3 Guru Besar UGM Terbitkan 12 Seri Buku Kuliner Indonesia

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada meluncurkan 12 buku seri kuliner yang ditulis oleh tiga Guru Besar. Ketiga orang Guru Besar yang berasal dari FTP tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, dan Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Peluncuran buku seri kuliner diharapkan tidak hanya memperkaya kajian dunia akademik tetapi juga memperkuat identitas kuliner Indonesia di tingkat nasional dan internasional. Dekan FTP UGM Prof. Eni Harmayani mengatakan peluncuran 12 buku menambah dari 3 buku seri kuliner yang sudah diluncurkan sebelumnya. Menurutnya buku ini sebagai milestone atau tonggak sejarah penting bagi dunia pangan di Indonesia. “Saya kira ini adalah karya monumental yang menjadi saksi sejarah warisan kuliner Indonesia. Buku ini tidak hanya meluncurkan satu karya, tetapi 15 karya monumental yang menyimpan kekayaan tradisi dan budaya kuliner Indonesia,” terang Eni Harmayani setelah peluncuran Buku Pesona Cita Rasa Indonesia, Kamis (29/8/2024) di auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Prof. Murdijati Gardjito mengatakan kekayaan kuliner Indonesia patut diapresiasi melalui pendokumentasian lewat publikasi buku. Ia menjelaskan bahwa buku pertama dalam seri ini membahas makanan pokok yang memberikan asupan gizi terbesar dalam tubuh. Buku seri pertama berhasil mencatat ada 208 jenis resep makanan pokok di Indonesia yang tidak hanya berbahan dasar beras, tetapi juga jagung, pisang, labu kuning, sagu, dan bahan-bahan lainnya. “Keanekaragaman pangan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan keterbatasan bahan pangan, karena pilihan makanan pokok kita sangat beragam,” jelasnya. William Wirjaatmadja Wongso, selaku konsultan gastronomi dan konsultan kuliner Indonesia, menyatakan bahwa karya-karya keanekaragaman pangan dan kuliner ini adalah sebuah mahakarya tentang budaya kuliner Indonesia secara akademis. Menurutnya penting untuk penerjemahan buku ini agar dunia internasional dapat memahami betapa kayanya kuliner nusantara. Namun, ia juga menggarisbawahi tantangan dalam mendidik praktisi budaya kuliner di Indonesia, terutama di tingkat SMK. “Kita lemah dalam pendidikan praktisi budaya kuliner. Sangat jarang kita menemukan juru masak Indonesia yang menguasai masakan tradisional, sehingga buku-buku ini harus dimiliki oleh sekolah-sekolah SMK agar generasi muda dapat belajar dan memahami keragaman kuliner Indonesia,” tambahnya. Prof. Dr. Dra. Marwanti, M.Pd., salah satu pembahas lainnya yang merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Vokasi Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta, menguraikan bahwa makanan memiliki berbagai macam fungsi, baik dalam aspek fisiologi, kesehatan, sosial, budaya, politik, diplomasi, maupun pengembangan pariwisata. “Buku ini tidak hanya menawarkan resep, tetapi juga cerita dan makna mendalam bagi masing-masing daerah di Indonesia. Bahasa yang digunakan juga mudah dimengerti, sehingga buku ini asik dan membuat pembaca hanyut dalam cerita sejarah makanan dari berbagai daerah,” ujarnya. Chef Ragil Imam Wibowo, pendiri Nusa Gastronomi Indonesia memulai pembahasan dengan menyoroti bagaimana buku-buku ini melanjutkan warisan Mustika Rasa yang telah dipublikasikan pada tahun 1967. Baginya, buku ini bisa menjadi tameng untuk melindungi kebanggaan terhadap makanan Indonesia dari pengaruh luar negeri. “Makanan Indonesia sudah banyak ‘dikolonisasi’ oleh masakan asing, sehingga buku ini menjadi primbon penting untuk mempertahankan dan mempromosikan kekayaan kuliner kita,” tegasnya. Ia juga berharap agar buku-buku ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar life skill di sekolah-sekolah dasar, sebagaimana yang diterapkan di Jepang. “Di Jepang, anak-anak SD sudah dikenalkan pada life skill untuk kehidupan, termasuk ilmu tentang gastronomi. Saya sangat berharap Indonesia dapat menerapkan hal serupa, karena semua yang diuraikan dalam buku ini sangat mumpuni, mulai dari bahan, cara memasak, hingga penyajian yang modern,” imbuhnya. Para pembicara dan pembahas sepakat bahwa kuliner adalah bagian integral dari jati diri bangsa Indonesia. Dengan upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan kuliner, maka kita turut menjaga keberlanjutan budaya dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang kian menggerus budaya bangsa. Oleh karena itu, buku-buku kuliner Indonesia yang ditulis para tiga orang Guru Besar ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi para akademisi, praktisi dan generasi muda. (wid) Baca juga :

