Beberapa Kitab Maulid Yang Populer di Masyarakat Nusantara

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ketika memasuki bulan Rabiul Awal, mayoritas umat Islam di Tanah Air mengisinya dengan membaca kitab-kitab maulid. Tradisi membaca kitab yang berisikan riwayat hidup Rasulullah SAW tak hanya dilakukan di pesantren, masjid, dan mushola. Di beberapa daerah, tradisi membaca kitab-kitab maulid berlangsung dari rumah ke rumah dalam rangka memperingati kelahiran junjungan nabi besar Muhammad SAW. Apa saja kitab maulid yang populer dibaca umat Muslim di Indonesia ketika memperingati maulid? AL BARZANJI (IQDUL JAUHAR DI MAULIDAN NABIYYIL AZHAR) PengarangSayyid Zainal ‘Abidin Ja’far bin Hasan bin ‘Abdul Karim al Husaini asy Syahzuri al Barzanji. Isi SHIMTUD DHURORPengarangHabib Ali Bin Muhammad Bin Husein Al Habsyi Isi EPA-EFE/YAHYA ARHABMAULID AD-DIBA’IPengarangSyekh Wajihuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Umar bin Yusuf bin Ahmad bin Umar asy-Syaibani az-Zabidi asy-Syafi’i (Abul Faraj) IsiRingkasan dari kitab Maulid Syaraful Anâm,Perjalanan hidup RasulullahPencantumkan ayat-ayat Alquran dan hadis. BURDAH (AL KAWAKIB AD DURIYAH FI MADHI KHAIRIL BARIYAH)PengarangSyekh Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri IsiKitab Burdah adalah salah satu kitab maulid yang memuat syair pujian kepada Rasulullah, tiap baitnya penuh makna yang mendalam.Susunan dan pilihan kata yang digunakan pun begitu indah. MAULID AD DHIYA ULAMIPengarangHabib Umar bin Hafidz IsiMukaddimahnya ada 12 bait, melambangkan kelahiran Rasul saw pada tangggal 12.Bagian pertama terdiri dan diambil dari tiga surat, yaitu Surat Al-Fath, Surat At-Taubah, dan Surat Al-Ahzab. Tiga surat ini melambangkan lahirnya Rasulullah SAW pada bulan tiga (Rabi’ul Awal).Bait-baitnya berjumlah 63, yang melambangkan usia Rasulullah SAW adalah 63 tahun. (yat) Baca juga :

