Gus Baha: Ingat Allah, Lupakan Masalah

Rembang — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah kajian yang mencerahkan, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menyampaikan pesan yang menggetarkan hati tentang keutamaan zikir dan mengingat Allah. Ulama kharismatik ini menekankan bahwa kesibukan dalam mengingat Allah, baik melalui Al-Quran maupun cara lainnya, jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan sibuk meminta-minta kepada-Nya. “Orang yang sibuk ingat Allah, baik dengan quran maupun yang lain, pokoknya sibuk ingat Allah, sampai dia itu lupa meminta, itu akan Allah kasih di atas. Permintaan orang-orang yang minta, karena ingat Allah itu lebih mudah,” ujar Gus Baha. Gus Baha juga mengutip perkataan Sayyid Abdullah Al-Haddad, seorang ulama besar dari Yaman, yang menegaskan bahwa mengingat Allah itu lebih mudah dibandingkan mengingat nasib diri sendiri. Beliau menjelaskan bahwa Allah memiliki nama-nama yang indah (Asmaul Husna) dan sifat-sifat yang mulia, seperti Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). “Daripada anda ingat nasib anda, capek. Sepertinya pernah shalat lama, puasa lama, tapi maksiatnya juga lama,” tuturnya sembari mengingatkan bahwa fokus pada diri sendiri seringkali membawa kelelahan spiritual. Beliau juga menyinggung tentang fenomena yang sering terjadi di masyarakat, di mana orang-orang kadang lebih antusias menghadiri acara hiburan dibandingkan acara keagamaan. “Maulid ya biasa datang 2 jam, tapi dangdutannya ya pernah 3 jam, ruwet ini,” tambahnya dengan nada yang mengundang introspeksi. Gus Baha menekankan bahwa mengingat diri sendiri seringkali membawa kerumitan, sementara mengingat Allah membawa ketenangan dan keberkahan. Beliau mengajak umat untuk senantiasa mengingat keagungan Allah melalui nama-nama dan sifat-Nya yang mulia. “Kalau ingat kamu itu ruwet, tapi kalau ingat Allah, Allah, Allah lahul asmaul husna. Allah, Allah lahul sifatul ula. Allah, Allah arhamur rahimin. Allah, Allah rahman rahim, yang disebut,” jelasnya, menggambarkan betapa mudah dan menenangkannya berzikir kepada Allah. Gus Baha menutup kajiannya dengan pesan yang menggugah, “Sudahlah kamu senang saja, Allah itu punya sifat yang luar biasa, dan sifat Allah itu pasti ngefek ke kita.” Pernyataan ini menegaskan bahwa dengan mengingat dan menghayati sifat-sifat Allah, kita akan merasakan dampak positifnya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan Gus Baha ini menjadi pengingat berharga bagi umat Muslim untuk senantiasa memprioritaskan zikir dan mengingat Allah dalam keseharian. Dengan melakukan hal tersebut, diharapkan kita dapat meraih keberkahan dan ketenangan hati yang jauh melampaui apa yang bisa kita peroleh dari sekadar meminta-minta atau terlalu fokus pada urusan duniawi. (hud) Baca juga :

Read More

Vaksin Polio Mulai Disebar di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pejabat kesehatan menyatakan kampanye vaksinasi polio telah dimulai di Gaza pada hari Sabtu setelah wilayah yang dilanda perang itu mencatat kasus pertama penyakit tersebut dalam seperempat abad. Moussa Abed, direktur perawatan kesehatan primer di kementerian kesehatan Gaza, mengatakan kepada AFP bahwa pejabat kesehatan setempat bersama PBB dan LSM “mulai hari ini kampanye vaksinasi polio di wilayah tengah.” Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada hari Kamis bahwa Israel telah menyetujui serangkaian “jeda kemanusiaan” tiga hari di Gaza untuk memfasilitasi vaksinasi, meskipun sebelumnya pejabat mengatakan kampanye tersebut telah dimulai pada hari Minggu. Setelah dimulai di Gaza tengah, vaksin akan diberikan di Gaza selatan dan kemudian di Gaza utara. Kampanye yang melibatkan dua dosis ini bertujuan untuk mencakup lebih dari 640.000 anak di bawah 10 tahun. Michael Ryan, wakil direktur jenderal WHO, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB minggu ini bahwa 1,26 juta dosis vaksin oral telah dikirim ke Gaza, dengan 400.000 dosis lagi yang masih akan tiba. Kementerian kesehatan Palestina yang berbasis di Ramallah sebelumnya bulan ini mengatakan bahwa tes di Yordania telah mengonfirmasi polio pada bayi berusia 10 bulan yang tidak divaksinasi dari Gaza tengah. Virus polio sangat menular dan paling sering menyebar melalui limbah dan air yang terkontaminasi – masalah yang semakin umum di Gaza saat perang Israel-Hamas berlanjut. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Polio dapat menyebabkan cacat dan kelumpuhan, dan berpotensi fatal. Bakr Deeb mengatakan kepada AFP pada hari Sabtu bahwa dia membawa tiga anaknya – semuanya di bawah 10 tahun – ke tempat vaksinasi meskipun awalnya ragu tentang keamanannya. “Awalnya saya ragu dan sangat takut akan keamanan vaksinasi ini. Setelah ada jaminan keamanannya, dan dengan semua keluarga pergi ke tempat vaksinasi, saya memutuskan untuk pergi dengan anak-anak saya juga, untuk melindungi mereka,” ungkap Abed, pejabat kesehatan, menekankan pada hari Sabtu bahwa vaksin tersebut “100 persen aman. Perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Israel selatan pada 7 Oktober yang mengakibatkan kematian 1.199 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel. Kampanye militer pembalasan Israel telah menewaskan setidaknya 40.691 orang di Gaza, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut. Kantor hak asasi PBB mengatakan sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak. Pemboman Israel yang tak henti-hentinya juga menyebabkan krisis kemanusiaan besar dan menghancurkan sistem kesehatan. (zul/AFP) Baca juga :

