Netanyahu Bersumpah Tingkatkan Tekanan pada Hamas

Gaza — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah pada hari Selasa untuk meningkatkan tekanan terhadap Hamas di Gaza yang dilanda perang, setelah Amerika Serikat mengkritik tingginya korban sipil dalam serangan-serangan terakhir. Netanyahu, dalam sambutannya pada acara peringatan resmi negara, membela pendekatan Israel selama perang yang telah berlangsung lebih dari sembilan bulan ini, dengan mengatakan “Hamas sedang dalam tekanan.” “Mereka berada di bawah tekanan yang semakin besar karena kita menyakiti mereka, melenyapkan komandan-komandan tinggi mereka dan ribuan teroris.” “Mereka berada di bawah tekanan karena kita tetap teguh dengan tuntutan kita, meskipun ada banyak tekanan,” tambahnya, yang tampaknya merujuk pada banyaknya keprihatinan internasional atas korban dalam perang sejak serangan Hamas 7 Oktober. “Ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan tekanan lebih lagi, untuk membawa pulang semua sandera – yang hidup dan yang mati – dan untuk mencapai semua tujuan perang,” kata Netanyahu. Komentarnya muncul saat Israel telah meningkatkan serangan ke wilayah Palestina yang terkepung, dengan tim penyelamat Gaza mengatakan tiga serangan udara dalam satu jam telah menewaskan lebih dari 40 orang pada hari Selasa. Pada akhir pekan, lebih dari 90 orang tewas dalam serangan bom Israel yang besar di zona aman, sebuah operasi yang menurut Netanyahu menargetkan kepala militer Hamas Mohammed Deif dan salah satu wakilnya. Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan dalam upacara tersebut bahwa tekanan militer Israel “memaksa para pemimpin organisasi teroris yang masih hidup untuk hanya mengurus kelangsungan hidup mereka sendiri.” “Tanpa kapasitas untuk memerintah, mengendalikan, dan memimpin, organisasi Hamas menjadi sekelompok geng teroris tanpa arah atau masa depan,” kata Gallant. Serangan Hamas 7 Oktober terhadap Israel mengakibatkan kematian 1.195 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka-angka Israel. Para militan juga menyandera 251 orang, 116 di antaranya masih berada di Gaza termasuk 42 yang menurut militer Israel telah meninggal. Ofensif militer Israel telah menewaskan setidaknya 38.713 orang, juga sebagian besar warga sipil, menurut angka-angka dari kementerian kesehatan di Jalur Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Bila Kita Ingin Maju dan Bersatu Jangan Khianati Konstitusi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bangsa Indonesia telah mengalami pahit getirnya dijajah oleh Belanda dan Jepang. Oleh karena itu bangsa Indonesia tidak mau ada satu suku bangsa pun di dunia ini yang mengalami hal yang sama. Dalam pandangan bangsa Indonesia yang namanya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Oleh karena itu dalam mukadimah UUD 1945 para pendiri bangsa ini telah menjelaskan dengan tegas bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan. Itulah sebabnya mengapa sampai hari ini negara Republik Indonesia tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel karena negara tersebut telah menjajah dan tidak mau memberikan kemerdekaan kepada rakyat dan bangsa Palestina. Bahkan Israel tidak hanya sekadar ingin menjajah tapi juga telah melakukan tindakan-tindakan yang terbilang sangat-sangat biadab dengan melakukan tindakan genosida atau membunuh sudah lebih dari 36.050 orang di Gaza sejak Oktober tahun lalu dan melukai setidaknya 81.026 orang akibat serangan yang mereka lakukan ke daerah Palestina tersebut. Keadaan semakin mengenaskan lagi karena kebanyakan dari mereka yang tewas dan terluka tersebut adalah kaum perempuan dan anak-anak. Oleh karena itu jika ada dari anak-anak bangsa ini yang bermesraan dengan Israel padahal negara zionis tersebut kita tahu telah berbuat zalim dan aniaya terhadap rakyat Palestina maka hal demikian merupakan pertanda bahwa mereka sudah tidak punya hati nurani dan tidak punya rasa perikeadilan serta perikemanusiaan. Mungkin saja mereka beralasan bahwa mereka melakukan hal tersebut adalah karena mereka ingin mengubah sikap Israel, rasa-rasanya hal itu bagaikan mimpi di siang bolong karena sekarang ini sudah lebih dari 146 negara yang mendukung kemerdekaan Palestina termasuk beberapa negara dari Eropa Barat yang selama ini merupakan sekutu Israel seperti Spanyol, Inggris dan Prancis serta lainnya sudah meminta Israel untuk mengakui kemerdekaan Palestina namun Israel tetap bersikukuh dan tidak mau memberikannya. Ini pertanda bahwa Israel memang punya niat jahat untuk terus menduduki dan menjajah Palestina bahkan kalau bisa mereka akan mendirikan sebuah negara baru yang disebut dengan Israel Raya yang meliputi beberapa negara yang ada di sekitarnya. Jadi berdasarkan hal demikian kita memang sangat menyesalkan ada oknum-oknum dari anak-anak bangsa ini yang berbuat di luar batas dengan menentang dan melecehkan konstitusi padahal mukadimah dari UUD 1945 itu seperti kita ketahui bersama merupakan jati diri kita sebagai bangsa. Dan bila jati diri kita sebagai bangsa sudah terkoyak maka untuk menjahit dan menyatukannya kembali jelas tidak mudah. Untuk itu kita berharap agar semua pihak menghormati dan menjunjung tinggi konstitusi supaya kita sebagai bangsa tetap bersatu dan negara yang sama-sama kita cintai ini bisa maju. (Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, serta Ketua PP Muhammadiyah) Baca juga :

