Kemenag Adakan Madrasah English Community ke Beberapa Sekolah Madrasah

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI dalam beberapa tahun terakhir menjalin sinergi dengan Peace Corp, antara lain dengan menginisiasi Madrasah English Community. Madrasah English Community digelar terakhir di Yogyakarta, tepatnya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kulon Progo Yogyakarta, Senin (11/12/2023) lalu. Acara ini menghadirkan Nikki Daughery, Ella Zelenak, dan Sarah Mericle selaku relawan Peace Corp. Plt. Direktur KSKK Madrasah, Muchammad Sidik Sisdiyanto sangat mengapresiasi kegiatan ini. Diharaokan kerja sama ini bisa memotivasi seluruh siswa-siswi madrasah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. “Belajar Bahasa Inggris sudah menjadi keniscayaan bagi seluruh pelajar di Indonesia, termasuk di madrasah. Kerja sama ini mudah-mudahan bisa memotivasi seluruh siswa-sisiwi madrasah untuk mengembangkan skill bahasa Inggris mereka,” tutur M. Sidik Sisdiyanto kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (16/12/2023). Plt. Direktur KSKK Madrasah berharap English Madrasah Community itu tidak hanya tercipta di dunia maya saat belajar online, tetapi juga di dunia nyata. Masing-masing madrasah diharapkan juga memiliki komunitas Bahasa Inggris. “Sebab berlajar Bahasa Inggris kalau tidak memiliki komunitas menjadi agak sulit. Yogyakarta sudah memberikan contoh, yakni membuat Kampung Inggris dengan peserta dari siswa-siswi MTs,” sambungnya. Madrasah English Community di MAN 2 Kulon Progo dihadiri juga oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Abu Suud serta Kepala Sub Direktorat Kerjasama Direktorat KSKK Madrasah, Papay Supriatna (secara online). Peace Corp adalah lembaga pemerintah Amerika yang memberikan bantuan berupa sukarelawan (volunteer) untuk menjadi guru Bahasa Inggris. Tahun 2023, ada tiga relawan yang bertugas di tiga madrasah. Ketiga relawan tersebut adalah Nikki Daughery, Ella Zelenak, dan Sarah Mericle. Masing-masing mereka mengajar Bahasa Inggris di MAN 1 Blitar, MTs Harapan Baru Ciamis dan MTsN 7 Kediri. Mereka juga memberikan edukasi kepada guru-guru terkait dengan pedagogi pembelajaran. Setiap bulan, diadakan juga belajar Bahasa Inggris secara online sehingga bisa diikuti seluruh siswa-siswi madrasah di Indonesia. Belajar bahasa Inggris online inilah yang kemudian dikemas dalam program Madrasah English Community. Dalam Madrasah English Community ini, para relawan Peace Corp berbicara tentang pentingnya Bahasa Inggris bagi pergaulan internasional, akses pengetahuan, dan akses pekerjaan. Selain itu, mereka juga berbicara tentang kebudayaan dan pendidikan. Kegiatan Madrasah English Community di MAN 2 Kulon Progo diakhiri dengan rekaman Modcast (Madrasah Podcast). Nikki Daugherty dalam kesempatan itu menceritakan tentang pengalamannya hidup di Blitar dan mengajar di Madrasah. Podcast ini akan ditayangkan di Youtube Direktorat KSKK Madrasah Channel. (yus) Baca juga :

