Fungsi Pakaian Menutup Aurat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia untuk menutupi auratnya. Allah SWT dalam Alquran telah menjelaskan berbagai fungsi dari pakaian. Anggota Komisi Fatwa MUI, DR Faizah Ali Syibromalisi mengatakan, perihal pakaian dalam Alquran tidak terlepas dari apa yang dilakukan Nabi Adam AS dan pasangannya sesaat setelah melanggar perintah Allah SWT untuk tidak mendekati pohon larangan. Setelah tipu daya setan berhasil membujuk agar keduanya mencicipi pohon larangan tersebut, sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al-A’raf ayat 22: فَدَلّٰىهُمَا بِغُرُورٍۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْاٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفٰنِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَّرَقِ الْجَنَّةِۗ وَنَادٰىهُمَا رَبُّهُمَآ اَلَمْ اَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَاَقُلْ لَّكُمَآ اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ Artinya: “Dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka. “Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” “Ayat di atas mengisyaratkan bahwa Adam dan pasangannya segera menutupi auratnya dengan daun. Namun tidak sekadar menutupi aurat mereka dengan selembar daun,” katanya. Meski begitu, sambungnya, jika melihat redaksi ayat di atas dipahami bahwa aurat sementara yang mereka gunakan adalah daun diatas daun sebagaimana dipahami dari kata yakhshifaani diatas. Hal tersebut mereka lakukan agar aurat mereka benar-benar tertutup. “Ayat ini menunjukkan bahwa menutup aurat adalah merupakan fitrah manusia yang diaktualkan oleh Adam dan istrinya,” ujarnya. Dia mengatakan, hal itu terjadi pada saat kesadaran mereka muncul bahwa memakan buah larangan telah menelanjangi aurat mereka. Dia menambahkan, apa yang dilakukan Adam, nenek moyang kita dinilai sebagai usaha manusia -secara spontan dan dengan ilham dari Allah- menutupi auratnya, adalah awal dari lahirnya budaya menutup aurat atau berpakaian. Pakaian juga memiliki tiga fungsi. Pertama, menutup aurat. Kedua, sebagai hiasan. Ketiga, pakaian ketakwaan. Hal ini sebagaimana dalam QS Al-A’raf ayat 26: يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” Selain itu, kata dosen UIN Jakarta ini, ada juga ayat yang mengisyaratkan fungsi pakaian sebagai pemelihara manusia dari sengatan panas dan dingin serta membentengi manusia dari hal-hal yang bisa mengganggu ketentramannya. Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS An-Nahl ayat 81: وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَٰلًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْجِبَالِ أَكْنَٰنًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلْحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ Artinya: “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri.” (kepada-Nya). Selain itu, tuturnya, ayat lain menjelaskan bahwa fungsi pakaian sebagai pembeda antara seseorang dengan yang lainnya dalam sifat dan profesinya. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT dalam QS Al-Ahzab ayat 59: يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا Artinya: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” “Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Mahapengampun, Mahapenyayang.” Dari tiga ayat di atas, jelasnya, menemukan fungsi pakaian jasmani sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT yakni pakaian sebagai penutup aurat dan pakaian sebagai hiasan. “Yang sering kali menjadi masalah bagi sementara orang adalah memadukan antara fungsi pakaian sebagai hiasan dengan fungsinya sebagai penutup aurat,” paparnya. Menurutnya, tidak jarang orang melakukan kesalahan, sehingga mengabaikan ketertutupan aurat demi sesuatu yang dinilainya keindahan dan hiasan. Dia menjelaskan, agama Islam menghendaki agar kita berpakaian sesuai dengan fungsi-fungsi tersebut atau paling sedikit fungsinya yang terpenting yaitu menutup aurat. Hal ini karena penampakan aurat dapat menimbulkan dampak negatif bagi yang menampakkannya dan bagi yang melihatnya. Dari sini lahir pembahasan tentang batas-batas aurat yang harus dipeliharapria maupun wanita. Penekanan dalam fungsi ini (pakaian sebagai penutup aurat) menjadikan sementara umat Islam mengabaikan unsur keindahan dan pembeda tersebut. “Padahal menjadi sangat ideal dan indah apabila kesemua fungsi yang disebutkan di atas dapat diterapkan,” tutupnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Sholawat Barjanji Menjadi Tradisi disaat Maulid Nabi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bulan Rabiul Awal telah datang. Salah satu momentum keagamaan yang