Anak Penjual Gula Jawa Berhasil Raih Gelar Profesor di UGM

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Setiap orang berhak memiliki kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri tanpa terbatas oleh usia, karena belajar merupakan proses seumur hidup yang dapat dilakukan kapan pun. Hal ini dibuktikan oleh Sarjiya, seorang anak penjual gula Jawa yang sukses meraih gelar profesor di Universitas Gajah Mada (UGM). Momen haru tersebut terjadi saat pengukuhan Guru Besar, Prof. Ir. Sarjiya, MT., Ph.D., IPU., di ruang Balai Senat UGM, yang dilaksanakan pada Kamis (1/2/2024) lalu. Suasana haru dan kebanggaan pun terasa begitu kental dalam ruangan tersebut. Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM ini suaranya terdengar bergetar dan matanya berkaca-kaca saat membacakan pidato pengukuhan. Beberapa kali ia harus berhenti sejenak membacakan teks pidato untuk menyeka air matanya yang mengalir deras. “Secara khusus saya mohon maaf kepada adikku, Suparsih, yang waktu itu terpaksa tidak bisa melanjutkan ke bangku SMA, meskipun dengan nilai ujian SMP yang sangat baik, karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk membiayai sekolah kita berdua secara bersamaan,” terangnya dia yang dikutip Senin (19/2/2024). Dengan adanya pengorbanan tersebut, dengan menahan tangis haru nya, Sarjiya berharap saudara-saudaranya mendapatkan imbalan yang lebih baik lagi. “Semoga pengorbanan kakak-kakak dan adikku mendapatkan imbalan kebaikan yang lebih banyak dari Tuhan Yang Maha Esa,” imbuhnya. Usai menyampaikan pidato, Sarjiya langsung mendatangi sang ibunda sambil bersujud. Ia memeluk ibundanya dengan erat. Selanjutnya ia menyalami empat saudari perempuannya. Sayang, sang Ayah tidak hadir di momen pengukuhan dirinya karena sudah berpulang. “Maturnuwun Bu,” kata Sarjiya terbata-bata. Sebagai informasi, Sarjiya merupakan pria kelahiran Kulon Progo 51 tahun silam terlahir dari keluarga sederhana di Lendah, Kulonprogo. Ayahnya, Pujidiyono, sehari-hari bekerja sebagai buruh tobong labor atau pengrajin gamping. Sedangkan sang ibu, Sumirah, pedagang gula jawa yang setiap harinya berkeliling menyusuri jalan di kota Yogyakarta untuk menjajakan dagangannya. “Bapak dan Ibu waktu itu berani membuat keputusan untuk mengizinkan dan membiayai saya melanjutkan sekolah,” katanya. Sarjiya menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Pengkol, Kulon Progo tahun 1987, lalu menyelesaikan pendidikan menengah pertama di SMP Brosot tahun 1990. Selanjutnya, pendidikan sekolah menengah diselesaikan di SMAN 1 Teladan Kota Yogyakarta tahun 1993 dan di tahun yang sama melanjutkan kuliah di S1 Teknik Elektro UGM. Lalu pendidikan S2 dilanjutkan di Magister Teknik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, lulus tahun 20021. Pendidikan doktor diselesaikan di prodi Electrical Enggineering, Chulalongkorn University, Thailand. (yus) Baca juga :

