Sejarah Perjalanan Haji Waktu Tempo Dulu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pada abad ke-17 dan ke-18, terdapat jamaah haji (umat Islam) dari Nusantara (Indonesia) yang menunaikan ibadah haji. Hal ini tidak terlepas dari hubungan pelayaran yang terjalin antara masyarakat kepulauan Nusantara dan pedagang dari jazirah Arab yang berjualan hingga Nusantara. Akan tetapi, perjalanan haji di masa lalu dan sekarang berbeda. Dalam perjalanan menuju Tanah Suci Makkah, banyak bahaya yang harus dihadapi jamaah haji, bahkan bahaya yang bisa merenggut nyawa. Umumnya rute pelayaran menuju Makkah ditempuh melalui Selat Malaka, Samudera Pasai, dan Pidie. Wilayah tersebut sudah terkenal sejak dahulu kala sebagai pusat perdagangan internasional. Pada permulaan abad ke-16 telah dijumpai pribumi Nusantara di Makkah. Kemungkinan besar adalah pedagang yang datang ke Makkah dengan kapalnya. Sebelum abad ke-16, bangsawan dari Nusantara memang sudah melakukan pelayaran untuk melaksanakan ibadah haji ke Makkah, misalnya Sunan Gunung Jati yang dikenal sebagai Syekh Syarif Hdayatullah. Berdasarkan Hikayat Hasanuddin yang merupakan terjemahan bebas dari Hikayat Banten Rante-Rante yang ditulis pada 1662, 1663 dan Sajarah Banten menyebutkan bahwa dua orang penguasa kerajaan Islam di Nusantara yaitu Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah) dari Cirebon dan putranya Maulana Hasanuddin yang merupakan Sultan Banten sempat menunaikan ibadah haji bersama-sama. Dikutip dari buku Sejarah Ibadah Haji Indonesia dari Masa ke Masa yang diterbitkan BPKH tahun 2023. Dijelaskan, menurut Dien Madjid, Hikayat Hang Tuah yang merupakan salah satu naskah yang ditulis pada akhir abad ke-17 mencatat rihlah orang Nusantara ke Tanah Suci, menceritakan tentang perjalanan Hang Tuah ke Istanbul dengan armadanya. Ketika itu Hang Tuah menyempatkan berhaji ditemani syahbandar pelabuhan Jeddah bernama Malik rasal. Perjalanan haji saat itu harus dilakukan dengan perahu layar yang sangat bergantung pada musim. Biasanya para musafir menumpang pada kapal dagang, sehingga harus sering berpindah kapal saat sandar di sebuah pelabuhan tertentu. Perjalanan itu membawa mereka melalui berbagai pelabuhan di Nusantara. Jamaah haji dari Tanah Jawa misalnya, terlebih dahulu harus menuju Pelabuhan di Batavia (wilayah Jakarta saat ini). Selanjutnya menuju pelabuhan terakhir di Nusantara yakni Aceh. Di sana mereka menunggu kapal ke India untuk ke Hadramaut, Yaman atau langsung ke Jeddah (Arab Saudi). Perjalanan laut itu biasa makan waktu enam bulan dan bahkan lebih, karena harus berganti kapal atau mencari bekal tambahan dengan bekerja di negeri tertentu. Dalam perjalanan, para musafir tidak jarang harus berhadapan dengan berbagai macam bahaya seperti ombak yang besar. Pada masa awal perjalanan haji, tidak mengherankan apabila calon jamaah haji dilepas kepergiannya dengan derai air mata. Karena khawatir mereka tidak akan kembali lagi. Itulah sekelumit catatan tentang kaum Muslimin Nusantara zaman dahulu yang telah berhasil menunaikan ibadah haji. Dari kisah-kisah tersebut tergambar bahwa ibadah haji biasanya hanya terjangkau kaum elite seperti kalangan istana atau keluarga kerajaan, karena memerlukan biaya yang sangat besar. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan adanya masyarakat kalangan bawah yang juga telah berhasil menunaikan ibadah haji, namun tidak tercatat dalam sejarah. Kerajaan memiliki peranan penting dalam pengelolaan pemberangkatan haji. Kehadiran tata kelola haji diawali dari kalangan elite yang memiliki kebutuhan kenyamanan serta keamanan perjalanan. (jeha) Baca juga :

