Gencatan Senjata Menemui Jalan Buntu, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah

Gaza — 1miliarsantri.net : Perundingan gencatan senjata dan pertukaran sandera antara Israel dan Hamas bisa dikatakan mentok alias menemui jalan buntu. Hal ini bisa membuat krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah. Negosiator dari Hamas, Qatar dan Mesir mencoba mencapai gencatan senjata selama 40 hari sebelum bulan suci Ramadhan yang dimulai awal pekan depan. Namun, negosiasi belum mencapai titik temu. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak Hamas untuk menerima penawaran dalam perundingan. Ia mengklaim Israel kooperatif dan sudah ada “tawaran rasional” dalam gencatan senjata dalam pertukaran pembebasan sandera. “Kini kesepakatan sepenuhnya ada di tangan Hamas,” ucap Biden, Jumat (8/3/2024). Ia memperingatkan “sangat berbahaya” pertempuran berlanjut sampai Ramadhan. Israel tidak menghadiri perundingan yang digelar di Kairo, Mesir. Sementara Hamas berjanji untuk terus berpartisipasi dalam perundingan tersebut. Pejabat Hamas menegaskan sebelum para sandera dapat dibebaskan, gencatan senjata sudah harus dilakukan, pasukan Israel harus meninggalkan Gaza dan semua warga Gaza yang terpaksa mengungsi dapat kembali pulang ke rumahnya. “Kami menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan untuk mencapai penghentian agresi yang komprehensif terhadap rakyat kami, tetapi penjajah masih menghindari hak-hak dari perjanjian ini,” kata Hamas dalam pernyataannya. Sebelumnya sumber mengatakan Israel menjauh dari perundingan Kairo karena Hamas menolak untuk memberikan daftar sandera yang masih hidup. Hamas mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan tanpa gencatan senjata karena para sandera tersebar di seluruh zona perang. Pasukan Israel, yang memulai serangan mereka di Gaza setelah serangan mendadak Hamas ke Israel pada 7 Oktober, terus membombardir daerah kantong Palestina itu sejak pembicaraan di Kairo dimulai pada hari Ahad (3/3/2024), dan situasi kemanusiaan yang mengerikan di daerah padat penduduk itu semakin memburuk. “Setiap hari kami kehilangan puluhan syahid. Kami ingin gencatan senjata sekarang,” kata Shaban Abdel-Raouf, seorang teknisi listrik Palestina dan ayah lima anak dari Kota Gaza, yang sekarang berada di kota selatan Khan Younis. Para pejabat kesehatan di Gaza mengatakan jumlah korban tewas dalam serangan Israel kini telah melampaui 30.700 orang. (zul) Baca juga :

Read More

Mengusir Kesepian, Bung Karno Memelihara 50 Burung Gelatik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketika Bung Karno menginjak usia 40 tahun, ia melontarkan niatnya untuk menikahi gadis yang sudah menginjak usia 17 tahun. Istri Bung Karno, Inggit, yang sudah memasuki usia 53 tahun memilih untuk dicerai. Sebelum akhirnya Bung Karno bisa menikahi Fatmawati pada Juni 1943, ia sempat membeli 50 burung gelatik. Pada 1943 itu, Fatmawati telah berusia 20 tahun, Bung Karno 42 tahun, dan Inggti 56 tahun. Untuk apa Bung Karno membeli 50 burung gelatik itu? Bagaimana hubungannya dengan Inggit selama tiga tahun sebelum ia akhirnya bisa menikahi Fatmawati? Bung Karno mengenal Fatmawati ketika Fatmawati masih berumur 15 tahun. Saat itu Bung Karno dibuang oleh Belanda ke Bengkulu. Inggit setia menyertai Bung Karno selama hampir lima tahun di Bengkulu. Bung Karno sering berdiskusi dengan Fatmawati mengenai Islam dan perempuan. Kepada Inggit, ia mengaku Fatmawati telah dia anggap sebagai anaknya sendiri. Fatmawati yang sering berkunjung ke rumah Bung Karno menyebut Bung Karno dengan sapaan bapak. “Bagiku ia hanya seorang anak yang menyenangkan, salah seorang dari begitu banyak anak-anak yang mengelilingiku untuk meghilangkan kesepian yang jadi melarut dalam hatiku,” kata Bung Karno. Pernikahan Bung Karno dengan Inggit tidak membuahkan anak. Mereka kemudian mengangkat anak, yaitu Ratna Djuami. Setelah Ratna dewasa dan menikah, Bung Karno tak bisa mengatasi rasa kesepian tanpa kehadiran anak kandung. Bung Karno ingin memiliki banyak anak, dan ternyata Fatmawati juga memiliki keinginan demikian. “Yang kuberikan kepadanya adalah kasih sayang seorang bapak,” terang Bung Karno mengenai Fatmawati. Malam itu, Bung Karno tengah bercerita di hadapan anak-anak, termasuk Fatmawati. Bung Karno duduk di dipan, di sebelahnya kosong, dan Inggit mengambil tempat di sebelah Bung Karno. Benih-benih cemburu telah muncul di hati Inggit. Ia mengawasi gerak-gerik Bung Karno saat menyampaikan cerita. “Aku merasakan ada percintaan yang sedang menyala di rumah ini. Jangan coba-coba menyembunyikan,” ucap Inggit kepada Bung Karno. “Jangan begitu. Dia itu tidak ubahnya seperti anakku sendiri,” jawab Bung Karno. Ingit tidak bisa menerima jawaban Bung Karno itu. Kata Inggit, “Seseorang tidak bisa membohongi dengan sorotan matanya yang menyiar, kalau ada orang lain mendekat.” Bagi Inggit, tak mungkin anak perempuan dekat dengan bapaknya, di masa itu. Anak perempuan lebih dekat kepada ibunya. “Hati-hatilah Sukarno, supaya mendudukkan hal ini menurut cara sepantasnya,” tegas Inggit. Rasa cemburu Inggit terbukti pada 1940 ketika Bung Karno mengutarakan niatnya untuk menikahi Fatmawati yang usianya menginjak 17 tahun. Inggit marah, dan memilih untuk dicerai saja jika Bung Karno nekat menikah lagi. Hubungan Bung Karno dan Inggit semakin memburuk. Hal itu membuat Bung Karno semakin kesepian. Ia lalu mencari kesibukan dan memelihara 50 burung gelatik yang dibeli dengan harga sangat murah. Burung-burung itu dimasukkan ke dalam sangkar yang besar. Tiap hari Bung Karno bermain dengan burung-burungnya itu di sela kesibukan lain yang ia buat untuk menghilangkan kesepian. Tapi kesenangan ini pun, kata Bung Karo, tidak bisa memuaskan hatinya. Ia lalu melepas kembali burung-burung gelatik itu. “Aku tidak sampai hati melihat makhluk yang dikurung dalam sangkar,” kata Bung Karno. Pada masa kanak, Bung Karno pernah menjatuhkan sarang burung yang ada di pohon jambu di pekarangan rumah di Mojokerto. Telur-telur di sarang itu pecah. Ayah Bung Karno marah karena hal ini, karena ia sudah mengajari Bung Karno mengenai perlunya menyayangi semua makhluk. (yan) Baca juga :

