mana satu kekuatan kultural bangsa kita itu kan umat beragama,” ingatnya. Mengenai mekanisme kontrol yang diwacanakan BNPT untuk melibatkan masyarakat, Haedar juga tidak setuju. Dirinya berpendapat, pengawasan masyarakat ketika diendorse oleh negara hanya akan melahirkan konflik horizontal. “Sejatinya masyarakat itu kan punya self-mechanism, saling kontrol satu sama lain. Tapi ketika itu diendorse oleh negara, mengawasi masjid, mengawasi gereja, dan seterusnya itu justru berpotensi menciptakan konflik horizontal. Jadi di sinilah pentingnya kearifan, kecerdasan, dan tanggung jawab yang lebih luas baik dari BNPT maupun instansi pemerintah, lebih-lebih mau pemilu 2024 yang memerlukan suasana yang kondusif,” pesannya. Haedar berharap BNPT membatalkan wacana tersebut dan memilih cara-cara lain yang lebih arif dan konstruktif bagi ketahanan bangsa sesuai konteks Keindonesiaan. “Jadi kami percaya Kepala BNPT dan jajaran BNPT untuk meninjau kembali dan tidak melanjutkan langkah untuk mengawasi tempat ibadah. Jangan sampai itu menjadi kebijakan karena kalau masjid nanti ada pengawasan, lalu tempat-tempat ibadah juga ada pengawasan, habis itu sekolah, itu nambah suasana kebangsaan makin terkesan dramatis, terkesan ada alarm (bahaya),” nasihat Haedar. (yus)

Read More

Habib Syech : Berkah Sholawat, Maksiat Minggat

Bandar Lampung — 1miliarsantri.net : Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat dan memperbanyak majelis-majelis shalawat. Dengan banyaknya majelis shalawat dan lantunan-lantunannya, kemaksiatan dan hal-hal negatif bisa dihilangkan. “Insyaallah berkat shalawat, maksiat minggat,” tegas Habib Syech saat hadir pada Bandarlampung Bershalawat di Lapangan Saburai, Kecamatan Enggal, Bandarlampung, Jumat (08/09/2023) malam. Untuk lebih menguatkan kegiatan majelis shalawat, ia mengungkapkan keinginannya untuk sering datang ke Lampung. Ia berharap ke depan bisa berkunjung ke seluruh kabupaten dan kota di Lampung untuk bersama-sama bershalawat kepada Rasulullah SAW. Habib Syech pun mengungkapkan kerinduan kepada Lampung karena sudah lama tidak hadir ke Sai Bumi Ruwa Jurai ini. Ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mempelopori kedatangannya ke Lampung untuk mensyiarkan shalawat sebagai bentuk kerinduan pada Rasulullah. “Saya doakan semua yang hadir akan mendapatkan kemuliaan dan keberkahan dapat berjumpa dengan Nabi Muhammad, berziarah ke tempat Nabi Muhammad, mendapatkan syafaat Nabi Muhammad, dibanggakan Nabi Muhammad. Dengan memandang wajah beliau walau dalam mimpi-mimpi, atau dengan ziarah ke tempat beliau di Madinah Munawwarah,” imbuhnya. Jika majelis-majelis shalawat ramai seperti pada acara tersebut, maka menurut Habib Syech, Rasulullah akan senang dan bangga. Ia pun menyampaikan terimakasih kepada Nahdlatul Ulama yang telah menjadi sebab kehadirannya di Lampung. “Saya datang ke sini juga sebabnya dari pada Nahdlatul Ulama. Yang juga mempelopori majelis di malam hari ini. Semua kepengurusan Nahdlatul Ulama ada di sini,” lanjutnya. Habib Syech pun mendoakan kepengurusan NU Lampung ke depan akan dapat berkiprah dengan baik dan lebih maju. “Mudah-mudahan dapat memimpin dengan baik, dan insyaallah NU ke depan tambah maju, tambah baik, dan tambah berkah,” katanya. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung H Puji Raharjo mengatakan bahwa warga Nahdlatul Ulama adalah pecinta Rasulullah. Sebagai pencinta Rasul maka warga NU harus meneladani Rasulullah dalam keseluruhan aspek kehidupan. Di antaranya menurutnya warga NU harus terus menjaga bangsa dan negara dan mewujudkan kemaslahatan bersama. “Mari kita jaga Kota Bandar Lampung ini. Mari kita jaga provinsi Lampung ini, dan Mari kita jaga Indonesia kita ini, menjadi Indonesia aman, damai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pintanya. Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersatu dan kompak dalam melewati tahun politik dan pesta demokrasi di dalamnya. Dengan kebersamaan dan kesatuan, maka semua akan dapat dilewati dengan lancar dan sukses. (tri) Baca juga :

