Ketika Pangeran Diponegoro Tidak Jadi Membunuh Jenderal Belanda

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Pangeran Diponegoro marah ketika jenderal Belanda, Hendrik Markus de Kock, melarangnya pulang setelah selesai bersilaturahim. Hari itu, 28 Maret 1830, Diponegoro ditangkap lalu dibawa ke Semarang menggunakan kereta kuda. Diponenegoro sempat memberi kode kepada salahs atu panglima perangnya bahw aia berniat membunuh De Kock. Tapi ia mengurungkan niatnya karena mendapat nasihat dari Haji Isa Badarudin. Hari itu, untuk mencegah Diponegoro pulang usai bersilaturahim, De Kock berdalih persoalan Diponegoro dengan Belanda harus diselesaikan hari itu juga. Namun, Diponegoro mengaku datang pagi itu bukan untuk berunding. De Kock menegaskan memang tidak ada perundingan, karena tugas dia bukan untuk berunding. Melainkan menangkap Diponegoro, demikian perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda van den Bsoch kepadanya. De Kock kemudian memerintahkan prajuritnya masuk tempat pertemuan. Diponegoro semakin marah, ia memaki-maki De Kock dan memberi kode kepada Basah Martonegoro agar bersiaga. Tapi, Haji Isa Badarudin menasihatinya agar ingat kepada Allah. Diponegoro pun mengurungkan niat membunuh De Kock. Diponegoro lantas pasrah kepada kehendak Allah. Ia merasa seperti emas yang hanyut terbawa arus sungai. Jenderal De Kock berpesan kepada anak buahnya yang membawa Diponegoro agar bermalam di Ungaran semalam. Saat di Ungaran, melihat punakawannya menangis minta pulang, Diponegoro menghiburnya. Diponegoro memintanya agar pulang besok saja dari Semarang. “Aku ini sesungguhnya ingin naik haji, walau sendiri. Tidak sanggup aku tunda perihal keberangkatan ke Makkah,” kata Diponegoro menghibur Roto, punakawannya. Esok paginya, ada pasukan dari Semarang yang menjemput Diponegoro di Ungaran. Maka, Diponegoro tinggal di Semarang hingga 5 April 1830. Pada 5 April 1830, ia dinaikkan kapal untuk berangkat ke Batavia. Ia menjadi penumpang Kapal PS Van der Cappelen, kapal uap berdayung pertama yang dibuat di Hindia Belanda.PS merupakan singkatan dari paddle steamer. Kapal uap berteknologi dayung. Yang membuat kapal ini adalah pabrik kapal Isaac Burgess yang ada di Surabaya. Selama 4,5 tahun, dari Februari 1824 sampai Agustus 1829, pabrik ini mendapat hak monopoli memproduksi semua kapal uap di Hindia Belanda. Bahan baku kapal ini adalah kayu jati prima yang dilapisi tembaga. Memiliki tiga tiang selain cerobong kapal. Di kapal ini, Diponegoro menerima suguhan makan berupa kentang. Dalam perjalanan ke Manado, Diponegoro sempat menendang kaki Roto, karena Roto menyebut kentang itu sebagai kentang sabrang (kentang pengasingan), bukan kentang walanda (kentang belanda). Setelah jadi, tugas pertama kapal ini adalah mengantarkan Van der Capelen, gubernur jenderal Hindia Belanda yang mengakhiri tugasnya pada 1826, pulang ke Belanda. Tiba di Batavia, rombongan Residen Batavia menyambutnya. Sangat banyak kereta kuda yang datang mengakut para pejabat di Batavia itu. Menyambut kedatangan Diponegoro itu, mereka berbaris memberi hortmat. Namun, tak ada tembakan kehormatan dari meriam-meriam. Padahal, setiap menyambut pangeran-pangeran dari Jawa yang bertamu di Batavia, selalu ada tembakan kehormatan dari meriam. Gubernur Jenderal Van den Bosch juga tidak terlihat datang untuk menyambutnya. Diponegoro pun bertanya-tanya, ke mana perginya Van den Bosch, sehingga tidak menyambut dirinya? Padahal ia sudah memberi tahu akan berangkat ke Makkah untuk beribadah haji. “Lalu apa maunya?” tanya Diponegoro ingin tahu alasan Van den Bosch mengundangnya ke Batavia. Diponegoro pun meminta Mayor De Stuers dan Kapten JJ Roefs yang mendampinginya dari Semarang untuk melaporkan kepada Van den Bosch bahwa dirinya sudah ada di Batavia. Esok harinya, Mayor De Stuers dan Kapten JJ Roefs menemui Diponegoro tanpa disertai van den Bosch. Diponegoro tahu dari dua perwira Belanda itu bahwa Van den Bosch ada di Bogor. (mif) Baca juga :