Read More

Israel Berencana Batasi Akses warga Palestina Masuki Kompleks Masjid Al Aqsa

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelompok pejuang Hamas merespons rencana Israel untuk membatasi akses warga Palestina ke Masjid Al Aqsa selama bulan suci Ramadhan. Hamas menyebut hal itu sebagai cerminan kekejian Zionis dan perang agama yang dilancarkan oleh elemen radikal Pemerintah Israel terhadap rakyat Palestina. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin (19/2/2024), Hamas mengkritisi sikap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyetujui seruan Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir untuk melarang warga Palestina memasuki Al Aqsa selama Ramadhan. Hamas menyebut rencana itu merupakan pelanggaran kebebasan beribadah di masjid suci tersebut. Pengumuman itu, menurut Hamas, juga menunjukkan niat Israel untuk meningkatkan serangannya terhadap Masjid Al Aqsa selama Ramadhan. Hamas menyerukan warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan Israel untuk menolak dan melawan “keputusan kriminal” Israel tersebut, serta mendesak mereka untuk berbondong-bondong menuju ke Masjid Al Aqsa. Channel 13 Israel melaporkan sebelumnya bahwa meskipun ada peringatan dari badan keamanan dalam negeri Israel (Shin Bet) bahwa akan ada bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di Israel, Netanyahu menyetujui pembatasan akses masuk warga Palestina ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan. Hanya segelintir warga Palestina yang akan diizinkan memasuki masjid tersebut selama bulan tersebut. Sejak serangan Israel ke Jalur Gaza Oktober tahun lalu, polisi Israel terus membatasi akses menuju Masjid Al Aqsa bagi masyarakat Palestina di Israel, khususnya bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah sholat Jumat. Meski demikian, sekitar 25 ribu warga Palestina berhasil masuk Masjid Al Aqsa pada Jumat lalu untuk sholat Jumat pertama di masjid tersebut sejak serangan Israel berlangsung. Pembatasan sholat Jumat di Masjid Al Aqsa dari Oktober 2023 hingga Jumat kemarin menjadi yang terlama sepanjang sejarah, menurut seorang pejabat Dinas Wakaf Muslim di Yerusalem yang tidak disebutkan namanya. Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan hampir 29 ribu rakyat Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut serbuan Israel itu menyebabkan 85 persen populasi Gaza terusir dari tempat tinggal mereka dan 60 persen infrastruktur Gaza rusak dan hancur. Warga Gaza juga mengalami krisis makanan, air bersih, dan obat-obatan. (zul) Baca juga :

Read More

Hasil Sidak Pasar, KPPU Pastina Ketersediaan Bahan Pokok Aman

Surabaya — 1miliarsantri.net : KPPU berupaya untuk selalu memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok agar tetap aman jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Salah satunya memantau langsung pasar, yang kali ini mengambil sampel di Pasar Tambahrejo Surabaya, Sabtu (17/2). Kegiatan ini dihadiri Ketua KPPU RI, M. Fanshurullah Asa, Budi Joyo Santoso (Anggota KPPU), Adhi Karyono (Pj Gubernur Jawa Timur), H. Ferry Firmawan (Ketua Komisi 2 BPKN), Ermin Tora (Kakanwil Bulog Jawa Timur), Pemerintah Kota Surabaya, Polda Jawa Timur dan dinas terkait. Pemantauan tersebut merupakan komitmen KPPU dalam melakukan pengawasan persaingan usaha sebagai amanat dari Undang – undang Nomor 5 Tahun 1999. Kegiatan ini juga dilakukan untuk menampung keluhan dari para pelaku usaha berkaitan dengan harga maupun ketersediaan bahan pokok di pasar. Adapun hasil pemantauan di Pasar Tambahrejo menunjukkan informasi dimana harga beras premium mencapai Rp. 16.000/Kg berada 15% diatas harga HET dan harga beras medium mencapai Rp. 11.000/Kg (0,9% diatas HET). harga gula pasir berkisar Rp. 17.000/kg (9,6% diatas HET), harga daging ayam Rp. 33.000/kg (10,2% dibawah HET), harga daging sapi Rp. 110.000/kg (21,4% dibawah HET), harga telur ayam Rp. 29.000/kg (7,4% diatas HET), harga bawang merah Rp. 25.000/kg (39,7% dibawah HET), harga cabe rawit Rp. 80.000/kg (40,4% diatas HET), dan harga cabe merah keriting Rp. 80.000/kg (45,4% diatas HET). “Hari ini KPPU menemukan fakta bahwa meski terdapat beberapa komoditas yang berada diatas HET yang ditetapkan oleh Pemerintah, diantaranya beras, gula, dan cabe, namun ketersediaan pasokan masih stabil, bahkan beberapa komoditas dijual dibawah HET seperti bawang merah, daging sapi dan daging ayam ras. KPPU sendiri akan fokus untuk mengawasi ada tidaknya potensi persaingan usaha tidak sehat, jangan sampai pelaku usaha melakukan praktek kartel atau persekongkolan untuk mengatur pasar yang berpengaruh pada harga bahan pokok, karena kasihan masyarakat kecil terutama untuk persiapan masuk puasa ramadhan”, jelas Fanshurullah. Lebih lanjut, pelaku usaha dihimbau agar mematuhi ketentuan Undang-Undang No. 5 Tahun 1999. “Pelaku usaha agar berhati-hati dalam menentukan harga komoditas pangan agar tidak melanggar ketentuan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999”, tegas Fanshurullah. (har) Baca juga :