Read More

Kasus Polio Pertama di Gaza Setelah 25 Tahun

Gaza — 1miliarsantri.net : Otoritas kesehatan di Jalur Gaza mengkonfirmasi kasus polio pertama dalam 25 tahun pada awal bulan ini. Infeksi dan kelumpuhan parsial yang dialami Abdul-Rahman Abu Al-Jidyan, bayi berusia hampir setahun, mempercepat rencana kampanye vaksinasi massal untuk anak-anak di seluruh wilayah Palestina mulai 1 September. Israel dan Hamas telah menyepakati jeda pertempuran selama tiga hari di masing-masing dari tiga zona Gaza untuk memungkinkan ribuan pekerja PBB memberikan vaksin. Strain yang sama yang kemudian menginfeksi bayi Palestina tersebut, berasal dari virus polio turunan vaksin tipe 2 yang juga telah terdeteksi di air limbah di beberapa negara maju dalam beberapa tahun terakhir. Virus ini ditemukan pada Juli di enam sampel air limbah yang diambil di Khan Younis dan Deir al Balah. Belum jelas bagaimana strain tersebut tiba di Gaza, tetapi sekuensing genetik menunjukkan bahwa virus ini mirip dengan varian yang ditemukan di Mesir yang mungkin telah masuk sejak September 2023, kata WHO. Badan kesehatan PBB mengatakan bahwa penurunan vaksinasi rutin di Wilayah Palestina yang Diduduki, termasuk Gaza, telah berkontribusi pada kemunculan kembali virus ini. Cakupan vaksinasi polio, yang terutama dilakukan melalui imunisasi rutin, diperkirakan mencapai 99 persen pada 2022 dan turun menjadi 89 persen pada 2023. Petugas kesehatan mengatakan penutupan banyak rumah sakit di Gaza, seringkali karena serangan Israel atau pembatasan bahan bakar, telah berkontribusi pada penurunan tingkat vaksinasi. Israel menyalahkan Hamas, mengatakan mereka menggunakan rumah sakit untuk tujuan militer. Pekerja bantuan mengatakan kondisi sanitasi yang buruk di Gaza, di mana selokan terbuka dan tumpukan sampah menjadi hal yang umum setelah hampir 11 bulan perang, telah menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi penyebaran virus. Militer Israel dan kelompok militan Palestina Hamas telah menyepakati tiga jeda pertempuran terpisah selama tiga hari untuk memungkinkan putaran pertama vaksinasi. Kampanye ini dijadwalkan dimulai di Gaza tengah pada hari Minggu dengan tiga hari berturut-turut jeda pertempuran, kemudian pindah ke Gaza selatan, di mana akan ada jeda tiga hari lagi, diikuti oleh Gaza utara. Ada kesepakatan untuk memperpanjang jeda di setiap zona menjadi hari keempat jika diperlukan. Vaksin, yang dilepaskan dari stok darurat global, telah tiba di Gaza dan akan diberikan kepada 640.000 anak di bawah 10 tahun. Vaksin akan diberikan secara oral oleh sekitar 2.700 petugas kesehatan di pusat-pusat medis dan oleh tim mobile yang bergerak di antara ratusan ribu orang Gaza yang mengungsi akibat perang, kata pekerja bantuan PBB. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa pelaksanaan yang berhasil membutuhkan cakupan setidaknya 95%. Unit kemanusiaan militer Israel (COGAT) mengatakan bahwa kampanye vaksinasi akan dilakukan dalam koordinasi dengan militer Israel “sebagai bagian dari jeda kemanusiaan rutin yang akan memungkinkan penduduk mencapai pusat-pusat medis tempat vaksinasi akan diberikan”. Putaran kedua direncanakan pada akhir September. Kasus Gaza yang berasal dari vaksin dianggap sebagai kemunduran dalam perjuangan global melawan polio yang telah menurunkan kasus lebih dari 99 persen sejak 1988 berkat kampanye vaksinasi massal. Polio liar saat ini hanya endemik di Pakistan dan Afghanistan meskipun lebih dari 30 negara masih terdaftar oleh WHO sebagai subjek wabah, termasuk tetangga Gaza, Mesir dan Israel. Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan adanya penyebaran lebih lanjut polio di dalam Gaza dan melintasi perbatasan mengingat kondisi kesehatan dan kebersihan yang buruk di sana. Poliomielitis, yang terutama menyebar melalui jalur fekal-oral, adalah virus yang sangat menular yang dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan dan kematian pada anak-anak kecil dengan risiko tertinggi pada usia di bawah 2 tahun. Dalam hampir semua kasus, virus ini tidak menunjukkan gejala, sehingga sulit dideteksi. (zul) Baca juga :

