Buya Yahya : Kunci Surga di Genggaman mu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ulama terkemuka Indinesia, Buya Yahya, mengungkapkan tiga amalan sederhana namun penuh makna untuk berbakti kepada orang tua. Dalam ceramahnya yang menyentuh hati, beliau menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang tua, bahkan setelah mereka tiada. Amalan pertama yang disampaikan adalah selalu menyertakan orang tua dalam doa. “Jangan berdoa panjang lebar tanpa mengingat bapak dan ibu,” ujar Buya Yahya. Beliau mengingatkan pentingnya mendoakan kebaikan dan ampunan Allah untuk orang tua sebagai bentuk bakti utama. Kedua, Buya Yahya mengajarkan untuk berbagi rezeki atas nama orang tua. “Jika engkau mendapatkan rezeki dari Allah, sisihkan sebagian. Niatkan untuk menggendong ibumu ke surga,” jelasnya. Beliau menyarankan untuk menyalurkan sebagian rezeki ke pesantren, masjid, atau membantu fakir miskin dengan niat berbakti kepada orang tua. Amalan ketiga adalah menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang dekat dengan orang tua. “Baik-baiklah dengan orang yang dibaiki oleh orang tuamu,” pesan Buya Yahya. Ini mencakup saudara kandung, kerabat, bahkan tetangga yang pernah dibaiki oleh orang tua semasa hidupnya. Buya Yahya menekankan bahwa ketiga amalan ini merupakan investasi akhirat yang tak ternilai. Dengan melaksanakannya, seorang anak tidak hanya berbakti kepada orang tua, tetapi juga membuka pintu surga untuk dirinya sendiri. Dalam dunia yang semakin sibuk, pesan Buya Yahya mengingatkan kita untuk tidak melupakan akar dan fondasi kehidupan kita. Berbakti kepada orang tua bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Ceramah ini menjadi pengingat berharga bagi generasi muda untuk terus menghormati dan berbakti kepada orang tua. Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, ajaran sederhana namun mendalam ini menjadi kompas moral yang tak lekang oleh waktu. Buya Yahya mengajak kita semua untuk merenungkan kembali hubungan kita dengan orang tua. Apakah kita sudah cukup mendoakan mereka? Sudahkah kita berbagi rezeki atas nama mereka? Bagaimana hubungan kita dengan keluarga besar dan orang-orang yang dekat dengan orang tua kita? Melalui tiga amalan sederhana ini, Buya Yahya membuka mata kita tentang makna sejati berbakti kepada orang tua. Bukan sekadar formalitas atau kewajiban, tetapi bentuk cinta dan penghormatan yang tulus yang akan membawa berkah dalam kehidupan. (yan) Baca juga :

