Mengintip Belajar Mengaji di Madrasah Khazra Nottingham, Inggris

Dengarkan Artikel Ini

Nottingham –1miliarsantri.net : Sebagai orangtua yang menganut agama Islam dan tinggal di negara dengan penduduk mayoritas non-muslim, pastinya menginginkan anak-anak tetap bisa belajar tentang Islam. Seperti pasangan orangtua Azimmatul Ihwah dan Muayyad Nanang yang saat ini menetap di Nottingham lantaran tengah menjalani program studi doctoral di University of Nottingham.

Imma mendaftarkan kedua buah hatinya, Rashna dan Araj di Madrasa Khazra yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah tinggal mereka. Diungkapkannya bahwa tidak ada syarat khusus untuk para Muslim mendaftarkan anak-anak mereka belajar di sana. Hanya saja dengan tempat yang terbatas membuat madrasah ini menerapkan system “waiting list”.

Berdasarkan data, Nottingham yang terdiri dari penduduk multikultural dan multikulturalisme, memiliki Muslim sebanyak 9 persen dari populasi penduduk. Jumlah total penduduk sendiri yakni 919,484 jiwa.

Dari angka tersebut menunjukkan umat Muslim di sana tidak banyak. Hal ini menyebabkan pula tak banyak madrasa yang tersedia. Bisa dikatakan jumlah Madrasa yang ada tidak sebanding dengan umat Muslim di sana. Jadi siapapun yang ingin mendaftar harus menunggu giliran.

“Tidak ada ujian masuk untuk penerimaan (hanya saja) sistemnya waiting list. Kami waktu tunggu hampir tiga bulan,” ujar wanita yang akrab disapa Imma.

Awalnya hanya si sulung yang berkesempatan masuk madrasa lalu tidak lama, masih di bulan yang sama, sang adik pun diterima.

Setelah mendapat keputusan diterima masuk di madrasa tersebut, anak-anak harus mengikuti ujian berupa baca tulis latin dan kemampuan membaca huruf hijaiyah atau Quran.

“Ujian ini hanya untuk menentukan anak akan masuk level mana,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, kegiatan belajar di madrasah dilakukan setiap hari Senin sampai Jumat. Dalam sehari ada dua jadwal yakni pukul 16.00-17.30 dan 18.00-19.30 waktu setempat.

Untuk jadwal, tutur Imma, orangtua tidak bisa memilih. Keputusan masuk di kelas mana dan dapat di waktu yang mana merupakan keputusan mutlak dari pihak madrasa. “Karena ini disesuaikan dengan ketersediaan kelas.”

Kedua buah hati diakui Imma dan Nanang begitu menikmati belajar di madrasa tersebut. Mereka dapat menikmati momen belajar Islam layaknya saat berada di Tanah Air. Setiap hari sepulang sekolah, Rashna dan Araj pergi ke madrasa dengan berjalan kaki.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca