Kemenag Serukan Pemilu Rukun dan Damai Kepada Semua Pihak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) akan digelar 14 Februari 2024. Kementerian Agama Republik Indonesia mengimbau para aktor dakwah dan layanan keagamaan menyerukan kepada segenap umat dan jamaahnya agar tetap menjaga kerukunan dan kedamaian. “Kepada para Penyuh Agama Islam, dai-daiyah, anggota Majlis Dai Kebangsaan (MDK), dan Pokja Majlis Taklim untuk menjadi muharrik, menjadi penggerak simpul-simpul yang senantiasa menjaga kerukunan dan perdamaian menjelang pemilu,” terang Direktur Penerangan Agama Islam (Penasi), Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Ahmad Zayadi kepada 1miliarsantri.net, Senin (12/2/2024). Zayadi menjelaskan, imbauan tersebut memiliki tiga tujuan penting. Pertama, menjaga kondusivitas umat dan kesucian masjid dengan mencegah aktivitas politik praktis. Kedua, mendorong para aktor dakwah termasuk pengelola masjid dan khatib untuk memedomani dan mensosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE.09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan. “Lalu tujuan yang ketiga, menyampaikan pesan-pesan pemilu damai dan rukun, sekaligus mengutamakan kepentingan persaudaraan dan kerukunan nasional. Imbauan kami juga termasuk mendorong masyarakat terutama kalangan pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024,” tambahnya. Pihaknya menerangkan, para aktor dakwah dan layanan keagamaan di Indonesia selama ini mengambil peran penting terhadap sikap dan perilaku masyarakat, khususnya mengenai isu-isu sosial dan politik. “Karena itu, kami mendorong para tokoh agama dan lembaga keagaamaan agar tidak terjebak pada narasi dan gerakan dakwah yang berpotensi memecah umat hanya karena perbedaan pilihan politik tertentu,” ujar Direktur Penais. Selain itu, kata dia, materi ceramah yang disampaikan ke masyarakat sepatutnya bersifat mendidik, mencerahkan, dan konstruktif dengan tujuan meningkatkan keimanan, memperkuat hubungan antarumat beragama, serta menjaga keutuhan bangsa dan negara. “Pemilu 2024 pada dasarnya bukanlah momentum menjaga jarak lebar dengan saudara-saudara yang berbeda selera politik, melainkan momentum penguatan demokrasi untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang terbaik demi kepentingan bangsa dan negara,” ucapnya. Zayadi berharap, para aktor dakwah tidak mudah terprovokasi dengan ujaran, data, dan informasi yang berkaitan dengan SARA dan hal-hal yang berbau sensitif. “Dengan prinsip dan nilai moderasi beragama di tengah pesta demokrasi 2024, kami berharap para penceramah dan lembaga mitra Kementerian Agama dapat semakin bijak dalam menerapkan materi dan metode dakwahnya di masyarakat masing-masing,” pungkas Zayadi. (rid) Baca juga :

Read More

Beberapa Peristiwa Penting di Bulan Syaban

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sya’ban merupakan bulan kedelapan dalam penanggalan hijriah dan berada di antara dua bulan besar yakni Rajab dan Ramadhan. Sya’ban adalah bulan penting bagi umat Islam. Hal itu karena pada bulan ini terjadi sejumlah peristiwa penting di dalam sejarah Islam. Sebagai informasi, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah menginformasikan bahwa awal Sya’ban 1445 H jatuh pada Ahad (11/2/2024). “Awal bulan Sya’ban 1445 H bertepatan dengan Ahad Pon 11 Februari 2024 M (mulai malam Ahad) atas dasar rukyah,” sebagaimana tertulis dalam Pengumuman Nomor : 015/LF–PBNU/II/2024 yang dikeluarkan pada Sabtu (10/2/2024). Berikut 3 peristiwa penting di bulan Sya’ban yang perlu diketahui, sebagaimana dikutip dari artikel NU Online berjudul Beberapa Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban: Kaum Muslimin pada saat itu shalat menghadap Baitul Maqdis sekitar 17 bulan 3 hari. Kemudian Allah memerintahkan untuk memindahkan kiblat umat Islam ke Kakbah. Perubahan arah kiblat ini termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 144 yang berbunyi: “Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.” Meski begitu, menurut Sayyid Muhammad Alawi, ada beberapa waktu tertentu yang menjadi waktu penyerahan amal kepada Allah selain bulan Sya’ban, yaitu setiap siang, malam, setiap pekan. Ada juga beberapa amal yang diserahkan langsung kepada Allah tanpa menunggu waktu-waktu tersebut, yaitu catatan amal shalat lima waktu. Anjuran bershalawat itu tertulis dalam Surat Al-Ahzab ayat 56. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا Artinya, “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” Anjuran ini juga disebutkan Ibnu Abi Shai Al-Yamani dan dikuatkan oleh pendapat Imam Syihabuddin Al-Qasthalani dalam kitabnya yang berjudul Al-Mawahib, serta Ibnu Hajar Al-Asqalani yang mengatakan bahwa ayat itu turun pada bulan Sya’ban tahun ke-2 hijriah. (wink) Baca juga :