Read More

Gus Baha : Awal Mula Lailatul Qadar Dikhususkan Untuk Umat Islam

Semarang — 1miliarsantri.net : Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan awal mula kemuliaan Lailatul Qadar yang dikhususkan hanya untuk umat Nabi Muhammad. Keterangan mengenai keistimewaan Lailatul Qadar sebagaimana terekam dalam Al-Qur’an surat Al-Qadar. Lailatul Qadar diperuntukkan kepada umat Islam bermula saat Nabi Muhammad berkeluh kesah atau mengadu kepada Allah soal usianya dan usia umatnya yang terbilang sangat pendek. Usia Nabi Muhammad yang pendek itu berbeda dengan usia nabi-nabi terdahulu, seperti Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, dan utusan Allah yang lainnya. “Nabi Nuh jadi nabi saja 950 tahun. Itu dapat umat 80 orang. Jadi umurnya Nabi Nuh itu 1.700 tahun. Menjadi nabi 950 tahun. Kalau Nabi Ibrahim usianya sekitar 300 tahun. Dikhitan umur 80 tahun,” urai Gus Baha dalam tayangan di Youtube Santri Gayeng, diakses Selasa (2/4/2024). Dalam pandangan Nabi Muhammad, kata Gus Baha, nabi-nabi sebelumnya yang diberikan umur sangat panjang tentu juga memiliki pahala yang sangat banyak lantaran ibadah-ibadah yang telah dikerjakan amat lama di dunia. “Nabi-Nabi terdahulu itu usianya ribuan tahun. Lalu Nabi Muhammad itu iri. Wah, kalau usianya panjang lalu beribadah seperti Nabi Nuh betapa banyak pahalanya, sedangkan usiaku hanya 63 tahun,” terang Gus Baha menyampaikan aduan Nabi Muhammad. Dari peristiwa ini, Allah kemudian menurunkan surat Al-Qadar. Surat ini secara khusus menerangkan tentang diturunkannya Al-Qur’an dan Lailatul Qadar, satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. “Saat Nabi Muhammad begitu iri, Allah menurunkan innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr. Wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malâ’ikatu war-rû?u fîhâ bi’idzni rabbihim, ming kulli amr. Salâmun hiya ?attâ mathla‘il-fajr,” jelas Gus Baha. Dalam surat tersebut, menurut Gus Baha, Allah secara tersirat memberi tahu kepada Nabi Muhammad bahwa meskipun umatnya ditakdirkan berusia pendek, namun soal pahala ibadah ia memiliki kesempatan untuk menyamai bahkan melebihi para nabi dan kaum sebelumnya, yaitu dengan mendapati Lailatul Qadar. Gus Baha kemudian merinci, bila umat Nabi Muhammad rata-rata berusia 60-an tahun, berarti memiliki kesempatan berpuasa Ramadhan sekaligus mendapati Lailatul Qadar sebanyak 52 kali. Karena biasanya kebanyakan orang mengawali berpuasa di usia 8 tahun. “Orang-orang sekarang berpuasa kira-kira 8 tahun. Kalau umurnya 60 tahun, puasa berapa kali itu? Jadi, 60 tahun kurangi 8 tahun berarti 52 tahun. 52 tahun dikali 83 tahun, wah banyak sekali. Lailatul Qadar itu kan anggaplah sama dengan 83 tahun, wah itu sudah melampaui Nabi Nuh,” pungkasnya. (hud) Baca juga :

Read More

Presiden Himbau Agar Mudik Lebih Awal Menghindari Kemacetan di Jalan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Meski lebaran kurang beberapa hari lagi, namun Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk merencanakan mudik Lebaran 2024 lebih awal. Tahun ini diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah pemudik dengan total sekitar 190 juta orang atau meningkat 56 persen dibandingkan sebelumnya. “Mudik tahun ini adalah mudik yang akan sangat besar sekali, kenaikannya 56 persen dibanding tahun yang lalu. Total yang akan mudik 190 juta pemudik tahun ini kurang lebih, ini dari survei. Oleh sebab itu, saya mengimbau, mengajak masyarakat untuk mudik lebih awal,” urai Presiden Jokowi kepada awak media, Selasa (2/4/2024). Mengingat besarnya jumlah pemudik tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan mudik. “Kalau tidak keluarganya dulu yang diberangkatkan untuk mudik agar mudik kita tahun ini semuanya berada pada posisi yang nyaman, karena sekali lagi jumlahnya bukan jumlah yang sedikit. 190 juta itu bukan jumlah yang kecil, kenaikannya 56 persen gede banget,” sambung Presiden. Imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa tradisi mudik yang menjadi bagian penting dari budaya Indonesia dapat berlangsung dengan baik dan tanpa hambatan signifikan. (rid) Baca juga :