Read More

Haul Gus Dur ke 14 Mengangkat tema Meneladani Budaya Etika Demokrasi Gus Dur

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sejumlah tokoh ikut menghadiri acara peringatan haul ke-14 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar di Warung Silah, Ciganjur, Jakarta Selatan yang digelar pukul 20.00 – 23.00 WIB, Sabtu (16/12/2023) malam. Tampak mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifudin, budayawan Butet Kartaredjasa, psikolog anak Seto Mulyadi, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns, dan Quraish Shihab. Ketua Panitia Haul Gus Dur ke 14, Inayah Wulandari Wahid mengatakan acara tahun ini mengangkat tema “Meneladani Budaya Etika Demokrasi Gus Dur”. Tema tersebut dipilih pihak keluarga sebagai upaya untuk menghadirkan inspirasi dan keteladanan tentang demokrasi sebagaimana yang sudah diyakini, dijalankan, dan diperjuangkan Gus Dur. “Banyak hal yang bisa dipelajari dan diperhatikan oleh penyelenggara, kontestan dan konstituen tentang bagaimana seharusnya demokrasi ditempatkan, diarahkan, dan ditata orientasinya,” terang Inayah dihadapan media. Inayah menambahkan, yang paling penting diteladani dari demokrasi Ala Gus Dur adalah tentang budaya etika yang beliau pegang teguh, dijalankan dan diperjuangkan. Menurut Inayah, Gus Dur ridak menganggap demokrasi dan pemilihan umum (pemilu) sebagai prosedur dan angka-angka elektoral, tetapi memiliki kandungan mandat nilai perjuangan harkat martabat manusia dan kesejahteraan. “Demokrasi di sisi Gus Dur, juga tak bisa dipisahkan dari budaya anti kekerasan dan ketaatan pada konstitusi,” tambahnya. Inayah mengungkapkan, pada acara ini akan ada pembacaan “Amanat Ciganjur” yang berisi pesan-pesan demokrasi. Sejumlah artis seniman juga turut meramaikan acara ini. Di antaranya Band Lorjhu’ dari Madura, Ria Pasar Kemis, Yati Pesek yang akan didapuk standup comedy bersama trio komedian santri Abioso Group. “Sebuah kehormatan bagi kami, bila kita semua berkenan mendoakan dan mengenang Alm KH. Abdurrahman Wahid, baik hadir langsung di acara Haul atau mengikuti secara virtual melalui siaran media,” pungkas Inayah. (rid) Baca juga :

Read More

Trunojoyo Dibesarkan di Keraton Mataram, Tapi Justru Melakukan Pemberontakan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Meski Raden Trunojoyo lahir di Madura, tetapi semenjak kecil ia diasuh di lingkungan Keraton Mataram. Ia dikenalkan kepada Putra Mahkota Mataram, yang di kemudian hari menjadi Amangkurat II dan membunuh Trunojoyo dengan keris. Pada 1656, Trunojoyo masih berusia tujuh tahun ketika ayahnya dibunuh saat Madura berperang dengan Mataram. Trunojoyo yang selamat, kemudian dibawa ke ibu kota Mataram, Plered. Pangeran (Adipati) Sampanglah yang membawa Trunojoyo masuk Keraton Mataram. Ia telah tinggal di Plered, di kemudian hari menjadi Cakraningrat II menggantikan ayahnya sebagai bupati Madura. Setelah dewasa, Trunojoyo melakukan pemberontakan terhadap Mataram. Alasannya, seperti yang ia kemukakan kepada perwira Kompeni Jacob Couper, ia mempunyai hak di Madura. Ayahnya, Demang Mloyo, jika tidak dibunuh, memiliki hak sebagai pengganti Cakraningrat I sebagai penguasa Madura. Pangeran Sampang, yang merupakan kakak dari Demang Mloyo lantas menjadi Cakraningrat II, meski sebenarnya ia tidak memiliki hak untuk itu. Terlebih, Cakraningrat II memimpin Madura dari Plered, tidak di Madura. Selain itu, ternyata juga ada persoalan pribadi antara Trunojoyo dengan Pangeran Sampang. Pangeran Sampang mencurigai Trunojoyo menjalin hubungan rahasia dengan keponakannya. Ketika Pangeran Sampang hendak menghabisi Trunojoyo, orang-orang Madura di Plered menyelamatkannya. Kepada perwira Kompeni Cornelis Speelman, Trunojoyo mengaku, “Dicurigai berbuat salah terhadap paman saya, yang ingin membunuh saya, padahal saya tidak bersalah.” Kepada perwira Jacob Couper, Trunojoyo mengaku, Pangeran Sampang hendak membunuhnya tanpa ia tahu kesalahannya. “Raja Mataram tidak menyelidiki masalah itu … tetapi juga ingin membunuh saya,” tulis Trunojoyo dalam suratnya untuk Couper. Trunojoyo juga menceritakannya kepada Putra Mahkota Pangeran Adipati Anom. “Mengapa mereka ingin merusakkan diri saya di Mataram? Saya juag diburu dan hendak dibunuh, dan itulah yang dilakukan Adipati Sampang tanpa membawa masalahnya kepada raja Mataram untuk diselidiki,” tulis Trunojoyo kepada Putra Mahkota. Dalam catatannya, Couper menyebut alasan Trunojoyo memberontak kepada Mataram. Adalah Demang Angantaka yang menjadi penyebabnya. Demang dari Balega, Madura, ini tidak mau menyerah kepada Pangeran Sampang. Ketika pada 1677 Trunojoyo menyerbu Mataram, Demang Angantaka ada di dalamnya. Demang Angantaka memiliki catatan buruk terhadap Pangeran Sampang. Pada 1673, ayah Angantaka dibunuh atas perintah Pangeran Sampang. Trunojoyo pada 1670 pulang ke Madura. Trunojoyo telah menjadi menantu Raden Kajoran. Dekat dengan Putra Mahkota, Raden Kajoran menyarankan Putra Mahkota mengirim Trunojoyo ke Madura unntuk membujuk orang-orang Madura agar tidak pergi ke Mataram, menghadap Pangeran Sampang yang sudah menjadi bupati Madura dengan gelar Cakraningrat II. Dengan cara itu, Pangeran Sampang itu akan terkucil di lingkungan keraton. Sebagai pertapa, Raden kajoran mengetahui masa depan Trunojoyo yang akan menjadi orang besar. Ia juga melihat, masa depan Mataram akan semakin surut dan Trunojoyo akan muncul. Di Madura, dengan cepat Trunojoyo memiliki pengaruh. Dan ketika ia harus memberontak terhadap Mataram, mertuanya, Raden Kajoran menjadi panglima perangnya. Penyerbuan Trunojoyo membuat Amangkurat I meninggalkan keraton secara diam-diam pada malam hari diiringi kerabatnya, termasuk Putra Mahkota. (har) Baca juga :