Read More

Beberapa Kebijakan Kontroversi MBS

Riyadh — 1miliarsantri.net : Tak hanya rencana pembangunan bioskop di Makkah, di bawah kepemimpinan Mohammed bin Salman (MBS), Arab Saudi telah menerapkan sejumlah kebijakan yang dianggap kontroversial oleh berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri. Pangeran MBS membongkar aturan-aturan konservatif Arab Saudi yang telah berjalan selama bertahun-tahun. Keputusan Arab Saudi untuk mengizinkan penjualan alkohol kepada diplomat non-Muslim, menurut dua sumber, adalah yang terbaru dalam serangkaian reformasi yang ditujukan untuk menampilkan citra yang lebih terbuka dan moderat. Walaupun, sampai saat ini kebijakan tersebut masih belum pasti. Setidaknya ada tujuh kebijakan kontroversial Arab Saudi yang telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir di bawah Putra Mahkota MBS: Pada April 2018, “Black Panther” merupakan film pertama yang ditayangkan di Arab Saudi dalam 35 tahun ketika negara tersebut mencabut larangan yang diberlakukan pada bioskop oleh para ulama pada 1970-an. Riyadh mengatakan pihaknya berencana untuk membuka lebih dari 300 bioskop pada tahun 2030. Namun, seperti halnya acara TV, film di bioskop juga akan menjalani seleksi dan penyensoran ketat untuk menghindari penggambaran seks, agama, atau politik. Pada Juni 2018 lalu, Arab Saudi juga mencabut larangan mengemudi bagi kaum perempuan yang telah berlaku selama puluhan tahun, satu-satunya larangan semacam itu di dunia yang membuat kaum perempuan bergantung pada kaum pria untuk mobilitas. Sejak 2018, ribuan wanita telah bekerja di belakang kemudi, beberapa di antaranya menjadi mekanik dan pengemudi taksi. Namun, euforia yang diciptakan oleh langkah tersebut dirusak oleh tindakan keras besar-besaran terhadap banyak aktivis perempuan yang sebelumnya berkampanye untuk mencabut larangan tersebut. Pada 2019 Arab Saudi mengizinkan perempuan yang berusia 21 tahun untuk mengajukan paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari wali laki-laki, seperti suami, ayah, atau kerabat laki-laki lainnya. Langkah ini menandai pelonggaran signifikan terhadap sistem perwalian yang kontroversial, di mana laki-laki menjalankan otoritas hampir total atas perempuan. Dalam upaya untuk mengurangi ketergantungannya pada pendapatan minyak dan mendiversifikasi ekonomi, Arab Saudi pada September 2019 mulai membuka diri terhadap pariwisata, yang disebut “minyak putih”, untuk pertama kalinya. Hingga saat itu, Arab Saudi hanya mengeluarkan visa untuk peziarah Muslim, pekerja ekspatriat, atau, mulai pada 2018, orang-orang yang menghadiri acara olahraga dan budaya. Pangeran Mohammed setahun sebelumnya telah mengumumkan proyek pariwisata besar-besaran untuk mengubah 50 pulau dan serangkaian situs di Laut Merah menjadi resor mewah. Kendati demikian, wisatawan yang melanggar aturan negara tentang pakaian sopan berisiko dikenai denda berat. Telah lama dilarang, pria dan wanita yang bukan mahram dalam beberapa tahun terakhir telah diizinkan untuk berbaur di depan umum. Wanita juga diizinkan memasuki stadion sepak bola untuk menonton pertandingan untuk pertama kalinya pada 2018 dan sekarang juga dapat menghadiri konser bersama pria. Mereka juga tidak perlu lagi takut kepada para penjaga moralitas publik yang membawa tongkat untuk mandi bersama di beberapa pantai, dan aturan tentang penggunaan jubah abaya telah dilonggarkan. Kaum perempuan, yang sebelumnya hanya terbatas pada segelintir karier, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, kini juga dapat bergaul dengan kaum pria di tempat kerja. Jutaan wanita telah memasuki pasar kerja sejak 2016, menjadi bankir, penjual sepatu, pemilik bisnis, dan petugas perbatasan, di antara profesi lainnya. Pada 2019 lalu, Sarab Saudi juga mengeluar izin pada sektor hiburan dan mengizinkan musik di negara itu. Dengan izin itu, pertunjukan live musik dan acara komedi (stand up comedy) diperbolehkan dilakukan di kafe dan restoran di seluruh Kerajaan Saudi. Pada 2022, Kerajaan Arab Saudi bahkan menjadi tuan rumah festival musik terbesar di Timur Tengah. Festival ini akan berlangsung antara 16-19 Desember. Hal ini menjadi bagian dari inisiatif yang diluncurkan oleh proyek Spirit of Saudi Arabia di bawah kementerian pariwisata. Sejak 2019 lalu, pemerintah Arab Saudi juga telah mengizinkan kaum perempuan di negaranya menjadi personel militer. Namun, mereka mempertahankan batas hukum yang membatasi kaum hawa untuk posisi subaltern (bukan elite). Perempuan Saudi hanya bisa mengabdi sebagai kopral atau sersan. Sebuah video yang menampilkan seorang insinyur Arab Saudi yang mendiskusikan pembangunan sebuah proyek hiburan besar di Makkah telah memicu perdebatan luas di media sosial mengenai kelayakan pembangunan tersebut di dekat Kabah dan masjid Al-Haram, situs tersuci dalam agama Islam. Bioskop ini merupakan komponen kunci dari inisiatif “Smart Mecca”, yang menurut informasi publik bertujuan untuk mengintegrasikan fasilitas hiburan modern ke dalam kota dengan tetap mempertahankan nilai religiusitasnya. Proyek ini dikembangkan oleh Saudi Entertainment Ventures (Seven), anak perusahaan dari Dana Investasi Publik, yang telah menjadi yang terdepan dalam upaya perluasan hiburan di Arab Saudi. Pada 2023, Seven memberikan kontrak senilai 2,5 miliar dolar AS untuk berbagai proyek hiburan di seluruh Kerajaan. Proyek bioskop Makkah, senilai 1,3 miliar riyal (347 juta dolar AS), sedang dibangun oleh perusahaan lokal Modern Building Leaders (MBL). Terletak di distrik Al Abidiyah dekat Universitas Umm Al Qura di luar kompleks Masjidil Haram, proyek ini membentang seluas 80 ribu meter persegi. Pembangunan bioskop di Arab Saudi menandai pergeseran budaya yang signifikan. Selama 40 tahun, bioskop dilarang di Kerajaan, yang mencerminkan norma-norma sosial konservatif yang berlaku di negara tersebut. Larangan tersebut dicabut pada 2018 sebagai bagian dari inisiatif Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang bertujuan untuk memodernisasi ekonomi dan membuka masyarakat Arab Saudi. Sejak pencabutan larangan tersebut, Arab Saudi telah dengan cepat memperluas infrastruktur bioskopnya, dengan banyaknya bioskop yang dibuka di seluruh wilayah kerajaan. Video yang telah dibagikan secara luas ini telah menuai reaksi beragam. Beberapa pihak memuji pembangunan tersebut sebagai bagian dari inisiatif Visi 2030 Arab Saudi, yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga negara dan penduduk. Sebagian lainnya menyatakan keprihatinan tentang kedekatan tempat hiburan dengan situs-situs suci di Makkah, mempertanyakan apakah hal itu sejalan dengan nilai-nilai agama dan budaya kota tersebut. Terlepas dari kontroversi tersebut, pemerintah Arab Saudi telah menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan bahwa pembangunan baru tersebut tidak mengganggu kesucian Makkah. Para pejabat menekankan bahwa bioskop dan proyek hiburan lainnya dirancang untuk melengkapi infrastruktur modern kota sambil tetap mempertahankan nilai religiusnya. Proyek Mekkah ini adalah salah satu dari beberapa pengembangan hiburan yang sedang diupayakan oleh Seven di seluruh Kerajaan. Perusahaan ini berencana untuk menginvestasikan 50 miliar riyal di 21 tujuan hiburan terintegrasi di 14 kota, bagian dari strategi yang lebih besar untuk memposisikan Arab Saudi sebagai pusat budaya, hiburan, dan…