ditunggu-tunggu umat Islam adalah perayaan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW yang lazim dsebut sebagai maulid nabi. Salah satu kitab yang kerap dibaca dalam perayaan maulid yakni Kitab Berzanji. Kitab ini menjadi salah satu karya sastra Islam yang terkenal dalam tradisi Melayu dan Indonesia. Kitab ini sebagian besar berisi syair-syair atau puisi-puisi yang memuji dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW, dan juga beberapa cerita tentang kehidupan beliau. Kitab Berzanji sangat populer di dunia Islam dan telah dihafalkan dan dibaca oleh banyak orang Muslim di seluruh dunia. Syair-syair dalam kitab ini menggambarkan keindahan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW, serta berbagai kejadian luar biasa yang terjadi selama hidupnya. Dalam buku “Maulid Berzanji” karya Ustadz M Syukron Maksum dijelaskan, Maulid Berzanji merupakan bentuk doa-doa, puji-pujian, dan menceritakan riwayat nabi Muhammad yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada. Warga muslim mengikuti barzanji dengan melantunkan shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW diiringi rebana saat digelarnya seni Gembrung di Kedondong, Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (28/9/2023). Pagelaran seni Gembrung di wilayah tersebut merupakan tradisi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kitab ini sebenarnya berjudul “Iqd Al Jawhar fi Mawlid An-Nabiy Al Azhar”, namun lebih terkenal dengan Maulid Barzanji sesuai nama penyusunnya, yaitu Syekh Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim bin Muhammad Al-Barzanji. Sejarah kitab Al-Barzanji tidak dapat dipisahkan dengan momentum besar peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar pertama kali. Walaupun, ada banyak pendapat tentang perayaan Maulid Nabi pertama tersebut. Maulid Nabi atau hari kelahiran nabi Muhammad pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam dalam perang Salib. Sebab, waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara Salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Pada 1099, tentara Salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Sementara, umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan semangat ukhuwah. Lalu, pemimpin umat Islam dalam Perang Salib, Salahuddin Yusuf al-Ayyubi mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW secara massal. Karena, menurut dia, semangat juang Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat Islam kepada nabi mereka. Sebenarnya, menurut Ustadz M Syukron Maksum, hal itu bukan gagasan murni Salahuddin melainkan usul dari iparnya, Muzaffaruddin Gekburi yang menjadi semacam bupati di Irbil, Surya Utara. Untuk mengimbangi maraknya peringatan Natal oleh umat Nasrani, Muzaffaruddin sering menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi di istananya. Hanya saja, perayaannya bersifat lokal dan tidak setiap tahun. Adapun Salahuddin ingin agar perayaan Maulid Nabi menjadi tradisi bagi umat Islam di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan semangat juang, bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa. Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad, yakni An-Nashir ternyata khalifah setuju. Maka, pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H/ 1183 M, Salahuddin sebagai penguasa Haramain mengeluarkan instruksi kepada seluruh jamaah haji agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera mensosialisasikan kepada masyarakat Islam di mana saja berada bahwa mulai tahun 580 H/ 1184 M tanggal 12 Rabiul Awal dirayakan sebagai Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam. Salah satu kegiatan yang diprakarsai oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 580 H/1184 M adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat nabi beserta puji-pujian bagi nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan kemudian diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Hingga akhirnya yang menjadi pemenangnya adalah Syekh Ja’far Al-Barzanji. Pernyata, peringatan maulid nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahudin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 583 H/ 1187 M Yerusalem berhasil direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali sampai hari ini. Kitab Maulid Berzanji sendiri sampai sekarang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan diajarkan di banyak pesantren dan madrasah di seluruh dunia Islam. Di Indonesia, Kitab Berzanji juga dikenal dengan sebutan “Syair Maulid” dan sering dibacakan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (yan) Baca juga :