Read More

Kecantikan Dyah Petak Membuat Kepincutnya Raden Wijaya

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Siapa yang tidak pernah mendengar nama Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit ini dikenal memiliki drama kisah cinta yang sangat menarik diikuti. Ia memiliki lima orang istri, empat di antaranya merupakan anak dari Kertanagara, raja terakhir Kerajaan Singasari. Satu istri merupakan hasil durian runtuh dari ekspedisi di Kerajaan Singasari, dimana sebelum runtuh Kerajaan Singasari di bawah kekuasaan Kertanagara melakukan perluasan ke Semenanjung Melayu. Ekspedisi ini dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu. Kepulangan pasukan yang ternyata tak tahu Kerajaan Singasari sudah lenyap membawa persembahan raja dari Melayu. Dua putri dari Raja Melayu memang sengaja dipersembahkan ke Raja Singasari. Namun karena Singasari sudah lenyap, Raden Wijaya pun akhirnya mengawininya tanpa sepengetahuan istri lainnya, sedangkan satu lagi yakni Dara Jingga dinikahi oleh pemimpin pasukan ekspedisi. Sosok Dyah Petak, putri dari Raja Melayu yang dinikahi Raden Wijaya memiliki paras cantik jelita. Kecantikannya konon mengundang nafsu sang Raja Majapahit ini hingga pernah mencumbunya di sebuah bangunan suci pura. Naskah kuno Kidung Panji Wijayakrama sebagaimana dituliskan Slamet Muljana pada bukunya ”Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit”, mengisahkan bagaimana persaingan antara istri dan selir Raja Raden Wijaya. Kala itu Raden Wijaya memang memiliki seorang istri yang menjadi permaisuri yakni Tribhuwana. Tetapi di sisi lain sang raja juga tercatat memiliki empat selir dengan persaingan antar istri cukup keras. Kidung Panji Wijayakrama menyatakan bahwa Dyah Dara Petak dianggap sebagai istri tertua. Perempuan bergelar Indreswari ini memanaskan persaingan perempuan yang jadi istri – istri sang raja. Suatu ketika Dyah Dara Petak diterima dalam pura dan bercumbu – cumbu dengan sang raja Raden Wijaya di dalam pura, ia disebut Sri Tinuheng Pura. Sudah pasti bahwa Dyah Dara Petak memiliki persaingan dengan putri Gayatri yang terkenal sebagai kekasih Sri Baginda Raden Wijaya, putri bungsu raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari. Tetapi putri Tribhuwana yang telah dikawin Raden Wijaya lebih dahulu. Persaingan itu pun juga tampak pada Dyah Dara Petak, putri Melayu, yang lebih pandai mengambil hati Raja Kertarajasa. Dyah Dara Petak alias Indreswari dijadikan istri tertua, meski status sebenarnya adalah selir. Dari sudut ini, dapat dipahami mengapa raden Kala Gemet dapat naik tahta Kerajaan Majapahit, meksipun menurut Kidung Rangga Lawe, baik Tribuwana maupun Gayatri masing-masing mempunyai putra yakni Kuda Amrata dan Cakradakusuma. Persaingan antara istri raja untuk memperoleh hak atas tahta bagi keturunannya juga dikenal dalam wiracarita Ramayana antara istri raja Dasarata dari Ayodya, Dewi Kekayi yang menang dalam persaingan ini. Akibatnya, sang Rama dan Laksmana tidak mendapat hak atas tahta kerajaan, bahkan dibuang ke hutan untuk menghindarkan pemberontakan. Kuda Amrata dan Cakradakusuma, menurut Kidung Rangga Lawe, masing-masing dijadikan pangeran (raja) Kahuripan dan Daha. Pada Negarakertagama pupuh 48/1 sendiri, Raja Kertarajasa atau Raden Wijaya meninggalkan seorang putra dan dua orang putri. Putranya bernama Jayanegara, sedangkan nama dua putrinya tidak disebutkan. Hanya dinyatakan bahwa mereka lahir dari prawararajapthny anupama, yang satu menjadi rani jiwana atau rani Kahuripan, yang lain rani Daha atau Kediri. Pada kitab Pararaton, rani Kahuripan bergelar Bhreng Kahuripan, rani Daha bergelar Bhreng Daha. Bhreng Kahuripan dalam piagam disebut Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani, sedangkan di Negarakertagama pupuh 4, rani Daha disebut Rajadewi Maharaja. Suaminya ialah raja Wengker bernama Wijayarajasa. Jelas sekali bahwa Rani Kahuripan kawin dengan Sri Kertawardhana. Dari perwakinan itu lahir prabu Hayam Wuruk, baik rani Daha maupun rani Kahuripan masih hidup ketika Prapanca menjadi pembesar urusan agama Buddha di Kerajaan Majapahit. (mif) Baca juga :