Read More

Israel dan Hamas Setuju Gencatan Senjata

Gaza — 1miliarsantri.net : Dalam perkembangan terbaru konflik Israel-Palestina, Israel dan kelompok militan Hamas telah mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata terbatas di Gaza. Tujuannya adalah memungkinkan kampanye vaksinasi polio untuk 640.000 anak-anak di wilayah tersebut. Rik Peeperkorn, pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk wilayah Palestina, mengumumkan bahwa kampanye vaksinasi dimulai pada hari Minggu. Gencatan senjata akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut di tiga zona berbeda, dari pukul 06.00 hingga 15.00 waktu setempat. Kampanye ini akan dimulai di Gaza tengah, kemudian berlanjut ke Gaza selatan, dan akhirnya ke Gaza utara. Setiap zona akan mendapatkan jeda pertempuran selama tiga hari. Peeperkorn menambahkan bahwa ada kemungkinan perpanjangan hingga hari keempat jika diperlukan untuk mencapai cakupan vaksinasi yang memadai. Mike Ryan, direktur darurat WHO, menekankan pentingnya cakupan vaksinasi yang luas. “Setidaknya 90% cakupan diperlukan selama setiap putaran kampanye untuk menghentikan wabah dan mencegah penyebaran polio secara internasional,” ujarnya dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB. WHO telah mengonfirmasi kasus pertama polio tipe 2 yang menyebabkan kelumpuhan pada seorang bayi di Gaza pada 23 Agustus lalu. Ini merupakan kasus pertama dalam 25 tahun terakhir di wilayah tersebut. Basem Naim, pejabat Hamas, menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan organisasi internasional dalam kampanye ini. Sementara itu, unit kemanusiaan militer Israel (COGAT) mengatakan bahwa kampanye vaksinasi akan dilakukan sebagai bagian dari jeda kemanusiaan rutin. Oren Marmorstein, juru bicara kementerian luar negeri Israel, menegaskan komitmen Israel untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan berkoordinasi dengan WHO dan UNICEF dalam kampanye vaksinasi ini. Robert Wood, Wakil Duta Besar AS untuk PBB, menekankan pentingnya Israel memfasilitasi akses dan menjamin periode tenang selama kampanye vaksinasi. Ia juga mendesak Israel untuk menghindari perintah evakuasi lebih lanjut selama periode ini. Konflik terbaru antara Israel dan Palestina dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang Israel dan menyandera sekitar 250 orang. Serangan balasan Israel terhadap Gaza telah menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina dan mengakibatkan pengungsian hampir seluruh populasi Gaza yang berjumlah 2,3 juta jiwa. Joyce Msuya, pejabat bantuan PBB, melaporkan bahwa untuk pertama kalinya dalam konflik yang telah berlangsung hampir 11 bulan ini, Israel telah membatalkan perintah evakuasi untuk tiga blok di Deir al-Balah. Hal ini memungkinkan tim PBB untuk kembali ke lokasi yang sebelumnya harus mereka tinggalkan. (zul) Baca juga :

