Pemerintah Australia Beri Isyarat Akui Palestina Sebagai Negara Merdeka

Canbera — 1miliarsantri.net : Pemerintah Australia mengisyaratkan akan mengakui Palestina sebagai negara. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong. Dia mengatakan langkah itu dapat memulai kembali proses perdamaian antara Palestina dan Israel serta menekan “ekstremisme” di Timur Tengah. “Pengakuan kenegaraan Palestina yang hanya dapat berdiri berdampingan dengan Israel, tidak hanya menawarkan peluang bagi rakyat Palestina untuk mewujudkan aspirasi mereka,” terang Wong pada rilis nya kepada media di Canberra, seperti dikutip dari Aljazirah, Rabu (10/4/2024). Dia menambahkan, hal Itu juga untuk memperkuat kekuatan untuk perdamaian, dan menekan ekstremisme. Itu akan menekan Hamas, Iran dan, proksi destruktif Iran di kawasan. “Kegagalan semua pihak selama puluhan tahun pada pendekatan ini, serta penolakan pemerintah (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu untuk terlibat dalam isu kenegaraan Palestina, menimbulkan rasa frustrasi,” lanjutnya. Pernyataannya disampaikan setelah sejumlah negara termasuk Inggris, Irlandia, Malta, Slovenia dan Spanyol juga mengungkapkan gagasan serupa. Sebelumnya dilaporkan presiden Dewan Keamanan PBB menyerahkan permohonan Otoritas Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB pada komite penerimaan negara anggota baru. Duta Besar Malta untuk PBB Vanessa Frazier mengusulkan pertemuan komite untuk mempertimbangkan permohonan itu. Frazier menambahkan pembahasan harus dilakukan bulan ini. Malta presiden Dewan Keamanan PBB untuk bulan April. “Dengan tulus kami berharap setelah 12 tahun sejak kami mengubah status sebagai negara pengamat, Dewan Keamanan akan meningkatkan dirinya sendiri untuk mengimplementasikan konsensus global solusi dua negara dengan menerima negara Palestina sebagai negara anggota penuh,” ungkap Utusan Palestina di PBB Riyad Mansour, Senin (8/4/2024). Pekan lalu Otoritas Palestina resmi meminta Dewan Keamanan PBB mempertimbangkan kembali permohonan mereka untuk menjadi anggota penuh PBB yang diajukan pada 2011. Palestina merupakan negara pengamat non-anggota PBB, status serupa dengan Vatikan. Komite 15 negara anggota akan menilai pengajuan itu untuk melihat apakah semua syarat sudah terpenuhi. Pengajuan itu dapat ditangguhkan atau dilanjutkan ke pemungutan suara di Dewan Keamanan. Untuk dapat disetujui diperlukan sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari Amerika Serikat (AS), Rusia, Cina, Prancis, atau Inggris. (sam) Baca juga :

Read More

Safari Ramadhan MUI Bersama 11 Syekh Palestina Himpun Donasi Rp5,2 Miliar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Safari Ramadhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama dengan Baznas RI 1445 H berhasil menghimpun dana Rp 5,2 miliar. Donasi tersebut akan disalurkan untuk Palestina. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, safari Ramadhan ini melibatkan sebelas imam dari Palestina yang merupakan para mufti, akademisi, dan hafiz quran yang tinggal di lima negara yakni Palestina, Mesir, Arab Saudi, Turki dan Yordania. Sebelas Syekh Palestina tersebut bernama Sadeq Yasser Aqlaae, Fayez S. A. Elyaseh, Wesam Hasan Soliman Hassan Zaurob, Ahmad Bilal Hashem Abuzaid, Dr Sameeh KA Hajjaj, Ahmad Mohamad Said Mokalalaty, Ibrahim Mahmoud Mustafa Abu Mahmoud, Ahmad Hassan Muhammad Husain, Hamza Khaled Mahmoud Abdallah, Moutashem Nawaf Harafsheh, dan Belal NS Abujazar. Mereka telah berkeliling selama 20 hari di provinsi Banten, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Selama safari Ramadhan, sebelas imam tersebut menyampaikan informasi tentang Palestina selama ceramah. Mereka juga mendorong jamaah Masjid membantu Palestina dengan berdonasi melalui rekening kemanusiaan BAZNAS. “Semua masuk ke rekening Baznas dan akan segera disalurkan kepada Palestina yang telah dizalimi oleh Israel,” terang Prof Sudarnoto. Prof Sudarnoto mengungkapkan, imam dari Palestina sudah ada yang meninggalkan Indonesia satu orang, malam ini satu orang, kemudian sisanya akan berangkat pada esok hari. Dalam kesempatan ini, Prof Sudarnoto menyampaikan ucapan terimakasih kepada Baznas RI yang telah mengakomodir para Imam Palestina dalam program Safari Ramadhan ini. Selain itu, Ketua Pelaksana Safari Ramadhan ini menyampaikan rasa terimakasih kepada MPR RI yang telah berkenan menyambut dan menerima dengan hangat para imam Palestina. Prof Sudarnoto juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang tidak pernah berhenti memperjuangkan Palestina di berbagai forum internasional. “MUI akan memberikan dukungan terkait langkah-langkah Kemenlu memperjuangkan Palestina, semoga Ibu Menteri Retno Marsudi diberikan kesehatan dan lindungan dari Allah SWT,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Orang Yang Mendapatkan Berkah Lailatul Qadar, Memiliki Tanda Yang Berbeda

