PBNU Menonaktifkan 63 FungsionarisDari Pengurus Harian dan Pleno

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan surat keputusan (SK) tentang penonaktifan fungsionaris pengurus yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif (caleg) dan menjadi tim sukses calon presiden dan wakil presiden (carpes dan cawapres) pemilu 2024. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi H Amin Said Husni di Jakarta, Ahad (21/01/2024). Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 285/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024, sedikitnya terdapat 63 nama fungsionaris yang dinonaktifkan dari jajaran Pengurus Harian dan Pleno PBNU. “Mereka tersebar di beberapa partai dan semua calon presiden. Ada yang menjabat sebagai Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah, A’wan Syuriyah, hingga pengurus badan otonom dan lembaga,” terang mantan Bupati Bondowoso ini kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/1/2024) Amin Said menambahkan, penonaktifan fungsionaris PBNU itu terhitung sejak tanggal penetapan oleh lembaga yang berwenang, sampai dengan selesainya proses pemilu 2024. “Mayoritas nama sudah mengajukan izin cuti atau nonaktif sejak ada penetapan dari KPU. Surat Keputusan ini sebagai penegasan dari PBNU atas permohonan nonaktif mereka,” imbuh dia. Amin menambahkan, semua fungsionaris tersebut adalah nama-nama yang secara resmi tercatat sebagai calon legislatif dan tim sukses calon presiden dan wakil presiden. Di jajaran Mustasyar, antara lain terdapat nama mantan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (Timnas Amin), anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi bin Yahya (TKN Prabowo-Gibran), dan mantan politisi PKB Muhammad AS Hikam (TPN Ganjar-Mahfud). Sementara itu, di jajaran Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah terdapat lima orang caleg dan 11 orang yang masuk tim capres. Antara lain KH Ma’shum Faqih (Timnas Amin), Khofifah Indar Parawansa (TKN Prabowo-Gibran), dan KH Mustofa Aqil Siradj (TPN Ganjar-Mahfud). Nama Khofifah sebagai Ketua Umum Muslimat NU juga masuk dalam jajaran 48 orang Pengurus Pleno PBNU yang dinonaktifkan. Selain Khofifah, terdapat Ketua Umum Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz Saifullah Ma’shum (Timnas Amin), Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim. Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa dan Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Nusron Wahid (TKN Prabowo-Gibran) serta Ketua Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) Nasyirul Falah Amru dan Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Yenny Wahid (TPN Ganjar-Mahfud). (rid) Baca juga :

Read More

Bupati Sambas Harapkan Pembangunan Masjid Harus Sejalan dengan Pembangunan Keumatan

Sambas — 1miliarsantri.net : Bupati Sambas, Kalimantan Barat Satono menjelaskan bahwa dengan terus hadir dan berdirinya masjid di sejumlah daerah juga harus sejalan dengan pembangunan keumatan. “Harapan saya masjid yang dibangun bukan untuk bermegahan. Tapi yang terpenting masjid yang dibangun nanti bisa betul-betul bermanfaat bagi pembangunan umat dan peningkatan SDM, ” ujarnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/1/2024). Ia juga mengajak kepada seluruh warga untuk dapat memakmurkan masjid baik itu shalat maupun kegiatan keagamaan yang lain sehingga ke depan akan melahirkan generasi yang alim, berakhlak karimah, taat serta berbakti kepada orang tua bangsa dan negara. “Pesan saya kepada seluruh masyarakat untuk dapat memakmurkan masjid bukan hanya dengan shalat tapi dengan kegiatan lain seperti Taman Pendidikan Alquran (TPQ). saya yakin dengan mengajarkan ilmu agama kepada usia dini Insyaallah akan lahir generasi yang alim, berakhlak karimah , yang taat serta berbakti kepada orang tua, bangsa dan negara,” imbuhnya. Sebelumnya Bupati Sambas Satono meletakkan batu pertama Pembangunan Masjid Jami’ Baiturrahman di Desa Pancur, Kecamatan Tangaran. Dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang terkait atas terlaksananya peletakan batu pertama pembangunan Mesjid dan Pemerintah Kabupaten Sambas menyambut baik serta turut mendukung pembangunan masjid tersebut. “Saya menyambut baik dengan masyarakat pancur ini yang bersedia mewakafkan tanahnya untuk pembangunan Masjid Jami Baiturrahman. Tentu ini sejalan dengan visi misi Sambas berkemajuan poin pertamanya adalah beriman,” pungkasnya. (luk) Baca juga :