Read More

Mengintip Belajar Mengaji di Madrasah Khazra Nottingham, Inggris

Nottingham –1miliarsantri.net : Sebagai orangtua yang menganut agama Islam dan tinggal di negara dengan penduduk mayoritas non-muslim, pastinya menginginkan anak-anak tetap bisa belajar tentang Islam. Seperti pasangan orangtua Azimmatul Ihwah dan Muayyad Nanang yang saat ini menetap di Nottingham lantaran tengah menjalani program studi doctoral di University of Nottingham. Imma mendaftarkan kedua buah hatinya, Rashna dan Araj di Madrasa Khazra yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah tinggal mereka. Diungkapkannya bahwa tidak ada syarat khusus untuk para Muslim mendaftarkan anak-anak mereka belajar di sana. Hanya saja dengan tempat yang terbatas membuat madrasah ini menerapkan system “waiting list”. Berdasarkan data, Nottingham yang terdiri dari penduduk multikultural dan multikulturalisme, memiliki Muslim sebanyak 9 persen dari populasi penduduk. Jumlah total penduduk sendiri yakni 919,484 jiwa. Dari angka tersebut menunjukkan umat Muslim di sana tidak banyak. Hal ini menyebabkan pula tak banyak madrasa yang tersedia. Bisa dikatakan jumlah Madrasa yang ada tidak sebanding dengan umat Muslim di sana. Jadi siapapun yang ingin mendaftar harus menunggu giliran. “Tidak ada ujian masuk untuk penerimaan (hanya saja) sistemnya waiting list. Kami waktu tunggu hampir tiga bulan,” ujar wanita yang akrab disapa Imma. Awalnya hanya si sulung yang berkesempatan masuk madrasa lalu tidak lama, masih di bulan yang sama, sang adik pun diterima. Setelah mendapat keputusan diterima masuk di madrasa tersebut, anak-anak harus mengikuti ujian berupa baca tulis latin dan kemampuan membaca huruf hijaiyah atau Quran. “Ujian ini hanya untuk menentukan anak akan masuk level mana,” tambahnya. Lebih lanjut ia menambahkan, kegiatan belajar di madrasah dilakukan setiap hari Senin sampai Jumat. Dalam sehari ada dua jadwal yakni pukul 16.00-17.30 dan 18.00-19.30 waktu setempat. Untuk jadwal, tutur Imma, orangtua tidak bisa memilih. Keputusan masuk di kelas mana dan dapat di waktu yang mana merupakan keputusan mutlak dari pihak madrasa. “Karena ini disesuaikan dengan ketersediaan kelas.” Kedua buah hati diakui Imma dan Nanang begitu menikmati belajar di madrasa tersebut. Mereka dapat menikmati momen belajar Islam layaknya saat berada di Tanah Air. Setiap hari sepulang sekolah, Rashna dan Araj pergi ke madrasa dengan berjalan kaki. Kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan jadwal sekolah resmi atau regular yang telah ditetapkan Nottingham City Council. Jadi apabila sekolah sedang libur, madrasa pun libur.Namun ada libur tambahan di madrasa yakni saat perayaan hari raya umat Islam seperti Idul Fitri, Idul Adha dan hari Tasyrik. Biaya madrasa dikenakan sebesar £45 per bulan untuk satu anak. “Akan mendapat potongan sebesar £5 jika membayar tanggal 1-7 setiap bulannya,” ungkap Imma. Sekadar informasi jika dirupiahkan senilai kurang lebih Rp 945.000. Di Madrasa Khazra ini tidak hanya belajar membaca Al-Quran secara tartil, melainkan juga belajar mengenai aturan dan adab melakukan ibadah dalam agama Islam. Seperti cara berwudhu yang benar, sholat dan gerakannya yang benar sesuai tuntunan Rasulullah Saw. “Ada juga hapalan bacaan sehari-hari, fiqih, akhlaq, sirah, hadits, adab dan sebagainya. Ada buku pegangan juga yg dibeli dari sekolah untuk bahan belajar seperti Islamic curriculum (sesuai level kelas) dan Abridged Qa’idah dan Book of Dua and Surah.” Layaknya sekolah, di Madrasa Khazra juga diadakan tes di akhir term. Orangtua akan menerima rapor di akhir term. Madrasa Khazra sekaligus Masjid Khazra ini beralamat di Queensberry St, Radford, Nottingham NG60DG, United Kingdom. Masjid ini menyediakan tempat ibadah bagi komunitas Muslim setempat. Masjid Al-Khazra berdiri sebagai bukti persatuan dan keragaman komunitas Muslim Sunni Nottingham. Organisasi ini menyambut individu-individu dari berbagai latar belakang, terbuka bagi siapapun dan menghubungkan siapapun. Bahkan dalam situs resminya disebutnya, jika Anda jika Anda mencari tempat ibadah atau komunitas spiritual, Masjid Al-Khazra menawarkan suasana hangat dan inklusif untuk semua. (mom) Baca juga :