Read More

Roket Hezbollah Hantam Israel, 3 Petugas Lebanon Tewas dalam Serangan Balasan

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelompok Hezbollah di Lebanon dan pasukan Israel saling melancarkan serangan lintas perbatasan pada Minggu dini hari, sehari setelah Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan tiga petugas penyelamat tewas dalam serangan Israel. Gerakan yang didukung Iran ini telah bertukar tembak hampir setiap hari dengan pasukan Israel untuk mendukung sekutunya, Hamas, sejak serangan kelompok militan Palestina tersebut ke Israel pada 7 Oktober yang memicu perang di Jalur Gaza. Ketegangan terus meningkat selama 11 bulan konflik lintas perbatasan ini. Hezbollah mengklaim telah membombardir kota Kiryat Shmona di Israel utara dengan “rentetan roket Falaq” pada Minggu dini hari sebagai “balasan atas serangan musuh, terutama serangan” yang menewaskan para petugas darurat di desa Froun, Lebanon. Pada Sabtu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan tiga petugas darurat tewas dan dua lainnya terluka, satu dalam kondisi kritis, akibat serangan Israel di Froun. Kementerian mengatakan serangan tersebut menargetkan “tim pertahanan sipil Lebanon yang sedang memadamkan kebakaran akibat serangan Israel baru-baru ini.” Sementara itu, militer Israel mengklaim telah “melumpuhkan teroris” dari gerakan sekutu Hezbollah, Amal, di Froun. Badan pertahanan sipil Lebanon menyatakan tiga karyawannya tewas dalam “serangan Israel yang menargetkan kendaraan pemadam kebakaran setelah mereka menyelesaikan misi pemadaman api.” Perdana Menteri Najib Mikati mengecam serangan tersebut, menyebutnya dalam sebuah pernyataan sebagai “agresi baru terhadap Lebanon yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.” Pada Minggu, Hezbollah juga mengklaim pasukannya telah menembakkan roket ke komunitas Israel Shamir, dekat Kiryat Shmona. Hezbollah biasanya menyatakan menargetkan posisi militer di Israel utara, sementara Israel mengatakan menargetkan infrastruktur dan pejuang Hezbollah di Lebanon selatan dan timur. Militer Israel pada Minggu pagi mengumumkan telah melakukan serangkaian serangan udara terhadap “struktur militer Hezbollah” dan mencegat proyektil yang diluncurkan dari Lebanon selama malam. Di Froun pada hari Sabtu, pernyataan militer Israel menyebutkan pasukan mereka “menyerang dan melumpuhkan” anggota Amal yang “beroperasi dalam struktur militer Hezbollah.” Gerakan Amal, sekutu Hezbollah, mengatakan dua anggotanya termasuk di antara korban tewas dalam serangan Sabtu. Mereka menyatakan anggotanya tewas “saat menjalankan tugas kemanusiaan dan nasional membela Lebanon dan wilayah selatan.” Kementerian Kesehatan Lebanon mengecam “serangan Israel yang terang-terangan menargetkan tim dari badan resmi negara Lebanon.” Mereka menambahkan bahwa serangan tersebut adalah “yang kedua kalinya dalam kurang dari 12 jam terhadap tim darurat.” Sebelumnya pada hari Sabtu, kementerian melaporkan dua petugas darurat dari Komite Kesehatan Islam yang berafiliasi dengan Hezbollah terluka ketika “musuh Israel dengan sengaja menargetkan” dekat kebakaran yang hendak mereka padamkan di Qabrikha, Lebanon selatan, menyebabkan kendaraan mereka tergelincir. Beberapa kelompok militan mengoperasikan pusat kesehatan dan operasi tanggap darurat di Lebanon selatan. Hezbollah telah mengumumkan serangkaian serangan terhadap pasukan dan posisi Israel di dekat perbatasan pada hari Sabtu, termasuk dengan roket Katyusha dan “drone bermuatan bahan peledak,” beberapa di antaranya sebagai balasan atas “serangan musuh Israel” di Lebanon selatan. Kekerasan lintas perbatasan ini telah menewaskan sekitar 614 orang di Lebanon, sebagian besar pejuang tetapi juga termasuk 138 warga sipil, menurut penghitungan media lokal. Di sisi Israel, termasuk di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi, otoritas telah mengumumkan kematian setidaknya 24 tentara dan 26 warga sipil. Pernyataan dari Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad menyebutkan bahwa “akibat agresi (Israel),” 27 petugas darurat dan pekerja kesehatan telah tewas dan 94 lainnya terluka sejak Oktober. Dua rumah sakit dan 21 pusat kesehatan telah “menjadi sasaran,” sementara 32 kendaraan pemadam kebakaran atau ambulans “rusak atau sebagian rusak.” Pernyataan tersebut mendesak penghentian “penargetan berulang dan disengaja terhadap pekerja kesehatan dan warga sipil.” (zul) Baca juga :