Read More

Film Hamka dan Siti Raham Akan Tayang 21 Desember 2023

Jakarta — 1miliarsantri.net : Film Hamka & Siti Raham (Vol.2) akan segera tayang di seluruh bioskop Indonesia. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Basri Bermanda menyebut film Buya Hamka dan Siti Raham menarik. “Judul yang menarik, yaitu Buya Hamka dan Siti Raham, istrinya yang mendampingi beliau baik sebagai ulama maupun sebagai wartawan,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (16/12/2023). Buya Basri menyebut umat Islam wajib menonton, agar tak tertinggal fakta sejarah. Selain itu, film Buya Hamka dapat menjadi teladan. “Saya pikir umat Islam wajib menonton film ini, supaya kita tidak tertinggal fakta sejarah kebangsaan yang diisi ulama besar. Juga dapat kita contoh sebagai teladan bagaimana seorang Hamka dan istrinya dalam menegakkan agama dan bangsa,” sambungnya. Film yang disutradarai Fajar Bustomi itu, merupakan bagian kedua dari trilogi biopik Buya Hamka. Rumah produksi Falcon Pictures dan Starvision pun menggelar gala premiere film tersebut di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2023) lalu. Dalam sambutannya, produser Falcon Pictures, Frederica mengatakan film ini merupakan upaya untuk mengangkat kembali sosok Buya Hamka yang merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Ketua Dewan Pimpinan MUI Bidang Seni, Budaya, dan Peradaban Islam, Kiai Jeje Zaenuddin juga mengajak semua kaum Muslimin menonton film Buya Hamka. “Mari semua kaum Muslimin dari berbagai lapisan dan segmen masyarakat untuk berbondong-bondong menyaksikan dan menonton film Buya Hamka Vol 2,” katanya. Menurutnya film yang akan serentak tayang pada 21 Desember nanti memiliki edukasi positif perjuangan. “Film Buya Hamka dapat menjadi edukasi positif perjuangan sekaligus mempersatukan umat dan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Pengungsi Gaza Semakin Terpuruk, Tenda Pengungsian Tergenang Banjir