Read More

Unri-Ponpes Aufia Latih Remaja Putus Sekolah Pasang PLTS

Pekanbaru — 1miliarsantri.net : Universitas Riau dan Pondok Pesantren Aufia Global Islamic Boarding School melatih remaja putus sekolah di Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, cara memasang instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). “Keterampilan ini semoga bisa menjadi bekal bagi warga sekitar untuk menghadapi peluang pembangunan PLTS skala rumah tangga, industri dan industri kelistrikan,” terang Ketua Tim pengabdian Unri, Dr. Iswadi Hasyim, ST, MT di Pekanbaru, Rabu. Menurut dia, pelatihan ini memuat materi pembangunan instalasi PLTS yang bertipe baterai, penyiapan kurikulum/modul pelatihan instalasi PLTS. Biaya kegiatan ini katanya lagi, bersumber dari dana DRTPM DIKTI dengan pelaksanaan harus dilakukan hingga akhir tahun 2024. Program ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mewajibkan dosen untuk berkontribusi kepada negara. “Dalam kegiatan pengabdian Unri itu melibatkan tiga dosen Fakultas Teknik dan FISIP Unri serta sejumlah mahasiswa fakultas teknik yang terlibat di perkuliahan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebuah program Kemendikbudristek bertujuan untuk mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja,” katanya. Program MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil baik di dalam maupun di luar program studi, di perguruan tinggi yang sama atau yang berbeda atau di luar perguruan tinggi dirangkaikan dengan pengabdian masyarakat melalui Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK) di pondok pesantren tersebut. “Semoga keberadaan LKP ponpes Aufia ini makin terjangkau oleh warga sekitar pondok dan memberikan peluang bagi remaja putus sekolah di sekitar ponpes itu bergabung dan mendapatkan keterampilan di bidang instalasi PLTS,” lanjutnya. PLTS adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik. Pembangkitan listrik dengan energi surya dapat dilakukan secara langsung menggunakan fotovoltaik, atau secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya. Fotovoltaik mengubah secara langsung energi surya menjadi energi listrik menggunakan efek fotolistrik. Komponen utama di dalam pembangkit listrik tenaga surya meliputi modul surya, inverter, dan baterai listrik. Sistem pembangkit listrik tenaga surya terbagi menjadi sistem terhubung jala listrik, sistem tidak terhubung jala listrik, sistem tersebar, sistem terpusat dan sistem hibrida. Masing-masing jenis sistem mempunyai kondisi penerapannya tersendiri. Pembangkit listrik tenaga surya dapat dibuat dengan beberapa jenis sistem penerapan antara lain sistem pencatu daya satelit, pencahayaan listrik, komunikasi, pompa air dan pendinginan. Pemusatan energi surya menggunakan sistem lensa atau cermin dikombinasikan dengan sistem pelacak untuk memfokuskan energi surya ke satu titik untuk menggerakan mesin kalor. Pemanfaatan energy terbarukan saat ini semakin meningkat, dan seiring semakin meningkatnya pemanasan global (global warming). Energi terbarukan pembangkit listrik tenaga surya termasuk yang paling banyak digunakan. Karena iklim di negara Indonesia adalah iklim tropis yang banyak mendapat sinar matahari, maka sangat cocok untuk menggunakan pembangkit listrik tenaga surya. (mik) Baca juga :

Read More

Dubes RI Bahas Promosi Bersama Produk Indonesia- Mesir

Mesir — 1miliarsantri.net : Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf didampingi Atase Perdagangan, M. Syahran Bhakti S. beserta staf melakukan pertemuan bisnis dengan KADIN Provinsi Fayoum. Dalam pertemuan yang dilakukan di kantor Kadin Fayoum baru baru ini, Magdi Taha Mohamed Gaballah, Ketua KADIN Fayoum, menyambut hangat kehadiran Duta Besar dan delegasi KBRI Kairo serta berharap pertemuan penting ini memberi manfaat bagi kepentingan perekonomian dan perdagangan kedua negara. Duta Besar RI, Lutfi Rauf menerangkan, hubungan dan kerja sama perdagangan RI-Mesir dalam 1 (satu) dekade terakhir dinilai cukup positif, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan Indonesia-Mesir pada tahun 2023 sebesar USD 1,51 miliar. Komoditas perdagangan kedua negara selama ini saling melengkapi tidak saling bersaing. Indonesia mensuplai minyak sawit dan turunannya, biji kopi, kakao, kertas, briket arang, sabun, tuna, sarden kalengan, benang dan produk potensial lainnya. Adapun Mesir mensuplai ke Indonesia diantaranya fosfat, kurma, jeruk, molases, anggur, stroberi, dan tanaman herbal. Magdi Taha, Ketua KADIN Fayoum, menyampaikan pihaknya sangat terbuka untuk bekerjasama dengan KBRI Kairo dan para pelaku usaha Indonesia termasuk KADIN di Indonesia. KADIN Fayoum menawarkan promosi bersama produk Indonesia dan produk Mesir, kerjasama KADIN Fayoum dengan KADIN di Indonesia. Duta Besar RI menyambut gagasan ini dalam upaya perluasan selebar-lebarnya akses pasar produk Indonesia dan juga produk Mesir, hal ini sejalan dengan kesepakatan Joint Trade Committe (JTC) yang telah dilakukan pertemuan perdana di Jakarta, 31 Juli 2024 lalu. Magdi juga menawarkan peluang investasi di bidang pariwisata bagi para pelaku usaha Indonesia untuk dapat berinvestasi di kawasan wisata Danau Qarun Fayoum. Selain itu, pertemuan ini juga membahas peluang ekspor-impor produk Mesir dan Indonesia serta mengaktifkan skema imbal dagang antara produk potensial kedua negara. Dalam pertemuan terpisah, Duta Besar RI melakukan field visit ke perusahaan El Tawheed for Import & Export. Delegasi diterima oleh Mr Khaled Khouly, Direktur Utama beserta jajaran Direksi. Khaled menyampaikan sangat mengapresiasi dukungan dan fasilitasi KBRI Kairo selama ini, sehingga saat ini potensi impor perusahaan El Tawheed dari Indonesia mencapai diatas USD 6 juta, dan kini El Tawheed ingin menambah suplai minyak goreng, sabun dan tuna kaleng dan sarden kaleng dari Indonesia. Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti menambahkan, beberapa penawaran kerjasama dari pihak KADIN Fayoum akan ditindaklanjuti baik dengan mengundang para pelaku usaha Fayoum ke Trade Expo Indonesia (TEI), 9 sd 12 Oktober 2024 mendatang dan mengundang pelaku eksportir Indonesia melakukan pameran dagang pada event Pameran Ahlan Ramadhan di Kota Fayoum, Kota Bersejarah yang dibangun oleh Nabi Yusuf Alaihissalam. (fat) Baca juga :

Read More

Empat Hadits yang Jadi Pengingat Agar tak Malas Tahajud

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sholat tahajud merupakan ibadah yang terbilang sulit dilakukan. Para pendiri sholat sunah ini harus bersedia untuk bangun pada sepertiga malam terakhir dan mengusir nafsu tidurnya. Untuk memotivasi kita agar mendirikan sholat tahajud, berikut beberapa hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan sholat tahajud. Pertama, shalat tahajud adalah ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah SWT “Hendaklah kalian mengerjakan sholat malam, karena itu merupakan kebiasaan orang saleh sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan mencegah penyakit dari badan.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim) Semua ibadah tentu akan mendekatkan kita pada Allah. Tapi, sholat Tahajud yang sangat dianjurkan pada sepertiga malam yang terakhir, atau sebelum Subuh karena pada waktu-waktu ini memang istimewa. Mengapa demikian? Rasulullah bersabda, “Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam, yaitu pada sepertiga malam yang terakhir. Dia berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku berikan, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni.” Sehingga ketika Sholat Tahajud yang kita kerjakan pada sepertiga malam yang terakhir bertepatan waktunya dengan turunnya Allah ke langit dunia. Tentu kita tak perlu membayangkan bagaimana turunnya Allah itu. Yang pasti, itu menunjukkan bahwa waktu tersebut istimewa. Ibadah istimewa yang dikerjakan pada waktu yang istimewa pasti memberikan manfaat yang juga istimewa. Dua, terbebas dari ikatan setan Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Setan mengikat kuduk (tengkuk) seseorang dengan tiga ikatan ketika dia tidur. Pada setiap skatan setan berbisik, “tidurlah, kamu mempunyai waktu malam yang panjang” Bila seseorang itu bangun dan berzikir kepada Allah Swt., maka lepaslah satu ikatan. Lalu, jika setelah itu dia berwudhu, satu ikatan lainnya terlepas. Dan jika setelah itu dia melakukan shalat malam, ikatan terakhir telah lepas. Sehingga keesokan harinya dia menjadi bersemangat dalam beribadah, terlepas segala ikatan kesempitan jiwa dan terlindungi dari rasa malas.” (HR Bukhari dan Muslim) Setan mengikat tengkuk kepala kita agar kita merasa berat untuk beribadah kepada Allah. Namun jika kita berhasil mengatasi rasa malas itu dan bangun di sepertiga malam yang terakhir untuk shalat Tahajud, artinya kita berhasil keluar dari tiga ikatan setan itu. Tiga, dijanjikan surga dan ruangan yang istimewa Diceritakan dari Abdullah bin Amr bin Ash ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah ruangan yang bagian luarnya bisa dilihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya bisa dilihat dari bagian luarnya.” Abu Musa Al-Asy’ari bertanya, “Bagi siapakah ruangan tersebut, Rasulullah?” Betjau menjawab, “Bagi orang yang berbicara dengan lemah lembut, memberikan makanan, dan shalat di waktu malam karena Allah di saat manusia terlelap tidur.” (HR. Ahmad) Sholat Tahajud dikatakan istimewa karena waktu mengerjakannya penuh tantangan. Malam yang larut, udara yang dingin, rasa kantuk yang menyiksa, dan kondisi badan yang lesu karena baru bangun tidur. Karena itulah, diberikan janji surga bagi siapa saja yang mampu melewati semua tantangan itu dan diberikan penghormatan lebih bagi orang-orang yang mau mengerjakan ibadah yang istimewa. Empat, menjadi sebab turunnya Rahmat Allah Dikisahkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun di waktu malam dan mengerjakan shalat, lalu ia membangunkan istrinya. Jika istrinya enggan bangun, ia memercikkan air ke wajah istrinya. Semoga Allah merahmati seorang istri yang bangun di waktu malam dan mengerjakan shalat, lalu ia membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan bangun, ia memercikkan air ke wajah suaminya.’” (HR. Abu Dawud) Setiap makhluk yang hidup di dunia ini pasti mendapatkan limpahan rahmat atau kasih sayang oleh Allah. Hanya saja, kasih sayang-Nya berbeda-beda, beda bentuknya, beda pula besarnya. Apa yang membedakan ini, tentu saja ketakwaan kita. Dengan mengerjakan sholat Tahajud, kita hakikatnya meminta kepada Allah agar diberi limpahan karunia terbaik sebagai wujud rahmat atau kasih sayang dari-Nya. Apa yang dibutuhkan oleh orang yang butuh uang? Pekerjaan. Apa yang dibutukan oleh orang yang sedang sakit? Kesembuhan. Sholat Tahajud insya Allah bisa menjadi ikhtiar batin kita agar kebutuhan-kebutuhan ini dipenuhi oleh Allah. (yan) Baca juga :

Read More

Raja Jawa yang tak Takut kepada Penjajah

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kerajaan Mataram Islam berada di puncak kejayaan saat dipimpin Sultan Agung. Raja Jawa tersebut dikenal tak tunduk kepada penjajah dari negeri Eropa: Belanda. Sultan Agung adalah raja dari Kerajaan Mataram yang berkuasa pada tahun 1613-1646. Ia memiliki ambisi besar untuk mempersatukan Pulau Jawa sehingga untuk memenuhi keinginan kuatnya tersebut dia mulai menaklukan wilayah sekitar kerajaan hingga ke daerah yang lebih jauh. Tak hanya di wilayah tengah Jawa saja, gerakan ekspansi Mataram juga hingga ke tanah Pasundan. Bahkan dia berambisi menaklukkan Batavia yang saat itu dikuasai VOC dan mencoba menaklukkan Banten. Dua kekuatan itu belum bisa ditaklukkan hingga Sultan Agung lengser. Dari dua kekuatan tersebut, hadirnya VOC yang saat itu sebagai penguasa di Batavia menjadi kendala terbesar bagi Sultan Agung. Bahkan dari dua kali penyerbuan, Pasukan Mataram tak bisa menembus Benteng Batavia. Pada 1628 dan 1629, Pasukan Mataram yang menyerbu Batavia gagal total setelah semangat juang pasukan Mataram turun drastis lantaran kehabisan bahan makanan. Salah satu lumbung pangan di Tegal dan Cirebon dihancurkan dan dibakar kompeni, sehingga pasukan Mataram kelaparan hingga banyak yang meninggal dunia. Saat itu banyak prajurit Mataram meninggalkan medan perang untuk mencari makanan ke hutan-hutan. Keadaan ini diperparah dengan ditolaknya permintaan bantuan bahan makanan kepada Banten. Kekurangan bahan makanan yang tidak bisa diatasi tersebut, membuat Sultan Agung terpaksa menarik mundur pasukan Mataram dari medan perang. Kisah Raja Jawa yang tak Takut BelandaNama asli Sultan Agung Hanyokrokusumo yang lahir pada 1593 dan wafat pada 1645) adalah Raden Mas Jatmika. Dia dikenal dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Sultan Agung merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Sultan Agung naik takhta pada tahun 1613 dalam usia 20 tahun dan dikenal sebagai salah satu raja yang berhasil membawa kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada 1627, tepatnya setelah empat belas tahun Sultan Agung memimpin kerajaan Mataram Islam. Pada masa pemerintahan Sultan Agung daerah pesisir seperti Surabaya dan Madura berhasil ditaklukan. Di bawah pemerintahannya, wilayah kekuasaan Mataram Islam meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat. Kehadiran Sultan Agung sebagai penguasa tertinggi, membawa Kerajaan Mataram Islam kepada peradaban kebudayaan pada tingkat yang lebih tinggi. Sebagai seorang raja, Sultan Agung memiliki berbagai keahlian. Mulai dari bidang militer, politik, ekonomi, sosial dan budaya,yang menjadikan peradaban kerajaan Mataram pada tingkat yang lebih tinggi. Sultan Agung merupakan penguasa lokal pertama yang secara besar-besaran melakukan perlawanan dengan Belanda yang kala itu hadir lewat kongsi dagang VOC (Vereenigde Ooos Indische Compagnie). Perlawanan Sultan Agung terhadap VOC di Batavia dilakukan pada tahun 1628 dan 1629. Sultan Agung melakukan perlawanan karena dia menyadari kehadiran VOC di Batavia dapat membahayakan hegemoni kekuasaan Mataram Islam di Pulau Jawa. Saat itu kekuasaan Mataram Islam meliputi hampir seluruh Jawa dari Pasuruan sampai Cirebon. Sementara saat itu VOC telah menguasai beberapa wilayah seperti di Batavia. Selain itu, kehadiran VOC akan menghambat penyebaran agama Islam di Jawa yang dilakukan Sultan Agung. Sultan Agung memiliki prinsip untuk tidak penah bersedia berkompromi dengan VOC maupun penjajah lainnya. Namun serangan Mataram Islam terhadap VOC yang berkedudukan di Batavia mengalami kegagalan disebabkan tentara VOC membakar lumbung persediaan makanan pasukan kerajaan Mataram Islam. Tak hanya di bidang politik dan militer, Sultan Agung juga mencurahkan perhatiannya pada bidang ekonomi dan kebudayaan. Upaya yang dilakukan Sultan Agung antara lain memindahkan penduduk Jawa Tengah ke Karawang, Jawa Barat, di mana terdapat sawah dan ladang yang luas dan subur. Sultan Agung juga meneruskan pendahulunya untuk meletakan dasar perkembangan Mataram Islam dengan memberikan pengajaran dan pendidikan kepada rakyat Mataram Islam. Karena itu, pada masa pemerintahannya, dia menempatkan ulama dengan kedudukan terhormat, yaitu sebagai pejabat anggota Dewan Parampara (Penasihat tinggi kerajaan). Dalam struktur pemerintahan kerajaan, dia mendirikan Lembaga Mahkamah Agama Islam, dan gelar raja-raja di Mataram Islam meliputi raja Pandita. Artinya di samping sebagai penguasa, raja juga sebagai kepala pemerintahan dan kepala agama (Islam). Sultan Agung juga berusaha menyesuaikan unsur-unsur kebudayaan Indonesia asli dengan Hindu dan Islam. Misalnya grebeg disesuaikan dengan Hari Raya Idul Fitri dan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang saat ini dikenal sebagai garebeg Puasa dan Grebeg Maulud. Penanggalan tahun saka dan kitab filsafat Sastra Gendhing juga ditulis Sultan Agung Sultan menjadi sebagai tuntunan hidup trah Mataram. Di bidang kebudayaan, Sultan Agung mengubah perhitungan peredaran matahari ke perhitungan peredaran bulan. Berkat semua yang dilakukannya dalam memajukan agama dan kebudayaan Islam, Sultan Agung pun mendapatkan gelar Susuhunan (Sunan) yang selama ini diberikan kepada Wali. Di lingkungan keraton Mataram Islam, Sultan Agung menetapkan pemakaian bahasa Bagongan yang harus dipakai oleh para bangsawan dan pejabat demi untuk menghilangkan kesenjangan satu sama lain. Kebijakan ini diharapkan dapat terciptanya rasa persatuan di antara penghuni istana. Ketika dia merasa ajalnya sudah dekat, menjelang 1645 Sultan Agung membangun Astana Imogiri sebagai pusat pemakaman keluarga raja-raja Kesultanan Mataram. Dia menjadi yang pertama. Sesuai dengan wasiatnya, Sultan Agung yang meninggal dunia tahun 1645 digantikan oleh putranya yang bernama Raden Mas Sayidin sebagai raja Mataram. Baca Juga : .