Read More

Situs Goa Siluman, Peninggalan Cagar Budaya di Yogyakarta Yang Terlupakan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Yogyakarta merupakan kota dengan sejarah panjangnya, menyimpan banyak cagar budaya yang menceritakan kejayaan masa lalu. Salah satunya adalah Situs Gua Siluman, sebuah pesanggrahan bekas pabrik senjata Sultan Hamengku Buwono II yang terletak di Jalan Wonocatur, Banguntapan, Bantul. Dari catatan sejarah, diketahui bahwa setidaknya ada 13 pesanggrahan yang dibangun olehnya, termasuk Pesanggrahan Wonocatur atau yang lebih dikenal sebagai Situs Gua Siluman. Menurut Budianto, Juru Pelihara BPK Wilayah X Yogyakarta, pesanggrahan ini bukan hanya tempat peristirahatan, melainkan juga fungsi pabrik senjata pada masa Sultan HB II. Keunikan Arsitektur dan Patung di Gua SilumanDi dalam kompleks Situs Gua Siluman, terdapat kolam yang dulunya dialiri air dari sungai yang melintasi pesanggrahan. Bangunan di tengah kompleks tersebut dulu menjadi saluran air yang mengalir ke kolam, memberikan nuansa sejuk dan indah. Patung berbentuk naga dan burung beri, atau garuda, di pojok timur dan barat situs juga menjadi bagian dari keunikan arsitektur Gua Siluman. Patung-patung tersebut dahulu mengeluarkan air dari mulutnya yang kemudian ditampung di dalam kolam. Himawan Prasetyo, Pamong Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta, mengungkapkan bahwa situs ini menjadi pabrik pembuatan senjata pada era Sultan HB II. Dua meriam hasil produksi Gua Siluman dapat ditemukan di Keraton Yogyakarta, menjadi bukti sejarah penting yang diwariskan. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, Situs Gua Siluman mengalami masa terlupakan dan terbengkalai. Pada tahun 2017, Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY) melakukan konsolidasi untuk memperkuat bangunan yang mulai rapuh. Renovasi besar-besaran kemudian dilakukan pada tahun 2018 untuk memulihkan situs bersejarah ini. Pemugaran yang dilakukan pada 2018 difokuskan pada dinding gua yang mengalami kerusakan parah. Upaya ini merupakan bagian dari usaha untuk melestarikan warisan budaya yang tak ternilai ini. Dengan adanya pemugaran tersebut, diharapkan Situs Gua Siluman dapat terus dijaga dan dinikmati oleh generasi mendatang. Saat ini, Situs Gua Siluman menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lalu, dan upaya pemugaran menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali keindahan dan makna sejarah yang terkandung di dalamnya. Melalui pemeliharaan dan kesadaran kolektif, cagar budaya ini dapat terus menjadi bagian yang hidup dari identitas dan warisan budaya Indonesia. (mif) Baca juga :

Read More

Hafshah, Salah Satu Istri Baginda Rasulullah SAW Dipuji Malaikat Karena Wanita Yang Rajin Puasa dan Rajin Shalat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kita tentu mengenal Sayyidah Hafshah binti Umar bin Al-Khatthab adalah di antara istri Nabi yang punya kedudukan tinggi. Hal tersebut seperti dikutip dari buku the Wonderful Ummahatul Mukminim yang ditulis oleh Erlan Iskandar, Sampai-sampai Aisyah berkata, هي التي كانت تساميني من أزواج النبي “Hafshah adalah orang yang menyamai kedudukanku di antara para istri Nabi.” (Siyar A’lam An Nubala, 2/27) Namun, suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata pernah menyatakan cerai Hafshah. Lantas Hafshah pun bersedih dan berduka. Tak disangka, kemudian Malaikat Jibril pun turun menyampaikan perintah dari Allah supaya Nabi rujuk kembali kepada Hafshah, راجع حفصة، فإنها صوامةقولمة، وأنها زوجتك في الجنة “Rujuklah kepada Hafshah karena sesungguhnya dia adalah wanita yang rajin puasa dan rajin shalat. Sesungguhnya dia adalah istrimu di surga.” (HR. Ath Thabarani) Awalnya Hafshah merasa sedih, namun setelahnya ia berbahagia. Dari hadits di atas, diketahui bahwa Hafshah itu rajin beribadah. Pada zaman itu, tidak banyak wanita yang bisa baca tulis. Hafshah adalah salah seorang yang bisa membaca dan menulis. Ia diajari oleh Syifa binti Abdullah. Hafshah sangat semangat mempelajari ilmu agama dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia meriwayatkan 60 hadits yang berasal dari Rasulullah dan Umar bin Al Khattab. Ada jasa besar Hafshah dalam dunia Ilmu, yaitu menjaga Alquran yang telah dikumpulkan menjadi satu. Dahulu semasa Nabi masih hidup, Alquran dijaga dengan cara dihafal oleh para sahabat dan ditulis pada lembaran-lembaran ataupun pelepah kurma. Pada masa Abu Bakar, banyak para sahabat yang menghafal Alquran meninggal dunia. Oleh karenanya, dikumpulkanlah ayat-ayat Alquran dan disusun menjadi satu. Hafshah ditugaskan menjadi orang yang menyimpan lembaran-lembaran Alquran yang telah dikumpulkan oleh Zaid bin Tsabit. Pada masa Utsman bin Affan menjabat sebagai khalifah, ia meminjam Mushaf yang ada pada Hafsah, kemudian menyuruh beberapa sahabat lain untuk menyalinnya sehingga jadilah beberapa mushaf Alquran. Beberapa mushaf itu dikirimkan ke beberapa wilayah kaum muslimin. (yat) Baca juga :

Read More

Menlu Saudi Menekankan Perlunya Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Dubai — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud menegaskan negaranya tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel jika isu Palestina tidak terselesaikan. “Itulah satu-satunya cara kita mendapat manfaat (dari normalisasi hubungan). Jadi, ya, karena kita memerlukan stabilitas dan stabilitas hanya bisa dicapai melalui penyelesaian masalah Palestina,” ungkap Faisal kepada media, Senin (22/1/2024). Pekan lalu, Faisal berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Dia mengatakan bahwa Israel tidak dapat menikmati perdamaian tanpa pembentukan negara Palestina. Faisal juga menekankan perlunya gencatan senjata di Jalur Gaza. Sebelum perang Israel di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober tahun lalu, Arab Saudi sedang dalam proses perundingan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Negosiasi itu dimediasi oleh Amerika Serikat. Namun, para analis yakin perang tersebut telah menyebabkan penundaan pembicaraan antara kedua pihak. Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok pejuang Hamas Palestina. Serangan zionis Israel membunuh sedikitnya 25.105 warga Palestina dan melukai 62.681 orang lainnya, sementara hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas. PBB mengatakan serangan Israel juga menyebabkan 85 persen penduduk Gaza mengungsi, di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan. Sebanyak 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur. (dul/AP) Baca juga :

Read More

UAH Bagikan 3 Cara Introspeksi Diri di Bulan Rajab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rajab merupakan satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Empat bulan hurum dalam kalender hijriyah di antaranya Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. “Rajab adalah pembuka semua bulan kebaikan. Kalau kita nggak dapat Ramadhan, minimal Rajabnya dapat” terang pendakwah Ustadz Adi Hidayat. UAH melanjutkan, begitu pentingnya bulan Rajab maka semua muslim wajib untuk mengetahui keistimewaannya. Disebut bulan hurum karena adanya larangan untuk berbuat aniaya dan peperangan. Karena itu, dianjurkan untuk melakukan perbuatan baik, salah satunya dengan evaluasi diri agar dijauhkan dari perbuatan dzalim. Ustadz Adi Hidayat (UAH) pun membagikan tiga cara berintrospeksi dengan tiga pendekatan utama. “Kalau terkait dengan dosa-dosa keseharian maka lakukan dzikir Nabi Adam. Quran surat ke 7 ayat 23, saya yakin kita hafal,” ungkap UAH dalam kajian “Keutamaan Bulan Rajab”, dikutip dari channel Adi Hidayat Official, Ahad (21/1/2024). قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ اَنۡفُسَنَا وَاِنۡ لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَـنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَـنَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ Artinya: Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” “Bacakan itu minimal setelah kita selesai shalat. Perbanyak zikir tadi,” lanjutnya. Namun, UAH mengingatkan agar dzikir tersebut tak hanya di lisan tapi juga bayangkan persoalan yang dihadapi dalam hidup. “Ketika dibacakan, mata Anda zalim, rasakan kezaliman itu. Ketika dengan orang tua tak bagus, bayangkan per buatan buruk yang sedang Anda kerjakan. Begitu Anda bacakan air mata Anda menetes, seketika ampunan Allah akan turun pada kita dan gugur perbuatan buruk yang pernah kita lakukan,” urai UAH. Kemudian, dosa yang terkait dengan aktivitas pekerjaan yang sedang dilakukan. UAH mencontohkan Nabi Yunus AS yang mendapat tantangan tinggi saat berdakwah. Agar dapat keluar dari masalah pekerjaan dan terhindar dari segala keburukan, yaitu dengan dzikir Nabi Yunus tatkala terperangkap di perut ikan paus. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ Lā ilaha illa anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn. Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” Cara evaluasi diri selanjutnya yaitu dengan membaca dzikir Nabi Ayub AS bila sedang sakit atau terkena penyakit yang parah. Doa ini dibaca Nabi Ayub saat sakit tertuang dalam Al Qur;an surat Al Anbiya ayat 83. أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ Rabbahu anni massaniyad-durru wa anta ar-hamur-rahimin. Artinya: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang. (yat) Baca juga :

Read More

Sebanyak 20 Pendakwah Indonesia Dikirim di UEA

Abu Dhabi — 1miliarsantri.net : Sebanyak 20 dai-daiyah Indonesia dikirim ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengikuti Daurah Tadrib Du’at di Abu Dhabi. Kegiatan yang diselenggarakan Urusan Agama Islam UEA ini berlangsung dari 6 – 21 Januari 2024. Delegasi Indonesia merupakan perwakilan dari ormas Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, penyuluh agama Islam, hingga majelis dai kebangsaan yang merupakan alumni peserta Bimtek Penceramah Agama Islam. Kepala Subdit Dakwah dan Hari Besar Islam (HBI), Kemenag, Andi Yasri mengatakan, dai dan daiyah yang diutus ke UEA juga menjadi duta Indonesia untuk mengenalkan konsep moderasi beragama. “Mereka akan menjelaskan bagaimana berdakwah dengan sikap dan bertindak secara moderat, yakni menempatkan sesuatu sesuai porsinya, mengedepankan toleransi serta penghargaan dalam beragama,” ungkap Andi kepada 1miliarsantri.net di Abu Dhabi, Ahad (21/1/24). Andi mengatakan, delegasi Indonesia juga akan mengikuti sejumlah kegiatan, antara lain: team building, capacity building activities, serta mengunjungi Lembaga Fatwa UEA, masjid bersejarah, dan museum. Andi menegaskan, setiap delegasi harus mengaktualisasikan ilmu yang didapat dari kegiatan tersebut melalui karya tulis. ”Melalui kegiatan ini, kami (Kemenag) dengan Lembaga Otoritas Urusan Agama Islam dan Wakaf UEA bertujuan memperkuat kerja sama di bidang pengembangan kapasitas imam masjid, khatib, dan muftih melalui berbagai kegiatan dan kunjungan,” ungkapnya. Andi berharap, kegiatan ini bisa berlanjut pada bidang lainnya, seperti peningkatan kapasitas nazir untuk pengembangan wakaf di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Ahli Muda Subdit Dakwah dan HBI, Subhan Nur Mahmud mengatakan, pihaknya juga melakukan kunjungan ke tempat para imam masjid asal Indonesia yang bertugas di UEA. “Kami juga menemui para imam masjid asal Indonesia yang tinggal di sini, melihat fasilitas tempat tinggalnya, serta memastikan kesejahteraannya. Kami bersyukur fasilitasnya sangat layak,” papar Subhan. Subhan menyebut, setiap tahun Kemenag mengirimkan imam masjid ke UEA melalui seleksi yang ketat. Ia berharap, melalui program tersebut, para imam masjid memperluas jaringan internasional. “Kesempatan bagi imam masjid Indonesia memperluas jaringan internasional, mengenalkan konsep moderasi beragama ke dunia, dan melalui berbagai kegiatan bisa mendukung kerja sama yang kuat antarbangsa,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Warga Gaza Bergantung Hidup dan Matinya Hanya Kepada Allah