Read More

Perdebatan Hukum Halal Haram Karmin

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pewarna karmin menjadi rahasia di balik banyak produk. Contohnya, minuman, yogurt stroberi, hingga bahan warna lipstik. Sebenarnya apakah pewarna karmin itu? Dilansir laman Treehugger, Jumat (29/09/2023), pewarna karmin dibuat dari serangga cochineal yang merupakan bagian dari keluarga Coccidae, sejenis serangga skala yang berkerabat dekat dengan kutu daun, kutu putih, dan lalat putih. Mereka memiliki tubuh datar berbentuk oval seukuran sebutir beras dan berasal dari daerah tropis dan subtropis Amerika Selatan hingga Amerika Utara. Cochineal menyerang dan hidup dari kaktus nopal atau dikenal sebagai kaktus pir berduri. Mereka berkumpul dalam kelompok besar di bantalan kaktus untuk memakan kelembapan dan nutrisi alami tanaman. Secara khusus, pewarna merah tua dihasilkan dari asam yang dikeluarkan betina secara alami untuk menghalangi predator. Tetapi serangga itu sendiri lebih berwarna abu-abu putih. Hingga 20 persen dari berat tubuh serangga ini terdiri dari asam karminat. Serangga yang biasanya digunakan adalah spesies Dactylopius coccus, yang betinanya sebagian besar tidak bergerak dan hidup sekitar 90 hari di alam liar. Untuk membuat pewarna, serangga cochineal dipanen, dikeringkan, dan digiling hingga menghasilkan warna merah tua dalam bentuk bubuk. Kebanyakan serangga cochineal dipanen di alam liar, tetapi ada juga tempat di mana mereka diternakkan. Pertanian cochineal tradisional melibatkan budidaya tanaman kaktus yang sudah dipenuhi serangga atau menambahkan serangga dengan tangan ke bantalan kaktus liar. Dalam metode pertanian lainnya, keranjang berisi betina ditambahkan ke bantalan kaktus untuk berkembang biak dalam lingkungan yang terkendali. Pewarna yang diekstraksi dari serangga direbus, disaring, dan dicampur dengan garam dasar aluminium untuk menghasilkan pewarna. Secara hukum, ekstrak tersebut harus dipasteurisasi atau diolah untuk menghancurkan mikroorganisme salmonella. Selain minuman dan yogurt, karmin juga ditambahkan ke daging olahan (seperti sosis atau daging kepiting buatan), kue kering, jus, dan kosmetik. Dalam industri kosmetik, karmin terutama digunakan untuk lipstik, eyeshadow, dan lip gloss. Karmin ditambahkan untuk menghasilkan warna cerah dan meningkatkan daya tahan atau intensitas bayangan riasan. Penggunaan karmin juga sebagai dasar untuk mendapatkan rentang warna merah muda dan ungu yang lebih dingin tanpa menggunakan pewarna sintetis. Meskipun karmin terbuat dari bahan alami, kurangnya transparansi dalam penggunaannya secara luas dalam industri kosmetik menjadi topik kontroversial. Karmin tidak selalu diberi label jelas pada daftar bahan. Ia mungkin juga muncul dengan nama berikut: E120, Natural RED 4, Crimson lake, Carmine lake, Cl 75470, Cochineal extract, Cochineal, Carminic acid, dan natural colorings. Ada risiko kesehatan terkait penggunaan produk mengandung karmin. Penelitian menunjukkan, paparan terhadap bahan tersebut dapat menyebabkan reaksi anafilaksis yang parah, alergi kontak, bahkan asma. Pada 2009, Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika (FDA) mulai mewajibkan perusahaan yang memproduksi makanan dan kosmetik yang mengandung karmin untuk mengungkapkan bahan pada label. Yang lain mengeklaim bahwa karmin lebih baik bagi lingkungan daripada alternatif buatan karena sepenuhnya alami. Pewarna buatan sering kali dibuat menggunakan produk sampingan batu bara atau minyak bumi. Penelitian telah menghubungkan bahkan pewarna makanan yang paling umum dengan hiperaktif pada anak-anak serta reaksi alergi dan efek samping lainnya. Apakah karmin halal atau haram? Founder Halal Corner Aisha Maharani melalui postingannya di akun Instagram Halal Corner @halalcorner menulis dua pendapat ulama terkait apakah karmin halal atau haram. Di kalangan ahli fikih, tulis Aisha, ada yang membolehkan dan mengharamkan penggunaan serangga sebagai bahan pewarna. Mazhab Syafi’i termasuk yang mengharamkan pemanfaatan serangga untuk bahan konsumsi. Zat pewarna yang diambil dan dibuat dari yang haram, maka hukumnya haram juga. Abu Hanifah memiliki pandangan yang sama dengan Imam Syafi’i berkenaan dengan serangga. Aisha menulis menurut mereka, serangga hukumnya haram karena termasuk khabaits. Dalilnya ada di QS Al-Araf ayat 157, “… Dan Ia (Rasulullah) mengharamkan yang khabaits atau menjijikkan”. Sementara itu, pendapat imam mazhab lain dalam kita fikih, menyatakan, serangga itu disebut hasyarat. Binatang dibagi menjadi dua kategori yakni yang darahnya mengalir (Laha damun sailun) dan yang darahnya tidak mengalir (Laisa laha damun sailun). Menurut para fuqaha, serangga yang darahnya mengalir, maka bangkainya adalah najis. Sedangkan yang darahnya tidak mengalir, bangkainya dinyatakan suci. Imam Malik, Ibn Layla, dan Auza’i memiliki pendapat yang sama bahwa serangga itu halal selama tidak membahayakan. Di sisi lain, bagaimana dengan pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI)? Darah dari cochineal masuk dalam kategori tidak mengalir. Secara hewani menjadi qiyas atau dianalogikan cochineal mempunyai kedekatan dan kesamaan dengan belalang yang dihalalkan secara nash. Aisha menulis pandangan para imam dan fuqaha menjadi referensi para ulama saat pembahasan referensi para ulama saat pembahasan kehalalan cochineal di Komisi Fatwa MUI. Didukung penjelasan secara perinci dari pakar serangga mengenai cochineal tersebut, tulis Aisha, akhirnya para ulama di Komisi Fatwa MUI sepakat menetapkan fatwa halal untuk bahan produk pewarna makanan minuman dari serangga cochineal. MUI menghargai perbedaan pendapat dari Bahtsul Masail NU Jatim tentang pengharaman dan kenajisan karmin. (yan) Baca juga :