Read More

MPR RI Apresiasi Petugas Haji Mahasiswa Indonesia dari Mesir

Jakarta — 1miliarsantri.net : Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Rahmat Iqbal menyampaikan hasil Temu silaturahim Alumni Azhar Mesir dengan Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, di Jakarta, Selasa (16/07/2024). Dalam kesempatan tersebut, Presiden PPMI menerangkan bahwa pihaknya membahas berbagai isu krusial yang berkaitan dengan regulasi mahasiswa baru dan petugas haji TEMUS (Tenaga Musiman mahasiswa) di Komisi 8 serta di Fraksi PKS di DPR. Dalam pertemuan di MPR tersebut Pertemuan membahas upaya perbaikan regulasi seleksi mahasiswa baru ke Mesir melalui Kementerian Agama. Hidayat Nur Wahid, yang juga mewakili Daerah Pemilihan Jakarta 2 dan WNI di Luar Negeri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa Indonesia di Mesir yang telah memilihnya kembali sebagai anggota DPR. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas seleksi mahasiswa baru dan memperbaiki sistem TEMUS Haji, serta berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi tersebut dalam rapat DPR. “Kami akan suarakan peningkatan jumlah petugas haji asal mahasiswa Indonesia di Mesir karena keberadaan mahasiswa dirasakan manfaatnya dan melayani jamaah haji sepenuh hati,” tegas Hidayat Nur Wahid. Tak hanya itu, Hidayat Nur Wahid juga berharap mahasiswa Indonesia di Mesir dapat berkontribusi lebih besar di pemerintahan Indonesia di masa mendatang. Rahmat Iqbal juga mengadakan komunikasi dengan anggota DPR dari Komisi 8, khususnya dari Partai Golkar dan partai lainnya, mengingat banyaknya isu pendidikan yang bersinggungan dengan kepentingan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa Indonesia di Mesir serta mempererat hubungan antara pemerintah dan organisasi mahasiswa Indonesia di luar negeri. (rid) Baca juga :