Read More

Terdapat Enam Golongan Yang Dilaknat Allah SWT dan Rasul-nya

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Dalam Islam laknat Allah SWT yang ditujukan untuk hamba menunjukkan bahwa, perilaku tertentu tersebut merupakan dosa besar. Pelakunya pun mendapat posisi terendah di hadapan-Nya. Dalam Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Madani, Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan sebagai berikut: كُلُّ ذَنْبٍ كَانَتْ عُقُوْبَتُهُ اللَّعْنَةَ فَهُوَ مِنْ كَبَائِرِ الذُّنُوْبِ “Setiap dosa yang hukumannya adalah mendapatkan laknat, maka dia termasuk dosa besar. Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam kitab Nashaihul Ibad menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dan Imam Hakim. Dalam riwayat tersebut diungkapkan enam golongan manusia yang dilaknat oleh para Nabi dan Allah SWT. Dilansir dari kitab Nashaihul Ibad yang diterjemahkan Abu Mujaddidul Islam Mafa dan diterbitkan Gitamedia Press, 2008, Rasulullah SAW bersabda: سِتَّةٌ لَعنتُهم ولَعَنَهم اللهُ -وكلُّ نبيٍّ مُجابٌ-: الزائدُ في كِتابِ اللهِ، والمُكذِّبُ بقَدَرِ اللهِ، والمُتسلِّطُ بالجبروتِ ليُعِزَّ مَن أذلَّ اللهُ، ويُذِلَّ مَن أعَزَّ اللهُ، والمُستحِلُّ لحُرُمِ اللهِ، والمُستحِلُّ من عِتْرَتي ما حرَّم اللهُ، والتاركُ لسُنَّتي “Enam orang yang akan saya laknat, dilaknat juga oleh Allah dan oleh setiap Nabi, yakni orang yang tidak diterima doanya yaitu orang yang menambahi isi kitab Allah. Orang yang mendustakan qadar Allah. Penguasa yang zalim yang menindas dengan sewenang-wenang sehingga memuliakan orang yang dihinakan Allah dan menghinakan orang yang dimuliakan Allah. Orang yang menghalalkan perbuatan yang diharamkan di Tanah Haram (Tanah Suci) Allah. Orang yang menghalalkan perbuatan terlarang terhadap keturunan dan kerabatku. Orang yang berpaling dari sunnahku. Sesungguhnya Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat nanti dengan pandangan kasih sayang.” (Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi al-Banteni) Golongan manusia yang akan dikutuk oleh Nabi Muhammad SAW, Allah SWT, dan para Nabi yang lain itu ada enam. Pertama, orang yang dengan sengaja menambah isi Kitab Allah. Yaitu orang yang memasukkan sesuatu yang tidak ada dalam Alquran dan menakwilkannya (menerangkannya) dengan sesuatu yang tidak benar. Kedua, orang yang mendustakan qadar atau ketentuan Allah. Yaitu hubungan kehendak yang bersifat Dzat dengan beberapa perkara pada waktu tertentu dan sebab tertentu yang merupakan suatu perumpamaan dari qadar. Ketiga, penguasa yang bertindak dengan sewenang-wenang, yang mengagungkan orang yang telah dihinakan oleh Allah SWT dan menghina orang yang telah diagungkan oleh-Nya. Keempat, orang yang menghalalkan apa-apa yang telah diharamkan oleh Allah, yaitu orang yang mengerjakan segala sesuatu yang haram dan mengerjakannya di Tanah Haram, Makkah. Kelima, golongan yang melakukan perbuatan terlarang terhadap keturunan dan sanak kerabat Rasulullah SAW. Yaitu orang yang berbuat maksiat, mendurhakai dan menzalimi keturunan dan kerabat Rasulullah SAW. Keenam, orang yang berpaling dari sunnah Rasulullah SAW, karena meremehkannya. (yus) Baca juga :

