Berlibur Sekaligus Belajar Mengenai Topeng Tari Panji di Dusun Bobung

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Musim liburan akhir tahun sebentar lagi akan tiba dan sudah pasti banyak lokasi wisata yang bakal menjadi pilihan tujuan berlibur nantinya. Nah, tidak ada salahnya jika kami tawarkan salah satu tempat spesial sekaligus edukatif untuk lokasi liburan anda yakni Dusun Bobung, sebuah dusun di wilayah Desa Putat, masih di Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Dari Desa Nglanggeran, dusun ini hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer ke arah Sambipitu. Dusun dengan potensi kerajinan topeng serta berbagai kerajinan dari kayu lainnya ini telah dikelola menjadi sebuah desa wisata. Dari kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, butuh waktu 10 menit untuk mencapai gapura Dusun Bobung. Gapura ini mudah ditemui, dari jalur utama Nglanggeran- Sambipitu posisinya ada di sisi kiri jalan. Pada gapura bercat biru ini tertulis jelas “Selamat Datang di Desa Wisata Kerajinan Kayu Dusun Bobung”. Sedangkan, di sisi kanan dan kiri gapura ini terdapat papan petunjuk arah bertuliskan “Bubung 0,5 km”. Berdasarkan papan petunjuk arah ini, kita bisa memasuki jalan utama dusun yang asri oleh rimbun pepohonan tanaman keras, seperti jati, mahoni, dan tanaman perkebunan rakyat lainnya. Sebelum sampai di pemukiman warga, anda akan disambut oleh suara gemericik air yang ditimbulkan oleh bendungan irigasi Desa Bobung. Jalan utama menuju pemukiman warga melintas di atas bendungan ini. Tiba di kawasan permukiman, suasananya sangat tenang dan tak jauh berbeda dengan pedukuhan atau pedesaan lainnya. Hanya saja saat melintas di jalan utama dusun ini, ada pemandangan khas yang jamak ditemui. Warga, baik tua, muda, laki- laki, maupun perempuan, tengah melakukan aktivitas membuat kerajinan kayu, seperti menatah, menyerut, hingga menyungging kayu untuk dijadikan kerajinan. Mereka melakukannya baik di teras-teras rumah maupun bengkel kerja sederhana di samping bangunan utama rumah mereka. Tangan- tangan mereka begitu terampil menyungkil, menyerut, dan memahat kayu untuk dijadikan barang bernilai seni dan ekonomis baginya. Yang tak kalah mengagumkan, mereka begitu ramah memberikan salam sebagai bentuk penyambutan terhadap tamu yang datang. Di antara mereka bahkan memersilakan untuk mampir, sekadar melihat produk kerajinan mereka.. Sebagai dusun yang telah dikelola menjadi sebuah desa wisata, warga Dusun Bubung, sepertinya, telah membudayakan untuk menyambut hangat tamu yang berkunjung. Ketua Badan Pengelola Desa Wisata Bobung Suroso (35 tahun) menyampaikan, industri kerajinan kayu telah berkembang di dusunnya sejak 1960-an. Khususnya, kerajinan topeng klasik untuk tari topeng Panji (cerita Panji Asmarabangun) atau cerita Klasik Jawa periode Kerajaan Kediri. Memasuki medio 1990-an, mereka tak hanya membuat topeng klasik, tetapi juga topeng untuk hiasan yang memadukannya dengan sentuhan kesenian membatik. “Ternyata, topeng hiasan produksi asal Bobung ini juga banyak diminati hingga produksi topeng jenis ini terus berkembang,” terang Suroso. Tak hanya topeng hiasan (topeng batik), sentra industri kerajinan kayu ini juga merambah pada pembuatan kerajinan kayu yang lain. Alhasil, berbagai jenis kerajinan kayu diproduksi di desa wisata Bobung ini. Seperti, topeng hiasan, patung loro blonyo, nampan, cermin, hingga berbagai kerajinan kayu. Hasil produksi dari dusun itu pun tak sebatas untuk memenuhi permintaan daerah Yogyakarta, tetapi juga berbagai daerah di Tanah Air, bahkan luar negeri. “Dari topeng, produk kerajinan tersebut berkembang mulai dari kayu gelondongan (mentahan) sampai siap jual. Namun, untuk produk unggulan kerajinan kayu Dusun Bobung, tetap topeng,” sambungnya. Ia menambahkan, hingga saat ini kapasitas produksi kerajinan kayu desa wisata Bobung ini mencapai 8.000 buah per bulan dengan total omzet mencapai Rp 3 hingga Rp 4 miliar per tahun. Tak hanya itu, jumlah perajin juga terus bertambah. Jika di Dusun Bobung sedikitnya ada 150 perajin, sekarang telah berkembang ke dusun lain di sekitarnya dengan jumlah total perajin mencapai 600 orang. Salah satu perajin tersebut adalah Samadi (42 tahun). Ia merupakan perajin di dusun ini yang masih bertahan dengan produk topeng klasiknya. Menempati rumah yang sederhana sekaligus bengkel kerja menyungkil topeng klasik itu. Ia mengaku bahwa memproduksi topeng klasik tersebut memberikan kepuasan pada batinnya. Keahlian membuat topeng klasik sudah mulai langka. Hingga saat ini, kualitas topeng klasik produksi Samadi diakui sangat halus dan detail. Bahan baku topeng itu berasal dari kayu albasia (sengon), pule, serta kayu terbelo puso. Namun, yang paling banyak diminati topeng kayu terbelo puso. Samadi bercerita, awalnya ia membuat 32 tokoh topeng klasik tari Panji. Topeng-topeng itu mewakili 32 karakter berbeda. Namun, dalam perkembangannya karakter ini juga berkembang. “Kalau dulu memang hanya beberapa karakter saja, tapi sekarang untuk topeng klasik tari Topeng Panji, sudah mencapai 60 karakter,” ujarnya. Tiap karakter, ia melanjutkan, memiliki warna dan sentuhan yang berbeda-beda. Sehingga, untuk membuat satu karakter topeng, membutuhkan waktu dua sampai lima hari, tergantung dengan tingkat kesulitannya. Karena itu, satu buah topeng buatannya relatif lebih mahal. Untuk satu topeng mentahan (belum diberi sentuhan warna), harganya berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 900 ribu. Jika sudah diberikan sentuhan warna, ia melanjutkan, harganya jauh lebih tinggi, berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 3 juta. Untuk harga tertinggi ini biasanya karena permintaan, misalnya memberikan sentuhan warna emas murni 24 karat. “Khusus untuk sentuhan warna, dipercayakannya kepada Supriadi, juga perajin di Bobung yang memiliki kemampuan menyungging (mewarnai),” ujar Samadi. Suroso menambahkan, produk topeng klasik ini memiliki pangsa pasar yang terbatas untuk kalangan tertentu saja. Karena itu, nilai ekonomisnya cukup tinggi. Bahkan, topeng klasik buatan Samadi ini telah merambah pasar ekspor. Selain topeng klasik tari Topeng Panji, perajin Dusun Bobung, seperti Samadi, juga membuat topeng klasik Panji Cirebonan. “Ini menunjukkan perajin Bobung sudah diakui memiliki keahlian khas dalam membuat topeng klasik,” katanya. Belum banyak terungkap dalam penelitian resmi siapa perintis kerajinan topeng di Dusun Bobung. Namun, sebagian besar perajin mengamini jika kerajinan topeng ini tak dapat dilepaskan dari peran Mbah Karso, pendahulu warga yang juga salah seorang abdi Keraton Yogyakarta. Dari tokoh tersebut kemudian menurun ke Mbah Wagio dan seterusnya hingga saat ini. Generasi sekarang merupakan generasi perajin yang mendapatkan keahlian secara turun-temurun, namun miskin keahlian pada topeng klasik. Sehingga, jumlah perajin di Dusun Bobung itu berkembang pesat. Sekitar 80 persen dari warga dusun ini kini memiliki keahlian membuat kerajinan kayu, baik topeng klasik, topeng batik, loro blonyo, dan kerajinan lainnya. Di balik pesatnya pertumbuhan perajin tersebut, Suroso melanjutkan, ada satu hal yang masih menjadi ganjalan bagi masa depan kerajinan kayu desa itu. Saat ini produk kerajinan kayu sudah merambah pasar nasional dan bahkan…