Read More

Dua Nikmat yang Manusia Lalai

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dua kabilah Anshor yakni Bani Haristsah dan Bani Harist berseteru. Keduanya saling membanggakan nasab kabilahnya dengan bermegah-megahan soal keturunan dan hartanya. Bahkan, kedua kabilah saling membuktikan dengan mendatangi kuburan-kuburan nenek moyang mereka yang dikenal orang hebat. Dalam Kitab Asbabun Nuzul karya Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuti, pertengkaran atau pembantahan kedua kabilah tersebut turun ayat 1-8 Surah At-Taakatsur. Dalam ayat 1 dan 2, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” As-Suyuti mengutip ucapan Ibnu Jabrir dari Ali berkata, “Kita ragu akan adanya siksa kubur. Kemudian Allah SWT menyakinkan mereka, dengan ayat ini.”Kekisruhan kedua kabilah itu pada 14 abad silam, masih dapat kita saksikan sampai hari ini. Banyak keturunan anak Adam ‘Alaihissalam (AS) yang dengan sadar atau tidak sadar kerap membanggakan anak keturunan dan harta mereka kepada orang lain, terlebih di berbagai platform media sosial. Terlepas dari pro dan kontra persoalan ini. Dalam Tafsir Ibnu Katsir pada penjelasan Surah At-Taakatsur tersebut, Allah SWT berfirman, kalian terlalu disibukkan oleh kecintaan pada dunia, kenikmatan dan berbagai perhiasannnya, sehingga lupa untuk mencari dan mengejar kehidupan akhirat. Hal tersebut terus menimpa manusia, hingga kematian menjemputnya, lalu manusia mendatangi kuburan dan menjadi salah satu penghuninya. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Zaid bin Aslam dari ayahnya mengatakan, Rasulullah Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) bersabda, “Bermegah-megahan telah melalaikanmu dari ketaatan, sampai kamu masuk ke dalam kubur, sampai kematian menjemput kalian.” Bermegah-megahan ini, menurut Al-Hasan Al-Bashri, dalam hal harta dan anak. Bukankah manusia dalam kehidupannya, tak terlepas dari harta dan anak. Mereka kerap membanggakan harta dan anak-anaknya. Padahal, soal harta ini, Rasulullah SAW bersabda, “Harta yang kamu makan akan habis, harta yang kamu pakai akan usang, tapi harta yang kamu sedekahkan akan menjadi tabunganmu,” (HR. Muslim). Ternyata harta yang sesungguhnya, ketika hari ini kita makan dan kita pakai. Sedangkan yang tidak kita makan dan tidak kita pakai pada hakekatnya bukan harta milik kita. Sementara harta yang disedekahkan, itulah harta yang kekal abadi di dunia hingga mengalir di akhirat. Ketika sampai di kubur, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang mengantarkan jenazah, lalu dua diantaranya kembali sedang asatu lagi tetap bersamanya. Jenazah itu diantarkan oleh keluarga, harta, dan amalnya, lalu keluarga dan hartanya kembali pulang, sedangkan amalnya tetap bersamanya,” (HR. Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i). Pada asalnya, menurut Al-Quran sifat manusia itu ada 15. Yakni, lemah, terperdaya, lalai, penakut, bersedih hati, tergesa-gesa, suka membantah, berlebih-lebihan, pelupa, berkeluh kesah, kikir, kufur nikmat, zalim dan bodoh, berprasangka, dan berangan-angan. Dibandingkan makhluk lain, manusia diciptakan Allah SWT dalam wujud yang sempurna, namun banyak kekurangannya. Kekurangan manusia ini, sebagai dampak Allah SWT memberinya akan dan pikiran serta hati yang bening. Dalam kehidupannya, tinggal lagi manusia itu sendiri yang dapat mengendalikannya ke jalan yang lurus yang diridhoi Allah SWT. Untuk itu, Rasulullah SAW bersabda, “Dua nikmat yang banyak orang tertipu padanya, yakni nikmat sehat dan waktu luang,” (HR Bukhari, Tirmidzi, An-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah). Seseorang itu ketika diberikan kenikmatan (di dunia baik harta maupun anak keturunan) kebanyakan lupa akan nikmat tersebut berasal dari mana dan digunakan (dimanfaatkan) untuk apa. Pada dasarnya kenikmatan dan musibah itu akan silir berganti dirasakan, tinggal lagi bagaimana menyikapinya. Ketika nikmat itu hadir di kehidupan seseorang, sikat sebaiknya tetap bersyukur atas nikmat dari Allah SWT. Ketika nikmat itu dicabut dan musibah datang menimpanya, maka sikap seseorang itu bersabar hingga Allah SWT juga meridhoinya. Sama halnya dengan waktu luang yang sering lalai dari kehidupan manusia. Ketika seorang diberikan waktu luang seperti badan sehat jasmani dan rohani, lupa untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT dan menjalani perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Namun, ketika seseorang itu sakit, barulah ia akan sadar bahwa nikmat kesehatan dan waktu luang pada saat muda, pada saat sehat, pada saat gagah, atau pada saat diberikan kekuasaan dan jabatan, tidak digunakan untuk kemaslahatan pada dirinya dan orang lain. Bukankah dalam ayat 4 Surah Ad-Dhuha, Allah SWT berfirman, “Dan sungguh akhirat itu lebih baik bagimu darpada dunia.” Semoga kita semua sadar akan dua nikmat yang akan menyelamatkan kita di dunia terlebih di akhirat. (Iin) Baca juga :

Read More

Kemenag Optimis Guru PAI Makin Berkompetan Usai Mengikuti Pendidikan Profesi Guru

