Bulan Safar dianggap memiliki waktu yang sial

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bulan Muharram pada tahun ini telah berakhir pada 5 Agustus 2024. Pada Selasa (6/6/2024), umat Islam telah memasuki bulan Safar, yaitu salah satu bulan dalam penanggalan Islam. Nama bulan Safar diambil dari kata “صَفَر” (safar) dalam bahasa Arab, yang berarti “kosong”. Dinamakan Safar karena masyarakat Arab saat itu berbondong-bondong keluar mengosongkan daerahnya, baik untuk berperang atau bepergian jauh. Mengutip dari buku “Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah” terbitan Balai Pustaka, Bulan Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalender Hijriyah yang berdasarkan tahun qomariah (Perkiraan bulan mengelilingi bumi). Selain diambil dari kata kosong (safar), ada pula yang menyatakan bahwa nama Safar diambil dari nama suatu jenis penyakit sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang Arab Jahiliyah pada masa dulu, yakni penyakit Safar yang bersarang di dalam perut, akibat dari adanya sejenis ulat besar yang sangat berbahaya. Itulah sebabnya mereka menganggap bulan Safar sebagai bulan yang penuh dengan kejelekan. Pendapat lain juga menyatakan bahwa Safar adalah sejenis angin berhawa panas yang menyerang bagian perut dan mengakibatkan orang yang terkena menjadi sakit. Karena itulah beberapa orang di masa lalu mungkin memiliki keyakinan atau kepercayaan tertentu terkait dengan bulan Safar, menganggapnya sebagai bulan yang membawa sial atau kesialan. Benarkah demikian? Sebagiamana diketahui, dalam sejarahnya orang Arab jahiliah beranggapan terdapat kesialan terdapat kesialan pada bulan Safar. Pemikian jahiliah ini pun masih diwarisi oleh segelintir umat Islam zaman ini akibat lemahnya keimanan dalam jiwa. Mereka beranggapan bulan Safar adalah bulan di mana Allah menurunkan kemarahan dan hukuman ke atas dunia. Oleh karena itu, banyak musibah dan bencana terjadi pada bulan Safar, khususnya pada Rabu Minggu terakhir. Namun, penting untuk dicatat bahwa pandangan ini ternyata tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam yang shahih. Dalam Islam, tidak ada bukti yang menghubungkan bulan Safar dengan kesialan atau peristiwa buruk. Seperti bulan-bulan lainnya, bulan Safar netral dari kesialan atau ketentuan nasib buruk. Jika pun ada kejadian buruk di dalamnya, maka itu semata-mata karena faktor lain, bukan karena bulan Safar itu sendiri. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR Bukhari 5437, Muslim 2220, Abu Dawud 3911, Ahmad [II/327]). Sebagai Muslim, kita dianjurkan untuk menghindari kepercayaan atau praktik-praktik yang tidak memiliki dasar dalam ajaran agama. Bulan-bulan dalam penanggalan Islam adalah ciptaan Allah dan tidak memiliki kekuatan sendiri untuk membawa sial atau kesialan. Dalam ajaran Islam, yang penting adalah keimanan, ketakwaan, dan amal baik. Oleh karena itu, penting untuk tidak terjebak dalam pandangan yang tidak benar terkait dengan bulan-bulan tertentu, termasuk bulan Safar, dan tetap berpegang pada ajaran agama yang sahih. (yan) Baca juga :

Read More

Drama Gencatan Senjata Gaza: Netanyahu Terpojok

Gaza — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi kemarahan di Israel dan luar negeri atas penanganannya terhadap pembicaraan gencatan senjata Gaza yang terhambat, tepat ketika kekhawatiran meningkat bahwa krisis tersebut bisa berkembang menjadi perang dengan Iran, menurut tiga pejabat Israel. Perbedaan pendapat antara Netanyahu dan pihak pertahanan mengenai kesepakatan, yang bisa membantu meredakan krisis yang semakin meningkat dan berisiko melibatkan seluruh Timur Tengah, juga muncul dalam pernyataan publik dan di balik pintu tertutup, dalam pertukaran kata-kata marah yang bocor pada hari Sabtu ke media Israel. Selama empat minggu terakhir, tiga pejabat Israel, satu di tim negosiasi dan dua lainnya yang memiliki pengetahuan mendalam tentang pembicaraan tersebut, menyuarakan kekhawatiran bahwa politik sedang merusak peluang tercapainya kesepakatan. “Perasaannya adalah bahwa perdana menteri menghindari membuat keputusan tentang kesepakatan dan tidak mendorongnya dengan kekuatan penuh,” kata salah satu pejabat kepada Reuters pada hari Minggu. Beberapa mitra koalisi sayap kanan ekstrem Netanyahu telah mengancam stabilitas pemerintah jika perang berakhir sebelum Hamas dikalahkan. Netanyahu berulang kali mengatakan bahwa pembebasan 115 sandera yang masih ditahan di Gaza sejak serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang adalah prioritas utama. Namun, masalah ini menjadi lebih mendesak karena perang di Gaza mengancam akan meluas menjadi konflik regional yang lebih besar setelah peningkatan ketegangan yang dramatis antara Israel dan Iran selama seminggu terakhir. Penyerang 7 Oktober menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut hitungan Israel. Otoritas kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 39.000 warga Palestina telah tewas dalam pertempuran di wilayah pesisir yang padat penduduk tersebut. Ketegangan antara Netanyahu – yang bersikeras bahwa dia menjaga keamanan Israel – dan beberapa anggota tim negosiasiannya terungkap dalam pernyataan publiknya pada hari Minggu. “Saya siap untuk melangkah sangat jauh untuk membebaskan semua sandera kami, sambil tetap menjaga keamanan Israel,” kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada rapat kabinetnya. “Komitmen kami sangat bertentangan dengan kebocoran dan pengarahan palsu mengenai masalah sandera kami.” Upaya Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar untuk mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas telah mendapatkan momentum selama bulan Juli tetapi hampir terhenti setelah persyaratan baru diperkenalkan ke dalam kerangka kerja yang disepakati yang diajukan oleh Washington pada bulan Mei. Kerangka kerja tersebut melibatkan tiga fase, dengan fase pertama melihat gencatan senjata enam minggu dan pembebasan sandera wanita, lansia, dan yang terluka sebagai imbalan atas pembebasan ratusan tahanan Palestina yang ditahan Israel. Namun sumber-sumber telah memberi tahu Reuters bahwa syarat baru Israel bahwa warga Palestina yang mengungsi harus diperiksa saat mereka kembali ke utara wilayah tersebut ketika gencatan senjata dimulai adalah salah satu poin yang menghambat. Pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Tehran pada hari Rabu semakin mempersulit masalah, meskipun kelompok militan tersebut belum sepenuhnya menutup pintu bagi para negosiator. “Kami akan terus memberikan tekanan militer pada Hamas dan tokoh-tokoh seniornya, sampai kembalinya semua sandera kami dan tercapainya semua tujuan perang,” kata Netanyahu. “Siapa pun yang menginginkan pembebasan sandera kami harus menekan Hamas, bukan pemerintah Israel.” Pernyataan Netanyahu muncul sebagai tanggapan atas serangkaian laporan selama akhir pekan. Salah satunya, oleh N12 News, mengutip Presiden AS Joe Biden yang mengatakan kepada Netanyahu dalam percakapan telepon mereka pada hari Kamis untuk “berhenti membual” tentang kemajuan pembicaraan. Kantor Netanyahu mengatakan dia tidak berkomentar tentang percakapannya dengan presiden AS. Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang pernyataan tersebut, yang juga dilaporkan oleh surat kabar Haaretz, mengutip pejabat senior administrasi Biden. “Orang-orang yang membocorkan hal-hal ini dari rapat ingin menekan perdana menteri untuk membuat kesepakatan yang buruk. Tapi apa yang dilakukan kebocoran ini adalah mendorong Hamas untuk menambah lebih banyak tuntutan,” kata pejabat Israel keempat kepada Reuters. Laporan N12 kedua mengutip kepala keamanan Israel, termasuk Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan kepala layanan keamanan dalam negeri Shin Bet Ronen Bar, yang meragukan komitmen Netanyahu terhadap kesepakatan sandera dalam pertemuan hari Rabu. Gallant, menurut laporan tersebut, mengatakan kepada Netanyahu bahwa persyaratan baru yang dia perkenalkan telah membuat kesepakatan menjadi mustahil. Shin Bet menolak berkomentar tentang diskusi tertutup. Kantor Gallant tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun dalam pernyataan publik, Gallant dan kepala militer Israel Herzi Halevi telah menekankan bahwa setelah berbulan-bulan menghantam Hamas di Gaza, pasukan dapat menangani tantangan apa pun yang ditimbulkan oleh gencatan senjata, sambil menekankan pentingnya mencapai kesepakatan yang akan membebaskan para sandera. Pesan mereka selama beberapa minggu terakhir sangat kontras dengan Netanyahu yang sering menyebutkan “garis merah” nya tentang keamanan Israel dalam kesepakatan apa pun. Dia membantah memperkenalkan persyaratan baru dan telah saling menyalahkan dengan Hamas atas kebuntuan tersebut. “Kami telah bersikeras pada garis merah kami, dan kami akan terus bersikeras padanya – baik di hadapan musuh maupun teman-teman kami,” urai Netanyahu. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Cara Allah Membangkitkan Makhluk di Akhirat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ulama dan cendikiawan asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi menjawab pertanyaan yang terkait dengan kebangkitan makhluk di akhirat kelak. Dalam Alquran, telah disebutkan berulang kali: اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً … Artinya: “Teriakan (tiupan sangkakala) itu hanya sekali teriakan saja…” (QS Yasin [36]: 53). Disebutkan juga: وَمَٓا اَمْرُ السَّاعَةِ اِلَّا كَلَمْحِ الْبَصَرِ … Artinya: “Tidaklah kejadian kiamat itu melainkan seperti sekejap mata…” (QS an-Nahl [16]: 77). Nursi menjelaskan, ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa kebangkitan makhluk di akhirat akan terlihat seketika dalam satu waktu. Akan tetapi, akal yang sempit membutuhkan contoh nyata yang dapat disaksikan agar dapat menerima dan tunduk kepada peristiwa luar biasa dan permasalahan yang tiada tara itu. Lalu seperti apa proses kebangkitan makhluk pada saat itu?“Pada hari kebangkitan terdapat tiga persoalan, yaitu kembalinya roh ke jasad, proses menghidupkan jasad, serta penciptaan dan penyusunan jasad,” kata Nursi dikutip dari bukunya yang berjudul “Risalah Kebangkitan” halaman 134-135. Pertama: Kedatangan dan Kembalinya Roh ke Jasad Menurut Nursi, kedatang roh saat itu seperti berkumpulnya tentara yang sebelumnya berpencar di masa istirahat lewat suara trompet militer. Ya, sangkakala yang merupakan trompet Israfil AS tidak terbatas seperti trompet militer. Di samping itu, roh yang berada di alam abadi dan alam partikel di mana ia menjawab dengan (قَالُوا بَلٰى‎) (QS al-A’raf [7]: 172) terhadap firman Allah (اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ‎), tentu saja jauh lebih taat, teratur dan tunduk daripada pasukan tentara. Nursi telah menegaskan dengan berbagai argumen yang kuat bahwa bukan hanya roh yang merupakan pasukan Ilahi, tetapi semua partikel merupakan prajurit-Nya yang bersia-siap menyambut sangkakala umum tersebut. Kedua: Menghidupkan Jasad Terkait hal, Nursi menjelaskan melalui sebuah perumpamaan sebagaimana menyalakan ratusan ribu lampu listrik pada malam festival kota yang besar dapat dilakukan dari satu pusat dalam satu waktu yang bersamaan tanpa ada rentang waktu, demikian pula dalam menyalakan ratusan juta lentera makhluk hidup dan membangkitkannya di muka bumi dari satu pusat. Jikalau listrik yang merupakan salah satu makhluk dan pelayan penerangan Allah di negeri jamuan-Nya memiliki keistimewaan dan kemampuan mengerjakan tugas seperti informasi dan tatanan yang kita dapatkan dari Penciptanya, maka proses kebangkitan makhluk di akhirat pasti bisa terjadi sekejap mata dalam wilayah hukum tatanan Ilahi yang diperankan oleh ribuan pembantu yang bersinar seperti listrik. Ketiga: Penciptaan dan Penyusunan Jasad secara Seketika Nursi menjelaskan, penciptaan seluruh pohon dan daun yang jumlahnya seribu kali lebih banyak daripada populasi umat manusia dalam beberapa hari selama musim semi dalam bentuk yang sempurna dan seperti model musim semi sebelumnya. Demikian pula penciptaan bunga, buah, dan dedaunan pohon yang terwujud dalam waktu secepat kilat sebagaimana musim semi yang lalu. Lalu tumbuhnya benih dan biji yang jumlahnya tak terhingga di mana ia merupakan pangkal dari musim semi tersebut dalam satu waktu yang bersamaan. Begitu pula bertebarannya bangkai-bangkai pohon yang tegak dan bagaimana ia segera melaksanakan perintah kebangkitan setelah kematian. Kemudian, dihidupkannya berbagai jenis spesies hewan yang kecil dan berbagai kelompoknya yang tak terhingga secara sangat cermat. Juga, pengumpulan serangga, terutama lalat yang terdapat di hadapan kita yang mengingatkan kita kepada persoalan wudhu saat ia membersihkan tangan, mata, dan kedua sayapnya secara terus-menerus di mana jumlahnya dalam satu tahun melebihi jumlah seluruh manusia sejak masa Adam AS. “Nah, proses membangkitkan serangga ini pada setiap musim semi bersama seluruh serangga lainnya dan bagaimana mereka dihidupkan hanya dalam beberapa hari tidak hanya memberikan satu contoh, bahkan ribuan contoh, tentang proses penciptaan jasad manusia secara seketika di hari kiamat,” jelas Nursi. (jeha) Baca juga :

Read More

Empat Contoh yang Bisa Membuat Masjid Jadi Pusat Penyebaran Najis

Jakarta — 1miliarsantri.net : Suci dari hadas dan najis menjadi salah satu syarat sah shalat. Tak hanya yang berkaitan dengan badan, kesucian juga harus diperhatikan pada pakaian maupun tempat sholat. Meski demikian, Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru NU (PP Pergunu), KH Nasrulloh Afandi, mengungkapkan, saat ini banyak masjid yang tidak terjaga kesuciannya. Padahal, dari segi arsitektur, masjid tersebut dibangun dengan megah dan indah. “Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau pengurus masjid seringkali kurang memperhatikan masalah kesucian masjid,’’ ujar pria yang akrab disapa Gus Nasrul. Gus Nasrul mengungkapkan, masalah kesucian masjid yang kurang diperhatikan itu sering ditemukannya pada masjid-masjid yang berada di rest area jalan tol, SPBU, tempat wisata, perkantoran, perusahaan, rumah makan bahkan permukiman. Kolam untuk mencuci kaki jamaah menjadi salah satu ciri khas Masjid Pathok Negoro Mlangi, Sleman, Yogyakarta. Masjid Pathok Negoro Mlangi atau Masjid Jami An Nur merupakan salah satu dari empat Masjid Pathok Negoro milik Keraton Yogyakarta. Masjid Pathok Negoro Mlangi merupakan yang pertama dibangun pada masa Sultan HB I pada Tahun 1758. Selain digunakan untuk ibadah warga sekitar, masjid ini juga menjadi tujuan wisata religi peziarah. Gus Nasrul mencontohkan, masalah kesucian yang kerap ditemukan di antaranya, keberadaan kobokan kaki depan toilet, dimana airnya menggenang, tidak mengalir dan volume airnya kurang dua kulah. Dia meyakini, banyak kaki yang terkena najis usai dari toilet, melewati kobokan itu, kemudian masuk ke masjid dan tanpa disadari jadi menyebarkan najis ke dalam masjid. Selain itu, desain bangunan yang kurang tepat juga sering kali menyebabkan pembuangan air dari toilet mengalir masuk ke kobokan cuci kaki di depan tempat wudhu. Air kobokan itu selanjutnya digunakan oleh orang-orang yang habis berwudhu. Gus Nasrul juga sering menemukan petugas kebersihan masjid menggunakan alat pel yang sebelumnya dipakai untuk mengepel lantai toilet. Setelah itu, alat pel tersebut digunakan untuk mengepel lantas masjid tanpa mensucikannya terlebih dahulu. “Lantai toilet sering kali terkena najis. Walaupun alat pel terlihat bersih, tapi jika digunakan tanpa disucikan terlebih dulu, maka najis dari toilet yang menempel di alat pel bisa menyebar ke seluruh lantai masjid atau mushola,’’ tutur Pengasuh Pondok Pesantren Balekambang Jepara Jateng itu. Kondisi ketiga, lanjut Gus Nasrul, tata letak tempat wudhu dan toilet masjid juga kerap menjadi sumber penyebaran najis. Dia mencontohkan, ada masjid yang tempat wudhunya berada di belakang, sedangkan posisi toilet di bagian depan. “Orang yang berwudhu kan harus melepas sepatu/sandalnya. Sedangkan yang tidak berwudhu, bebas keluar masuk toilet dengan sepatu/sandal mereka. Akibatnya, orang yang habis berwudhu dan telah suci akhirnya kembali menginjak lantai yang terkena najis,’’ ucap Gus Nasrul. Gus Nasrul juga menyoroti banyaknya posisi WC yang lebih tinggi dari ember atau wadah air untuk bercebok. Hal tersebut bisa membuat air untuk cebok jadi menciprati wadah air. Bahkan, air seni juga akan menyiprat ke dalam ember atau wadah air karena perbedaan ketinggian tersebut. Untuk itu, Gus Nasrul menekankan pentingnya pemahaman mengenai fikih taharah di kalangan pengurus masjid dan petugas kebersihannya. Dengan demikian, mereka tidak melakukan kesalahan yang berakibat pada najisnya masjid dan tidak terpenuhinya syarat sah shalat. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga simbol kesucian umat Islam. Jadi kebersihan dan kesuciannya harus dijaga dengan baik,’’ tutup Gus Nasrul. (yan) Baca juga :