Gaza — 1miliarsantri.net : Di puncak pembantaian di Jalur Gaza, tiba-tiba terdengar suara adzan dari masjid yang hancur seperti suara kehidupan yang berasal dari lorong-lorong kematian, untuk dijawab oleh seorang nenek tua dari para pejalan kaki dengan suara keras, “Allahu Akbar, dan Allah lebih besar darimu, wahai Israel.” Orang-orang berjalan dengan terheran-heran melihat malapetaka yang melanda wilayah Al-Rimal di tengah kota Gaza. Mereka berupaya memahami geografi baru dari Al-Rimal setelah penarikan pasukan teroris Israel beberapa hari yang lalu. Mereka menemukan Al-Rimal dalam keadaan yang sangat berbeda. Penduduk wilayah ini bingung dengan pintu masuk gang dan keluar jalan yang dihalangi. Mereka berjalan di sana dengan langkah-langkah seperti anak kecil yang tersesat mencoba memahami hal-hal di sekitar untuk pertama kalinya. Ini adalah Gaza seperti yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, atau lebih tepatnya, ini bukan Gaza lagi. Untuk pertama kalinya, kerusakan terlihat menakutkan dan meluas, tidak meninggalkan sesuatu pun. Berdiri di mana saja dan lihatlah bagaimana Israel mengancurkan kabel listrik, komunikasi, dan internet, kemudian merobohkan pohon di jalan, merusak jalan-jalan beraspal, merusak saluran pembuangan. Pasukan teroris Israel lalu berjalan dengan tank melewati mobil yang diparkir di depan rumah, membakar gedung-gedung dan menara satu per satu. Setiap rudal jatuh di satu titik, tank langsung mengikuti. Orang bertanya-tanya, apakah ini perang melawan pejuang Palestina? Sebaliknya, ini adalah perang balas dendam terhadap kehidupan, infrastruktur, dan manusia. Wilayah Al-Rimal menjadi sasaran utama dari serangan teroris Israel, dan deskripsi ukuran kerusakan di sana tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Ini dikenal sebelumnya sebagai “Jantung Gaza,” salah satu lingkungan paling mewah di kota itu, dan tujuan bagi penduduk Gaza selama liburan akhir pekan, tempat berkumpulnya markas perusahaan besar, pusat perbelanjaan, restoran terbaik, barang-barang terbaik, dan pasar. Di atas puing-reruntuhan rumahnya yang hancur yang ditembaki oleh pesawat pengeboman Israel, kemudian dihancurkan saat invasi darat, Mohammad Al-Jarousha mendirikan tenda dan menaruh apa yang tersisa dari pembantaian penghancuran. “Dia menantang Israel yang bermaksud mengusir warga Palestina dan memaksa mereka meninggalkan rumah mereka,” terang Al-Jarousha, Ahad (21/1/2024). Anak perempuan Al-Jarousha, Sherine, merespons pertanyaan tentang bagaimana mereka mengatasi hujan dan angin di tenda ini, dengan mengatakan, “Yahudi tidak bisa menilai kami, angin perlu dihargai?” Dia memuji ayahnya yang “mahir dalam memperbaiki dan mengakali tenda ini, yang dia lihat sebagai tempat paling hangat di dunia selama keluarganya baik-baik saja.” Keadaan Al-Jarousha, seperti banyak warga Gaza yang memeluk pepatah “Jika mereka meruntuhkan rumah kami, kami akan membangun tenda di atas puing-puing dan tidak akan bergerak,” sebagai keyakinan, dan mereka menjalankannya sebagai kenyataan, bukan slogan. Di seberang tenda Al-Jarousha, ada sisa rumah yang terbakar untuk keluarga Abu Sharar, yang pemiliknya memperbaiki ruangan yang tersisa darinya, dan kembali dengan keluarganya tanpa memedulikan cuaca dingin atau keadaan yang sulit. “Pembakaran rumah” menjadi sangat mencolok di daerah yang ditinggalkan oleh mesin penghancur Israel, sebagian besar rumah tempat tentara tinggal selama beberapa jam, mereka bakar untuk menyembunyikan jejak mereka terlebih dahulu, sesuai dengan kebijakan penghancuran yang satu-satunya tujuannya berhasil dicapai oleh Israel di sini. Amira Arafat, warga Gaza yang tinggal di dekat Mesjid Palestine, Al-Rimal. Deskripsi pemandangan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, gambar hinaan di dinding rumah dan tulisan Ibrani di atas perabotan, pengrusakan dan pemeriksaan pada semua tas dan rak, seolah-olah invasi oleh pasukan bayaran atau mafia. “Jumlah kotoran yang ditinggalkan di rumah tidak pernah saya perkirakan, tetapi meskipun mereka merusaknya, kami akan membangunnya kembali, dan jika mereka mengotorinya, kami akan membersihkannya, dan pilihan untuk meninggalkannya tidak mungkin sama sekali,” ungkap Amira. Dia menemukan sejumlah peluru dan kabel yang ditarik untuk menyalakan api di rumah, “tapi mereka (tentara Israel) hancur oleh salah satu pejuang.” Di sisi lain, seorang wanita berusia 50-an yang terlihat elegan berdiri di depan rumahnya yang telah terbakar penuh, berkata dengan suara gemetar, “Rumah kami dan rumah anak-anak kami dan mobil kami tidak ada yang tersisa untuk kami, kemana kita akan pergi? Apa yang mereka lakukan kepada kami!” Orang di sekelilingnya menjawab, “Semoga Allah memberikan ganti rugi yang lebih baik kepada Anda, ya hajj, yang penting adalah keselamatan.” Beberapa langkah ke depan, seorang nenek tua denganpunggung bungkuk menopang kedua tangannya yang saling terkait berdiri di depan reruntuhan rumah kerabatnya, dan berbisik dengan kata-kata yang tidak dimengerti, tampaknya dia berbicara kepada seseorang “16 syuhada di bawah reruntuhan selama 35 hari kami tidak dapat mengangkatnya,” dia menjawab tatapan orang-orang yang menuduhnya gila. Pedagang bergegas setelah penarikan pasukan pendudukan untuk memeriksa toko-toko mereka, beberapa dari mereka mengeluarkan barang dagangan yang selamat, sementara yang lain mencoba memperbaiki pintu toko yang dicabut karena tekanan serangan dan peluru artileri. “Kaos ini hanya 3 syikal,” teriak seorang pedagang pakaian elegan, setelah mengeluarkan barang dagangannya yang berdebu di pintu toko yang dulu mewah sebelum dihancurkan oleh invasi Israel, dan menempatkannya di atas tikar di depan orang banyak untuk dijual dengan harga kurang dari satu dolar. Dia melakukannya karena terpaksa mencari nafkah untuk anak-anaknya setelah absen dari pekerjaan selama lebih dari 50 hari, kata dia kepada kerumunan di sekitarnya. Di sisi lain, seorang pedagang lain tetap duduk di kursi di depan reruntuhan tokonya, tidak mengangkat pandangannya darinya, seolah-olah dia kembali melalui waktu ke hari di mana perdagangannya ini adalah kenyataan bukan mimpi yang hilang hari ini setelah Israel mengubahnya menjadi tumpukan abu dengan sekali mata. “Semoga Allah membantu mereka, uang setara dengan jiwa,” komentar orang-orang di sekitar pedagang ini. Pemandangan para pejalan kaki yang mengenakan “masker pandemi” kembali terlihat sangat biasa, di mana puing-puing berserakan dan mayat-mayat tergeletak di tanah yang dipenuhi aroma kematian, meskipun salah satu dari mereka memberi tahu saya tentang mayat “yang tergeletak di jalan selama lebih dari dua minggu, dan belum membusuk. Ini adalah salah satu kemuliaan para syuhada yang disampaikan oleh Rasul Muhammad,” katanya. Di jalan-jalan lingkungan ini, setelah melewati mayat, kita menemukan tumpukan sampah di tepi jalan yang mengeluarkan aroma yang memberitahu Anda bahwa usianya mencapai 100 hari atau lebih. Rasa ngeri menusuk Anda saat berjalan di tengah kehancuran ini, mungkin karena penularan keputusasaan yang terpancar dari wajah-wajah orang-orang, seolah-olah bom depresi telah melanda semua orang yang berjalan di sini. Mereka menatap satu sama lain, seolah-olah mereka menanyakan rahasia keselamatan, dan mereka bergumam dengan malu-malu, “Alhamdulillah atas keselamatan,” dan…