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mubaligh Mesir Amr Khaled menyampaikan penjelasan soal tanda-tanda seorang Muslim telah mendapatkan malam Lailatul Qadar. Dia memulai pemaparannya dengan mengatakan segala bentuk kasih sayang di dunia berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal itu termanifestasi di 10 malam terakhir di mana kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya meningkat, dan secara khusus ada dalam Malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. “Cinta pertama dalam hidup Anda adalah cinta Allah kepada Anda. Dia yang memberikan pemberian yang tak terhitung sejak hari kelahiran Anda hingga saat ini, yang memberikan kepada Anda dalam satu malam lebih dari seribu bulan,” jelasnya. Alam semesta ini didasarkan pada kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah SWT berfirman: اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰنُ وُدًّا “Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka).” (QS. Maryam ayat 96) Dia juga menjelaskan bahwa di antara nama-nama Allah yang indah adalah Al-Hannan Al-Mannan (Pemberi Kasih Sayang, Pemberi Karunia yang banyak). Rasulullah SAW ketika terganggu oleh sesuatu, maka akan menyebut Ya Hannan Ya Mannan (Wahai Yang Maha Penyayang, Wahai Yang Maha Memberi). Lalu, Amr Khaled menjabarkan beberapa aspek kasih sayang Allah kepada hamba-Nya pada malam Lailatul Qadar, di mana pahala amal di malam itu lebih baik dari seribu bulan. “Ini peristiwa besar yang membuat Anda merasakan bahwa Allah adalah Maha Pemurah di atas apa yang Anda bayangkan, karena hanya Pemilik Kerajaan yang dapat memberikan Anda hadiah di malam hari. Dia memberi Anda dalam satu malam apa yang tidak Anda dapatkan dalam seribu bulan,” tuturnya. Amr Khaled mengungkapkan tanda-tanda orang yang mendapat malam Lailatul Qadar itu berbeda dari satu orang ke orang lain berdasarkan latar belakang setiap orang. Ada yang sangat berjuang keras tahun lalu, ada yang kehilangan anak laki-laki atau perempuan, ada yang terbaring di rumah sakit, ada yang berpisah dengan pasangan hidupnya, dan ada yang berjuang untuk mencari nafkah. “Karena itu, pemberian di malam Lailatul Qadar sebanding dengan tingkat penderitaan yang dialami tahun sebelumnya,” urainya. Khaled mengatakan, setiap orang memiliki kedekatan khusus dengan Allah di malam itu. Setiap orang mendapatkan sesuatu sesuai dengan penderitaannya, dan tidak ada yang bisa menghalangi kekuasaan Allah SWT. “Dia yang memberikan kepada setiap individu sesuai dengan penderitaannya,” sambungnya. Rasulullah Muhammad SAW merasakan banyak kesakitan dalam hidupnya, tetapi yang paling menyakitkan baginya adalah saat di Taif, ketika dilempari dengan batu oleh orang-orang jahiliyah, tetapi pemberian dari Allah adalah perjalanan Isra dan Miraj. Khaled menjelaskan bahwa salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah memberi tanda-tanda kepada mereka untuk meyakini kasih sayang-Nya pada malam Lailatul Qadar, kemudian memberikan bantuan kepada mereka. Adapun tiga tanda seorang Muslim mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar, sebagai berikut. “Jika Anda merasakan salah satu dari tanda-tanda ini, itu adalah tanda bahwa Allah SWT mencintai Anda pada malam Lailatul Qadr. Maka untuk mengetahui kedudukan Anda di sisi Allah pada malam Lailatul Qadr, perhatikan apa yang Dia izinkan untuk Anda lakukan,” ungkap Amr Khaled. (yan) Baca juga :