Bandung — 1miliarsantri.net : Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Jabatan Tahun 2024 telah dimulai secara serentak. Pembukaan perkuliahan dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof Abu Rokhmad di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. PPG PAI 2024 diikuti 13.409 guru yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Abu Rokhmad bersyukur PPG PAI tahun ini bisa kembali digelar dengan diikuti peserta yang jumlahnya mencapai ribuan guru. Lebih lanjut ia menilai, PPG menjadi media yang sangat efektif untuk memacu para guru agama di Indonesia agar memiliki kompetensi sekaligus daya inovasi tinggi. Apalagi, pada PPG 2024, selain digelar dengan rentang waktu empat bulan, panita nasional juga membuat sejumlah terobosan seperti menambah fitur baru pada learning management system (LMS) dengan komponen aplikasi plagiarism checker (turnitin). Hal ini dilakukan agar lulusan yang dihasilkan benar-benar memiliki kompetensi dan kualitas tinggi. “PPG ini merupakan instrumen yang sangat penting, bukan sekadar soal sertifikatnya, namun lebih dari itu bagi bapak dan ibu guru ini sangatlah strategis karena bisa meningkat kompetensinya,” jelasnya dalam rilis yang diterima 1miliarsantri.net, Senin (15/7/2024). Tantangan yang dihadapi guru agama termasuk PAI saat ini, tambah Abu Rokhmad, tidaklah ringan. Hal ini disebabkan dampak dari perkembangan teknologi yang pesat. Pengetahuan itu antara lain didapat dari berbagai platform media sosial atau alat pencari yang begitu mudah diakses tanpa mengenal tempat, waktu, dan kondisi. “Harus disadari bahwa saat ini bapak dan ibu juga harus bersaing dengan guru yang profesional, meski tidak ikut PPG. Siapa dia? Yakni media sosia seperti YouTube dan juga google. Mereka mengajarkan dengan setia dan menemani anak-anak kita. Ini harus disadari, tantangan ibu dan bapak sangat luar biasa,” tandas guru besar UIN Walisongo Semarang itu. Atas penyelenggaraan PPG ini, Abu Rokhmadi berharap dukungan besar dari pemerintah daerah supaya bisa menelurkan lulusan yang berkualitas. Direktur PAI Kementerian Agama M Munir menjelaskan, PPG 2024 digelar dengan sistem daring dan melibatkan 48 Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidik dan Kependidikan (LPTK) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Menurutnya, PPG adalah bentuk komitmen negara untuk menciptakan para guru yang memiliki kompetensi serta inovatif. “PPG ini antara lain amanat dari UU Sisdiknas, UU Guru dan Dosen serta PP tentang Guru. Saya mengapresasi atas dukungan Pemda yang mengeluarkan anggaran besar untuk kesuksesan program ini,” pungkas Munir. (den) Baca juga :

Read More

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 15 dan 16 Juli, Waktunya Cek Arah Kiblat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Muslim Indonesia untuk mengecek arah kiblat pada 15 dan 16 Juli 2024. Imbauan disampaikan seiringan terjadinya fenomena Istiwa A’zam atau matahari melintas di atas Ka’bah. Pada momen tersebut, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah membelakangi arah kiblat. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kemenag, Adib mengatakan, berdasarkan tinjauan astronomi ilmu falak, terdapat sejumlah teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat. Teknik tersebut di antaranya menggunakan kompas, theodolite, serta fenomena posisi matahari melintasi tepat di atas Ka’bah atau Istiwa A’zam. “Peristiwa Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat akan terjadi pada Senin dan Selasa, 15 dan 16 Juli 2024 bertepatan dengan 9 dan 10 Muharam 1446 H pada pukul 16:18 WIB atau 17:18 WITA. Saat itu, matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah,” kata Adib di Jakarta, Senin (15/7/2024). Adib mengungkapkan, fenomena tersebut menjadi momentum bagi umat Muslim dapat melakukan pengukuran atau kalibrasi arah kiblat tanpa menggunakan alat atau keterampilan khusus. “Di saat Istiwa’ A‘zam, siapa saja, tanpa perlu memiliki keahlian atau perangkat teknologi khusus, bisa ‘meluruskan’ arah kiblatnya sendiri,” ucap Adib. Pada 27 dan 28 Mei 2024, Kemenag menggelar Hari Sejuta Kiblat yang melibatkan umat Muslim di Indonesia melakukan kalibrasi arah kiblat secara serentak, dan mencetak rekor MURI. Momen pengukuran dan verifikasi arah kiblat tersebut terjadi kembali pada 15 dan 16 Juli 2024. “Momen Istiwa’ A‘zam ini bersifat konfirmatif, sehingga jika sudah benar, momen ini akan menegaskan kebenaran arah kiblat. Jika ada keraguan, ini menjadi kesempatan terbaik untuk memverifikasi arah kiblat,” jelas Adib. Adib menjelaskan, terdapat hal yang perlu diperhatikan saat masyarakat melakukan pengecekan arah kiblat pada momen Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat: (wink) Baca juga :