Read More

Hamas Kembali Pertanyakan Keseriusan Amerika Serikat Hentikan Perang Gaza

Teheran — 1miliarsantri.net : Ahmad Abdel Hadi, perwakilan Hamas di Lebanon, mengatakan Amerika Serikat sejatinya berperan penting dalam penghentian perang di Gaza. Abdel Hadi menegaskan keputusan gencatan senjata di Gaza sebenarnya berada di tangan Amerika Serikat. ”AS mendukung genosida dan kelaparan terhadap rakyat Palestina,” terang Ahmad Abdel Hadi, seperti dikutip saluran berita Al Mayadeen, Selasa (2/4/2024). Abdel Hadi juga mengatakan perundingan telah mencapai tahap yang secara gamblang menunjukkan bahwa musuh belum mencapai kesepakatan. ”Sangat jelas bahwa kelompok perlawanan Hamas ingin mencapai kesepakatan yang mengarah pada penghentian perang, penarikan pasukan penjajah Israel dan rekonstruksi Gaza,” lanjutnya. Untuk membalas serangan mendadak Hamas pada Oktober 2023 sekaligus untuk menebus kekalahannya, rezim Israel mulai membombardir Gaza. Sejak saat itu lebih dari 32.000 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak, terbunuh di sana. Banyak negara dan tokoh dunia terkemuka mengutuk perang genosida Israel di Gaza. Mereka menyerukan gencatan senjata segera di wilayah kantong tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

UAH Beberkan Keberhasilan Puasa Selama Bulan Ramadhan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam, di mana momen ini dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah. Salah satu ibadah wajib Ramdhan adalah berpuasa. Tak hanya menjalankan ibadah puasa saja, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan amalan-amalan baik selama Ramadhan. Namun, bagaimana mengetahui keberhasilan dari ibadah puasa Ramadhan? Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyebut ada dua parameter dalam menentukan keberhasilan puasa Ramadhan. “Pertama saat menunaikan puasa terjadi peningkatan takwa. Saat Ramadhan berlanjut keberlangsungan takwa itu pun konsisten. Meningkat terus, dipertahankan kebaikannya dan bisa menghadirkan nilai-nilai berkualitas,” terang Ustaz Adi Hidayat kepada 1miliarsantri.net, Senin (1/4/2024). UAH menjelaskan ciri-ciri takwa secara singkat, yaitu ada peningkatan ibadah ritual pada aspek spiritual. “Bagaimana tilawah kita, istighfar kita, itu standar pertama dimensi spiritual kita yang mengantarkan pada ketaatan yang optimal terhadap Allah SWT,” jelas UAH. Sementara standar keberhasilan kedua adalah dari dimensi sosial atau interaksi dengan sesama. “Sebagai implementasi ketakwaan kita kepada Allah dalam wujud ibadah ritual nampak dalam pergaulan ibadah sosial. Shalat ketika diwajibkan maka implementasi sekaligus tanda keberhasilannya adalah interaksi yang baik dengan lingkungan sekitar,” ungkap UAH. Artinya, kata UAH, ibadah yang dijalankan daoat mencegah dari perbuatan buruk pada orang lain juga terhindar dari perbuatan maksiat atau menyimpang. Dalam sebuah hadits, Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الصِّيَامُ جُنَّةٌ “Puasa adalah perisai” (H.R. Bukhari dan Muslim). “Perisai apa yang dimaksudkan? Maka ia tidak akan berkata-kata kotor, lisannya terjaga. Ada perisai yang menjaga dia dari berbagai kosakata yang tidak elok untuk diucapkan,” tambah UAH. Kemudian, perisai tersebut dapat menjaga perilaku diri dari hal-hal yang kurang baik dan mampu menahan diri dari berbagai macam provokasi negatif. “Maka sampai hari ini, kita cek bagaimana hubungan kita dengan Allah, hubungan kita dengan orang tua, hubungan kita dengan pasangan, hubungan kita dengan anak-anak, dengan kerabat, tetangga tentu pengingat terbesar sebelum kita wafat dan kembali pada Allah SWT,” tutupnya. (ris) Baca juga :

Read More

Sandiaga : Program Santri Digitalpreneur 2024 Harus Mampu Cetak Santri Modern

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan pelatihan program Santri Digitalpreneur 2024 di Pondok Pesantren Nur El Falah, Banten. Dalam sambutannya di Pondok Pesantren Nur El Falah, Banten, Sandiaga mengatakan program Santri Digitalpreneur Indonesia 2024 harus dapat mencetak dan menciptakan santri modern yang menjunjung tinggi akhlakul karimah. “Dari pelatihan ini kita harapkan santri-santri ini bisa menjadi pelaku ekonomi kreatif digital yang andal dan mampu menciptakan peluang usaha atau lapangan kerja. Mengutip Pak Kyai Ubay, santri bukan semata mengurus fikih tapi juga memastikan sugih,” urai Menparekraf Sandiaga. Selain nanti nya juga mampu beradaptasi dan menguasai keterampilan ekonomi kreatif digital sehingga santri-santri semakin berkarakter dan berintegritas tinggi dalam menghasilkan karya. Program ini juga diharapkan memberdayakan santri unggulan hingga mampu bersaing di industri kreatif dan digital. Program Santri Digitalpreneur Indonesia (SDI) sendiri merupakan wadah pelatihan dan peningkatan kapasitas santri dan generasi muda dalam menghadapi tantangan industri digital kreatif. Tahun ini merupakan tahun ke-4 dilaksanakannya program santri digitalpreneur yang tahun ini mengusung tema ‘Generasi Kreatif, Berdaya Saing’. Kegiatan Digitalpreneur diikuti oleh 500 santriwan dan santriwati yang berasal dari 10 pondok pesantren yang ada di Banten dan dilaksanakan selama dua hari. Tahun ini, selain 10 kota pelatihan dan 1 acara puncak, Santri Digitalpreneur juga hadir dengan kegiatan Akselerasi dan Silaturahmi Alumni Santri Digitalpreneur Indonesia di Pondok Pesantren Nur El Falah, Banten, dan nantinya juga akan ada di Pondok Pesantren Persatuan Islam I dan II Bandung, Jawa Barat. Kegiatan Akselerasi dan Silaturahmi Alumni Santri Digitalpreneur Indonesia ini akan mengundang tim terbaik dari pondok pesantren yang sudah pernah mengikuti program ini. Nantinya peserta akan diberikan pelatihan Voice Over dan Pembuatan Konten, sehingga karya-karya yang dihasilkan oleh santri serta pondok pesantren dapat disiarkan melalui kanal-kanal digital melalui kreativitas teman-teman peserta Akselerasi dan Silaturahmi Alumni Santri Digitalpreneur Indonesia ini. “Karena ini merupakan pelaksanaan tahun ke-4 maka kami melakukan perbaikan di antaranya ada kelas pendampingan untuk peserta Santri Digitalpreneur Indonesia tahun 2024. Program ini adalah bentuk follow up terhadap alumni agar dapat mengembangkan produk kreatif digitalnya sehingga bisa berdaya saing dan menjadi local heroes. Mudah-mudahan local heroes santri-santri bisa membangun negeri,” sambung Menparekraf. Menparekraf menargetkan melalui program Santri Digitalpreneur ini tercipta terobosan dan solusi dari ekonomi baru Indonesia yang berbasis ekonomi kreatif. “Kita ingin para santri ini tidak hanya membawa proposal tapi justru menjadi mentor digital, mereka bisa menjadi solusi dari ekonomi baru Indonesia yang berbasis ekonomi kreatif. Karena posisi kita sudah 3 besar dunia sekarang di level global, kita hanya tertinggal dari Korea Selatan dan AS. Jadi harapannya melalui santri digitalpreneur ini kita bisa mencetak lembaran baru yang insyaAllah bersejarah,” pungkas Menparekraf. (Iin) Baca juga :