Read More

Kuota Jamaah Haji 2024 Sudah Terpenuhi, Keberangkatan Kloter Pertama 12 Mei 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktur Layanan Haji dalam Negeri pada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Saiful Mujab mengatakan perpanjangan Tahap II pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1445 H sudah ditutup pada 5 April 2024. Saat ini kuota nasional jamaah haji reguler sudah terpenuhi, dan kloter pertama dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 11 Mei 2024 dan selanjutnya terbang ke Arab Saudi pada 12 Mei 2024. “Alhamdulillah, kuota jamaah haji reguler pada penutupan proses pelunasan 5 April 2024, sudah terpenuhi,” terang Saiful Mujab di Jakarta, Selasa (9/4/2024). Saiful Mujab bersyukur seluruh kuota jamaah haji reguler tahun ini sudah terpenuhi. Dia berharap, jamaah yang sudah melakukan pelunasan dan masuk kuota keberangkatan, semuanya bisa berangkat pada operasional haji 1445 H/2024 M. “Kloter pertama dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 11 Mei 2024 dan terbang ke Arab Saudi pada 12 Mei 2024,” paparnya. Indonesia tahun ini mendapat 221.000 kuota haji. Selain itu, Indonesia juga mendapat tambahan sebesar 20.000 kuota. Sehingga, total kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 241.000 jemaah. Jumlah ini terdiri atas 213.320 kuota jamaah haji reguler dan 27.680 kuota jemaah jamaah haji khusus. Pelunasan biaya haji bagi jamaah reguler dibuka dalam dua tahap. Tahap pertama, dibuka sejak 10 Januari sampai 12 Februari 2024. Tahap ini kemudian diperpanjang hingga 23 Februari 2024. Tahap kedua dibuka dari 13 – 26 Maret 2024. Saat itu baru 194.744 jamaah reguler yang melakukan pelunasan, sehingga pelunasan diperpanjang pada 1 – 5 April 2024. “Sampai hari terakhir, ada 196.272 kuota yang terlunasi, terdiri atas 194.285 jamaah haji reguler, 1.484 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 503 pembimbing ibadah pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU),” tambah Saiful Mujab. Masih ada 17.048 kuota jemaah haji reguler. Sisa kuota ini akan diisi oleh jamaah haji reguler yang sudah melunasi tapi dengan status cadangan. “Saat ini tercatat ada 26.689 jamaah yang juga sudah melunasi dengan status cadangan. Jadi bahkan sudah melebihi sisa kuota yang ada. Jamaah dengan sudah melunasi dengan status cadangan ini akan mengisi sisa kuota. Termasuk jika ada jamaah yang sudah lunas namun karena satu alasan menunda keberangkatannya. Ini juga akan diisi kuota cadangan. Pengisian kuota cadangan berdasarkan nomor urut porsi,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Kamarudin Amin : 2050 Islam Jadi Agama Mayoritas