Read More

Sejarah Gresik dari dulu Hingga Kini

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kabupaten Gresik, merupakan kota yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Perannya sebagai pusat perdagangan maritim sejak abad ke-11 menjadikan Gresik salah satu kota tertua di Jawa dengan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan Islam di Nusantara. Gresik pada Masa Lalu: Pusat Perdagangan Maritim Pelabuhan Internasional: Sejak abad ke-11, Gresik telah menjadi pelabuhan internasional yang ramai dikunjungi oleh pedagang dari berbagai negara seperti Cina, Arab, India, dan Persia. Letaknya yang strategis di muara Bengawan Solo membuatnya menjadi titik pertemuan jalur perdagangan yang menghubungkan Jawa dengan wilayah lain di Nusantara bahkan hingga ke luar negeri. Komoditas Perdagangan: Komoditas yang diperdagangkan di Gresik sangat beragam, mulai dari rempah-rempah, hasil pertanian, hingga barang-barang mewah. Kemakmuran Gresik sebagai kota perdagangan menjadikan kota ini sebagai salah satu pusat perekonomian di Jawa.Peran Gresik dalam Penyebaran Islam. Kedatangan Maulana Malik Ibrahim: Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Gresik adalah kedatangan Maulana Malik Ibrahim, seorang ulama besar yang berasal dari Persia. Beliau dianggap sebagai salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Pusat Penyebaran Islam: Dengan kedatangan Maulana Malik Ibrahim, Gresik menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Beliau mendirikan pesantren dan mengajarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar. Kerajaan Giri Kedaton: Setelah wafatnya Maulana Malik Ibrahim, muridnya, Sunan Giri, mendirikan Kerajaan Giri Kedaton. Kerajaan ini menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa Timur dan memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan budaya dan peradaban di Nusantara. Gresik pada Masa Kolonial Kedatangan VOC: Sama seperti daerah-daerah lain di Jawa, Gresik juga tidak luput dari pengaruh kolonialisme Belanda. Kedatangan VOC di abad ke-17 membawa perubahan besar bagi Gresik, terutama dalam bidang ekonomi dan sosial.Perkembangan Perkebunan: Belanda mengembangkan perkebunan tebu dan tanaman lainnya di Gresik. Hal ini mengubah struktur sosial masyarakat Gresik dan memunculkan kelas pekerja baru. Gresik Modern Pusat Industri: Setelah kemerdekaan, Gresik terus berkembang menjadi pusat industri, terutama industri semen. PT Semen Gresik menjadi salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia.Kota Santri: Gresik juga dikenal sebagai kota santri karena memiliki banyak pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Potensi Wisata: Selain industri, Gresik juga memiliki potensi wisata yang cukup besar, seperti wisata religi, wisata sejarah, dan wisata pantai. Warisan Budaya GresikSeni dan Budaya: Gresik memiliki kekayaan seni dan budaya yang khas, seperti kesenian hadrah, rebana, dan karawitan. Kuliner: Kuliner khas Gresik juga sangat beragam, seperti nasi krawu, bandeng presto, dan rujak cingur. Sejarah Gresik adalah cerminan perjalanan panjang sebuah kota yang telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan. Dari sebuah pelabuhan kecil yang ramai menjadi pusat perdagangan maritim, pusat penyebaran Islam, hingga kota industri modern, Gresik memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. (har) Baca juga :