Read More

Israel Masih Mengepung Beberapa RS di Gaza, Termasuk RS Indonesia

Gaza — 1miliarsantri.net : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak agar pemerintah dan warga global untuk tidak diam atas serangan-serangan zionis Israel ke fasilitas kesehatan di Gaza. Israel kembali melakukan serangan dan pengepungan ke rumah sakit, Rumah Sakit Indonesia yang juga menjadi target setelah sebelumnya Rumah Sakit al-Shifa. “Dunia tidak boleh tinggal diam ketika rumah sakit-rumah sakit ini, yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman, berubah menjadi tempat kematian, kehancuran, dan keputusasaan,” ujar pernyataan badan kesehatan PBB itu pada Rabu (22/11/2023). WHO mengingatkan kepada pihak-pihak yang berkonflik mengenai kewajiban untuk mengikuti aturan berdasarkan Hukum Humaniter Internasional. Mereka seharusnya menghormati kenetralan, dan secara aktif melindungi fasilitas kesehatan. “Pelayanan kesehatan bukanlah sebuah target,” kata WHO. WHO pun mengaku terkejutkan dengan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara. Peristiwa itu dikabarkan membunuh sedikitnya 12 orang termasuk pasien dan pendampingnya yang berada di rumah sakit tersebut. Terdapat banyak serangan yang terus menerus terhadap fasilitas kesehatan dalam enam minggu terakhir. Serangan itu mengakibatkan evakuasi massal secara paksa dari rumah sakit. Banyak korban jiwa serta korban jiwa di antara pasien, pendamping, dan mereka yang mencari perlindungan di rumah sakit. Rumah Sakit Indonesia dilaporkan mengalami kerusakan akibat setidaknya lima serangan sejak 7 Oktober. Menurut laporan yang diterima WHO, puluhan orang terluka dalam serangan itu, termasuk beberapa orang yang mengalami luka kritis dan mengancam jiwa. “Petugas kesehatan dan warga sipil tidak boleh mengalami kengerian seperti itu ingin, terutama saat berada di dalam rumah sakit,” kata keterangan WHO. Kabar terkini, menurut WHO, RS Indonesia terus dikepung. Tidak ada seorang pun yang diizinkan masuk atau keluar rumah sakit dengan laporan penembakan terhadap mereka yang mencoba keluar. Kondisi ini memperburuk kondisi rumah sakit tersebut. Rumah sakit Indonesia sama seperti rumah sakit lainnya di Gaza utara dan Gaza City yang mengalami pemadaman listrik sejak generator utama dan sekunder berhenti berfungsi beberapa minggu lalu karena kekurangan bahan bakar. Kapasitas tempat tidur rumah sakit di Gaza telah turun dari 3.500 tempat tidur sebelum 7 Oktober menjadi 1.400 tempat tidur. Dampak ini akibat dari serangan-serangan dan kekurangan bahan bakar, obat-obatan, dan air bersih, serta sumber daya penting lainnya. “Meninggalkan kesenjangan yang sangat besar bagi pasien yang mengalami cedera dan penyakit lainnya yang memerlukan rawat inap,” ujar WHO. WHO mencatat, terdapat 335 serangan terhadap layanan kesehatan di wilayah pendudukan Palestina sejak 7 Oktober, termasuk 164 serangan di Jalur Gaza dan 171 serangan di Tepi Barat. Terdapat juga 33 serangan terhadap fasilitas kesehatan Israel pada 7 Oktober. (dwi/AZ) Baca juga :