Gaza — 1miliarsantri.net : Penderitaan warga Palestina semakin bertambah di tengah pemboman Israel yang terus berlangsung. Tenda-tenda kemah untuk warga di tempat pengungsian di Rafah, Jalur Gaza selatan, tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Gaza. Seorang pengungsi Palestina, Yasmin Mhani, mengatakan dia terbangun di malam hari dan menemukan anaknya yang berusia tujuh bulan basah kuyup. Keluarganya yang beranggotakan lima orang itu berbagi satu selimut setelah rumah mereka dihancurkan oleh serangan udara Israel. “Rumah kami hancur, anak kami menjadi syahid dan saya tetap menghadapi semuanya. Ini adalah tempat kelima yang harus kami tuju, mengungsi dari satu tempat ke tempat lain, hanya dengan mengenakan kaus oblong,” terangnya sambil menggantungkan pakaian basah di luar tendanya. Sementara Aziza al-Shabrawi, salah satu pengungsi lainnya, mencoba dengan sia-sia mengeluarkan air hujan dari tenda keluarganya. Ia terus mengeluarkan air sambil menunjuk pada kedua anaknya yang hidup dalam kondisi genting. “Putra saya sakit karena kedinginan dan putri saya bertelanjang kaki. Kita seperti pengemis. Tidak ada yang peduli, tidak ada yang membantu,” ujar pria berusia 38 tahun itu.“ Cuaca membawa lebih banyak cobaan bagi keluarga-keluarga yang mengungsi ke selatan Jalur Gaza. Angin dingin merobek tenda-tenda tipis mereka, sementara hujan membasahi pakaian dan selimut mereka. ‘’Hujan deras dan angin dingin di Gaza semalam (Rabu, 13/12/2023) telah memperburuk penderitaan keluarga-keluarga Palestina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sekarang mereka meringkuk di tenda-tenda yang rapuh dan kebanjiran,’’ imbuhnya. Di tenda kemah di Rafah, yang terletak di daerah berpasir yang dipenuhi sampah, orang-orang terlihat berusaha memulihkan diri dari malam yang mengerikan. Mereka membikin benteng pasir dengan cetakan ember untuk menutupi genangan air di dalam atau di sekitar tenda mereka. Beberapa keluarga mempunyai tenda yang layak, namun ada pula yang hanya menggunakan plastik tipis tembus pandang. Plastik yang sesungguhnya hanya diperuntukan untuk membungkus barang. Pakaian-pakain basah bergelantung di tenda-tenda. Banyak tenda yang tidak memiliki alas, sehingga orang-orang bermalam dengan meringkuk di atas pasir basah. (zul) Baca juga :

