Sosok Mbah Benu Pimpinan Jamaah Aolia Gunung Kidul Yogyakarta

Dengarkan Artikel Ini

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Jamaah Aolia Gunung Kidul, Yogyakarta sudah merayakan hari Raya Idul Fitri pada Jumat 5 April 2024. Puluhan Jamaah Aolia di Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul tersebut mengikuti salat Idul Fitri yang dipimpin langsung KH Ibnu Hajar Pranolo (Mbah Benu).

Jamaah mendatangi masjid-masjid Aolia yang tersebar di sejumlah titik terutama di Kapanewon Panggang. Di antaranya adalah warga Dusun Panggang III Kalurahan Giriharjo Kapanewon (Kecamatan) Panggang Gunungkidul mendatangi rumah Mbah Benu.

Jamaah ini lebih dulu merayakan lebaran dibanding umat Islam pada umumnya. Mbah Benu mengaku sudah telepon Gusti Allah (Tuhan) ketika menentukan kapan hari Raya Idul Fitri dilaksanakan.

”Saya tidak pakai perhitungan, saya telpon langsung kepada Allah Ta’ala Ya Allah kemarin, tanggal 4, malam 4. Ya allah ini sudah 29, 1 syawalnya kapan? Allah Ta’ala ngendiko (bertutur), Jemuah. Kui koyo ngono,” demikian cuplikan video yang viral.

Pernyataan Mbah Benu tersebut mengundang kontroversi, tak sedikit warganet yang menghujat Mbah Benu dan mengatakan jika Jamaah adalah aliran sesat.

Siapa sebenarnya Mbah Benu? Tidak banyak referensi tentang Mbah Benu. Namanya baru mencuat dalam beberapa tahun terakhir karena melakukan Salat Idul Adha maupun salat taawih Ramadhan lebih awal dari ketentuan pemerintah.

Mbah Benu pernah ditulis secara khusus dalam Tesis berjudul Dekonstruksi Mitos Kanjeng Ratu Kidul dalam Pendidikan Akidah Perspektif KH Raden Ibnu Hajar Shaleh Pranolo 1942-Sekarang (2017) yang ditulis oleh Mohamad Ulyan mahasiswa Magister PAI IAIN Purwokerto pada 2017 silam.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca