Sabda Rasulullah SAW Terkait Meningkatnya Populasi Muslim

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW dalam sabdanya menjelaskan bahwa di masa yang akan datang nanti jumlah umat Islam atau Muslim di dunia akan sangat banyak, namun seperti buih. Hadits ini sesuai dengan hasil penelitian lembaga Pew Research Center. Rasulullah SAW juga menjelaskan, ketika jumlah Muslim menjadi sangat banyak di dunia, akan ditanamkan Al wahn kepada hati umat Islam oleh Allah SWT. Berdasarkan data yang dipublikasikan Pew Research Center (pada 2011) populasi Muslim dunia diperkirakan meningkat dari 1,6 miliar pada tahun 2010 menjadi 2,2 miliar pada 2030. Secara global, populasi Muslim diperkirakan akan tumbuh sekitar dua kali lipat dibandingkan populasi non-Muslim selama dua dekade (tahun 2010 – 2030), dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 1,5 persen bagi umat Islam, dibandingkan dengan 0,7 persen bagi non-Muslim. Berikut ini hadits Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa jumlah Muslim akan menjadi banyak di masa mendatang. عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ Dari Tsauban ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn.” Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Imam Abu Dawud) Masih berdasarkan data Pew Research Center, jumlah Muslim diperkirakan akan terus bertambah di Amerika Serikat (AS). Bahkan pada 2040 akan lebih banyak jumlah Muslim di Amerika Serikat daripada jumlah Yahudi di Amerika Serikat. Sementara di urutan pertama masih didominasi umat Kristiani, di urutan kedua terbanyak ada umat Islam di tahun 2040 di Amerika Serikat . Di saat yang sama, setidaknya 20 negara di dunia menghadapi ancaman kepunahan populasi secara drastis. Sementara negara berpenduduk mayoritas Muslim ini diprediksikan meningkat. Data prediksi kenaikan populasi ini merujuk hasil studi Pew Research antara 2020 hingga 2050 mendatang. Berikut ini 17 negara mayoritas berpenduduk Islam yang populasinya diproyeksikan meningkat tajam: Pertama, Suriah Populasi Muslim pada 2050 : 31,22 jutaPerkiraan peningkatan populasi antara tahun 2020 dan 2050 : 8,63 juta Persentase peningkatan : 38 persen Sebanyak 93 persen dari populasi Suriah adalah Muslim. Sekitar tiga perempat dari mereka adalah penganut sekte Islam Sunni, diikuti oleh Muslim Syiah sebesar 13 persen dan Alawit sebesar 11 persen. Suriah merupakan salah satu negara yang populasi Muslimnya akan meningkat paling banyak pada 2050. Kedua, Guinea Populasi Muslim pada 2050 : 19,56 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 8,76 juta Persentase peningkatan : 81 persen Guinea adalah negara mayoritas Muslim di Afrika Barat, dengan tingkat kelahiran yang tinggi, yaitu 4,5 kelahiran per wanita. Populasi semua kelompok yang tinggal di negara ini diproyeksikan akan tumbuh pada tingkat yang sama antara sekarang dan 2050. Demografi agama akan tetap sama seperti pada 2020, dengan 85 persen Muslim dan 10 persen Kristen. Ketiga, Turki Populasi Muslim pada 2050 : 89,32 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 10,23 juta Persentase peningkatan : 13 persen Turki memiliki sejarah Islam yang kaya dan populer di seluruh dunia karena arsitektur Ottoman dan masjid-masjidnya. Sebanyak 98 persen dari populasi mengidentifikasi dirinya sebagai Muslim, dan persentase ini diperkirakan akan dipertahankan selama tiga dekade ke depan. Keempat, Malaysia Populasi Muslim pada 2050 : 32,72 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 10,65 juta Persentase peningkatan : 48 persen Malaysia adalah negara yang dikenal dengan koeksistensi agamanya, dengan Muslim, Buddha, dan Hindu yang hidup berdampingan secara harmonis. Islam adalah agama yang paling banyak dipraktikkan dan paling cepat berkembang di negara ini, dengan lebih dari 66 persen penduduk Malaysia mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim. Pada 2050, angka ini diproyeksikan naik menjadi 72,4 persen, sementara pangsa penganut Buddha diperkirakan turun dari 15,7 persen menjadi 10,8 persen, sedangkan populasi Hindu akan mengalami sedikit penurunan menjadi 5 persen pada 2050 dari 5,8 persen pada 2020. Kelima, Arab Saudi Populasi Muslim pada 2050 : 42,49 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 11,8 juta Persentase peningkatan : 38 persen Arab Saudi adalah rumah bagi tempat-tempat tersuci dalam Islam, di Makkah dan Madinah. Negara ini adalah produsen minyak terbesar di Timur Tengah dan merupakan salah satu negara terkuat di kawasan ini. Sebagian besar penduduknya beragama Islam, dengan sekitar 90 persen menganut aliran Sunni. Keenam, Senegal Populasi Muslim pada 2050 : 27,56 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 12,08 juta Persentase peningkatan : 78 persen Muslim merupakan 96,6 persen dari populasi Senegal. Pada 2050, angka ini akan meningkat menjadi 97,5 persen karena proyeksi peningkatan populasi kelompok ini sebesar 78 persen selama tiga dekade ke depan. Ketujuh, Somalia Populasi Muslim pada 2050 : 26,10 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 13,99 juta Persentase peningkatan : 116 persen Somalia memiliki salah satu tingkat kelahiran tertinggi di dunia, dengan rata-rata 6,42 kelahiran per wanita. Somalia merupakan negara yang didominasi oleh Muslim dengan 99 persen penduduknya menganut agama Islam. Populasi mereka kemungkinan akan meningkat dua kali lipat pada 2050 dan umat Islam akan menguasai 99 persen dari populasi menurut Pew Research Center. Kedelapan, Sudan Populasi Muslim pada 2050 : 64,72 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 26,29 juta Persentase peningkatan : 68 persen Sudan adalah rumah bagi hampir 40 juta Muslim, yang merupakan sekitar 97 persen dari keseluruhan populasi negara ini. Jumlah komunitas Muslim diproyeksikan tumbuh lebih dari dua pertiga pada 2050. Kesembilan, Indonesia Populasi Muslim pada 2050 : 256,82 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 27,20 juta Persentase peningkatan : 12 persen Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, dengan sekitar 229 juta Muslim saat ini yang merupakan 87,2 persen dari…