Read More

Zakat Goes to Campus Bertujuan Sebagai Instrumen Penting Pembangunan Nasional

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Gelaran Zakat goes to Campus di Masjid Kampus UGM Yogyakarta membahas kontribusi zakat sebagai instrumen penting dalam mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) di Daeah Istimewa Yogyakarta. Pengurus Forum Zakat Nasional, Galeh Pujonegoro, mengatakan, zakat memainkan peran yang signifikan dalam mendukung pencapaian tujuan-tujuan SDGs di DIY, membantu masyarakat dalam mencapai pembangunan berkelanjutan secara holistik. “Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia yang peran sebagai pusat pendidikan, seni, dan pariwisata, yang mana memiliki pangsa penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Namun, dengan kekayaan ini juga datang berbagai tantangan, seperti kemiskinan, akses terbatas terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, serta isu-isu lingkungan yang mendesak,” terang Galeh kepada 1miliarsantri.net, Jumat (29/09/2023). Hal tersebut memerlukan dukungan dari semua pihak dan kerja kolaboratif baik antar lembaga anggota Forum Zakat maupun stakeholder terkait seperti mahasiswa, akademisi, media, pemerintah, dan lainnya. Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Nurhuda, mengatakan, forum ini sangat berbanding lurus dengan program kemenag. “Terima kasih, atas penyelenggaraan acara ini. Kami berharap dapat memberikan motivasi dan masukan dalam pengelolaan zakat,” ujar Nurhuda dalam sambutannya. Sementara, Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Budi Cahyana memaparkan, PR yang besar di DIY yaitu kemiskinan dan ketimpangan. Dia berharapa masalah tersebut bisa diselesaikan melalui dana zakat. “Konsep pengentasan kemiskinan berupa pembangunan negara yaitu SDGs telah dimatangkan yang menyasar kepada kelompok rentan seperti lansia, maka harapannya hal ini bisa diselesaikan dengan zakat,”tuturnya. Senada, Ketua Baznas Provinsi DIY, Hj. Puji Astuti, menyampaikan, zakat sangat berpotensi menyelesaikan permasalahan kemiskinan, serta mewujudkan SDGs. “Ada dua macam bantuan yaitu yang bersifat konsumtif dan produktif. Baznas sudah membantu dalam bentuk logistik dan dalam bentuk uang per 3 bulan sekali,” bebernya. Hal ini turut diamini Ketua Forum Zakat Wilayah DIY, Warnitis. Dia mengatakan, zakat bila dikelola dengan baik bisa berdampak besar, implementasi dana zakat di komunitas bisa merubah pola pikir, seorang ibu rumah tangga bisa menjadi memiliki peran lebih karena diberdayakan oleh program zakat. “Dalam perjalanannya pasti ada kendala, keterbukaan peta dan data miskin bisa digarap bersama bisa jadi daya dukung untuk pembangunan masyarakat,” jelasnya. Zakat goes to Campus chapter Yogyakarta berlangsung selama hari, Selasa-Rabu (26-27/09/2023) di Masjid UGM, dengan diikuti oleh lembaga anggota Forum Zakat wilayah DIY, dan ratusan mahasiswa di wilayah Yogyakarta. (mif) Baca juga :

Read More

Masjid Bole Yang Dibangun Pada Abad ke-17 Runtuh Karena Tak Terurus

Ghana — 1miliarsantri.net : Masjid Bole yang terletak di Distrik Gonja Barat (sekarang berada di wilayah Savannah yang secara resmi merupakan wilayah utara di Ghana) merupakan salah satu masjid bersejarah di dunia. Namun, Masjid Bole ini akhirnya runtuh akibat hujan deras pada September 2023. Bangunan sudah digerogoti rayap karena terabaikan selama bertahun-tahun. Laman Pulse melaporkan, saat ini masjid lumpur tersebut sudah tidak ada lagi. Kondisi cuaca buruk dan curah hujan deras merupakan beberapa penyebab runtuhnya bangunan tersebut, namun mungkin lebih dari itu. Pengabaian selama bertahun-tahun terhadap bangunan bersejarah dan budaya ini mungkin menyebabkan keruntuhannya. Sejarah Masjid Bole tidak diketahui secara pasti. Beberapa sejarawan meyakini masjid tersebut dibangun pada abad ke-17. Tradisi lisan menyebut asal-usul masjid sudah ada sejak 200 tahun yang lalu. Masjid ini dibangun bertepatan dengan kedatangan penakluk Mande dari Djenne karena perdagangan emas. Penelitian terbaru oleh Denis Genequand dan timnya mempertanyakan klaim bahwa usianya 200–300 tahun. Hasil radiokarbon dari penelitian terbaru dan penghancuran Samori Touré pada 1896 menunjukkan pembangunannya dilakukan pada awal abad ke-20. Salah satu ciri terbaik dari struktur ini adalah tiang-tiang kayunya yang terdapat di dalam dan di antara penopang. Tiang-tiang kayu masjid yang digunakan untuk perawatan plesteran dan pengecatan tidak hanya bersifat dekoratif tetapi juga memberikan dukungan struktural. Itu sebabnya rayap menggerogoti bangunan ini. Fotografer William Haum mengatakan, pada 2018 sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. “Saya kecewa melihat masyarakat setempat telah mengerahkan energi dan keuangan mereka untuk membangun ubin modern namun membiarkan bagian lain masjid dalam keadaan rusak. Tiang penyangga di langit-langit terlihat dipenuhi rayap. Kecuali jika ada tindakan yang dilakukan untuk mengendalikannya. Saya tidak akan terkejut jika atapnya runtuh dalam satu atau dua tahun.” ujarnya. (rin/AP) Baca juga :