Jakarta — 1miliarsantri.net : Merujuk data World Population Review, Indonesia tidak lagi menjadi negara Muslim terbesar di dunia karena titel itu sudah diambil alih oleh Pakistan. Saat ini populasi penduduk Muslim Pakistan mencapai 240,8 juta jiwa (98,19 persen dari total populasi). Sementara, Indonesia sebanyak 236 juta jiwa (84,35 persen dari total populasi). Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, dalam laporan itu juga disebutkan bahwa Islam akan menjadi agama mayoritas di dunia pada 2050 nanti. “Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang semakin menarik, agama yang semakin dirasakan signifikansinya dalam kehidupan umat manusia,” terang Kamaruddin kepada 1miliarsantri.net, Selasa (9/4/2024). Dia menuturkan, tren kenaikan pemeluk Islam tidak hanya terjadi di negara-negara Timur Tengah, tetapi juga negaranegara di Eropa Barat, Amerika, Skandinavia, Eropa Timur, Asia Timur, Australia, dan belahan dunia lainnya. Dia pun berterima kasih dan mengapresiasi ormas-ormas Islam di Indonesia yang selama ini bersinergi dengan pemerintah. Dia menyebut, Indonesia adalah negara yang partisipasi penduduknya tertinggi di dunia. Banyak lembaga pendidikan, terutama Islam, lembaga dakwah, dan majelis taklim digerakkan oleh masyarakat dan tidak didominasi oleh pemerintah. “Tidak ada negara seperti Indonesia ini yang misalnya pendidikan Islamnya mayoritas dimiliki oleh masyarakat,” paparnya Kamaruddin. Menurut dia, itu menjadi kekhasan Islam di Indonesia yang menjadi sorotan oleh para peneliti Eropa dan Amerika. Dia menyatakan, Indonesia adalah negara yang paling pantas mewakili dunia Islam sebagai negara yang punya kemampuan untuk mengintegrasikan Islam dengan demokrasi. Dalam pandangannya, itu semua berkaitan dengan perjuangan dan khidmat para tokoh ormas Islam. “Kalau mau melihat Islam diimplemetasikan atau diartikulasikan maka lihatlah Indonesia sebagai salah satu negara yang paling representatif untuk melihat bagaimana Islam dan demokrasi kompatibel,” sambungnya. Kamaruddin juga bersyukur karena Indonesia baru saja melalui pesta demokrasi atau pemilihan umum tanpa ada kekerasan berbasis agama atau politik identitas. Padahal, dalam pesta demokrasi di Eropa Barat dan Amerika, politik identitas masih cukup kental. “Ini lagi-lagi adalah berkat kerja keras, kerja sama, sinergi, dan kolaborasi antara kita semua, antara pemerintah dengan civil society, ormas-ormas keagamaan, pondok pesantren, penceramah, para ulama, dan para kiai,” bebernya. Kamaruddin juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Agama, Yaqut Cholil Qaumas atau Gus Menteri, yang terus memberikan arahan dan mendorong untuk membangun kemitraan berkelanjutan dengan ormas-ormas keagamaan untuk menjalankan program-program strategis di Kemenag. “Berbagai pertemuan yang diselenggarakan merupakan bagian untuk mewujudkan kemitraan strategis, kolaboratif produktif, dan hubungan yang mesra antara pemerintah dengan masyarakat sipil sebagai syarat utama terwujudnya kehidupan kebangsaan yang harmonis dan apresiatif terhadap nilai-nilai keragaman dan demokrasi,” lanjutnya. Dia juga menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang paling majemuk atau plural di dunia. Kendati demikian, Indonesia memiliki tingkat stabilitas sosial politik yang baik karena ada kontribusi fundamental dari ormas-ormas keagamaan yang menjadi fondasi infrastruktur sosial. Kamaruddin menilai, ormas Islam adalah infrastruktur sosial yang sangat kokoh di Indonesia, sehingga Indonesia mempunyai daya tahan terhadap paham atau ideologi trans-nasional. “Ini sesuatu yang sangat membanggakan yang harus kita rawat dan jaga bersama. Kemajuan teknologi informasi yang bisa masuk ke anak-anak kita, sinergi antara pemerintah dan ormas tentu menjadi hal yang sangat penting,” ujar Kamaruddin. Menurut dia, pemerintah Indonesia dan ormas Islam mempunyai visi yang sama, sinergi yang maksimal, dan hubungan yang mesra. “Acara silaturahim ini dimaksudkan untuk membangun dan mempererat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dengan ormas-ormas keagamaan Islam. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia. Hal itu bisa terwujud manakala pemerintah dan ormas-ormas Islam bekerja bersama,” kata Kamaruddin. Dia menambahkan, Islam Indonesia memiliki kekhasan tersendiri karena ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Mathla’ul Anwar, Jamiat Khair, Syarikat Islam, dan lainnya berperan penting dalam proses berbangsa dan bernegara. Mereka berkontribusi baik sebelum maupun setelah Indonesia merdeka dan mengisi kemerdekaan. (wink) Baca juga :