Read More

Bahasa Indonesia Ditetapkan Sebagai Bahasa Resmi Konferensi Umum UNESCO

Paris — 1miliarsantri.net : Bahasa Indonesia berhasil ditetapkan sebagai bahasa resmi atau official language Konferensi Umum (General Conference) UNESCO. Keputusan tersebut ditandai dengan diadopsinya Resolusi 42 C/28 secara konsensus dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO tanggal 20 November 2023 di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis. Bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-10 yang diakui sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO, di samping enam bahasa resmi PBB (Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia), serta Bahasa Hindi, Italia, dan Portugis. Duta Besar Mohamad Oemar, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, membuka presentasi proposal Indonesia dengan menyampaikan, Bahasa Indonesia telah menjadi kekuatan penyatu bangsa sejak masa pra-kemerdekaan, khususnya melalui Sumpah Pemuda di 1928. Dengan perannya sebagai penghubung antar etnis yang beragam di Indonesia, Bahasa Indonesia, dengan lebih dari 275 juta penutur, juga telah melanglang dunia, dengan masuknya kurikulum Bahasa Indonesia di 52 negara di dunia dengan setidaknya 150.000 penutur asing saat ini. “Kepimpinan aktif Indonesia di tataran global telah dimulai sejak Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 yang menjadi bibit terbentuknya Kelompok Negara Non-Blok. Indonesia memilliki komitmen kuat untuk melanjutkan kepemimpinan dan kontribusi positif untuk dunia internasional, dengan berkolaborasi dengan negara-negara lain dalam mengatasi tantangan globam, melalui peran keketuaan Indonesia di forum G20 tahun 2022 dan ASEAN tahun 2023 ini,“ ujar Oemar. Dubes Oemar menekankan, meningkatkan kesadaran terhadap Bahasa Indonesia merupakan bagian dari upaya global Indonesia untuk mengembangkan konektivitas antar bangsa, memperkuat kerjasama dengan UNESCO, dan bagian dari komitmen Indonesia terhadap pengembangan budaya di tingkat internasional. Mengakhiri pidato, Dubes Oemar menegaskan bahwa pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO akan berdampak positif terhadap perdamaian, keharmonisan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tidak hanya di tingkat nasional, namun juga di seluruh dunia. Upaya Pemerintah Indonesia untuk mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO merupakan salah satu implementasi amanat Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaaan, yaitu “Pemerintah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan”. Usulan ini juga merupakan upaya de jure agar bahasa Indonesia dapat mendapat status bahasa resmi pada sebuah lembaga internasional, setelah secara de facto Pemerintah Indonesia membangun kantong-kantong penutur asing bahasa Indonesia di 52 negara. (yan) Baca juga :

Read More

Terdapat 12 Madrasah Aliyah Menjadi Sekolah Terbaik Versi UTBK – SBMPTN

Jakarta — 1miliarsantri.net : Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) beberapa waktu lalu baru merilis daftar 1.000 sekolah terbaik (Top 1000 Sekolah) Berdasarkan Nilai Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) 2022. Tercatat ada 23.657 sekolah yang mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2022. Total ada 745.115 siswa yang mengikutinya. Dari 12 MA terbaik yang masuk TOP 100, terdapat 11 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan satu Madrasah Aliyah Swasta (MAS). “Alhamdulillah, dari 100 sekolah terbaik versi hasil UTBK, ada 12 madrasah. Bahkan, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia atau MAN IC Serpong menjadi yang terbaik, disusul MAN IC Pekalongan pada urutan keempat. Ini bukti madrasah makin kompetitif,” terang Plt Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Sidik Sisdiyanto kepada 1miliarsantri.net di Jakarta, Selasa (21/11/2023). MAN Insan Cendekia Serpong menempati peringkat pertama nasional dengan nilai rata-rata UTBK mencapai 666,494. MAN IC Serpong berhasil mempertahankan prestasi nasional yang diraih pada 2021. Saat itu nilai rata-rata UTBK MAN IC mencapai 637,807. Sementara MAN IC Pekalongan menempati urutan keempat dengan nilai rata-rata UTBK mencapai 637,499. “Selain MAN IC, ada MAN 2 Kota Malang yang berada pada urutan ke-19 atau terbaik ketiga untuk kategori madrasah dengan nilai rata-rata UTBK mencapai 617,605,” sambungnya. Berikut daftar 12 Madrasah Aliyah (MA) yang Masuk 100 Sekolah Terbaik di Indonesia Versi UTBK: (wink)