Read More

Gus Yahya Dorong LAZISNU Bentuk Skema Tasharuf Zakat, Infak dan Shadaqah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menekankan agar NU Care-LAZISNU menyusun skema strategis dalam tauzi’ (pendistribusian) dan tasharuf (penyaluran) zakat, infakdan sedekah (ZIS) sebagai bentuk pertanggungjawaban lembaga. “Lebih dari soal mengambil zakatnya, lebih dari soal mengumpulkan zakat, infaq, dan shadaqahnya, maka lebih penting dari amal zakat ini adalah tauzi’ dan tasharufnya,” terang Gus Yahya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rakernas NU Care-LAZISNU, Jumat (6/9/2024). Gus Yahya menyampaikan betapa pentingnya LAZISNU menjadi sebuah lembaga yang kredibel dan akuntabel sehingga dapat terus mendulang kepercayaan masyarakat dalam penunaian zakat. “Berdasarkan itu kemudian masyarakat terpanggil sendiri untuk mengumpulkan zakat, infaq, dan sodaqohnya kepada kita daripada kita bujuk-bujuk orang sementara kita tidak terlebih dulu membuat skema yg jelas mengenai tauzi’ dan tasharufnya,” tegas Gus Yahya. Sejalan dengan transformasi digital NU dalam rencana strategis nasional, Gus Yahya mengimbau agar skema penyaluran zakat LAZISNU koheren dengan renstra yang telah disahkan pada akhir Juli 2024 lalu. “Nah, dalam konteks Rakernas LAZISNU ini yang ingin sy minta kepada LAZISNU untuk memikirkan skema tauzi’ dan tasharuf itu dalam kaitannya atau yang merujuk kepada renstra NU yg sudah disahkan,” ungkapnya. Hal ini berkaitan dengan tanggung jawab yang diemban seseorang atau sebuah lembaga dengan berdasarkan pada kapasitasnya. Menyadari NU sebagai sebuah organisasi yang besar, Gus Yahya merasa perlu lembaga dan badan otonom di bawahnya terkonsolidasi dengan program-program PBNU. Dengan memiliki program yang koheren dengan Renstra NU, Gus Yahya beranggapan bahwa realitas makna kehadiran LAZISNU akan lebih terasa di tengah-tengah masyarakat karena tujuan yang tepat sasaran. (rid) Baca juga :