Read More

LMI Rayakan Milad ke-28 Dengan Menggelar Talkshow Parenting

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam rangka memperingati Milad ke-28, Lembaga Managemen Infaq (LMI) menggelar talkshow parenting dengan tema “Mendidik Anak dengan Iman dan Cinta” menghadirkan narasumber Hj. Astrie Ivo. Sebagai lembaga filantropi, LMI berupaya untuk meningkatkan pengaruh konstruktif secara nyata di tengah masyarakat. “Selain merayakan Milad, acara tersebut bertujuan untuk terus mendakwahkan pentingnya kesadaran pendidikan keluarga Islami kepada masyarakat serta bentuk apresiasi kepada anak-anak yang berprestasi,” terang Agung Wicaksono selaku Direktur Utama LMI kepada 1miliarsantri.net, Kamis (28/09/2023) Saat ini, anak- anak merupakan investasi masa depan sebuah bangsa. Tentunya, mereka harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas untuk menjadi manusia yang berdaya. Peran orang tua menjadi instrumen penting dalam membangun karakter anak. “Kami berharap acara ini dapat menambah literasi dan edukasi masyarakat, terutama orang tua untuk bisa bersama- sama dalam membangun keluarga yang madani dan melahirkan anak- anak generasi cemerlang,” tambahnya. Kegiatan ini hadiri oleh beberapa pejabat publik, Prof Mukhtashor selaku Dewan Pembina LMI, Dr. KH. Muhammad Sujak, M. Ag. selaku Ketua 1 MUI Jatim, Perwakilan Kemenag Jatim, dan Perwakilan Pemprov Jatim. Tidak hanya itu, semangat dan antusiasme tampak dari 300 peserta yang turut hadir. Selain talkshow parenting, rangkaian acara tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan beberapa kelompok binaan LMI, launching forum Korda LMI, lelang amal, pameran foto kepedulian, hingga bazar dari UMKM binaan LMI. (har) Baca juga :

Read More

Sunan Bejagung Lor, Sosok Yang Bisa Mengalahkan Maha Patih Gajah Mada

Mojokerto — 1miliarsantri.net : Pada abad ke-14, Nusantara memiliki seorang maha patih dari Kerajaan Majapahit yang menjadi legenda di masyarakat pada masa itu hingga saat ini. Dialah Gajah Mada. Selain seorang Mahapatih, Gajah Mada dikenal juga sebagai ahli strategi perang dengan kesaktian dan kekuatan yang mampu menaklukkan berbagai wilayah di Nusantara. Pencetus Sumpah Palapa ini memegang peranan penting dalam masa kejayaan Majapahit di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk untuk misinya menyatukan Nusantara. Mengarungi berbagai pertarungan dan kemenangan, Gajah Mada ternyata pernah mengalami kekalahan ketika hendak menjalankan misinya. Lantas, siapakah yang bisa mengalahkan Gajah Mada, sang maha patih yang terkenal dengan taktik jitunya itu? Sosok itu ialah Sunan Bejagung Lor atau Syekh Abdullah Asyari, seorang wali yang mampu mengalahkan Gajah Mada dengan kesaktiannya. Sunan Bejagung Lor merupakan seorang penyebar agama Islam pada masanya yang tinggal di Desa Bejagung, Semanding, Tuban. Keduanya memulai pertarungan setelah diturunkannya titah Raja Majapahit, Hayam Wuruk, kepada Gajah Mada untuk menjemput Kusumawardhani, putri sang Raja yang akan meneruskan tahta, karena ia tidak terima putrinya berguru kepada Sunan Bejagung Lor. Gajah Mada akhirnya datang ke Bejagung untuk menjemput Putri Kusumawardhani dengan membawa pasukan gajah dan menyerang padepokan Sunan Bejagung Lor. Saat itu, Gajah Mada percaya diri dapat mengalahkan sang wali sehingga pertarungan pun tak terhindarkan. Namun, ia tak pernah mengira kalau ternyata Sunan Bejagung Lor memiliki ilmu kanuragan dan kesaktian tinggi. Setelah terlibat dalam pertarungan yang sengit, Sunan Bejagung Lor menggunakan kesaktiannya untuk mengubah pasukan gajah yang dibawa oleh Gajah Mada sehingga menjadi batuan besar. Bahkan hingga kini, bebatuan besar tersebut yang dilegendakan merupakan pasukan gajah Maha Patih Gajah Mada masih ada. Bebatuan tersebut disebut sebagai watu gajah (batu gajah) oleh para warga sekitar Tuban yang terletak sekitar 2 km di utara makam Sunan Bejagung Lor. Kembali ke dalam pertarungan, Gajah Mada tentunya marah melihat pasukan yang dibawanya diubah menjadi batu oleh Sunan Bejagung Lor sehingga terus melakukan perlawanan. Dikisahkan bahwa di tengah perkelahian, tubuh Gajah Mada menghantam pohon kelapa yang berada di lokasi pertarungan. Buah kelapa pun turut berjatuhan akibat dari kerasnya hantaman. Melihat hal tersebut, Sunan Bejagung Lor berayun ke atas pohon kelapa lain hingga batangnya melengkung dan ujung atasnya menyentuh tanah. Sang wali lalu memetik sebutir kelapa dan memberikannya kepada Gajah Mada. Tak selesai di situ, adu kesaktian tetap dilanjutkan dengan pertaruhan untuk membawa ikan yang diambil dari laut dan ke darat dalam keadaan masih hidup. Saat mencobanya, Gajah Mada berhasil mengambil ikan di laut. Namun, ikan tersebut mati ketika ia membawanya ke daratan. Saat giliran Sunan Bejagung, ia menggunakan daun waru dan timba yang sudah terisi air untuk mengambil ikan. Hal ini membuat ikan yang diambil dapat tetap hidup hingga sampai di daratan. Gajah Mada pun harus dihadapkan dengan kekalahan sebanyak dua kali. Ia terpaksa kembali ke Majapahit dan gagal dalam menjalani misinya untuk membawa pulang putri Kusumawardhani. (tin) Baca juga :