Read More

Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas kembali batal

Gaza — 1miliarsantri.net : Tidak adanya kesepakatan pada hari Ahad (25/8/2024) lalu dalam pembicaraan gencatan senjata Gaza yang berlangsung di Kairo, Mesir. Hamas maupun Israel tidak menyetujui beberapa kompromi yang diajukan oleh mediator. Kondisi ini menimbulkan keraguan atas peluang keberhasilan dalam upaya terbaru yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 10 bulan di Gaza, Palestina. Namun, seorang pejabat senior AS menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai “konstruktif” dengan mengatakan bahwa pembicaraan tersebut dilakukan dengan semangat dari semua pihak untuk mencapai kesepakatan yang final dan dapat dilaksanakan. “Proses tersebut akan terus berlanjut selama beberapa hari mendatang melalui kelompok kerja untuk lebih lanjut membahas masalah dan rincian yang tersisa,” terang pejabat senior AS yang berbicara dengan syarat anonim, menambahkan bahwa timnya akan tetap berada di Kairo, dikutip dari laman Times Live, Kamis (29/8/2024). Pembicaraan yang berlangsung selama berbulan-bulan telah gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri kampanye militer Israel yang menghancurkan di Gaza. Juga gagal membebaskan para sandera yang tersisa yang ditawan oleh Hamas dalam serangan kelompok militan tersebut pada tanggal 7 Oktober terhadap Israel. Berbicara pada konferensi pers di Halifax, Kanada, penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan Washington berusaha keras di Kairo untuk mengamankan gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan. Poin-poin penting yang menjadi perdebatan dalam pembicaraan yang sedang berlangsung yang dimediasi oleh AS, Mesir, dan Qatar termasuk keberadaan Israel di Koridor Philadelphia, hamparan tanah sempit sepanjang 14,5 km di sepanjang perbatasan selatan Gaza dengan Mesir. Para mediator mengajukan sejumlah alternatif terhadap keberadaan pasukan Israel di Koridor Philadelphia dan Koridor Netzarim yang melintasi bagian tengah Jalur Gaza, tetapi tidak ada yang diterima oleh para pihak, kata sumber-sumber Mesir. Israel juga menyatakan keberatan terhadap beberapa tahanan Palestina yang dituntut Hamas untuk dibebaskan, dan Israel menuntut mereka keluar dari Gaza jika dibebaskan, kata sumber-sumber tersebut menambahkan. Telah terjadi banyak perundingan antara tim dari Israel, AS, dan Mesir sejak Kamis pekan lalu untuk mempersempit kesenjangan yang tersisa, kata pejabat senior AS, sebagai persiapan untuk Sabtu, ketika Qatar dan Mesir bertemu dengan perwakilan senior Hamas untuk membahas proposal tersebut secara terperinci. Pada Ahad lalu, pejabat senior dari Israel bergabung dalam pembicaraan untuk membahas masalah-masalah yang belum terselesaikan dengan dukungan para mediator, kata pejabat senior AS tersebut tetapi tidak memberikan penilaian pasti mengenai apakah ada terobosan. Hamas mengatakan Israel telah menarik kembali komitmen untuk menarik pasukan dari koridor tersebut dan mengajukan persyaratan baru lainnya, termasuk penyaringan warga Palestina yang mengungsi saat mereka kembali ke wilayah utara yang lebih padat penduduknya saat gencatan senjata dimulai. “Kami tidak akan menerima diskusi tentang penarikan kembali dari apa yang kami sepakati pada tanggal 2 Juli atau persyaratan baru,” kata pejabat Hamas Osama Hamdan kepada TV Al-Aqsa milik kelompok tersebut pada Ahad. Pada bulan Juli, Hamas menerima usulan AS untuk memulai perundingan tentang pembebasan sandera Israel, termasuk tentara dan orang-orang, 16 hari setelah tahap pertama perjanjian yang bertujuan untuk mengakhiri perang Gaza, kata seorang sumber senior Hamas kepada Reuters. Delegasi Hamas meninggalkan Kairo pada Ahad setelah mengadakan pembicaraan dengan para mediator, kata pejabat senior Izzat El-Reshiq, seraya menambahkan kelompok itu telah menegaskan kembali tuntutannya bahwa setiap perjanjian harus menetapkan gencatan senjata permanen dan penarikan penuh Israel dari Gaza, Palestina. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Unesa Career Fair 2024 Jembatani Alumni dengan Mitra Usaha dan Industri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Subdirektorat Karier dan Alumni, Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (Mawal) menggelar Career Fair 2024 bertajuk “Find the Best Company Where You Belong” di lapangan rektorat kampus 2 Lidah Wetan, Senin-Selasa, 26-27 Agustus 2024. Kegiatan ini menghadirkan sekitar dua ribu lebih peserta dengan menggandeng 36 perusahaan. Menurut Kasubdit Layanan Karier dan Alumni, Muhammad Farid Ilhamuddin, career fair ini sudah yang kali keduanya dilakukan secara offline di UNESA. “Career fair ini merupakan bagian dari pekan raya mahasiswa,” ucapnya. Melalui kegiatan ini, Subdirektorat Karier dan Alumni, bermaksud memfasilitasi alumni agar bisa memiliki peluang besar untuk bekerja dan membangun karir di perusahaan. “Mitra-mitra perusahaan di kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi alumni untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan menyenangkan. Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini, alumni dapat diprioritaskan dan diterima di perusahaan yang diinginkan,” beber dosen bimbingan dan konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) itu. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi dan Science Center, Bambang Sigit Widodo, menjelaskan bahwa seiring berkembangnya teknologi, kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan pun semakin kompetitif. Karena itu, UNESA selalu melakukan restrukturisasi kurikulum agar sesuai dengan perkembangan zaman, lulusannya pun sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Laju perkembangan teknologi sangat pesat, jika dulu orang mendengarkan musik lewat piring hitam, sekarang sudah sedikit bahkan jarang sekali ditemukan, jaman sekarang orang-orang mendengarkan musik lewat smartphone. “Dari sini dapat dipelajari bahwa pandangan konvensional juga berubah, demikian juga perguruan tinggi, jika pandangannya tetap konvensional, maka akan sulit untuk mengikuti perkembangan digital,” ucapnya. UNESA, lanjutnya, berkomitmen untuk mencetak lulusan yang memiliki value, skill dan keterampilan, hal ini karena orang-orang yang memiliki keterampilan lebih mudah mendapatkan pekerjaan daripada orang yang tidak memiliki keterampilan tersebut. Kemampuan akademik hanya akan mengantarkan ke tahap wawancara, yang menentukan diterimanya atau tidak adalah skillnya. Pusponurani Tri Rahaju dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surabaya, menegaskan bahwa revolusi industri 4.0 telah mengubah secara fundamental proses produksi dalam industri. Tak hanya itu, revolusi tersebut menciptakan berbagai pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada. “Teknologi telah membawa kita ke era digitalisasi di mana startup yang bergerak dalam bidang web, aplikasi, program digital, komputasi, 3D printing, kecerdasan buatan, film, dan animasi menjadi tulang punggung perekonomian baru,” ujarnya. Teknologi ini akan membuka peluang baru dengan perkiraan 3,7 juta pekerjaan baru seiring bangkitnya ekonomi digital dalam tujuh tahun ke depan. Untuk menghadapi tantangan ini, Pusponurani menekankan pentingnya penguasaan hardskill seperti keterampilan komputer, matematika, arsitektur, rekayasa, dan STEM atau sains, teknologi, teknik, dan matematika. Pusponurani menyoroti kesalahan umum yang sering dilakukan oleh individu dalam merencanakan karir, seperti terlalu mengagumi orang lain dan memilih pekerjaan hanya karena mengikuti tren. “Perencanaan karir harus didasarkan pada pengenalan diri, pengetahuan tentang dunia kerja, dan pemilihan karir yang tepat,” jelasnya. Pengenalan diri menjadi langkah awal yang krusial dalam menentukan pilihan karir yang sesuai dengan minat dan bakat. Untuk menjadi kandidat yang kompetitif di era digital, Pusponurani menyarankan pengembangan empat keterampilan utama yaitu berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan kreativitas. Selain itu, ia memberikan tips praktis dalam mencari lowongan kerja, seperti memanfaatkan job portal yang terpercaya, mengunjungi website resmi instansi atau perusahaan, dan mengikuti media sosial resmi Kementerian Ketenagakerjaan atau Disnaker. (har) Baca juga :