Read More

Gusdurian Sampaikan Seruan Moral Jelang Pilkada 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gusdurian menyampaikan seruan moral menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Seruan ini diungkapkan Direktur Jaringan Gusdurian Hj Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid). Dia mengimbau masyarakat agar tidak saling berbenturan satu sama lain dan membuat perpecahan akibat berbeda pilihan pada Pilkada. Alissa juga sangat mendorong agar Pilkada dapat dilakukan dengan semangat persatuan yang berasal dari masyarakat. “Jangan sampai gara-gara Pilkada, terjadi benturan antarmasyarakat yang sebenarnya merupakan bagian dari permainan politik para politisi,” tegasnya kepada media, Ahad (8/9/2024). Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini juga meminta para politisi untuk tidak menggunakan sentimen-sentimen atau kalimat yang dapat memecah-belah kelompok masyarakat ketika kampanye, hanya demi mendapatkan dukungan suara. “Kami berharap para politisi tidak menggunakan sentimen-sentimen yang memecah-belah kelompok masyarakat hanya untuk mendapatkan dukungan suara, misalnya menggunakan sentimen agama dan suku,” sambungnya. Putri sulung Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu meminta masyarakat agar tidak terprovokasi, apalagi sampai bersitegang dengan orang-orang terdekat “Kedua, masyarakat jangan mau hanya karena urusan pilihan calon kepala daerah kita kemudian menjadi pecah dengan orang-orang terdekat seperti keluarga dan tetangga kita,” tegasnya. Perpecahan antarmasyarakat sebisa mungkin tidak akan terjadi, karena menurut Alissa, para politisi akan kembali bergabung satu sama lain saat Pilkada sudah selesai nanti. “Maka dari itu masyarakat jangan mau dipecah belah hanya karena urusan seperti Pilkada. Ketahuilah, setelah selesai Pilkada siapa pun yang menang, para politisi ini, akan kembali beraliansi,” jelas Alissa. Dia mengingatkan bahwa Pilkada hanya merupakan bagian dari dinamika dan politik rutinan saja, sehingga masyarakat mesti mampu menolak jika diprovokasi untuk berpecah-belah. “Kalau para politisi yang kita pilih saja dengan mudah kemudian berdamai usai Pilkada, kenapa kita mau dipecah-pecah dengan sentimen yang penuh dengan kebencian?” lanjutnya. Jaringan Gusdurian merupakan komunitas independen yang tidak terlibat terhadap pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah. Hal itu pernah disampaikan Alissa wahid pada 2023. “Silahkan mendukung dan memilih atas pertimbangan pribadi, jangan bawa nama organisasi Gusdurian ya. Jaringan Gusdurian tetap komit untuk tidak terlibat politik praktis. Perjuangan kita jangka panjang, bukan untuk urusan 5 tahunan,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Makna Pengulangan Ayat dalam Surat Ar Rahmaan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Alquran adalah pedoman universal bagi seluruh manusia. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menakjubkan dari segi isinya, melainkan juga bahasa yang digunakannya. Banyak ulama dan ahli sejarah sepakat, Kalamullah ini merupakan puncak paripurna penggunaan bahasa Arab. Di antara sisi keindahan Alquran ialah pengulangan kata-kata yang sama. Hal ini dijumpai dalam surah ar-Rahmaan. Menurut Prof Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Tafsir al-Munir, surah ini dinamai ar-Rahman lantaran dibuka dengan salah satu dari nama-nama Allah yang indah (Asmaul Husna), yaitu ar-Rahmaan–‘Zat Yang Mahapengasih.’ Bahkan, makna ar-Rahmaan “lebih kuat” daripada kata ar-Rahiim, ‘Yang Mahapenyayang.’ Dikatakan demikian, lanjut az-Zuhaili, sebab ar-Rahmaan bermakna ‘Dia Yang mengaruniai nikmat-nikmat besar dan kepada semua makhluk.’ Adapun ar-Rahiim bermakna ‘Dia Yang memberi nikmat-nikmat kecil dan pemberian itu adalah pemberian yang khusus kepada kaum Mukminin.’ Dalam surah ar-Rahmaan, terdapat pengulangan (tikrar) yakni ayat berikut. فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Ini diulang sebanyak 31 kali dalam surah tersebut. Arti dari ayat ini adalah, ‘Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?’ Ungkapan pertanyaan retoris ini ditujukan kepada bangsa jin dan manusia. Dalam surah ar-Rahman, Allah menyebutkan nikmat-nikmat yang banyak sekali, yang Dia limpahkan kepada jin dan manusia. Itu agar mereka bersyukur dan tidak kufur. Banyaknya nikmat yang Allah limpahkan itu menunjukkan kekuasaan dan rahmat-Nya. Dia sudah sepantasnya dijadikan sebagai satu-satunya yang berhak disembah. Adapun hikmah di balik pengulangan ayat ini, antara lain, untuk menunjukkan tingginya kualitas bahasa Arab yang digunakan dalam Alquran. Gaya penyampaian (uslub) adalah pengulangan (tikrar). Ini dipakai untuk menguatkan kesan dan mendalamkan pemahaman. Al-Suyuthi dalam kitabnya, Al-Itqan fi Ulumil Qur`an, menyebutkan bahwa tikrar untuk memantapkan pemahaman. Fungsi lainnya adalah memberikan tekanan terhadap masalah yang sedang dijelaskan, mengingatkan kembali, serta menunjukkan betapa besar dan pentingnya masalah itu. Hal itu sama seperti perkataan seseorang kepada orang yang selalu ditolongnya, tetapi si penerima manfaat kerap mengingkarinya. “Bukankah kamu dahulu fakir kemudian saya berikan kamu harta? Bukankah kamu dahulu tidak punya pakaian, kemudian saya beri kamu pakaian?” Gaya bahasa seperti ini biasa digunakan oleh orang-orang Arab. Pengulangan ayat dalam surah ar-Rahmaan ini juga bertujuan mengingatkan hamba Allah untuk selalu ingat dan bersyukur kepada-Nya tanpa harus menunggu dan menghitung nikmat-nikmat Allah. Lagipula, nikmat Allah yang tidak akan bisa dihitung. (yat) Baca juga :