Read More

Wakil Grand Syekh Al-Azhar Menekankan Kedudukan Turos

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Grand Syekh Al-Azhar Kairo, Prof Dr Muhammad Ad-Duwaini berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Senin (24/6/2024). Dalam kesempatan tersebut, terdapat tiga poin penting yang disampaikan. Dalam kesempatan tersebut yang turut menyambut Wakil Grand Syekh Al-Azhar di antaranya Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, serta Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh beserta jajaran pimpinan MUI dan ormas Islam. Dalam kunjungan kali ini juga dilengkapi pula dengan sesi tanya jawab saat forum diskusi bersama Wakil Grand Syekh Al-Azhar. Syekh Ad-Duwaini mengatakan, pertama, turos atau kitab-kitab klasik merupakan warisan keilmuan Islam. Al Azhar mempunyai pengalaman lebih dari 1.000 tahun tanpa berhenti dalam menjaga, mengembangkan, dan menyebarkan warisan keilmuan Islam. Menurutnya, turos bukanlah sebab kemunduran umat Islam. Justru sebaliknya, ia bagian dari harta warisan paling berharga umat Islam dalam menjaga jati diri dan menguatkan generasi penerus untuk terus berpegang teguh kepada pemahaman agama yang benar, yaitu kepada Alquran dan sunnah. “Kedua, Al-Azhar dalam menjaga dan mengembangkan turos. Pemahaman terhadap turos harus juga dibarengi oleh kesadaran akan dinamika perkembangan keilmuan dan keadaaan umat saat ini,” terang Wakil Grand Syekh Al-Azhar Kairo ini di MUI. Di hadapan pimpinan MUI serta para perwakilan ormas Islam, Syekh Ad-Duwaini menyampaikan pemahaman yang baik terhadap Turos sebagaimana yang dilakukan oleh Al-Azhar dapat melahirkan pandangan yang wasathi. Di samping itu, lahirnya kemampuan untuk bersinergi dan menghormati pendapat orang atau kelompok lain. Sebab, menurut dia wasathiyah bukanlah sebuah slogan dan pemanis bibir saja. Wasathiyah adalah konsep yang berakar kuat dari pemahaman yang benar, dijaga, dikuatkan, disinergikan dan disebarkan oleh para ahli yang mengaku wasathi. Adapun dalam konteks yang dimaksud adalah peran yang juga digawangi oleh MUI sebagai payung besar ormas Islam di Indonesia. Oleh karenanya, pemahaman para alim ulama terkait Turos sangatlah penting. “Ketiga, penyesuaian masa kini, berdasarkan keilmuan turos tersebut dengan melihat perkembangan yang terjadi sekarang,” ujar Syekh Ad-Duwaini. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud menyambut langsung kedatangan Syekh Ad-Duwaini. Tak sekadar kunjungan, kegiatan tersebut juga merupakan silaturahim antarormas Islam. Kiai Marsudi didampingi antara lain Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH M Cholil Nafis, PhD, beserta jajaran pimpinan lainnya. “Selamat datang kepada Wakil Grand Syekh Al-Azhar ke Indonesia. Kampus di mana sekitar 15 ribu mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di sana,” sambut Kiai Marsudi. Menurut dia, kampus Al-Azhar tidak asing lagi di Indonesia. Sebab telah banyak mencetak alumni-alumni terbaik dari kampus peradaban tersebut. “Saya sendiri memang bukan alumni Al-Azhar, melainkan beberapa pimpinan MUI turut serta mengenyam pendidikan di sana,” bebernya. Tak hanya menyambut kedatangan Wakil Grand Syekh, Kiai Marsudi juga memperkenalkan bahwa MUI merupakan payung besar ormas Islam di Indonesia. MUI menaungi lebih dari 80 ormas Islam yang ada. (rid) Baca juga :

Read More

Juru Kunci Senior Ka’bah ke 77 Meninggal Dunia

Mekah — 1miliarsantri.net : Di tengah euforia usai puncak ibadah haji menyeruak kabar duka. Tidak banyak yg tahu. Bahkan, mungkin saat diumumkan sholat jenazah di Masjidil Haram. Setiap usai sholat Fardhu. Juru kunci senior Kabah, Dr Saleh bin Zain Al-Abidin Al-Syaibi, meninggal di Makkah, Jumat 15 Dzulhijjah bertepatan 21 Juni 2024. Jenazah disholatkan usai sholat subuh, Sabtu 16 Dzulhijjah 1445, di Masjidil Haram. Al-Syaibi adalah juru kunci yang ke-77 sejak penaklukan Makkah oleh Rasulullah SAW pada tahun ke-6 H atau ke-109 sejak zaman Qusayy bin Kilab (400-480 M). Kakek keempat Rasulullah SAW. Menjabat juru kunci senior sejak 1980. Menggantikan sang paman, Syeikh Abdullah al-Syaibi. Profesinya almarhum terakhir juga sebagai dosen di Universitas Ummul Qura Makkah. Juru kunci adalah profesi kehormatan yg diemban keluarga besarnya, Bani Syaibah. Beliau cicit keturunan Syaibah bin Utsman bin Abi Thalha. Kepada sang buyut, Rasulullah SAW pernah bersabda, seraya serahkan kunci Kabah: خذوها يابني طلحة بأمانة الله سبحانه تالدة خالدة لا ينزعها منكم إلا ظالم “Ambillah, hai Bani Thalhah, selama-lamanya. Tidak ada yang bisa mengambilnya darimu kecuali penindas (orang zalim)”. Sabda tersebut diucapkan ketika ada yg hendak merebut pengelolaan Ka’bah darinya. Sementara, Alquran menetapkan wewenang itu melalui firman-Nya: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا “Allah perintahkan kamu untuk menunaikan/menyerahkan amanah kepada yg berhak …”. (QS an-Nisa ayat 58) Profesi juru kunci disebut “sidaanah”. Profesi paling bergengsi dan tertua di kota Mekkah. Merekalah yang berwenang memegang kunci Kabah dan segala yang terkait dengan Kabah, membuka dan menutup pintu, memberikan izin atau tidak kepada yang akan memasukinya, mengganti kiswah Kabah, mencucinya dan melumurinya dengan wangi-wangian. Banyak yg mengira itu dilakukan pemerintah kerajaan. Secara teknis mungkin ya. Kerajaan punya anggaran berlimpah. Tetapi, harus seizin dan dihadiri juru kunci. Senior “juru kunci Kabah” disebut kabîr al-sadanah. Bentuk jamak/plural dari sâdin. Dipegang oleh anggota keluarga tertua dari segi umur. Jelang musim haji 1434 H/ 2013, beberapa media Arab Saudi melansir polemik tentang penggantian ‘gembok’ Kabah yang dilakukan oleh badan pengelola masjidilharam. Tanpa sepengetahuan juru kunci senior. Surat protes pun dilayangkan kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Ini dianggap intervensi terhadap kewenangan sidânah dan hijâbah yg dimandatkan Alquran dan Rasulullah SAW. Jangankan Raja. Istri Nabi, Aisyah, pun dilawan. Suatu ketika, Aisyah ingin masuk ke dalam Kabah. Tetapi, tidak diizinkan oleh Utsman bin Thalhah dengan alasan “malam hari”. Kabah tidak pernah dibuka di malam hari, baik pada masa jahiliyah maupun pada masa Islam. Nabi membenarkan Usman dan memerintahkan Aisyah untuk berada di Hijir Ismail, karena “itu pun –sabda Nabi—bagian dari Kabah”. Nabi pun pernah ‘dilawan’. Sebelum hijrah. Nabi pernah meminta agar dibukakan pintu ka`bah. Usamah sang juru kunci menolak dengan kasar. Dengan nada mengancam, Nabi pun berkata, “Semoga suatu satu nanti engkau akan melihat kunci ini di tanganku. Ketika itu aku mampu memberinya kepada siapa pun yang aku kehendaki.” Dengan ketus Usamah menjawab, “Kalau itu terjadi, itu berarti suku Quraisy ketika itu telah binasa.” Jawab Nabi, “Tidak! Bahkan ketika itu suku ini akan sejahtera dan mulia”. Lihatlah, betapa digdaya sang juru kunci. Dari dulu hingga kini. (drus) Baca juga :