Read More

Petani Tembakau Butuh Perlindungan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Tembakau merupakan komoditas perkebunan yang sangat menjanjikan. Dalam bentuk cukai rokok, tembakau menyumbang pendapatan nasional sebesar lebih dari 150 triliun rupiah per tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, volume produksi tembakau Indonesia mencapai 238,8 ribu ton pada 2023. Angka ini naik 7,62% dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Sepanjang 2023, tercatat hanya ada 14 provinsi yang menghasilkan tembakau, sedangkan 24 provinsi lainnya tak memproduksi tembakau sama sekali. % buffered Jawa Timur menjadi provinsi penghasil tembakau terbesar pada 2023 dengan volume 109 ribu ton, setara 45,65% dari total produksi tembakau nasional. Jawa Timur berkontribusi 43,9 persen dari total produksi nasional. Posisi kedua ditempati oleh Nusa Tenggara Barat dengan volume produksi tembakau 60,6 ribu ton, diikuti Jawa Tengah 52,7 ribu ton, Jawa Barat 8,9 ribu ton, dan Aceh 2,2 ribu ton. Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Purwanto, Jawa Timur menjadi provinsi penghasil tembakau terbesar mencapai 110.800 ton. Dengan luas area perkebunan tembakau mencapai 101.800 hektare. ”Kabupaten Jember merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil tembakau di provinsi ini, Jumlah produksi tembakau di Jember mencapai 24.285 ton pada 2021,” terang Adik Dwi Purwanto. Provinsi sentra tembakau terbesar kedua, lanjut dia, ditempati Jawa Tengah dengan produksi sebanyak 57.600 ton. Kemudian, produksi tembakau di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 53.100 ton. Produksi tembakau di Jawa Barat sebesar 7.400 ton. Sedangkan produksi tembakau di Aceh dan Sumatera Utara masing-masing sebanyak 2.100 ton dan 1.800 ton. Di Jogjakarta dan Lampung, produksi tembakau sama-sama sekitar 800 ton. Adik mengungkapkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, produksi rokok di Indonesia mencapai 323,9 miliar batang pada 2022. Jumlah tersebut menurun 3,26 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya 334,8 miliar batang. ”Penurunan produksi rokok dalam negeri pada 2022 salah satunya disebabkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT),” ujar Adik Dwi Purwanto. Berdasar data Kemenkeu, lanjut dia, harga rokok di Indonesia Rp 23.361 per bungkus (isi 16 batang) tahun ini. Nilainya meningkat 13,8 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 20.523 per bungkus. Indeks kemahalan rokok pun meningkat tipis menjadi 12,2 persen pada 2022. ”Produksi rokok diperkirakan semakin menurun pada tahun depan. Pasalnya, pemerintah kembali menaikkan tarif cukai rokok sebesar 10 persen pada 2023 dan 2024,” tutur Adik Dwi Purwanto. Secara rinci, dia menambahkan, rata-rata kenaikan tarif CHT untuk sigaret kretek mesin (SKM) I dan II sebesar 11,5-11,75 persen. Tarif CHT untuk golongan sigaret putih mesin (SPM) I dan II meningkat 11-12 persen. Sementara itu, sigaret kretek pangan (SKP) I, II, dan III, akan mengalami kenaikan tarif CHT sebesar 5 persen. Sementara itu, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta pemerintah membuat kebijakan industri hasil tembakau yang mempertimbangkan faktor keberlanjutan usaha serta kesejahteraan para petani. “Kebijakan pemerintah harus mengedepankan kelangsungan mata pencaharian petani tembakau. Saat ini sekitar 300 aturan yang mengimpit industri hasil tembakau, sehingga menghambat laju budi daya tanaman tembakau,” papar Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Agus Parmuji. Dari ratusan regulasi tersebut, beberapa aturan yang menekan petani tembakau yaitu Peraturan Pemerintah nomor 18/2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan wacana untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109/2012. Agus menambahkan, jutaan petani tembakau di seluruh Indonesia serta para buruh pabrik dan pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari keberlangsungan industri hasil tembakau. Ia pun mengkhawatirkan revisi PP 109/2012 atau penggodokan aturan terkait industri hasil tembakau, baik di tingkat nasional maupun daerah, disusupi oleh kepentingan organisasi anti-tembakau. Koordinator Nasional Asosiasi Petani dan Pekerja Tembakau Nusantara (APPTN), Samukrah dikutip kamis (8/2/2024).Samukrah mengingatkan, terdapat jutaan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor pertembakauan dan sangat menantikan komitmen serta gagasan para calon pemimpin Indonesia untuk menjaga keberlangsungan mata pencaharian mereka. Samukrah mengatakan, sektor pertembakauan di Indonesia sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja akibat munculnya berbagai aturan yang ketat. Para pekerja dan petani tembakau meminta perhatian dan komitmen pemerintah untuk menunjukkan kepedulian serta gagasan positif terhadap nasib sektor pertembakauan di Indonesia. Dia melanjutkan, banyaknya pelarangan bagi produk tembakau dapat mengancam mata pencaharian, kesejahteraan, dan keberlangsungan pekerja dan petani tembakau. Bahkan, pelarangan tersebut juga berpotensi berimbas negatif ke pihak lain, termasuk pedagang, pelaku industri kreatif, dan media. Pemerintah memang masih bersikap ambigu. Di satu sisi mau uangnya, di sisi lain membuat aturan aturan yang menyebabkan petani tembakau terus terdesak. Pemerintah sebaiknya melihat fakta di lapangan bahwa petani tembakau ini bukan sekedar menanam tembakau untuk bertahan hidup, tetapi tembakau yang ditanam ini hasilnya menghasilkan banyak hal keuntungan, tidak hanya buat petani, tetapi buat pemerintah dan juga elemen elemen ekonomi sosial yang rentetannya panjang. Kalau mau fair, seharusnya pemerintah tidak hanya keras pada petani tembakau, tetapi juga produk produk lain yang diidentifikasi mengganggu kesehatan. Persoalannya pemerintah berani tidak? Di luar tembakau saja kalau mau jujur, pemerintah menghadapi persoalan yang rumit, terutama masalah pengangguran. Banyaknya pabrik tutup, banyak perusahaan PHK karyawan, apakah pemerintah sudah menemukan jalan keluar yang bisa merecovery jutaan pengangguran ini. Ini PR besar yang memerlukan energi pemerintah untuk menecahkannya. Di bawah ini sebagai rincian volume produksi tembakau nasional pada 2023 berdasarkan provinsi: Jawa Timur: 109 ribu tonNusa Tenggara Barat: 60,6 ribu tonJawa Tengah: 52,7 ribu tonJawa Barat: 8,9 ribu tonAceh: 2,2 ribu tonSumatera Utara: 1,9 ribu tonSulawesi Selatan: 1,3 ribu tonNusa Tenggara Timur: 800 tonLampung: 400 tonDI Yogyakarta: 300 tonSumatera Barat: 200 tonJambi: 200 tonBali: 200 tonSulawesi Tengah: 100 ton (har)