Read More

Perjuangan Kartini Dalam Memperjuangkan Hak dan Kesetaraan Perempuan

Jepara — 1miliarsantri.net : Raden Ajeng Kartini atau yang lebih dikenal sebagai RA Kartini merupakan seorang tokoh Jawa atau Pahlawan Nasional Indonesia karena dia memperjuangkan hak emansipasi bagi kaum perempuan. Berkat perjuanganannya, kini perempuan bisa bersekolah dan bekerja dengan sama/setara dengan laki-laki. Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara. Kartini merupakan seorang putri keturunan bangsawan yang lahir dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A. Ngasirah. Kartini merupakan anak ke-5 dari 11 bersaudara. Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan karena perjuangan yang telah beliau lakukan walau tidak secara langsung. Surat-surat yang Kartini kirimkan kepada teman-temannya di Belanda kemudian dijadikan buku yang berjudul Door Duisternis tot Licht yang artinya Dari Kegelapan menuju Cahaya yang diterbitkan oleh Mr. JH Abendanon (Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia-Belanda). Buku tersebut banyak memberikan implementasi dalam cara berpikir masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi Jawa. Kemudian tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini. Kartini bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS) mulai dari tahun 1885, sekolah yang diperuntukan untuk orang Belanda dan orang Jawa yang kaya. Di ELS, Kartini belajar dan menguasai bahasa Belanda. Tetapi, Kartini hanya dapat bersekolah hingga umurnya yang ke-12 tahun, karena beliau sudah memasuki masa pingitan. Pingitan merupakan sebuah tradisi ketika perempuan Jawa harus dikurung dan tinggal di rumah. Namun, dipingit tidak menjadi halangan bagi Kartini. Berbekal pengetahuan bahasa Belanda yang cukup beliau kuasai karena bersekolah di ESL, beliau bertukar surat dengan teman-temannya dari Belanda. Kartini juga banyak membaca buku selain bertukar surat dengan teman-temannya yang lain. Karena banyaknya buku yang dibaca Kartini, beliau jadi mengetahui cara berpikir perempuan Eropa yang lebih modern dan bebas dibandingkan perempuan Jawa pribumi kala itu. Kartini yang hobi membaca mulai dari buku, surat kabar, hingga majalah menimbulkan ketertarikannya untuk memajukan perempuan pribumi. Karena pada saat itu, perempuan pribumi memiliki kedudukan atau stratifikasi sosial yang terbilang rendah. Menurut Kartini, perempuan pribumi harus mendapatkan kesetaraan, persamaan, dan kebebasan. Kartini yang pada saat itu sedang dipingit, tidak banyak hal yang dapat ia lakukan tetapi surat yang Kartini tulis menjadi salah satu bentuk perjuangannya. Beliau menuliskan gagasan-gagasannya mengenai emansipasi perempuan. Beliau menjelaskan penderitaan yang dirasakan perempuan Jawa yang tidak bebas menuntut ilmu dan harus dipingit sehingga hal tersebut mengekang kebebasan perempuan. Kemudian di tahun 1903, Kartini akhirnya menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Sedikit yang kita ketahui, rupanya Kartini memiliki jarak usia yang cukup jauh dengan suaminya. Kartini yang pada saat itu sudah berusia 24 tahun, dipaksa menerima perjodohan dari ayahnya. Sebab pada saat itu, usia 24 tahun dianggap perawan tua apabila belum menikah. Kartini akhirnya menerima perjodohan tersebut karena beliau menghormati dan ingin berbakti kepada ayahnya. Hanya saja Kartini memberi syarat bahwa beliau tidak ingin melakukan prosesi adat pernikahan dengan berjalan jongkok, berlutut dan mencium kaki suami. Dengan Kartini tidak melakukan prosesi adat tersebut, kita dapat melihat bahwa ini adalah bentuk keputusan Kartini yang menginginkan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Kartini juga menegaskan bahwa dirinya ingin membuka sekolah Hindia-Belanda untuk para perempuan agar mereka bisa belajar. Akhirnya setelah menikah pun, Kartini tetap melanjutkan perjuangannya untuk kesetaraan perempuan dan beliau juga menjadi seorang guru. Kegigihan Kartini akan pendidikan wanita ini dilihat tokoh Politik Etis, Van Deventer yang kemudian membantu mendirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini didukung oleh suami Kartini juga. Sekolah tersebut dinamakan “Sekolah Kartini” yang didirikan pada tahun 1912 yang berlokasi di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang (sekarang Gedung Pramuka). Sekolah ini pun berkembang hingga ke Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, dan banyak daerah lainnya. Setahun setelah menikah yakni 13 September 1904, Kartini melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat Namun sayang, perjuangan Kartini berakhir 4 hari setelah beliau melahirkan. Kartini meninggal di usianya yang 25 tahun kemudian beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang. Perjuangan Kartini memang tidak secara langsung, hanya bermodalkan surat-surat yang beliau kirimkan kepada teman-temannya. Namun hal itulah yang membuat Kartini istimewa, karena beliau membuat kita, para perempuan jadi bisa bersekolah dan bebas dan nyaman, setara dengan laki-laki. Perjuangan Kartini harus kita hargai karena berkat beliau, para perempuan masa kini tidak perlu dipingit, dapat belajar dan mengejar pendidikan dengan bebas dan mengeksplorasi bakat serta minat kita tanpa dibatasi gender. Kita para perempuan pun jadi bisa jatuh cinta dan menikah dengan orang yang benar-benar kita sayang, tanpa perlu dipingit dan dijodohkan. Perjuangan Kartini tidaklah sia-sia karena hingga saat ini para wanita dapat mengenyam pendidikan dan memiliki kesetaraan yang sama dengan laki-laki. Kita dapat melihat bahwa perjuangan tidak harus selalu besar atau maju ke medan perang. Kartini melakukan perjuangannya hanya bermodalan surat yang beliau tulis selama beliau dipingit. (yuk) Baca juga :

