Masjid Walidah Dahlan Universitas Aisyiah Yogyakarta Ciptakan Kondisi Ramah Lingkungan dan Hemat Energi

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Masjid Walidah Dahlan di kawasan kampus Universitas Aisyiah (Unisa) Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan masjid yang terdapat nilai sejarah di kota Yogyakarta dan dibangun di arra Universitas Aisyiah Yogyakarta. Rektor Universitas Aisyiah Yogyakarta, Warsiti, yang mendampingi Presiden Jokowi menjelaskan, masjid tersebut dibangun tidak hanya untuk kepentingan civitas, tetapi juga masyarakat umum. “Masjid ini memang didirikan dalam rangka untuk pertama pastinya memenuhi kebutuhan civitas. Selain itu, karena letak yang strategis masjid ini juga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat luas,” ungkapnya. Menurut Warsiti, Masjid Walidah Dahlan dirancang dengan desain yang ramah lingkungan, misalnya sirkulasi air wudlu yang bisa dipakai kembali. Selain itu, masjid juga didesain dengan sistem ventilasi udara yang memungkinkan penghematan energi. “Jadi memang kita desain untuk hemat energi dan itu memang salah satu dari visi Aisyiah Yogyakarta sebagai kampus berwawasan kesehatan,” imbuhnya. Masjid Walidah Dahlan sendiri diberi nama dari dua tokoh Muhammadiyah, yakni pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan dan istrinya, Siti Walidah. Kedua tokoh tersebut dinilai telah memberikan inspirasi kepada umat, khususnya kaum perempuan. “Masjid ini kita beri nama Walidah Dahlan sebagai dua tokoh Muhammadiyah yang memberikan inspirasi kepada kita, kaum perempuan khususnya, untuk bisa terus berkemajuan,” tutur Warsiti. Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unisa Yogyakarta, Siti Noordjannah Djohantini, menambahkan bahwa Presiden Jokowi mengapresiasi kehadiran Masjid Walidah Dahlan. Presiden juga mengapresiasi desain serta cepatnya pembangunan masjid tersebut. “Beliau memang sejak awal sudah melihat dan mendukung tentang keberadaan masjid di sebuah kampus. Oleh karena itu, Bapak Presiden mengatakan bahwa ini masjid yang dimiliki oleh Aisyiah, oleh Universitas Aisyiah yang membanggakan,” ungkap Siti Noordjannah. Siti pun berharap Masjid Walidah Dahlan bisa memenuhi tujuan didirikannya, serta dapat menjadi masjid yang makmur. “Kami berharap masjid ini makmur, digunakan untuk ibadah, untuk berbagai kegiatan karena ada fasilitas yang lain, ada pemberdayaan ekonomi dan sebagainya. Masjid untuk kampus dan masyarakat,” tandasnya. Usai melakukan peninjauan, Presiden Jokowi kemudian menunaikan salat zuhur berjemaah di Masjid Walidah Dahlan. Turut hadir mendampingi Presiden dalam kesempatan tersebut yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. (Yus) Baca juga :

Read More

Kisah Isam bin Yusuf Sebagai Seorang yang Wara, Tawadlu, dan Taat Beribadah.