Read More

PBNU Rilis Agenda Kegiatan Hari Santri 2023

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri 2023. Di antaranya kirab, shalawat, jalan sehat, bakti sosial, dan perlombaan. Kegiatan Hari Santri 2023 tersebut akan berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag). “Dari proses yang sudah kami jalani, kami membuat menjadi lima klaster. Klaster pertama upacara di pagi hari tanggal 22 Oktober, klaster kedua resepsi malam hari tanggal 22 Oktober, di situ secara umum ada seremoni, pagelaran, hiburan,” terang Ketua PBNU H Umarsyah pada Rapat Koordinasi Hari Santri di Meeting Room Lantai 5 Kantor PBNU, Selasa (26/09/2023). Kemudian klaster ketiga yaitu kirab, shalawat, dan jalan sehat. Untuk shalawat dibagi menjadi dua, pertama pembacaan 10 juta shalawat nariyah oleh masjid, pesantren, dan PCNU seluruh dunia. Kedua, shalawat bersama Habib Syech di Masjid Al-Abbas Surabaya. Sementara itu jalan sehat akan dilakukan di masing-masing PCNU. Lalu untuk kirab akan menziarahi makam dan pesantren yang memiliki nilai historis. “Kirab ini rencananya akan dilakukan dengan mobilisasi menggunakan bus dari Anyer ke Panarukan, finish-nya di Surabaya. Klaster keempat bakti sosial, ada tiga isu utama. Pertama, pemberdayaan ekonomi, ada bazar, dan lain sebagainya. Kedua, isu kemasyarakatan, ada pengobatan gratis, bersih-bersih pesantren, sanitasi, bantuan air bersih, bersih-bersih pantai sekaligus penanaman mangrove. Terakhir pameran karya ulama Nusantara,” jelasnya. Sementara untuk klaster kelima lanjutnya, ada perlombaan, meliputi olahraga, kesenian, dan budaya. Perlombaan tersebut di antaranya lomba penulisan biografi ulama Nusantara dimulai, lomba syarah Qawaidul Fiqhiyah, lomba menulis syair Bahasa Arab tentang NU, Lomba film pendek, lomba pelukisan wajah ulama, lomba mengajar kitab kuning. H Umarsyah mengungkapkan, peringatan Hari Santri 2023 akan mengedepankan semangat dibalik penetapan hari santri tersebut, yaitu Resolusi Jihad. “Perayaan Hari Santri Nasional bukan yang pertama dilakukan, kurang lebih delapan kali, mulai dari 2015, setiap tahun rutin dilakukan dari mulai upacara. Untuk kali ini ada pikiran dan keinginan untuk mengedepankan semangat di balik Hari Santri Nasional itu, mengapa 22 Oktober itu Hari Santri Nasional. Yang ternyata memiliki sejarah panjang, muara dari pergulatan pemikiran dari masyaikh, wabil khusus Mbah Hasyim. Klimaksnya resolusi jihad di Surabaya,” imbuhnya. Dia berharap, aspek puncak acara ini yang ingin di kedepankan, tidak hanya formalitas dan mudah-mudahan menjadi inspirasi Indonesia ke depan. “Mudahan-mudahan ini bisa terealisasi, sesuai dari arahan Gus Men ini menjadi langkah awal untuk menunjukkan betul-betul peran ulama. Di mana Resolusi jihad NU akan masuk di mata pelajaran sejarah. Karena itu sekali lagi harus kita lakukan dengan baik, kita harapkan ada rencana tindak lanjut,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Kecintaan Rasulullah SAW Terhadap Anak, Patut Kita Tauladani