Read More

Kisah Nabi Hezqiyal Diwafatkan 100 Tahun dan Dihidupkan Lagi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Alquran menceritakan banyak kisah masa lalu yang memiliki sejuta hikmah. Salah satu peristiwa yang dikisahkan dalam Alquran yakni seorang lelaki yang dibangkitkan Allah selama seratus tahun kemudian dibangkitkan kembali. Salah satu keajaiban yang dikisahkan dalam salah satu ayat pada Surah Al-Baqarah tersebut adalah kisah makanan pria itu yang belum berubah meski sudah didiamkan selama seratus tahun. Berikut redaksi lengkapnya. اَوْ كَالَّذِيْ مَرَّ عَلٰى قَرْيَةٍ وَّهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَاۚ قَالَ اَنّٰى يُحْيٖ هٰذِهِ اللّٰهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ فَاَمَاتَهُ اللّٰهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهٗ ۗ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۗ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍۗ قَالَ بَلْ لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ اِلٰى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۚ وَانْظُرْ اِلٰى حِمَارِكَۗ وَلِنَجْعَلَكَ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَانْظُرْ اِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوْهَا لَحْمًا ۗ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗ ۙ قَالَ اَعْلَمُ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ au kallażī marra ‘alā qaryatiw wa hiya khāwiyatun ‘alā ‘urụsyihā, qāla annā yuḥyī hāżihillāhu ba’da mautihā, fa amātahullāhu miata ‘āmin ṡumma ba’aṡah, qāla kam labiṡt, qāla labiṡtu yauman au ba’ḍa yaụm, qāla bal labiṡta miata ‘āmin fanẓur ilā ṭa’āmika wa syarābika lam yatasannah, wanẓur ilā ḥimārik, wa linaj’alaka āyatal lin-nāsi wanẓur ilal-‘iẓāmi kaifa nunsyizuhā ṡumma naksụhā laḥmā, fa lammā tabayyana lahụ qāla a’lamu annallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?” Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Dia (orang itu) menjawab, “Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, “Saya mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah Ayat 259). Ditukil dari Waktu dalam Perspektif Alquran dan Sains terbitan Balitbang Kemenag, pada ayat 259 Surah al-Baqarah di atas, tampak kegalauan lelaki yang disebut dalam kitab tafsir tersebut adalah Nabi Hezqiyal, seorang nabi dari kalangan Bani Israil yang ditawan oleh Raja Nebukadnedzar (dalam tafsir lainnya disebut Nabi Uzair). Lelaki tersebut galau ketika melihat kota yang hancur berantakan, temboknya telah roboh menutupi atapnya. Diperkirakan kota yang hancur itu adalah Yerusalem, ibukota kerajaan Yudea setelah terjadinya penyerangan oleh Raja Kaldan (Khaldea)-Babilonia, Bukhtanashshar (alMaghluts, 2002) (dalam literatur Barat raja tersebut adalah Nabuchadnezzar) pada tahun 587 SM (Carter, 1985) atau 586 SM (Amstrong, 1997), yang menghancur leburkan Yerusalem beserta Haikal Sulaiman. Kegalauan Hezqiyal terungkap dalam kata-katanya, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?”. Seketika Nabi Hezqiyal mengalami tiga kejadian penting, yaitu: Beliau diwafatkan selama 100 tahun, kemudian dibangkitkan/dihidupkan lagi. Setelah bangkit atau hidup, diperlihatkan bahwa “makanan dan minuman” yang ia bawa sebagai bekal, belum berubah sama-sekali, masih seperti sedia kala, yaitu masih seperti 100 tahun yang lalu. Karyawan Otoritas Barang Antik Israel (IAA) bekerja untuk mengungkap pusat penyimpanan administratif sejak zaman Raja Hizkia dan Manasye, di Yerusalem, 22 Juli 2020. Lebih dari 120 tayangan meterai yang distempel pada guci berusia 2.700 tahun dapat menunjukkan bahwa pajak dikenakan dikumpulkan secara teratur untuk produk-produk pertanian seperti anggur dan minyak zaitun, pada periode raja-raja Yudea. – Nabi diperlihatkan bagaimana Allah membangkitkan kembali keledai yang sudah menjadi tulang-belulang, kembali hidup. Ketika Nabi Hezqiyal dihidupkan kembali, Allah bertanya kepadanya, “Berapa lama kamu tinggal di sini?”; dan Nabi Hezqiyal menjawab, “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya. Jawaban Nabi Hezqiyal cukup manusiawi karena ketika mati selama 100 tahun, fungsi memori otak tidak bekerja sehingga ingatannya ketika hidup kembali masih menggunakan memori 100 tahun yang lalu. Allah lalu menjelaskan bahwa Hezqiyal telah dimatikan 100 tahun lamanya. Kemudian beliau disuruh melihat bekal makanan dan minumannya; ternyata bekal itu masih tetap utuh seperti sedia kala, seperti 100 tahun yang lalu dan tidak berubah. Mengapa bisa demikian? Dalam Fisika, Hukum Thermodinamika ke-II menyatakan bahwa benda atau materi akan mengalami peluruhan sesuai dengan perjalanan waktu. Artinya materi atau benda akan mengalami proses penuaan atau aus, seiring dengan perjalanan waktu. Mengapa makanan dan minum yang dibawa Nabi Hezqiyal bisa keluar dari Hukum Thermodinamika ke-II? Kita akan bertanya, bagaimana cara penyimpanan minuman dan makanan sebagai bekal untuk perjalanan Nabi Hezqiyal? Jika minuman disimpan dalam botol yang tertutup sangat rapat, kiranya memang akan tahan dalam jangka waktu 100 tahun, asal tidak diganggu oleh binatang atau makhluk lainnya. Sedangkan tentang makanan, pertanyaannya adalah, makanan jenis apa yang dibawa? Biasanya jenis buah-buahan atau gandum-ganduman. Menurut Qatādah (al-Hanafi, 2005), makanan dalam ayat di atas adalah buah Tin yang hijau. Sedangkan menurut aț-Țabariy, makanan itu berupa anggur hitam. Anggur hitam, yang berasal dari kultivar anggur ungu (Vitis vinivera) telah lama digunakan oleh bangsa Mesir Kuno, untuk makanan mentah sebagai buah meja atau sebagai minuman beralkohol. Sedangkan buah Tin atau Ara berasal dari pohon Tin, yang nama ilmiahnya adalah Ficus carica. Marga Ficus ini beratus jenis, diperkirakan ada 750 jenis. Banyak dari jenis ini yang dapat hidup lama, sampai mencapai 200 tahun. Dengan demikian apakah buahnya juga tahan dalam jangka waktu 200 tahun? Wallāhu a‘lam biș-șawāb. Atau apakah makanan tersebut diberi pengawet? Tentang “teknik pengawetan”, masyarakat di wilayah Timur Tengah telah berkembang dengan prestasi kemajuan yang menakjubkan. Bahkan teknik pengawetan manusia di Mesir, telah dilakukan ribuan tahun sebelum tarikh Hezqiyal ini. Teknologi pengawetan jenazah oleh orang-orang Mesir Kuno, bahkan tahan sampai ribuan tahun. Dengan demikian, awetnya bekal makanan dan minuman yang dibawa Nabi Hezqiyal selama 100 tahun, kemungkinan karena nabi itu menggunakan teknologi penyimpanan dan pengawetan terhadap bekal makanan dan minumannya itu. Atau mungkin karena kehendak Allah. (yan) Baca juga :