Read More

Tips Mindfulness Dari Umar Bin Khattab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Al-Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyampaikan sebuah hadist Rasulullah tentang pentingnya menundukkan hawa nafsu, رَجَعْنَا مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَي اْلجِهَادِ اْلأَكْبَرِ. قَالُوا: وَمَا جِهَادُ اْلأَكْبَرِ؟ قَالَ: جِهَادُ اْلقَلْبِ أَوْ جِهَادُ النَّفْسِ. Rasulullah bersabda, “Kita telah kembali dari jihad kecil menuju jihad besar.” Para sahabat berkata, “Apakah jihad besar itu?” Nabi menjawab, “Jihad hati atau jihad nafsu.” Hadist tersebut disampaikan setelah kepulangan Nabi dan para sahabat dari perang Badar. Makna utamanya adalah berperang melawan hawa nafsu sama pentingnya dengan berperang melawan musuh yang memegang senjata. Makna lain dari sabda Rasulullah tersebut untuk memberi penekanan bahwa detik-detik perang melawan musuh sudah selesai, dengan perkataan beliau roja’na (kita sudah kembali). Artinya, medan bertempur telah ditinggalkan. Maka jangan sampai pikiran ini masih saja “menghadapi musuh”. Apa yang sudah terjadi maka lepaskanlah dan segera beralih kepada apa yang ada di hadapan kita sekarang. Selanjutnya Rasulullah menerangkan bahwa perjuangan yang kini sedang dihadapi adalah melawan hawa nafsu, maka inilah jihad yang ditempuh berikutnya. Bandingkan dengan orang-orang musyrik yang kalah dalam perang Badar, saat mereka kembali ke kampung halaman ternyata pikiran mereka masih saja “menghadapi musuh” padahal kenyataannya mereka sudah berada di rumah. Mereka masih menyimpan dendam, matanya tidak bisa tidur memikirkan apa yang sudah selesai tersebut. Itulah sebabnya mereka lanjut mengatur siasat pembalasan yang kelak menjadi perang Uhud. Alangkah indahnya Rasulullah yang mengajarkan agar pikiran kita benar-benar berada pada momentum yang sedang berlangsung. Apabila di medan tempur, tentu berjihad melawan musuh. Namun setiba di rumah, tinggalkan musuh dan waktunya berjihad melawan nafsu.Inilah yang disebut orang-orang barat di masa kini sebagai mindfulness, yaitu seni menikmati hidup menurut momen yang sedang berlangsung. Bukan momen yang telah berlalu. Contohnya ketika kemarin kita bertemu tetangga, lantas ia mengucapkan kalimat yang menyinggung perasaan kita. Tentu saja kita tersinggung ketika kemarin mendengarnya. Namun menjadi aneh, jika sampai hari ini kita masih tersinggung. Karena detik-detik proses mendengarnya sudah selesai. Artinya, momen tersebut harus sudah ditinggalkan. Jika kita terus memikirkan ucapan tetangga tersebut, sama saja pikiran ini masih “menghadapi musuh”. Apa yang sudah terjadi maka lepaskanlah dan segera beralih kepada apa yang ada di hadapan kita sekarang. Tak salah jika Sahabat Umar bin Khattab memberi tips mindfulness seperti tersebut dalam kitab Al-Iqdul Farid, إذا سمعت الكلمة تؤذيك فطأ طئ لها حتى تتخطاك “Jika engkau mendengar kata-kata yang menyakitkan dirimu tundukkanlah kepalamu sehingga kata-kata tersebut berlalu.” Mengertilah kita bahwa prinsip live in the moment (hidup pada saat yang sedang berlangsung) adalah warisan dari Rasulullah dan para sahabat. Sejatinya bila kita praktikkan dengan sungguh-sungguh akan diperoleh kedamaian sejati. Karena kita tak perlu meresahkan apa yang sudah berlalu. (yan) Baca juga :