Read More

Banyak Anak Putus Sekolah karena Masuk Pesantren, Kok Bisa?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Faktor budaya menjadi salah satu penyebab tingginya anak putus sekolah di Cianjur, Jawa Barat. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut, jika orang tua tidak bisa menyekolahkan anaknya, mereka akan memasukkan anak-anak mereka ke pondok pesantren. “Budaya yang berkembang di Cianjur itu orang tua ketika tidak mampu memasukkan anaknya ke sekolah formal, mereka kemudian memasukkan anak ke ponpes (pondok pesantren), sementara di ponpes ya sebenarnya dia (anak) bersekolah, belajar ilmu agama, kitab kuning, Alquran, hadits, fikih,” terang Anggota KPAI Aris Adi Leksono, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (28/8/2024). Meski bagi persoalannya sebagian pondok pesantren salafiyah tidak terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga para santrinya menjadi anak putus sekolah. “Ponpes ini kadang tidak menyelenggarakan pendidikan formal, sehingga anak di pesantren murni belajar tentang salafiyah, ilmu agama dan mereka di situ tidak terdaftar dalam dapodik, sehingga mereka terdata sebagai anak yang putus sekolah,” tambah Aris Adi Leksono. Faktor lain tingginya anak putus sekolah di Cianjur karena anak-anak lebih memilih bekerja membantu orang tua. Anak-anak juga mengalami perundungan di sekolah sehingga memilih untuk tidak sekolah. “Jarak sekolah terutama SMP yang terlalu jauh yakni 8 kilometer dari tempat tinggal, dan kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan,” lanjutnya. Angka anak putus sekolah di Cianjur tinggi, yakni mencapai 367 anak SD atau setingkat MI dan 186 anak SMP atau setingkat MTs. Terkait hal ini, KPAI pun melakukan peninjauan langsung ke dua desa di Cianjur, yaitu Desa Sukamanah dan Desa Wangunjaya. Aris Adi Leksono menegaskan tentang pentingnya sekolah bagi masa depan anak. “Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga tempat untuk tumbuh, berkembang, dan mempersiapkan masa depan sebab pendidikan merupakan fondasi utama,” tutupnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Seni Lebon di Desa Wisata Selasari Pangandaran

Pangandaran — 1miliarsantri.net : Desa Wisata Selasari merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Desa Selasari menurut data sekunder dari RPJMDes telah ada sejak jaman penjajahan Jepang. Daerah yang berada pada ketinggian 200-500 mdpl ini memiliki luas wilayah lebih kurang 2.292.500 hektare (ha). Desa Wisata Selasari menawarkan wisata menjelajah desa dan sungai yang menyenangkan, seperti body rafting dan river tubing. Selain itu ada pula wisata alam seperti Bukit Pepedan Hills dan Goa Sutrareregan. Selain menawarkan wisata menjelajah sungan dan wisata alam, Desa Wisata Selasari juga menawarkan wisata seni dan budaya, yaitu Kesenian Lebon. Lebon atau yang saat ini dikenal dengan Kesenian Lebon mulai ada pada abad ke-17, yaitu sekitar tahun 1951-1952 dan mulai berkembang di Pangandaran sekitar tahun 1950-an. Lebon yang memiliki arti kubur/dikubur, pada zaman dahulu merupakan satu adat atau tradisi yang sering digunakan untuk menyelesaikan suaru permasalahan yang tidak dapat diselesaikan dengan jalan kekeluargaan atau musyawarah, seperti permasalahan sengketa lahan atau sengketa wilayah. Permasalahan-permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan cara pertarungan antara jawara dari tiap wilayah tersebut sampai mati. Adapun tempat dan waktu pertandingan akan dirundingan terlebih dahulu antar kedua utusan bobotoh dari tiap wilayah tersebut dengan dipimpin oleh sesepuh atau pimpinan daerah setempat. Sebelum memulai pertandingan biasanya setiap kubu akan melakukan ritual pemberangkatan dengan membakar kemenyan. Selain itu juga menyiapkan sesaji dan do’a bersama untuk keselamatan para jawara dan bobotoh yang akan yang akan ikut ke tempat pertandingan. Selain itu, para jawara juga akan diberikan doa khusus dengan jampi-jampi dan sebagainya untuk keselamatan mereka. Dalam pertandingan Lebon, jawara yang kalah dalam pertandingan akan langsung dikuburkan di tempat pertandingan oleh bobotohnya. Maka dari itu, setiap pertandingan Lebon, para bobotoh akan membawa peralatan untuk menguburkan jawaranya jikalau gugur dalam pertandingan. Peralatan yang dibawa antara lain: kain kafan, pacul, dan sekop. Selain peralatan untuk mengubur jawaranya yang gugur, para bbotoh juga membawa bunyi-bunyian untuk memberi semangat kepada jawaranya yang sedang bertanding. Saat ini para pegiat seni Lebon di Pangandaran masih terus berusaha mempertahankan agar kesenian ini tetap lestari dengan melakukan berbagai upaya inovasi, seperti penambahan alat musik dan pengembangan dalam seni pertunjukan. Namun, meskipun upaya inovasi telah dilakukan, tetap ada kendala-kandala yang harus dihadapi, antara lain: peralatan yang kurang memadai, tidak adanya euang pengenalan di publik karena seni Lebon hanya digunakan dalam acara tertentu saja tidajk seperti degung, ronggeng, dangdut dan yang lainnya, dan biaya yang diberikan untuk sekali pertunjukan sangat minim dengan permintaan konsep yang besar, sehingga mengurangi semangat para seniman untuk terus dapat melestarikan seni Lebon tersebut. (Jeha) Baca juga :