Read More

Tahanan Keturunan AS di Gaza Tewas oleh Serangan Udara Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelompok perlawanan Palestina Hamas merilis video berisi rekaman tentara Israel-Amerika, Hersh Goldberg Polin yang ditawan di jalur Gaza selama Israel melakukan serangan dan genosida terhadap masyarakat Palestina di Gaza. Jasad Goldberg Polin ditemukan tewas bersama lima tawanan lainnya pada tanggal 1 September 2024 dari sebuah terowongan di Gaza selatan. Saat itu, pejabat senior Hamas, Izzat Al-Risheq mengatakan bahwa keenam tahanan tersebut tewas oleh serangan udara Israel. Namun, militer Israel menuduh Hamas berada di balik kematian mereka, dengan mengatakan bahwa keenam orang tersebut ditembak mati oleh pejuang Hamas sehari sebelum mereka dibebaskan. Dalam video yang menandai beberapa kata terakhirnya, Goldberg Polin berkata, “Israel telah mencoba mengebom saya tanpa henti.” “Saya meminta anda, bapak Presiden Joe Biden dan Antony Blinken dan semua rekan Amerika, warga negara untuk melakukan segala yang anda bisa untuk menghentikan perang, menghentikan kegilaan ini, dan membawa saya pulang sekarang,” ujar Goldberg Polin, dikutip dari laman Days of Palestine, Minggu (8/9/2024). Sehari sebelumnya, Brigade Al-Qassam (Hamas) juga merilis video yang menggambarkan jenazah dua tahanan Israel yang telah meninggal, yakni Alexander Lobanov dan Carmel Gat. Rilis ini menyusul video sebelumnya yang dirilis pada Selasa lalu yang menampilkan Ori Danino, yang jenazahnya, bersama dengan lima tahanan lainnya, ditemukan oleh militer Israel pada Sabtu di Rafah, sebelah selatan jalur Gaza. Pada Senin, Al-Qassam merilis pesan dari tawanan Edan Yerushalmi, yang memohon kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemerintahnya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan guna mengamankan pembebasannya melalui kesepakatan pertukaran tahanan. Sementara itu, Hamas yang merilis video-video korban tewas Israel telah menekan front internal Israel, karena ratusan ribu warga Israel telah turun ke jalan dalam beberapa hari terakhir. Mereka menyerukan kesepakatan pembebasan tahanan dan mengatakan waktu hampir habis untuk membawa pulang para tawanan hidup-hidup. (zul) Baca juga :

Read More

PBNU Siapkan Langkah Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menyiapkan langkah agar pondok pesantren terbebas dari kekerasan. Hal tersebut disampaikan Ketua PBNU Alissa Wahid dalam Diskusi Terarah dan Konsolidasi Rencana Strategis Penanganan Kekerasan. Dia mengatakan, sudah banyak berita yang menyoroti kekerasan di pesantren dan tak jarang kekerasan itu dilakukan oleh pengasuh pondok, termasuk santri senior. “Kita harus mengakui bahwa akhir-akhir ini berita tentang kekerasan di pesantren itu makin banyak, baik dilakukan oleh pengasuh maupun oleh santri senior kepada santri junior bahkan antarsantri yang setara,” terang Alissa. Alissa Wahid menyampaikan bahwa PBNU sedang memikirkan faktor-faktor penyebab kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren. “Kita sedang memikirkan apa saja sih budaya pesantren atau pemahaman-pemahaman di pesantren yang ternyata serakah ini justru membuat hal-hal seperti itu bisa terjadi? Misalnya soal kesalahan-kesalahan pandangan tentang kesalahan pemahaman tentang tawadhu,” ungkapnya. Alissa juga memberikan contoh mengenai budaya senioritas yang menciptakan kesewenang-wenangan terhadap santri junior. “Misalnya ketaatan kepada santri senior itu kemudian membuat santri seniornya menggunakan nilai-nilai itu, justru untuk melakukan kekerasan pada juniornya, nah hal-hal seperti itu yang kita sedang pikirkan,” paparnya. Alissa juga menegaskan, persoalan mengenai kekerasan sangat sering terjadi, termasuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren dan menjadi persoalan yang bukan hanya penting, tetapi genting. “Betapa persoalan kekerasan sangat tren termasuk kekerasan seksual di pesantren bukan hanya penting tetapi genting,” ujarnya. Sebagai informasi, agenda diskusi ini diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU. Acara ini juga turut dihadiri A’wan PBNU Nyai Hj Badriyah Fayumi, Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev, serta perwakilan badan otonom dan lembaga lainnya yakni Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN), Fatayat NU, Lembaga Bahtsul Masail (LBM), Muslimat NU, dan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU). (wink) Baca juga :