Read More

Delapan Jamaah Calon Haji Asal Sukabumi Terima Smart Card Haji

Jakarta — 1miliarsantri.net : Delapan 8 jamaah haji Indonesia asal Sukabumi, Jawa Barat, hadir pada pertemuan bilateral antara Menag RI H Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah di Jakarta, Selasa (30/4/2024) lalu. Delapan jamaah tersebut menerima penyerahan perdana smart card haji oleh Menteri Haji Saudi Tawfiq Al-Rabiah. Salah seorang jamaah haji asal Sukabumi yang menerima smart card haji ini menyampaikan bahwa dia berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. “Kita berjumlah delapan orang hadir pada pertemuan tersebut dengan pendampingan Kasi PHU Kankemenag Sukabumi H Abdul Mannan,” terang Mahdi saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Jumat (3/5/2024). Kasi PHU Kankemenag Sukabumi H Abdul Mannan menerangkan, rombongan jamaah hajinya berasal dari Kloter 14 JKS. Ia menyampaikan syukur dan terima kasih atas undangan sebagai penerima smart card haji. “Momentum ini merupakan sebuan kehormatan bagi Kankemenag Sukabumi. Sebanyak 8 orang jamaah kita hadir dalam penyerahan secara simbolis smart card. Ini bagian dari identitas jamaah. Tanda masuk area wukuf dan mabit. Saya kira ini bagian dari perbaikan layanan terhadap jamaah haji. Alhamdulillah,” lanjut Abdul Mannan. Ia menerangkan, Sukabumi pada penyelenggaraan ibadah haji 2024 ini berangkat dengan 4 kloter. Setiap kloter berjumlah kurang lebih 440 jamaah haji. ”Baru 8 orang ini. Yang lain belum,” papar Abdul Mannan ketika ditanya berada yang sudah menerima smart card haji ini. Jamaah haji Indonesia mendapat keistimewaan dari Kerajaan Arab Saudi. Jamaah haji Indonesia merupakan penerima untuk pertama kalinya smart card haji, yaitu kartu elektronik yang didesain khusus untuk memberikan pelayanan kepada jamaah dan di dalamnya berisi tentang informasi seputar haji. Menteri Haji Saudi Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah dalam jumpa persnya menyampaikan maksud pertemuannya dengan Menag RI. Ia mengatakan, kunjungan bilateralnya dilakukan untuk memastikan layanan yang akan diberikan kerajaan Arab Saudi khususnya kepada jamaah haji Indonesia. “Kami di Kerajaan Arab Saudi merasa tersanjung dapat melayani jamaah haji terutama jamaah dari Indonesia. Kami berharap para jamaah mendapat pelayanan terbaik kami,” tutup Tawfiq Al-Rabiah (wink) Baca juga :