Read More

Kemenag Luncurkan Batik Jamaah Haji 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan Seragam Batik Jamaah Haji Indonesia 1445 H/2024 M. Motif Sekar Arum Sari terpilih sebagai batik jamaah haji mendatang. Seragam ini merupakan batik yang dipilih melalui Sayembara Desain Batik Jamaah Haji Indonesia yang digelar sejak Agustus 2023. Sayembara ini dimenangkan oleh Sony Adi Nugroho, satu dari 10 finalis sayembara. Sembilan finalis lainnya, yaitu: 1) Ahmat Filasuf (Motif Ksatria Bhakti Imani), 2) Bagio Wijaya (Motif Sketsa Bunga, Gunung Wayang dan Burung Garuda), 3) Bayu Aria Widhi Kristanto (Motif Sayap Kebangsaan), 4) Deki Sandi Herdianto (Motif Attara Jagat Marjan), 5) Ernas Juliasta (Motif Batik Puspa Bangsa Puspa Pesona), 6) Saftiyaningsih Ken Atik (Motif MAHAJ), 7) Satya Wiragraha (Motif Indonesia Berkah), 8) Sania Sari (Motif Harmoni Semesta), dan 9) Tri Asayani (Motif Khidmat Nusantara). “Kita meluncurkan batik baru untuk jamaah haji. Kita tahu, Jamaah haji bukan hanya spiritual saja, mereka juga sekaligus menjadi duta, sepantasnya pakaian yang akan digunakan adalah pakaian yang mewakili Indonesia,” ungkap Menag kepada 1miliarsantri.net, Jumat (15/12/23). Menag menambahkan, bagi yang memenangkan sayembara, tentu ada apresiasi, yaitu Rp78 juta, Tapi yang paling penting, Insya Allah juga yang buat dan mendesain mendapat amal soleh dari batik yang digunakan oleh para Jamaah. Menag Yaqut juga menjelaskan bahwa batik tak sekedar fashion, namun juga Identitas Bangsa Indonesia. Karena itu penting jika batik yang diluncurkan adalah batik yang mewakili dan menjadi Indentitas Bangsa. “Batik bukan sekedar fashion, oleh UNESCO juga ditetapkan sebagai warisan takbenda dan ciri Indonesia. Di forum G20 pimpinan negara juga menggunakan batik saat gala diner. Karena itu kita patut berbangga memiliki batik,” jelasnya. Batik baru jamaah haji Indonesia berwarna ungu bermotif Sekar Arum Sari, yang terinspirasi dari melati putih, motif kawung, motif truntum, motif songket dan tenun, serta burung garuda. Motif ini mengambil filososfi puspa nasional Indonesia yang digambarkan dengan bunga melati putih yang melambangkan simbol kesucian, keagungan, kesederhanaan, ketulusan, keindahan, dan rendah hati Direktur Jendral Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief menjelaskan bahwa batik baru ini akan menggantikan batik sebelumnya yang sudah digunakan sejak 2011. “Batik sebelumnya sudah lebih 10 tahun digunakan, dan ternyata belum sepenuhnya mewakili identitas Indonesia. Banyak yang belum mengenali seragam batik Indonesia. Karena itu, kami menyelenggarakan sayembara untuk batik baru,” ucapnya. Ia juga menjelaskan, bahwa seragam batik akan diproduksi, dengan metode cap, dengan melibatkan banyak UMKM yang memenuhi syarat sesuai standar yang dibuat Kemenag. “Diperkirakan per jamaah membutuhkan 3 meter kain untuk satu batik, jadi sekitar 600 KM banyaknya jika dibentangkan. Artinya akan melibatkan banyak UMKM untuk membuatnya, ini juga bentuk kepedulian kita terhadap UMKM,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Gus Baha : Kematian adalah Pensiun ala Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kebanyakan dari kita sudah terpola untuk berpikir ingin hidup tenang di hari tua, duduk-duduk tanpa beban, hanya bermain dengan cucu, reunian jalan-jalan ke sana ke mari. (Masa pensiun adalah masa yang secara alamiah akan menghampiri setiap orang, datangnya sudah pasti berdasarkan pencapaian usia tertentu. Kadang orang beranggapan, masa pensiun adalah memasuki masa usia tua, fisik yang makin lemah, makin banyak penyakit, cepat lupa, penampilan tidak menarik. Atau juga anggapan bahwa masa pensiun merupakan tanda seseorang sudah tidak berguna dan tidak dibutuhkan lagi karena usia yang menua dan produktivitas makin menurun. Tanpa disadari, pemahaman seperti inilah yang mempengaruhi persepsi seseorang sehingga ia menjadi over sensitif dan subyektif terhadap stimulus yang ditangkap dan kondisi mengakibatkan orang jadi sakit-sakitan saat masa pensiun tiba.) Kita ingin hidup di zona nyaman…Atau kita hanya berpikir menghabiskan masa tuahanya dengan shalat dan membaca Quran dari waktu ke waktu, tanpa kegiatan lain lainnya… Itulah mindset kita.Setidaknya itulah fenomena yang terjadi di sekitar kita. Ketika kita belum memasuki usia pensiun pun, kita kerap sudah merasa bukan saatnya untuk aktif. Kita kehilangan gairah.Bahkan mungkin kehilangan arah,mau apa..?mau ke mana..?untuk apa…? Hanya ingin hidup tenang