Read More

Rasulullah SAW Berpesan untuk Umat Islam Agar Senantiasa Jaga Masjid Al Aqsa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW menyerukan pada umatnya untuk senantiasa peduli terhadap Masjid Al Aqsa, yang saat ini berada di kawasan Yerusalem Palestina. Jika kita menilik sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW, maka akan kita dapatkan seruan itu sebagaimana dalam hadits berikut: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ ثَنَا عِيسَى قَالَ ثَنَا ثَوْرٌ عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ أَخِيهِ أَنَّ مَيْمُونَةَ مَوْلَاةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ أَرْضُ الْمَنْشَرِ وَالْمَحْشَرِ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ قَالَتْ أَرَأَيْتَ مَنْ لَمْ يُطِقْ أَنْ يَتَحَمَّلَ إِلَيْهِ أَوْ يَأْتِيَهُ قَالَ فَلْيُهْدِ إِلَيْهِ زَيْتًا يُسْرَجُ فِيهِ فَإِنَّ مَنْ أَهْدَى لَهُ كَانَ كَمَنْ صَلَّى فِيهِ حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى الْهَرَوِيُّ قَالَ ثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ بِإِسْنَادِهِ فَذَكَرَ مِثْلَهُ Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ali bin Bahr berkata, telah menceritakan kepada kami Isa berkata, telah menceritakan kepada kami Tsaur dari Ziyad bin Abu Saudah dari saudara laki-lakinya bahwa Maimunah bekas budak Rasulullah SAW berkata, “Wahai Nabi Allah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis.” Beliau menjawab, “Itu adalah bumi yang terbentang dan mahsyar (perkumpulan), datanglah ke sana dan laksanakan sholat di sana, karena sholat di sana sama dengan melaksanakan seribu salat di tempat lainnya.” Beliau bertanya, “Bagaimana pendapat tuan jika seseorang tidak mampu untuk datang ke sana?” Nabi menjawab, “Hendaklah dia menginfakkan minyak untuk penerangan di sana karena barang siapa yang memberikan minyak untuk penerangan di dalamnya, maka ia seperti orang yang melaksanakan sholat di dalamnya.” Telah menceritakan kepada kami Abu Musa al-Harawi dia berkata, telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus dengan sanadnya, kemudian dia menyebutkan hadits seperti itu. (HR Ahmad nomor 26343). Dalam redaksi lainnya dijelaskan sebagai beriku: حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقِّيُّ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ أَخِيهِ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ مَيْمُونَةَ مَوْلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ قَالَ أَرْضُ الْمَحْشَرِ وَالْمَنْشَرِ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِي غَيْرِهِ قُلْتُ أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ أَتَحَمَّلَ إِلَيْهِ قَالَ فَتُهْدِي لَهُ زَيْتًا يُسْرَجُ فِيهِ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَهُوَ كَمَنْ أَتَاهُ Artinya: Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Abdullah Ar Raqqi berkata, telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus berkata, telah menceritakan kepada kami Tsaur bin Yazid dari Ziyad bin Abu Saudah dari saudaranya Utsman bin Abu Saudah dari Maimunah mantan budak Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Rasulullah, berilah kami fatwa berkenaan dengan Baitulmaqdis, ” beliau bersabda, “Ia adalah bumi Al Muntasyar dan Al Muntasyar (tempat berkumpul manusia), datangi dan sholatlah kalian di sana, sebab sholat di dalamnya seperti sholat seribu kali di tempat lainnya. ” Aku bertanya, “Bagaimana pendapat tuan jika saya tidak bisa ke sana?” beliau menjawab, “Memberi minyak yang dengannya lampu bisa dinyalakan di dalamnya, barang siapa melakukan itu, maka ia seperti telah mendatanginya.” (HR Ibnu Majah nomor 1397). Redaksi lainnya: حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا مِسْكِينٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ مَيْمُونَةَ مَوْلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ وَكَانَتْ الْبِلَادُ إِذْ ذَاكَ حَرْبًا فَإِنْ لَمْ تَأْتُوهُ وَتُصَلُّوا فِيهِ فَابْعَثُوا بِزَيْتٍ يُسْرَجُ فِي قَنَادِيلِهِ Artinya: Telah menceritakan kepada kami An Nufaili, telah menceritakan kepada kami Miskin dari Sa’id bin Abdul Aziz dari Ziyad bin Abu Saudah dari Maimunah, mantan sahaya Rasulullah SAW bahwasanya dia pernah berkata, “Wahai Rasulullah, berilah fatwa kepada kami tentang Baitul Maqdis. Maka beliau bersabda, “Datangilah ia dan sholatlah di dalamnya, -ketika itu di negeri tersebut terdapat peperangan-, jika kalian tidak dapat sholat di dalamnya, maka utuslah seseorang dengan minyak untuk dinyalakan di tempat-tempat lampunya.” (HR Abu Daud nomor 386). (yat)

Read More

Semua Bukti Jelas Memperlihatkan dan Israel Akui Telah Membunuh Rakyatnya Sendiri pada Festival Musik 7 Oktober