Read More

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh Hari Rabu 10 April 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1445 bertepatan dengan Rabu 10 April 2024. Penetapan ini dilakukan melalui sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan melibatkan sejumlah pakar, akademisi, dan perwakilan ormas. Sidang juga dihadiri sejumlah delegasi negara sahabat. ‘’Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal jatuh pada Rabu 10 April 2024 Masehi,” ucap Menag Yaqut, dalam Sidang Isbat 1 Syawal 1445 sejak sore hingga pukul 19.00 di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (9/4/2024). Hadir dalam seminar pemaparan posisi hilal, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua MUI Asrorun Ni’am Sholeh, para Staf Khusus Menag, para Staf Ahli dan Tenaga Ahli Menag, para pejabat eselon I dan II Kemenag, serta perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat. Sementara itu, berdasarkan pengamatan sejumlah titik rukyat antara lain hilal 1 Syawal 1445 H berhasil dirukyat antara lain di Jawa Timur antara lain di Markaz Tanjung Kodok Lamongan Jawa Timur, Masjid Agung Darussalam, Sooko, Kabupaten Mojokerto, dan RSI Siti Hajar, Kabupaten Sidoarjo. Anggota Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menyebut posisi hilal awal Syawal 1445 H di seluruh wilayah Indonesia berada di antara 4° 52‘ 43“ sampai dengan 7° 37‘ 50“, dan elongasi antara 8° 23‘ 41“ sampai 10° 12‘ 56“. Berdasarkan data tersebut, maka menurut Cecep, posisi hilal sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) sehingga diprediksi dapat dilihat. Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan posisi hilal jelang Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1445 H/2024 M di Gedung Kemenag Jl MH Thamrin Jakarta. “Dari data tersebut, hilal kemungkinan dapat dirukyat pada hari ini, karena tinggi hilal seluruh wilayah Indonesia sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat menurut kriteria MABIMS,” ungkap Cecep kepada 1miliarsantri.net, Selasa (9/4/2024). Lebih lanjut Cecep Nurwendaya menjelaskan, negara-negara anggota MABIMS telah merumuskan kriteria baru visibilitas hilal, yaitu ketinggian hilal minimal 3° dengan sudut elongasi 6,4°. Meski demikian, Cecep menjelaskan, sebelum menetapkan 1 Syawal, pemerintah perlu melihat hasil pengamatan langsung (rukyatul hilal) untuk mengonfirmasi hasil hisab. Tahun ini, Kemenag menetapkan 127 titik lokasi rukyatul hilal awal Syawal 1445 Hijriyah. “Kriteria itu diputuskan pada 8 Desember 2021 dan telah diterapkan di Indonesia pada awal Ramadhan 1443 H/2022 M,” pungkas pakar astronomi tersebut. (wink) Baca juga :