Read More

Kemenag Ajak Majelis Taklim Berperan Aktif Gerakkan Wakaf

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama mengajak seluruh majelis taklim di Indonesia berperan aktif dalam menggerakkan umat Islam untuk berwakaf dalam upaya mengentaskan masyarakat miskin di Indonesia. “Saya membayangkan kalau majelis taklim di Indonesia bersama-sama menggerakkan umat, masyarakat, untuk berwakaf sesuai dengan kemampuannya. Wakaf uang, seberapa pun itu, akan berfungsi sangat instrumental dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” terang Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin kepada 1miliarsantri.net, Kamis (8/8/2024). Kamaruddin menekankan pentingnya wakaf sebagai bentuk ibadah sosial yang strategis. Wakaf yang terkumpul bisa diberdayakan dalam bentuk kegiatan ekonomi masyarakat. Bagi dia, pengentasan masyarakat miskin bukan hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat beragama. “Kemiskinan bukan hanya tugas negara, tapi tugas kita semua, kalau kita mampu. Mari kita berwakaf,” lanjutnya. Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi menyebut majelis taklim tidak hanya menjadi gerakan besar untuk memperkuat sinergi dalam implementasi moderasi beragama. Lebih dari itu, Zayadi meminta majelis taklim juga memperluas program pada aspek sosial hingga pemberdayaan ekonomi umat. “Beragama tidak hanya pada aspek spiritual, tetapi bagaimana beragama itu kita bumikan pada aspek sosial kemasyarakatan. Tidak ada jarak agama dengan isu pendidikan, kesehatan, dan semua aspek dimensi kehidupan,” urai Zayadi. Di samping itu, Majelis Taklim mesti berkolaborasi dengan sejumlah pihak seperti lembaga filantropi, keuangan syariah, kesehatan, lingkungan dan lainnya dalam gerakan besar program yang dijalankan. “Kolaborasi ini bertujuan untuk pengembangan dan penguatan majelis taklim, serta menciptakan sinergi yang kuat dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif,” kata dia. Ketua Pokja Majelis Taklim Sururin menyampaikan pihaknya memiliki formula garapan 4-5-3, yaitu empat bidang garapan, lima program prioritas, dan tiga output yang diharapkan. “Empat bidang yakni, kelembagaan, manajemen, Sumber Daya Manusia (SDM), dan kurikulum,” ujar Sururin. Kemudian, kata dia, lima program prioritas yakni, pemberdayaan ekonomi berbasis majelis taklim, pelestarian budaya Islam nusantara, penurunan angka stunting, peningkatan kapasitas pengurus Pokja majelis taklim se-Indonesia, serta pengembangan materi ajaran majelis taklim. “Selanjutnya, tiga output unggulan yang kami targetkan bisa terealisasi, yaitu pertama membuat Direktori Majelis Taklim Indonesia berbasis data yang merangkung semua data dan informasi. Kedua, apresiasi untuk majelis taklim unggulan yang bisa menjadi role model,” sambungnya. Output yang ketiga adalah Ensiklopedia Majelis Taklim Indonesia. Ia berharap ensiklopedia itu tidak hanya menjadi referensi bangsa Indonesia, tapi juga dunia. “Karena semua kerja-kerja dan pengabdian majelis taklim ini bukan hanya untuk umat, tapi menjadi life long learning education,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Warga Asing Diharap Meninggalkan Lebanon Sebelum Aksi Balasan Iran

