Muhammadiyah Soroti Kebijakan Politik yang Tak Berpihak ke Petani

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak berbagai stakeholder untuk bersatu mengentaskan masalah petani dan dunia pertanian di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi alam melimpah, namun petani sebagai soko guru bangsa nasibnya masih memprihatinkan. Ketika panen mereka kerap dikepung oleh produk pangan impor. Menurut Haedar, Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan, namun juga ikut merasakan dan proaktif dalam memberdayakan masyarakat petani. Melalui ini Muhammadiyah diharapkan tidak hanya dikenal sebagai produsen fatwa keagamaan, atau gerakan pendidikan dan kesehatan saja. Dalam mengusahakan keberdayaan petani Muhammadiyah mengajak gerak secara kolaboratif atau membangun kebersamaan. Kolaborasi itu dijalin secara pentahelix, yang melibatkan institusi pendidikan, masyarakat, swasta atau pemodal, dan ormas keagamaan yang dalam hal ini adalah Muhammadiyah. Tak lain gerakan kolaboratif ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, yang menurut Haedar sampai sekarang mereka masih jauh panggung dari api. Petani sebagai penyedia pangan, tapi tak jarang anak-anak dan keluarga mengalami kesusahan makan. Haedar memandang, selain gerakan yang dilakukan secara kolaboratif juga dibutuhkan pendorong lahirnya produk kebijakan yang berpihak kepada para petani. Mulai dari kebijakan yang mempermudah akses untuk pupuk, sampai kebijakan impor pangan di saat para petani sedang panen atau produk pangan dalam negeri jumlahnya melimpah. “Inikan di politik urusannya. Jadikan pokitik itu akarnya partai dan kekuatan masyarakat. Nanti kita bisa desakkan urusan ini pada pemerintahan baru. Karena sekuat-kuat kita saja itu kalau politik kebijakannya tidak sungguh-sungguh itu, kita ini kaya menabrak tembok terus,” sambungnya. Oleh karena itu Haedar menegaskan pentingnya secara bersama-sama mendesak kebijakan politik yang berpihak ke petani. Sebab jika desakan itu dilakukan secara sendiri-sendiri tentu berat. Kebijakan politik merupakan pintu keberhasilannya surplus produk pertanian dari petani Indonesia. Pada kesempatan ini, dalam dialog yang dilakukan dengan petani tebu juga menjawab keresahan tentang keterbatasan pendanaan yang dialami petani. Menjawab itu, Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah melalui jaringan perbankan yang dibangun bisa membukakan akses untuk para petani. Haedar menyampaikan, terkait dengan kerja sama yang dibangun oleh PP Muhammadiyah dengan perbankan merupakan cara untuk mengajak dunia perbankan merealisasikan perintah sesuai konstitusi, yaitu memberikan manfaat bagi orang banyak, tidak semata perbankan bersifat bisnis dan berorientasi keuntungan saja. (wink) Baca juga :