Read More

Sebanyak 40 Pasangan Ikuti Isbat Nikah Massal MUI

Tangerang — 1miliarsantri.net : Sebanyak 40 pasangan pengantin mengikuti Isbat nikah yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Pakuhaji, Tangerang ini dihelat sebagai rangkaian agenda Milad ke-49 MUI. Penanggung jawab Isbat Nikah Massal Milad ke-49 MUI, Ferawati, MSi mengatakan kegiatan ini untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan kepastian hukum dari Pengadilan Agama, sehingga pernikahan yang dilakukan tercatat dalam dokumen negara. “Kegiatan ini merupakan komitmen MUI dalam mempedulikan masyarakat agar setiap warga negara mendapatkan dokumen pernikahan yang tercatat di dokumen negara. Dikarenakan memang banyaknya pernikahan yang belum tertera pada dokumen negara,” ujar Ferawati saat diwawancarai di arena Isbat Nikah, Senin (15/7/24). Dia juga mengatakan, setelah kegiatan ini maka status perkawinan mereka diakui secara hukum Negara dan berhak mendapatkan Akta Nikah yang dikeluarkan Kantor Urusan Agama (KUA) ataupun tercatat resmi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di mana masyarakat tersebut berdomisili. Rangkaian kegiatan Isbat Perkawinan Massal nantinya akan diselenggarakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama pelaksanaan sidang sibat perkawinan massal, dan akan dilanjutkan dengan tahap ke dua, yaitu pelaksanaan resepsi isbat perkawinan massal. “Pada kegiatan Isbat Nikah massal ada dua tahap yang akan diselenggarakan, yang pertama adalah tahap sidang isbat yang diselenggarakan pada hari ini. Tahap kedua dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan resepsi yang digelar di Gedung Serbaguna Kabupaten Tanggerang, pada 21 Juli 2024,” kata dia. Lebih lanjut, dalam sesi wawancara tersebut Ferawati juga menjelaskan dalam pelaksaanaan Sidang Isbat Nikah Massal ini diikuti masyarakat Tanggerang yang berasal dari tujuh desa dan juga satu kelurahan. Yaitu dari Desa Suryabahari, Sukawali, Kalibaru, Bonisari, Pakualam, Buaran Bambu, Desa Kohot dan satu kelurahan. Dia berharap kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan dan dapat memenuhi harapan umat. (lung) Baca juga :

Read More

Mengapa Gelombang Konservatisme Agama Meningkat di Malaysia Namun Surut di Indonesia