Read More

Pertahankan Seni Reog, Kabupaten Ponorogo Bangun Monumen Reog

Ponorogo — 1miliarsantri.net : Seni Tari Reog Ponorogo telah dikenal oleh khalayak sejak dulu dan menjadi milik Ponorogo, sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Namun beriring dengan waktu yang terus berjalan, mobilitas warga Ponorogo yang terus terjadi diberbagai belahan dunia maka kesenian tari itu juga turut terbawa. Di Malaysia, ada keturunan warga Ponorogo yang kemudian menetap disana. Mereka membawa Reog Ponorogo terus eksis dan berkembang. Dan itu menjadi penyebab diakuinya Reog berasal dari Negara Jiran itu. Kemudian di Taiwan, Seni Reog juga berkembang dengan baik yang dibawa oleh orang Ponorogo dan keturunannya. Sehingga juga diyakini menjadi sebab Taiwan mengeklaim budaya itu berasal dari Negara Formosa, sebutan bagi Taiwan. Untuk itu, disetiap Bupati yang memerintah di Ponorogo berusaha meyakinkan bahwa Reog merupakan Seni Tari Asli dari Bumi Wengker Lor, sebutan lain bagi Ponorogo. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintahan Bupati Sugiri Sancoko dan Lisdyarita di periode ini, beberapa Langkah dilakukan untuk memastikan hak milik Reog Ponorogo adalah milik Indonesia yang berasal dari Ponorogo. Salah satunya adalah mendaftarkan Seni Tari itu ke UNESCO. Bahkan perjuangannya tinggal satu langkah lagi bagi masyarakat, seniman, dan Pemkab Ponorogo mengantarkan Reog Ponorogo tercatat sebagai intangible cultural heritage (ICH) / warisan budaya tak benda (WBTb) UNESCO mencapai garis finish. Informasinya, pada 2 – 7 Desember 2024 nanti, sidang penetapan Reog Ponorogo sebagai ICH UNESCO bakal digelar di Paraguay. Kemudian Langkah selanjutnya adalah dengan membangun Monumen Reog Ponorogo. Monumen Reog Ponorogo saat ini sedang dibangun di Gunung Gamping, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Jawa Timur. Pembangunan monumen setinggi 126 meter itu bakal mengalahkan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali yang punya ketinggian 121 meter. “Selain untuk menciptakan destinasi wisata baru di Ponorogo bagian barat, monument ini adalah upaya kami untuk mengeklaim dan memastikan bahwa Reog Ponorogo adalah milik Indonesia asli dan berasal dari Ponorogo. Desember 2024 ini, Monumen Reog sudah berdiri dan tinggal membangun daerah disekitarnya,” terang Bunda Lisdyarita, Wakil Bupati Ponorogo kepada 1miliarsantri.net, Senin Malam (08/04/2024). Pembangunan Monumen Reog tersebut dilakukan oleh pemenang tender yaitu PT Widya Satria senilai Rp 85 miliar dan didanai dari APBD Ponorogo dari tahun 2022 hingga 2024 (multi years). (mad) Baca juga :

Read More

Jamaah Aolia Gunung Kidul Sudah Berlebaran 5 April 2024

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Masyarakat Indonesia digegerkan dengan perkataan pimpinan jamaah Masjid Aolia di Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta, Ibnu Hajar Sholeh Pranolo atau Mbah Benu mengklaim sudah langsung menelepon Allah SWT perihal penetapan 1 Syawal 1445 atau Idul Fitri 2024. Mbah Benu dan jamaahnya telah melaksanakan shalat Idul Fitri pada Jumat (5/4/2024) lalu. “Tidak ada perhitungan (penentuan 1 Syawal), saya telepon langsung kepada Allah Ta’ala. Ya Allah, kemarin tanggal empat (April 2024), malam empat, Ya Allah ini sudah tanggal 29, 1 Syawalnya kapan? Allah Ta’ala ngendiko (berkata), tanggal limo jumuah, kuwe koyo ngono (itu kayak begitu), mangkane disalahke wong, ora opo-opo, urusane ingsun karo Gusti Allah (makanya disalahkan orang, nggak apa-apa, urusan saya dengan Gusti Allah),” ungkap Mbah Benu. Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur berharap semua umat Islam khususnya tokoh agama harus beribadah sesuai ajaran agama Islam yang benar, menggunakan ilmu, dan akal sehat. “Tidak boleh mempermainkan ajaran agama Islam termasuk berdalih telah berbicara langsung dengan Allah swt,” terang Gus Fahrur kepada 1miliarsantri.net, Senin (8/4/2024). Menurut Gus Fahrur, seseorang tidak bisa secara asal-asalan mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Gusti Allah. Menurutnya pengakuan semacam itu tidak sah dan tidak boleh dijadikan dasar tuntunan agama. Ibadah dalam Islam, lanjutnya, harus sesuai tuntunan syariat yang dipahami dengan ilmu-ilmu standar ajaran agama Islam yang sudah jelas dalil-dalilnya dan garis-garisnya. “Kepada saudara kita masyarakat Muslim di Panggang, Gunung Kidul, diimbau untuk mengambil tuntunan agama Islam dari para ulama yang dapat menjelaskan dan mempertanggungjawabkan ajaran Islam sesuai metode syariat Islam yang sah,” ucap Gus Fahrur. Ia mewanti-wanti, agar masyarakat tidak terkecoh oleh keanehan atau kesaktian individu. Karena menurutnya, orang yang dapat menghadirkan hal-hal ajaib sekalipun tidak berarti dia memiliki keistimewaan di hadapan Allah SWT. “Tukang sulap dan tukang sihir juga bisa melakukannya. Benar dan salah seseorang dalam ajaran agama Islam hanya boleh diukur dengan ketentuan-ketentuan syariat sesuai tuntunan Al-Qur’an, hadits, qiyas, dan ijma’ para ulama,” tegasnya. Sebelumnya, jamaah Masjid Aolia juga melaksanakan tarawih lebih dulu yaitu pada 6 Maret 2024 malam. Mereka mulai berpuasa Ramadhan 1445 pada 7 Maret 2024. Jamaah Masjid Aolia melaksanakan puasa selisih 5 hari dengan yang ditetapkan Pemerintah yang memulai pada 12 Maret 2024. (mif) Baca juga :