Read More

Serangan Israel Memperparah Bencana Kemanusiaan di Jalur Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Otoritas Mesir pada Ahad (11/2/2024) memperingatkan “dampak mengerikan” akibat serangan darat di Kota Rafah di Jalur Gaza selatan yang direncanakan Israel. Militer Israel berencana meluncurkan serangan darat di Rafah, rumah bagi lebih dari satu juta penduduk yang mencari perlindungan, guna mengalahkan apa yang disebut Tel Aviv sebagai sisa “batalion Hamas”. Rencana itu memicu kekhawatiran akan terjadinya bencana kemanusiaan di Kota Rafah. “Menargetkan Rafah, ditambah kebijakan Israel yang selalu menghalangi akses bantuan kemanusiaan, merupakan kontribusi nyata dalam menerapkan kebijakan untuk mengusir warga Palestina sekaligus menghancurkan perjuangan mereka,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir. Mesir menegaskan, pihaknya menolak pernyataan resmi Israel soal serangan Rafah, memperingatkan bahwa rencana serangan tersebut akan menimbulkan konsekuensi yang mengerikan, apalagi mengingat risiko yang memperparah bencana kemanusiaan di Jalur Gaza. Mesir menyerukan persatuan upaya internasional dan regional untuk mencegah rencana serangan terhadap Rafah, yang saat ini menampung sekitar 1,4 juta pengungsi Palestina yang menganggap kota tersebut daerah aman terakhir di Gaza. Militer Israel pada Ahad menyetujui rencana serangan darat di Rafah, menurut lembaga penyiar publik Israel, KAN. Warga Palestina mencari tempat perlindungan di Kota Rafah ketika Israel menggempur sisa wilayah Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 28 ribu orang dan menyebabkan kehancuran massal serta krisis kebutuhan pokok. Sebelumnya pada Rabu, Gedung Putih memperingatkan bahwa serangan Israel di Rafah “akan menjadi bencana” bagi warga Palestina. Perang Israel di Gaza menyebabkan 85 persen penduduk di sana mengungsi di tengah krisis makanan, air bersih dan obat-obatan, dengan 60 persen infrastruktur rusak atau hancur, menurut PBB. Pada akhir 2023 Afrika Selatan melayangkan gugatan ke Mahkamah Internasional (ICJ), menuding Israel gagal menjunjung komitmennya berdasarkan Konvensi Genosida 1948. Melalui putusan sementara pada Januari, Pengadilan PBB itu memutuskan bahwa klaim Afrika Selatan masuk akal. ICJ lantas memerintahkan Pemerintah Israel untuk mengambil langkah sementara guna menghentikan aksi genosida sekaligus menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Bocah 15 Tahun ‘Temukan’ Listrik untuk Penerangan Tenda Pengungsian Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Di tengah meluasnya kekurangan energi dan hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan, bocah berusia 15 tahun ini menggunakan kecerdasannya dengan membuat listrik tenaga angin. Hussam Al Attar, remaja asal Gaza dijuluki “Newton dari Gaza” karena sukses menghasilkan listrik dengan peralatan sederhana untuk tenda pengungsian. Al Attar mampu membuktikan bahwa kebaikan sekecil apapun bisa sangat berarti. Ide membuat listrik dimulai saat Al Attar melihat banyak keluarga di lingkungannya yang harus meninggalkan rumah mereka imbas dari perang. “Kami melarikan diri dari utara ke Rafah. Saat itu sangat gelap di malam hari dan saya merasa kasihan pada ibu, ayah, dan saudara-saudaraku karena gelap total di sini. Jadi saya berpikir untuk membuat ini untuk meringankan penderitaan yang kami alami selama perang,” terangnya. Saat musim dingin tiba dan tidak ada listrik yang bisa diandalkan, dia melihat peluang di tengah angin kencang yang bertiup. Berbekal beberapa perlengkapan dasar seperti kabel, baterai, dan botol plastik, Al Attar beride menggunakan angin untuk menghasilkan cahaya dan kehangatan bagi mereka yang sedang berjuang. “Jadi, ketika kipas berputar, menimbulkan gesekan di dalam dinamo magnet di dalamnya. Sehingga ketika diputar akan menghasilkan arus listrik yang akan mengalir melalui kabel-kabel yang menuju ke tenda,” jelas Al Attar. Lebih dari 2,3 juta penduduk Gaza harus melarikan diri ke Rafah akibat perang Israel di Gaza, Palestina. Banyak yang berjuang untuk mendapatkan akses terhadap makanan, air, tempat tinggal dan listrik. “Newton sedang duduk di bawah pohon apel ketika sebuah apel jatuh menimpa kepalanya, dan dia menemukan gravitasi. Dan kita di sini hidup dalam kegelapan dan tragedi, dan roket menimpa kita, oleh karena itu, saya berpikir untuk menciptakan cahaya, dan melakukannya,” tutup Al Attar. (zul) Baca juga :