Read More

Perpustakaan UI Juara 1 Setelah Manfaatkan AI untuk Olah Naskah Kuno

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tim Peneliti Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih Juara 1 pada Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-15 tahun 2024, yang memanfaatkan potensi besar Artificial Intelligence (AI) dalam mengolah, menerjemahkan, dan mentranskripsi naskah kuno beraksara China tradisional. “Dengan kemampuan teknologi AI yang terus meningkat, pemustaka juga dapat menemukan dan memahami isi dalam naskah kuno China tradisional meskipun belum pernah belajar tulisan dan bahasa China tradisional,” terang Kepala UPT Perpustakaan UI Mariyah di Kampus UI Depok, Kamis. Dari penelitian yang dilakukan oleh Mariyah S Sos M Hum, dan Sony Pawoko S Sos MTI, diketahui bahwa proses pengkatalogkan naskah kuno dengan bantuan teknologi AI menjadi lebih mudah, dan dapat diterapkan dalam sistem di Perpustakaan UI. Dia menjelaskan, saat ini UI memiliki 10.000 judul koleksi naskah kuno beraksara China tradisional. Naskah-naskah ini tidak hanya penting secara historis bagi bangsa Indonesia, tetapi juga memberikan wawasan tentang kehidupan, budaya, hukum, pemerintahan, filsafat, nilai-nilai, dan pengetahuan yang dikembangkan oleh peradaban Tiongkok selama berabad-abad. Teknologi Optical Character Recognition (OCR) berbasis deep learning yang ada pada Google Lens, berhasil mengenali karakter China tradisional dengan presisi tinggi. Hasil dari OCR tersebut dapat dilakukan penyalinan teks dengan sempurna, sehingga memudahkan dalam penerjemahkan teks yang terdapat dalam naskah kuno. Menurut Sony, naskah kuno China tradisional banyak yang memiliki kaitan dengan sumber primer literatur sejarah di Indonesia. Prasasti Kudadu dan Kakawin Negara Kertagama yang membahas berdirinya Majapahit, perlu didukung literatur sezaman dari China. Sumber literatur sezaman ditulis pada masa dinasti Yuan dan juga prasati yang dibuat oleh para jenderal yang diutus oleh Kubilai Khan untuk menaklukkan Nusantara. Misi itu sekaligus menuntut balas atas perlakuan Raja Kertanegara dari Singhasari yang tidak mau tunduk pada kekaisaran Mongol, bahkan merusak wajah dan memotong telinga utusannya yang bernama Men Shi. “Dari sumber sezaman dari China ini, kita dapat melengkapi 5W + 1H dari penulisan sejarah yang belum lengkap,” katanya. Pada prasasti Pasir China di Pulau Serutu yang beraksara China tradisional, kita mengetahui penyerangan ke Jawa oleh Dinasti Yuan menggunakan 500 kapal, jika satu kapal dapat memuat 50 orang maka sesuai dengan catatan para jenderal, yaitu Shi-bi, Ike Mese, dan Gaoxing yang mengatakan bahwa jumlah pasukannya berjumlah antara 20.000-30.000 prajurit perang. Dari catatan mereka kita juga tahu waktu kedatangan dan penyerangan ke Daha. Lebih lanjut ia menambahkan, temuan ini tentunya sangat membanggakan, karena dapat menjadi awal untuk mengolah koleksi naskah kuno China tradisional yang sudah puluhan tahun belum dikelola dan dilayankan kepada pemustaka. KPDI ke-15 tahun 2024 yang dihadiri lebih dari 350 peserta ini bertujuan untuk menjadi sarana berbagi pengalaman, pengetahuan, saran dan rumusan mengenai implementasi dan pemanfaatan AI dalam perpustakaan digital. Rangkaian dalam konferensi tersebut, meliputi presentasi makalah, workshop, diskusi panel, pameran serta memperkenalkan seni dan budaya Lampung. Sebanyak 110 makalah call for paper masuk untuk mengikuti konferensi ini, namun hanya 16 makalah yang terpilih dan lolos untuk dipresentasikan di perhelatan KPDI ke-15 ini. (rid) Baca juga :