Read More

Keutamaan Membaca Al Qur’an Ketika di Bulan Ramadhan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Umat Islam berbondong-bondong memperbanyak amal kebaikan pada bulan Ramadhan. Sebab di bulan ini segala amal pahalanya akan dilipatgandakan. Salah satu amal yang dianjurkan adalah membaca Alquran. Bagi umat yang beriman membaca kitab suci Alquran merupakan sebuah keharusan. Di dalam Alquran terkandung pedoman-pedoman hidup yang patut diambil pelajaran. Dan bagi yang membacanya juga akan mendapatkan pahala. Jika membaca pada bulan Ramadhan akan mendapatkan keutamaan yang besar. Apa itu? Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menjelaskan ada beberapa keutamaan membaca Alquran pada bulan Ramadhan. Pertama, Kiai Cholil mengatakan pada bulan Ramadhan terdapat momen sangat spesial dalam sejarah Alquran yakni kitab suci ini turun pada bulan Ramadhan. Kedua, posisi seseorang sedang dalam keadaan bersih. Ia mengatakan segala aktivitas baik pada bulan ini bermakna semata-mata karena Allah seperti lapar sebab berpuasa itu karena Allah. “Pada saat kita membaca firman Allah, kita sedang diajak bicara oleh Allah,” ungkap Kiai Cholil kepada 1miliarsantri.net, Kamis (7/3/2024). Kiai Cholil melanjutkan keutamaan ketiga tentang keutamaan membaca Alquran pada bulan Ramadhan karena pada bulan ini semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya hingga tak terbatas. Keistimewaan ini tidak ada di luar bulan Ramadhan. Oleh karena itu, Kiai asal Sampang, Madura ini mengatakan Alquran yang suci dan dibaca pada bulan suci lalu bertemu dengan Allah yang Maha Suci, maka tentu pahalanya akan berlipat-lipat. Itu sebabnya Ramadhan disebut sebagai bulan Alquran. “Karena memang turunnya Alquran kemudian kita lebih bersih dengan Alquran karena Allah itu suci maka kita mendekati dengan cara suci itu lebih baik yang ketiga tentu melipatganda pahala,” kata Kiai Cholil. Maulana Muhammad Zakariya Kandahlawi dalam bukunya Fadhilah Ramadhan menjelaskan juga tentang beberapa keutamaan Ramadhan. Menurutnya, di antara keutamaan ramadhan yaitu bulan berkah. Maulana Muhammad merujuk pada khutbah Nabi Muhammad pada akhir bulan Sya’ban yang menyebutkan beberapa keutamaan Ramadhan. Memperbanyak amalan sunnah sangat dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadhan. Selain itu, Ramadhan juga bulan di mana rezeki umat ditambahkan. Dan pintu ampunan atas dosa-dosa yang diperbuat terbuka lebar. (yan) Baca juga :

Read More

Kemenparekraf Dorong Hotel Siapkan Paket Diskon Selama Ramadhan dan Lebaran

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pelaku perhotelan menyiapkan paket-paket diskon penginapan ataupun berbuka puasa selama Ramadhan. Hal ini untuk menyiasati datangnya low season sekaligus mempersiapkan diri menjelang libur hari raya Idul Fitri. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya mengatakan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah memperkirakan akan ada penurunan kedatangan wisatawan mancanegara dan pergerakan wisatawan nusantara selama Ramadhan pada 10 Maret hingga 9 April 2024. Kondisi ini berdampak pada menurunnya tingkat hunian (okupansi) kamar hotel berbintang, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. “Namun demikian, Ketua PHRI, Pak Haryadi Sukamdani memperkirakan okupansi hotel saat libur lebaran tahun 2024 akan tinggi. Perkiraan ini didasari oleh perbaikan kondisi perhotelan secara keseluruhan di Indonesia pada tahun 2024 yang semakin membaik,” terang Nia. Selain itu, perkiraan ini juga didasari data PHRI mengenai okupansi hotel jelang Lebaran 2023 di mana okupansi di sejumlah hotel di kota tujuan wisata favorit sudah lebih dari 70 persen. Oleh karena itu, Nia mendorong agar pelaku perhotelan menyediakan diskon kamar hingga 40 persen dan paket-paket diskon lainnya seperti paket berbuka bersama di hotel. Sehingga okupansi kamar hotel bisa tetap terisi meskipun tengah menghadapi low season. “Ketika low season, ada baiknya jika dapat menjual dengan diskon besar-besaran hingga 40 persen, itu jauh lebih baik menguntungkan jika okupansinya hanya 30 persen, karena masyarakat Indonesia yang beragama Islam dan berpuasa tidak melakukan kegiatan traveling saat puasa. Namun diprediksi ketika lebaran akan terjadi lonjakan besar-besaran,” imbuh Nia. Nia menambahkan, dengan menyediakan paket diskon ini diharapkan bisa mempersiapkan ketersediaan kamar hotel di masa libur Idulfitri. Mengingat berdasarkan prediksi Korps Lalu Lintas Polri, jumlah pemudik lebaran 2024 diperkirakan mencapai 200 juta orang atau naik 6 persen dibandingkan jumlah pemudik lebaran tahun 2023 sebanyak 187 juta orang. (Iin) Baca juga :

Read More

Ketua RMI NU Jawa Timur : Kiai Pesantren Harus Ambil Alih Tugas Orangtua

Surabaya — 1miliarsantri.net : Para pengasuh pondok pesantren mempunyai tanggung jawab yang besar karena dipercaya para orangtua dan wali santri. Mereka dititipi penuh untuk mengasuh, mendidik, dan mengajar dengan sistem holding school, 24 jam, 7 hari dalam seminggu dan berlangsung selama bulanan dan tahunan. Apalagi keberlangsungan pendidikan di pondok pesantren dibiayai secara mandiri. Belum lagi, program pondok pesantren yang menyantuni keluarga miskin untuk bisa meraih pendidikan bersama-sama para santri umumnya di pondok pesantren. “Para kiai pondok pesantren, telah mengambil alih tugas orangtua di rumah, terkait keimanan, akhlak, ilmu dan ibadah. Kami kira, masyarakat secara umum perlu kiranya memahami betapa hal ini merupakan tugas berat yang harus diemban para kiai pesantren,” tutur Ketua Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahidil Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH M. Iffatul Lathoifl kepada 1miliarsantri.net, Rabu (6/3/2024) Gus Thoif, panggilan akrab salah saorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, bersama jajaran lembaga urusan pesantren, secara intens koordinasi dan melakukan tindakan dalam mengatasi masalah santri dan pondok pesantren. “Bila ada salah di pihak pondok pesantren, seperti aksiden pembulian atau perundungan yang terjadi terhadap santri, tentu menjadi bagian penting yang harus diperhatikan penyelesaiannya. Kami berharap, masyarakat secara umum, terutama kalangan keluarga santri, mohon bersikap secara bijak, tidak pre-judice (melakukan penghakiman sendiri). Karena, bisa dipastikan, itu semua bukan kesengajaan dan di luar kuasa para pengurus dan pengasuh pondok pesantren,” sambung Gus Thoif. Menurut Gus Thoif, setiap santri disediakan kakak asuh (musrif) di setiap kamar dan kompleks asrama. Belum lagi secara spiritual, kiai mendoakan akan keselamatan akhirat dan dunia sang santri. “Pondok pesantren butuh didukung keberadaannya, bukan di-bully ketika ditimpa musibah,” tutur Gus Thoif. RMI NU Jatim, kini melakukan tindakan preventif dan antisipatif terhadap permasalahan di lingkungan pondok pesantren. Dengan mengoptimalkan fungsi Satgas Pesantren Ramah Santri. Pondok pesantren menjadi lembaga pendidikan tertua dan khas di Nusantara dalam mengembangkan dakwah Islam ala Ahlussunnah Waljamaah. Sebagian besar menjadi bagian dari organisasi Islam moderat di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Pendiri NU, Hadratusy Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, adalah pendiri pesantren tua pada akhir abad ke-19. Demikian pula guru para ulama dan kiai pesantren di Nusantara, yakni Syaikhona Muhammad Kholil Al-Bankalany, mempunyai sajarah panjang dalam penerapan pola pendidikan Islam di pesantren. Dari pesantren lahir para tokoh bangsa dan menjadi pendiri negara. Seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahid Hasyim, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH As’ad Syamsul Arifin, KH Masjkur, dll. Mereka kemudian mendapat anugera Pahlawan Nasional. Sebelumnya, Gus Thoif, mengimbau kepada seluruh masyarakat santri, terkhusus pondok pesantren di bawah naungan RMI, untuk melakukan doa bersama bagi Bintang Balqis Maulana (14 tahun) yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan di pesantren di Kediri pada 23 Februari 2024. Dalam kasus kekerasan di Kediri, menjadi pelajaran penting bagi pengelola pondok pesantren untuk melakukan pengawasan yang ketat di antara para santri. “Ya, terus terang, kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami akan terus melakukan koordinasi yang mengaktifkan secara optimal Satgas Pesantren Ramah Santri,” imbuh Gus Thoif, dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Mojo Kediri. Sebagaimana diketahui sebelumnya, seorang santri bernama Bintang Balqis Maulana (14 tahun) meninggal diduga akibat penganiayaan di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al Hanifiyyah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Si korban, merupakan adik kelas para pelaku. Korban berasal dari Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. (her) Baca juga :

