Jamaah Calon Haji Perlu Perhatikan dan Menjaga Kesehatan
Jakarta — 1miliarsantri.net : Haji merupakan salah satu ibadah yang sebagian besar kegiatannya mengandalkan fisik. Oleh karena itu, kesehatan dan kebugaran jamaah menjadi hal utama yang perlu dijaga dan diperhatikan. Terlebih lagi perbedaan cuaca yang cukup signifikan antara Indonesia dan Tanah Suci yang dapat meningkatkan risiko kesehatan para jamaah haji.
Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama menyebut ada lima risiko kesehatan yang sering terjadi pada jamaah saat mengikuti kegiatan ibadah haji di Arab Saudi.
Menurut Ngabila, risiko kesehatan yang paling sering ditemukan pada jamaah haji yaitu kelelahan akibat tidak terbiasa bergerak dalam waktu yang cukup lama dan terkena heat stroke (serangan panas).
Heat stroke adalah kondisi di mana tubuh tak lagi bisa mengontrol suhu karena cuaca yang terlalu panas sehingga sulit untuk melakukan mekanisme pendinginan.
Di kondisi ini penderita akan mengalami tubuh gemetar, tidak mengeluarkan keringat, kebingungan, hingga pingsan atau koma.
Risiko selanjutnya adalah terkena radang paru-paru atau pneumonia, serangan jantung serta kehilangan memori (dementia).
“Pemerintah berupaya untuk melakukan tes kesehatan sebelum jamaah berangkat agar kondisi fisik yang bersangkutan dipastikan sehat, layak terbang dan tidak terkena penyakit menular seperti tuberkulosis, pneumonia atau gagal jantung,” terang Ngabila, Jumat (3/5/2024).
Ia menambahkan, tahun ini pemerintah juga menyiapkan pendamping lansia untuk memonitor kesehatan jamaah lansia dengan lebih ketat.
Selain layanan yang disediakan pemerintah, Ngabila menyarankan bagi jamaah untuk mengikuti anjuran-anjuran teknis yang diarahkan oleh ketua regu hingga petugas kloter setiap waktu agar kesehatan tetap terjaga.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