Read More

Komunitas Muslim Belanda Bagikan Al-Qur’an di Acara ‘Don’t Burn

Den Haag — 1miliarsantri.net : Komunitas Muslim di Belanda membagikan salinan Al-Qur’an dengan terjemahan bahasa Belanda di acara “Don’t Burn, Read”. Pendistribusian tersebut bertujuan untuk menyadarkan akan kemurnian kitab suci Al’Qur’an. Aksi damai tersebut dilakukan setelah penistaan Al-Qur’an oleh pemimpin kelompok sayap kanan, Patriotic Europeans Against the Islamization of the West (PEGIDA) pada bulan lalu. Enam pemimpin masjid mengorganisir acara pembagian Al-Qur’an di Lapangan Jansplein, Arnhem, tempat pemimpin sayap kanan Edwin Wagensveld berusaha membakar salinan Al-Qur’an pada 13 Januari lalu. Pada acara tersebut, Al-Qur’an dengan terjemahaan bahasa Belanda dan brosur penjelasan Islam dibagikan gratis kepada orang yang lewat. Galip Aydemir, presiden Yayasan Masjid Arnhem Türkiyem yang berafiliasi dengan Yayasan Diyanet Belanda, menyampaikan kepada media setempat, Ahad (18/2/2024), aksi ini bertujuan untuk menyampaikan pesan tentang Islam dan kitab suci Al-Qur’an bagi umat Muslim. Dia mengungkapkan keinginannya untuk persatuan dan solidaritas di antara masyarakat Arnhem. “Biarlah Al-Qur’an dan semua teks suci tidak dibakar, tetapi dibaca.” terangnya. Peserta asal Belanda, John Maters, menerima mushaf Al-Quran dan mengapresiasi acara tersebut. Ia juga mengkritik tindakan provokatif Wagensveld bulan lalu. “Ketika Anda berpikir tentang tindakan provokatif yang dilakukan bulan lalu, Anda mengubah orang menjadi musuh satu sama lain. Saya rasa Anda tidak harus beragama untuk memahami bahwa ini tidak masuk akal,” pungkasnya. (fid) Baca juga :

Read More

Kisah Akhir Perjuangan Sultan Hasanuddin dalam Melawan Penjajah

Makassar — 1miliarsantri.net : Siapa yang tidak mengenal Sultan Hasanuddin. Beliau adalah raja Kerajaan Gowa-Tallo atau Kerajaan Makassar yang memerintah antara tahun 1653 hingga 1669. Pada saat memerintah, Sultan Hasanuddin melancarkan perlawanan terhadap VOC. Perlawanan Sultan Hasanuddin terhadap VOC terjadi pada tahun 1666 hinga 1669. Penyebab Sultan Hasanuddin melakukan perlawanan di Makassar adalah ambisi VOC untuk memaksakan monopoli perdagangan Perjuangan yang telah dilakukan oleh Sultan Hasanuddin berakhir dengan kekalahan. Pada 24 Oktober 1666, angkatan laut VOC berangkat ke Makassar di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Spelman. VOC tiba di depan Benteng Somba Opu pada 15 Desember 1666, dengan kekuatan 21 kapal perang serta 600 pasukan. Segera setelah itu, pecah pertempuran antara VOC dan pejuang Makassar yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. Pada saat perang berlangsung, VOC mencari sekutu dengan cara melancarkan politik devide et impera terhadap Aru Palaka, yang pernah menjadi tahanan bagi Kerajaan Gowa-Tallo bersama keluarganya. Setelah mendapat dukungan Aru Palaka, VOC semakin percaya diri untuk menggempur pertahanan Sultan Hasanuddin. Meski sempat kewalahan, VOC akhirnya unggul setelah mendapat kiriman bantuan dari Batavia. Pada 18 November 1667, Sultan Hasanuddin kemudian dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya, yang salah satu isinya Gowa harus mengakui hak monopoli VOC. Isi Perjanjian Bongaya yang sangat merugikan pihaknya, membuat Sultan Hasanuddin kembali melemparkan serangan. Pada 1668, Sultan Hasanuddin memimpin perlawanan Makassar terhadap VOC untuk yang kedua kalinya. Namun, perlawanan ini segera dipadamkan, bahkan benteng pertahanan rakyat Gowa, yang kemudian diberi nama Benteng Rotterdam, jatuh dan dikuasai oleh VOC. Dengan begitu, hasil perlawanan rakyat Makassar terhadap VOC tetap berakhir dengan kekalahan. Sultan Hassanudin turun takhta pada 1669 dan meninggal satu tahun kemudian karena sakit. (ndro) Baca juga :