Read More

Indonesia Menjadi Pengekspor Produk Sabun Terbesar Kedua di Mesir

Mesir — 1miliarsantri.net : Secara mengejutkan banyak pihak, Indonesia ternyata menjadi negara pengekspor produk sabun terbesar kedua di Mesir. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Republik Indonesia Untuk Mesir, Lutfi Rauf. “Ini bukan hanya sabunnya saja, tapi produk turunannya juga,” ungkap Duta Besar RI di Mesir Lutfi Rauf dalam releasenya kepada media, Senin (1/4/2024). Menurut Dubes Lutfi, pada periode Januari- Desember 2023, ekspor sabun dan turunannya tersebut mencapai sebesar USD 4,48 juta dari total impor Mesir dunia sebesar USD 27, 14juta. Ini berarti, Indonesia menguasai 16, 54 persen pasar di Mesir. Baru baru ini, Dubes RI di Mesir menggelar pertemuan bersama importir dari Mesir. Dari negara piramid ini hadir Presdir United Egypt for commercial and industrial investment. Mohamed Breaka (direktur pabrik), Mohammed Hamdy sebagai konsultan hukum pada Egyptian Turkish company for sweets serta Research Scientist dari University of Sadat City, Prof Mohamed Azzazy dan beberapa pejabat lainnya. Sementara dari Indonesia turut mendampingi Dubes RI di Mesir adalah Atase Perdagangan, M. Syahran Bhakti dan Pelaksana Fungsi Ekonomi, Rifki Rustam Arsyad. Dubes Lutfi menjelaskan, nilai ekspor sabun Indonesia HS code 3401201090 pada Desember 2023 ke Mesir mencapai 4,48 juta senilai Rp. 71,02 miliar (kurs 1 USD =Rp. 15,852) atau naik 1660 persen dibandingkan Desember 2022 sebesar USD 255 ribu. Adapun untuk jenis Sabun HS Code 3401190010 pada Desember 2023 mencapai USD 54 ribu atau mengalami kenaikan sebesar 315 persen dibandingkan periode Desember 2022 sebesar USD 13 ribu. Dubes Lutfi menyebut, hal ini memberikan celah peluang untuk melejitkan ekspor sabun Indonesia dalam segmen pasar di Mesir. Atase Perdagangan menambahkan, tren sabun di pasar Mesir telah menjadi gaya hidup baru yang tidak saja untuk pemakaian rumah tangga melainkan, sebagai pasar perawatan kesehatan & tubuh, hadiah atau souvenir, dan pewangi rumah. Lebih lanjut, Atdag M. Syahran Bhakti mengungkapkan meski bea masuk produk sabun asal Indonesia yang saat ini masih tinggi diatas 40-60 persen, konsumen Mesir masih menggandrungi sabun Indonesia yang berbahan minyak nabati atau Vegetable oils. Mr. Mohamed Khallaf, yang telah 10 tahun terakhir mengimpor produk sabun (soap noodles) Indonesia menuturkan, perusahaannya rata-rata per tahun mengimpor 3000 s.d. 4000 ton produk bahan baku sabun berbahan minyak nabati untuk diproduksi menjadi sabun toilet padat, selain membuat kulit tetap terlindungi, juga ekonomis dan ramah lingkungan. Khallaf mengungkapkan, perusahaannya saat ini masih membidik pasar segmen menengah ke bawah, karena pasar ini perputarannya sangat tinggi, dan lebih sensitif terhadap harga. Atdag Syahran Bhakti memaparkan pesaing produk sabun Indonesia di pasar Mesir diantaranya adalah Malaysia di peringkat pertama dengan nilai ekspor sebesar USD 21,57 juta dengan menguasai pangsa pasar Mesir sebesar 79,50 persen, Jerman di posisi ketiga dengan nilai ekspor sebesar USD 523 ribu dengan pangsa pasar 1,93 persen, dan Turki di peringkat keempat dengan nilai ekspor sebesar USD 512 ribu dengan pangsa pasar sebesar 1,89 persen dan Tunisia di peringkat kelima dengan nilai ekspor sebesar USD 38 ribu dengan pangsa pasar 0,14 persen. (zain) Baca juga :