Read More

Tajikistan Resmi Melarang Penggunaan Jilbab

Tajikistan — 1miliarsantri.net : Pemerintah Tajikistan resmi melarang penggunaan hijab untuk Muslimah pada 19 Juni 2024 lalu. Hal ini seiring dengan disahkannya undang-undang baru yang mengatur pakaian Islami dan perayaan Idul Fitri oleh parlemen negara tersebut. RUU yang disetujui oleh majelis tinggi parlemen itu, Majlisi Milli, pada 19 Juni, muncul setelah bertahun-tahun diberlakukannya tindakan keras tidak resmi terhadap hijab di negara mayoritas Muslim tersebut. Berikut ini sejumlah fakta seputar pelarangan hijab yang diberlakukan Tajikistan sebagaimana dihimpun Pertama, tindakan keras pemerintah terhadap hijab dimulai pada 2007, meluas ke semua institusi publik dan menyebabkan penggerebekan pasar dan denda di jalan. Pada 2015 misalnya, Polisi mengatakan bahwa selama setahun terakhir, mereka telah menutup sekitar 160 toko yang menjual jilbab, dan meyakinkan 1.773 wanita untuk berhenti mengenakan jilbab. Kedua, pada 2018, pemerintah juga mengeluarkan buku panduan setebal 376 halaman, berjudul ‘Buku Panduan Pakaian yang Disarankan di Tajikistan’, yang menguraikan apa yang harus dikenakan perempuan di negara itu untuk berbagai kesempatan. Daftar tersebut menguraikan bahan, panjang dan bentuk pakaian yang dapat diterima. Buku ini juga melarang pakaian hitam di pemakaman; sebagai gantinya, buku ini merekomendasikan pakaian biru dengan jilbab putih untuk acara-acara seperti itu. Ketiga, jilbab disebut busana asing. Presiden Emomali Rakhmon juga memperingatkan orang-orang Tajik: “Jangan menyembah nilai-nilai asing, jangan mengikuti budaya asing. Kenakan pakaian dengan warna dan potongan tradisional, bukan hitam.” “Bahkan saat berkabung, wanita Tajik harus mengenakan pakaian putih, bukan hitam,” katanya. Keempat, berdasarkan undang-undang baru, individu yang mengenakan jilbab atau pakaian keagamaan terlarang lainnya dapat dikenakan denda yang besar hingga 7.920 somoni (sekitar 700 dolar AS). Perusahaan yang mengizinkan karyawannya mengenakan pakaian terlarang berisiko dikenakan denda sebesar 39.500 somoni (3.500 dolar AS). Pejabat pemerintah dan pemimpin agama akan menghadapi denda yang lebih besar yaitu 54 ribu-57.600 somoni (4.800 dolar AS sampai 5.100 dolar AS) jika ditemukan melakukan pelanggaran. Kelima, pelarangan hijab ini merupakan bagian dari serangkaian 35 tindakan yang berkaitan dengan agama, dalam sebuah langkah yang digambarkan oleh pemerintah sebagai “melindungi nilai-nilai budaya nasional” dan “mencegah takhayul dan ekstremisme”. Keenam, setelah pertama kali melarang jilbab di lembaga-lembaga publik, termasuk universitas dan gedung-gedung pemerintah, pada tahun 2009, rezim di Dushanbe mendorong sejumlah aturan formal dan informal yang dimaksudkan untuk mencegah negara-negara tetangga menggunakan pengaruh mereka, namun juga memperkuat kontrol mereka terhadap negara tersebut. Ketujuh, sebelum larangan tersebut, pemerintah telah bekerja keras untuk mempromosikan budaya dan cara berpakaian Tajik. Pada September 2017, pemerintah mengaktifkan pesan kepada pengguna ponsel, mendesak mereka untuk mengenakan pakaian nasional Tajik. Pesan-pesan itu berbunyi: “Mengenakan pakaian nasional adalah suatu keharusan!”, “Hormati pakaian nasional,” dan “Mari kita jadikan ini sebagai tradisi yang baik untuk mengenakan pakaian nasional.” Kedelapan, meskipun larangan hijab sekarang resmi, Tajikistan telah melihat beberapa pembatasan yang disahkan dalam hal berpakaian dan penampilan. Pada 2007, kementerian pendidikan Tajikistan melarang pakaian Islami dan rok mini gaya Barat bagi para siswa. Larangan tersebut akhirnya diperluas ke semua institusi publik. Kesembilan, Presiden Rahmon memulai perang salibnya terhadap jilbab pada 2015, ketika ia menyebutnya sebagai “tanda pendidikan yang buruk.” Kesepuluh, mendapat penolakan. Langkah ini telah membuat marah banyak kelompok advokasi Muslim dan juga warga negara, yang berpendapat bahwa orang harus bebas memilih pakaian yang ingin mereka kenakan. “Sangat penting untuk memiliki kebebasan untuk memilih pakaian kita sendiri. Seharusnya tidak ada hukum yang memerintahkan kita untuk mengenakan pakaian apa,” ujar Munira Shahidi, seorang ahli seni dan budaya, kepada Radio Liberty di Tajikistan. Keputusan ini juga dikecam oleh Persatuan Ulama dan Cendekiawan Islam di Afghanistan, dan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR). “Melarang jilbab adalah pelanggaran kebebasan beragama dan larangan semacam itu terhadap pakaian religius seharusnya tidak memiliki tempat di negara manapun yang menghormati hak-hak rakyatnya,” ujar direktur CAIR, Corey Saylor. Bubarnya Uni Soviet di pengujung 1991 memang mengantarkan lagi lahirnya sekitar 15 negara baru, yang lima diantaranya mayoritas penduduknya beragama Islam. Kelimanya itu berada di wilayah Asia Tengah, yaitu Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Sebagai negara baru, salah satu persoalan yang dihadapi adalah berkenaan dengan pencarian model sistem dan kultur politik. Memang terdapat petunjuk kuat bahwa umat Islam mulai bangkit, setelah sekitar 70 tahun ditindas habis-habisan oleh rezim komunis Uni Soviet. Namun demikian berbagai kendala menghadang di depannya, baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Kendala dari luar antara lain berupa kekhawatiran negara-negara Eropa, terlebih lagi Rusia, akan bangkitnya kekuatan Islam di Asia Tengah yang sangat bersahabat dengan Iran dan Turki itu, di saat opini Barat melihat Islam sebagai lawan baru mereka setelah ambruknya Uni Soviet. Sementara itu, dari dalam, para pemimpin kelima negara baru ini tidak yakin bahwa Islam bisa memberikan solusi lebih baik dalam pembangunan sistem politik, mengingat perkembangan negara-negara Islam yang ada tidak memberikan gambaran cerah. Lebih dari itu, akibat dari deislamisasi rezim komunis yang amat keras, pemahaman keislaman masyarakat Asia Tengah relatif dangkal. Paham sinkretisme cukup mencolok, sehingga kesadaran etnis dan agama sulit dibedakan. Bagi mereka pengertian ideologi Islam tidaklah jelas. Bahkan jajaran elite penguasa di sana yang umumnya produk pendidikan komunis tidaklah mudah untuk memutuskan hubungan dengan bekas induk semangnya secara drastis. Orang-orang Rusia masih memiliki posisi penting dalam berbagai sektor industri dan administrasi. Karena kemerdekaan negara-negara Asia Tengah diraih tanpa perlawanan keras, tetapi antara lain disebabkan oleh proses pembusukan otot-otot birokrasi dan ideologi Uni Soviet, memungkinkan lagi sahabat-sahabat Kremlin masih bercokol di situ. (rim) Baca juga :