Read More

Jamaah Calon Haji Perlu Perhatikan dan Menjaga Kesehatan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Haji merupakan salah satu ibadah yang sebagian besar kegiatannya mengandalkan fisik. Oleh karena itu, kesehatan dan kebugaran jamaah menjadi hal utama yang perlu dijaga dan diperhatikan. Terlebih lagi perbedaan cuaca yang cukup signifikan antara Indonesia dan Tanah Suci yang dapat meningkatkan risiko kesehatan para jamaah haji. Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama menyebut ada lima risiko kesehatan yang sering terjadi pada jamaah saat mengikuti kegiatan ibadah haji di Arab Saudi. Menurut Ngabila, risiko kesehatan yang paling sering ditemukan pada jamaah haji yaitu kelelahan akibat tidak terbiasa bergerak dalam waktu yang cukup lama dan terkena heat stroke (serangan panas). Heat stroke adalah kondisi di mana tubuh tak lagi bisa mengontrol suhu karena cuaca yang terlalu panas sehingga sulit untuk melakukan mekanisme pendinginan. Di kondisi ini penderita akan mengalami tubuh gemetar, tidak mengeluarkan keringat, kebingungan, hingga pingsan atau koma. Risiko selanjutnya adalah terkena radang paru-paru atau pneumonia, serangan jantung serta kehilangan memori (dementia). “Pemerintah berupaya untuk melakukan tes kesehatan sebelum jamaah berangkat agar kondisi fisik yang bersangkutan dipastikan sehat, layak terbang dan tidak terkena penyakit menular seperti tuberkulosis, pneumonia atau gagal jantung,” terang Ngabila, Jumat (3/5/2024). Ia menambahkan, tahun ini pemerintah juga menyiapkan pendamping lansia untuk memonitor kesehatan jamaah lansia dengan lebih ketat. Selain layanan yang disediakan pemerintah, Ngabila menyarankan bagi jamaah untuk mengikuti anjuran-anjuran teknis yang diarahkan oleh ketua regu hingga petugas kloter setiap waktu agar kesehatan tetap terjaga. “Pastikan untuk saling peduli sesama jamaah untuk melaporkan kondisi kesehatan. Prinsip utama lebih baik mencegah daripada mengobati. Jangan terpisah dari rombongan, dan tidak malu bertanya,” ungkap Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari itu. Terkait itu, Ngabila membagikan tips untuk menjaga kesehatan selama beribadah haji. Di antaranya, Ngabila menganjurkan jamaah untuk melakukan senam peregangan dua jam sekali secara rutin, meminum segelas air per jam dan selalu memakai alat pelindung diri seperti topi, payung, kacamata hitam, masker, pakaian berwarna cerah, semprotan air, alas kaki, membawa paspor serta menggunakan gelang identitas dimanapun berada. Sebagai informasi, Kementerian Agama telah mengumumkan bahwa Indonesia mendapat 221.000 kuota haji di tahun ini. Di samping itu, Indonesia juga mendapat tambahan sebesar 20.000 kuota, sehingga total kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 241.000 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 213.320 kuota jamaah calon haji reguler dan 27.680 kuota jamaah calon haji khusus. (rid) Baca juga :