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Ada seorang ahli ibadah yang bernama Isam bin Yusuf. Ia terkenal sebagai seorang yang wara’ (hati-hati), tawadlu (rendah hati), taat beribadah, dan senantiasa khusyu’ dalam shalatnya. Karena kehati-hatiannya, ia selalu khawatir bila ibadahnya tidak diterima oleh Allah SWT. Berkenaan dengan ini, Isam pun senantiasa menjaga dirinya dan ibadahnya dari hal-hal yang menyebabkan tertolaknya ibadah yang dikerjakan. Sebab, akan sia-sialah apa yang dikerjakannya, bila ibadahnya tidak diterima oleh Allah SWT. Suatu hari, saat menghadiri pengajian yang diajarkan oleh seorang sufi ternama, Hatim Al-Asham Isam bin Yusuf bertanya kepada gurunya itu. ‘’Wahai Abu Abdurrahman (panggilan Hatim), bagaimanakah cara Anda shalat?” Hatim menjawab; “Apabila waktu shalat telah tiba, maka aku berwudhu secara lahir dan batin.” Isam bertanya lagi. “Bagaimanakah wudhu batin itu?” “Wudhu lahir adalah membersihkan anggota wudhu sebagaimana yang diajarkan Alquran dan hadis Nabi SAW. Sedangkan wudhu batin itu adalah membasuh anggota badan dengan tujuh cara, yakni (1) senantiasa bertobat kepada Allah atas segala dosa, (2) kemudian menyesali segala dosa-dosa yang dikerjakan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. (3) Membersihkan diri dari cinta dunia (hubbuddunya); (4) menghindarkan diri dari segala pujian manusia; (5) meninggalkan sifat bermegah-megahan; (6) tidak berkhianat dan menipu; (7) serta menjauhi perbuatan iri dengki,” jawab Hatim. “Kemudian, aku pergi ke masjid, lalu kuhadapkan wajahku ke arah kiblat dan hatiku kepada Allah. Selanjutnyua, aku berdiri dengan penuh rasa malu di hadapan Allah. Aku bayangkan bahwa Allah ada di hadapanku dan sedang mengawasiku, sementara surga ada di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut di belakangku. Dan aku membayangkan pula, seolah-olah aku berada di atas jembatan Shirat al-Mustaqiem, dan aku anggap shalat yang akan aku kerjakan adalah shalat terakhir bagiku. Kemudian aku bertakbir, dan setiap bacaan dalam shalat senantiasa aku pahami maknanya. Aku juga ruku dan sujud dengan menganggap diriku sebagai makhluk yang paling kecil dan tak punya kemampuan apapun di hadapan Allah. Selanjutnya aku akhiri dengan tasyahud (tahiyat) dengan penuh penghambaan dan pengharapan kepada Allah dan aku memberi salam. Demikianlah shalatku selama 30 tahun terakhir ini,” ujar Hatim. Mendengar penjelasan Hatim ini, Isam bin Yusuf pun tertunduk lesu dan menangis. Ia membayangkan bahwa ibadahnya selama ini masih belum seberapa dibandingkan dengan ibadah yang dikerjakan Hatim Al-Asham. Alangkah indah dan menakjubkannya ibadah yang dilakukan oleh Hatim Al-Asham. Kita semua, tentunya menginginkan ibadah yang dikerjakan selalu bernilai ibadah dan mendapatkan ridha dari Allah SWT. Inilah yang kita harapkan. Wudhu, shalat, puasa, zakat, haji dan seluruh ibadah yang kita kerjakan, senantiasa diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan ampunan atas segala kesalahan dan kekhilafan. Dan wudhu, merupakan pintu masuk menuju ibadah yang terbaik, yakni shalat dan berdialog dengan Allah SWT. Sebab, wudhu merupakan bentuk kesucian lahir. Tanpa kesucian lahir, maka mustahil pula akan tercapai kesucian batin. (mif) Baca juga :