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Anak merupakan anugerah besar dari Allah. Dengan hati mereka yang lembut, anak-anak dapat dibentuk menjadi orang yang saleh, tentunya dengan pendekatan yang positif dan lembut. Islam memandang anak sebagai amanah yang dititipkan kepada keluarga. Oleh karena itu, menjadi fardu kifayah bagi keluarga untuk mendidik anak dengan cara yang benar. Seseorang tidak boleh mengistimewakan satu anak di atas anak yang lain. Dalam Islam, baik anak laki-laki maupun perempuan harus diperlakukan sama dan harus dicintai dan disayangi. Anak-anak memiliki hak-hak tertentu atas orang tua mereka; adalah kewajiban keluarga untuk melindungi, memberi makan, pakaian, mendidik, mendukung, mengasuh, dan mengasihi mereka. Dukungan Finansial Bukan SegalanyaDi dunia saat ini, banyak orang tua yang begitu tenggelam dalam kehidupan duniawi, sehingga lupa untuk memperhatikan anak-anaknya. Banyak orang tua yang berpikir, memberikan dukungan finansial kepada anak sudah cukup. Faktanya, dukungan finansial saja tidak memenuhi tugas orang tua terhadap anak. Seseorang hanya dapat memenangkan hati seorang anak melalui cinta dan sikap yang lembut. Hak anak untuk dicintai dan disayangi. Amtullah Abdullah, seorang dai dan penulis di About Islam mengungkapkan, hanya ketika seseorang mengungkapkan cinta kepada seorang anak, anak tersebut akan merasa lebih percaya diri dan lebih kuat. Anak-anak memiliki kemampuan untuk dengan mudah membedakan ketika ada perbedaan dalam sikap orang dewasa. “Apakah orang dewasa menunjukkan atau tidak menunjukkan cinta akan memiliki dampak yang signifikan pada anak,” ujarnya. Oleh karena itu, orang dewasa harus sadar dengan perilakunya di hadapan anak dan selalu waspada dengan emosi yang diproyeksikan kepada anak. Belajarlah Kebaikan dari RasulullahNabi Muhammad SAW adalah teladan bagi seluruh umat manusia. Sikap beliau terhadap anak-anak selalu penuh kasih sayang dan belas kasih. Lantaran menyukai anak-anak, Nabi Muhammad SAW menunjukkan ketertarikan yang besar untuk bermain dengan mereka. Keterlibatan beliau dalam permainan anak-anak menunjukkan kepada kita betapa pentingnya bermain dengan anak-anak kita. Beliau akan bersenang-senang dengan anak-anak yang kembali dari Abyssinia dan mencoba berbicara dalam bahasa Abyssinia dengan mereka. Merupakan kebiasaan beliau untuk memberikan tumpangan di atas untanya kepada anak-anak ketika beliau kembali dari perjalanan. “Nabi Muhammad tidak pernah menahan rasa cintanya kepada anak-anak dan selalu mengungkapkan rasa sayangnya kepada mereka,” ujar Amatullah. Dalam sebuah hadis, Abu Hurairah ra meriwayatkan, “Aku pernah pergi bersama Rasulullah SAW pada suatu waktu di siang hari, namun beliau tidak berbicara kepadaku dan aku pun tidak berbicara kepadanya hingga beliau sampai di pasar Bani Qainuqa`. Beliau kembali ke kemah Fatimah dan berkata, “Apakah anak kecil itu (maksudnya Al-Hasan) ada di sana?” Kami mendapat kesan bahwa ibunya telah menahannya untuk memandikan dan memakaikan pakaian serta mengalungkan kalung yang manis kepadanya. Tidak lama kemudian ia (Al-Hasan) datang berlari hingga keduanya saling berpelukan, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, aku mencintainya, cintailah dia dan cintailah orang yang mencintainya.” (H.R. Muslim) (H.R. Muslim) Anas