Kelantan — 1miliarsantri.net: Di pasar pusat yang ramai di Kuala Terengganu, penjual kerupuk Mdm Raqiah Abdullah membuka-buka halaman Al-Qur’an – kitab suci umat Islam – sambil duduk di bangku reyot. Alquran dibungkus kain hijau dengan lingkaran putih di tengahnya – bendera partai konservatif Parti Islam Se-Malaysia (PAS). “Kami umat Islam, jadi tugas kami mendukung PAS. Saya pikir jika kita ingin menjadi umat Islam yang baik, di dunia dan di akhirat, kita harus mengikuti ajaran PAS dan para pemimpinnya, seperti Tok Guru Hadi,” kata Mdm Raqiah, mengacu pada presiden PAS Abdul Hadi Awang, seorang ulama terkenal. yang telah memimpin partai tersebut selama lebih dari dua dekade. Nyonya Raqiah adalah pendukung setia partai Islam. Namun, ia mengatakan bahwa di kalangan komunitasnya di Kuala Terengganu, dukungan terhadap PAS baru menjadi populer dan mainstream dalam lima tahun terakhir ini. Para pengamat mencatat bahwa pergeseran dukungan ini disebabkan oleh masalah dalam partai tertua Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan kasus korupsi di kalangan pimpinannya, seperti skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang melibatkan mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak. Sebelumnya, persaingan UMNO dan PAS di Terengganu sangat sengit – terdapat masjid, desa, bahkan tempat makan yang berbeda-beda untuk pendukung masing-masing partai. Tapi sekarang sepertinya hampir semua orang bersatu mendukung PAS, Alhamdulillah,” ujarnya. Antara tahun 1974 dan 2013, koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin UMNO memerintah pemerintahan negara bagian Terengganu kecuali pada periode antara tahun 1999 dan 2004 ketika Abdul Hadi menjabat sebagai menteri utama di bawah koalisi Barisan Alternatif. Namun, sejak Pemilu 2018 ketika BN kehilangan kekuasaan, PAS dan koalisi Perikatan Nasional (PN) tetap mempertahankan kendali atas pemerintahan negara bagian Terengganu. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas PAS tampaknya telah berkembang melampaui basis pendukungnya dan partai tersebut telah menjadi pilihan utama bagi banyak umat Islam yang tinggal di jantung pedesaan Melayu. Dalam sebuah wawancara dengan CNA, anggota komite pusat PAS Muhammad Khalil Abdul Hadi menguraikan bahwa popularitas partai tersebut semakin meningkat akhir-akhir ini karena adanya faktor penarik dan pendorong. Muhammad Khalil, yang juga putra presiden partai Abdul Hadi, menekankan bahwa “konsistensi partai dalam menegakkan hak-hak orang Melayu dan Muslim” mungkin telah menarik pemilih. Nilai-nilai ras dan agama sangatlah penting bagi penduduk Melayu Bumiputera, dan kami belum mengubah pendirian kami sejak partai ini dibentuk dan ini adalah faktor kuncinya,” kata mantan anggota divisi informasi, dakwah dan pemberdayaan Syariah Terengganu. di pemerintahan negara bagian. “Ada juga faktor pendorongnya, misalnya kegagalan UMNO sebagai partai memenuhi kewajibannya dalam membela dan menegakkan prinsip-prinsip Islam serta membela hak-hak orang Melayu,” tambahnya. Analis politik Norshahril Saat, peneliti senior di ISEAS-Yusof Ishak Institute, mengatakan kepada CNA bahwa dalam beberapa tahun terakhir, PAS telah memperkuat basis kekuatan intinya di negara bagian utara dan pantai timur sambil membuat terobosan di wilayah lain di Semenanjung Malaysia. “Ada banyak cara untuk menjelaskannya. Salah satu kemungkinannya adalah adanya ketakutan bahwa para pemilih akan semakin konservatif, khususnya di kalangan masyarakat Melayu, dan mereka sekarang menerima argumen yang telah diajukan PAS selama bertahun-tahun dalam Islamisasi, mempromosikan hukum Syariah dan sebagainya,” kata Dr Norshahril. . “Tetapi argumen lainnya mungkin adalah kurangnya alternatif. Masyarakat Melayu selalu mendukung UMNO dan mereka memandang UMNO sebagai partai utama bagi masyarakat Melayu dan Islam. Tapi sekarang mengingat permasalahan mereka, alternatif terbaik berikutnya adalah Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dan tentunya partai yang sejarahnya lebih panjang adalah PAS,” imbuhnya. Sebaliknya, pemilu di Indonesia bulan lalu tampaknya menunjukkan bahwa politik identitas telah surut, meskipun ada kekhawatiran awal bahwa hal ini dapat dirusak oleh konservatisme agama. Dr Norshahril mengatakan bahwa politik identitas “entah bagaimana dibatalkan” di antara para kandidat dalam pemilu di Indonesia. “Kami tidak melihat politik identitas serupa terjadi pada pemilu tahun ini dibandingkan dengan pemilu tahun 2019 dan 2014. Hal ini bisa berarti bahwa para kandidat sendiri telah mempersiapkan diri dengan sangat baik,” kata Dr Norshahril. “Jadi dengan cara ini semua kandidat berhasil menggalang dukungan Islam dan karenanya kita tidak melihat politik identitas digunakan untuk menyerang satu sama lain,” tambahnya. Melihat lebih dekat situasi Indonesia Di negara tetangga, Indonesia, kekhawatiran terhadap kebangkitan Islam politik dan konservatisme agama, terutama menjelang pemilu bulan lalu, tampaknya sudah mereda. Ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak menyerah pada penggunaan politik identitas untuk mengumpulkan suara, kata para pengamat. Ketiga pasangan tersebut adalah: Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berpasangan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Islam (PKB) Muhaimin Iskandar; Menteri Pertahanan saat ini Prabowo Subianto dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka; serta mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mencalonkan diri bersama mantan anggota PKB Mahfud MD. Pasangan pemenangan, Pak Prabowo dan Pak Gibran, tidak pernah menjadi anggota partai Islam, berbeda dengan dua paslon lainnya. Ada kekhawatiran bahwa pemilu ini akan dirusak oleh konservatisme agama, terutama karena politik identitas mendominasi pemilu presiden dan legislatif tahun 2019 serta pemilu gubernur Jakarta tahun 2017. Ujang Komarudin, pakar Islam politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, yakin beberapa kelompok politik ingin menegakkan ideologi Islam tetapi kesulitan untuk menang dalam pemilu karena masyarakat Indonesia heterogen. “Secara obyektif memang ada orang atau kelompok yang memperjuangkan ideologi Islam atau Islam politik. “Tapi kalau kita lihat masyarakat Islam, Islam sendiri di sini heterogen. Tidak homogen,” kata Pak Ujang. Dan meskipun sekitar 87 persen dari 270 juta penduduk Indonesia adalah Muslim, banyak yang tidak taat, tambah Ujang. Banyak masyarakat Indonesia yang menganut agama Islam moderat atau beragama Islam sesuai dengan kartu identitasnya, namun tidak benar-benar mengamalkan agama tersebut. “Ini berdampak pada perilaku pemilih dan pilihannya (saat pemilu),” kata Pak Ujang. Selain itu, para analis mengatakan kepada CNA bahwa perbedaan ideologi dari berbagai kelompok politik Islam dan ketidakmampuan mereka untuk mendapatkan dukungan arus utama serta teori filosofis dasar Pancasila tampaknya merupakan upaya untuk melawan ancaman meningkatnya konservatisme di Indonesia. PERBEDAAN IDEOLOGI YANG MENGATUR PARTAI POLITIK ISLAM Pak Ujang berpendapat bahwa partai politik Islam di Indonesia tidak bersatu dan memiliki ideologi yang berbeda. Hal ini berbeda dengan Malaysia yang memiliki partai Islam dominan, Parti Islam Se-Malaysia (PAS). “Misalnya PKB dan Partai Amanat Nasional (PAN), apakah berfungsi berdasarkan ideologinya? Saya kira tidak,” kata Pak Ujang. Mereka berfungsi berdasarkan kepentingan, baik saat berkoalisi maupun berkampanye. Mereka tidak menonjolkan nilai-nilai Islam tetapi nilai-nilai umum…