Read More

Upaya Penyelamatan Anak-anak Gaza dari Ancaman Polio

Gaza — 1miliarsantri.net : Uni Eropa mendesak agar segera diadakan gencatan senjata untuk memungkinkan vaksinasi polio bagi semua anak di Jalur Gaza. Seruan ini muncul setelah kasus pertama penyakit tersebut ditemukan di wilayah itu dalam 25 tahun terakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF berencana melakukan dua kampanye vaksinasi di seluruh wilayah Gaza dalam beberapa minggu mendatang. Mereka akan memberikan vaksin oral melawan poliovirus tipe 2 (cVDPV2) kepada lebih dari 640.000 anak. Josep Borrell, pejabat tinggi Uni Eropa, menyatakan bahwa komitmen semua pihak terhadap gencatan senjata sangat penting untuk kelancaran kampanye vaksinasi ini. Ia menekankan pentingnya mencegah wabah di tengah populasi yang sudah melemah akibat konflik berkepanjangan, kekurangan gizi, dan kondisi sanitasi yang buruk. Sebagian besar dari 2,4 juta warga Palestina di Gaza, dengan sekitar setengahnya adalah anak-anak, telah mengungsi dan terpaksa tinggal di wilayah yang semakin sempit. PBB dan organisasi non-pemerintah lainnya telah memperingatkan tentang memburuknya situasi kesehatan di Gaza. Genangan air, tumpukan puing dan sampah, suhu musim panas yang tinggi, serta kepadatan penduduk menciptakan kondisi yang sempurna bagi penyebaran wabah. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Lebih dari 3.000 Orang Menjadi Mualaf di Uni Emirat Arab