Lebanon — 1miliarsantri.net : Seruan mendesak semakin kuat pada minggu lalu agar warga asing meninggalkan Lebanon, yang akan berada di garis depan perang regional, saat Iran dan sekutunya bersiap merespons pembunuhan tokoh penting yang dituduhkan pada Israel. Sementara para diplomat bekerja untuk mencegah konflik yang ditakutkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Raja Abdullah II dari Yordania menyatakan eskalasi militer regional harus dihindari “dengan segala cara,” demikian disampaikan kepresidenan Prancis setelah mereka melakukan pembicaraan telepon. Dengan tindakan militer besar dari gerakan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran dan pihak lain yang secara luas diperkirakan akan terjadi, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan: “Jika mereka berani menyerang kami, mereka akan membayar harga yang mahal.” Perang hampir 10 bulan di Gaza antara Israel dan Hamas telah menyebabkan dampak kekerasan yang telah menjadi rutinitas di seluruh wilayah, dengan lebih banyak korban jiwa pada hari Minggu. Di dekat pusat komersial Israel Tel Aviv, petugas medis dan polisi mengatakan dua orang tewas dalam serangan pisau. Penyerang, seorang warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki Israel, “dilumpuhkan” oleh polisi dan dibawa ke rumah sakit, di mana ia dinyatakan meninggal. Hizbullah Lebanon, yang telah saling tembak hampir setiap hari dengan pasukan Israel sejak perang Gaza pecah pada Oktober, mengklaim beberapa serangan terhadap posisi militer Israel pada hari Minggu. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan Israel di berbagai daerah Lebanon selatan, setelah Hizbullah mengatakan pejuangnya telah menembakkan rentetan roket baru ke arah Israel utara. Militer Israel mengatakan sebagian besar dari 30 proyektil yang diluncurkan dari Lebanon berhasil dicegat. Juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan bahwa “saat ini” kebijakan Israel untuk melindungi warga sipil tidak berubah. Milisi Houthi Yaman yang didukung Iran pada Minggu lalu mengklaim serangan terhadap kapal kargo di Teluk Aden. Ini adalah serangan pertama semacam itu sejak Israel menyerang pelabuhan Hodeida yang dikuasai Houthi bulan lalu sebagai pembalasan atas serangan drone Houthi ke Tel Aviv. Arab Saudi dan Prancis menjadi negara terbaru dari beberapa negara yang meminta warganya meninggalkan Lebanon. “Dalam konteks keamanan yang sangat tidak stabil,” kementerian luar negeri di Paris “sangat meminta” warga negaranya untuk menghindari perjalanan ke Lebanon dan menyarankan mereka yang sudah berada di negara tersebut untuk pergi “sesegera mungkin.” Prancis juga mendesak warga negaranya yang tinggal di Iran untuk “sementara meninggalkan negara itu.” Beberapa maskapai penerbangan Barat telah menghentikan penerbangan ke Lebanon dan bandara lain di wilayah tersebut. Qatar Airways mengatakan rute Doha-Beirut akan “beroperasi hanya pada siang hari” setidaknya hingga hari Senin. Serangan Sekolah Mematikan LainnyaPembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Tehran pada hari Rabu, beberapa jam setelah pembunuhan kepala militer Hizbullah Fuad Shukr di Beirut oleh Israel, telah memicu sumpah balas dendam dari Iran dan “poros perlawanan” kelompok bersenjata yang didukung Tehran. Israel, yang dituduh oleh Hamas, Iran, dan pihak lain telah membunuh Haniyeh, tidak secara langsung berkomentar tentang serangan tersebut. Israel bersumpah untuk menghancurkan Hamas sebagai pembalasan atas serangan 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel yang mengakibatkan kematian sekitar 1.200 orang, menurut angka resmi Israel. Militan juga menyandera 251 orang, 111 di antaranya masih ditahan di Gaza, termasuk 39 orang yang menurut militer telah meninggal. Kampanye pembalasan Israel telah menewaskan setidaknya 39.583 orang di Gaza, menurut kementerian kesehatan Gaza. Haniyeh adalah negosiator utama Hamas dalam upaya mengakhiri perang. Mediator dari Qatar, Mesir, dan AS selama berbulan-bulan telah berupaya menegosiasikan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera. Dalam insiden paling mematikan pada hari Minggu di Gaza, lembaga Pertahanan Sipil mengatakan serangan Israel menghantam dua sekolah di Kota Gaza yang menampung pengungsi di bagian utara wilayah tersebut, menewaskan setidaknya 30 orang. Ini menambah jumlah sekolah yang terkena serangan di Gaza menjadi setidaknya 11 sejak 6 Juli. Tentara Israel mengkonfirmasi serangan terbaru, mengatakan sekolah-sekolah tersebut digunakan oleh Hamas. Para analis percaya bahwa tindakan bersama namun terukur dari Iran dan sekutunya kemungkinan akan terjadi, sementara Tehran mengatakan mereka berharap Hizbullah akan menyerang lebih dalam ke wilayah Israel dan tidak lagi terbatas pada target militer. Sekutu Israel, Amerika Serikat, mengatakan mereka sedang memindahkan kapal perang dan jet tempur tambahan ke wilayah tersebut. Dalam wawancara dengan ABC News, wakil penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jon Finer mengatakan Amerika Serikat “melakukan segala upaya untuk memastikan situasi ini tidak memanas.” Sebagai bagian dari upaya tersebut, “sangat mendesak” agar kesepakatan gencatan senjata di Gaza tercapai, kata Finer. Menteri Luar Negeri Antony Blinken menekankan perlunya meredakan ketegangan regional dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Mohamed Shia al-Sudani dari Irak, di mana beberapa kelompok yang berafiliasi dengan Iran menargetkan pasukan AS sebelumnya dalam perang Gaza. Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi melakukan kunjungan langka ke Tehran. Ia mengadakan “konsultasi” dengan pejabat diplomatik tertinggi Iran Ali Bagheri-Kani dan bertemu dengan Presiden Masoud Pezeshkian, demikian dilaporkan media lokal. Kelompok G7 negara-negara demokrasi mengadakan konferensi video untuk membahas situasi Timur Tengah dan menyatakan “keprihatinan yang kuat” atas ancaman eskalasi, kata Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani. Pejabat Hamas tetapi juga beberapa analis serta demonstran di Israel telah menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperpanjang perang. “Perdamaian dibuat dengan yang kuat bukan dengan yang lemah,” kata Netanyahu pada hari Minggu dalam upacara di Yerusalem. (yup) Baca juga :