Read More

Jin Juga Seperti Manusia Ada yang Laki-laki dan Perempuan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Diantara makhluk ciptaan Allah SWT adalah Jin, dimana makhluk ini banyak disebutkan di dalam Alquran. Dan manusia juga sering membicarakan makhluk satu ini. Namun apakah jin juga mempunyai jenis kelamin seperti manusia? M Quraish Shihab dalam bukunya “Yang Tersembunyi Jin, Iblis, Setan & Malaikat dalam Al-Qur’an, As-Sunnah, Serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini” mengatakan beberapa ulama berpendapat bahwa jin sama seperti manusia yakni berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Surat al-Jinn ayat 6 salah satu rujukan yang diambil oleh beberapa ulama tentang jin yang juga berjenis kelamin seperti manusia. Ayat tersebut berbunyi: وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ Wa annahū kāna rijālum minal insi ya‘ūżūna birijālim minal-jinni fa zādūhum rahaqā(n). Artinya: “Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari (kalangan) manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.” Dalam Tafsir Ringkas Alquran Kemenag, ayat tersebut menjelaskan ada ucapan jin bahwa ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia di antaranya adalah tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam masyarakatnya yang meminta perlindungan kepada beberapa tokoh laki-laki dari jin, tetapi jin tersebut menjadikan manusia bertambah sesat. Ada di antara orang-orang Arab apabila mereka melintasi tempat yang sunyi, mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu. Quraish menambahkan petunjuk tentang jin yang juga berjenis kelamin terdapat dalam sebuah hadits antara lain yang diriwayatkan melalui sahabat Nabi SAW, Anas Ibnu Malik ra yang berkata bahwa Nabi SAW apabila masuk ke toilet membaca: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ Allahumma Inni Audzubika minal Khubtsi wal khabaits. Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan al-khubuts dan al-Khabaits.” Menurut pakar hadits, Ibnu Hajar dalam bukunya, Fath al-Bari bahwa al-Khubutsi adalah bentuk jamak dari Khabaits yakni jin lelaki. Dan al-Khabaits adalah bentuk jamak dari al-Khabitsah yakni jin perempuan. Maka jika jin juga berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, kata Quraish, mereka pun melakukan hubungan seks seperti manusia. Para ulama mengisyaratkan ini merujuk pada Surat ar-Rahman ayat 56: فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ Fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarf(i), lam yaṭmiṡhunna insun qablahum wa lā jānn(un). Artinya: “Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.” Dan jika mereka melakukan hubungan seksual, lanjut Quraish, maka juga pasti mempunyai keturunan. Dan isyarat itu juga terdapat dalam Alquran Surat al-Kahf ayat 50: وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ اَمْرِ رَبِّهٖۗ اَفَتَتَّخِذُوْنَهٗ وَذُرِّيَّتَهٗٓ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِيْ وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّۗ بِئْسَ لِلظّٰلِمِيْنَ بَدَلًا Wa iż qulnā lil-malā’ikatisjudū li’ādama fa sajadū illā iblīs(a), kāna minal-jinni fa fasaqa ‘an amri rabbih(ī), afa tattakhiżūnahū wa żurriyyatahū auliyā’a min dūnī wa hum lakum ‘aduww(un), bi’sa liẓ-ẓālimīna badalā(n). Artinya: “(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam!” Mereka pun sujud, tetapi Iblis (enggan). Dia termasuk (golongan) jin, kemudian dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai penolong449) selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Dia (Iblis) seburuk-buruk pengganti (Allah) bagi orang-orang zalim.” (yan) Baca juga :

Read More

Pertemuan Arab-Eropa Serukan Kemerdekaan Palestina di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pertemuan Arab-Eropa membahas dan menyerukan pembentukan pemerintahan tunggal Palestina di Tepi Barat dan Gaza. Pertemuan koordinasi negara-negara Arab dan Eropa tersebut membahas situasi di Jalur Gaza. Pertemuan berakhir di Riyadh pada awal pekan ini. Pertemuan ini menyerukan pembentukan pemerintahan tunggal Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada akhir pertemuan, para menteri luar negeri dan perwakilan negara-negara Arab dan Eropa berjanji memberikan dukungan penuh terhadap upaya untuk segera mencapai gencatan senjata, pembebasan sandera, dan mengakhiri perang di Gaza. Pertemuan tersebut juga menyerukan diakhirinya semua tindakan dan pelanggaran sepihak ilegal di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur. Pertemuan juga membahas bagaimana mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide memimpin pertemuan antara Komite Menteri, yang ditugaskan oleh KTT Luar Biasa Arab-Islam tentang Perkembangan di Jalur Gaza, dan para menteri luar negeri serta perwakilan Eropa, untuk membahas kebutuhan mendesak untuk mengakhiri perang di Gaza dan mengambil langkah-langkah untuk menerapkan solusi dua negara. Pertemuan tersebut menekankan perlunya mengintensifkan dukungan terhadap upaya pembangunan negara, mendukung pemerintahan baru Palestina, dan pentingnya memiliki pemerintahan tunggal Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza. Pertemuan tersebut menggarisbawahi pentingnya memindahkan konflik ke jalur politik sehingga memungkinkan adanya solusi politik terhadap konflik Israel-Palestina. Langkah-langkah konkrit menuju terwujudnya Negara Palestina dalam konteks solusi dua negara dikemukakan dalam pertemuan tersebut. Meningkatnya urgensi untuk mengambil langkah-langkah tersebut dan pentingnya posisi koordinasi ditekankan. Pertemuan tersebut juga membahas soal pengakuan Negara Palestina oleh negara-negara yang belum melakukannya, serta waktu dan konteks pengakuan tersebut. Para menteri menekankan pentingnya perlunya mengadopsi pendekatan holistik menuju jalur yang kredibel dan tidak dapat diubah dalam implementasi solusi dua negara. Hal ini harus sesuai dengan hukum internasional dan parameter yang disepakati, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB dan Inisiatif Perdamaian Arab, serta inisiatif lainnya. Tujuannya adalah untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi yang memenuhi hak-hak rakyat Palestina dan keamanan Israel dan kawasan. Sebagai imbalannya, hal ini akan membuka jalan bagi hubungan normal antar negara di suatu kawasan, di mana stabilitas, keamanan, perdamaian dan kerja sama dapat ditegakkan. (zul) Baca juga :