Read More

Ratusan Tenda Dibangun Untuk Pengungsi Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pusat Satelit PBB, INOSAT mengeluarkan laporan terbarunya, bahwa setidaknya 35 persen rumah di seluruh Jalur Gaza telah hancur sejak agresi Israel ke Jalur Gaza dimulai 7 Oktober 2023 hingga saat ini di mana agresi masih terus berlangsung. Persentase ini dipastikan terus meningkat seiring intensitas serangan terus meningkat. Apalagi AS baru-baru ini menambah bantuan triliunan dollar senjata untuk membantu Israel menyerang Gaza. Setidaknya 1,9 juta warga harus mencari perlindungan, meskipun tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza. Mayoritas warga mengungsi ke Gaza bagian selatan, Khan Younis dan Rafah walau kondisi di bagian wilayah itu termasuk tidak layak huni akibat tidak adanya sanitasi yang layak. Terlebih, daerah ini juga kerap menjadi sasaran serangan udara Israel berulang kali walau mereka mengklaim rakyat sipil bisa mengungsi kesana dan aman. Faktanya, tidak ada tempat yang aman di area pesisir laut yang sudah diblokade lebih dari satu dekade tersebut. Di lokasi pengungsian pun, banyak rekaman video amatir menunjukan kondisi hidup warga yang seadanya, menambal tempat berlindung mereka dengan terpal, kain, plastik makanan, botol minuman, dan segara cara lainnya agar bisa memiliki atap untuk berlindung. Lembaga Kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) terus menyalurkan berbagai kebutuhan urgen untuk rakyat Gaza sejak agresi terjadi enam bulan lalu. Kebutuhan seperti pakaian, penghangat, selimut, kasur, makanan hangat, sayur-sayuran, bahkan voucher belanja telah disalurkan kepada rakyat Gaza korban agresi dari masyarakat Indonesia melalui tim INH di Jalur Gaza yang beroperasi secara resmi. Pada bulan Ramadhan kali ini, INH juga membangun 200 tenda pengungsian untuk warga di Mawasi, Khan Younis, selatan Gaza. Tenda ini telah meringankan beban warga Gaza yang harus meninggalkan rumah mereka dalam kondisi hancur dan entah harus mengungsi kemana. “Setidaknya 200 keluarga bisa merasakan bukti cinta kasih masyarakat Indonesia yang terus tiada henti menyalurkan dukungan untuk mereka di kondisi darurat seperti saat ini,” terang Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim, Senin (1/4/2024). Semoga kemudian hari, lanjut Luqman akan ada banyak tenda lagi yang dibangun, dan bisa memberikan keringanan untuk lebih banyak keluarga di Jalur Gaza. Meski hal ini tidak sebanding dengan ujian yang mereka lalui, setidaknya bantuan ini bisa melindungi mereka dari kedinginan, hujan, dan kepanasan. “Kami akan terus mengupayakan agar bantuan secara maksimal dapat dirasakan saudara-saudara kita di Jalur Gaza, kami juga berterimakasih kepada para donatur yang tak pernah bosan menitipkan hartanya kepada lembaga kami, Insya Allah kami akan terus maksimalkan pengiriman bantuan itu,” jelasnya. Tenda pengungsi ini nantinya akan di tempati satu tenda untuk satu keluarga, tak hanya menempati tenda INH juga rencananya akan memenuhi kehidupan dasar bagi pengungsi seperti makan, air bersih siap minum dan kebutuhan pokok lainnya. (zul) Baca juga :