Read More

Madinah Panen Kurma

Madinah — 1miliarsantri.net : Para petani kurma di Madinah telah mulai memanen hasil kebun kurma nya ketika buah palem mencapai kematangan optimal pada musim pertanian ini. Proses pemasakan pohon kurma melalui beberapa tahapan, dimulai dari penyerbukan hingga penjarangan, dimana kelebihan buah dibuang untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Kurma tersebut dikemas dengan hati-hati dalam pelepah palem untuk melindunginya dari panas matahari sebelum dipanen. Abdullah bin Abdulaziz Al-Radadi, ketua Asosiasi Koperasi Kurma Madinah, menyoroti pentingnya praktik pasca panen dalam memastikan kualitas produk akhir. Al-Radadi mengatakan penelitian terbaru menunjukkan bahwa menyimpan kurma pada suhu 4 derajat Celcius selama enam bulan dapat mengawetkan buah dan meningkatkan nilai gizinya dengan meningkatkan fenol (antiseptik dan desinfektan yang dapat melindungi terhadap berbagai mikroorganisme termasuk beberapa jamur dan virus). ; proses ini juga menjaga dan meningkatkan antioksidan dalam kurma, yang membantu melipatgandakan nilai gizinya setelah satu tahun pengawetan. Berbicara tentang kualitas unik kurma, Al-Radadi menekankan konsumsi kurma pada tahap pematangan yang berbeda: tahap “khalal”, ketika buah berubah warna menjadi kuning atau merah berdasarkan varietasnya; tahap “rutab”, saat buah melunak; dan tahap “tamr”, saat kurma sudah matang, lunak dan dapat dimakan dalam keadaan lembab atau kering. Dia mengatakan karena teriknya sinar matahari di Kerajaan, penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa kurma menghasilkan lebih banyak fenol untuk bertahan dalam kondisi yang keras. Polifenol ini menawarkan perlindungan terhadap berbagai penyakit. Ia juga menyebutkan bahwa berbagai kurma yang tersedia saat ini antara lain kurma ajwa, sukkari, dan medjool, sedangkan kurma safawi, anbarah, barni, dan shalaby akan tersedia di akhir musim. (dul) Baca juga :

Read More

Hamas Mulai Adakan Pemilihan Pemimpin Baru

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza, mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu bahwa mereka telah memulai proses konsultasi luas untuk memilih pemimpin baru pergerakan mereka setelah pembunuhan pemimpin sebelumnya, Ismail Haniyeh. Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa Israel membunuh pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh menggunakan “proyektil jarak pendek” yang diluncurkan dari luar tempat tinggalnya di Tehran. “Operasi teroris ini dilakukan dengan menembakkan proyektil jarak pendek dengan hulu ledak sekitar 7 kilogram – menyebabkan ledakan kuat – dari luar area tempat tinggal,” kata Garda Revolusi dalam pernyataannya. Mereka menambahkan bahwa Israel “didukung oleh Amerika Serikat” dalam serangan tersebut. Haniyeh tewas pada Rabu dini hari di ibukota Iran, di mana ia menghadiri pelantikan presiden baru, Masoud Pezeshkian. Garda Revolusi kembali menegaskan bahwa kematian Haniyeh akan dibalas dan Israel akan menerima “hukuman berat pada waktu, tempat, dan cara yang tepat.” Israel, yang menolak berkomentar tentang pembunuhan Haniyeh, sebelumnya telah menyerang benteng Hizbullah di Beirut selatan. Seolah-olah mengetahui waktunya telah tiba, kata-kata terakhir pemimpin Hamas Ismail Haniyeh kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebelum dia dibunuh di Tehran adalah ayat Al-Quran tentang kehidupan, kematian, keabadian, dan ketahanan. “Allah-lah yang memberi kehidupan dan mematikan. Dan Allah Maha Mengetahui segala perbuatan … ‘Jika seorang pemimpin pergi, yang lain akan bangkit’,” kata Haniyeh dalam bahasa Arab. Beberapa jam kemudian dia tewas dalam serangan yang diduga dilakukan Israel di rumah tamunya. (zul) Baca juga :

Read More

PBNU Instruksikan Tarik Semua Buku Ke NU-an Jilid 1

Jakarta — 1miliarsantri.net : Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memerintahkan penarikan Buku Pelajaran Ahlussunnah Waljamaah “Ke-NU-an” Jilid I untuk Kelas 2 yang diterbitkan RMI PCNU Kabupaten Tegal. Instruksi tersebut disampaikan melalui Surat Nomor 635/PP/SU/LPM-NU/VII/2024 yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PBNU H Muhammad Ali Ramdhani dan H Harianto Oghie pada Ahad (28/7/2024). Hal itu ditujukan Satuan Pendidikan Ma’arif NU beserta Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di tingkat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Indonesia. Instruksi itu merupakan langkah tindak lanjut Keputusan Rapat Pleno PBNU tanggal 27-28 Juli 2024 di Jakarta, berkaitan dengan beredarnya buku tersebut. Penarikan itu dilakukan mengingat adanya distorsi sejarah pendirian Nahdlatul Ulama. Karenanya, upaya itu dilakukan sebagai ikhtiar menghindarkan beredarnya pemahaman yang keliru dan salah paham di tengah- tengah santri dan siswa-siswi Ma’arif NU. Oleh karena itu, LP Ma’arif NU PBNU menginstruksikan tujuh hal melalui surat sebagaimana dimaksud di atas berikut Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf meminta LP Ma’arif PBNU dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU untuk meneliti adanya laporan tersebut secara menyeluruh. “PBNU memerintahkan kepada Lembaga Pendidikan Ma’arif dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau asosiasi pesantren-pesantren untuk melakukan penelitian menyeluruh terhadap laporan adanya upaya penyimpangan atau membuat narasi yang menyimpang tentang sejarah berdirinya NU,” tutup Gus Yahya. (rid) Baca juga :

Read More