Read More

Gerakan Nurani Bangsa Dorong Partisipasi Masyarakat Terhadap Pemilu 2024 Berjalan baik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menilai partisipasi kualitatif masyarakat dan pemahaman warga bangsa atas esensi demokrasi dalam Pemilu 2024 cenderung baik dan relatif semakin tinggi. Salah satunya ditopang oleh demokratisasi digital yang mampu meningkatkan akses warga terhadap informasi. Keterlibatan masyarakat ini menjadi elemen penting dalam sebuah agenda demokrasi, karena itu semua pihak harus kedepankan etika dan nurani untuk memastikan Pemilu 2024 berjalan baik. Demikian salah satu butir kesimpulan GNB, disampaikan dalam konferensi pers, Sabtu (10/2/2024) sore di Jakarta. Forum GNB dengan media dipimpin Alissa Wahid dan secara bergantian memberi kesempatan beberapa anggota yang berlesempatan hadir. GNB beranggotakan Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Prof Quraish Shihab, KH AMustofa Bisri, Kardinal Ignatius Suharyo, Pendeta Gomar Gultom, Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera, AA Yewangoe, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Karlina Supelli, Makarim Wibisono, Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid, Slamet Rahardjo, Komaruddin Hidayat, Amin Abdullah, Erry Riyana Hardjapamekas, Frans Magnis Suseno, Ery Seda, Jacky Manuputty ,Laode M. Syarief, Setyo Wibowo dan Lukman Hakim Saifuddin. GNB meminta seluruh peserta, penyelenggara, pengawas, dan pemantau pemilu, institusi negara terkait penyelenggaraan Pilpres dan Pileg, serta masyarakat luas, untuk tidak melakukan hal-hal yang menyalahi peraturan dan ketentuan, serta mengedepankan etika dan nurani dalam menjalani proses demokratisasi ini. Karena hasil pemilu, tak hanya ditentukan berdasarkan legalitas semata, tapi juga menuntut adanya legitimasi kuat yang bersumber dari kepercayaan publik. “Pada akhirnya GNB mengajak kepada segenap lapisan masyarakat untuk berdoa, semoga Penyelenggaraan Pemilu 2024 berjalan dengan lancar, aman, damai, jujur, dan adil, serta bermartabat,” tambah Alissa Wahid. Seperti diberitakan, GNB diprakarsai para tokoh bangsa dan agama dan diniatkan menjadi gerakan etis dan moral, terutama dalam menyuarakan nurani bangsa agar setiap pihak selalu mengingat cita-cita, tujuan luhur, dan tanggung jawab berbangsa dan bernegara sebagaimana diwariskan para pemimpin. Gerakan Nurani Bangsa menyakini perlunya upaya khusus untuk merawat bangsa dan negara Indonesia, utamanya di masa penting transisi kepemimpinan Indonesia seperti Pemilu Raya 2024. Sebelumnya GNB telah bertemu dengan berbagai tokoh dan sesepuh bangsa, di antaranya Wapres RI KH Makruf Amin, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres RI ke-10 dan ke-12 Bapak Jusuf Kalla. GNB juga sudah melakukan Kunjungan ke KPU dan Bawaslu, pemimpin redaksi Media Massa, berbagai forrum.Inisiatif Pengawasan Pemilu dari Masyarakat Sipil hingga Forum Titik Temu Orang Muda. Berikut selangkapnya, catatan penting Gerakan Nurani Bangsa terkait penyelenggaraan dan pelaksanaan Pemilu 2024. Presiden diharapkan menunjukkan integritasnya, baik melalui sikap pribadi maupun dalam pengambilan keputusan dan kebijakan di masa Pemilu 2024. Presiden juga bertanggungjawab untuk memerintahkan TNI dan POLRI sebagai alat negara yang dipersenjatai, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta keamanan negara dalam koridor keadilan dan perlindungan rakyat. Presiden jugalah yang bertanggungjawab untuk memerintahkan segenap aparatur sipil negara menjaga dan menunjukkan netralitasnya dalam Pemilu 2024, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan di tengah kehidupan masyarakat. Pada akhirnya GNB mengajak kepada segenap lapisan masyarakat untuk berdoa, semoga Penyelenggaraan Pemilu 2024 berjalan dengan lancar, aman, damai, jujur, dan adil, serta bermartabat. (wink) Baca juga :