Read More

Tanggal 1 Februari Diperingati Sebagai World Hijab Day

Jakarta — 1miliarsantri.net : Muslimah di berbagai belahan Bumi memperingati tanggal 1 Februari sebagai hari hijab sedunia atau World Hijab Day (WHD). Ada sejarah panjang di balik perayaan ini, yang digagas oleh sosok Muslimah bernama Nazma Khan. Dilansir laman Worldhijabday.com, Jumat (2/2/2024), peringatan tahunan hari hijab sedunia dimulai sejak 1 Februari 2013. Tujuannya, menggaungkan pengakuan atas jutaan perempuan Muslim yang memilih untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan mengenakan hijab. Pasalnya, tidak semua Muslimah di seluruh dunia leluasa mengenakan hijab dalam kegiatan sehari-hari. Bagi yang tinggal di sebuah negara sebagai minoritas, tidak jarang menghadapi berbagai diskriminasi. Pengalaman itu juga pernah dilalui oleh Khan. Nazma Khan adalah perempuan asal Bangladesh yang tinggal di New York, Amerika Serikat, sejak usia 11 tahun. Khan mengemukakan gagasan hari hijab sedunia untuk menumbuhkan kebebasan personal dalam berekspresi beragama dan pemahaman budaya. Untuk mendorong hal itu, selama satu hari pada tanggal 1 Februari, Khan dan organisasi World Hijab Day mengundang perempuan dari semua lapisan masyarakat untuk ikut merasakan mengenakan hijab. Khan berharap cara itu membuka jalan baru menuju pemahaman masyarakat awam mengenai berhijab. Selain itu, tujuan lainnya yakni untuk mengatasi beberapa kontroversi seputar mengapa perempuan Muslim memilih untuk mengenakan jilbab. Tumbuh di Bronx, New York City, Khan mengalami banyak diskriminasi karena berhijab. Di sekolah menengah, dia dijuluki “Batman” dan “ninja”. Ketika Khan masuk universitas dan terjadi insiden 11 September, dia kerap dipanggil Osama bin Laden atau teroris. “Itu mengerikan. Saya pikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah jika kita meminta saudara kita yang lain untuk berhijab,” ungkap Khan, dikutip dari situs resmi World Hijab Day. Sejak 2013 hingga kini, banyak orang di lebih dari 150 negara mengambil bagian dalam hari hijab sedunia setiap tahunnya. WHD memiliki banyak relawan dan duta di seluruh dunia yang menggelar berbagai acara guna meningkatkan kesadaran tentang hijab. Pada 2017, WHD mendapat pengakuan resmi oleh Negara Bagian New York, AS. Di tahun yang sama, House of Commons of the UK di Inggris menyelenggarakan acara untuk memperingati hari tersebut. Parlemen Skotlandia juga menyelenggarakan pameran selama tiga hari untuk memperingati WHD 2018. Semua itu terus berlanjut hingga kini. Sejak 2018, WHD resmi menjadi organisasi nirlaba dengan misi untuk membongkar kefanatikan, diskriminasi dan prasangka terhadap perempuan Muslim melalui kesadaran, pendidikan, dan pemberdayaan. (Iin) Baca juga :

Read More

Komisi Fatwa MUI: Pinjaman Online Maupun Pinjaman Berbunga Untuk Pendidikan adalah Haram

Jakarta — 1miliarsantri.net : !Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda menyampaikan penjelasan ihwal pinjaman berbunga untuk keperluan pendidikan. Lantas apakah hal ini dibolehkan dalam Islam? Kiai Miftah menjelaskan, pada dasarnya pinjaman berbunga adalah riba dan hukum riba adalah haram. Hal tersebut sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 275 bahwa Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. “Dalam kaidah lain bahwa segala transaksi pinjaman yang terdapat unsur manfaat yang diambil oleh pemberi pinjaman dan itu dipersyaratkan dalam akad maka itu masuk kategori riba,” terang Miftahul Huda kepada 1miliarsantri.net, Jumat (2/2/2024). Sebelumnya, ramai diperbincangkan tentang pinjaman online yang disediakan pihak kampus ITB dalam membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Atas kegaduhan itu, Rektorat ITB telah meminta maaf atas kisruh program pinjaman online (pinjol) untuk biaya kuliah dari Danacita yang viral di media sosial X. Mereka mengeklaim program biaya kuliah menggandeng lembaga pembiayaan menjadi salah satu alternatif untuk mahasiswa. “Pertama ingin disampaikan permohonan maaf terkait adanya hingar bingar ini karena memang adanya salah tafsir karena informasi yang belum disampaikan secara lengkap lalu ada kekagetan,” ucap Prof Muhammad Abduh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB di Gedung ITB, Rabu (31/1/2024). Ia mengungkapkan kampus berkewajiban membantu mahasiswa dengan permasalahan ekonomi. Selain itu, apabila didapati orangtua mahasiswa yang mampu mengalami kesulitan ekonomi di tengah perjalanan akan dicek kembali. (Iin) Baca juga :