di zona nyaman.Hanya ingin bersenang-senang, tak ingin bergerak. Kita bahkan cenderung hanya ingin memikirkan diri sendiri. Makin tak peduli dengan sesama.Kita merasa sudah saatnya istirahat… Bukankah begitu??Seperti itu pula dulu saya berpikir tadinya… Sebenarnya, adakah Islam mengajarkan pola pikir semacam itu tentang hari tua..? Alhamdulillah…Allah memberi jawaban dg mempertemukan aku pada seseorang, sambil membaca Al Qur’an Surah Al-Insyirah: 5-6& 7-8Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا  fa inna ma’al-‘usri yusroo “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5)Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا  inna ma’al-‘usri yusroo “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 6) Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: فَاِ ذَا فَرَغْتَ فَا نْصَبْ  fa izaa faroghta fangshob Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),” (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 7) وَاِ لٰى رَبِّكَ فَا رْغَبْ wa ilaa robbika farghob “dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 8) Jadi, kalau digabung 2 ayat itu, artinya :Maka apabila engkau sudah selesai mengerjakan satu urusan, maka kerjakanlah dengan sungguh sungguh urusan yang lain…Dan kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.Rasulullah saw kepada umatnya. Sabda beliau: خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath, juz VII, hal. 58, dari Jabir bin Abdullah r.a.. Dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab: As-Silsilah Ash-Shahîhah) Lalu saya teringat… kitab Sirah Nabawiyah Rasulullah memulai hidup baru di usia 40 tahun.Demikian pula sahabat-sahabat beliau, seperti :Abu Bakar Siddiq yang lebih muda 2 tahun enam bulan dibanding Rasulullah Di usia itu, Rasulullah dan para sahabat memasuki perjuangan baru, meninggalkan kenyamanan yang selama ini mereka rasakan… Harta, mereka infaqkan…Martabat manusia mereka perjuangkan… Bukannya bersantai dan stagnan, tapi mereka makin aktif dan dinamis. Di usia tua Rasulullah tidak sibuk dengan shalat dan membaca al Quran saja. Mulai usia 53 tahun justru beliau makin aktif membina hubungan dengan sesama manusia.Membangun masyarakat MADANI (civil society) di Madinah. Tidak hanya hubungan dengan Allah, tapi juga hubungan dengan manusia. Beliau makin bermasyarakat, makin terlibat dalam kehidupan sosial. Artinya,memasuki usia pensiun bukan alasan kita untuk melepaskan diri dari kehidupan sosial dan hanya sibuk dengan diri sendiri.Untuk Beribadah Kepada Allah Semata Allah Ta’ala berfirman وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).Hingga akhir hayat, Rasulullah tidak pernah diam dan tidak juga ingin beristirahat. Beliau juga tidak meninggal dalam keadaan kaya,tidak juga dalam keadaan pensiun karena beliau tetap memimpin umatnya. Pensiun Rasulullah SAW adalah kematian… Begitu juga sahabat-sahabat Rasulullah yang lain.Mereka pensiunnya setelah wafat. Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, contohnya. Bahkan Abu Ayyub al-Anshari berangkat berperang menghadapi Byzantium pada usia 93 tahun. Konsep pensiun yang umum dipahami masyarakat membuat kita lupa bahwa bertambah usia itu berarti kesempatan hidup kita makin berkurang. Manusia sukses versi Islam itu menurut hadist adalah: Sabda beliau: خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ “Manusia terbaik di antaramu adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” Rasulullah saw kepada umatnya. Sabda beliau: خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath, juz VII, hal. 58, dari Jabir bin Abdullah r.a.. Dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab: As-Silsilah Ash-Shahîhah) Bertambah usia, justru kita harus makin merambah dunia.Berbagi dan menjadi sosok bermanfaat.Bukan berpikir untuk hidup santai dan sekadar menghabiskan waktu dengan hal-hal tak jelas. Lagipula, makin pasif seseorang, makin cepat pikunlah ia. Alhasil, jika memang kita ingin mempersiapkan hari tua, selain menyiapkan uang agar tidak berkekurangan, yang lebih penting adalah menyiapkan apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa bermanfaat bagi sesama di hari tua, sampai saatnya menutup mata.. Tak ada kata terlambat untuk memulai hidup baru. Tua bukan alasan untuk putus asa dan berhenti.Merasa tua dan berpikir “bukan saatnya lagi untuk hidup aktif dan dinamis adalah bukan pilihan yang tepat”Justru, kita harus lebih hidup dan bersemangat. Tidak ada kata pensiun untuk menjadi manusia sukses di mata Allah SWT. (yat) Baca juga :