Read More

Grebeg Sudiro, Berawal Dari Tradisi Kelurahan Naik Kelas Jadi Event Nasional

Solo — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi event Grebeg Sudiro 2024. Grebeg Sudiro merupakan sebuah tradisi yang digelar di Kelurahan Sudiroprajan, Solo, Jawa Tengah, sebagai bentuk akulturasi budaya antara Tionghoa dan Jawa. Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kawasan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024) menjelaskan, Grebeg Sudiro menjadi salah satu bagian 100 Karisma Event Nusantara (KEN). Event yang memasuki tahun ke-15 ini merupakan simbol dan wujud aktualisasi, akulturasi, pembauran, dan harmoni dalam kebhinekaan di kawasan heritage Pasar Gede dan Kampung Pecinan yang menjadi bagian Kelurahan Sudiroprajan. “Grebeg Sudiro menjadi event KEN pertama tahun 2024 yang digelar. Saya mencari event-event seperti ini, yang bisa naik kelas dari event kelurahan naik menjadi event provinsi. Saya berharap ini bisa menjadi event internasional. Ini juga sebuah gerakan masyarakat yang menginspirasi kita untuk bangkit, ekonomi kita digerakkan dari sektor konsumsi dan di event ini kita melakukannya,” terang Sandiaga kepada 1miliarsantri.net, Ahad (11/2/2024). Presiden Joko Widodo, kata Menparekraf Sandiaga, telah berpesan bahwa pascapandemi harus dipastikan ada event-event yang berkualitas yang bisa mendatangkan dampak positif langsung bagi masyarakat. “Menariknya, selain ini adalah event pertama KEN. Event ini juga berdekatan dengan Imlek, keseruannya pas dengan budaya Jawa. Menjadi simbol bahwa kita semua saudara dalam kebhinekaan Indonesia,” sambungnya. Menparekraf juga mengarahkan agar event yang digelar mulai 27 Januari sampai 24 Februari 2024 dapat dikembangkan melalui platform digital. “Saya ingin strategi storynomicnya dikembangkan dan didokumentasikan dalam bentuk digital sehingga event ini bisa menjadi contoh event-event lain di Indonesia. Kalau bisa konten-kontennya terus ditingkatkan,” imbuhnya. Selain berbarengan dengan perayaan imlek. Tahun ini, Grebeg Sudiro berbarengan dengan kampanye salah satu paslon capres/cawapres di Solo dan ternyata masyarakat yang datang ke kampanye itu berbelanja dan berburu wisata kuliner. “Jadi pergerakan ini menghasilkan peningkatan kunjungan bagi wisatawan salah satunya melalui Grebeg Sudiro. Dampaknya luar biasa, ini event yang dikemas dengan baik secara waktu juga tepat berbarengan dengan Imlek dan kita saksikan penutupannya pada 22 Februari 2024. Kami akan menghitung dampaknya secara menyeluruh,” ujarnya. ‘Grebeg’ dalam tradisi Jawa, merujuk pada perayaan rutin dan ucapan syukur untuk memperingati peristiwa penting. Sementara ‘Sudiro’ diambil dari Kampung Sudiroprajan di sekitar Pasar Gede. Tradisi ini awalnya untuk memperingati ulang tahun Pasar Gede Hardjonagoro yang digagas oleh warga etnis Tionghoa dan Jawa di Kampung Sudiroprajan. Dengan semangat kebhinekaan, Pemerintah Kota Solo mendukung Grebeg Sudiro sebagai perayaan tahunan. Grebeg Sudiro melibatkan dua kegiatan utama, yakni sedekah bumi dan kirab budaya. Sedekah bumi mengekspresikan rasa syukur pedagang Pasar Gede dan masyarakat sekitar. Sementara kirab budaya melibatkan kebersamaan dua etnis, Tionghoa dan Jawa, dengan menampilkan tarian khas Jawa, serta pertunjukan Liong dan Barongsai. Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, dikenal sebagai Kampung Pecinan karena dihuni banyak etnis Tionghoa. Wilayah ini mencakup Kampung Kepanjen, Balong, Mijen, Ngampil, Samaan, Ketandan, Limolasan, dan Balong Lengkong. Dalam kesempatan tersebut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Direktur Pemasaran Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf Dwi Marhen Yono dan Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Agustin Perangin-Angin. (lil) Baca juga :