Read More

10 UIN Raih Akreditasi Unggul

Jakarta — 1miliarsantri.net : Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan tinggi Indonesia, sebuah prestasi gemilang telah berhasil diraih oleh sepuluh Universitas Islam Negeri (UIN). Pencapaian ini bukan sekadar gelar semata, melainkan pengakuan resmi atas kualitas pendidikan yang mereka tawarkan. Bagaimana ceritanya? Mari kita selami bersama! Bayangkan sebuah panggung megah, di mana hanya yang terbaik yang boleh berdiri di atasnya. Inilah gambaran dari akreditasi unggul yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pada 8 Agustus 2024, BAN-PT mengumumkan daftar eksklusif UIN yang berhasil meraih status elit ini. Siapa saja jagoan-jagoan kita? Dari ujung barat hingga timur Nusantara, mereka adalah UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Raden Intan Lampung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Alauddin Makassar. Apa yang membuat mereka istimewa? Layaknya chef bintang lima yang mampu mengolah bahan sederhana menjadi hidangan kelas dunia, UIN-UIN ini telah membuktikan kemampuan mereka dalam menyajikan pendidikan berkualitas tinggi. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tapi juga memadukan nilai-nilai Islam dengan sains modern, menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan global. Namun, di balik kesuksesan selalu ada kisah perjuangan. Seperti atlet Olimpiade yang berlatih tanpa kenal lelah, UIN-UIN ini telah melalui proses panjang untuk mencapai level unggul. Mereka terus berinovasi, meningkatkan kualitas pengajaran, dan mengembangkan fasilitas kampus demi memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswanya. Sayangnya, tidak semua UIN berhasil meraih status unggul. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, misalnya, masih mendapat peringkat B. Namun, ini bukan akhir perjalanan. Justru, ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas. Prestasi sepuluh UIN ini bukan hanya kebanggaan bagi dunia pendidikan Islam, tapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan. Mereka telah membuktikan bahwa pendidikan berbasis agama bisa berjalan seiring dengan standar akademik internasional. (rid) Baca juga :

Read More

Kemenag Sumut Dorong Siswa Madrasah Terampil Berbahasa Asing

Medan — 1miliarsantri.net : Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat kemampuan siswa madrasah terhadap penggunaan bahasa asing di sekolah. Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi. “Adanya pembiasaan bahasa asing, baik Arab maupun Inggris, kemudian tahfiz Alquran dan lain sebagainya,” terang Ahmad Qosbi kepada 1miliarsantri.net, Jumat (16/8/2024). Menurutnya, dengan pembiasaan menggunakan bahasa asing diharapkan bisa meningkatkan daya saing siswa madrasah, terutama Madrasah Aliyah ketika menjadi alumni di lapangan pekerjaan. Pentingnya keilmuan, baik sains dan pengetahuan umum yang dikombinasikan dengan pemahaman keagamaan agar siswa madrasah meraih kecerdasan dan pribadi yang berakhlakul karimah. Data Kanwil Kemenag Provinsi Sumut menyebutkan jumlah lembaga Raudhatul Athfal/RA (taman kanak-kanak) hingga madrasah di Sumatera Utara per 1 Januari 2024, sebanyak 4.844 unit dengan jumlah sebanyak 635.495 siswa. Terdiri atas RA swasta 1.968 unit dengan 86.302 siswa, Madrasah Ibtidaiyah Negeri/Swasta 1.067 unit dengan 204.629 siswa, Madrasah Ibtidaiyah 1.192 unit dengan 230.428 siswa, dan Madrasah Aliyah 617 unit dengan 114.136 siswa. “Siswa harus berhasil dalam hal sains dan ilmu pengetahuan umum, lalu siswa juga harus memiliki akhlakul karimah, dan pemahaman agama yang tinggi,” lanjutnya. Dengan begitu, kompetensi siswa maupun siswi di Kementerian Agama RI lebih siap untuk menjalani kehidupan selanjutnya. “Hadirnya para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, kami harapkan pendapatnya sebagai perbaikan dan kemajuan lembaga pendidikan di Kementerian Agama,” sambungnya. Sementara itu Ketua Tim Humas, Data dan Informasi Kanwil Kemenag Sumut Mulia Banurea mengungkapkan tujuan pelaksanaan pertemuan para pemangku kepentingan. Pihaknya merinci, sumbang kepentingan maupun penggiat pendidikan di Sumatera Utara untuk layanan pendidikan yang lebih inovatif lagi. “Solusi peserta akan kami sampaikan ke pemangku kebijakan di Kanwil Kemenag Sumatera Utara. Kami berkomitmen menjadikan siswa madrasah dapat tempat terbaik saat melanjutkan pendidikannya,” tutup Mulia. (pur) Baca juga :