Read More

MAN ICP Sabet Emas Ajang Kompetisi Sains Madrasah dan MYRES

Kendari — 1miliarsantri.net : Madrasah Aliayah Negeri Insan Cendekia Pekalongan (MAN ICP) menorehkan prestasi pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional Tahun 2023 pada 2-7 September 2023 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan (ICP), Abimanyu Rahmawan Hidayat menyabet Emas untuk kategori bidang Biologi Terintegrasi. Malam penganugerahan sekaligus penutupan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) Tingkat Nasional Tahun 2023 ini dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Ri Prof. Dr. H. Nizar Ali Mewakili Menteri Agama RI, Nizar Ali menyampaikan kompetisi yang dilaksanakan berjenjang mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional ini menjadi pengalaman tiap pribadi. Pengalaman itulah, yang akan membentuk karakter atau pribadi yang tangguh, unggul dan penuh perjuangan yang sungguh-sungguh. Proses pengalaman inilah modal utama sukses di masa depan. “Jangan lelah berproses, jangan capek, jangan berhenti menempa diri menjadi pribadi yang baik, berkarakter, berperilaku mulia,” pesan Nizar dalam sambutannya. Bagi MAN ICP, ini adalah prestasi yang kesekian kalinya diraih untuk ukuran sekolah yang masih dianggap baru berusia delapan tahun. “Untuk ukuran sekolah yang masih relatif muda, baru berusia delapan tahun, tentu ini sebagai sebuah kebanggan sekaligus pemicu danpemacu untuk terus bertahan dan bahkan meningkatkan kualitas baik bagi anak didik, guru, maupun institusi,” ujar Kepala Madrasah MAN IC Pekalongan, Khoirul Anam. Bagi Abim, demikian Abimanyu akrab disapa, kompetisi dan prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa. “Berjuang mulai dari tingkat kota hingga bisa mencapai tingkat nasional dan akhirnya membawa pulang medali emas, semua terbayarkan disini,” ujar Abim siswa kelas XII asal Wonogiri didampingi ibu kandungnya Sarwiyanti. Pada event MYRES, MAN ICP juga memperoleh Juara 1 Medalis Emas pada kategori Ilmu Keagamaan. Pemenangnya adalah Khalila Anisykurlillah dan Asyla Khisan. Keduanya siswa XII yang melakukan penelitian dengan judul “Al Bisyru : Perancangan Aplikasi Generalized Anxiety Disorder (GAD) Berdasarkan Tinjauan QS. Al-Ra’ad Ayat 28”. “Keberhasilan Tim MYRES menjadi juara 1 medali Emas ini sebagai prestasi yang pertama kalinya berhasil menyumbangkan medalis Emas pada kompetesi bidang penelitian”, ujar Tapsirudin, guru pembimbing Khalila dan Asyla. (bay) Baca juga :