Read More

Tentara Israel Serang Warga Saat Sholat Dluhur

Gaza — 1miliarsantri.net : Pasukan penjajahan Israel melakukan kejahatan terbaru dengan menyasar puluhan jamaah shalat dzuhur di sebuah mushalla di Jalur Gaza. Belasan syahid dan puluhan lainnya terluka dalam serangan pada Ahad siang tersebut. Kantor berita WAFA melansir, pada tengah hari pesawat-pesawat tempur penjajah menargetkan mushalla di dekat Masjid Putih di kamp pengungsi al-Shati di sebelah barat Kota Gaza. Serangan itu mengakibatkan terbunuhnya sedikitnya 17 warga sipil dan melukai banyak orang lainnya, termasuk anak-anak dan wanita. Serangan Israel tersebut menyasar orang-orang yang sedang berkumpul untuk shalat dzuhur di mushalla tersebut. Rekaman video kamp pengungsi Shati setelah serangan Israel menunjukkan mayat di dalam gedung dan bekas darah. “Warga di lingkungan tersebut memutuskan untuk melaksanakan shalat berjamaah di mushalla, kami menghindari shalat berjamaah pada Magrib dan Isya di masjid agar tidak menjadi sasaran. Kami terkejut hari ini bahwa sebuah rudal Israel menargetkan tempat itu. Semuanya keluar berkeping-keping, tidak kurang dari 20 korban.” Bagaimanapun, kegigihan warga Gaza di tengah pemboman brutal Israel sukar dipungkiri. Setelah serangan brutal terbaru, seorang wanita Palestina dari Jalur utara yang kehilangan empat anaknya selama perang, sementara suaminya hilang, mengatakan dia tetap tidak akan meninggalkan Gaza atau pergi ke selatan Jalur Gaza. “Demi Allah, Netanyahu, saya tidak akan pergi ke Jalur Gaza bagian selatan. Ini adalah tanah saya, saya tidak akan pergi, dan kami akan mengambil hak kami dari Netanyahu dan Israel,” kata seorang perempuan dari kamp pengungsi Shati, merujuk Perdana Menteri Israel dilansir Aljazirah, Senin (15/7/2024). “Saya adalah ibu dari empat orang syuhada, dan saya tidak memiliki anak laki-laki lagi, dan saya bangga dengan mereka, terima kasih ya Allah. Dan kami memberi tahu Netanyahu bahwa kami siap mengorbankan diri kami sendiri,” kata wanita itu. “Allah menjanjikan kemenangan kepada kami, dan kemenangan kami sudah dekat ya Allah,” tutupnya. Di lokasi lain, sedikitnya 71 warga Palestina syahid dalam pembantaian oleh pasukan penjajahan Israel (IDF) di wilayah Al-Mawasi di selatan Jalur Gaza. Lebih dari 289 orang terluka, banyak di antaranya berada dalam kondisi kritis, menurut sumber medis setempat. Agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza sejak Oktober tahun lalu sejauh ini telah mengakibatkan 38.345 korban jiwa warga Palestina, dan 88.295 orang lainnya terluka. Ribuan lainnya dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan dan di jalanan, tidak dapat diakses oleh tim penyelamat dan ambulans. Amjad al-Shawa, direktur Jaringan LSM Palestina, mengatakan pembantaian di al-Mawasi adalah “pesan dari Israel kepada dunia bahwa berulang kali mereka menargetkan warga sipil Palestina dimanapun mereka berada.” “Daerah ini diserang berkali-kali; penuh dengan tempat berlindung dan tempat penampungan ini berisi ribuan tenda di mana anak-anak, wanita, orang tua tinggal di bawah tenda-tenda ini sebagai tempat yang aman,” katanya kepada Aljazirah di Deir el-Balah di Gaza tengah. “Begitu banyak keluarga, yang mengungsi untuk ke-10 kalinya, mencari keselamatan dan keamanan,” katanya, seraya menambahkan bahwa serangan itu menunjukkan “kegagalan komunitas internasional untuk memberikan tekanan pada Israel agar menghentikan perangnya terhadap warga sipil Palestina”. Dalam pernyataannya di X, Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk “pembantaian” Israel di kamp pengungsi al-Mawasi dan Shati di Gaza. Kementerian tersebut meminta “negara-negara yang mendukung Israel untuk membangkitkan hati nurani dan moral mereka, dan berhenti menghalangi upaya internasional untuk mengakhiri perang genosida” di wilayah Palestina yang terkepung. (zul/AZ) Baca juga :

Read More