Riyadh — 1miliarsantri.net : Lebih dari 3.000 penduduk dan pengunjung di Uni Emirat Arab (UEA) memeluk Islam di paruh pertama 2024. Statistik mengejutkan tersebut disampaikan oleh Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal di Dubai, yang diwakili oleh Pusat Kebudayaan Islam Mohammed Bin Rashid. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan akan minat pada agama Islam dan upaya yang dilakukan untuk mengenalkan ajaran-ajaran Islam pada masyarakat. “Lebih dari 3.000 orang memeluk Islam menandakan keberhasilan upaya kami dalam mempromosikan pesan toleransi dan pemahaman yang disampaikan oleh agama mulia kami,” terang Direktur Eksekutif Sektor Urusan Islam, Dr Omar Mohammed Al Khateeb, seperti dikutip dari Gulf Today, Sabtu (31/8/2024). Omar Mohammed menambahkan, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik namun mewakili transformasi dalam kehidupan masyarakat dan keinginan mereka untuk mengadopsi nilai-nilai perdamaian dan cinta kasih. “Di Pusat Kebudayaan Islam Mohammed Bin Rashid, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada semua mualaf baru melalui program pendidikan komprehensif yang dirancang untuk menawarkan pemahaman Islam yang mendalam dan menyeluruh. Kami juga berdedikasi untuk memfasilitasi adaptasi dan integrasi mereka. ke masyarakat dengan menyediakan sumber daya dan bimbingan yang diperlukan.” sambungnya. Omar mencatat bahwa Pusat Kebudayaan Islam Mohammed Bin Rashid terus melakukan serangkaian inisiatif dan acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran beragama dan mendorong keterlibatan positif dengan masyarakat. Selain itu, ia memberikan dukungan dan bimbingan kepada individu yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang Islam. Pendekatan ini selaras dengan visi Dubai untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi dan keragaman budaya serta mencerminkan upaya berkelanjutan emirat untuk membangun komunitas yang beragam dan saling berhubungan. (dul) Baca juga :

Read More

Kemenag Bahas Kurikulum Pondok Pesantren Eks Jamaah Islamiyah

Jakarta — 1miliarsamtri.net : Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kurikulum Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jamaah Islamiyah. FGD berlangsung di Jakarta dan diikuti perwakilan eks Jamaah Islamiyah, perwakilan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, sejumlah akademisi, jajaran Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD POntren), widyaiswara, dan utusan dari Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah. Hadir sebagai narasumber, Staf Khusus Menteri Agama Nuruzzaman. Selaku fasilitator, koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid. Direktur PD Pontren Basnang Said mengatakan, kurikulum baru diperlukan dalam rangka menciptakan santri-santriwati generasi muda yang mencintai NKRI. “Tujuannya adalah dalam rangka meluruskan pembelajaran pendidikan agama di pondok pesanten yang eks-eks Jamaah Islamiyah yang selama ini dianggap melenceng dari semangat NKRI. Dengan penyusunan kurikulum nanti ini, kita akan menyampaikan poin-poin penting apa yang kira-kira sebaiknya diajarkan oleh para pengasuh pesantren bagi santri-santri kita,” terang Basnang di Jakarta, Sabtu (31/8/2024). Basnang berharap FGD dapat merumuskan kurikulum yang baik untuk diajarkan di setiap pesantren yang terafiliasi JI. Kurikulum yang diajarkan itu senafas dengan kurikulum yang selama ini diajarkan di pondok-pondok pesantren milik Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah atau ormas lainnya. Selain kurikulum, lanjut Basnang, pengasuh pesantren eks Jamaah Islamiyah juga menjadi fokus perharian Kementerian Agama. Sebab, kurikulum yang dirumuskan juga harus dipastikan dapat diimplementasikan secara optimal. “Makanya ini nanti kita akan cek semuanya, siapa pengasuhnya, latar belakang pendidikannya apa, kalau pernah berlatar belakang kelompok- kelompok kanan bisa kita gembleng kembali supaya kembali ke wadah NKRI,” ungkapnya. Kemenag saat ini belum mengetahui secara persis jumlah data pesantren yang terafiliasi JI. Data tersebut masih dihimpun dan dihitung. Basnang memperkirakan jumlahnya ada puluhan. Jika ada pesantren yang belum berizin, itu akan diproses agar bisa mendapatkan izin resmi. “Setelah kemudian kira-kira pesantren itu kami ada dapatkan datanya, maka selanjutnya kami akan menglist mengecek di data Kementerian Agama. Yang belum berizin nanti tentu kami akan mengkoordinasikan dengan Kementerian Agama (tingkat) kabupaten kota dan provinsi,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More