Read More

Dzikir Pembuka Rezeki

Surabaya — 1miliarsantri.net : Di antara salah satu amalan sederhana yang dapat membuka rezeki adalah dzikir. Dzikir yang ringan seperti mengucapkan tasbih, tahmida dan takbir, seperti yang dikutip dalam Rumah Fikih, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, جَاءَ الْفُقَرَاءُ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالُوا ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ مِنَ الأَمْوَالِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلاَ وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى ، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ ، وَلَهُمْ فَضْلٌ مِنْ أَمْوَالٍ يَحُجُّونَ بِهَا ، وَيَعْتَمِرُونَ ، وَيُجَاهِدُونَ ، وَيَتَصَدَّقُونَ قَالَ « أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ بِأَمْرٍ إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَلَمْ يُدْرِكْكُمْ أَحَدٌ بَعْدَكُمْ ، وَكُنْتُمْ خَيْرَ مَنْ أَنْتُمْ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِ ، إِلاَّ مَنْ عَمِلَ مِثْلَهُ تُسَبِّحُونَ وَتَحْمَدُونَ ، وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ » . فَاخْتَلَفْنَا بَيْنَنَا فَقَالَ بَعْضُنَا نُسَبِّحُ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ ، وَنَحْمَدُ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ ، وَنُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلاَثِينَ . فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ « تَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، حَتَّى يَكُونَ مِنْهُنَّ كُلِّهِنَّ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ. “Ada orang-orang miskin datang menghadap Rasulullah SAW. Mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka shalat sebagaimana kami shalat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah. Nabi ﷺ lantas bersabda, “Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir shalat sebanyak tiga puluh tiga kali.” Kami pun berselisih. Sebagian kami bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh empat kali. Aku pun kembali padanya. Rasulullah SAW bersabda, “Ucapkanlah subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar, sampai tiga puluh tiga kali.” (HR. Bukhari, no. 843). Abu Shalih yang meriwayatkan hadits tersebut dari Abu Hurairah berkata, فَرَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالُوا سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا فَفَعَلُوا مِثْلَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ. “Orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin kembali menghadap Rasulullah ﷺ, mereka berkata, “Saudara-saudara kami yang punya harta (orang kaya) akhirnya mendengar apa yang kami lakukan. Lantas mereka pun melakukan semisal itu.” Rasulullah SAW kemudian mengatakan, “Inilah karunia yang Allah berikan kepada siapa saja yang ia kehendaki.” (HR. Muslim). (yat) Baca juga :