Read More

Kisah Sedih Pangeran Diponegoro Saat Lebaran Tiba

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Pada 10 Maret 1830, dua hari setelah Diponegoro tiba di Magelang, terjadi gerhana rembulan. Bisik-bisik pun berkembang di lingkungan pengikut Diponegoro bahwa akan terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Hingga tiba Lebaran hari pertama semua berjalan lancar. Dari waktu sahur hingga tiba waktu Tarawih, tidak terjadi sesuatu. Tapi di hari Lebaran kedua, nelangsa amat hati Diponegoro. Ia tidak merasakan kebahagiaan di hari penuh berkah itu. Letnan Jenderal De Kock yang begitu ramah selama bulan puasa, mebjadi tidak bersahabat sama sekali. Salah satu keramahan De Kock adalah menyediakan lima ekor kerbau per hari untuk keperluan lauk makan sahur dan berbuka. Pada hari pertama Lebaran, Diponegoro berlebaran di pesanggrahan. Baru pada hari kedua, 28 Maret 1830, Diponegoro melakukan silaturahim ke Letnan Jenderal De Kock. Karena tujuannya untuk silturahim Lebaran, Diponegoro hanya mengenakan pakaian santai. Tidak mengenakan pakaian kebesarannya. Salah satu panglimanya mengusulkan dikawal oleh banyak prajurit, tapi Diponegoro menolaknya. Ia hanya diiringi beberapa orang. Tapi rupanya, De Kock sudah melsngkah jauh di depan Diponegoro. Ia sudah menunggu-,nunggu pertemuannya dengxn Diponegoro usai puasa. Sejak jauh hari ia membuat rencana tipu daya untuk menyambut Diponegoro pada hari kedua Lebaran itu. Ia siapkan tentara untuk berjaga di pesanggarah yang ditinggal Diponegoro dan di tempat pertemuan Diponegoro-De Kock. Pada waktu yang tepat, prajurit Belanda melucuti senjata para pengikut Diponegoro di pesanggrahan. Pengawal Diponegoro di tempat pertemuan juga diringkus. Diponegoro menjadi marah ketika ia tak boleh pulang setelah bersilaturahim. Letjen Hendrik Markus de Kock melarangnya pulang karena harus menyelesaikan urusan hari itu juga. Berkali-kali Diponegoro mengaku tidak siap untuk berunding. Ia meminta waktu perundingan ditentukan di lain hari, tetapi De Kock tak peduli. Ia memang tak ada rencana untuk berunding dengan Diponegoro. Karena perintah dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda adalah menangkap Diponegoro. Diponegoro sempat memaki-maki De Kock yang tidak ramah lagi. Ia bahkan sempat memberi kode kepada panglimanya, Basah Martonegoro, tetapi Haji Isa Badarudin mengingatkannya. Maka niat membunuh De Kock pun ia urungkan. Ia memilih menerima nasib. Di hari-hari terakhir sebelum ia bersedia berangkat ke Magelang, ia berpindah-pindah di hutan hanya ditemani seorang punakawan. Oa sedang terserang malaria pula. Orang-,orang dekatnya sudah banyak yang menyerah. Hal itu membuat Diponegoro merasa telah kehilangan pengikut. Tapi ketika ia berangkat ke Magelang, para prngikutnya berbondong-bondong hatang untuk mengiring. Harga diri Diponegoro sebagai Sultan Ngabdulkamid terangkat kembali. Tapi begitu De Kock berencana menangkapnya perasaannya terpuruk lagi. Ia merasa seperti emas yang mengambang terbawa arus air sungai. Nelangsa amat hati Diponegoro di hari Lebaran kedua kali ini. Niat baik bersilaturahim kepada Do Kock yang lebih tua darinya berakhir tidak sesuai keinginannya. Ia merasa tidak dihargai sama sekali. Pada pertemuan pertama dengan De Kock pada 8 Maret 1830, Diponegoro juga merasa tidak dihargai karena De Kock tidak menyapanya dengan panggilan sultan. De Kock lalu mengirim Diponegoro ke Semarang hari itu juga menggunakan kereta kuda yang juga sudah disiapkan jauh hari. (jeha) Baca juga :