Read More

Rasulullah SAW Sangat Merindukan Umatnya Akhir Zaman

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat menyayangi umatnya. Meski mereka yang hidup pada masa setelah beliau wafat. Lantas bagaimana Nabi Muhammad SAW mengenali mereka? Sejumlah riwayat menjelaskan tentang hal ini. Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq, menukilkan riwayat dari Abdullah bin Abi Auwfa RA, bahwa Rasulullah SAW pernah besabda: ﺇﻧﻰ ﻟﻣﺸﺘﺎﻕ ﺇﻟﻰ ﺇﺧﻮاﻧﻰ ﻓﻘﺎﻝ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ اﻟﺨﻄﺎﺏ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺃﻟﺴﻨﺎ ﺇﺧﻮاﻧﻚ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺃﻧﺘﻢ ﺃﺻﺤﺎﺑﻰ ﺇﺧﻮاﻧﻰ ﻗﻮﻡ ﺁﻣﻨﻮا ﺑﻰ ﻭﻟﻢ ﻳﺮﻭﻧﻰ “Sungguh aku rindu pada saudara- saudaraku”. Umar berkata “Bukankah kami saudaramu?” Nabi menjawab: “Bukan. Kalian adalah Sahabatku. Saudaraku adalah orang-orang yang iman kepadaku tapi tidak pernah melihatku.” Lantas bagaimana Rasulullah SAW akan mengenali umatnya yang tidak pernah bertemu selama ratusan tahun, terhalang ruang dan waktu? Allah SWT telah menjadikan orang-orang beriman memiliki sifat dan karakteristik yang membedakan mereka dari orang lain di akhirat, dan yang dengannya Nabi (SAW) akan mengenali para pengikutnya di Hari Kiamat, seperti efek wudhu, yang merupakan cahaya yang terlihat pada organ wudhu. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا قَالُوا أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ فَقَالُوا كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ أُنَادِيهِمْ أَلَا هَلُمَّ فَيُقَالُ إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah mendatangi pekuburan lalu bersabda, “Semoga keselamatan terlimpahkah atas kalian penghuni kuburan kaum mukminin, dan sesungguhnya insya Allah kami akan bertemu kalian, “Sungguh aku sangat gembira seandainya kita dapat melihat saudara-saudara kita.” Para Sahabat bertanya, ‘Tidakkah kami semua saudara-saudaramu wahai Rasulullah? ‘ Beliau menjawab dengan bersabda: “Kamu semua adalah sahabatku, sedangkan saudara-saudara kita ialah mereka yang belum berwujud.” Sahabat bertanya lagi, ‘Bagaimana kamu dapat mengenali mereka yang belum berwujud dari kalangan umatmu wahai Rasulullah? ‘ Beliau menjawab dengan bersabda, “Apa pendapat kalian, seandainya seorang lelaki mempunyai seekor kuda yang berbulu putih di dahi serta di kakinya, dan kuda itu berada di tengah-tengah sekelompok kuda yang hitam legam. Apakah dia akan mengenali kudanya itu? ‘ Para Sahabat menjawab, ‘Sudah tentu wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda lagi, ‘Maka mereka datang dalam keadaan muka dan kaki mereka putih bercahaya karena bekas wudlu. Aku mendahului mereka ke telaga. Ingatlah! Ada golongan lelaki yang dihalangi dari datang ke telagaku sebagaimana dihalaunya unta-unta sesat’. Aku memanggil mereka, ‘Kemarilah kamu semua’. Maka dikatakan, ‘Sesungguhnya mereka telah menukar ajaranmu selepas kamu wafat’. Maka aku bersabda: “Pergilah jauh-jauh dari sini.” (HR Muslim) (yan) Baca juga :