Read More

Polemik Alokasi Kuota Haji 2024 Menjadi Bumerang Kemenag

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kontroversi kuota haji 2024 kembali memanas, memicu perdebatan antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR. Sumber perselisihan adalah alokasi tambahan 20 ribu kuota jamaah yang diperoleh dari hasil diplomasi Presiden Joko Widodo dengan pemerintah Arab Saudi. Masalah ini bermula ketika Kemenag pada Februari 2024 memutuskan untuk membagi tambahan kuota menjadi 10 ribu untuk haji khusus dan 10 ribu untuk haji reguler. Keputusan ini bertentangan dengan hasil Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI pada 27 November 2023. Ace Hasan Syadzily, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar, mengungkapkan kritik kerasnya. “Seharusnya, 20 ribu kuota tambahan ini dibagi sesuai UU No. 8 tentang Penyelenggaraan Haji & Umroh. Rinciannya, 221.720 untuk jamaah haji reguler dan 19.280 untuk jamaah haji khusus,” jelasnya Selasa (25/6/2024). Ace menegaskan bahwa pembagian kuota ini sudah dibahas secara mendalam selama tiga minggu dalam Rapat Panja Haji Komisi VIII. Hasilnya kemudian menjadi dasar Keputusan Presiden RI No. 6 tahun 2024 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2024. “Presiden Jokowi memikirkan rakyat yang antre ingin berhaji, bukan untuk memfasilitasi orang berduit yang akan berhaji,” tegas Ace, menekankan tujuan awal penambahan kuota. Dampak dari perubahan kebijakan Kemenag ini cukup signifikan. Asumsi jumlah jamaah haji berpengaruh pada penggunaan anggaran dari setoran jamaah dan nilai manfaat keuangan Haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Timwas DPR menilai Kemenag telah melanggar dua hal. Pertama, hasil Raker Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama RI tanggal 27 November 2023. Kedua, Keputusan Presiden No. 6/2024 tentang BPIH tahun 2024 yang mengacu pada UU No. 8 tahun 2019. Polemik ini menambah daftar tantangan dalam penyelenggaraan haji di Indonesia. Sebelumnya, isu-isu seperti transportasi, akomodasi, dan pelayanan jamaah sering menjadi sorotan publik. (wink) Baca juga :