Read More

Iran Masih Tarik Ulur Serangan ke Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Ancaman Iran untuk melakukan serangan skala penuh terhadap Israel dilaporkan bisa ditunda dengan catatan ada kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pekan ini. Kesepakatan tersebut akan menahan Iran untuk tidak melakukan pembalasan langsung terhadap Israel atas pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, kata tiga pejabat senior Iran. Iran telah bersumpah akan memberikan respon keras terhadap pembunuhan mantan perdana menteri Palestina yang dilakukan ketika ia mengunjungi Teheran akhir bulan lalu. Secara eksplisit, Iran dan Hamas menyalahkan Israel. Israel tidak mengonfirmasi atau membantah keterlibatannya. Untuk mencegah eskalasi memanas, Angkatan Laut AS telah mengerahkan kapal perang dan kapal selam ke Timur Tengah untuk memperkuat pertahanan Israel. Salah satu sumber, seorang pejabat senior keamanan Iran, mengatakan, bersama dengan sekutunya seperti Hizbullah, Iran akan melancarkan serangan langsung jika perundingan Gaza gagal atau Israel merasa bahwa mereka memperlambat negosiasi. Sumber-sumber tersebut tidak mengatakan berapa lama Iran akan membiarkan perundingan berjalan sebelum memberikan respon. Risiko perang Timur Tengah yang lebih luas setelah pembunuhan Haniyeh dan komandan Hizbullah Fuad Shukr membuat Iran telah terlibat dalam dialog intensif dengan negara-negara Barat dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Dialog tersebut dilakukan terkait cara-cara untuk mengalibrasi pembalasan, kata sumber-sumber itu, yang semuanya berbicara tanpa menyebut nama karena sensitivitas masalah ini. Dalam komentar yang diterbitkan pada Selasa, duta besar AS untuk Turki mengonfirmasi Washington meminta sekutu untuk membantu meyakinkan Iran untuk meredakan ketegangan. Tiga sumber pemerintah regional menggambarkan percakapan dengan Teheran untuk menghindari eskalasi menjelang perundingan gencatan senjata Gaza, yang akan dimulai pada hari Kamis di Mesir atau Qatar. Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa mengatakan bahwa seruan untuk menahan diri bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional. “Kami berharap respon kami akan tepat waktu dan dieksekusi dengan cara yang tidak membahayakan gencatan senjata,” misi Iran untuk PBB mengatakan pada Jumat dalam sebuah pernyataan. Kementerian Luar Negeri Iran dan Korps Garda Revolusi Iran tidak segera menanggapi pertanyaan untuk berita ini. Kantor Perdana Menteri Israel dan Departemen Luar Negeri AS juga tidak menanggapi pertanyaan. “Sesuatu dapat terjadi secepatnya dalam pekan ini oleh Iran dan proksinya. Itu adalah penilaian AS dan juga penilaian Israel. Jika sesuatu terjadi pekan ini, waktunya tentu saja dapat berdampak pada pembicaraan yang ingin kami lakukan pada Kamis,” kata juru bicara Gedung Putih John Kirby kepada wartawan Pada akhir pekan lalu, Hamas meragukan apakah perundingan akan dilanjutkan. Israel dan Hamas telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir tanpa menyepakati gencatan senjata akhir. Di Israel, banyak pengamat percaya bahwa sebuah balasan akan segera terjadi setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Iran akan menghukum dengan keras Israel atas serangan di Teheran. Kebijakan regional Iran diatur oleh pasukan elit Garda Revolusi, yang hanya bertanggung jawab kepada Khamenei, pemimpin tertinggi negara itu. Presiden baru Iran yang relatif moderat, Masoud Pezeshkian, telah berulang kali menegaskan kembali sikap anti-Israel Iran dan dukungannya terhadap gerakan-gerakan perlawanan di seluruh kawasan sejak menjabat bulan lalu. Analis yang berbasis di Iran, Saeed Laylaz, mengatakan bahwa para pemimpin Republik Islam sekarang ingin mengupayakan gencatan senjata di Gaza, “untuk mendapatkan insentif, menghindari perang habis-habisan, dan memperkuat posisinya di wilayah tersebut.” Laylaz mengatakan Iran sebelumnya tidak terlibat dalam proses perdamaian Gaza, namun kini siap untuk memainkan peran kunci. Iran, kata dua sumber itu, sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan perwakilannya ke perundingan gencatan senjata, yang merupakan yang pertama kali dilakukan sejak perang dimulai di Gaza. Perwakilan Iran tidak akan secara langsung menghadiri pertemuan, namun akan terlibat dalam diskusi di belakang layar untuk menjaga jalur komunikasi diplomatik dengan Amerika Serikat sementara negosiasi berlangsung. Para pejabat di Washington, Qatar dan Mesir tidak segera menanggapi pertanyaan tentang apakah Iran akan memainkan peran tidak langsung dalam perundingan. Dua sumber senior yang dekat dengan Hizbullah mengatakan Teheran akan memberikan kesempatan pada perundingan tersebut namun tidak akan mengurungkan niatnya untuk melakukan pembalasan. Gencatan senjata di Gaza akan memberikan Iran perlindungan untuk melakukan respon simbolis yang lebih kecil, kata salah satu sumber tersebut. Israel melancarkan serangannya ke Gaza setelah para pejuang Hamas menyerbu masuk ke Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menangkap lebih dari 250 sandera, menurut perhitungan Israel. Sejak saat itu, hampir 40.000 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan Israel di Gaza, menurut kementerian kesehatan. (zul) Baca juga :