Read More

Al-Aqsa di Ambang Kehancuran

Gaza — 1miliarsantri.net : Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengecam pernyataan kepala otoritas keamanan Israel Itamar Ben-Gvir mengenai pembangunan sinagoge di dalam lokasi Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, serta menyatakan bahwa pernyataan pejabat Zionis itu sangat kontraproduktif. “Pernyataan semacam ini sangat kontraproduktif. Mereka berisiko memperburuk situasi yang sudah sangat tegang,” terang juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan dalam konferensi pers, Selasa (27/8/2024). Menyoroti sensitivitas seputar status tempat-tempat suci di Yerusalem, Dujarric mengatakan bahwa ada status quo yang disepakati oleh pihak terkait mengenai tempat-tempat suci di Yerusalem yang harus dihormati oleh semua pihak. Dujarric mendesak agar perjanjian tersebut dipatuhi, baik dalam tindakan maupun pernyataan publik, untuk menghindari meningkatnya ketegangan lebih lanjut. Ben-Gvir klaim Yahudi berhak berdoa di Masjid Al-Aqsa dan mengatakan bahwa dia akan membangun sinagoge di titik konflik tersebut. Ucapan Ben-Gvir merupakan pertama kali kepala otoritas keamanan Israel berbicara terbuka mengenai pembangunan sinagoga di dalam Masjid Al-Aqsa. Hal itu sejalan dengan perilakunya beberapa bulan terakhir yang telah berulang kali menyerukan agar umat Yahudi dapat beribadah di tempat tersebut. Seruan Ben-Gvir muncul di tengah serangan berulang ke dalam kompleks tersebut oleh pemukim ilegal Israel di bawah perlindungan kepolisian Israel. Masjid Al-Aqsa dianggap sebagai situs paling suci ketiga dalam Islam. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai Bukit Bait Suci (Temple Mount) karena percaya bahwa tempat itu adalah lokasi dari dua kuil Yahudi kuno. Terkait pernyataan seorang pejabat senior PBB yang mengatakan bahwa operasi bantuan PBB di Gaza telah dihentikan setelah perintah evakuasi Israel terbaru di Deir al Balah, Dujarric mengatakan Badan untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, masih dapat beroperasi karena mereka melekat dengan penduduk. “Apa yang dimaksud oleh pejabat senior PBB kami adalah para pejabat PBB dan staf kemanusiaan PBB bergerak dan berusaha mencapai berbagai tempat (di Gaza),” pungkasnya. (zul) Baca juga :