Read More

Rusia Luncurkan Skema Percontohan Perbankan Syariah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rusia telah meluncurkan perbankan syariah untuk pertama kalinya sebagai bagian dari program percontohan selama dua tahun. Percobaan yang dimulai pada 1 September ini merupakan yang pertama kalinya undang-undang Rusia secara resmi mendukung keuangan Islam. Mengutip Islam Channel, Rusia memiliki populasi muslim sekitar 25 juta jiwa. Hal ini dipandang sebagai langkah penting bagi Rusia dan dapat membuka jalan bagi adopsi perbankan syariah yang lebih luas di negara ini. Pada 4 Agustus, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang memperkenalkan perbankan syariah untuk menilai “kelayakannya”. Program percontohan ini berlangsung di empat republik dengan mayoritas penduduk Muslim – Tatarstan, Bashkortostan, Chechnya, dan Dagestan. Jika program ini terbukti berhasil, Rusia akan memperkenalkan peraturan baru ini ke seluruh negeri. Para analis mengatakan, ekonomi Rusia semakin beralih ke Timur karena permusuhan dengan Barat setelah invasi mereka ke Ukraina. Peluncurkan perbankan syariah di Rusia dipandang sebagai cara untuk menarik investasi asing dari Timur Tengah dan negara-negara Muslim lainnya ke Rusia. Menurut pemberi pinjaman terbesar di Rusia, Sberbank, pasar keuangan syariah diperkirakan akan tumbuh dengan cepat baik di Rusia maupun di seluruh dunia. Senior VP Sberbank Oleg Ganeev memprediksi pasar keuangan syariah akan tumbuh sebesar 40% dan mencapai $7,7 triliun pada tahun 2025. Perbankan syariah berbeda dengan perbankan biasa karena mengikuti aturan-aturan berdasarkan hukum Islam. Prinsip-prinsip ini melarang riba dan bunga yang dianggap tidak adil. Sebaliknya, bank-bank Islam bekerja lebih seperti mitra dengan nasabah mereka, berbagi keuntungan dan risiko. Pendekatan ini berbeda dengan keuangan konvensional, yang sangat bergantung pada transaksi berbasis utang. Bank-bank Islam juga menghindari investasi pada hal-hal yang dapat merugikan masyarakat, seperti alkohol atau perjudian. Sikap etis ini mencerminkan prinsip-prinsip Syariah dan mempromosikan praktik keuangan yang bertanggung jawab. Elemen penting lainnya dari perbankan syariah adalah tidak mengizinkan transaksi berisiko, seperti bertaruh di pasar saham. Hal ini memastikan uang setiap orang aman, mengurangi risiko, dan mencegah krisis keuangan, yang membedakannya dari keuangan konvensional. Rusia menawarkan program dukungan negara untuk pembiayaan hipotek dan usaha kecil dan menengah. Inisiatif-inisiatif ini mengandalkan pinjaman berbunga, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah. Undang-undang baru ini berusaha untuk mengatasi beberapa keterbatasan ini dan memberikan landasan untuk pengembangan keuangan syariah lebih lanjut. Perbankan syariah di Rusia muncul setelah krisis keuangan 2008 ketika bank-bank menghadapi masalah likuiditas. Kemudian, pada 2014, ketika Rusia menginvasi Krimea, negara-negara Barat memberikan lebih banyak tekanan pada bank-bank Rusia melalui sanksi. Perbankan syariah mendapatkan lebih banyak daya tarik karena Rusia berusaha untuk menjalin hubungan dengan wilayah-wilayah mayoritas Muslim. Pendapatan energi Rusia telah melindungi negara ini dari dampak penuh dari sanksi-sanksi Barat saat ini setelah invasi ke Ukraina. Namun, negara ini sangat ingin mengurangi ketergantungannya. (fat) Baca juga :