Read More

Komunitas Internasional Wajib Memastikan Israel Patuh Keputusan ICJ

Washington — 1miliarsantri.net : Negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB berkumpul pada Rabu (31/1/2024), untuk meninjau putusan sementara Mahkamah Internasional (ICJ) baru-baru ini tentang Israel. ICJ yang berbasis di Den Haag memerintahkan Israel pada minggu lalu untuk mengambil semua tindakan dalam kekuasaannya untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut di Gaza, sejalan dengan kewajibannya di bawah Konvensi Genosida 1948. Pengadilan juga menuntut pembebasan segera semua sandera. Afrika Selatan membawa kasus genosida Israel ke ICJ pada akhir Desember 2023, dan memintanya untuk memberikan tindakan darurat untuk mengakhiri pertumpahan darah di Gaza. Setidaknya 26.900 orang Palestina telah terbunuh sejak 7 Oktober. ICJ memerintahkan Israel untuk mengambil langkah-langkah segera dan efektif untuk memungkinkan penyediaan layanan yang sangat dibutuhkan dan bantuan kemanusiaan di Gaza, tetapi gagal memerintahkan gencatan senjata. Perwakilan tetap Aljazair untuk PBB Amar Bendjama mengatakan keputusan itu menegaskan kembali bahwa waktu impunitas telah berakhir. “Kami dalam hubungan ini menegaskan kembali bahwa Israel, kekuatan pendudukan, segera mematuhi langkah-langkah yang disepakati oleh Pengadilan. Adalah kewajiban komunitas internasional untuk memastikan bahwa Israel sepenuhnya mematuhi tindakan sementara tersebut,” ungkap Bendjama mengatakan kepada pertemuan Dewan tentang situasi di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina. Menurutnya sangat penting untuk menjamin akuntabilitas untuk melindungi generasi mendatang dari kekejaman seperti yang dilakukan hari ini di Gaza. Bendjama menekankan tindakan sementara yang diberlakukan oleh pengadilan dunia PBB harus dilaksanakan untuk melindungi rakyat Palestina dari genosida. Perwakilan permanen Inggris untuk PBB, Barbara Woodward, mengatakan Inggris menyambut baik seruan ICJ untuk segera membebaskan sandera dan kebutuhan untuk mendapatkan lebih banyak bantuan ke Gaza, serta pengingat Pengadilan bahwa semua pihak dalam konflik terikat oleh hukum kemanusiaan internasional. Perwakilan permanen Guyana untuk PBB Carolyn Rodrigues-Birkett mengatakan negaranya menyatakan sangat prihatin tentang situasi kemanusiaan yang berlaku dan kematian dan kehancuran yang terus berlanjut di Gaza. “Mengikuti perkembangan dalam perang, seseorang mungkin tergerak untuk bertanya-tanya apakah ada karunia di kepala setiap anak, pria dan wanita Palestina. Banyak yang berhasil lolos dari bom dan peluru menghadapi prospek kematian yang mengerikan karena kelaparan,” paparnya. Duta Besar Cina Zhang Jun mengulangi seruannya untuk gencatan senjata di Gaza dan mengatakan bencana kemanusiaan masih meningkat. “Tindakan sementara ICJ adalah tanggapan kuat terhadap kebutuhan untuk melindungi warga sipil,” katanya, menambahkan bahwa Cina menyerukan upaya diplomatik yang lebih besar dan konferensi internasional tentang perdamaian, bersama dengan keanggotaan penuh Palestina di PBB. Rusia tetap konsistensi dan teguh mengadvokasi gencatan senjata kemanusiaan segera,” kata Duta Besar Vassily Nebenzia. Jelas bahwa spiral kekerasan di Gaza akan berlanjut sampai ketidakadilan lama yang mendasari konflik telah dihilangkan dan rakyat Palestina dapat menyadari hak untuk menciptakan negara independen mereka sendiri. Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield mengatakan perintah tindakan sementara ICJ sejalan dengan keyakinan delegasi AS bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri, tetapi bagaimana hal itu penting, dan semua operasi terikat untuk menghormati hukum kemanusiaan internasional. “Sementara kita semua setuju lebih banyak yang harus dilakukan dan meskipun kita semua hancur oleh hilangnya nyawa warga sipil yang luar biasa, kita harus jujur tentang apa yang tidak diperintahkan Pengadilan. Secara khusus, itu belum memerintahkan gencatan senjata segera,” katanya. Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan sangat jelas bahwa tindakan sementara yang diadopsi oleh ICJ mengikat dan Israel harus mematuhinya. “Pengadilan juga menolak premis bahwa entah bagaimana Israel pada dasarnya akan berada di atas hukum dan tidak dapat dituduh melakukan kejahatan genosida,” tambahnya. Mansour meminta semua orang untuk berkonsentrasi pada tindakan sementara yang diadopsi oleh Pengadilan, mendesak mereka untuk membacanya, mempelajarinya, dan membaca kembali mereka untuk mengetahui apa tindakan itu, dan bukan pada “ilusi dalam pikiran beberapa orang, tentang apa yang tidak ada di dalamnya.” Duta Besar Afrika Selatan Mathu Joyini mengatakan tindakan tersebut mengikat secara langsung pada Israel. “Keputusan oleh pengadilan menandai kemenangan yang menentukan untuk aturan hukum internasional dan tonggak penting dalam mencari keadilan bagi rakyat Palestina,” pungkasnya. (mmt) Baca juga :