Read More

Tenda Jamaah Indonesia Kini Dilengkapi Tempat Penyimpanan Air Cadangan

Mina — 1miliarsantri.net : Pelayanan kepada jamaah haji Indonesia tahun ini terlihat adanya perubahan semakin baik. Di antaranya tenda jamaah haji di Mina dilengkapi dengan tempat penyimpanan air cadangan. Pihak Saudi menyiapkan ini untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan air saat puncak haji. Pada musim Haji 1444 H/2023 M lalu sempat diwarnai dengan keterlambatan pasokan air di beberapa tenda jamaah. Sebagai langkah mitigasi, pihak Saudi tahun ini menyiapkan tempat penyimpanan air cadangan. “Hari ini kami meninjau tenda yang akan ditempati jamaah haji Indonesia pada operasional 1445 H/2024 M. Kita lihat pihak Saudi sedang siapkan tempat penyimpanan air cadangan untuk para jamaah haji Indonesia. Tempat penyimpanan air cadangan itu berupa tabung-tabung besar yang ditanam pada sejumlah area di sekitar tenda jamaah haji Indonesia di Mina,” terang Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji dan Umrah Ramadan Harisman di Mina, dikutip Kamis (7/3/2024). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Akhmad Fauzin, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, Kasubdit Siskohat Hasan Afandi, Katim Teknologi dan Sistem Infornasi Irfan Sembiring, serta perwakilan dari Syarikah. Ramadan menjelaskan bahwa jamaah haji Indonesia tahun ini diperkirakan tidak ada yang menempati tenda di Mina Jadid. Sebab, semuanya sedang diupayakan agar bisa menempati tenda di wilayah Mina. Selain tenda jamaah, Ramadan bersama delegasi Indonesia dalam kesempatan itu juga meninjau posko misi haji Indonesia di Mina. Lokasi tenda posko ini cukup strategis karena mudah diakses oleh kendaraan roda empat. “Sehingga, diharapkan akan memudahkan proses evakuasi dan mobilitas layanan jamaah,” lanjut Ramadan. Menurut Ramadan, pihak Saudi masih terus melakukan persiapan. Selain tempat air cadangan, sejumlah tenda Mina juga sudah direnovasi. “Ada sekitar 13 maktab yang tendanya sudah menggunakan dinding gypsum board dan ac split. Ini bagian dari peningkatan layanan. Semoga pada saatnya nanti semua sudah direnovasi. Kita juga cek jalur taradudi atau shuttle bus jamaah haji Indonesia, dari Makkah menuju Arafah, lalu ke Muzdalifah dan Mina hingga kembali lagi ke hotel di Makkah,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Sebanyak 443 Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah Ikuti Seleksi Pendukung PPIH Arab Saudi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag menggelar seleksi Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H/2024 M untuk unsur mahasiswa Indonesia yang kuliah di Timur Tengah. Seleksi digelar 2 Maret 2024 dengan Computer Assested Test (CAT). “Seleksi petugas pendukung PPIH Arab Saudi tahun ini diikuti 443 mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Timur Tengah,” terang Direktur Bina Haji Arsad Hidayat. Ikut bergabung dalam Zoom Meeting, Kasubdit Bina Petugas Haji M. Khanif dan jajarannya, Kasubdit Data dan Sihdu Hasan Afandi dan jajarannya, Perwakilan KBRI negara-negara di Timur Tengah (Mesir, Yaman, Suriah, Yordania, Tunisia, Maroko, Libya, Libanon, Uni Emirat Arab), serta Pengurus Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) negara-negara di Timur Tengah. Menurut Arsad, tenaga pendukung PPIH Arab Saudi termasuk unsur petugas yang diatur dalam PMA Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. Ada 2 (dua) unsur tenaga pendukung dari Timur Tengah, yaitu: Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Timur Tengah dan para WNI yang tinggal di Saudi Arabia (mukimin). “Seleksi Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk menghasilkan calon petugas yang profesional. Seleksi CAT dilakukan sebagai langkah inovatif untuk pelaksanaan rekrutmen petugas haji yang lebih baik serta wujud keseriusan Ditjen PHU dalam mendukung program transformasi digital,” sambungnya. Para peserta mengikuti seleksi dari Kantor KBRI setempat. Mereka terhubung dalam Live Zoom dari 9 Negara di Timur Tengah, yaitu: Mesir, Yaman, Suriah, Yordania, Tunisia, Maroko, Libya, Libanon, dan Uni Emirat Arab. “Ini merupakan seleksi dengan CAT kali pertama, menggantikan seleksi manual yang dilaksanakan selama ini. Insya Allah hasil seleksi akan diumumkan pada 6 Maret 2024,” tegasnya. Perwakilan KBRI Muscat, Yaman, Zainur Rofid, mengapresiasi langkah inovatif Ditjen PHU. Menurutnya, CAT menjadi terobosan positif dalam rangka transparansi proses seleksi dan membuka peluang seluas-luasnya bagi para mahasiswa untuk ikut berkompetisi. Rofid menambahkan, antusiasme mahasiswa sangat tinggi sebagai wujud harapan mereka untuk berperan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji. “Jumlah mahasiswa di negara-negara Timur Tengah semakin banyak. Karena itu, kami mengusulkan agar jumlah kuota petugas dari unsur mahasiswa pun bisa ditambah,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Penemuan Pola Arsitektur Berusia 1.200 Tahun di Masjid Utsman bin Affan

Jeddah — 1miliarsantri.net : Jeddah Historic District Program (JHDP) mengumumkan penemuan pola arsitektur Masjid Utsman bin Affan yang berusia 1.200 tahun. Penemuan tersebut merupakan tahap pertama Proyek Arkeologi di Jeddah. Menurut laporan Saudi Press Agency, seperti dikutip Saudi Gazette, Rabu (6/3/2024), penggalian tersebut menghasilkan rincian penting akan sejarah masjid, juga ratusan artefak, yang beberapa di antaranya berusia sekitar 1.200 tahun. Studi arkeologi mengungkapkan Masjid Utsman bin Affan mengalami banyak proses restorasi selama sejarahnya yang panjang. Selain bentuk terbaru dan modern, yang dibangun pada abad ke-14 H atau akhir abad ke-20 M, semua tahap pembangunan masjid mengacu pada gaya arsitektur tradisional masjid di Jeddah pada masa itu, seperti halaman terbuka dan ruang shalat tertutup. Sedangkan mihrab dan area masjid tetap seperti aslinya selama lebih dari seribu tahun. Penelitian menemukan bahwa sebagian besar restorasi dan renovasi masjid terlihat pada ketinggian lantai dan polanya yang bervariasi antara ubin tanah liat, plester dan ubin tradisional, di mana penggunaannya berlanjut selama 400 tahun. Penelitian juga menunjukkan bahwa di akhir era Mamluk (abad 15-16), tukang lantai menggunakan kembali ubin yang sama sejak abad ke-14 H pada setiap tahap pekerjaan restorasi. Studi menunjukkan bahwa pembangunan tangki air tanah di bawah masjid adalah salah satu perubahan terpenting yang terjadi di masjid. Di sini para arkeolog menemukan tangki tanah berisi air murni yang ditinggalkan pembuatnya sekitar 800 tahun lalu. Informasi juga menunjukkan bahwa pembangunan tangki tanah merupakan hal umum di Jeddah, karena terbatasnya pasokan air di kota tersebut. Sejarah Masjid Utsman bin Affan yang berusia 1.200 tahun itu terlihat dari ribuan temuan arkeologis selama penggalian, seperti sisa-sisa porselen Tiongkok berwarna putih dan biru yang berasal dari abad ke-11 H (abad ke-17 M). Selain itu ditemukan juga bejana seladon Tiongkok yang dilapisi kaca, abu-abu dan hijau berasal dari abad ke-4 dan ke-6 H.Para ahli memperkirakan salah satu artefak tertua di masjid tersebut adalah pecahan tembikar berlapis kaca berwarna putih, hijau dan kuning berasal dari abad ke-3 dan ke-4 H. Tahap pertama penggalian arkeologi tahap pertama Masjid Utsman bin Affan oleh JHDP menghasilkan temuan 25.000 fragmen artefak dari empat situs bersejarah di Jeddah. Proyek penggalian dimulai pada Januari 2020 dengan studi eksplorasi dan survei geofisika. Tujuannya adalah untuk mengungkap signifikansi sejarah dari empat lokasi utama: Masjid Utsman bin Affan, Al-Shona, bagian dari Tembok Utara, dan Al-Kidwah. (dul/RP) Baca juga :