Read More

ISNU Jatim dan Minhaj Welfare Foundation Inggris Kontrak Kerja Sama Bidang Dakwah dan Pendidikan

Malang — 1miliarsantri.net : Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur melakukan penandatanganan kerja sama dengan Minhaj Welfare Foundation, Inggris, Sabtu (10/2024) di ruang pertemuan Masjid Sabilillah Kota Malang. Penandatanganan dilakukan Ketua ISNU Jatim, Prof M Mas’ud Said dan Faishal Husein, Managing Director Minhaj Welfare Foundation. Wujud kerja sama awal dengan pengiriman ulama juru dakwah dari NU ke Inggris. Sebagai ormas Islam terbesar di dunia, NU merupakan jam’iyah para ulama. “Ini telah membuktikan berapa NU sebagai naungan al-ulama’ waratsatul anbiya’. Ulama pewaris para nabi,” terang Adnan Suhail, salah seorang dari Yayasan Islam di Inggris kepada 1miliarsantri.net, Ahad (11/2/2024). NU mengusung Islam rahmatan lil alamin, mengedepankan adab dan akhlak, yang tercermin dalam kepribadian masyarakat Indonesia. Apalagi, Indonesia menjadi penting karena mayoritas Islam terbesar di dunia. “ISNU dengan misi mengembangkan masyarakat yang islami di belahan timur dunia. Sedang Yayasan kami berada di belahan barat, yang bisa ditautkan kerja samanya untuk kepentingan kemajuan dunia,” tutur Imraan Qureshi, dalam sambutan pengantarnya. Prof M Mas’ud Said, yang juga Ketua Yayasan Sabilillah Malang, menginformasikan tentang eksistensi Masjid Sabilillah Malang. “Pendiri Yayasan dan Masjid ini, memang seorang Pejuang Kemerdekaan Indonesia dan memimpin Barisan Sabilillah di masa Revolusi Indonesia,” ungkap Mas’ud Said, didampingi Muhammad Dawud, Sekretaris ISNU Jatim. Kalau ISNU Cabang Istimewa Inggris bisa dibantu kantor. Dengan kerja sama, mereka siap menyiapkan kantor untuk ISNU cabang istimewa di Inggris. “Kami siap membantu ISNU untuk kerja sama lebih lanjut di Inggris,” kata Adnan Suhail. Sementara itu, Mahyan Jibril, bidang kerja sama luar negeri ISNU Jatim, mengatakan, menyusul penandatanganan kerja sama ini, rencana tindak lanjut, ISNU melakukan seleksi dai ke Inggris. “Ini momentum baik untuk diwujudkan dalam mengembangkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin,” tutupnya. (fq) Baca juga :