Read More

Daftar Tunggu Haji di Malaysia Hingga 150 Tahun

Kuala Lumpur — 1miliarsantri.net : Executive Director of Group Finance Tabung Haji Malaysia, Mustakim Mohamad mengungkapkan masa tunggu keberangkatan jamaah haji Malaysia per tanggal 1 September 2023 mencapai 149 Tahun. Estimasi tahun keberangkatan ini hingga 1594 H/2169 M, dengan jumlah jamaah daftar tunggu mencapai 3.901.215 orang. Tabung Haji disebut melayani pendaftaran haji setiap hari, bisa mendaftar dimana dan kapan saja. Tabung Haji memiliki beberapa saluran pendaftaran haji. “Kini mendaftar haji dapat dilakukan dimana saja selama 24 jam/7 hari seminggu melalui melalui web, bank-bank Islam, konter Tabung Haji (TH), ATM, bahkan melalui telepon melalui Tabung Haji Contact Center,” terang Mustakim dalam rilis nya yang diterima 1miliarsantri.net, Jumat (08/09/2023). Ia menjelaskan syarat pendaftaran pun hanya membuka deposit Tabung Haji. Setoran awal di rekening minimal 1.300 ringgit atau setara Rp 4.258.886, serta tidak pernah menggunakan Tabung Haji sebelumnya. Dilansir di tabunghaji.gov.my, kuota haji resmi negara-negara yang termasuk anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), termasuk Malaysia telah ditentukan pada 1988 di Amman, Jordan. Saat itu, Kerajaan Arab Saudi menetapkan kuota haji setiap negara pada kadar 0,1 persen dari jumlah penduduk negara pengirim jamaah haji. Sehingga, kuota resmi haji Malaysia adalah sebanyak 31.600 orang, berdasarkan statistik populasi Malaysia saat ini. “Jumlah kuota jamaah haji Malaysia sendiri pada tahun 1444 H/2023 ini berjumlah 32.600 orang, termasuk 1.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi,” lanjut Mustakim. Informasi ini ia sampaikan dalam sambutan kunjungan pemerintah Indonesia ke Lembaga Tabung Haji Malaysia, Senin (04/09/2023) lalu. Adapun pihak yang berangkat ke Negeri Jiran ini adalah Kementerian Agama (Kemenag), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Auditor BPK Ahmadi Nur Supit menyampaikan agenda kunjungan ini selain sebagai langkah mencari praktik terbaik. Utamanya ini dalam kriteria Pemeriksaan Kinerja atas Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 1444 H/2023 M. Dalam kegiatan itu diselipkan pula agenda saling berbagi (sharing session), terkait penyelenggaraan ibadah haji dan pengelolaan keuangan haji sebagai objek benchmarking. Ahmadi juga menjelaskan, karena terkait dengan penyelenggaraan haji, maka pihaknya mengajak Kemenag dan BPKH sebagai lembaga yang menyelenggarakan ibadah haji tersebut. Ia menilai, penyelenggaraan haji di kedua negara mempunyai sistem yang berbeda. Untuk Indonesia, biaya penyelenggaraan haji masih dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dikelola setiap tahun, serta hasil dari nilai manfaat yang dikelola BPKH. Tidak hanya itu, terkait kontrak layanan di Tabung Haji dilakukan perjanjian dengan penyedia layanan di Arab Saudi sudah 3-5 tahun sebelumnya. Sedangkan untuk kontrak perjanjian Indonesia dengan penyedia layanan di Arab Saudi, dilakukan pada saat tahun berjalan. “Apakah dimungkinkan kita dapat melakukan perjanjian seperti itu? Nanti kita akan cari solusinya, maka itu BPK memfasilitasi pertemuan ini. Ke depannya, pengalaman yang didapat dari Tabung Haji ini bisa memberikan suatu yang positif dan akan menjadi contoh pada perbaikan haji ke depan,” pungkasnya. (yan) Baca juga :

Read More