Read More

Perbedaan Suasana Subuh di Era Nabi Muhammad

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ulama besar penulis buku fenomenal La Tahzan, Syekh Aidh Al Qarni, membandingkan bagaimana perbedaan mencolok antara suasana subuh di masa Rasulullah SAW dengan di akhir zaman. Suasana subuh di Kota Madinah era Rasulullah SAW memiliki ciri khas yang unik dan syahdu, berbeda jauh dengan suasana subuh di mayoritas kota-kota Muslim saat ini. Syekh Aidh Al-Qarni dalam buku Sentuhan Spiritual menjelaskan, terdapat kisah yang dinukil dari para sahabat dan tabi’in. Konon jika ada orang berlalu melewati rumah-rumah para sahabat dan tabi’in di waktu subuh, maka terdengar gemuruh seperti suara lebah. Suara tersebut tidak lain berupa bacaan doa, tangisan, dan tartil Alquran. Inilah yang terjadi di Kota Madinah era Rasulullah SAW. Syekh Aidh Al-Qarni pun lantas membandingkannya dengan suasana subuh yang terjadi di mayoritas kota-kota umat Muslim saat ini. Apakah umat Islam saat ini di waktu subuh tidak berhenti menangis, berdoa, dan membaca Alquran? Doa, tangisan, dan bacaan Alquran yang terwujud karena takut kepada Allah, menurut beliau, sekarang berganti dengan gemuruh suara musik, nyanyi-nyanyian, dan goyangan. Dari Abu Hatim bahwa Rasulullah pernah suatu malam berjalan untuk mencari tahu bagaimana para sahabatnya menjalankan sholat. Bagaimana mereka berdoa dan bagaimana mereka menangis. Hingga beliau mendengar seorang wanita tua membaca ayat Alquran sambil menangis. Wanita itu membaca Surat Al-Ghasiyah ayat 1, Allah berfirman, “Hal ataaka haditsul-ghaasyiyah,”. Yang artinya: “Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?” Wanita itu membaca berulang-ulang dan selalu menangis. Mendengar bacaan tersebut, Rasulullah hanya bisa menangis dan menyandarkan kepalanya di daun pintu rumahnya. Kemudian Nabi berkata, “Ya, telah datang kepadaku berita itu.” Melalui kisah ini, Syekh Aidh Al-Qarni kemudian mencoba mengingatkan kembali kepada umat Islam saat ini, khususnya anak muda yang masih gagah perkasa memiliki kesempatan dan kekuatan fisik, untuk tidak henti beribadah dan memohon pengampunan dari Allah SWT. (yat) Baca juga :