Read More

BMKG Peringatkan Akan Terjadi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin di Beberapa Wilayah Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan akan terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang masih berpotensi turun di sebagian besar wilayah Indonesia termasuk sejumlah kota besar di Tanah Air. Berdasarkan peringatan dini cuaca yang dikutip dari situs BMKG dari Jakarta pada hari Ahad (18/2/2024), hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan turun di beberapa titik di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Hujan lebat juga berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, serta Papua. Sementara itu, hujan dengan intensitas lebih ringan dapat terjadi di sejumlah titik di Provinsi Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. Secara khusus BMKG memperingatkan potensi hujan petir turun di kota Jambi, Pangkal Pinang, Pekanbaru, dan Padang. Kota lain dapat mengalami hujan intensitas sedang termasuk Pontianak serta Palembang dan potensi hujan ringan di Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Palangka Raya, Ambon, Mataram, Jayapura, Manokwari, Mamuju, Makassar, Kendari, dan Medan. Kemudian untuk daerah DKI Jakarta, cuaca diprakirakan akan berawan atau cerah berawan di seluruh wilayahnya sepanjang hari. BMKG juga memperingatkan sejumlah provinsi masuk dalam kategori waspada dampak hujan lebat seperti banjir untuk wilayah Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, dan Papua. (Iin) Baca juga :

Read More

Penyuluh Agama Ikut Hadir Meminimalisir Angka Kenakalan Remaja

Banda Aceh — 1miliarsantri.net : Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Aceh mengajak seluruh penyuluh agama Islam (PAI) di provinsi paling barat Indonesia itu untuk berperan meminimalisasi kenakalan remaja yang sedang marak di Aceh. Ketua IPARI Aceh Evi Sri Rahayu mengatakan PAI perlu aktif menjaga ketertiban dan ketentraman dalam masyarakat. Hal ini penting agar aktivitas masyarakat lancar tanpa khawatir dengan gangguan akibat kenakalan remaja. “Kalau keadaan kondusif, masyarakat mudah melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial,” terang Evi dalam keterangan diterima 1miliarsantri.net, Sabtu (17/2/2024). Dalam sebulan terakhir, kata dia, isu kenakalan remaja dan geng motor meresahkan masyarakat di Tanah Rencong, khususnya di Kota Lhokseumawe, Banda Aceh, dan Kabupaten Aceh Besar. Bahkan, sempat terjadi aksi perkelahian dan pembacokan. Menurut dia, mereka tidak terlahir sebagai anak-anak dengan sifat nakal, namun karena pergaulan tidak terbatas dan mudah terpengaruh, sehingga mereka terjebak dalam lingkungan yang tidak positif. Oleh karenanya, kata Evi, masih sangat potensial para remaja itu dibina sesuai persoalan masing-masing, sehingga kembali menjadi remaja yang produktif dan bermanfaat bagi bangsa. “Kalau bisa, arahkan mereka ke kegiatan olahraga yang punya efek positif bagi mereka,” tegas Ketua Tim Penyuluh Agama Islam Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh itu. Memang, lanjut Evi, mengatasi persoalan tersebut tidak mudah. Namun, apabila semua pihak mau terlibat dan berpartisipasi, persoalan kenakalan remaja dapat dihindari. Kepada penyuluh agama Islam, dia mengingatkan agar mengantisipasi pengaruh negatif terhadap remaja, yang kini berada dalam binaan penyuluh di masing-masing tempat bertugas. “Harapannya, tidak muncul kembali aksi-aksi anarkis yang dilakukan oleh remaja,” pungkasnya. (mik) Baca juga :