Tel Aviv — 1miliarsantri.net : Pasukan zionis Israel terbukti telah membunuh beberapa warganya sendiri saat berlangsung nya festival musik yang dihadiri ribuan warga Israel pada 7 Oktober. Hal tersebut dinyatakan menurut penyelidikan polisi Israel yang menyelidiki festival musik Nova di dekat perbatasan Gaza, Haaretz, Selasa (21/11/2023). Dengan kata lain, Israel telah berbohong dan telah menggunakan serangan kejutan 7 Oktober oleh Hamas sebagai alasan untuk melanjutkan pengeboman tanpa henti di daerah Gaza, yang sejauh ini telah merenggut nyawa sekitar 13.300 warga Gaza, Palestina. Laporan menyebutkan, sebuah helikopter tempur Israel dikirim dari pangkalan Ramat David untuk menargetkan para pejuang Hamas yang telah menyeberangi perbatasan dari Gaza ke Israel. Helikopter ini menjalankan misi Operasi Badai Al Aqsa yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana menewaskan total 364 orang warga Israel. Namun, sebuah sumber kepolisian kini telah mengkonfirmasi bahwa helikopter tersebut juga menembaki dan menewaskan beberapa pemukim Israel yang menghadiri festival musik tersebut. Pengakuan ini menandai pengakuan pertama bahwa pasukan pendudukan Israel (IOF) bertanggung jawab atas sebagian kematian di festival tersebut. Sebelumnya militer Israel telah menentang tuduhan itu, dan menyebut semua kematian korban adalah akibat dari pembunuhan yang disengaja yang didalangi oleh kelompok Hamas. Sedangkan laporan-laporan sebelumnya di media Israel telah mengisyaratkan bahwa pasukan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya korban sipil warga Israel yang berada di dekat perbatasan Gaza. Di Be’eri, sebuah pemukiman yang dekat dengan perbatasan, pasukan Israel membunuh warga sipil Israel dan pejuang Hamas dengan peluru tank ketika mereka menanggapi serangan Hamas. Skenario serupa terjadi di Sderot, di mana para pejuang Hamas menguasai kantor polisi setempat dan mendorong pasukan Israel untuk menembakkan peluru tank, yang mengakibatkan beberapa korban di kedua belah pihak. Haaretz juga melaporkan “penilaian yang berkembang di pihak keamanan” bahwa para pejuang yang menargetkan festival tersebut “tidak mengetahui sebelumnya tentang festival Nova yang diadakan di dekat Kibbutz Re’im. Dan pihak Hamas baru memutuskan untuk datang ke tempat itu setelah mengetahui bahwa sebuah acara massal sedang berlangsung di sana.” Sedangkan pejabat keamanan senior Israel percaya bahwa para pejuang Hamas mengetahui keberadaan festival tersebut melalui pesawat tanpa awak dan mengarahkan para pejuangnya ke lokasi dengan menggunakan sistem komunikasi mereka, menurut Haaretz. Sebuah video dari kamera tubuh seorang pejuang Hamas yang tertangkap mendukung penilaian sebelumnya, karena ia terdengar bertanya kepada seorang warga Israel yang tertangkap untuk meminta petunjuk arah untuk mencapai festival tersebut. Sedangkan unsur yang mendukung teori bahwa Hamas sudah mengetahui festival ini adalah bahwa para pejuang Hamas pertama tiba di festival Nova dari arah jalan 232, bukan dari arah pagar perbatasan Gaza, seperti yang diasumsikan sebelumnya. Penyelidikan atas insiden festival Nova telah meninggalkan ketidakpastian tentang rincian korban yang tepat antara yang disebabkan oleh Hamas dan yang disebabkan oleh tentara Israel sendiri. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang penolakan pasukan Israel untuk bernegosiasi dalam pembebasan tawanan, yang menambah kerumitan tentang pihak mana yang bertanggung jawab atas kematian pada tanggal 7 Oktober. Awalnya, Israel mengklaim bahwa Hamas membunuh 1.400 warga Israel selama serangan 7 Oktober, kemudian merevisi jumlah tersebut menjadi 1.200 orang. Juru bicara Israel, Mark Regev, mengakui adanya kesalahan, dengan menyatakan bahwa 200 korban yang diduga adalah pejuang Hamas atau warga Palestina yang pada awalnya diasumsikan sebagai warga Israel karena luka bakar yang parah. Dalam sebuah wawancara dengan MSNBC baru-baru ini, Regev mengatakan, “Kami membuat kesalahan. Sebenarnya ada mayat-mayat yang terbakar sangat parah sehingga kami mengira itu adalah mayat kami, namun pada akhirnya ternyata mereka adalah Hamas.” Rezim Israel telah menggunakan serangan 7 Oktober oleh Hamas sebagai alasan untuk melanjutkan pemboman tanpa henti di daerah kantong Gaza, yang sejauh ini telah merenggut nyawa setidaknya 13.300 warga Palestina, termasuk 5000an anak-anak. Sebanyak 26 dari 35 rumah sakit di Gaza tidak lagi beroperasi karena kerusakan akibat serangan udara Israel atau kekurangan bahan bakar. Rumah sakit yang tersisa “beroperasi dengan kapasitas melebihi maksimum”, Wafa melaporkan. Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila mengatakan bahwa Israel “melakukan genosida terhadap seluruh sistem perawatan kesehatan di Jalur Gaza, termasuk rumah sakit, dokter, dan pasien.” “Di manakah sikap para dokter dan tenaga kesehatan profesional di seluruh dunia terhadap kekejaman yang dilakukan terhadap rekan-rekan mereka di sektor kesehatan Palestina di Gaza dan Tepi Barat? Mereka dulunya adalah rekan-rekan Anda di Amerika Serikat, Eropa, Rusia, dan negara-negara Arab,” ujar Alkaila dalam sebuah konferensi pers di Ramallah. Pada hari Sabtu (18/11/2023), tentara Israel memberikan waktu satu jam kepada ratusan pasien di rumah sakit Al Shifa untuk mengungsi. Sumber-sumber medis mengatakan kepada Wafa bahwa 150 pasien yang sakit kritis, lebih dari 30 bayi prematur, dan lima dokter masih berada di rumah sakit karena ketidakmampuan mereka untuk bergerak. Empat dari 39 bayi yang berada di dalam inkubator meninggal pekan lalu setelah rumah sakit kehabisan oksigen dan listrik akibat pengepungan Israel di Gaza. Beruntung 20 bayi prematur yang masih selamat akhirnya berhasil dikeluarkan dari jalur Gaza dan kini sebagian mendapat perawatan di wilayah Mesir. (zul/AZ)