Read More

Masa-masa Kekalahan Pangeran Diponegoro Atas Belanda

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Belanda dengan gemilang menguasai wilayah selatan dan tengah Yogyakarta pada awal 1828. Diponegoro terdesak ke barat. Ia bersembunyi di hutan Bagelen pada tahun 1829. Belanda mencoba membuka perundingan untuk bisa menangkap Diponegoro. Kekalahan Diponegoro berawal pada 7 Januari 1828. Saat itu, wakil Jenderal De Kock, Kolonel Chochius, dibantu 120 prajurit Madura dan dan kolone kesultanan berhasil merebut Desa Tegalsari. Sebanyak 30 prajurit Diponegoro ditawan. Sebanyak 100 ekor sapi dirampas. Setelah itu, Chochius membakar semua desa dekat Plered. Pasar Gede dan desa-desa sekitarnya pun dikuasai Belanda, 21 ekor sapi dirampas dari Desa Wonokromo. Selama Maret 1828, Cochius berhasil menguasai desa-desa di perbatasan Yogyakarta-Kedu. Setelah itu merebut desa-desa di sekitar jalan Yogyakarta-Magelang pada April 1828. Dalam waktu tiga bulan, wilayah utara Yogyakarta pun direbut oleh Belanda. Benteng-benteng pertahanan dibangun Belanda di wilayah-wilayah yang telah dikuasai. Benteng-benteng itu menyulitkan Patih Abdullah Danurejo untuk memungut pajak. Akibatnya pasukan-pasukan Dipoengoro makin kesulitan mendapatkan perbekalan. Pada November 1828, Kiai Mojo dan 500 prajuritnya yang kesulitan perbekalan dikalahkan oleh Belanda. Mereka ditawan. Pasukan Diponegoro dipukul mundur, terdesak di tepi barat Kali Progo pada April 1828. Belanda beruntung bisa menangkap Kerto Pengalasan. Pengalasan membantu membuka peluang perundingan Belanda-Diponegoro. Pada akhir Januari dimulai gencatan senjata, berlangsung hingga tiga bulan. “Pada akhir Januari 1829 terjadi gencatan senjata sehubungan dengan rencana perundingan antara Ali Basah Sentot Prawirodirjo (utusan Diponegoro) dengan Kolonel Nahuys (utusan Jenderal De Kock),” tulis Saleh As’ad Djamhari. Kerto Pengalasan pun memberikan informasi mengenai rencana Diponegoro mendirikan keraton baru, terpisah dari gubernemen. “Kita tahu dari sumber-sumber lain bahwa yang pernah menjadi tempat markas besarnya di Sambiroto, daerah Adikarto, Kulon Progo, sebelah barat Kali Opak mungkin akan dipilih sebagai ibu kota kerajaan ini,” kata Peter Carey. Ketika masa gencatan senjata akan usai, Diponegoro memindahkan pasukan ke Pajang. Diponegoro memilih ke Bagelen ketika Belanda terus menyerbunya De Kock terus melanjutkan revana perundingan dengan dibantu oleh Pengalasan. Namun, Johannes van den Bosch, gubernur jenderal baru yang datang pada awal Januari 1830, menegaskan tidak ada ruang perundingan untuk Diponegoro. Perintah Raja Willem I yang ia bawa adalah menangkap Diponegoro. “Kehendak mutlak raja itu, tidak bileh ada perundingan lagi, hanya penyerahan diri tanpa syarat yang diizinkan,” kata De Kock kepada Kolonel Cochius. “Jika mungkin menangkap atau membunuh Diponegoro, hal itu tentunya sangat menyenangkan […] jangan mengikat perjanjian apa pun dengan dia,” kata Van den Bosch kepada De Kock. Maka, De Kock merancang perundingan sebagai alasan agar bisa menangkap Diponegoro. Nasib Diponegoro berarti sudah dientukan sebelum perundingan dimulai “Jangan melakukan perundingan apa pun dengan dia […] hanya dengan syarat pemenjaraan seumur hidup penyerahan diri dan penangkapannya diizinkan. Tidak ada syarat lain apa pun,” kata Van den Bosch kepada De Kock. Pada 8 Maret 1830 Diponegoro telah tiba di Magelang atas undangan De Kock. Pada tanggal itu juga Van den Bosch menulis surat untuk De Kock: Sekalipun berkemampuan … [Diponegoro] tetaplah seorang kriminal yang menimbulkan cercaan […]. Memberi hati kepada oang srperti itu tentu saja akan dipandang kelak sebagai kelemahan yang tak bisa dimaafkan […].Apa anggapan orang jika kita sampai menunjukkan perkenan kepada seseorang yang sejauh ini sudah dikalahkan sehingga dia terpaksa berkeliaran di hutan belantara dengan hanya dua orang pengikut? (mif) Baca juga :