Read More

Kemenag Meminta KBIHU Berkomitmen Dukung Kebijakan Haji Ramah Lansia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) berkomitmen mendukung kebijakan penyelenggaraan haji ramah lanjut usia (Lansia). Haji Ramah Lansia menjadi kebijakan pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. “Sebagai mitra strategis Kementerian Agama, KBIHU harus mendukung kebijakan penyelenggaraan ibadah haji ramah lansia,” terang Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/5/2024). Hilman mengatakan KBIHU merupakan mitra strategis pemerintah dalam membina jamaah calon haji. Kemitraan itu harus diaktualisasikan dalam bentuk komitmen layanan KBIHU yang senafas dengan kebijakan pemerintah. Ada sejumlah komitmen layanan KBIHU di antaranya, mendukung kebijakan Haji Ramah Lansia, manasik yang menekankan kenyamanan, kesahihan, dan kemudahan (rukhsah) bagi jamaah lansia. Kemudian, membantu dan memfasilitasi pelaksanaan ibadah jamaah calon haji Lansia, meniadakan aktivitas yang menyebabkan kelelahan dan memperburuk kondisi kesehatan jamaah lansia. Lalu, menanamkan kesadaran pentingnya memiliki sifat peduli dan empati kepada jamaah lansia, serta mendukung kebijakan standardisasi pengelolaan hewan dam jamaah haji. “KBIHU juga harus memiliki database jamaah yang dibimbing, menginisiasi berbagai inovasi layanan bimbingan, serta meningkatkan profesionalisme kelembagaan,” katanya. Direktur Bina Haji Arsad Hidayat mengatakan tahun ini ada 685 kuota pembimbing ibadah yang tersebar pada 30 provinsi yang memiliki KBIHU. Hingga penutupan pelunasan, sebanyak 503 pembimbing ibadah melunasi biaya haji. Namun, ada satu orang yang meninggal sehingga pembimbing ibadah yang akan berangkat sebagai pendamping jamaah calon haji KBIHU sebanyak 502 orang. Jumlah ini terdiri atas 382 pembimbing haji laki-laki dan 120 pembimbing haji perempuan. “Saat ini tercatat ada 1.636 KBIHU, terdiri atas 1.576 KBIHU dengan SK kolektif berdasarkan KMA 811 Tahun 2020, serta ditambah 60 KBIHU baru,” pungkas Arsad. (wink) Baca juga :