Read More

Prof Mas’ud Said Terpilih Kembali Menjadi Ketua ISNU Jawa Timur

Surabaya — 1miliarsantri.net : Prof Dr H Mas’ud Said MSi kembali terpilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur periode 2023-2028 dalam Konferwil V PW ISNU Jatim di Gedung Pasca Sarjana Unisma, Sabtu malam (18/11/2023). Dalam sidang pemilihan yang dipimpin DR Luqman Hakim MM dari PP ISNU itu, ditawarkan kepada peserta sidang pemilihan untuk memilih kembali Prof Mas’ud Said secara aklamasi, apakah setuju atau tidak. Peserta dari cabang ISNU se-Jatim langsung menjawab serentak “setuju”. Bahkan ada pimpinan cabang yang meminta super team dalam periode Prof Mas’ud Said agar dipertahankan. Menanggapi persetujuan itu, pimpinan sidang langsung menawarkan enam anggota formatur untuk mendampingi ketua terpilih dalam menyusun kepengurusan yakni perwakilan Surabaya Raya, Malang Raya, Tapal Kuda, Madura, Mataraman, dan PP ISNU. Setelah proses pemilihan secara aklamasi yang berlangsung hanya 20 menit itu, pimpinan sidang minta ketua terpilih menyampaikan pidato untuk kepemimpinan kedepan. Dalam pidatonya, Prof Mas’ud Said menyampaikan lima program utama dari delapan program yang ditargetkan dalam lima tahun kedepan yakni penguatan ideologi Aswaja, karena Aswaja adalah perekat Islam Indonesia dan inspirasi dunia. Program kedua adalah penguatan banom melalui kegiatan bersama dengan Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU, PMII, dan lembaga/lajnah. Program ketiga adalah pemanfaatan IT organisasi yang berarti pengembangan medsos, media, dan website. Program keempat adalah penguatan kualitas kepemimpinan melalui kaderisasi, lalu program kelima adalah penguatan, seperti sosial ekonomi (kesehatan/vaksin di pesantren, UMKM, dsb), atau penguatan kultural (istighotsah, yasin.) “Utang saya yang belum terlaksana adalah hikmah berupa beasiswa,” pungkasnya. (ris) Baca juga :

Read More

Unesa Berikan Apresiasi Kepada Penyandang Disabilitas dengan Menggelar Edufair 2023

Surabaya — 1miliarsantri.net : Direktorat Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Edufair 2023 bertema “Inclusive Horizons: Bridging Abilities, Expanding Possibilities!”. Edufair ini menampilkan talenta-talenta terbaik siswa disabilitas dan menjadi wadah interaksi berbagai pihak dalam dunia inklusi melalui berbagai agenda seperti Launching Sheltered Workshop and Training Center Disability, Disability Got Talent, Bazar UMKM Disabilitas Nusantara, Payung Fantasi, Jalan Sehat, hingga Lomba Catur Tunanetra. Ketua Panitia, Diah Anggraeny, S.Pd. M.Pd menuturkan acara ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pembeda yang utama adalah pada tahun ini terdapat sejumlah kolaborasi dengan lembaga mitra. “Kegiatan ini menekankan kembali bahwa individu disabilitas dengan berbagai kemampuan tidak hanya digerakkan tetapi juga difasilitasi. Ada 1500 anak-anak disabilitas dari 80 sekolah baik SLB maupun sekolah inklusi. Dengan kegiatan ini, mereka terfasilitasi bakatnya dengan mengikuti Disability Got Talent, Lomba Payung Fantasi, dan Lomba Catur Tunanetra Nasional yang pertama diselenggarakan,” terangnya dalam siaran tertulis yang diterima 1miliarsantri.net. Senada, President Junior Chamber International (JCI) Jatim, Herman Limbono mengungkapkan bahwa JCI terus menggabungkan kesetaraan disabilitas salah satunya dengan memberikan beasiswa dan mendorong terciptanya awareness kepada penyandang disabilitas. Tahun ini, Unesa juga membuka Sheltered Workshop and Training Center Disability yang turut di launching pada kegiatan tersebut. Dr. Wagino, M.Pd., Direktur Disabilitas Unesa mengatakan bahwa Shelter Workshop merupakan inovasi berkelanjutan dari UNESA yang ditujukan bagi penyandang disabilitas dan berlokasi di Kampus 4 Unesa, Gedangan, Sidoarjo. “Shelter workshop yang kita inisiasi adalah sebuah lembaga pelatihan dimana tidak hanya mahasiswa disabilitas dari UNESA tetapi juga dapat diikuti mahasiswa disabilitas lain serta menjadi ajang mahasiswa PLB UNESA untuk menerapkan ilmunya,” ungkapnya. Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd guru besar di bidang disabilitas FIP Unesa menambahkan dengan dibentuknya lembaga Shelter Workshop akan memberikan pelatihan dari praktisi-praktisi Dudi (Dunia Usaha dan Dunia Industri) sehingga mahasiswa disabilitas juga bisa mengetahui apa yang ada di lapangan. “Mereka juga bisa mendapat sertifikasi kompetensi yang terukur terutama dari Balai Diklat Industri Surabaya, sehingga kemampuan mereka memang benar-benar terukur dan diakui” ujarnya. Kedepan, mahasiswa UNESA dapat menjalankan magang dan MBKM di Shelter Workshop tersebut yang akan menunjang IKU Unesa juga. Dalam Edufair Disability 2023 juga dilaksanakan penandatangan MoU bersama sejumlah mitra, mulai dari PT. Rafatex Indo Garment, PT. Kekean Primanda Indonesia, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Balai Diklat Industri Surabaya, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur, Junior Chamber International (JCI) Jatim, Wismilak Foundation, dan Ketua DPD Indonesia Maju. Apresiasi dan harapan juga disampaikan oleh pihak mitra, seperti Ketua Aprisindo Jatim, Winyoto Gunawan yang menyampaikan bahwa dirinya berkomitmen menggandeng para disabilitas untuk menciptakan lingkungan kerja industri yang lebih inklusif. (har) Baca juga :

Read More

Sebanyak 16 Wanita Pernah Menjadi Anggota Balai Majelis Mahkamah Rakyat

Banda Aceh — 1miliarsantri.net : Kesultanan Aceh memiliki tiga tingkat balai musyawarah (parlemen), yaitu Balairung, Balai Gading, dan Balai Majelis Mahkamah Rakyat. Setidaknya terdapat 16 perempuan yang menjadi anggota Balai Majelis Mahkamah Rakyat. Di Balairung ada empat hulubalang terbesar di Aceh, di Balai Gading ada 22 ulama besar. Untuk Balai Majelis Mahkamah Rakyat ada 73 anggota wakil 73 mukim. Menurut Buya Hamka, Sultanah Syafiyatuddin memimpin Kesultanan Aceh, saat itu dibuat kebijaksanaan memasukkan perempuan sebagai anggota Balai Majelis Mahkamah Rakyat. Mereka mewakili mukim masing-masing. Dalam menjalankan pemerintahan, sultan didampingi jajaran eksekutif: wazir sultan, perdana menteri (panglima polim) dengan para menterinya, kadi malikul adil dengan empat ulamanya. Didampingi pula balai laksamana yang mengepalai tentara laut dan darat. Khusus menteri dirham (keuangan), pertanggungjawabannya tidak kepada perdana menteri, melainkan langsung kepada sultan. Urusan perbendaharaan negara menjadi tanggung jawab baitul maal, urusan cukai dan bea pelabuhan menjadi tanggung jawab balai furdhan. Di jajaran eksekutif ini, ulama memiliki posisi resmi. Yang diangkat menjadi perdana menteri adalah alim ulama ahli yang dalam adat istiadat, undang-undang (qanun), dan protokol (resam). Catatan dalam Qanun Al Asyi Darussalam (Undang-Undang Aceh Darussalam) menyebut ada 17 perempuan anggota Balai Majelis Mahkamah Rakyat. Tapi, ada satu nama yang menurut Hamka belum jelas identifikasi jenis kelaminnya berdasarkan nama, yaitu Si Nyak Tampli. Laki-laki atau perempuan? Balai Majelis Mahkamah Rakyat memiliki hak mengurus negeri dan rakyat. Tujuannya: “supaya rakyat hidup senang dan dapat banyak hasil, makmur, dan aman”. Balai Majelis Mahkamah Rakyat juga memiliki hak mengurus keamanan negara, menimbang urusan rakyat, menimbang perbuatan kebenaran dan keadilan. Supaya negeri aman dan rakyat taat. Sultan Iskandar Muda menetapkan Balai Majelis Mahkamah Rakyat ini pada 12 Rabiul Awal 1042 Hijriah, tahun 1632 Masehi. “Dalam perintah mendirikan itu Baginda berkata: ‘Supaya senang rakyat semuanya dan membahagiakan Aceh Drussalam’,” tulis Hamka. Lalu, atas perintah Sultanah Syafiyatuddin, anggota Balai Majelis Mahkamah Rakyat diperbarui dan dilengkapi dengan perempuan. Itu terjadi pada tahun 1649 Masehi (1059 Hijriah). Qanun Asyi Darussalam (Undang-Undang Aceh Darussalam) yang yang mencatat nama-nama anggota parlemen Kesultanan Aceh ini disalin turun-temurun. Salinan yang dikutip Hamka berasal dari tahun 1310 Hijriah, 1892 Masehi. “Salinan terakhir yang sampai ke tangan kita adalah salinan yang ada di tangan Tengku di Abai, Ibnu Ahmad daripada Habib Abubakar bin Usman bin Hasan bin Wundi Molek Syarif Abdullah bin Sultan Jamalu’l Alam Badrul Munir Jamalluail Ba’alawi, salah seorang sultan keturunan Arab sehabis masa raja-raja perempuan,” tulis Hamka. Sumber hukum undang-undang itu adalah Alquran, hadis, ijma’ dan qiyas, menurut mazhab ahli sunah wal jamaah. “Rupanya hak-hak yang diberikan kepada kaum perempuan, dengan persetujuan ulama sendiri pun, sebab ulama pun duduk dalam pemerintahan di samping raja, menyebabkan kaum perempuan pun setia memikul kewajibannya,” tulis Hamka. Cara hidup perempuan pun mendapat pengaruh. “Di seluruh tanah air kita ini, hanya di Aceh pakaian asli wanita memakai celana. Sebab mereka pun turut aktif dalam perang,” tulis Hamka. Nama-nama mereka adalah sebagai berikut: (mik) Baca juga :