Read More

Palestina Menyatakan Kehadiran Israel di Tepi Barat Seperti di Neraka

Gaza — 1miliarsantri.net : Sumber Palestina mengatakan pasukan Israel menyerbu ibukota administratif Palestina di Ramallah, daerah pendudukan Tepi Barat. Seorang remaja berusia 16 tahun tewas dalam operasi terbesar ke kota itu dalam beberapa tahun terakhir. Militer Israel mengatakan terjadi kerusuhan antara warga Palestina yang melempar bom molotov dengan tentara yang menembakan peluru tajam. Saksi mata di Ramallah mengatakan pasukan Israel membawa lusinan kendaraan militer ke pusat pemerintah Otoritas Palestina yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel menembak dan membunuh Mustafa Abu Shalbak yang berusia 16 tahun di kamp pengungsian Am’ari. Kantor berita Palestina Wafa melaporkan konfrontasi pecah saat pasukan Israel menyerbu kamp pengungsian tersebut. “Di mana peluru tajam ditembakan ke remaja-remaja Palestina (melukai Abu Shalbak di leher dan dada),” terang Wafa dalam laporannya, Rabu (6/3/2024). Militer Israel mengatakan pasukan keamanannya menggelar operasi kontra-terorisme selama enam jam di kamp pengungsian tersebut. Mereka mencari dua buronan, menginterogasi dan menyitara “bahan-bahan menghasut yang disebarkan Hamas.” “Selama operasi, berkembang kerusuhan dengan kekerasan, di mana tersangka melempar batu dan bom molotov ke pasukan keamanan Israel yang meresponnya dengan peluru tajam, tembakan teridentifikasi,” kata militer Israel. Seorang petugas keamanan perbatasan Israel mengalami luka ringan dalam kerusuhan tersebut. Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan pihak berwenang Israel membuat kehidupan rakyat Palestina di Tepi Barat menjadi “neraka tak tertahankan” dengan tindakan-tindakan seperti penyerbuan, penahanan, dan pembatasan pergerakan. Kementerian memperingatkan “resiko resiko” hal ini memicu “kekerasan dan anarki” di Tepi Barat. Kekerasan melonjak di seluruh Tepi Barat selama perang Israel di Gaza. Sudah 400 orang Palestina tewas dalam bentrokan dengan tentara dan pemukim Israel. Israel juga rutin menyerbu daerah Palestina yang diduduki pada 1967 itu. Saksi mata mengatakan pasukan Israel juga menghancurkan jalan utama menuju kamp pengungsian Nur Shams di daerah Tulkarm di Tepi Barat. “Setiap kali mereka masuk kamp mereka menghancurkan lebih banyak dari sebelumnya,” ujar salah satu warga kamp yang juga merupakan ketua lembaga advokasi warga Palestina yang ditahan di penjara Israel, The Palestinian Prisoners Club, Ibrahim Hamarsheh. Ia mengatakan pasukan Israel juga menghancurkan jalan-jalan kamp dengan bulldozer. Wafa melaporkan pasukan Israel juga menyerbu Kota Nablus di Tepi Barat dan meledakan sebuah rumah yang sebelumnya Israel tuduh menyerang seorang ibu keturunan Inggris-Israel dan dua putrinya pada bulan April lalu di Tepi Barat. Pria itu Moaz al-Masri tewas dibunuh tentara Israel di Nablus bulan Mei lalu. The Palestinian Prisoners Club mengatakan pasukan Israel sudah menangkap setidaknya 55 orang Palestina dalam penyerbuan-penyerbuan di Tepi Barat kemarin malam. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Cegah Kekerasan Santri, Perlu Dibentuk Satgas Perlindungan Santri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya Bintang Balqis Maulana (14), santri Pondok Pesantren Al-Hanifiyyah, Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur memantik perhatian dari Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Timur. Pengurus RMINU Jawa Timur, Dhomirotul Firdaus atau Ning Firda mengatakan dalam menerapkan takzir (hukuman) terhadap santri diharapkan pihak pesantren menerapkan nilai-nilai ta’dib (mendidik), bukan takzir yang melukai fisik atau psikis santri. “Kita tahu sendiri masih banyak pesantren yang melakukan praktik-praktik takzir dengan cara memukul, menjewer, menendang dan mengintimidasi para santri yang melanggar aturan,” terang Ning Firda kepada 1miliarsantri.net, Rabu (6/3/2024). Ning Firda mengungkapkan pengurus secara bergilir telah melakukan pendampingan dan pelatihan untuk mencegah perundungan atau bullying di sejumlah pesantren. “Kami juga mengadakan pendampingan dan pelatihan untuk pencegahan bullying di lingkungan pesantren bekerja sama dengan Nawaning Nusantara, Fatayat NU setempat dan instansi lainnya,” tutur Ning Firda. Satgas Pesantren Ramah Santri Ketua RMINU Jawa Timur, KH Iffatul Lathoif, menegaskan atas kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu pesantren di Kediri akan mengoptimalkan Satuan Tugas (Satgas) pesantren ramah santri. “Ya, terus terang, kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami akan terus melakukan koordinasi yang mengaktifkan secara optimal Satgas Pesantren Ramah Santri,” tutur Gus Thoif. Dalam kasus kekerasan di Kediri, menjadi pelajaran penting bagi pengelola pondok pesantren untuk melakukan pengawasan yang ketat di antara para santri. “RMINU Jatim mengawal pendampingan korban, tersangka dan pesantren sampai suasana kembali kondusif,” tegas Gus Thoif dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Mojo Kediri. Gus Thoif mengimbau kepada seluruh masyarakat santri, terkhusus pondok pesantren di bawah naungan RMI, untuk melakukan doa bersama bagi Bintang Balqis Maulana (14) yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan di pesantren di Kediri pada 23 Februari 2024. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono mengatakan telah merumuskan langkah kuratif dan preventif bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sekaligus, menggencarkan lagi sosialisasi tentang pesantren ramah anak. “Terus juga mengingatkan kepada pesantren untuk memiliki izin operasional, dan menyusun beberapa aturan tentang penanggulangan kekerasan di pesantren,” ungkap Waryono. Anggota KPAI, Aris Adi Leksono menegaskan, setiap anak yang ada di satuan pendidikan wajib dilindungi oleh pembina dan pihak terkait. Pihak Kemenag harus bisa menggali juga setiap anak yang berkonflik dengan hukum, lalu memproses secara cepat dan mengedepankan rasa keadilan dari keluarga korban. (har)

Read More