Read More

Rasulullah Tidak Menerima Makanan Yang Bersumber Dari Zakat dan Sedekah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kita semua sebagai makhluk selalu diberikan rezeki oleh Allah SWT. Rezeki tersebut sangat bermacam-macam, mulai dari kesehatan, keamanan, hingga yang bisa dinikmati seperti makan dan minum. Dalam hal makanan, Rasulullah SAW sangat menjaga agar yang masuk dalam tubuhnya adalah sesuatu yang halal. Bahkan, beliau tak boleh mengambil makanan yang bersumber dari sedekah dan zakat. Karena memang demikian diperintahkan kepada Beliau. Rasul SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu tidak halal bagi Muhammad dan keluarganya.” (HR Muslim). Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah SAW pulang ke rumah, beliau mendapat sebutir kurma di tempat tidurnya. Beliau pun bermaksud untuk memakannya. Namun, belum sempat merealisasikannya, beliau membuang kurma itu. “Aku khawatir kurma itu adalah kurma sedekah (zakat), maka aku membuangnya.” (HR Bukhari/2431, dan Muslim/1070, dari Abu Hurairah RA). Dalam riwayat lain, sebagaimana ditulis oleh Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi RA dalam karyanya Fadha`il al-A’mal (Keutamaan Beramal) disebutkan, suatu ketika Rasulullah SAW tak bisa memejamkam matanya sepanjang malam. Beliau tampak gelisah dan selalu mengubah posisi tidurnya. Namun, hal itu tak juga membuat beliau tertidur. Aisyah RA, istri Rasulullah, kemudian bertanya penyebab beliau kesulitan memejamkan matanya untuk tidur. Rasul menjawab, “Tadi ada sebutir kurma yang diletakkan di suatu tempat. Karena khawatir kurma itu terbuang sia-sia maka aku memakannya. Sekarang aku merasa khawatir dan menyesal, karena mungkin kurma itu dikirimkan ke sini untuk disedekahkan kepada orang-orang miskin.” Rasul SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu tidak halal bagi Muhammad dan keluarganya.” (HR Muslim). Saat ini, betapa banyak beredar makanan dan minuman yang tidak halal di sekitar kita. Kehalalan suatu makanan atau barang, bukan hanya zatnya, tapi juga dari cara mendapatkannya, mengolahnya, dan mengonsumsinya. Ayam, misalnya, adalah hewan yang dihalalkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Walau demikian, tidak serta-merta ayam itu halal dikonsumsi. Pertama, apakah ayam yang telah dimasak itu sudah disembelih dengan menyebut nama Allah. Kedua, apakah proses pengolahannya dan bahan-bahannya juga dari sumber yang halal. Dan ketiga, apakah ketika akan dikonsumsi (dimakan) juga dilakukan dengan cara-cara yang sesuai ajaran Islam? Kita tentu sering menemukan makanan atau minuman yang dibiarkan begitu saja. Tidak diketahui siapa pemiliknya. Namun, karena begitu membutuhkannya (haus atau lapar), acap kali kita langsung mencicipinya tanpa sepengetahuan dari sang pemilik makanan atau minuman tersebut. Hal seperti ini juga merupakan perbuatan yang tidak dihalalkan, karena perbuatan itu sama dengan mencuri. Allah SWT dan Rasul-Nya sudah memperingatkan kita untuk selalu berhati-hati dengan makanan yang tidak halal. Sebab, sekecil apa pun makanan atau minuman yang dikonsumsi dan tidak jelas kehalalannya, hal itu dapat mencegah seseorang dari wanginya bau surga. (HR Muslim). Ahmad bin Hanbal pernah ditanya, “Apa yang bisa melembutkan hati?” Beliau menjawab, “Makanan yang halal.” Makanan yang halal sangat memengaruhi corak dan isi hati seseorang. Jika tubuh manusia dibentuk dari sumber yang halal, maka hatinya akan berkembang penuh kelembutan. Sebaliknya, makanan dari sumber yang tidak halal akan membuat hatinya keras dan mati. Karena itu, kita patut berhati-hati akan makanan dan minuman yang tidak halal. Rasulullah SAW menyampaikan, “Sungguh akan datang suatu masa, yaitu seseorang tidak lagi peduli darimana dia mendapatkan harta, apakah jalan halal atau haram.” (HR Bukhari). (yat) Baca juga :