Read More

Indonesia-Uruguay Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Jaminan Produk Halal

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah Indonesia dan Uruguay menjalin perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) Jaminan Produk Halal (JPH). MoU ini ditandatangani Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Muhammad Aqil Irham dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Uruguay untuk Indonesia Cristina Gonzales. “Atas nama BPJPH saya bersyukur atas ditandatanganinya MoU Kerja sama Jaminan Produk Halal antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uruguay yang telah dilaksanakan Senin (12/8/2024)” terang Muhammad Aqil Irham di Kantor BPJPH. MoU ini merupakan tindak lanjut dari proses pembicaraan bilateral kedua negara yang dimulai sejak awal tahun 2024 lalu, yang dilanjutkan dengan pembahasan finalisasi draft MoU. “Kami harapkan kerja sama ini menjadi sinergi sukses dan produktif yang sangat penting untuk perkembangan masa depan, khususnya dalam memanfaatkan potensi pasar halal global dan menghadapi tantangan industri halal global. Sinergi ini tentu juga akan membawa implikasi positif bagi penguatan ekosistem halal masing-masing negara, sekaligus memperkuat peranan sektor produk halal dalam meningkatkan nilai ekonomi kedua negara,” lanjut Aqil. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Uruguay untuk Indonesia Cristina Gonzales mengatakan bahwa perjanjian kerja sama tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi ekonomi kedua negara. “Kami sangat berterima kasih dengan telah dilakukannya penandatanganan kerja sama ini. Dan kami akan meneruskan MoU kerja sama di bidang halal dengan Indonesia ini secara lebih lanjut. Ini adalah langkah awal yang sangat penting dalam rangka memperkuat kerja sama antara Uruguay dengan Indonesia,” lanjutnya. Turut hadir dalam penandatanganan MoU Administrative Secretary Rahadianto Putra, Private Sector Representative Sara Quek dan Joefly J Bachroeni. Hadir pula Sekretaris BPJPH E.A Chuzaemi Abidin, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Mamat Salamet Burhanudin, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan JPH Dzikro, dan Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal Abd Syakur. (wink) Baca juga :

Read More

Pemerintah Berikan Penghargaan Kepada 61 Tokoh Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79, Pemerintah Indonesia memberikan tanda jasa dan kehormatan kepada 61 tokoh dari berbagai latar belakang. Dari 61 tokoh tersebut, satu di antaranya adalah pencipta Shalawat Badar, KH Ali Manshur Shiddiq. Pemberian penghargaan akan dilakukan di Istana Presiden, Jakara Pusat. Putra bungsu KH Ali Manshur Shiddiq, Gus Saiful Islam Ali mengaku dihubungi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur mengenai penghargaan tersebut. “Saya bersyukur bisa mendampingi Kiai Syakir, putra sulung Kiai Ali Manshur sebagai ahli waris yang menerima tanda kehormatan dari Presiden,” ungkap Gus Saiful kepada 1miliarsantri.net, Kamis (15/8/2024). Gus Saiful mengungkapkan rasa bahagianya selepas pemerintah memberikan tanda penghormatan tersebut. Baginya, itu menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap nilai-nilai keislaman dalam perjuangan bangsa mendapatkan konsen yang khusus. “Shalawat badar dipakai untuk menyemangati umat Islam terkhusus kaum Nahdliyin yang waktu itu telah dirongrong oleh kelompok-kelompok yang ingin mengkudeta negara kita ini. Shalawat badar dipakai di mana-mana, oleh sebab itu kita sebagai generasi penerus marilah kita memakai shalat badar ini sebagai media kita memohon kepada Allah agar kiranya nanti selalu dalam koridor, jalan, dan dijaga oleh Allah,” tambahnya. Diketahui bahwa Shalawat Badar, yang diciptakan oleh KH Ali Manshur di Banyuwangi pada tahun 1962, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) melalui sertifikat Nomor 2194/F4/KB.08.06/2022 tertanggal 21 Oktober 2022. Dia mengatakan bahwa shalawat ini lahir pada masa ketegangan politik setelah pembubaran Konstituante oleh Presiden Soekarno, sebagai bentuk doa dan ikhtiar batin untuk keselamatan umat dan bangsa. Kemudian, kata Gus Saiful, KH Ali Manshur dikenal sebagai ulama dan pengurus NU di Banyuwangi serta pejabat di Kementerian Agama. Selain itu, KH Ali Manshur, menurutnya juga merupakan anggota Konstituante dari Partai NU. “Shalawat Badar kini dipraktikkan secara luas di Indonesia dan negara-negara Muslim di Asia, Afrika, hingga Eropa, dan menjadi bagian dari ritual dalam majelis shalawat dan taklim,” katanya. Saat ini, KH Ali Manshur telah wafat pada tahun 1971 dan dimakamkan di Kompleks Pendidikan Syiar Islam, lembaga yang didirikannya di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Makamnya kini menjadi salah satu tujuan ziarah bagi para pengikutnya. (rid) Baca juga :