Read More

Ustadz Muhammad Taufiq AB : Dzikir Bisa Tenangkan Batin dan Hilangkan Keresahan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dzikir mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa dalam kehidupan manusia. Karenanya, Ustadz Muhammad Taufiq AB mengajak jamaah untuk memperbanyak dzikir, khususnya di akhir Ramadhan. “Perlu kita ingat bersama bahwa manfaat zikir itu sangat powerful,” ungkapnya saat tausiah itikaf di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya beberapa waktu lalu. Berzikir di kala Ramadhan tentu memiliki manfaat yang luar biasa. Terlebih, bulan ini juga merupakan bulan pembersihan atau syahrul mutahar. Artinya, umat muslim menjalankan ibadah pada bulan ini dengan porsi yang meningkat daripada umumnya. “Tidak ada bulan di mana orang solat lebih banyak daripada bulan Ramadhan. Orang sedekah, membaca Al-Qur’an, menolong sesama, rata-rata lebih banyak dilakukan ketika Ramadan,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (8/4/2024). Diketahui, dzikir dapat menenangkan perasaan hati saat dalam keadaan resah, gelisah, khawatir bahkan juga stres. Dzikir merupakan cara terbaik untuk menghindari dan mengobati perasaan hati yang tak tenang untuk mengarahkan hati menjadi tenang. Ustadz Taufiq mengajak para jamaah untuk menghabiskan sisa waktu Ramadhan ini dengan beribadah. Akan tetapi, kata dia, beribadah dalam hal ini juga harus menerapkan ilmu dan adab. “Sebab ibadahnya orang berilmu dan tidak berilmu itu beda. Kita membutuhkan ilmu untuk mempelajari Al-Qur’an, untuk berzikir,” urainya. Pada akhir tausiahnya, Ustaz Taufiq juga mengajak para jamaah untuk senantiasa menyegerakan bertaubat. Secara rutin, taubat bisa dimulai dengan berzikir dan memperbaiki ibadah wajib. “Mari kita semua bertaubat, bertaubat yang rutin. Hati yang tersesat harus berzikir. Berzikir yang banyak itu penting, tetapi berzikir berkualitas juga akan lebih baik,” sambungnya. Iktikaf ini menjadi agenda rutin Unair setiap Ramadhan. Kali ini iktikaf bersama terlaksana Jumat-Sabtu (5-6/4/2024), di Masjid Ulul Azmi, Kampus MERR-C Unair. Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak mengatakan, itikaf bersama ini bertujuan mengajak para sivitas akademika UNAIR untuk bersama-sama menjemput Lailatul Qadar. “Kami ingin mencoba untuk bagaimana caranya supaya para civitas academica ini bisa itikaf dan menjemput Lailatul Qadar. Mengikuti kajian-kajian kajian dengan harapan mengurangi keresahan,” ujarnya. Menurut Prof Nasih, acara itikaf bersama yang UNAIR gagas sejak belasan tahun lalu ini menjadi salah satu inovasi baru di bidang keagamaan. Pasalnya, masih belum banyak kegiatan itikaf terlaksana di lingkungan akademis. “Kepeloporan kita diikuti banyak orang. Ini adalah bagian dari proses yang harus kita dorong bersama. Bahwa dalam proses beragama pun harus ada inovasi seperti itikaf ini,” tutur Guru Besar FEB UNAIR ini. Lebih lanjut, Prof Nasih menyebut itikaf ini menjadi salah satu wujud ibadah dan kebaikan di bulan Ramadan. Oleh karena itu, ia berharap, itikaf bersama ini akan terus berlanjut hingga Ramadan berikutnya. “Sekali lagi tentu hal yang baik ini perlu dilanjutkan terus karena manfaatnya juga pasti banyak. Seperti halnya itikaf ini,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Sosok Mbah Benu Pimpinan Jamaah Aolia Gunung Kidul Yogyakarta

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Jamaah Aolia Gunung Kidul, Yogyakarta sudah merayakan hari Raya Idul Fitri pada Jumat 5 April 2024. Puluhan Jamaah Aolia di Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul tersebut mengikuti salat Idul Fitri yang dipimpin langsung KH Ibnu Hajar Pranolo (Mbah Benu). Jamaah mendatangi masjid-masjid Aolia yang tersebar di sejumlah titik terutama di Kapanewon Panggang. Di antaranya adalah warga Dusun Panggang III Kalurahan Giriharjo Kapanewon (Kecamatan) Panggang Gunungkidul mendatangi rumah Mbah Benu. Jamaah ini lebih dulu merayakan lebaran dibanding umat Islam pada umumnya. Mbah Benu mengaku sudah telepon Gusti Allah (Tuhan) ketika menentukan kapan hari Raya Idul Fitri dilaksanakan. ”Saya tidak pakai perhitungan, saya telpon langsung kepada Allah Ta’ala Ya Allah kemarin, tanggal 4, malam 4. Ya allah ini sudah 29, 1 syawalnya kapan? Allah Ta’ala ngendiko (bertutur), Jemuah. Kui koyo ngono,” demikian cuplikan video yang viral. Pernyataan Mbah Benu tersebut mengundang kontroversi, tak sedikit warganet yang menghujat Mbah Benu dan mengatakan jika Jamaah adalah aliran sesat. Siapa sebenarnya Mbah Benu? Tidak banyak referensi tentang Mbah Benu. Namanya baru mencuat dalam beberapa tahun terakhir karena melakukan Salat Idul Adha maupun salat taawih Ramadhan lebih awal dari ketentuan pemerintah. Mbah Benu pernah ditulis secara khusus dalam Tesis berjudul Dekonstruksi Mitos Kanjeng Ratu Kidul dalam Pendidikan Akidah Perspektif KH Raden Ibnu Hajar Shaleh Pranolo 1942-Sekarang (2017) yang ditulis oleh Mohamad Ulyan mahasiswa Magister PAI IAIN Purwokerto pada 2017 silam. Penulis menggali secara mendalam terkait Mbah Benu. Dalam tesis itu ada biografi Mbah Benu, lahir di Pekalongan, pada Sabtu Pon 28 Desember 1942 dan besar di Solotiang, Maron, Purworejo. Tesis ini juga menuliskan Mbah Benu setelah drop out pada semester akhir dari Fakultasnya, Kedokteran UGM Yogyakarta, kemudian menetap di Giriharjo, Kecamatan Panggang sejak 27 Juli 1972. Mbah Benu ngaji langsung kepada ayahnya yaitu Kyai Soleh bin KH. Abdul Ghani bin Kyai Yunus. Ayahnya merupakan lulusan berbagai pesantren besar di Jawa dan Madura seperti Krapyak, Termas, Lirboyo, Madura, bahkan merupakan salah satu murid Mbah Kholil Bangkalan, Madura. Mbah Benu memutuskan keluar dari FK UGM karena tidak mau memakan uangnya orang sakit, orang menderita dan orang meninggal. Dia memutuskan untuk menetap di daerah Gunungkidul untuk mengikuti calon istri yang waktu itu bertugas sebagai bidan di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidull. (yus) Baca juga :

Read More