Read More

Ini 3 Misteri di Arab yang Belum Terungkap

Abu Dhabi — 1miliarsantri.net : Sejarah negara-negara Arab mengandung banyak misteri yang selalu membangkitkan semangat para peneliti dan arkeolog untuk menemukannya. Ini sekaligus menghadirkan tantangan bagi mereka untuk menguraikannya dan memecahkan simbol-simbol menakjubkan. Misteri-misteri ini tersebar sepanjang zaman dan mencakup periode yang berbeda-beda, termasuk ada yang berhubungan dengan barang antik, ada yang berhubungan dengan peradaban kuno, dan juga termasuk makhluk asing. Ada beberapa misteri sejarah di negara-negara Arab yang rahasianya belum terpecahkan hingga saat ini, seperti makam Tutankhamun dan penjara Qara di Maroko. Namun, mereka masih menarik wisatawan dari berbagai negara di dunia. Tiga Misteri Belum Terpecahkan di Arab Pohon ini juga disebut dengan Pohon Naga, yang memiliki bentuk unik menyerupai tajuk atau mahkota, yang terdiri dari cabang-cabang. Pohon Darah Bersaudara ini terletak di Pulau Socotra di Samudera Hindia, dekat Teluk Aden. Wilayah tersebut merupakan bagian dari kepulauan bernama sama, yang terdiri dari empat pulau utama dan dua pulau kecil berbatu, dan sekitar 50.000 orang tinggal di sana. Pohon ini terkenal dengan cairan berwarna merah darah yang keluar jika kulit kayunya yang lembut tergores. Dam al-Akhawayn atau Pohon Darah Bersaudara dianggap sebagai salah satu spesies pohon langka karena hanya dapat ditemukan secara alami di Pulau Socotra. Pohon ini secara tradisional digunakan dalam pengobatan tradisional di Yaman. Cairan darahnya dianggap memiliki manfaat pengobatan. Cairannya diduga digunakan untuk mengobati infeksi kulit dan bisul, dan juga digunakan sebagai desinfektan gusi. Para ahli juga menunjukkan manfaatnya dalam mengobati beberapa masalah sistem pencernaan dan sakit maag. Kepulauan Socotra telah terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 2008 karena keanekaragaman lingkungannya yang besar dan spesies unik yang ditemukan di wilayah tersebut. Kepulauan ini memiliki 825 spesies tumbuhan, lebih dari sepertiganya tergolong unik. Penjara Qara terletak di kota Meknes di Maroko tengah, dan sejarahnya dimulai pada abad ke-18 Masehi. Saat ini, penjara tersebut dianggap sebagai salah satu lokasi wisata yang menarik pengunjung dari seluruh dunia. Penafsiran berbeda mengenai penamaan Penjara Qara yang misterius dan kontroversial, begitu pula pendapat mengenai wilayahnya dan peristiwa yang terjadi di sana. Namun, yang pasti adalah ini adalah penjara yang menakutkan karena digambarkan mereka yang masuk akan tersesat dan mereka yang di luar akan lahir. Menurut salah satu catatan sejarah, Penjara Qara adalah nama seorang tahanan Portugis yang ahli di bidang teknik dan konstruksi. Tahanan ini mendapat janji dari Sultan Moulay Ismail dari dinasti Alaouite, yang memerintah Maroko pada periode antara 1672 dan 1727 M untuk membebaskan dirinya. Namun, dengan syarat yaitu dibuatkan untuk sultan bangunan penjara besar yang akan menampung lebih dari 40 ribu tahanan dan tahanan selama periode jihad maritim pada abad ke-18. Ada penjelasan sejarah lain yang menyatakan nama penjara tersebut berasal dari masa kolonial Perancis pada tahun 1912, ketika otoritas Perancis menggunakan tempat mengerikan ini untuk memenjarakan pejuang perlawanan Maroko. Disebutkan bahwa semula penjaga penjara ini disebut “Qara”, yang kemudian lambat-laun mengalami pergeseran makna yang merujuk ke nama penjara itu sendiri. Secara historis, Penjara Qara menimbulkan banyak misteri karena catatan menegaskan penjara ini tidak seperti penjara tradisional lainnya. Penjara ini dianggap sebagai labirin bawah tanah di mana setiap koridor memanjang ke koridor lain. Setiap ruangan mengarah ke ruangan lain sehingga sulit untuk dipahami dan melarikan diri dari penjara tersebut. Kengerian dan legenda “Qara” juga terletak pada tidak adanya pintu atau jendela karena konon narapidana dijebloskan ke dalam penjara melalui lubang di langit-langitnya, dan menghabiskan sisa hidupnya di penjara misterius ini atau memperoleh kebebasan melalui negosiasi. Setelah para petualang Perancis berusaha menjelajahi penjara tersebut, dan mereka belum keluar dari penjara tersebut hingga hari ini. Lalu, pihak berwenang setempat menutup penjara bersejarah tersebut dan mengubahnya menjadi lokasi wisata. Meskipun ada ruang kecil yang terbuka untuk pengunjung, misteri seputar penjara unik ini masih menimbulkan rasa penasaran dan pertanyaan. Cerita juga beredar tentang penghuninya. Beberapa menceritakan tentang keberadaan jin yang tinggal di sana setelah penutupan penjara tersebut. Ada yang menyangkal rumor tersebut dan ada pula yang membenarkan misteri tersebut. Gua Tassili berada di taman nasional Tassili n’Ajjer di gurun Sahara, yang terletak di dataran tinggi Aljazair tenggara. Gua Tassili di Aljazair tetap menjadi fakta yang menimbulkan keingintahuan dan misteri bagi para ilmuwan. Gua ini juga memberikan tantangan bagi mereka dalam memahami monumen kuno. Gua-gua ini terletak di Gurun Djanet di tenggara Aljazair dan dicirikan dengan batuan unik yang dikenal sebagai “hutan batu”. Gua Tassili ditemukan pada tahun 1938 oleh penjelajah Prancis Brennan, dan yang paling mengejutkannya adalah tulisan aneh dan mempesona di dindingnya. Prasasti ini menunjukkan kehidupan masyarakat kuno sekitar 30.000 tahun yang lalu. Namun, yang mencolok adalah penggambaran elemen modern yang menakjubkan, seperti kendaraan mirip pesawat dan pria yang mengenakan pakaian mirip dengan pakaian modern kita. Ada beberapa teori tentang pemahaman prasasti tersebut, namun ada tiga teori utama yang memicu banyak kontroversi. Satu teori menunjukkan prasasti tersebut mewakili tanda kunjungan makhluk asing atau alien di masa lalu, dan memiliki hubungan yang kuat dan dampaknya terhadap perkembangan kebudayaan manusia. Teori lain menyebutkan adanya peradaban kuno misterius di wilayah tersebut, mungkin terkait dengan mitos Atlantis. Teori ketiga berspekulasi bahwa prasasti tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat kuno yang maju namun menghilang tanpa catatan sejarah. (dul) Baca juga :