Read More

Sosok Pencipta Sholawat Badar

Surabaya — 1miliarsantri.net : KH M Ali Manshur menerima tanda jasa dan kehormatan dari pemerintah. Pencipta Shalawat Badar ini menerima penghargaan bersama 60 tokoh lain dalam rangka HUT ke-79 Kemerdekaan RI. Siapa sebenarnya KH M Ali Manshur? Kiai ini dilahirkan pada 23 Maret 1921. Nasabnya masih menyambung ke Kiai Shidiq Jember. Kalau dari jalur ibu asli orang Tuban. Menurut putra kedua Kiai Ali, Kiai Syakir Ali, abahnya terkenal haus ilmu. Dia belajar dari satu pesantren ke pesantren lain. Mulai dari Pesantren Termas Pacitan, Pesantren Lasem, Pesantren Lirboyo Kediri hingga Pesantren Tebuireng Jombang. Kiai Syakir mengisahkan, waktu kecil Kiai Ali belajar di Tuban. Setelah itu Kiai Ali ingin belajar ke Termas namun ia hanya punya modal sepeda onthel dan nasi jagung. Akhirnya dari Tuban ke Tremas, ia naik onthel dan bekal nasi jagung. Selama di pesantren Kiai Ali menerima jasa ojek ke pasar dan hasilnya untuk membeli kitab. “Kiai Ali suka ilmu Arrudh (Ilmu Sya’ir), dan belajar ilmu ini di Lirboyo. Ia sering diajak diskusi pengasuh masalah Arrudh. Menurut Gus Dur, Kiai Ali juga pernah belajar di Tebuireng,” ujarnya. Seusai nyantri, Kiai Ali kembali ke Tuban dan aktif berorganisasi di Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Ia juga aktif sebagai seorang pegawai di bawah Kementerian Agama. Tepatnya, menjadi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan hingga promosi menjadi Kepala Kementerian Agama (Kemenag) di tingkat kabupaten. Pada tahun 1955, Kiai Ali terpilih sebagai anggota Konstituante mewakili Partai NU Cabang Bali. Pada 1962, ia memutuskan pindah ke Banyuwangi dan dipercaya menjadi Ketua Cabang NU Banyuwangi.Selama di Banyuwangi inilah, Kiai Ali melahirkan karya fenomenal Shalawat Badar . Ada kisah yang sangat menyita perhatian sesaat sebelum Kiai Ali menulis Shalawat Badar. Kiai Ali bermimpi didatangi orang berjubah putih yang diduga para ahli perang badar. Dalam keputusan Muktamar ke-28 NU di Krapyak, Yogyakarta, Shalawat Badar dikukuhkan menjadi Mars Nahdlatul Ulama (NU). Keputusan ini ditegaskan kembali oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjabat ketua PBNU pada Muktamar ke-30 di Lirboyo Kediri. Pada Harlah ke-91 NU, Kiai Ali juga dianugerahi tanda jasa Bintang Kebudayaan atas karyanya ini. Diketahui, Shalawat Badar dikarang sekitar tahun 1960-an. Salawat Badar sudah menjadi syair wajib bagi nahdliyin. Hampir setiap kegiatan NU, shalawat ini dilantunkan. Bahkan sudah merambah ke genre musik pop yang dipopulerkan oleh beberapa grup band dan penyanyi religi. Tak hanya di Indonesia, Shalawat Badar juga dikenal di berbagai belahan negara Islam di dunia. “Awalnya banyak yang tidak tahu siapa penulis Shalawat Badar sebelum Gus Dur menyebutkan Kiai Ali sebagai pengarangnya. Saat itu Gus Dur takut Shalawat Badar diakui orang luar. Gus Dur minta saya bawakan data penguat bila Kiai Ali memang penulis Shalawat Badar ke Jakarta,” papar Kiai Syakir. Pasca dibahas oleh Gus Dur, nama Kiai Ali terus jadi bahan pembicaraan di kalangan para ahli sejarah dan budayawan, terutama dari kalangan Nahdliyin. Sehingga akhirnya banyak para peziarah dari berbagai daerah datang ke Desa Maibit untuk ziarah dan membuktikan kebenaran ucapan Gus Dur. Saat ini di makam Kiai Ali tertulis prasasti Shalawat Badar yang terletak di bagian barat makam. Setiap hari selalu ada yang berziarah ke makam, terutama para santri yang belajar di pesantren milik putra-putrinya di sekitar pesantren. “Saya hanya menjelaskan sesuai yang dituliskan Abah saja. Saya fotokopikan catatan abah dan tak kasih kepada yang minta,” ungkap Kiai Syakir. Sosok Kiai Ali Manshur memang unik, makamnya berada di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Dulu tak banyak yang tahu kalau Kiai Ali di makamkan di Desa Maibit. Bahkan beberapa warga desa setempat tak mengenal sepak terjang Kiai Ali. Makam Kiai Ali baru beberapa tahun terakhir direnovasi dan sering dikunjungi khalayak ramai. Menurut Kiai Syakir, hal ini bukan disengaja melainkan memang tak banyak orang mencari tahu. Barulah setelah Gus Dur bicara tentang Shalawat Badar banyak orang yang mencari dan menelisik sejarah Kiai Ali. Ia bersyukur Kiai Ali suka menulis dan punya catatan pribadi setiap melakukan sesuatu. Sehingga tak bingung menjelaskan kepada penanya. “Abah itu punya buku harian dan suka menulis kegiatannya di buku harian, kertas kosong dan pinggir kitab. Sampai sekarang saya masih punya catatan pribadi Kiai Ali dalam tulisan Pegon dan Latin,” tutupnya. (har) Baca juga :