Read More

Siswi Madrasah Muallimaat Juarai Kompetisi Internasional di Thailand

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Tim Hizbul Wathan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta meraih prestasi ajang International Scout Camp (ISC) di Thailand. Tim yang terdiri lima siswi tersebut meraih silver award dan special award. Sebanyak 22 peserta didik Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengikuti kegiatan kepanduan ISC di Thailand pada tanggal 20-28 Agustus 2024 di Sangkhom Islam Wittaya di Sadao District Songkhla Thailand. Kegiatan ISC yang telah berlangsung selama lima tahun ini diikuti oleh tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand. Terdapat beberapa pelatihan yang harus diikuti oleh 22 peserta dari Mu’allimaat sebelum melaksanakan perkemahan Internasional di Songkhla Thailand, di antaranya pelatihan manajemen diri, leadership, tapak suci, baris berbaris, public speaking, tali temali, membuat karya batik tulis, pengolahan limbah organik, membuat yel-yel dan pengelolaan limbah maggot. Tim yang terdiri dari 5 siswi ini mengusung tema kelestarian lingkungan dengan mengulik topik pengelolaan limbah sebagai upaya penanganan pencemaran lingkungan akibat limbah. Tim inovasi menawarkan solusi penanganan cemaran limbah anorganik dengan pembuatan ecobrick. Sementara limbah organik dapat diolah dengan bantuan budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Sebagai negara berkembang, topik ini menarik untuk dibahas karena ide inovatif sekaligus meningkatkan nilai tambah dari limbah. Ecobrick ditampilkan dalam presentasi limbah anorganik, berdampingan dengan partisi dari botol gelas minuman bekas untuk tirai hiasan. Penjurian dengan pemaparan singkat, penampilan model, dan tanya jawab. Inovasi ini tergolong baru di Thailand, terutama inovasi budidaya maggot. Harapannya, ide yang diusung dapat diterapkan di lokasi setempat dengan modifikasi. Presentasi dilaksanakan pada Kamis, 22 Agustus 2024 dan diikuti oleh 24 tim inovasi. (mif) Baca juga :