Read More

Pengurus PCINU Malaysia Resmi Dilantik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia masa khidmat 2024-2026 resmi dilantik di Dewan Melor Garden, Lot 1676, Jalan Abim Seksyen 8, Bandar Baru Bangi, Kajang, Selangor, Malaysia, Sabtu (24/8/2024) lalu. Pelantikan ini dilakukan oleh Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali. Kiai Moqsith menegaskan pentingnya kesiapan para pengurus PCINU dalam melayani dan mengurus warga NU yang berada di Malaysia. “Pengurus PCINU harus siap sedia membantu dan mengurusi warga NU di Malaysia. Jangan sampai pengurus PCINU malah menjadi urusan NU,” tegasnya. Struktural PCINU Malaysia 2024-2026 dipimpin oleh Kiai Abdul Bari sebagai Rais Syuriyah dan H Muhammad Hakim sebagai Ketua Tanfidziyah. Baca Juga PCINU Malaysia Inginkan Pemisahan Tegas Fungsi Syuriyah dan Tanfidziyah Dalam sambutannya, Kiai Abdul Bari menyoroti pentingnya keragaman dalam organisasi. Menurutnya, perbedaan-perbedaan dalam organisasi, apalagi PCINU, merupakan sunnatullah dan rahmat Allah. Perbedaan itu laksana bangunan, ada dinding, tiang, dan sebagainya, tapi dengan perbedaan tersebut lahirlah sebuah bangunan yang indah dan kokoh. Oleh sebab itu, ia menekankan kepada pengurus agar bertanggung jawab memainkan peranannya di masing-masing posisi. “Kami berharap PCINU Malaysia ke depan memiliki tanggung jawab sebagai the right man on the right place, dengan sadar posisi dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada masing-masing. Banom, lembaga, dan PCINU harus saling berperan memberikan citra baik NU di Malaysia,” terang Kiai Abdul Bari. Ketua Panitia Pelantikan Adi Kurnia menjelaskan bahwa seluruh proses transisi organisasi ini diinspirasi oleh semangat kebangkitan kedua Nahdlatul Ulama. “Oleh sebab itu, hari ini kita persembahkan barisan pilar-pilar sumber daya manusia jama’iyah Nahdlatul Ulama Malaysia yang siap mengemban amanah An-Nahdlah Ats-Tsaniyah menuju abad kedua NU,” tuturnya. Sambutan juga diberikan oleh perwakilan dari Duta Besar Republik Indonesia. Bambang Wishnu Krisnamurthi, Pensosbud Kedubes Indonesia di Malaysia, mengharapkan PCINU Malaysia untuk terus menjalin kerja sama dengan seluruh komunitas WNI di Malaysia. (rid) Baca juga :

Read More

UM Surabaya Siap Tuan Rumah Silaturahmi Nasional Dai Komunitas se-Indonesia

Surabaya — 1miliarsantri.net : Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) bakal menjadi tuan rumah silaturrahmi nasional Dai Komunitas se-Indonesia pada akhir September 2024 mendatang di bawah naungan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rencana kegiatan tersebut disampaikan oleh LDK PP Muhammadiyah di UM Surabaya di gedung At Tauhid Tower lantai 12. Rombongan LDK PP diwakili oleh Ketua LDK PP, Muchamad Arifin, S.Ag., M.Ag., didampingi oleh Sekretaris, Dr. Suhardin, S.Ag., M.Pd., Bendahara, Mufid Habib Musthofa, M.Si., dan Wakil Bendahara, Kamarul Zaman, S.E. Mereka menyampaikan permohonan agar UM Surabaya bersedia menjadi tuan rumah Silatnas sesuai rekomendasi dari PP. Dalam pertemuan tersebut, disambut hangat oleh pimpinan UM Surabaya diantaranya; Dr. M. Ridlwan, M.Pd. (Wakil Rektor 1 Bidang Akademik), Dr. Endah Hendarwati, S.E., M.Pd. (Wakil Rektor 2 Bidang Keuangan dan Sarana Prasarana), Dr. Ma’ruf Sya’ban, S.T., S.E., M.Ak. (Wakil Rektor 3 Bidang Inovasi, Sumber Daya Manusia, Kemahasiswaan dan Alumni), dan Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep. (Wakil Rektor 4 Bidang Kerja Sama, Al-Islam Kemuhammadiyahan, dan Digitalisasi). Dr. M. Ridlwan, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa UM Surabaya menyetujui kesanggupanya sebagai bapak asuh dai 3T dan akan memasukkan rencana tersebut pada anggaran tahun depan. “Masuk anggaran 2024-2025, dan besok akan ada raker. InsyaAllah akan dibahas saat raker baik pelaksanaan Silatnas maupun bapak asuh dai komunitas daerah 3T. Mudah-mudahan jika 1000 dai ini terwujud, bisa menjadi amal jariyah kita dan semakin mengembangkan syiar dakwah Muhammadiyah,” tuturnya. Sementara itu, Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., Wakil Rektor 4, menegaskan bahwa pelaksanaan Silatnas kemungkinan diundur (yang awalnya direncanakan pada tanggal 20-21 September 2024). “Karena bersamaan dengan pelaksanaan ospek mahasiswa baru. Tanggal pastinya akan dibahas saat raker besok, dan hasilnya akan kami sampaikan ke LDK PP,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More