Read More

Alumni Pesantren Nurul Jadid Probolinggo Fokus Pemberdayaan Ekonomi 

Probolinggo — 1miliarsantri.net : Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo menggelar halaqah alumni dengan tema “Penguatan Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Masyarakat Pendidika, Sosial Keagamaan dan Pengembangan Ekonomi”. Sabtu (10/02/24) di ruang auditorium I Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan halaqah ini adalah rangkaian dari kegiatan pra haul dan harlah yang ke 75. Ketua Panitia Didik Agung P Wicaksono mengatakan bahwa ada tiga tema yang akan dibicarakan pada halaqah kali ini, yaitu; Pengembangan ekonomi pesantren melalui Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPes), Pemberdayaan Laziskaf dan Pendidikan layanan guru tugas. Titik penekanan halaqah kali ini fokus pada pengembangan dan pemberdayaan ekonomi. “Dalam pengembangan ekonomi pesantren Nurul Jadid telah bermitra dan berjejaring melalui BUMpes dan juga mengkolaborasikan hasil produk pesantren melalui jejaring agar dapat mengembangkan ekonomi pesantren lebih baik,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (10/2/2024). Hal senada disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid bahwa bahwa fungsi pesantren itu di titik tafaqquh adalah pendidikan dan pengkaderan, tetapi di titik untuk memberi peringatan (inzar) barangkali juga bisa dimulai pada proses sejak di pesantren adalah dimensi pelayanan masyarakat dan dakwah Menurut Kiai Hamid, kita memikirkan bagaimana dua peran lainnya, pelayanan kemasyarakatan dan dakwah itu bisa dilakukan secara sistemik dan sistematis. Kita yakin bahwa watak dan karakter santri pada dasarnya itu seperti apa yang pernah didawuhkan pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo yaitu; “Kalau warga nuruljadid tidak berjuang di masyarakat, maka ia telah berbuat maksiat” Selanjutnya, Ia menambahkan, paling tidak berbuat sesuai dengan kondratnya sebagai manusia, bahwa dalam ultimate goal berbuat sesuatu, melakukan peran transformatif di masyarakat, maka ketika dia hanya berbuat untuk dirinya, dia telah melanggar fitrah dasarnya, karena itu dia telah berbuat maksiat. Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan bahwa santri harus melaksanakan visi dan misi pesantren dengan berdakwah yaitu mengajak kepada kebaikan kemudian memberi pelayanan pada masyarakat. “Berdakwah harus dengan melakukan pendekatan pada masyarakat. Para muballig terdahulu di dalam menyebarkan islam dengan cara berdagang. Karena dengan berdagang itu lebih efektif untuk menyapa masyarakat,” tegasnya. Namun Kiai Zuhri menekankan bahwa perlu ada pembedaan antara kerja sosial dan kerja bisnis. “Kerja bisnis harus ada perhitungan sedangkan kerja sosial meskipun tidak ada perhitungan itu tidak ada masalah,” pungkasnya. (run) Baca juga :

Read More