Read More

Innovasi Baru Kaligrafi Digital pada MTQ Nasional 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) RI menghadirkan inovasi baru dengan memperlombakan seni kaligrafi digital, yang merupakan golongan dari cabang kaligrafi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2024 di Kalimantan Timur. “Seni kaligrafi digital menjadi salah satu golongan baru yang untuk pertama kalinya diperlombakan pada MTQ Nasional 2024,” kata Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi dalam keterangannya di Samarinda, beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, lomba seni kaligrafi digital digelar untuk memberi dampak positif bagi generasi muda, yang diharapkan dapat menggaet dan termotivasi untuk mencintai Alquran dengan cara yang kreatif berbasis digital. “Dengan adanya lomba ini, diharapkan generasi muda dapat lebih tertarik untuk terlibat dalam kegiatan yang digelar oleh Kemenag,” sambungnya. Dalam cabang kaligrafi, kata Zayadi, terdapat empat golongan yang diperlombakan, yaitu naskah Alquran, mushaf Al Quran, dekorasi Alquran, dan kontemporer Alquran. Dikatakannya, semua golongan tersebut masih menggunakan metode manual, dengan media seperti kanvas, cat warna, kertas, atau karton. “Khusus untuk Seni Kaligrafi Digital, seluruh prosesnya dilakukan menggunakan perangkat komputer dan perangkat digital lainnya, seperti iPad. Dengan demikian, kreasi dan inovasi dalam lomba ini sepenuhnya berbasis teknologi,” lanjutnya. Kemudian untuk menilai seni kaligrafi digital, lanjutnya, dewan hakim yang direkrut mesti memenuhi tiga standar kriteria, yaitu: pengetahuan tentang kaligrafi, termasuk khath Naskh dan kaidah-kaidahnya; keahlian dalam seni rupa, termasuk komposisi warna; serta keahlian di bidang teknologi informasi (IT). Seperti halnya cabang lain seperti tahfidz dan tilawah, Zayadi menyebut, seni kaligrafi digital juga melalui proses seleksi mulai dari tingkat desa, kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional. “Peserta yang mengikuti lomba Seni Kaligrafi Digital harus melalui serangkaian proses di tingkat bawah dan melampirkan sertifikat sebagai pemenang di tingkat provinsi untuk dapat maju ke tingkat nasional. Namun, pengiriman peserta seni kaligrafi digital tentunya tergantung pada daerah masing-masing,” imbuhnya. Secara terpisah, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al Quran dan Alhadist, Rijal Ahmad Rangkuty menjelaskan, lomba Seni Kaligrafi Digital telah diumumkan dan diatur dalam petunjuk teknis (Juknis) yang dipublikasikan pada November 2023 lalu. Rijal mengatakan, kendati merupakan cabang baru, lomba tersebut tetap mengikuti regulasi yang telah ada, seperti integrasi data peserta dengan sistem kependudukan di Ditjen Dukcapil untuk memastikan informasi peserta valid dan sah, serta mencegah pelanggaran terkait persyaratan usia. “Namun, poin dari lomba seni kaligrafi digital ini tidak akan memengaruhi penentuan juara umum, karena masih ekshibisi,” tutup Rijal. (rid) Baca juga :