Read More

Pangeran Diponegoro Ditangkap Saat Bulan Ramadhan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Setelah memerintahkan anak buahnya membujuk Diponegoro agar mau berunding, Letnan Jenderal Hendrik Markus de Kock sempat berpesta. Pesta itu sengaja diadakan oleh Societat de Harmonie di Batavia untuknya. Pesta diadakan pada 17 Februari 1830, dihadiri 400 tamu undangan, termasuk Gubernur Jenderal Van den Bosch. Beberapa hari kemudian, datang laporan dari Kolonel Cleerens bahwa Diponegoro bersedia berunding dengan De Kock. Diponegoto tiba di Magelang pada 8 Maret, dan pada 28 Maret, bertepatan dengan hari kedua Lebaran, De Kock menangkap pemimpin Perang Jawa itu. Sejak 1826, De Kock memang memilih tinggal di Magelang setelah berselisih dengan Gubernur Jenderal Du Bus. Pada 1828, meski De Kock diangkat menjadi pejabat gubernur jenderal, ia memilih tetap berada di Magelang. Ia baru pergi ke Batavia pada 2 Februari 1828 setelah gubernur jenderal definitif tiba di Batavia pada 31 Januari 1828. Selama menjadi pejabat gubernur jenderal, De Kock menghibahkan tanah kepada Tarekat Freemason. Tarekat Freenason akan membangun kuil pemujaan. Selain menghibahkan tanah pemerintah kolonial, De Kock juga menyumbang 4.000 gulden. Anggaran pembangunan mencapai 12 ribu gulden. De Kock melakukdn peletakan batu pertama pembangunsn kuil Freemason itu pada 15 Februari 1830 sebagai presiden Tarekat Freemason. Ia juga merupakan wakil grand master Freemason di Hindia Belanda. Pesta yang diadakan untuknya adalah pesta untuk menghargai jasanya dalam pembangunan kuil Freenason itu. Tapi pesta dansa itu menjadi serba kebetulan karena pada 16 Februari 1830 Diponegoro menyatakan kesediaannya untuk berunding. Berkaitan dengan tugasnya untuk memulihkan keamanan di Jawa, berbagai cara telah De Kock lakukan. Gagal mengalahkdn Diponegoro lewat perang, ia mengubah taktik. Ia lakukan cara halus, yaitu mengendalikan perang saudara. Ia memilih tidak menaklukkan pangeran-pangeran Jawa, melainkan memenangkan hati mereka. Pengikut-pengikut Diponegoro yang memiliki niat baik ia rangkul, yaitu mereka yang bersedia bekerja sama dengan Belanda. Yang memiliki niat jahat ia buru tanpa ampun. Ia terus menjalin komunikasi di keraton Yogyakarta dan Surakarta. Itulah sebabnya, ketika di Jawa diadakan pesta ulang tahun Ratu Wilhelmina, ia membiarkannya, kendati di Batavia, Du Bus tidak mengadaksn perayaan demi penghematan. Tapi rupanya, Van den Bosch kurang setuju dengan langkah De Kock yang kurang progresif itu. Van den Bosch memutuskantak perlu lagi berunding dengan Diponegoro. Baginya, pilihan untuk Diponegoro hanya dua. Mati atau masuk penjara. De Kock mau tidak mau harus mengikuti keputusan gubernur jenderal itu.Maka, ketika Diponegoro tiba di Magelsng dan menyatakan tidak ada perundingan selama bulan Ramadhan, De Kock santai saja. Ia bahkan mrmberikan sambutan yang sangat ramah selama Ramadhan itu. Ia sering berkunjung ke Diponegoro pada saat makan sahur. Keluarga Diponrgoro juga didatangkan di Magelang. Maka Diponegoro bisa berkumpul dengan keluarga selama Ramadhan. Tiap hari ia sediakan lima kerbau untuk disembelih. Untuk keperluan makan berbuka dan makan sahur 800 pengikut dan 200 prajurit pengawal Diponegoro. Ia hadiahkan juga uang dalam jumlah besar. Seekor kuda Persia yang gagah pun diberikan kepada Diponegoro. Tapi keramahannya itu hanya tipu daya. Pada 28 Maret 1830, keramahan De Kock berubah. Saat Diponegoto mengunjunginya –bukan untuk berunding, melainkan untuk silaturahim Lebaran– De Kock menangkapnya. Usai silaturahim, De Kock melarang Diponegoro pulang. Bahkan secara diam-diam ia telah mengirim prajurit ke pesanggrahan untuk melucuti senjata prajurit Diponrgoro. Beberapa prajurit yang mengantarnya tanpa perlengkapan senjata juga segera diringkus. Diponegoro kemudian dikirim ke Semarang dengan kereta kuda. Di Semarang dinaikkan kapal menuju Batavia. (mif) Baca juga :

Read More