Read More

Melihat 24 tahun Perjalanan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama

Jakarta — 1miliarsantri.net : Meski saat ini Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) genap berusia 24 tahun yang dideklarasikan pada Jumat 19 November 1999 di Surabaya. Akan tetapi, ISNU baru berhasil dibentuk dan dilembagakan tahun 2012, setelah disahkan di Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010 silam. Artinya, secara kelembagaan usia ISNU saat ini yakni 11 tahun. Menurut AD/ART Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasil Muktamar Ke-34 NU Tahun 2021, ISNU adalah badan otonom yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada kelompok sarjana dan kaum intelektual. Sebelumnya, sebagaimana termaktub dalam NUPedia, ISNU bernama Forum Silaturahmi Sarjana NU (FOSSNU) yang dirintis dari Jawa Timur sejak tahun 1996. Dalam kutipan deklarasi ISNU pada tahun 1999, dijelaskan bahwa berdirinya ISNU dilatarbelakangi oleh banyaknya kelompok terpelajar di lingkungan NU yang belum teroganisasi dengan baik. Kaum terpelajar NU terkesan lepas dari akar rumput dan para ulama. Padahal, tercapainya kemaslahatan bersama dibutuhkan kolaborasi antara para ulama, kaum terpelajar profesional, dan pemerintah. NU membutuhkan pemikiran dari kaum terpelajar;terdidik untuk meningkatkan kemaslahatan umat (Fadeli dan Subhan, Antologi NU: Sejarah-Istilah-Amaliah-Uswah, Surabaya: Khalista dan LTN NU Jawa Timur, 2010. h.61). Para Ulama dalam Muktamar NU ke-29 di Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, kemudian memberikan amanah kepada PBNU untuk mengorganisasi para sarjana di lingkungan NU dengan tujuan agar para sarjana NU tidak tercerabut dari akar kulturnya dan mampu menyumbangkan pemikiran serta manfaat lainnya bagi jam’iyah atau jama’ah NU. ISNU merupakan satu-satunya organisasi ilmuwan NU. Kemunculannya sebagai bentuk implementasi dari pasal 11 AD NU serta pasa 17 dan 18 ART NU hasil Muktamar NU di Cipasung pada 1994. Iklan native 2 Deklarator ISNU berjumlah 35 orang yang merupakan para akademisi dari berbagai wilayah di Indonesia. Ketua Umum PP ISNU periode pertama adalah Prof dr H Aboe Amar Joesoef yang sebelumnya adalah Ketua FOSSNU Jawa Timur (Fadeli dan Subhan, Antologi NU: Sejarah-Istilah-Amaliah-Uswah, Surabaya: Khalista dan LTN NU Jawa Timur, 2010. h.64) Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ISNU saat ini adalah Prof H Ali Masykur Musa atau yang akrab dengan sapaan Cak Ali. Cak Ali sebelumnya sudah pernah menjabat sebagai ketua ISNU, lalu kembali terpilih pada Kongres ISNU II di Bandung pada tahun 2018 karena dianggap memiliki kualitas dan elektabilitas tinggi. Di usianya yang masih muda, ISNU terus melakukan pengembangan dan gerakan untuk umat. Menurut Cak Ali, ISNU sejauh ini sudah dan akan terus melakukan 3 hal, yakni konsolidasi struktural, konsolidasi jaringan, dan konsolidasi program. Beberapa konsolidasi program yang sudah pernah dilakukan ISNU di antaranya adalah: pertama, capacity building di bidang sumber daya manusia. Programnya yakni berbentuk pelatihan kewirausahaan, leadership, manajerial, dll. Kedua, konsolidasi program di bidang intelektualitas dengan menjembatani warga NU yang ingin mendapatkan beasiswa S2 dan S3. Ketiga, advokasi undang-undang, yakni mengadvokasi undang-undang yang ada seperti UU Minerba, Wakaf, dan lainnya. Keempat, bidang ekonomi. ISNU menghadirkan program-program pemberdayaan ekonomi seperti rintisan di bidang micro finance, memperkuat jaringan, mencarikan modal dengan bunga rendah, dan lainnya. Menurut Cak Ali, Kehadiran ISNU sejauh ini merangkul para sarjana NU yang secara struktural tidak masuk di NU. ISNU juga memiliki program-program untuk bisa merangkul sarjana NU yang tidak terserap menjadi pengurus NU. Saat ini terdapat ratusan guru besar yang masuk di kepengurusan ISNU dari tingkat pusat hingga daerah, dan mendekati 3.000 jumlah doktornya, serta yang S1 dan S2 tak terbilang jumlahnya. Selain itu, NU juga memiliki sekitar 1400-an profesor. Menurut Cak Ali, kondisi ini membuat NU bukan lagi organisasi tradisional dengan stigma terbelakang, namun organisasi intelektual. Dengan sumber daya manusia yang ada, ISNU memiliki tanggung jawab besar untuk mengembangkan NU. ISNU sebagai organisasi yang didirikan berbasis intelektualitas, profesionalitas, dan keahlian tertentu diharapkan dapat membangun kehidupan NU, bangsa, dan negara Indonesia. (rid) Baca juga :

Read More