Read More

Kemenag Gandeng Bappenas Selenggarakan Zakat Impact Forum 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rapat Koordinasi Zakat Impact Forum 2024 bersama Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Berlangsung di kantor Bappenas, Selasa (30/1/2024), rapat mematangkan persiapan Zakat Impact Forum yang akan digelar pada Februari 2024. Zakat Impact Forum merupakan forum bersama Kementerian Agama dengan Bappenas yang akan dihadiri BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat. Forum tersebut dibentuk untuk melihat pengaruh dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dalam mendukung pembangunan nasional dan SDGs, terutama berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menyampaikan, pihaknya telah menginisiasi pemetaan konsolidasi program beasiswa yang disalurkan oleh BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). “Dalam estimasi hitungannya, tidak kurang dari Rp300 miliar yang telah disalurkan dari dana zakat, namun hal tersebut belum terlihat dampaknya dalam pemberian beasiswa,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Kamis (1/2/2024). Waryono menyebut, dana zakat untuk beasiswa pendidikan tersebut perlu dikelola atau dijahit bersama oleh BAZNAS dan LAZ. Terpisah, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Bappenas, Amich Alhumami menyampaikan, Zakat Impact Forum merupakan momentum untuk merespons pertumbuhan dana sosial keagamaan. “Forum nasional ini sifatnya memfasilitasi dan menunjukkan bahwa semua pihak selama ini sudah berperan dalam pengelolaan zakat. Manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya. (wink) Baca juga :

Read More

Bantuan 32 Ton Gandum dari Masyarakat Indonesia Sudah Diterima Warga Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Tim Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mengonfirmasi jika bantuan gandum sebanyak 32 ton dari masyarakat Indonesia telah berhasil didistribusikan kepada warga di Jalur Gaza. Informasi tersebut disampaikan dari mitra BSMI yang telah mendokumentasikan pendistribusian gandum kepada warga Gaza yang sedang menderita kelaparan pada musim dingin ini. Lewat keterangan tertulis, Kamis (1/2/2024), Ketua DPN BSMI M Djazuli Ambhari bersyukur bantuan gandum tersebut sudah diterima lebih cepat dari yang diperkirakan. Berdasarkan kesaksian sopir truk sebelumnya, Djazuli mengatakan, waktu tempuh truk gandum untuk sampai ke perbatasan Rafah antara lima sampai tujuh hari. Menurut dia, kontainer BSMI yang memuat gandum amanah dari masyarakat Indonesia bisa tiba lebih cepat di Rafah. Djazuli berharap bantuan gandum ini setidaknya bisa meringankan penderitaan warga Gaza yang terancam kelaparan. Bendahara Umum BSMI dr Prita Kusumaningsih Sp OG mengungkapkan, pangan merupakan salah satu kebutuhan darurat yang harus diterima warga Gaza. Berdasarkan data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), setidaknya ada 400 ribu warga Gaza yang berisiko kelaparan. Sebagian besar dari mereka bahkan sudah benar-benar lapar. Sementara itu, media di Gaza bahkan merilis jika ada 800 ribu warga di Gaza dan Gaza Utara yang sudah menghadapi ancaman kematian akibat kelaparan yang melanda jalur yang terkepung tersebut. Prita mengungkapkan, 1 kilogram gandum bisa memenuhi kebutuhan lima orang atau memenuhi kebutuhan pangan rata-rata satu keluarga setiap hari. Dia berharap, lebih banyak lagi bantuan pangan yang masuk agar warga Gaza bisa terhindar dari ancaman kelaparan. Selain pangan, Prata mengatakan, Gaza juga mengalami darurat alat medis dan obat-obatan. Menurut dia, stok alat medis dan obat rumah sakit di Gaza telah menipis. “Rumah sakit melakukan operasi dengan alat seadanya bahkan tanpa obat bius,”jelas dia. Untuk itu, Prita mengatakan, BSMI juga menyalurkan bantuan berupa alat medis dan obat-obatan bagi warga Gaza. Dia pun berharap agar masyarakat Indonesia tidak bosan memberikan bantuan untuk meringankan beban warga Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Komunitas Sepeda Muslim Inggris Gowes dari Makkah ke Madinah, Kumpulkan Dana Untuk Warga Gaza

Jeddah — 1miliarsantri.net : Sebagai seorang muslim, mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah suatu hal yang diharuskan, terlebih mengikuti jalur hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Hal ini dilakukan sekelompok konunitas pengendara sepeda muslim seluruh Inggris, mereka mengayuh sepedanya sejauh 550 kilometer antara kedua kota suci tersebut. Gowes sepeda ini melambangkan hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW saat beliau melarikan diri dari penganiayaan di Makkah dan melakukan perjalanan ke Madinah demi keselamatan. Kegiatan bersepeda antarkota suci ini dilakukan untuk mendukung anak-anak yang menderita berbagai penyakit jantung, menjadi korban perang dan kemiskinan. “Selama dua edisi pertama Hijrah Ride, kami mengumpulkan lebih dari 220 ribu poundsterling (sekitar Rp 4,4 miliar) untuk anak-anak yang menderita berbagai penyakit jantung bawaan,” kata mereka, sebagaimana dilansir About Islam, Kamis (1/2/2024). Melihat penderitaan dan kehancuran di Gaza, maka Hijrah Ride edisi ketiga (Hijrah Ride 1445 H) kali ini akan mendukung bantuan darurat dan pembangunan kembali berbagai proyek yang dikelola Muntada Aid yang hancur dalam perang yang sedang berlangsung di Gaza. Sasarannya, antara lain tiga pabrik air desalinasi, pembangunan kembali Gaza Palestine Trauma Center (PTC), dan penyediaan paket darurat segera. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina terbaru, lebih dari 26.400 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, gugur akibat pengeboman Israel sejak Oktober lalu. Data tersebut masih terus meningkat. Sebelumnya, warga Gaza yang syahid sejak Oktober 2023 tercatat ada 25.900 orang. Di antara mereka adalah 11 ribu anak-anak dan 7 ribu wanita. Data ini dilaporkan Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang saat ini masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq. Pada Jumat (26/1/2024), Fikri melaporkan, militer Israel juga masih terus membatasi dan mengontrol bantuan yang masuk ke jalur Gaza, bahkan truk-truk bantuan makanan yang akan masuk dicegat di Perbatasan Rafah yang menghubungkan Gaza dan Mesir. Sehingga, 2,2 juta warga yang ada di Jalur Gaza mengalami kelaparan luar biasa. “Dari Kemenkes ada 400 ribu warga yang kemungkinan akan mati kelaparan, karena bantuan yg masuk ke jalur gaza terus dibatasi,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Afrika Selatan Ajak Semua Negara Wajib Menghentikan Pendanaan Yang Memfasilitasi Aksi Militer Israel di Gaza

Johannesburg — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Naledi Pandor, dalam sidang mahkamah internasional mengatakan semua negara wajib menghentikan pendanaan dan memfasilitasi aksi militer Israel di Gaza. Mahkamah Internasional (ICJ) mengindikasi Israel kemungkinan melakukan genosida. “Menurut kami temuan (ICJ) memperjelas genosida sedang terjadi terhadap rakyat Palestina di Gaza. Hal ini tentu saja membebankan kewajiban kepada semua negara untuk menghentikan pendanaan dan memfasilitasi aksi militer Israel,” terang Pandor kepada media, Kamis (1/2/2024). Pekan lalu, ICJ yang juga dikenal Pengadilan Dunia memerintahkan Israel untuk mengambil semua langkah mencegah pasukannya melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza dalam putusan kasus yang diajukan Afrika Selatan ke ICJ. Selama puluhan tahun Afrika Selatan menjadi salah satu pendukung paling vokal tujuan Palestina. Negara itu menyamakan penderitaan rakyat Palestina dengan masyarakat kulit hitam Afrika selama masa apartheid. Israel membantah tuduhan genosida dan menolak perbandingan dengan masa apartheid. Pada Sabtu (27/1/2024), Pandor mengatakan ICJ memerintahkan Israel untuk memberikan laporan bulanan mengenai pelaksanaan perintah upaya pencegahan genosida. Menurutnya, ICJ akan menggunakan hal ini untuk memantau situasi. “Fakta laporan bulanan telah diperintahkan sangat signifikan. Sudah jelas pengadilan mengatakan ada bukti tidak langsung bahwa tindakan genosida telah dilakukan,” pungkasnya. (ahm) Baca juga :

Read More