Read More

Dua WNI Gowes Melakukan Ibadah Umrah dan Mampir Qatar

Qatar — 1miliarsantri.net : Dua warga negara Indonesia (WNI) nekat mengendarai sepeda dari Indonesia ke Qatar. Aksi itu dilakukan untuk mendukung tim nasional (Timnas) Indonesia yang berlaga di semifinal Piala Asia U-23 2024. Keduanya adalah Hadimi dan Ridwan, pria asal Banten dan Bogor yang melakukan perjalanan ke Qatar menggunakan sepeda sejak Agustus dan September tahun lalu. Aksi Hadimi dan Ridwan mulanya ditujukan untuk melaksanakan ibadah umrah ke Arab Saudi. Kemudian usai menunaikan ibadah umrah, keduanya tak urung pulang dan memilih untuk melipir ke Qatar guna menyaksikan pertandingan skuad Garuda Muda melawan Uzbekistan di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Senin (29/4/2024). Hadimi memulai perjalanannya dari Indonesia pada 1 Agustus 2023. Ia telah melewati perjalanan melintasi 9 negara sebelum akhirnya tiba di Qatar. Ia melewati Singapura, Malaysia, Thailand, India, Pakistan, Iran, Irak, Yordania, dan Arab Saudi sebelum mencapai Qatar. Hadimi kemudian berhasil mencapai Qatar untuk menyaksikan pertandingan Indonesia vs Uzbekistan. “Saya mulai perjalanan dari Indonesia tepatnya pada 1 Agustus 2023 dan alhamdulillah di bulan April ini saya sudah sampai di Qatar untuk perjalanan kemarin saya melalui 9 negara yaitu dari Indonesia saya pergi ke singapura, Malaysia, Thai, India, Pakistan, Iran, Irak, Yordania, Saudi Arabia dan alhamdulillah sudah sampai Qatar untuk menonton sepak bola Indonesia melawan Uzbekistan,” tutur Hadimi dikutip Kamis (2/5/2024). Ridwan asal Bogor juga telah melewati perjalanan yang panjang sebelum akhirnya bisa menyaksikan laga Indonesia langsung di Qatar. Ia memulai perjalanan menuju Mekkah pada 8 September 2023. Ia tiba di Arab Saudi pada bulan suci Ramadhan untuk melaksanakan ibadah umrah. Setelah itu, Ridwan memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Qatar guna mendukung tim sepak bola Indonesia dalam pertandingan besar di benua Asia itu. “Saya melakukan perjalanan dari Indonesia menuju Makkah pada 8 September 2023 dan alhamdulillah tiba di Makkah pada bulan suci Ramadhan bisa melaksanakan ibadah umrah. Saat ini saya berada di Qatar untuk menonton pertandingan sepak bola Indonesia melawan Uzbekistan,” ujarnya. Seperti diketahui, Timnas U-23 Indonesia berhadapan dengan Uzbekistan dalam babak semifinal Piala Asia U-23 2024. Dalam pertandingan, Indonesia mengalami kekalahan 0-2 dari Uzbekistan. (wan) Baca juga :

Read More

Rasulullah SAW Mengajarkan Lima Doa Untuk Orang Sakit

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sakit adalah ujian yang diberikan Allah kepada manusia sebagai bagian dari kehidupan. Rasulullah SAW, sebagai utusan Allah, memberikan pengajaran yang berharga tentang bagaimana menghadapi dan berdoa untuk kesembuhan orang sakit. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya bahwa doa memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyembuhkan penyakit. Dengan memanjatkan doa-doa yang tulus dan penuh keyakinan, seseorang dapat memohon kepada Allah untuk kesembuhan orang yang sedang sakit, sekaligus mendapatkan pahala kebaikan. Berikut lima doa untuk orang sakit yang berasal dari Sunnah Rasulullah SAW: Pertama, doa untuk kesembuhan keluarga kita اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا “Hilangkanlah kesukaran atau penyakit itu, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah). Kedua, doa untuk orang sakit yang kita jenguk أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ “Hamba memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan pemilik Arsy yang Agung, semoga Dia menyembuhkan engkau.” (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi) Ketiga, doa dalam rangka ruqyah orang sakit امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.” Keempat, doa untuk kesembuhan kerabat yang kita jenguk Doa di bawah ini boleh mengganti nama Sa’ad dengan nama orang yang sedang sakit. اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا “Ya Allah, sembuhkan Sa’ad. Ya Allah, Sembuhkan Sa’ad. Ya Allah, Sembuhkan Sa’ad. (HR. Muslim). Kelima, doa untuk kesembuhan orang asing yang kita jenguk لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ “Semoga tidak apa-apa kamu sakit, semoga kamu akan suci dengan kehendak Allah.” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas). Itulah lima doa yang dianjurkan ketika menjenguk orang sakit. Sebagai umat Muslim, penting bagi kita untuk menghayati ajaran Rasulullah SAW tentang doa untuk kesembuhan orang lain. Dengan berdoa dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan, kita dapat menjadi saluran bagi rahmat dan penyembuhan dari Allah bagi orang yang membutuhkannya. (yat) Baca juga :