Read More

Komisi Informasi Pusat Ingatkan KPU Agar Tidak Bikin Rancu Pemilu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Arya Sandhiyudha, mencermati ragam informasi di sosial media yang menayangkan kerancuan jumlah perolehan suara. Arya mengultimatum KPU soal keterbukaan informasi publik ini. “Banyak protes soal C1 untuk DPR RI tidak bisa diakses di situs KPU. Ini menyulitkan verifikasi caleg dan publik atas informasi KPU. Hati-hati Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menayangkan informasi di website nya. Harus dicek dengan benar sistemnya, ditayang serta-merta, dan menginfokan yang akurat benar tidak menyesatkan,” terang Arya dalam keterangan tertulis yang diterima 1miliarsantri.net, Sabtu (17/2/2024). Arya menegaskan posisi KPU sebagai badan publik penyelenggara Pemilu, berkewajiban melaksanakan keterbukaan informasi publik yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi (PERKI) Nomor 1 tahun 2019 tentang Standar Layanan Informasi Publik Pemilu. “Di tengah dinamika proses perhitungan suara lapangan dan perdebatan sosial media, harusnya Website KPU dapat menjadi referensi informasi publik yang akurat, benar, dan tidak menyesatkan,” ungkap Arya. Arya menegaskan hal ini tidak hanya terkait perhitungan suara presiden dan wakil presiden, namun lebih penting juga di level penayangan jumlah suara partai politik dan caleg. “Karena pemilu ini terkait hajat hidup orang banyak kewajiban menginformasikannya harus serta-merta dan akurat. Kalau tidak, bisa timbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” imbuh Arya. Arya juga menyebutkan KPU harus cek ulang tiap bahan informasi yang masuk dan hendak ditayangkan. “Dua persoalan yang mengemuka, bisa telah terjadi ataupun berpotensi terjadi. Pertama, adanya tayangan informasi perolehan suara total partai politik yang lebih kecil dari akumulasi suara caleg. Kedua, adanya ketidaksesuaian suara antara yang tercantum di C1 dengan yang tayang di website KPU,” lanjut Arya. Arya mengingatkan kejadian ini bukan spesifik kasus satu Caleg dan Parpol tertentu. Arya menduga kejadian itu potensial dialami Caleg dan Parpol lain. “Silahkan KPU menjadikan ini early warning dan alarm perbaikan agar tidak menimbulkan kegaduhan,” pungkas Arya. (rid) Baca juga :