bin Malik, pelayan Nabi pernah mengatakan, “Saya tidak pernah melihat orang yang lebih penyayang terhadap anak-anak daripada Rasulullah saw. Putra beliau, Ibrahim, berada dalam asuhan seorang suster di perbukitan di sekitar Madinah. Beliau pergi ke sana, dan kami pun pergi bersamanya, lalu beliau masuk ke rumah, menjemput anaknya dan menciumnya, kemudian kembali lagi.” (HR. Muslim) Kasih Sayang untuk Semua AnakKasih sayang Rasulullah kepada anak-anak tidak terbatas pada anak dan cucunya saja. Cakupan rahmat dan kasih sayang beliau meliputi semua anak, dan beliau menunjukkan perhatian dan kelembutan yang sama kepada anak-anak sahabatnya. Hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid ra. berikut ini menunjukkan aspek kemanusiaan dari kepribadian Rasulullah: “Rasulullah biasa mendudukkan aku di atas (salah satu) pahanya dan mendudukkan Al-Hasan bin `Ali di atas pahanya yang lain, lalu memeluk kami dan berkata, “Ya Allah! Kasihanilah mereka, sebagaimana aku juga menyayangi mereka.” (HR. Bukhari) Ungkapkanlah CintaRasulullah mencium Al-Hasan bin Ali ketika Al-Aqra bin Habis At-Tamimi duduk bersamanya. Al-Aqra` berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak dan belum pernah mencium salah satu dari mereka.” Nabi memandangnya dan berkata, “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih kepada orang lain, maka ia tidak akan diperlakukan dengan penuh belas kasih.” (Al-Bukhari) Nabi selalu memperhatikan pikiran dan perasaan setiap orang. Hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berikut ini membuktikan sifat beliau yang penuh perhatian: Nabi bersabda, “(Kebetulan) saya memulai shalat dengan niat untuk memanjangkannya, tetapi ketika mendengar tangisan seorang anak, saya memendekkan shalat karena saya tahu bahwa tangisan anak itu akan membangkitkan gairah ibunya.” (HR. Bukhari) Nabi selalu sabar dan penuh perhatian terhadap anak-anak dan sangat berhati-hati untuk tidak menyakiti perasaan mereka yang lembut. Diriwayatkan dari Abu Qatadah: “Rasulullah datang kepada kami sambil menggendong Umamah, putri Abi Al-`Ash (cucu perempuan Nabi) di atas bahunya. Beliau salat, dan ketika hendak rukuk, beliau meletakkannya. Ketika beliau berdiri, beliau mengangkatnya.” (HR. Bukhari) Dalam hadis lain, diriwayatkan dari Ummu Khalid, “Aku pergi menemui Rasulullah bersama ayahku dan aku mengenakan baju kuning. Rasulullah berkata, “Sanah, Sanah!” (`Abdullah, sang perawi, mengatakan bahwa sanah berarti “baik” dalam bahasa Etiopia). Saya kemudian mulai bermain-main dengan meterai kenabian (di antara pundak Nabi). Ayah saya menegur saya dengan keras karena hal itu. Rasulullah berkata, “Tinggalkan dia.” Nabi kemudian memohon kepada Allah agar memanjangkan umurnya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari). Dalam riwayat lain, kita melihat toleransi Nabi terhadap anak-anak. Diriwayatkan dari Aisyah, “Nabi memangku seorang anak di pangkuannya… lalu anak itu mengencinginya, maka beliau meminta air dan menyiramkannya ke tempat kencingnya.” (HR. Bukhari) Terakhir, hadis berikut ini menekankan bahwa umat Islam harus sadar untuk memperlakukan anak laki-laki dan perempuan mereka dengan adil, “Bertakwalah kepada Allah dan perlakukanlah anak-anak kalian [yang masih kecil maupun yang sudah besar] secara adil.” (Al-Bukhari dan Muslim) (yus)