Read More

Penghulu dan Penyuluh Diminta Edukasi Bahaya Judi Online pada Calon Pengantin

Jakarta — 1miliarsantri.net : Judi online semakin meresahkan dan menyasar seluruh lapisan masyarakat. Kepala Subdirektorat Bina Kepenghuluan Kemenag, Anwar Saadi minta menyisipkan materi pencegahan judi online dalam bimbingan dan penyuluhan agama kepada masyarakat. Menurutnya, diperlukan instruksi khusus kepada penghulu dan Penyuluh Agama Islam se-Indonesia untuk memasukkan materi bahaya judi online pada kegiatan Penyuluhan maupun Bimbingan Perkawinan. “KUA telah memberi pembekalan Bimbingan Perkawinan pada calon pengantin. Salah satu materi umumnya adalah peran dan tanggung jawab suami dan istri, termasuk pembekalan menjaga keutuhan keluarga. Namun, karena kasus judi online ini materi spesifik, ke depan, materi ini juga akan menjadi materi penting dalam Bimbingan Perkawinan,” papar Anwar. Selain penghulu, lanjutnya, materi ini juga harus menjadi bahan edukasi dan bimbingan kepada jemaah binaan Penyuluh Agama Islam se-Indonesia. Anwar menyebut, upaya ini merupakan bentuk dukungan terhadap Satgas Judi Online yang dibentuk pemerintah untuk menangani masalah darurat judi online. Sebab menurutnya, maraknya judi online menyebabkan kerusakan di berbagai lini kehidupan, tidak hanya melanggar pidana, tapi juga berakibat pelaku depresi, bunuh diri, KDRT, hingga pada perceraian rumah tangga. “Banyak kasus perceraian karena dilatarbelakangi dampak perjudian. Keutuhan sebuah keluarga sangat diuji apabila ada anggota keluarga, terutama kepala keluarga melakukan aktivitas perjudian. Selain buang waktu, merusak ekonomi keluarga, hingga berakibat pengabaian dan semena-mena terhadap keluarga,” lanjutnya. Anwar menyebut, terminologi judi tidak ada yang positif. Menjanjikan kemenangan, yang didapat justru kekalahan, kemiskinan, konsumtif, serta menjadi salah satu penyebab orang terdorong mengadu nasib dengan berjudi. “Bukan tanpa dasar, dari data konsultasi Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) serta KUA, banyak istri yang mengadukan suaminya terlibat judi online. Akibatnya, tidak sedikit istri harus menanggung akibat perbuatan suaminya tersebut, hingga berhutang bahkan menggunakan jasa pinjaman online untuk menutupi kekurangan biaya sehari-hari,” imbuhnya. Anwar menambahkan, problem ekonomi juga menyumbang turunnya angka nikah tiap tahun. “Hal lain yang penting diketahui masyarakat dalam tiga tahun terakhir ini, angka perkawinan terus menurun. Biasanya per tahun mencapai angka 2 juta peristiwa nikah, namun tahun 2023 ini turun 25 persen, hanya 1,5 juta peristiwa nikah,” paparnya. Ia mengungkapkan, masyarakat mulai menunda menikah karena kondisi ekonomi yang menyebabkan rasa khawatir untuk membangun rumah tangga. “Karenanya, kami meminta kepada seluruh penghulu hingga penyuluh untuk mengampanyekan dan memberikan bimbingan penguatan keluarga, serta perilaku yang bisa merugikan keluarga, seperti judi online ini,” pungkas peraih Kepala KUA Teladan Nasional Pertama tahun 2008 ini. (rid) Baca juga :

Read More

Satu Persatu Jamaah Haji Meninggalkan Kota Suci

Mekah — 1miliarsantri.net : Puncak pelaksanaan ibadah haji 1445 H/2024 M telah berakhir. Jamaah haji Indonesia gelombang 1 pun mulai dipulangkan ke tanah air. “Alhamdulillah puncak haji sudah usai. Hari ini kita mulai memberangkatkan jemaah dari Makkah untuk kembali ke Tanah Air,” kata Direktur Bina Haji Kementerian Agama Arsad Hidayat saat dikonfirmas kepulangan jemaah SOC 02, di Makkah, Selasa (25/6/2024). Direktur Bina Haji Kementerian Agama Arsad Hidayat menerangkan, ada perbedaan skema kepulangan jemaah gelombang 1 di tahun ini. Sebanyak 49 kelompok terbang (kloter) gelombang I akan dipulangkan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. “Tahun ini, tidak semua jemaah gelombang I dipulangkan melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Ada 49 kloter yang akan dipulangkan melalui Madinah. Termasuk SOC 02 yang kita antar pagi ini,” jelas Arsad Hidayat. Arsad menyampaikan, SOC 02 termasuk jemaah kloter awal yang segera dipulangkan usai wukuf. “Alhamdulillah seluruh persiapan kaitan dengan rencana kepulangan ini sudah siap,” tukas Arsad. “Bahkan untuk penimbangan barang bagasi yang biasa dilakukan sekitar 48 jam sebelum keberangkatan, untuk SOC 2 karena masuk kategori keberangkatan awal itu ditimbang sebelum pelaksanaan wukuf,” imbuhnya. Di tempat terpisah, Kepala Daerah Kerja Madinah Ali Machzumi menerangkan hari ini direncanakan ada enam kloter gelombang pertama yang akan tiba di Madinah untuk selanjutnya diberangkatkan ke tanah air. “Mereka akan transit 1 malam, lalu 22 Juni diberangkatkan ke Indonesia,” kata Ali. Berikut daftar 49 kloter jemaah haji gelombang I yang akan kembali dari Bandara AMAA, Madinah: (drus) Baca juga :