Read More

Waspada dan Kenali Gejala Hepatitis Kepada Anak

Surabaya — 1miliarsantri.net : Hepatitis merupakan kondisi peradangan pada hati yang bisa timbul dari berbagai faktor, seperti infeksi virus, bakteri, protozoa, maupun non-infeksi. Di kalangan anak-anak, hepatitis biasanya tidak terlalu berbahaya dan seringkali gejalanya ringan atau bahkan tidak nampak. Menurut dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dr. dr. Bagus Setyoboedi, Sp.A(K), perhatian terhadap kesehatan organ hati sangatlah penting. Hati merupakan organ yang berperan dalam berbagai fungsi krusial tubuh. “Sel hati adalah sel yang punya tanggung jawab penuh dalam mendukung fungsi hati. Kalau hati terganggu, maka fungsi hati juga akan mengalami gangguan,” jelasnya. Bagus menekankan pentingnya mewaspadai hepatitis B pada anak, yang dapat menular dari ibu ke bayi dan berpotensi menjadi kronis. Jika hepatitis B menjadi kronis, hal ini dapat berkembang menjadi sirosis hati atau bahkan mutasi yang lebih berbahaya. Beberapa gejala klinis yang dapat dikenali pada anak-anak dengan hepatitis meliputi warna kuning pada sklera (bagian putih mata), mual, perut kembung, anoreksia, dan nyeri perut. Gejala lain yang juga sering muncul adalah perubahan warna urine menjadi pekat seperti teh. Meskipun hepatitis pada anak sering kali tidak memerlukan pengobatan khusus. Dokter Bagus menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat serta pemenuhan asupan nutrisi dan multivitamin untuk menjaga kesehatan anak. Hal ini penting untuk menghindari komplikasi serius yang mungkin terjadi di kemudian hari. “Pada umumnya hepatitis pada anak-anak tidak membutuhkan pengobatan khusus, jadi hanya diberikan dukungan nutrisi dan multivitamin saja,” tuturnya. Selain itu, Dokter Bagus juga mengingatkan orang tua agar selalu memperhatikan sanitasi anak-anak mereka. Kebersihan yang baik dan sanitasi yang terjaga dapat membantu mencegah infeksi hepatitis, terutama di lingkungan yang rentan. Melalui edukasi yang dalam acara Dokter UNAIR TV, Dokter Bagus berharap orang tua lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan hati anak-anak serta mendorong tindakan pencegahan yang lebih baik melalui sanitasi dan imunisasi yang tepat. Dengan begitu, risiko hepatitis pada anak dapat berkurang. (har) Baca juga :

Read More

AS Optimis Perundingan Damai Gaza Berlanjut

Gaza — 1miliarsantri.net : Departemen Luar Negeri AS menyatakan pada Senin lalu bahwa mereka berharap perundingan damai Gaza akan terus berlangsung sesuai rencana. Meski Hamas sempat meragukan keikutsertaannya dalam pertemuan yang dijadwalkan pada Kamis, AS tetap optimis bahwa kesepakatan gencatan senjata masih mungkin tercapai. Sebelumnya, kelompok militan Palestina Hamas meminta para mediator untuk mengajukan rencana berdasarkan pembicaraan sebelumnya, alih-alih terlibat dalam negosiasi baru untuk kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Pekan lalu, para pemimpin AS, Mesir, dan Qatar mendesak Israel dan Hamas untuk bertemu dalam perundingan pada 15 Agustus di Kairo atau Doha. Tujuannya adalah untuk menuntaskan kesepakatan gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera. Juru bicara wakil Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel, dalam jumpa pers rutin menegaskan bahwa AS yakin pembicaraan akan terus berlanjut. Mereka akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, dan kesepakatan masih mungkin dicapai. “Kami sangat berharap pembicaraan akan terus berlanjut, sebagaimana mestinya. Semua negosiator harus kembali ke meja perundingan dan menyelesaikan kesepakatan ini,” tutur Patel. Patel enggan berkomentar apakah perundingan akan tetap dilanjutkan tanpa kehadiran Hamas atau apakah Washington sedang bekerja sama dengan mitra regional untuk memastikan partisipasi mereka. Presiden Biden telah menguraikan proposal gencatan senjata tiga tahap dalam pidatonya pada 31 Mei lalu. Sejak saat itu, Washington dan mediator regional telah berusaha mengatur kesepakatan gencatan senjata Gaza dengan pertukaran sandera, namun terus menghadapi berbagai kendala. Israel melancarkan serangannya ke Gaza setelah pejuang Hamas menyerbu Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut hitungan Israel. Sejak saat itu, hampir 40.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza, menurut kementerian kesehatan setempat. (zul) Baca juga :

Read More