Read More

Banyak Bermunculan Foto Tentara Israel Memakai Abaya

Gaza — 1miliarsantri.net : Banyaknya foto-foto baru muncul di media sosial menampilkan para tentara Israel menggunakan pakaian wanita Palestina. Foto tersebut dibagikan di X oleh akun tentara pro-Israel “Torat IDF” pada Senin (29/4/2024). Gambar tersebut menunjukkan ada tujuh orang tentara Israel yang memakai abaya. Mereka terlihat menyeringai saat berpose memegang senjata. Akun Torat IDF menyebutkan tentara tersebut menandai Maimouna, sebuah perayaan yang diadakan di akhir Paskah oleh komunitas Yahudi asal Afrika Utara. Bulan lalu, gambar serupa muncul saat tiga tentara Israel mengenakan pakaian wanita Palestina, termasuk pakaian dalam. Seorang warga Palestina dari Kota Gaza, Samiha Al-Ashqar, mengatakan bahwa dia merasa jijik saat melihat gambar-gambar itu sengaja dibagikan oleh tentara Israel. “Tindakan tersebut bukan sekedar bercanda atau mengejek warga Palestina, tapi bertujuan untuk menghina harkat dan martabat perempuan Palestina dan mengungkap rahasia rumah tangga dengan mengenakan pakaian seperti itu. Seolah-olah mereka ingin memberi tahu kami bahwa mereka menduduki tanah dan kehormatan kami selamanya dan kami tidak akan pernah kembali ke rumah kami lagi,” terang Samiha Al-Ashqar, dikutip dari Arab News pada Kamis (2/5/2024). Seorang pengungsi Palestina lainnya, Rawaa Hassouna, mengatakan gambar-gambar tersebut adalah bukti Israel menargetkan warga sipil Palestina. “Jelas perang ini tidak hanya melawan Hamas tetapi juga seluruh keberadaan Palestina. Mereka melakukan aksi balas dendam terhadap masyarakat Palestina, khususnya perempuan Palestina yang membesarkan generasi (baru),” katanya kepada The New Arab. Perang Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan seluruh wilayah permukiman rata dengan tanah dan sebagian besar rumah di wilayah kantong tersebut hancur. Lebih dari 34 ribu warga Palestina telah terbunuh dan sebagian besar penduduk daerah kantong tersebut mengungsi ke Rafah di selatan, yang kini menghadapi invasi. Banyak gambar yang muncul menunjukkan tentara Israel mengejek para korban dan pengungsi dalam kampanye mereka melawan Gaza dengan mengambil barang-barang pribadi seperti pakaian dalam wanita lalu berpose untuk difoto. Februari lalu, Majalah 972 melaporkan penjarahan properti warga Palestina oleh tentara Israel telah menjadi rutinitas. Pada waktu yang hampir bersamaan, jurnalis Younis Tirawi mengunggah gambar tentara Israel bersenjata yang menyeringai sambil berpose di atas sepeda anak-anak yang melarikan diri atau terbunuh akibat perang Israel. Perilaku ini secara luas dikutuk sebagai bejat. Perang Israel yang kejam dan tanpa pandang bulu di Gaza ditandai dengan retorika yang tidak manusiawi terhadap warga Palestina, dimana Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan Israel memerangi hewan. (zul) Baca juga :

Read More