Read More

Macron dan Raja Abdullah Desak Israel Cabut Pembatasan Bantuan Gaza

Paris — 1miliarsantri.net : Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Raja Abdullah II dari Yordania mendesak Israel untuk mencabut semua “pembatasan” darat terhadap pengiriman bantuan ke Gaza yang dilanda perang, demikian menurut pernyataan kepresidenan. Badan-badan PBB berulang kali memperingatkan adanya kekurangan pasokan vital yang parah di Gaza. Situasi ini diperburuk oleh pembatasan akses melalui darat dan penutupan perlintasan penting Rafah dengan Mesir sejak pasukan Israel merebut sisi Palestina pada awal Mei. Saat makan siang di Istana Elysee, Macron dan Abdullah II menegaskan kembali perlunya “gencatan senjata segera dan berkelanjutan di Gaza” dan menuntut pembebasan semua sandera – termasuk dua warga negara Prancis. Kedua pemimpin juga “menyatakan keprihatinan mendalam mereka tentang situasi di Tepi Barat dan mengecam keras kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim”, kata Istana Elysee dalam sebuah pernyataan. Mereka sepakat untuk terus bekerja sama mencari “solusi yang berkelanjutan dan dapat dipercaya” untuk perang tersebut berdasarkan “solusi dua negara”. Mereka juga menyambut baik reformasi yang dilakukan pemerintah Palestina dan mendesak agar reformasi tersebut dilanjutkan. Mengacu pada meningkatnya ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon, Macron dan Abdullah II memperingatkan adanya “konflik yang akan menjadi bencana bagi kawasan tersebut”. Mereka kembali mendesak semua pihak untuk bersikap “bertanggung jawab dan menahan diri”. Serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 7 Oktober terhadap Israel selatan yang memicu perang Gaza mengakibatkan kematian 1.194 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel. Militan Hamas juga menyandera 116 orang yang masih berada di Gaza, meskipun tentara Israel mengatakan 42 di antaranya telah meninggal. Serangan balasan Israel telah menewaskan setidaknya 37.626 orang, juga sebagian besar warga sipil, menurut kementerian kesehatan Gaza. Kata kunci: Macron, Raja Abdullah, Israel, Gaza, bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, sandera, Tepi Barat, solusi dua negara, ketegangan Israel-Lebanon, serangan Hamas, korban jiwa. (gim) Baca juga :

Read More

Suhu Panas Ekstrem Penyebab Banyaknya Jamaah Haji Wafat

Mekah — 1miliarsantri.net : Lebih dari 1.000 jamaah haji meninggal dunia tahun ini di tengah panas ekstrem Arab Saudi. Cuaca panas ekstrem di Saudi diduga menjadi pemicu banyaknya jamaah haji yang meninggal dunia. Lalu, sebenarnya kenapa panas ekstrem dapat mengancam nyawa seseorang? Suhu tubuh saat beristirahat biasanya sekitar 37 derajat Celcius. Profesor kesehatan University of Sydney, Australia, Ollie Jay mengatakan, suhu tersebut hanya berjarak 4 Celcius dari malapetaka berupa sengatan panas. Direktur perawatan darurat di Rumah Sakit Houston Methodist Neil Gandhi mengatakan, selama gelombang panas, siapa pun yang datang dengan demam 38 derajat Celsius atau lebih tinggi dan tidak ada sumber infeksi yang jelas akan diperiksa untuk mengetahui apakah mereka mengalami kelelahan akibat panas atau sengatan panas yang lebih parah. “Secara rutin akan melihat suhu inti lebih besar dari 39, 40 derajat selama beberapa waktu,” kata Gandhi. Ia menambahkan satu atau tiga derajat lagi, pasien tersebut berisiko tinggi mengalami kematian. Jay mengatakan ada tiga hal yang membuat panas ekstrem berisiko kematian bagi seseorang. Pertama adalah peningkatan suhu tubuh secara kritis yang menyebabkan organ tubuh gagal berfungsi. Jay menambahkan, ketika suhu tubuh bagian dalam menjadi terlalu panas, tubuh mengalihkan aliran darah ke kulit untuk mendinginkannya. Namun, hal tersebut mengalihkan darah dan oksigen dari perut dan usus, dan dapat memungkinkan racun yang biasanya terkurung di area usus bocor ke dalam sirkulasi. “Hal itu memicu serangkaian efek. Pembekuan di seluruh tubuh dan kegagalan beberapa organ dan pada akhirnya, kematian.” Namun, kata Jay, pembunuh yang lebih mematikan akibat panas adalah ketegangan pada jantung, terutama bagi orang-orang yang memiliki penyakit kardiovaskular. Hal ini dimulai dengan darah yang mengalir deras ke kulit untuk membantu melepaskan panas inti. Hal ini menyebabkan tekanan darah turun. Jantung merespons dengan mencoba memompa lebih banyak darah agar Anda tidak pingsan. “Anda meminta jantung untuk melakukan lebih banyak pekerjaan daripada yang biasanya dilakukan,” kata Jay. Ia menambahkan, bagi seseorang dengan kondisi jantung, kondisi tersebut sama seperti seseorang dengan otot kaki yang lemah atau mengelami cedera tapi harus berlari mengejar bus. “Pasti ada sesuatu yang akan terjadi.” Faktor ketiga adalah dehidrasi yang berbahaya. Jay mengatakan saat orang berkeringat, mereka kehilangan cairan hingga ke titik yang dapat membuat ginjal mengalami tekanan berat. Profesor kesehatan masyarakat dari Universitas Harvard dan dokter ruang gawat darurat di Rumah Sakit Umum Massachusetts Dr Renee Salas mengatakan, dehidrasi dapat berkembang menjadi syok, menyebabkan organ-organ tubuh berhenti bekerja karena kekurangan darah, oksigen dan nutrisi, yang menyebabkan kejang-kejang dan kematian. “Dehidrasi bisa sangat berbahaya dan bahkan mematikan bagi semua orang jika sudah cukup parah – tetapi sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki kondisi medis dan sedang dalam pengobatan tertentu,” ungkap Salas. Jay mengatakan dehidrasi juga mengurangi aliran darah dan memperbesar masalah jantung. (drus) Baca juga :

Read More