Read More

Zhenghe Forum Gandeng PP Muhammadiyah Dirikan Palestine Holocaust Museum di Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyambut baik rencana kerja sama yang dibangun dengan Zhenghe Forum untuk mendirikan Palestine Holocaust Museum. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni yang menemani kunjungan Prof. Haiyun Ma, bersama dengan Saad Ibrahim ke Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang diterima Rektor Ma’mun Murod. Kunjungan yang dilakukan pada Rabu (17/1/2024) tersebut dalam rangka dialog dan meninjau rencana lokasi Museum Palestina. Syafiq menyampaikan apresiasi gagasan pendirian museum Palestina. Syafiq menyampaikan, di area UMJ, jika memungkinkan ada ketersediaan ruang akan digunakan untuk tahap awal membangun museum yang representatif. Bahkan Ma’mun Murod menyebutkan beberapa titik untuk lokasinya. Syafiq Mughni yang juga aktivis kemanusiaan internasional ini berharap, gagasan pendirian Palestine Holocaust Museum akan berdampak pada bertambahnya dukungan dan meningkatkan komitmen kemanusiaan untuk kebebasan dan kemerdekaan Palestina. Dia berharap, Prof. Haiyun akan membantu mempromosikan museum ini pada masyarakat internasional. Sehingga semakin banyak yang terlibat dalam pembangunan, agar museum segera mungkin direalisasikan. “Kerja sama ini dirintis antara Zhenghe Forum dengan Muhammadiyah untuk mengembangkan museum itu. Kami berkunjung ke UMJ untuk melihat kemungkinan ketersediaan sebuah ruangan yang bisa digunakan sebagai tahap awal,” ungkap Syafiq kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (20/1/2024). Sementara itu, Prof. Haiyun Ma yang merupakan Guru Besar dari Frostburg State University, Maryland menyampaikan harapan kepada PP Muhammadiyah. Bahwa organisasi ini dapat menjadi bagian penting dari Zhenghe Forum, yaitu organisasi yang mempromosikan nilai perdamaian Islam. Khususnya dalam waktu dekat, Zhenghe Forum ingin menggandeng Muhammadiyah untuk mendirikan Palestina Holocaust Museum. Di mana museum itu ditujukan untuk mengingat perjuangan Palestina dan mengedukasi masyarakat. “We hope UMJ can initiate the first the Palestine Holocaust Museum and Muhammadiyah can establish the project,” harap Prof. Haiyun. Sebagai informasi, Zhenghe Museum merupakan organisasi yang berkantor di Amerika Serikat dengan fokus gerakan pada isu hubungan Cina-Muslim dunia. Sementara itu, Prof. Haiyun Ma merupakan peneliti yang memiliki minat dalam kajian sejarah Islam di Tiongkok. (ris) Baca juga :

Read More