Read More

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) Selenggarakan Holistic Approaches to 21st Century Education: Fostering Literacy and Differentiated Learning

Jakarta — 1miliarsantri.net : SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan kegiatan prestisius 14th Governing Board Meeting (GBM) dan Seminar Internasional dengan tema ‘Holistic Approaches to 21st Century Education: Fostering Literacy and Differentiated Learning’ bersama SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS). Kegiatan ini berlangsung pada 18-21 September 2023 di The Sakala Resort, Bali. Tema Literasi sangat relevan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Indonesia. Literasi pada era revolusi industri 4.0 dan digital society 5.0 menekankan pada literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia. Kegiatan GBM akan dihadiri oleh beberapa Anggota Dewan Pembina SEAQIL yang terdiri atas pejabat tinggi yang dicalonkan oleh Kementerian Pendidikan dari masing-masing Negara Anggota SEAMEO, yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. GBM adalah pertemuan tahunan yang sangat penting, di mana Centre di bawah SEAMEO melaporkan aktivitas mereka kepada Dewan Pembina. SEAQIL bersama Dewan Pembina akan membahas laporan Centre Tahun Anggaran 2022/2023 serta proposal program, kegiatan, dan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. Seminar yang melibatkan lebih dari 400 peserta yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, pelajar, dan akademisi ini akan membahas dua sub-tema, yaitu ‘Meningkatkan Literasi melalui Transformasi Pengajaran Bahasa’ yang diselenggarakan oleh SEAQIL dan ‘Meningkatkan Literasi Siswa melalui Pembelajaran Sains yang Berbeda yang diselenggarakan’ oleh SEAQIS. Kegiatan Majelis Wali Amanah ini dihadiri oleh 10 negara anggota di Asia Tenggara dan SEAMEO Sekretariat, serta tim dari SEAMEO Qitep In Language. Pembahasan tentang Program-program peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan dalam bidang bahasa dan literasi, di antaranya Pembahasan Program SEAQIL goes to school di negara asia tenggara, penelitian tentang kebijakan bahasa, publikasi jurnal, pengembangan media publikasi, dan lainnya. Plt Direktur SEAQIL R Dian Muniroh, PhD, menyampaikan dukungan dan terima kasih terhadap hasil-hasil pertemuan majelis wali amanah. Dian menguatkan dengan rencana kerja sama dengan beberapa negara di Asia tenggara. “Harapannya, semua hasil tersebut dapat diterapkan di Indonesia dengan baik. Program memberikan dampak positif,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima 1miliarsantri.net, Rabu (27/09/2023). Pelaksanaan 14th Governing Board Meeting (GBM) menghasilkan beberapa rekomendasi, di antaranya peningkatan kualitas program yang lebih menyeluruh dengan memberdayakan 11 negara anggota dewan pembina, menjadikan kerja sama dengan kementerian Pendidikan pada negara asia tenggara, meningkatkan kualitas publikasi melalui media sosial, website, jurnal, dan lainnya, serta mengembangkan berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan negara asia tenggara. Ia juga menjelaskan tentang program-program SEAQIL untuk tahun 2024, di antaranya SEAQIL goes to school, Peningkatan publikasi, dan kerja sama Pendidikan. Dian menambahkan, dengan terbuka peluang untuk melaksanakan program secara bersama. Deputi Direktur SEAQIL Misbah Fikrianto melaksanakan, pelaksanaan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan se-asia tenggara dapat meliputi, di antaranya pelibatan tenaga ahli dalam berbagai kegiatan, editor atau reviewer pada jurnal, penguatan publikasi bersama, dan promosi kegiatan. “Kerja sama dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan negara-negara yang berada di Asia Tenggara,” terangnya. Ia menjelaskan, untuk program literasi sudah mengarah pada peningkatan literasi di Asia tenggara. Program peningkatan literasi sejalan dengan program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal ini membutuhkan dukungan lintas negara dan berbagai pihak untuk dikembangkan lebih luas lagi. “Harapannya, pelaksanaan kerja sama terus berjalan dan memberikan manfaat positif,” pungkas Misbah. (Iin) Baca juga :

Read More

Beberapa Referensi Mengenai Biografi Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam, tepatnya pada 12 Rabiul Awal. Di bulan ini pula, umat Muslim diingatkan kembali dengan berbagai peristiwa sejarah Islam dalam kehidupan nabi, hingga menjadikannya sebagai teladan umat. Ada banyak cara untuk meneladani Rasulullah SAW, salah satunya dengan membaca biografi nabi atau sirah nabawiyah. Banyak ulama hingga penulis sejarah yang menulis tentang Nabi SAW dalam buku. Sejarah hidup Rasulullah SAW begitu menarik sejarawan dan tokoh agama untuk menuliskannya. Berikut enam rekomendasi sirah Nabi Muhammad SAW untuk lebih mengenal dan mencintai utusan Allah Ta’ala ini: Biografi ini lebih mirip novel yang bergerak cepat dan selalu menarik. Dengan keahliannya yang seolah tak tertandingi, Martin Lings menghadirkan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW dengan narasi dan detail mengagumkan. Mulai dari sikap dan kepemimpinannya dalam menghadapi berbagai rintangan dakwah, kisah romantisnya sebagai individu dan keluarga. Buku ini mencakup segalanya, mulai dari demografi suku-suku Arab dan keadaan politik mereka pada masa Arab pra-Islamhingga saat-saat terakhir Nabi SAW di dunia ini. Penulis menguraikan sifat-sifat dan perilaku Nabi SAW secara mendalam. Ia pun menekankan bahwa Rasulullah SAW adalah sosok sempurna, baik secara fisik maupun perilaku. Quraish Shihab menggunakan sumber-sumber dari karya ulama-ulama Sunni maupun Syiah, sehingga menjadikan buku ini begitu kompleks. Melalui cara ini, bahkan bagi orang yang skeptis, melihat besarnya kemajuan melalui ajaran Islam. Armstrong juga berusaha menunjukkan perintah agama Islam bersifat natural dan tidak bertentangan dengan pemikiran modern. Dia juga menunjukkan pengetahuan yang jelas tentang perbedaan antara hukum Islam dan praktik budaya. Dengan landasan sejarah ilmiah yang kukuh, dipadu dengan gaya cerita yang renyah, Dr Al-Buthy di dalam buku ini mampu menghadirkan keagungan cerita dari Rasulullah SAW. Buku ini menjadi satu-satunya buku pegangan dasar tentang sirah Nabi Muhammad SAW yang paling lengkap dan terpercaya. (yat) Baca juga :

Read More