Read More

Kesetaraan Ibadah Wanita Terlihat Saat Berhaji

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kesetaraan sebagai nilai yang diarusutamakan oleh manusia modern dan agenda emansipasi tampak jelas dalam praktik ibadah haji. Jamaah haji laki-laki dan perempuan memiliki kewajiban yang sama, yakni melaksanakan wukuf di Arafah dan Muzdalifah, mabit dan lempar jumrah di Mina, thawaf, sa’i, dan tahallul. Selain itu, menarik untuk menilik kesetaraan pada aspek-aspek lain yang ada dalam lingkup haji. Nuansa Setara Pada saat haji tahun ini 2024, banyak dilihat dan dierasakan secara langsung nuansa kesetaraan antara laki-laki dan perempuan yang begitu kuat dan nyata di setiap aspeknya. Pertama, dalam kepanitiaan haji, hampir di setiap bidang atau tusi terdapat petugas laki-laki dan perempuan. Di tusi lansia, misalkan, bukan hanya petugas laki-laki an, akan tetapi juga petugas perempuan menggendong atau mengangkat lansia yang tak sanggup berjalan dan tak ditemukan alat dorong. Hanya saja bedanya, petugas perempuan hanya menggendong lansia perempuan alias nenek-nenek dan tidak menggendong lanisa laki-laki alias kakek-kakek. Sedangkan petugas laki-laki menggendong lansia laki-laki dan lansia perempuan. Tim Sektor 2 Madinah, Amin Hidayatullah dan Idham Khalid, menggendong lansia nenek-nenek dan lansia kakek-kakek. Bahkan yang digendeong Amin Hidayat tanpa pandang bulu, ada yang bertubuh kurus dan kecil dan ada yang bertubuh besar dan tinggi. Semua diangkut tanpa merasa berat. Amin Hidayat merasa takjub sendiri, kok bisa menggendong lansia yang gede dan tinggi di Madinah. Padahal waktu di tanah air menggendong istri sendiri saja tidak kuat atau sempoyongan. Mungkin ini fadhilah (keutamaan) dari Allah dan syafaat Rasulullah. Di bagian transportasi pun ada petugas laki-laki dan perempuan. Para petugas perempuan dan laki-laki mengatur lalu lintas dan menertibkan jamaah haji yang mau masuk ke bus-bus yang terparkir di terminal bus shalawat di samping Masjidil Haram Mekah. Tukang parkir dan kerja-kerja pengaturan lalu lintas bus-bus di terminal yang biasanya identik sebagai pekerjaan laki-laki, tak berlaku bagi petugas haji. Sedangkan bidang-bidang yang lain, seperti bagian konsumsi, pembimbing ibadah, akomodasi, linjam (perlindungan jamaah) dari kalangan militer dan kepolisian, tim kesehatan dari para dokter, seksi khusus Masjid Nabawi, dan lainnya sudah tentu terdapat petugas laki-laki dan perempuan, lantaran termasuk kerja-kerja yang sudah biasa dikerjakan oleh laki-laki maupun perempuan Kedua, dari Arab Saudi sendiri, jika dibandingkan ketika haji pada 2003 dan tahun ini 2024, telah terjadi transformasi yang cukup signifikan terkait kesetaraan laki-laki dan perempuan. Saat ini, 2024, keamanan Arab Saudi terdapat laki-laki dan perempuan, pelayan toko-toko baik toko sajadah dan prafum maupun stand-stand kartu dan pulsa handpond. Beberapa kali terlihat perempuan mengendarai mobil melintas di depan Masjid Nabawi. Perubahan ini tak bisa lepas dari pengaruh kebijakan yang diterapkan oleh MBS (Muhammad bin Salman) yang terkenal sebagai putra mahkota Arab Saudi yang getol mengarus utamakan pemahaman moderat dan progresif Islam dalam rangka menyongsong 2030. Yang paling terharu ialah semua jamaah haji baik laki-laki maupun perempuan diberi kesempatan ziarah ke raudhah, kuburan Rasulullah SAW. Raudhah adalah salah satu tempat mustajab (mudah dikabulkan doa-doa yang dipanjatkan). Ada waktu-waktu tertentu untuk ziarah bagi jamaah haji laki-laki, dan ada waktu-waktu tertentu bagi jamaah haji perempuan. Pembagian waktunya saya lihat cukup adil dan sama, jika pagi hari sampai sore untuk perempuan, maka malam hari untuk laki-laki atau kadang berselang seling antara jamaah haji laki-laki dan perempuan. Jamaah haji laki-laki yang ziarah berkomunikasi dan dikordinir oleh seksus Nabawi laki-laki, dan jamaah haji perempuan dikoordinir oleh seksus Nabawi perempuan. Muhammad dari Kalimantan, salah satu tugasnya ialah memohonkan tasrih ziarah raudah ke Daker Madinah, mengkomunikasikan kepada Seksus Nabawi serta kadang sampai mengantar jamaah haji yang akan ziarah ke raudhah. Ketika mengantar jamaah haji perempuan, seksus Nabawi sudah memegang tasrih yang kemudian diserahkan kepada pihak keamanan perempuan raudhah. Berkomunikasi dan mengatur serta menertibkan jamaah perempuan berbaris secara seksama untuk antri. Ziarah raudah, kuburan Rasulullah, diberikan sekitar 15 sampai dengan 20 menit. Cukup untuk shalat sunnah dua rakaat, doa, dan bahkan baca surah Yasin secara tartil dan cepat. Fasilitas ziarah raudah, kuburan Rasulullah SAW dari pihak Madinah, Arab Saudi, ini menjadikan stigma bahwa Wahabi Arab Saudi mengharamkan ziarah kubur mendadak ambrol, rontok, dan tidak sekestrim yang diasumsikan. Ketiga, shaf (barisan) shalat jamaah yang berada di teras Masjid Nabawi di bawah payung-payung hidrolik nan cantik yang menempatkan barisan jamaah laki-laki di belakang jamaah perempuan. Akan kita sadari ketika ada salah seorang jamaah haji yang menanyakan apakah shalatnya sah atau tidak? Tentu terdapat jawaban bahwa shalatnya adalah sah. Sebab masalah shaf (barisan) shalat jamaah tidak ada kaitan dengan sah atau tidaknya shalat, sebab bukan menjadi salah satu syarat dan rukun shalat. Dan hal itu sudah barang tentu hasil ketetapan dari pendapat dan fatwa para ulama yang ada di Madinah dan Mekah yang dapat dipercaya dan dipegang keabsahannya. Memang betul bahwa ketika kita memasuki pintu gerbang 328, misalkan, maka kita akan melihat shaf (barisan) jamaah laki-laki berada di belakang jamaah perempuan yang disela oleh jalan untuk lewat para jamaah untuk mencari tempat shalat yang masih kosong. Bagi nalar awam mungkin terasa janggal. Karena tak terbiasa melihat fenomena itu, dan pengetahuannya terbatas pada praktik jamaah shalat di kampung halamannya yang tak ada praktik seperti itu. Menyikapi Kodrat Ada perbedaan yang bersifat kodrati antara Perempuan dan laki-laki. Yaitu Perempuan mengeluarkan darah haid secara rutin setiap bulan, sedangkan laki-laki tidak haid. Perempuan yang sedang haid tentu saja secara syariat tidak diperkenankan untuk melaksanakan ibadah shalat dan puasa. Lalu, bagaimana dengan ibadah haji, umrah, thawaf, sa’i dan rukun-rukun haji yang lain manakala Perempuan sedang mengalami haid? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki dalam kitab al-Hajju Fadhailun wa Ahkamun menjelaskan bahwa, pertama, adalah boleh dan sah perempuan yang menggunakan obat atau suntik untuk menghentikan darah haid/menstruasi agar bisa melaksanakan thawaf dengan sempurna, meski setelah thawaf selesai darahnya kembali mengalir. Kedua, darah menstruasi perempuan terputus atau tak mengalir dalam satu waktu tanpa ada sebab obat atau suntik, sebab darah menstruasi tidak selalu mengalir setiap saat dan ada waktu-waktu di mana darah itu berhenti. Jika seorang perempuan melaksanakan thawaf pada waktu-waktu di mana darah menstruasi berhentik di masa haid, yang tentunya didahului dengan mandi besar, maka menurut salah satu dari dua pendapat Mazhab Syafii adalah sah thawafnya, meski setelah melaksanakan thawaf darahnya mengalir kembali. Beberapa ulama yang berpendapat itu ialah Syekh Imam Abu Hamid, Syekh…