Read More

Goa Sentono Blora Menjadi Saksi Perang Sunan Bonang dengan Pasukan Majapahit

Blora — 1miliarsantri.net : Blora adalah kabupaten yang didirikan pada 11 Desember 1749. Dengan usianya yang kini sudah menginjak 274 tahun, tak heran jika Blora memiliki tempat-tempat wisata yang menyimpan berbagai sejarah menarik. Salah satunya adalah sebuah gua yang sering dikunjungi untuk mengisi libur akhir pekan di Kabupaten Blora. Meskipun lokasinya cukup jauh dari pusat kota, yakni sekitar 40 km, namun gua ini cukup dikenal masyarakat. Pasalnya, selain jadi tempat healing, gua tersebut juga cocok dijadikan destinasi wisata untuk mempelajari kisah-kisah sejarah yang terjadi di tempat itu. Dengan keunikan serta kisah sejarahnya itulah, gua tersebut berhasil tercatat sebagai salah satu cagar budaya di Kabupaten Blora. Terlebih, tempat bersejarah yang kini telah dibuka sebagai objek wisata itu sudah diatur dan ditata rapi untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Gua ini sebenarnya sangat cantik, ada beberapa lubang kecil yang menjadi salah satu keunikannya. Namun, minimnya penerangan membuat pengunjung harus berhati-hati saat menyusuri gua sedalam 10 meter ini. Terlebih, bagian dalam gua yang bentuknya mengerucut membuat pengunjung harus membungkuk agar bisa menyusurinya lebih dalam. Gua yang terbentuk dari batuan karst ini lebarnya sekitar 3 meter dengan ketinggian 2,5 meter. Pada zaman dahulu, gua ini diperkirakan pernah dijadikan sebagai tempat pertapaan umat Hindu. Pendapat ini didukung dengan adanya relief atau gambar Dewa umat Hindu yang bisa ditemukan di bagian dinding gua. Gua yang terletak di kawasan lembah Bengawan Solo ini dinamakan Gua Sentono. Secara administratif, lokasinya terletak di Dukuh Sentono, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Karena lokasinya di tepi aliran Bengawan Solo, lahan di sekitar gua tersebut dimanfaatkan penduduk lokal untuk pertanian. Oleh sebab itu, tak heran jika sekeliling gua didominasi oleh hamparan sawah yang sangat luas. Ada sebuah kisah tentang terbentuknya Gua Sentono yang masih dipercaya masyarakat sampai saat ini. Pada zaman dahulu, konon di sekitar aliran Bengawan Solo ada sebuah padepokan kecil bernama “Sentono” yang dipimpin oleh Ki Blacak Ngilo. Blacak Ngilo merupakan salah satu prajurit Majapahit yang melarikan diri dari kerajaan saat terjadi Perang Paregreg. Saat menetap di Dusun Sentono, Ki Blacak Ngilo dikenal sebagai seseorang yang berbudi pekerti luhur, mau mengajarkan cara bercocok tanam, ilmu spiritual, hingga memberikan pelajaran ilmu kanuragan pada masyarakat setempat. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, perilaku Ki Blacak Ngilo mulai berubah. Ia diketahui sering bertindak semena-mena. Misalnya, Ki Blacak Ngilo menarik pajak tinggi hingga mewajibkan warga untuk memberikan anak gadisnya agar bisa dijadikan istri olehnya. Hal ini rupanya terdengar sampai ke telinga Sunan Bonang. Ia lantas mengirim utusan kepada Ki Blacak Ngilo. Namun, Ki Blacak Ngilo malah memenggal kepala utusan tersebut dan menantang Sunan Bonang untuk bertarung. Dalam peperangan yang terjadi selama sepekan itu, Ki Blacak Ngilo kalah dan melarikan diri ke dalam tanah. Namun, Sunan Bonang selalu mengikutinya. Dari peristiwa kejar-kejaran itulah konon tercipta lubang-lubang yang berada di Goa Sentono Blora. (huz) Baca juga :

Read More

Film Siksa Neraka, Visualisasi Neraka Menggunakan Pendekatan Al-Qur’an

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sineas Anggy Umbara mengungkapkan film “Siksa Neraka” menggunakan pendekatan-pendekatan Al-Qur’an untuk menggambarkan tentang neraka. “Karena tidak ada yang pernah ke neraka, jadi kita pakai pendekatan-pendekatan di Al-Quran semaksimal mungkin untuk memberi gambaran tentang neraka,” terang Sutradara film “Siksa Neraka” Anggy Umbara, dikutip dari keterangan persnya, Jumat (15/12/2023). Demi penggambaran neraka yang mengerikan, film ini menggunakan efek Computer-Generated Imagery (CGI). Penggunaan efek CGI memakan biaya produksi sekitar Rp5 miliar. Anggy menuturkan, film “Siksa Neraka” adalah film yang paling banyak menghabiskan biaya untuk proses editingnya. “Visual neraka membutuhkan sentuhan yang detail, karena kami ingin memberikan terapi kejut bagi penonton. Hampir semua siksaan mengerikan di dalam komik, divisualkan ke dalam film. Mungkin yang paling sulit dalam pembuatannya adalah ketika para penghuni neraka dimasukkan dalam lautan lava, serta di dibunuh dan disantap binatang-binatang beracun raksasa,” ujar Dheeraj Kalwani, Produser film “Siksa Neraka”. Film “Siksa Neraka” merupakan adaptasi dari komik berjudul sama karya M.B Rahimsyah, yang populer di tahun 80-an. Seperti komiknya, film ini memberikan gambaran siksaan neraka yang didapat para pendosa selama hidup di dunia. Film keluaran Rumah produksi Dee Company ini mengisahkan tentang empat orang kakak-beradik bernama Saleh (Rizky Fachrel), Fajar (Kiesha Alvaro), Tyas (Ratu Sofya), dan Azizah (Nayla Purnama). Sejak kecil, mereka telah mendengar kisah-kisah mengenai surga dan neraka. Mereka dididik dengan keras oleh ayahnya (Ariyo Wahab), seorang ustad muda terpandang di desa tempat mereka tinggal. Suatu malam, dalam perjalanan menuju desa seberang tanpa sepengetahuan orang tua mereka, Saleh dan adik-adiknya terseret arus sungai yang deras hingga menghilang. Saleh kemudian terbangun di alam yang lain, yakni neraka yang selalu dikisahkan ayahnya. Saat Saleh dan adik-adiknya masuk ke dalam alam neraka, pencarian juga dilakukan di dunia oleh ayah dan ibunya (Astri Nurdin) untuk menemukan anak-anaknya, baik dalam keadaan hidup atau mati. Selama pencarian berlangsung, satu per satu rahasia pun terungkap, membuat sang orang tua mempertanyakan apakah mereka sudah cukup membekali anak-anaknya dengan pendidikan agama. Di neraka, Saleh dan adik-adiknya pun saling mencari, sambil menghadapi siksaan yang semakin besar atas dosa-dosa yang selama ini mereka sembunyikan. Film “Siksa Neraka” sudah tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Desember 2023. (Iin) Baca juga :