Read More

Menteri Kabinet Perang Israel Pastikan Penyerangan ke Palestina Hingga Ramadhan

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Kabinet Perang Israel, Benny Gantz, menyatakan kalau perang antara tentara Israel (IDF) terhadap gerakan pembebasan Palestina, Hamas, potensial akan terus berlanjut selama bulan Ramadan. “Israel dapat melanjutkan perangnya terhadap Hamas selama bulan suci Ramadan,” terang Benny Gantz pada Sabtu (17/2/2024) malam. Gantz menegaskan, IDF akan terus memburu Hamas di seluruh Gaza. Gantz yang melabeli Hamas sebagai kelompok teroris mengatakan, gerakan itu akan terus diburu hingga ke terowongan-terowongan mereka. “Teroris dan pemimpin Hamas harus tahu: Gaza tidak akan memiliki kota perlindungan, baik di atas maupun di bawah tanah. Pertempuran bisa berlanjut hingga bulan Ramadhan,” sambungnya. Benny Gantz juga mengatakan, Tentara IDF akan terus melanjutkan operasi militer darat (ground invasion) ke Rafah, kota di mana jutaan warga Palestina mengungsi dari seluruh Jalur Gaza. Hal lain, kata dia, Israel tengah menyiapkan hal-hal terkait serbuan militernya ke Rafah, termasuk bekerja sama dengan pemerintah Mesir. “Jika para sandera tidak dikembalikan, kami akan memperluas perang ke Rafah. Kami sedang mempersiapkan hal ini, bekerja sama dengan mitra kami termasuk Mesir,” klaimnya. Gantz lebih lanjut juga membahas masalah pengungsian lebih dari satu juta warga Palestina yang berada di Rafah, dengan mengatakan kalau Israel akan “mengevakuasi penduduk ke daerah yang aman – dan mulai beroperasi.” Mesir Siapkan Kawasan PengungsianMesir menyiapkan kawasan pengungsian buat warga Rafah yang terusir dari rumah mereka bila Israel melancarkan invasi darat, lapor sumber Reuters. Rencana tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi eksodus warga Palestina dari Gaza. “Mesir sedang mempersiapkan sebuah kawasan di perbatasan Gaza, yang dapat menampung warga Palestina, jika serangan Israel ke Rafah memicu eksodus lintas perbatasan,” beber empat sumber kepada Reuters. Mesir sendiri menetapkan wilayah di perbatasan sebagai tindakan sementara dan pencegahan. Namun, Kairo telah berulang kali meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan invasi Israel di Gaza dapat membuat warga Palestina terpaksa mengungsi ke Sinai, lapor Arab News. Sumber pertama mengatakan pembangunan kamp tersebut dimulai tiga atau empat hari lalu. Lokasi tersebut akan menjadi tempat berlindung sementara jika ada orang yang melintasi perbatasan “sampai resolusi tercapai”. Tiga sumber keamanan mengatakan kepada Reuters bahwa Mesir telah mulai mempersiapkan daerah gurun dengan beberapa fasilitas dasar yang dapat digunakan untuk melindungi warga Palestina. Sumber yang dihubungi Reuters untuk berita ini menolak disebutkan namanya karena sensitifnya masalah ini. Seorang sumber mengatakan Mesir optimistis perundingan gencatan senjata dapat menghindari skenario seperti itu. PBB Tak Percaya Israel Mau Evakuasi Pengungsi PalestinaIsrael menyebut tentaranya sedang menyusun rencana untuk mengevakuasi warga sipil dari Rafah ke wilayah lain di Jalur Gaza. Namun Kepala Bantuan PBB Martin Griffiths tak yakin atas klaim Israel mau mengevakuasi pengungsi Palestina. Berbicara pada Kamis (15/2/2024), Griffiths menilai dalih Israel orang-orang di Gaza dapat mengungsi ke tempat yang aman adalah sebuah “ilusi”. Pada faktanya, Israel memang menyerang koridor pengungsian yang mereka tunjuk sendiri saat meminta warga Gaza utara pindah ke selatan di awal perang. Lebih jauh, Griffiths menyebut skenario evakuasi pengungsi di Rafah ini “semacam mimpi buruk Mesir”, dikutip dari Haaretz. Mesir telah menyatakan penolakannya terhadap perpindahan warga Palestina dari Gaza sebagai bagian dari penolakan negara-negara Arab terhadap terulangnya “Nakba”, atau “malapetaka”. Ketika ditanya oleh Reuters tentang pernyataan sumber tersebut yang mengatakan Mesir sudah menyiapkan kawasan pengungsian, kepala layanan informasi negara Mesir mengatakan: “Hal ini tidak memiliki dasar kebenaran. “Saudara-saudara kita di Palestina telah mengatakannya dan Mesir telah mengatakan bahwa tidak ada persiapan untuk kemungkinan ini.” (zul/reu) Baca juga :

Read More