Read More

Kemenag Minta Semua Stasiun TV Ganti Adzan Via Running Text Selama Misa Akbar Paus

Jakarta — 1miliarsantri.net : Selama kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan imbauan agar stasiun televisi berkenan untuk menyiarkan adzan Magrib dalam bentuk running text ketika menayangkan secara langsung ibadah misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/9/2024) esok. Hal itu sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika tertanggal 1 September 2024. Surat itu juga mengimbau agar seluruh televisi nasional menyiarkan secara langsung dan tidak terputus ibadah misa akbar yang dipimpin Paus Fransiskus besok. “Kementerian Agama menyarankan agar Misa yang dipimpin oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 September 2024 pada pukul 17.00 s.d. 19.00 WIB disiarkan secara langsung dengan tidak terputus pada seluruh televisi nasional,” demikian bunyi surat yang ditandangani Dirjen Bimas Katolik Suparman dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin tersebut. Kemenag juga mengingatkan bahwa adzan Maghrib yang kemungkinan berlangsung di sela-sela ibadah misa akbar tersebut tetap disiarkan. Hanya saja, Kemenag mengimbau agar penyiaran adzan Maghrib dilakukan dengan cara running text atau teks berjalan yang muncul di layar televisi. “Sehubungan dengan hal tersebut, mohon kiranya penyiaran adzan Maghrib dapat dilakukan dengan running text,” demikian tertulis dalam surat tersebut. Imbauan itu keluar setelah Panitia Kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus meminta agar Kemenag berkenan menjembatani komunikasi dengan organisasi keagamaan terkait penyiaran adzan Maghrib di pada saat ibadah misa akbar di GBK. Menteri Agama RI Yaqut Choil Qoumas yang turut menyambut langsung kedatangan Paus Fransiskus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (3/9/2024) siang, menyebut kunjungan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik itu harus dimaknai dengan keinginan untuk membangun perdamaian antarumat beragama. Oleh karena itu, Menag mengajak masyarakat Indonesia dapat menunjukkan persatuan dan kesatuan serta sikap saling memahami dan saling pengertian. “Kami berharap beliau menyaksikan bagaimana keberagaman di Indonesia itu bisa terpelihara dengan baik,” ucap Yaqut. Indonesia menjadi negara pertama dalam rangkaian kunjungan Paus Fransiskus ke kawasan Asia-Oseania. Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia pada tanggal 3-6 September 2024. Paus Fransiskus adalah Paus ketiga yang berkunjung ke Indonesia. Kunjungan pertama dilakukan oleh Paus Paulus VI pada 1970, dan kunjungan kedua dilakukan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1989. Pada 4 September, pemimpin umat Katolik tersebut dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta dan berkunjung ke Katedral Jakarta. Kemudian pada 5 September, Paus Fransiskus akan mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta, dilanjutkan dengan pertemuan penerima manfaat organisasi amal di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan akan memimpin Misa Kudus di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Selanjutnya pada 6 September, pemimpin umat Katolik tersebut akan melanjutkan perjalanannya mengunjungi Papua Nugini dan selanjutnya Paus Fransiskus dijadwalkan melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura pada 2-13 September 2024. (wink) Baca juga :