Read More

Sebanyak 192 Masjid Dihancurkan Zionis Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Pasukan zionis Israel telah menghancurkan sebanyak 192 masjid di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lali. Ini belum termasuk bangunan-bangunan lain, seperti klinik, rumah sakit, gedung sekolah, rumah-rumah warga yang juga tak luput dari pengeboman. Dua hari yang lalu, pesawat tempur Israel meluncurkan serangan terhadap Masjid Omari di Kota Tua Kota Gaza. Serangan Israel menghancurkan sebagian besar dari masjid tersebut. English Al Mayadeen mengatakan, serangan pada tempat ibadah tersebut dilakukan Israel dengan dalih menyerang markas Hamas. “Media Israel melaporkan bahwa Pasukan Pendudukan Israel telah menghancurkan 192 masjid selama masa agresi dengan dalih menyerang terowongan Hamas di bawahnya,” demikian keterangannya. Masjid Omari didirikan lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Masjid Omari ini dianggap sebagai salah satu masjid terbesar dan paling kuno di Gaza dan masjid terbesar ketiga di Palestina yang diduduki setelah Masjid Al-Aqsha dan Ahmed Pasha Al-Jazzar di Acre. Penduduk setempat menyebut masjid itu sebagai Masjid Al-Aqsha Kecil, karena kemiripannya dengan Masjid Al-Aqsha di Al-Quds. Otoritas Gaza pun mendesak badan PBB di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, UNESCO untuk melindungi situs-situs bersejarah di wilayah Palestina. “Kejahatan yang menargetkan dan menghancurkan situs arkeologi harus mendorong dunia dan UNESCO mengambil tindakan untuk melestarikan warisan peradaban dan budaya yang besar ini,” kata Kementerian Pariwisata dan Purbakala Gaza. Otoritas setempat juga memperkirakan, dari ratusan gempuran Israel pada masjid-masjid di Gaza, setidaknya sudah 104 masjid yang hancur total akibat agresi tersebut. Selain itu, baru-baru ini, Israel menghancurkan masjid lain di kamp New Nuseirat di Gaza tengah. Deretan masjid-masjid terkemuka yang menjadi sasaran agresi Israel di antaranya yakni Masjid Imad Aql di Gaza utara, Masjid Al-Furqan di kamp Bureij di Gaza tengah, Masjid Al-Nuseirat, Masjid al-Yarmouk, Masjid Abbas, Masjid Sheikh Ahmed Yassin di kamp Al-Shati, Masjid Tawbah di kamp Jabaliya, serta tiga masjid lainnya di Khan Younis, termasuk Masjid al-Amin. Dikutip Aljazeera, seorang warga Palestina di Gaza mengaku marah atas aksi Israel pada masjid bersejarah tersebut. Ia mengklaim Israel tengah mencoba menghapus memori warga setempat. “Saya beribadah di sana dan bermain-main di sana sepanjang masa kecil saya,” tutur Ahmed Nemer (45). Masjid Al Omari dibangun lebih dari 1400 tahun yang lalu. Masjid ini adalah salah satu masjid terbesar dan tertua di Gaza dan masjid terbesar ketiga di Palestina setelah Masjid Al Aqsa dan Ahmad Basha Al-Jazzar di Akka. Jamaah biasanya berbondong-bondong ke Masjid Al Omari dari wilayah utara dan selatan sektor ini. Mereka menempuh jarak jauh untuk melaksanakan salat di masjid ini demi melakukan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan selama bulan Ramadan. Warga Gaza menyebut Al Omari sebagai “Masjid Al Aqsa Kecil” karena kemiripannya dengan Masjid Al Aqsa di Al Quds yang sampai saat ini masih di bawah pendudukan Israel. (zul/AZ) Baca juga :

Read More