Read More

BPJPH Tegaskan Sertifikasi Halal untuk Jasa Pendistribusian

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama memastikan kewajiban sertifikasi halal diberlakukan sesuai ketentuan regulasi Jaminan Produk Halal (JPH) bagi sejumlah jenis produk yang mencakup barang dan jasa. Sektor jasa yang dikenai kewajiban bersertifikat halal antara lain jasa penyembelihan, jasa pengolahan, jasa penyimpanan, jasa pengemasan, jasa pendistribusian, jasa penjualan dan jasa penyajian. Ketujuh macam jasa tersebut juga hanya dikenakan kewajiban sertifikasi halal jika diperuntukkan bagi makanan, minuman, obat dan kosmetik. Dengan demikian maka sektor jasa di luar ketujuh macam jasa yang telah disebut di atas atau jasa yang masuk dalam ketujuh macam jasa tersebut namun tidak diperuntukkan bagi makanan, minuman, obat dan kosmetik tidak dikenakan kewajiban bersertifikat halal. Berdasarkan ketentuan regulasi tersebut, maka tidak benar ketika muncul pemberitaan di media yang menyatakan bahwa truk wajib bersertifikat halal. “Dari ketujuh macam jasa tersebut, untuk jasa penyimpanan, jasa pengemasan, jasa pendistribusian dikelompokkan sebagai jasa logistik. Kewajiban sertifikasi halal atas jasa logistik ini juga hanya yang diperuntukkan bagi jasa logistik yang digunakan untuk memfasilitasi produk makanan, minuman, obat, dan kosmetik.” ungkap Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham. Kewajiban sertifikasi halal atas jasa logistik makanan, minuman, obat, dan kosmetik hanya dikenakan bagi pihak ketiga yang menyediakan jasa logistik saja tanpa menghasilkan barang. Sedangkan pelaku usaha makanan, minuman, obat, dan kosmetik yang memiliki fasilitas penyimpanan, pengemasan, dan pendistribusian untuk produknya sendiri tidak perlu mengajukan sertifikasi jasa logistik yang terpisah dengan sertifikasi produk barangnya. Hal tersebut terjadi karena pada saat pelaku usaha mensertifikasi halal barangnya sudah mencakup juga aspek jasa logistik yang dimiliki perusahaan tersebut. “Dengan demikian disini saya tegaskan hal ini untuk meluruskan adanya pemahaman keliru bahwa truk atau kendaraan pengangkut yang harus bersertifikat halal. Sesuai regulasi, yang benar adalah jasa logistiknya yang wajib bersertifikat halal.” terang Aqil menjelaskan. “Prinsipnya jaminan kehalalan produk harus memenuhi prinsip ketertelusuran atau traceability produk, dari awal produksi sampai dengan produk diterima konsumen. Sehingga, harus dipastikan bahwa dalam semua aspeknya, proses produk halal berjalan memenuhi standar yang ditetapkan, dan dipastikan terhindar dari potensi kontaminasi dari bahan non halal.” lanjut Aqil. Kehalalan suatu produk dapat dipastikan melalui prinsip jaminan tertelusur atau traceability. Ini meliputi proses penyimpanan di gudang produsen atau sumber material sesuai Sistem Jaminan Produk Halal atau SJPH, agar terhindar dari kontaminasi barang/zat tidak halal atau najis. Proses transportasi dari produsen atau sumber material ke tempat penyimpanan juga harus dapat dipastikan mempergunakan sarana transportasi yang memenuhi SJPH, terbebas dari potensi terjadinya kontaminasi silang antara produk halal dan non-halal. Proses lain yang harus terjamin adalah terhindar dari kontaminasi silang antara lain pengemasan (packing) dan/atau pengemasan ulang (repacking), dan pelabelan (labelling), termasuk pemisahan wadah atau petikemas untuk produk halal dan tidak halal pada saat akan dikirimkan dan penanganan di fasilitas pengolahan. Aktivitas kritis halal pada jasa penyimpanan, jasa pengemasan dan jasa pendistribusian pada umumnya terjadi pada aktivitas pemuatan barang (loading/stuffing), pembongkaran muatan (unloading), penerimaan barang di gudang (receiving), penyimpanan barang di gudang (put away dan storage), pengambilan barang di gudang (picking), pengemasan barang (packing) dan/atau pengemasan ulang (repacking) di fasilitas pengemasan, penyiapan barang untuk pengiriman (staging) dan pengiriman (delivery). Ketentuan ini diatur di dalam PP 39/2021 maupun di dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 20 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala BPJPH Nomor 57 Tahun 2021 tentang Kriteria Sistem Jaminan Produk Halal. Regulasi ini mengatur bahwa pelaku usaha wajib memisahkan lokasi, tempat dan alat yang digunakan dalam menjalankan Proses Produk Halal yang meliputi proses penyembelihan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian. Pengaturan proses distribusi sesuai Pasal 22 Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 dinyatakan bahwa proses distribusi produk halal, produk tidak disertifikasi halal, dan produk tidak halal sekalipun dapat dilakukan dalam satu fasilitas distribusi yang sama, selama memenuhi syarat: (1) Produk yang didistribusikan bukan produk segar maupun produk olahan asal hewan yang dibekukan. Untuk distribusi kedua produk ini, fasilitas distribusinya wajib terpisah. (2) Pelaku usaha jasa distribusi bukan produk segar maupun produk olahan asal hewan yang dibekukan wajib menjamin tidak terjadi kontaminasi silang selama proses distribusi berlangsung yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari pihak produsen atau distributor. “Pendeknya, pelaku usaha wajib melakukan pendistribusian, penjualan, dan penyajian produk sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More