Read More

Mengenal Suku Kalang

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kerajaan Majapahit seperti yang kita ketahui sangat berambisi menyatukan nusantara, dimana salah satunya adalah tanah Borneo. Majapahit sangat berambisi untuk menguasai tanah Borneo karena melalui informasi telik sandinya mengabarkan ada dua kerajaan yang sangat makmur di sana. Dua kerajaan tersebut adalah Tanjung Puri dan Nan Sarunai, sehingga pada 1356 M Majapahit mengirim ekspedisi militer pertamanya ke Borneo. Penyerangan pertama di tanah Borneo oleh Majapahit pada 1309 M, dengan 40.000 yang menyerang kerajaan Nan Sarunai. Akan tetapi penyerangan pertama mengalami kegagalan, disini peran Suku Kalang atau Wong Kalang terlihat. Dilansir melalui jurnal yang berjudul Asal Muasal Wong Jonegoro: Tinjauan Historis Hubungan Wong Kalang dan Masyarakat Samin Bojonegoro, yang di tulis oleh Firza Azzam Fadilla dan Agus Danugroho, kisah tentang kehadiran komunitas masyarakat kuno Kalang ternyata juga pernah termaktub dalam kitab paling sohor dari era Kerajaan Majapahit, Kitab Negarakertagama. Suku Kalang yang ditugaskan menjaga hutan dari serangan musuh, mereka mereka sendiri sudah lama dikenal sebagai orang-orang yang sakti mandraguna. Mereka bermukim di Pulau Jawa terkhusus di wilayah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, contohnya di Kabupaten Blora dan Rembang di Jawa Tengah, serta di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban di Jawa Timur. Dalam perang melawan Dayak suku Kalang membawa kemenangan hebat bagi Majapahit, sehibgga memberikan kegembiraan. Pasukan dayak tunduk pada Wong kalang pasalnya kemampuan pasukan Kalang sangat luar biasa di medan pertempuran. Selain itu, dengan kesaktiannya, mereka juga dipekerjakan sebagai pembuat candi, suku ini merupakan pasukan Majapahit yang kuat namun sayangnya mereka bar – bar. Konon, Wong Kalang mampu mengangkat batu yang sangat besar, ketika berperang melawan suku Dayak yang dikenal sakti pun Majapahit banyak membawa tentara Kalang, sehingga akhirnya memperoleh kemenangan besar. (jeha) Baca juga :

Read More

Kemenag Perkenalkan Masjid Ramah Lingkungan di Indonesia dalam Forum IF20 Brazil

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pada perhelatan G20 Interfaith Forum (IF20) yang berlangsung di Brasilia, Brazil, pada 19-22 Agustus 2024 lalu, Kementerian Agama (Kemenag) berbagi pengalaman tentang pengelolaan masjid dan peran tokoh agama dalam pelestarian lingkungan serta penanganan perubahan iklim. Forum ini menjadi kesempatan bagi Kemenag untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-13, yang berfokus pada perubahan iklim. Kasubdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana, menekankan pentingnya melaporkan data terkait kerusakan lingkungan kepada pemuka agama, agar pemuka agama dapat memberi edukasi yang lebih efektif kepada masyarakat. “Saat diskusi berlangsung, muncul pertanyaan mengenai langkah penanganan perubahan iklim dalam agama, seperti mengurangi penggunaan plastik dan menguatkan narasi pelestarian lingkungan melalui khotbah dan kurikulum pendidikan,” urai Akmal. Akmal menyampaikan, tokoh agama memiliki peran besar dalam membentuk pandangan dan tindakan masyarakat terkait isu ini. “Apabila tokoh agama yang bicara, jemaah pasti akan mendengarkannya. Jadi, bila tokoh agama memiliki perspektif lingkungan, itu akan berkontribusi besar dalam mengubah mindset jemaah,” ungkap Akmal. Kemenag telah menjalankan program Rintisan Masjid Ramah Lingkungan yang menyediakan infrastruktur seperti tempat sampah terpilah dan sanitasi. Program ini merupakan salah satu langkah Kemenag dalam mendukung pengelolaan masjid yang ramah lingkungan. Ke depan, Kemenag berencana untuk mereplikasi konsep masjid ramah lingkungan di seluruh Indonesia. Selain itu, Kemenag akan menggelar International Symposium on Innovative Masjid (ISIM) 2024 sebagai sarana untuk menyebarkan ide dan konsep terkait masjid ramah lingkungan. Dengan pendekatan berbasis agama, Kemenag optimis dapat meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat, serta berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim secara lebih luas. “Melalui ISIM, kami berharap memiliki konsep yang lebih solid terkait masjid ramah lingkungan yang dapat direplikasi,” pungkas Akmal. (rid) Baca juga :

Read More